You are on page 1of 4

PRO JUSTITIA

SURAT VISUM ET REPERTUM
No. HK.04.01/I.19/5658/2016
Berdasarkan surat permintaan Visum et Repertum Luka dari Kepolisian Negara
Republik Indonesia, Daerah Sulawesi Selatan, Resort Kota Besar Makassar, Sektor
Ujung Pandang, Nomor: B/36.a/V/2016/Restabes Mks/Sektor UP, tertanggal
sepuluh mei tahun dua ribu enam belas. Perihal permintaan Visum et Repertum Luka
atas nama sdr. Maman, yang ditandatangani oleh FRANSISKUS. X. N, IPTU NRP
67080113, An. KEPALA KEPOLISIAN SEKTOR UJUNG PANDANG, KA. JAGA
SPKT REGU “B” selaku penyidik, maka yang bertandatangan dibawah ini
menerangkan bahwa telah dilakukan pemeriksaan oleh dr. Rosie, Sp. BTKV selaku
dokter Ahli Bedah Thorax Kardio Vaskular bersama dengan dr. Jerny Dase, SH, SpF,
M. Kes selaku dokter ahli Forensik dan Medikolegal terhadap korban mamang, lakilaki dengan nomor Rekam Medik 772138, pada tanggal 19 belas bulan September
tahun dua ribu enam belas pukul sembilan lewat lima puluh delapan menit Waktu
Indonesia Bagian Tengah, bertempat di Instalasi Rawat Darurat (IRD) Bedah RSUP
Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Berdasarkan surat permintaan Visum et
Repertum tersebut dan sesuai nomor rekam medik 772138, korban adalah:
Nama

: ANWAR MAJID.----------------------------------------------------

Jenis kelamin

: Laki-laki--------------------------------------------------------------

Umur/ tanggal lahir : 43 tahun/ 02-06-1973----------------------------------------------Nomor rekam medik :
772138----------------------------------------------------------------Warga Negara

: Indonesia--------------------------------------------------------------

Agama

: Islam-------------------------------------------------------------------

Pekerjaan

:

Nelayan---------------------------------------------------------------Alamat

: Jalan Sungai Limboto 55/ 29 A, Makassar. ---------------------

HASIL PEMERIKSAAN: -----------------------------------------------------------------

1

kedua sudut runcing. Motorik (respon pergerakan = 6). Sinjai dengan keluhan utama luka pada dada kiri yang dialami sejak enam hari yang lalu sebelum masuk Rumah Sakit.--------------------Daerah tangan kiri : Tidak tampak kelainan tertentu.---------------------------------------2) Breathing (Pernapasan): dada simetris.-----------------------------4) Daerah leher : Tidak tampak kelainan tertentu. Primary survey (Tanda-Tanda Vital). dan dasar 8) 9) 10) 11) 12) 13) luka tidak terlihat. ------------------------------6) Daerah dada (Pemeriksaan oleh dokter ahli Bedah): bahwa tedapat luka tusuk di daerah hemithorax sinistra dengan ukuran panjang tujuh sentimeter. pernafasan dua puluh kali per menit. thorako abdominal. kemudian verban dibuka. ---------------------------------------------------------------Daerah perut: Tidak tampak kelainan tertentu. Bentuknyan sedikit lengkung yang arahnya sedikit miring dengan ukuran tiga sentimeter. perdarahan tidak ada.1) Riwayat penyakit/perlukaan : --------------------------------------------------------Korban masuk Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar dirujuk dari RS.------------------------------------------------------4) Tingkat kesadaran: Sadar penuh (GCS15. adekuat.------------------------Daerah tangan kanan : Tidak tampak kelainan tertentu.------------------------Daerah lengan kanan: Tidak tampak kelainan tertentu. Verbal (respon suara =5). -----------------------------5) Daerah bahu: Tidak tampak kelainan tertentu. setinggi ICS 7-8.------------------------------------------1) Airway (Saluran napas) : Clear (bebas). nyeri ada. regular.-----------------------------------------------1) Daerah kepala : Tidak tampak kelainan tertentu -----------------------------2) Daerah wajah : Tidak tampak kelainan tertentu.-----------------------------3) Daerah telinga: Tidak tampak kelainan tertentu.------------Pada korban ditemukan: -----------------------------------------------------------------a. denyut nadi: delapan puluh delapan kali per menit. -----------------------------Daerah punggung : Tidak tampak kelainan tertentu. 7) Daerah dada (Pemeriksaan oleh dokter alhi Forensik): Tampak satu buah luka pada bagian dada kiri yang di tutupi verban. Secondary survey (Status lokalis). Eye (respon mata=4).------------------b. jembatan jaringan tidak terlihat. ------------------------5) Suhu tubuh : tiga puluh enam koma lima derajat celcius.. Granulasi ada. tepi rata.------------------------------------------------------3) Circulation (Sirkulasi Darah): Tekanan darah seratus dua puluh per tujuh puluh milimeter air raksa. -----------------------2 .---------------------Daerah lengan kiri: Tidak tampak kelainan tertentu. tampak satu buah luka yang telah dijahit tiga sentimeter dari garis tengah tubuh dan setinggi empat belas sentimeter diatas garis mendatar yang sejajar pusat. Garis batas luka teratur. riwayat sesak ada .

