You are on page 1of 11

LAPORAN PRAKTIKUM PROPERTI MATERIAL

MODUL II.1
ANALISA SPECIFIC GRAVITY DAN ABSORBSI DARI
AGREGAT HALUS

KELOMPOK 11
Bagus Dwi Wicaksana

1206242536

Dwi Mayangsari

1206248451

Muhammad Fajar Sidiq

1206217925

Novita Indraswari

1206217843

Randy Dharmawan

1206247650

Tanggal Praktikum

: 29 September 2013

Asisten Praktikum

: Pra Gogo Hutagaol

Tanggal Disetujui

Nilai

Paraf Asisten

LABORATORIUM STRUKTUR DAN MATERIAL


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK 2013

ANALISA SPECIFIC GRAVITY DAN ABSORBSI DARI


AGREGAT HALUS
A. TUJUAN
Menentukan bulk dan apparent specific gravity dan absorbsi dari agregat
halus menurut ASTM C 128, guna menentukan volume agregat dalam
beton.
B. PERALATAN
1. Neraca Timbangan dengan kepekaan 0,1 gram dan kapasitas maksimum
1 kg.
2. Piknometer kapasitas 500 gram.
3. Cetakan Kerucut Pasir (metal sand cone mold).
4. Tongkat Pemadat [Tamper] dari logam untuk cetakan kerucut pasir.
5. Oven, dengan suhu [110 5] C.
C. BENDA UJI
500 gram agregat halus, diperoleh dari alat pemisah saringan No. 4.
D. PROSEDUR
(1) Mengeringkan benda uji agregat halus yang didapat dari saringan No.4
[kering udara] hingga keadaan kering merata. Agregat halus disebut
kering merata jika telah dapat tercurah [Free Flowing Condition].
(2) Memasukan sebagian benda uji pada metal sand cone mold, kemudian
memadatkan benda uji dengan tongakat pemadat 25 kali tumbukan.
Kondisi SSD (Saturated Surface Dry) diperoleh ketika mengangkat
cetakan agregat halus runtuh atau longsor.
(3) Menimbang benda uji hingga 500 gram.
(4) Menentukan berat piknometer berisi air sesuai kapasitas kalibrasi
(90%) pada temperatur [73,4 3] F dengan ketelitian 0,1 gram.
(5) Memasukan 500 gram agregat halus dalam kondisi SSD ke dalam
piknometer

kemudian

menambah

air

hingga

90%

kapasitas

piknometer.
(6) Menghilangkan

gelembung-gelembung

udara

dengan

cara

menggoyang-goyangkan piknometer.
(7) Merendam benda uji tersebut dengan air dalam piknometer dengan
temperatur air [73,4 3] F selama satu hari. Kemudian menimbang
berat piknometer, benda uji, dan air.
(8) Memisahkan benda uji dari piknometer dan mengeringkan benda uji
pada temperatur [212-230] F selama satu hari.
E. PENGOLAHAN DATA
Berat jenis curah [Bulk Specific Gravity]

Berat jenis kering permukaan jenuh [SSD]

Berat jenis semu [Apparent Specific Gravity]

Persentasi Absorbsi

A
B:500;C
B
B:500;C
A
B:A;C
500;A
A

x 100%

Keterangan :
A

= Berat [gram] dari benda uji oven dry

= Berat [gram] dari piknometer berisi air

= Berat [gram] dari piknometer dengan benda uji sesuai


kapasitas kalibrasi

Data pengamatan yang diperoleh berupa:


Berat agregat dalam keadaan SSD

= 500 gram

Berat benda uji oven dry (A)

= 484 gram

Berat piknometer berisi air (B)

= 645 gram

Berat piknometer+benda uji+air (C) = 939 gram

1. Berat jenis curah [Bulk Specific Gravity]


=
=

A
B:500;C
484
645 : 500 ; 939

= 2,35
2. Berat jenis kering permukaan jenuh [SSD]
=
=

B
B:500;C
645
645: 500;939

= 3,13
3. Berat jenis semu [Apparent Specific Gravity]
=
=

A
B:A;C
484
645:484;939

= 2,55
4. Persentasi Absorbsi
=
=

500;A
A

x 100%

500;484
484

x 100%

= 3,3%
F. ANALISA
i. Analisa Percobaan
Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui bulk specific gravity
(massa jenis), apparent specific gravity (massa jenis semu) dan
absorbsi dari agregat halus sehingga kita dapat menentukan volume
agregat dalam pembuatan beton.

