You are on page 1of 15

BAB III

LAPORAN KASUS
Identitas pasien
Nama

: Misnoviarti

Umur

: 35 Tahun

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

No MR

: 099660

Alamat

: Koto Anau

Identitas suami
Nama

: Efrizal

Umur

: 37 Tahun

Pekerjaan

: Tani

Alamat

: Koto Anau

Anamnesis
Keluhan Utama
Seorang pasien perempuan, umur 35 tahun datang ke Kamar Bersalin RSUD
Solok pada tanggal 26 Januari 2015 pukul 20.00 WIB dengan keluhan utama
keluar darah yang banyak dari kemaluan sejak 2 jam yang lalu, darah berwarna
merah segar membasahi sehelai kain sarung.
Riwayat penyakit sekarang

Keluar darah yang banyak dari kemaluan sejak 2 jam yang lalu, darah



berwarna merah segar, membasahi sehelai kain sarung.
Ini perdarahan yang pertama kali
Nyeri pinggang menjalar ke ari-ari tidak ada.
Keluar lendir campur darah dari kemaluan tidak ada.
1

). dan kejiwaan. menular.).). lamanya 5-7 hari.). Muntah ( . ginjal. 1 kali dalam 1 bulan. PPV ( . tidak teratur. DM. hati. banyaknya 23 kali ganti duk/hari. Riwayat Kehamilan / Persalinan / Abortus 4 3 0 1 : 2001 / laki . Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit keturunan.laki / 1600 gr / prematur / spontan / klinik / bidan / hidup 2 : 2001 / laki .). Tidak haid sejak 8 bulan yang lalu. nyeri haid ( . HPHT : lupa TP : sulit ditentukan Gerak anak dirasakan sejak 4 bulan yang lalu.         Keluar air-air yang banyak dari kemaluan tidak ada. Riwayat Perkawinan 1 kali sejak 15 tahun yang lalu. Riwayat Penyakit Dahulu Tidak pernah menderita penyakit jantung.laki/ 1500 gr / prematur / spontan / klinik / bidan / hidup 3 : 2007 / perempuan / 3500 gr / aterm / spontan / rumah / bidan / hidup 4 : 2011 / perempuan / 3500 gr / aterm / spontan / rumah / bidan / hdup 5 : sekarang Riwayat Kontrasepsi Suntik 1 kali / bulan sejak tahun 2011.) ANC : Kontrol kebidan tidak teratur RHT : Mual ( . Muntah ( .Menarche : Usia 13 tahun. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum : Sedang Kesadaran : Compos Mentis Cooperatif Tekanan Darah : 90/50 mmHg Nadi : 118 x/menit 2 . PPV ( + ) R. RHM : Mual ( . paru. hipertensi. dan tidak ada riwayat alergi.

). Rhonki ( . bising ( . irama teratur. tidak kuat angkat Per : Batas jantung dalam batas normal Aus : Bunyi jantung murni. statis dan dinamis P : Fremitus taktil kiri = kanan P : Sonor pada kedua lapangan paru A : Suara nafas Visekuler.) 3 .). linea midclavicula sinistra RIC V.Nafas : 20 x/menit Temperatur : 37o C TB : 157 cm BB1 : 50 kg BB2 : 60 kg BMI : 24 LILA : 26 cm Status gizi : Cukup Jantung Dan Pembuluh Darah I : Iktus cordis tidak terlihat Pal : Iktus kordis teraba 1 jari medial.) Pemeriksaan Obstetrik Muka : Chloasma gravidarum ( . Wheezing ( .) Paru I : Paru simetris kiri = kanan. ronkhi basah halus ( .

noduler Leopold II : Teraba tahanan terbesar janin dikanan Teraba bagian terkecil janin dikiri Leopold III : Teraba massa bulat. keras.Mata : Konjungtiva anemis. melenting Leopold IV : Tidak dilakukan TFU : 29 cm TBA : 2480 gr HIS :(-) Per : Tympani Aus : Bising usus ( + ) Normal DJJ : 140 .145 x / menit Genitalia 4 .tiroid : Tidak ada pembesaran Mammae : Membesar ( + ).2 cm H2O Kel.) Perut tampak membuncit sesuai dengan usia kehamilan Pal : Leopold I : Tinggi fundus uteri teraba 3 jari dibawah processus xyphoideus Teraba massa besar. sklera tidak ikterik Leher : JVP 5 . lunak. hiperpigmentasi ( + ) Abdomen I : Luka bekas operasi ( .

