You are on page 1of 7

A.

LATAR BELAKANG
Program Studi Manajemen adalah salah satu jurusan yang ada pada
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang, yang
berusaha untuk mengintegrasikan aspek ekonomi. Suatu sistem perusahaan
diharapkan mampu menjalankan manajemen dari sebuah sistem yang ada
sehingga dapat berimplikasi pada meningkatkan produktivitas serta kinerja
perusahaan tersebut. Kondisi manajemen dalam suatu perusahaan juga
dianggap salah satu acuan dalam melihat posisi bersaing dan daya tarik
keseluruhan perusahaan bagi investor. Jika manajemen yang digunakan sangat
baik, maka tentu saja produktivitas dan daya saingnya sangat tinggi karena
semua sudah terencana, terorganisasi, dan terkendali.
Pendekatan melalui sistem manajemen ini dilakukan sebagai model,
sehingga akan memudahkan untuk melaksanakan aspek-aspek pendukung
dalam berbagai bidang pekerjaan yang berhubungan dengan sistem manajemen
tersebut. Ilmu manajemen dalam setiap perguliran waktu sudah dinyatakan
sebagai faktor utama pendukung dalam kegiatan suatu usaha atau bidang
bisnis. Manajemen juga merupakan pengaturan bagaimana suatu ilmu dapat
dijalankan dengan terorganisir, terkontrol, terencana, dan terkendali. Aspekaspek lain yang menjadi faktor pendukung dalam suatu kelayakan perusahaan
diantaranya : Aspek Pasar dan Pemasaran, Aspek Operasional dan Teknologi,
Aspek Keuangan, Aspek Sumber Daya Manusia, Aspek Lingkungan Hidup,
Aspek Lingkungan Industri, Aspek Yuridis dan Aspek Sosial, Ekonomi dan
Politik.
Ilmu-ilmu yang didapatkan dalam perkuliahan merupakan ilmu yang
sifatnya teoritis. Sehingga kami merasa perlu untuk mengimplementasikan
ilmu-ilmu tersebut dalam dunia nyata, yang dalam tahap sarjana muda adalah
dengan melakukan kerja praktek.
Kerja praktek merupakan mata kuliah wajib yang diambil oleh setiap
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang khususnya konsentrasi
Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk semester VI, di mana kerja
prakek itu sendiri dapat dilakukan setelah masa perkuliahan semester V, untuk
1

melaksanakan mata perkuliahan tahap sarjana muda, kemudian SKSnya akan


diambil untuk semester berikutnya.
Penekanan yang akan dilakukan pada kerja praktek ini adalah pada
studi kasus atau pemecahan masalah. Perbedaan keduanya adalah dalam
kemampuan isolasi masalah dan pengenalan konteks masalah.
Studi kasus mempelajari suatu keadaan (kasus tertentu yang terjadi
dalam perusahaan) atau identifikasi persoalan yang kemudian dianalisis serta
dikaitkan dengan teori yang diterima di perkuliahan atau literatur. Sedangkan
pemecahan masalah adalah menganalisis masalah-masalah yang terjadi dalam
perusahaan dengan berusaha mencari pemecahan masalah yang dianalisis
tersebut.

B. TUJUAN
Tujuan dari pelaksanaan kerja praktek itu sendiri adalah :
a. Untuk Mahasiswa:
1. Sebagai pelaksanaan mata kuliah wajib kerja praktek
2. Dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu teoritis yang selama ini didapat di
perkuliahan.
3. Mendapatkan pengalaman nyata dari dunia kerja sekaligus memperluas
wawasan Mahasiswa tentang dunia kerja yang sesungguhnya.
4. Mengembangkan diri dan memperluas jaringan.
b. Untuk perusahaan :
1. Mendapatkan masukan-masukan dari peserta pekerja praktek dalam
pemecahan masalah yang dihadapi oleh perusahaan tersebut sesusai
dengan bidang keilmuan manajemen yang dimiliki Mahasiswa.
2. Sebagai salah satu sarana pertimbangan bagi perusahaan dalam hal
penilaian kualitas Mahasiswa yang pada akhirnya berhubungan pada
penerimaan tenaga kerja baru fresh graduate.

C. BENTUK MAGANG
Bentuk kerja praktek yang diusulkan adalah :
Studi kasus
Studi kasus adalah mempelajari suatu permasalahan didalam
perusahaan tersebut, mengidentifikasi persoalan yang ada, dan kemudian
melakukan analisis terhadap masalah tersebut dikaitkan dengan teori-teori
yang diterima di dalam perkuliahan maupun di dalam literatur-literatur.

D. TOPIK
Materi-materi yang kami usulkan untuk dilakukan pada kerja praktek
kali ini adalah materi-materi yang didapat dalam perkuliahan Program Studi
Manajemen

selama V semester. Materi-materi yang kami anggap cocok

sebagai bahan topik kerja praktek diantaranya :


1.

Manajemen Persediaan
Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan

digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk digunakan dalam


proses produksi atau perakitan, untuk dijual kembali, atau untuk suku cadang
dari peralatan atau mesin. Persediaan dapat berupa bahan mentah, bahan
pembantu, barang dalam proses, barang jadi ataupun suku cadang.
Sebagai salah satu asset penting dalam perusahaan karena biasanya
mempunyai nilai yang cukup besar serta mempunyai pengaruh terhadap besar
kecilnya biaya operasi perencanaan dan pengendalian persediaan
merupakan salah satu kegiatan penting untuk mendapat perhatian khusus dari
manajemen perusahaan.
2.

Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran adalah merupakan alat analisis, perencanaan,

penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan,


membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan
target pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan utama perusahaan
yaitu memperoleh laba.