Percobaan ini dimulai dengan bahan uji yang diperoleh


menggunakan saringan No.4 sehingga diperoleh agregat halus, setelah
itu dikeringkan selama 24 jam hingga keadaan kering merata atau free
flowing condition. Ini dilakukan agar agregat halus jenuh kering
permukaan [SSD], untuk mengecek keadaan tersebut maka bahan uji
agregat halus tersebut dimasukan dalam metal sand cone mold lalu
ditumbuk sebanyak 25 kali. Metal sand cone mold untuk menguji
kelembaban permukaan, jika saat mengangkat bahan uji agregat halus
tersebut hanya runtuh dipinggiran dan perlahan-lahan maka kondisi
SSD diperoleh, tetapi saat praktikum bahan uji agregat halus tersebut
runtuh, hal ini terjadi karena kondisi cuaca yang kering sehingga
agregat halus agak kering.
Setelah itu mengukur berat piknometer dengan mengkalibrasi
piknometer dengan mengisi air hingga 90% kapasitas piknometer, lalu
bahan uji agregat yang diperoleh dalam keadaan SSD tersebut
dimasukan dalam piknometer dan diisi air hingga 90% kapasitas.
Piknometer yang berisi bahan uji dan air tersebut terdapat gelembunggelembung udara, sehingga praktikan harus mengeluarkannya dengan
mengoyang-goyangkan hingga semua gelembung udara tersebut
hilang. Lalu bahan uji direndam dalam piknometer selama satu hari
dan menimbang berat piknometer beserta bahan uji dan air.
Untuk menentukan persentasi absorbsi dan berat jenih curah maka
bahan uji yang telah direndam dalam piknometer, dimasukkan

ke

dalam baskom dan dimasukan ke dalam oven untuk dikeringkan pada


temperatur [212-230] F selama satu hari. Sehingga agregat ini baik
digunakan dalam pembuatan beton.
ii. Analisa Hasil
Berat jenis curah digunakan dalam menghitung volume yang
ditempati oleh agraget dalam berbagai campuran yang mengandung
agregat temasuk betan dan beton aspal sehingga standar ASTM C 128
untuk berat jenis curah sebesar 2,30 sampai 2,90 sedangkan berat jenis

semu adalah kepadatan relatif dari agregat yang membuat partikel


pokok tidak termasuk ruang pori di antara partikel tersebut dapat
dimasuki oleh air.. Dalam pengolahan data diperoleh bulk specific
gravity atau berat jenis curah agregat halus dalam kondisi kering oven
yang merupakan

2,35. Sedangkan berat jenis pada kondisi jenuh

kering permukaan [SSD] sebesar 3,13 dan apparent specific gravity


atau berat jenis semu 2,55. Berat jenis pada kondisi kering oven dan
berat jenis semu memenuhi standar tetapi untuk berat jenis pada
kondisi

jenuh

kering

permukaan

tidak

memenuhi

standar,

penyimpangan ini akan dibahas pada analisis kesalahan.


Persentasi absorbsi yang diperoleh dari percobaan ini sebesar
3,3%. Angka penyerapan digunakan untuk menghitung perubahan
berat dari suatu agregat akibat air yang menyerap ke dalam pori di
antara partikel agregat dibandingkan dengan pada saat kondisi kering.
Standar ASTM untuk persentasi sebesar 0% hingga 10%.
iii. Analisa Kesalahan
Pada percobaan ini terjadi beberapa faktor yang terjadi dalam
percobaan yang dapat menimbulkan kesalahan. Kesalahan paralaks,
berupa praktikan salah membaca timbangan atau kurang teliti dalam
melakukan prosedur seperti mengisi air hingga 90% kapasitas
piknometer. Dan karena kondisi cuaca yang kering pada saat
penghamparan menyebabkan agregat halus terlalu kering sehingga
berat jenis pada kondisi SSD yang terlalu besar. Pada permukaan
agregat yang basah melebihi dari SSD menyebabkan berat jenis
berkurang sebaliknya bila agregat halus terlalu kering permukaanya
akan menyebabkan berat jenisnya bertambah1.
G. KESIMPULAN
a. Bulk specific gravity agregat halus dalam kondisi kering oven 2,35;
berat jenis agregat halus dalam kondisi jenuh kering permukaan [SSD]

3,13; apparent specific gravity atau berat jenis semu 2,55; dan
persentasi absorbsi 3,3%.
b. Berat jenis dalam kondisi kering oven, berat jenis semu dan persentasi
absobsi memenuhi standar ASTM.
c. Berat jenis dalam kondisi kering permukaan terlalu besar dari standar
ASTM.
d. Agregat halus yang digunakan dalam percobaan menentukan berat
jenis dalam kondisi jenuh kering permukaan terlalu kering.
e. Agregat halus ini cukup baik digunakan dalam pembuatan beton.

H. REFERENSI
American Concrete Institute. Aggregates for Concrete. hal. 5,9 dan 17.
http://www.concrete.org/general/E1_07.PDF (Oktober 2013)
American Society for Testing and Materials. Standards Test Method for
Density, Relative Density (Specific Gravity), and Absorption for
Fine Aggregate, No. ASTM C 128-04a. Annual Book of ASTM
Standards, Vol 04.02.
Badan Standarisasi Nasional. Metode pengujian berat jenis dan
penyerapan air agregat halus, SNI 03-1970-1990
I. LAMPIRAN

American Concrete Institute. Aggregates for Concrete. hal. 5

American Concrete Institute. Aggregates for Concrete. hal. 9.

American Concrete Institute. Aggregates for Concrete. hal. 17.


Dokumentasi Praktikum

Menumbuk benda uji pada metal sand cone mold.

Menimbang benda uji keadaan SSD sebanyak 500 gram

Memasukan benda uji dan air ke dalam piknometer hingga 90% kapasitas

Menghilangkan gelembung-gelembung udara dengan cara menggoyangkan

Merendam bahan uji dalam piknometer selama sehari