fluksus ( . Aktivitas gerak janin baik.) Laboratorium Darah Hemoglobin : 7. laserasi ( . laserasi ( .3 AC : 30.000 mm3 Hasil pemeriksaan USG      Janin hidup tunggal intra uterine preskep. 6 cm FL : 71.37 minggu + plasenta previa totalis Janin hidup tunggal intra uterine presentasi kepala Diagnosis 5 . fluksus ( + ) Tampak bekuan darah dari forniks posterior Posterior : MP. meluas menutupi OUI Kesan : Gravid 36 . Varises ( .). Biometri : BPD : 84.).I : V / U tenang.).).0 g/dl Leukosit : 5150 mm3 Hematokrit : 22% Trombosit : 138. PPV ( + ) VT : Pembukaan: Tidak dilakukan Ketuban :(+) Inspekulo : tumor ( . 8 cm Ketuban : cukup Plasenta tertanam di corpus depan. ukuran sebesar jempol kaki dewasa Tumor ( . OUE terbuka Extremitas : Edema ( .) Tampak darah merembes dari OUE.).

i plasenta previa lateralis Perjalanan Proses persalinan Tanggal 03-01-2015 pukul 14.c Susp.37 Minggu + HAP e. PF : Keadaan umum : Sedang Kesadaran : Compos Mentis Cooperatif Tekanan Darah :100/90 mmHg Nadi : 84 x/menit Nafas : 22 x/menit Temperatur : 37o C 6 . VS.c HAP e. .G4P3AOH4 Gravid Preterm 36 . PLacenta Previa R/ SC CITO setelah stabilisasi Pengobatan Sikap :        Rehidrasi Kontrol KU.Keluar air-air yang banyak dari kemaluan tidak ada.Keluar darah yang banyak dari kemaluan membasahi 1 helai kain sejak 1 jam yang lalu berwarna merah segar.30 WIB A : . .Keluar lendir campur darah dari kemaluan tidak ada. . HIS.c Plasenta Previa + Anemia e. DJJ Inj DExamenthason Inj Ceftriaxon 2 amp IV Inj Informed consent Cek labor rutin Rencana Tindakan : SC elektif a.Nyeri pinggang menjalar ke ari-ari tidak ada.

Infomed concent : Cek lab rutin R : SC Elektif a.Keluar darah dari kemaluan (+).D : G3P2A0H2 Gravid aterm 37-38 minggu + plasenta previa lateralis Janin hidup tunggal intra uterin presentasi kepala S : Kntrol KU. pada tanggal 3 desember 2014 pasien di rawat di RSB Aananda selama 1 hari .Gerak anak (+) PF : KU : Sedang Kes : Compos mentis cooperatif TD : 120/80 mmHg ND : 84 x/i NF : 22x/i T : 370 C 7 .Keluar air-air yang banyak dari kemaluan (-) .Nyeri pinggang menjalar keari-ari (-) . DJJ .Keluar lendir campu darah dari kemaluan (-) . HIS.00 WIB A : . VS.i plasenta previa lateralis Tanggal 9-12-2014 pukul 08.

Diagnosis : P3A0H3 post SCTTP a.i plasenta previa lateralis Tanggal 03-01-2015 pukul 15. Plasenta lahir lengkap 1 buah. Dilakukan insisi planensteil ± 12 cm.     A/S 8/9 . Lahir bayi dengan jenis kelamin laki .i HAP e. Perdarahan selama tindakan ± 250 cc.c Plasenta previa lateralis posterior Ibu dan anak dalam perawatan Sikap : Kontrol post OP Th/ :Ceftriaxon 2x100 mg 8 . Setelah dinding abdomen di buka lapis demi lapis. Segmen bawah uterus di sayat semilunar kemudian di lebarkan secara  tajam.laki .D : G3P2AOH2 Gravid eterm 37-38 minggu + HAP e. PB 48 cm. plika vesica uterine di   buka semilunar. Uterus di jahit 2 lapis. Dilakukan aseptik dan antisepsis daerah operasi dengan bethadine. Tampak uterus sesuai dengan usia kehamilan. Pasang duk steril.c plasenta previa lateralis Janin Hidup Tunggal Intra Uterine presentasi kepala S : SC elektif a.30 WIB Dilakukan SCTTP Laporan seksio sesaria      Pasien telentang di meja operasi setelah di lakukan anestesi spinal. tidak ada lilitan tali pusat. BB 3300 gram. ketuban berwarna jernih. Abdomen di jahit lapis demi lapis.