Strategi Pemasaran (Marketing Strategy) adalah proses menentukan


target pasar dengan strategi bauran pemasaran yang terkait dimana:

Target Market; adalah sekelompok pelanggan homogen atau pasar yang


ingin dilayani permintaannya oleh perusahaan.

Bauran Pemasaran (Marketing Mix); adalah variabel-variabel yang


disusun oleh perusahaan dalam rangka untuk memuaskan target market
tersebut. Marketing Mix adalah kombinasi dari empat variabel atau
kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yaitu :
produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem saluran distribusi.
Variabel-variabel marketing mix ini dapat dipakai sebagai dasar untuk
mengambil suatu strategi dalam usaha mendapatkan posisi yang sangat
strategis dipasar.
3. Manajemen SDM
Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu

bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi perencanaan,


pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Proses ini terdapat dalam
bidang /fungsi produksi, pemasaran, keuangan, ataupun kepegawaian.
Dalam usaha pencapaian tujuan perusahaan, permasalahan yang
dihadapi manajemen bukan hanya terdapat hanya pada bahan baku, alat-alat
kerja, mesin-mesin produksi, uang dan lingkungan kerja saja, tetapi juga
menyangkut karyawan (sumber daya manusia) yang mengelola factor produksi
lainnya tersebut. Beberapa topik dalam Manajemen SDM yang menyangkut
dengan perusahaan ini ialah topik rekrutmen, K3 (Kesehatan dan Keselamatan
Kerja), pelatihan, motivasi, disiplin, dan lingkungan kerja.
4. Manajemen Keuangan
Mayoritas aspek dan kebutuhan bisnis membutuhkan uang. Oleh
karena itu, manajemen keuangan memiliki tujuan agar pengelolaan keuangan
perusahaan mampu membuat setiap aspek perusahaan meraih hasil semaksimum mungkin dengan pengeluaran se-minimum mungkin. Melalui
manajemen keuangan, pihak yang terlibat di bisnis dapat merencanakan,

menerapkan, mengawasi, dan mengendalikan penggunaan keuangan secara


detail dan bijak.
Secara keseluruhan, cakupan manajemen keuangan dapat dibagi
menjadi tiga bagian utama dengan rincian sebagai berikut.
1) Keputusan investasi.
Keputusan investasi terkait dengan investasi pada aktiva tetap (capital
budgeting) dan aktiva lancar (working capital budgeting).
2) Keputusan finansial.
Keputusan finansial terkait dengan bagaimana cara mengumpulkan
pendanaan untuk berbagai kebutuhan yang ditentukan berdasarkan jenis
kebutuhan, periode pendanaan, biaya pendanaan, dan return yang
diharapkan.
3) Keputusan dividen.
Keputusan dividen terkait dengan pembagian keuntungan bersih yang
diperoleh perusahaan. Cakupan ini umumnya dibagi menjadi dua yaitu
dividen untuk pemegang saham dan laba ditahan (jumlah laba yang
digunakan kembali untuk rencana perusahaan di masa depan).

E. WAKTU
Waktu pelaksanaan kerja praktek, kami memohon sebisa mungkin
sesuai dengan kalender akademik Universitas Muhammadiyah Malang, yaitu:
tanggal 18 Januari 2016 s/d 18 Februari 2016.

F. METODOLOGI
Adapun langkah kerja praktek secara umum yaitu:
1. Persiapan
Meliputi pemahaman tujuan kerja praktek dan persiapan materi serta teori
yang mendasarinya.
2. Studi pendahuluan
Meliputi studi dokumentasi perusahaan, identifikasi data yang diperlukan
untuk mengidentifikasikan pelaksanaan kerja peraktek.
3. Pelaksanaan

Pelaksanaan kerja praktek direncanakan selama 1 bulan meliputi tahap :


a.

Inisiasi
Tahap

inisiasi

merupakan

tahap

pengenalan

umum

kondisi

perusahaan, termasuk orientasi masalah yang diusulkan oleh


perusahaan.
b.

Penentuan Topik Masalah Yang Dipelajari


Pada tahap ini kami sudah bisa melihat masalah-masalah yang ada dan
kemudian menentukan topik permasalahan apa yang akan dikaji.

c.

Pendefinisian Masalah
Pendefinisian masalah yang dikaji dalam pelaksanaan kerja praktek.

d.

Perancangan dan Pengembangan Alternatif Solusi


Data dan informasi yang diperoleh pada tahap pelaksanaan penelitian
digunakan untuk merancang dan mengembangkan alternatif solusi
untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi atau dianalisis serta
dikaitkan dengan teori yang ada sebelumnya

e.

Evaluasi
Pada tahap ini dilakukan studi kelayakan terhadap solusi yang
ditawarkan sekaligus mempresentasikan hasil kerja praktek pada
perusahaan.

G. PENUTUP
Dalam bidang pendidikan keseimbangan antara ilmu teoritis dengan
praktek langsung di lapangan mutlak dibutuhkan. Seberapa dalam pun teori
yang kami miliki namun jika tidak diimplementasikan secara nyata akan terasa
tidak ada gunanya.
Oleh karena itu besar harapan kami sebagai Mahasiswa Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang, untuk
dapat bergabung bersama PT. PERTAMINA (Persero) TERMINAL
BAHAN BAKAR MINYAK MALANG untuk melaksanakan kegiatan kerja

praktek. Kami akan berusaha mengerahkan segenap kemampuan terbaik kami


untuk dapat melakukan kerja praktek di perusahaan ini.
Demikian proposal kegiatan magang yang telah kami buat sebagai
permohonan untuk melaksanakan kegiatan magang. Besar harapan kami untuk
mendapatkan dukungan dan bantuan. Atas kesediaan bimbingan dan
kesempatan yang telah diberikan, kami mengucapkan terima kasih pada pihak
pihak yang bersangkutan.