-------------------------------------------------------------------Rawat Luka (Jahit Luka). laki-laki dengan nomor Rekam Medik 772138.0x10^3 (normal). --------------------------------------------4) Kondisi akhir korban: Belum sembuh.--------------------16) Daerah tungkai kiri: Tidak tampak kelainan tertentu.-----------------------------------------Injeksi Ranitidin 50 mg/ 8 jam/ intravena. Sp. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Kes selaku dokter ahli Forensik dan Medikolegal terhadap korban mamang. Foto rontgen : Foto Thoraks Posisi PA (foto bagian Dada): efusi pleura sinistra.14) Daerah punggung bawah: Tidak tampak kelainan tertentu. Jerny Dase. sel darah merah 1. dan Hemoglobin 6. Pada daerah dada kiri tampak luka yang telah dijahit yang sesuai dengan luka akibat persentuhan dengan benda tajam dengan ukuran panjang tiga sentimeter. Foto CT Scan Kepala tanpa Kontras : Tidak tampak kelainan tertentu-----3) Tindakan/Pengobatan :--------------------------------------------------------------------Pemasangan chest tube. korban membutuhkan perawatan. dengan nomor Rekam Medik 772138. --------------------------------------------Injeksi Ketorolac 30 mg/ 8 jam/ intravena. ------------------------------------------------Injeksi Ceftriaxone 1 gram/12 jam/ intravena. M. pada tanggal sembilan belas bulan September tahun dua ribu enam belas pukul sembilan lewat lima puluh delapan menit Waktu Indonesia Bagian Tengah bertempat di Instalasi Rawat Darurat (IRD) Bedah RSUP Dr.---------------------------2) Pemeriksaan penunjang :-----------------------------------------------------------------a. luka tersebut sesuai dengan jenis luka tusuk (luka akibat benda tajam yang ukuran relativ kecil). SH.-----------------------17) Daerah kaki kanan: Tidak tampak kelainan tertentu. Foto Rontgen tampak kelainan berupa penimbunan cairan pada pembungkus paru sebelah kiri. SpF. Dari hasil pemeriksaan dapat disimpulkan bahwa korban masuk Rumah Sakit dengan tingkat kesadaran penuh. Pemeriksaan Laboratorium: dengan nilai sel darah putih 9. oleh dr.---------------------------------------------------------------------------------c. -----------------------18) Daerah kaki kiri : Tidak tampak kelainan tertentu. BTKV selaku dokter Ahli Bedah Thorax Kardio Vaskular bersama dr. Akibat luka tersebut.---------KESIMPULAN--------------------------------------------------------------------------------telah dilakukan pemeriksaan terhadap korban laki-laki Anwar Majid. yang menyebabkan korban mendapatkan halangan menjalankan pekerjaannya sebagai nelayan-------------------------------------3 . korban masih dalam perawatan).5g/dl (menurun). Rosie. b. ----------------15) Daerah tungkai kanan: Tidak tampak kelainan tertentu.9x10^6 mm^3 (menurun).----------------------------------------------------------------Infus Ringer Laktat 28 tetes per menit.

19 September 2016 Dokter Ahli Forensik dan Medikolegal dr.III. M. SH.F. Sp. Jerny Dase. Sp.-------------------------------------------------------------------------------- Makassar. Rosie. PENUTUP----------------------------------------------------------------------------------Demikian Visum et Repertum ini dibuat dengan penguraian sejujur-jujurnya dan menggunakan pengetahuan saya sebaik-baiknya serta mengingat sumpah sewaktu menerima jabatan. BTKV 4 .Kes Dokter Penanggung Jawab Pelayanan dr.