lobang telinga (+) Hidung :Lubang hidung (+). Tonus Otot baik (+). Sklera putih bening (+). Cephalhematoma (-) Mata :Simetris kiri kanan (+). Moulase (-). Warna Kulit kemerahan Proses Persalinan (+) :Secsio cesaria Keadaan Plasenta Waktu Lahir : Plasenta lahir lengkap 1 buah Keadaan ketuban waktu lahir : Jernih Kepala :Ubun-ubun datar (+). tanda infeksi (-) Mulut :Labio palatoskisis (-). sekat hidung (+). refleks rooting (+) Leher :Tidak ada kelainan Dada :Bentuk normal Perut . Konjungtiva merah muda (+).15 WIB Jenis kelamin :Perempuan Berat badan :3500 Gram Panjang Badan :50 cm Anak Ke :3 Keadaan anak waktu lahir :Menagis kuat (-).Asam mefenamat 3x500 mg Vitamin C 2x1 SF 1x1 tab Laporan Bayi Baru Lahir Hari/ Tanggal /Jam lahir : Sabtu 3 Januari 2015 pukul 10.Perut tidak membuncit.tanda – tanda infeksi (-) Telinga :Simetris kiri kanan. Caput succe (-). tanda infeksi (-) 9 .

PPV (-) A : P3A0H3 Post SCTTP a/i Plasenta Previa lateralis posterior NH 1 P : S/ kontrol KU. PPV (-). TD: 120/80 mmHg. P PV. NF:22. ASI (+/+) O : KU : sdg .00 WIB S : Demam (-). ND :82. luka OP tertutup perban. Kes : CMC. PPV (-). DM (-) P : tympani A : BU(+) N Gen : I: U/V Tenang. VS. Breast care Th/ : Ceftriaxon 2x1 gr Asam Mefenamat 3x500 mg SF 1X1 Vit c 1x1 Tanggal 11-12-2014 pukul 06.00 WIB S : Demam (-). NL(-).Bahu dan lengan :Bentuk normal Genitalia :Laki-laki Kaki dan tangan :Normal Punggung : bentuk normal. kelainan tidak ada Anus :(+) Mekonium :(-) Follow Up kasus Tanggal 10-12-2014 pukul 06. T: AF Abdomen: I : perut tidak tampak membuncit. ASI (+/+) 10 . kering P :NT(-).

PPV (-) A : P3A0H3 Post SCTTP a/i Plasenta Previa lateralis posterior NH 2 P : S/ kontrol KU. TD: 120/80 mmHg. NF:22. kering P :NT(-). Breast care Th/ : Ceftriaxon 2x1 gr Asam Mefenamat 3x500 mg SF 1X1 Vit c 1x1 Tanggal 12-12-2014 pukul 06. Kes : CMC. ASI (+/+) O : KU : sdg . T: AF Abdomen: I : perut tidak tampak membuncit. P PV. PPV (-). VS. NL(-). NL(-). VS.O : KU : sdg . kering P :NT(-). P PV. Breast care 11 . DM (-) P : tympani A : BU(+) N Gen : I: U/V Tenang. DM (-) P : tympani A : BU(+) N Gen : I: U/V Tenang. PPV (-) A : P3A0H3 Post SCTTP a/i Plasenta Previa lateralis posterior NH 3 P : S/ kontrol KU. Kes : CMC. NF:22. ND :82. luka OP tertutup perban. T: AF Abdomen: I : perut tidak tampak membuncit. TD: 120/80 mmHg. luka OP tertutup perban.00 WIB S : Demam (-). ND :82.

PPV (-) A : P3A0H3 Post SCTTP a/i Plasenta Previa lateralis posterior NH 4 P : S/ kontrol KU. PPV (-). NL(-). TD: 110/80 mmHg. luka OP tertutup perban.00 WIB S : Demam (-).Th/ : Cefixime 2x1 gr Asam Mefenamat 3x500 mg SF 1x1 Vit c 1x1 Tanggal 13-12-2014 pukul 06. T: AF Abdomen: I : perut tidak tampak membuncit. ND :82. Kes : CMC. kering P :NT(-). NF:22. P PV. DM (-) P : tympani A : BU(+) N Gen : I: U/V Tenang. Breast care Th/ :Cefixime 2x1 gr Asam Mefenamat 3x500 mg SF 1X1 Vit c 1x1 Pasien Pulang BAB IV PEMBAHASAN 12 . ASI (+/+) O : KU : sdg . VS.

