You are on page 1of 1

MATERIALS AND METHOD

Dalam jurnal ini digunakan cost analysis dengan metode cost of illness
karena memperkirakan tentang besarnya biaya yang ditimbulkan akibat suatu
penyakit, metode ini biasa digunakan untuk menilai morbiditas. Pendekatan COI
terdiri dari biaya berobat secara medis (medical costs) dan hilangnya produktivitas
yang dicerminkan oleh hilangnya pendapatan seseorang akibat sakit (loss of
productivity) (Mursinto, 2016). Informasi tentang efek dari infeksi O157 STEC
terhadap kesehatan dan produkivitas dapat dilihat dari melalui CDC (The Centers for
Disease Control and Prevention) dan data dari Food-borne Disease Active
Surveillance Network (FoodNet) untuk hasil laboratorium diagnosis O157 STEC.
Informasi ini menunjukkan pasien terinfeksi O157 STEC dilihat dengan terjadinya
diare tetapi tidak berobat, tidak dirawat di rumah sakit, namun tetap bertahan
hidup; ada pula pasien berobat, tidak dirawat di rumah sakit, bertahan hidup, dan
dengan atau tanpa diagnosis dari laboratorium; dan beberapa data lainnya hingga
pasien terinfeksi dirawat di rumah sakit sampai berkembangnya penyakit menjadi
HUS, ESRD, hingga kematian. Berdasar hal tersebut, kasus ini sangat berkaitan erat
dengan morbiditas yang mana bedampak pada biaya yang akan ditimbulkan karena
tingkat keparahan penyakit tersebut hingga produktivitas dari pasien.
Biaya yang timbul dari segi Indirect cost digunakan metode willingness to pay
yaitu jumlah yang harus dibayarkan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya
suatu penyakit atau kematian atau dengan kata lain prefensi individu yang
tercermin dari kesediaan seseorang untuk membayar pengurangan tingkat resiko
kematian (Mursinto, 2016). Sedangkan dari segi direct cost digunakan metode
bottom-up approach karena meliputi semua biaya penyakit selama hidup.
Daftar Pustaka
Mursinto, Djoko dan Kusumawardani, Deni., 2016, Estimasi Dampak Ekonomi Dari
Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan Di Indonesia, diakses dari
http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas/article/view/3677