Dari anamnesis di dapatkan keterangan bahwa pasien perempuan. EDD 15-12-2914 dan air ketuban cukup dan plasenta tampak menutupi sebagian OUI. TBA 3410 gram. lebih sering terjadi kelainan letak pada plasenta previa tetapi pada kasus ini letak janin normal. Sesuai dengan teori bahwa plasenta previa yang menutupi sebagian dari OUI di sebut sebagai plasenta previa lateralis. sesuai dengan teori bahwa darah plasenta previa berwarna merah segar dan biasanya tidak di sertai dengan nyeri. pada pasien ini di lakukan penanganan aktif karena usia kehamilan sudah aterm dan plasenta menutupi sebagian dari OUI. Penentuan letak janin plasenta previa dapat di tentukan dengan USG. dan tampak plasenta menutupi sebagian OUI. presentasi kepala. pada palpasi janin tunggal letak memanjang punggung di sebelah kanan. presentasi kepala. DDJ 140-145 x/menit. pada pemeriksaan fisik inspeksi di dapatkan perut yang tampak membuncit sesuai dengan usia kehamilan. Gejala pada pasien ini tidak ada rasa nyeri pada saat keluar darah. Hal ini sesuai dengan teori. Sesuai dengan teori bahwa plasenta previa lebih sering terjadi pada multigravida dari pada primigravida dan resiko mulai bertambah pada wanita yang berusia di atas 35 tahun. berlangsung secara tiba-tiba. berwarna merah segar dan terjadi pada kehamilan trimester III. Sehingga pada paseien ini di klasifikasikan sebagai plasenta previa lateralis. Nyeri tekan (-). pada pemeriksaan penunjang USG di dapatkan hasil Janin hidup tunggal intra uterine letak membujur. TFU 35 cm. Penatalaksanaan plasenta previa tergantung dari keadaan umum pasien. Hasil USG BPD 94. umur 38 tahun dengan G3P2AOH2 datang dengan keluhan keluar darah berwarna merah segar dari kemaluan pada tanggal 3 desember 2014 membasahi satu helai kain dan tidak nyeri. pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan dalam dan sudah di lakukan pemeriksaan USG. BAB V PENUTUP 13 . pasien mengatakan pernah dirawat diRSB ananda pada tanggal 3 Desember 2014 selama 1 hari.1 cm.

khususnya pada bulan kedelapan. PT. multipara. 2009. Perdarahan pertama berlangsung tidak banyak dan dapat berhenti sendiri. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo 14 . riwayat seksio sesaria. Perdarahan biasanya terjadi di atas akhir trimester kedua. Namun perdarahan dapat kembali terjadi tanpa sebab yang jelas setelah beberapa waktu kemudian.2. Saran Sebaiknya petugas medis di daerah lebih berhati-hati dalam menghadapi pasien-pasien dengan perdarahan pada akhir kehamilan. Kontrol ANC secara berkala dan penanganan yang tepat pada kasus plasenta previa di harapkan dapat mengurangi angka kematian ibu dan janin. DAFTAR PUSTAKA 1.1. Pasien di minta istirahat baring dan dilakukan pemeriksaan darah lengkap termasuk golongan darah untuk persiapam transfusi jika di perlukan. Faktor resiko timbulnya plasenta previa belum di ketahui secara pasti namun dari beberapa penelitian di laporkan bahwa frekwensi plasenta previa tertinggi terjadi pada ibu yang berusia lanjut. Setiap perempuan hamil yang mengalami perdarahan dalam trimester ke dua atau trimester ketiga harus di rawat di rumah sakit. Prawirohardjo. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum yang di tandai dengan perdarahan uterus yang berwarna merah segar yang keluar melalui vagina tanpa adanya rasa nyeri dan biasanya terjadi pada trimester III kehamilan . karena sifat perdarahan yang bisa terjadi sewaktu-waktu yang dapat membahayakan keselamatan ibu dan janinnya. terutama pada masa kehamilan di atas tujuh bulan. gaya hidup yang juga dapat mempengaruhi peningkatan resiko timbulnya plasenta previa. Jakarta. Ciri yang menonjol dari plasenta previa adalah perdarahan uterus yang keluar melalui vagina tanpa di sertai dengan adanya nyeri. Pemeriksaan USG selama kehamilan. Kesimpulan Plasenta previa adalah plasenta yang implantasinya pada bagian segmen bawah rahim.1. Sarwono. 1. terutama pada kasus-kasus plasenta previa totalis. untuk mendeteksi dini adanya kelainan pada kehamilannya dan untuk pemantauan kesejahteraan janin.

2.org/web/kbibu/6-4-5-plasenta-previa 15 . www.Edukia.