You are on page 1of 9

Nama

Nim : R0213023

: Dyaha Ayu Widyawati

TUGAS ETIKA PROFESI

1. Etika Profesi
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu “Ethikos” yang berati
timbul dari kebiasaan, adalah cabang utama dari filsafat yang mempelajari
nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.
Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik,
buruk dan tanggung jawab.
Berikut ini merupakan dua sifat etika, yaitu :
a. Non-empiris Filsafat digolongkan sebagai ilmu non empiris. Ilmu empiris
adalah ilmu yang didasarkan pada fakta atau yang kongkret. Namun
filsafat tidaklah demikian, filsafat berusaha melampaui yang kongkret
dengan seolah-olah menanyakan apa di balik gejala-gejala kongkret.
Demikian pula dengan etika. Etika tidak hanya berhenti pada apa yang
kongkret yang secara faktual dilakukan, tetapi bertanya tentang apa yang
seharusnya dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
b. Praktis Cabang-cabang filsafat berbicara mengenai sesuatu “yang ada”.
Misalnya filsafat hukum mempelajari apa itu hukum. Akan tetapi etika
tidak terbatas pada itu, melainkan bertanya tentang “apa yang harus
dilakukan”. Dengan demikian etika sebagai cabang filsafat bersifat praktis
karena langsung berhubungan dengan apa yang boleh dan tidak boleh
dilakukan manusia. Tetapi ingat bahwa etika bukan praktis dalam arti
menyajikan resep-resep siap pakai. Etika tidak bersifat teknis melainkan
reflektif. Maksudnya etika hanya menganalisis tema-tema pokok seperti
hati nurani, kebebasan, hak dan kewajiban, dan sebagainya, sambil
melihat teori-teori etika masa lalu untuk menyelidiki kekuatan dan
kelemahannya. Diharapakan kita mampu menyusun sendiri argumentasi
yang tahan uji.

1

Perbedaan antara Etika dengan Etiket yaitu, Etika menyangkut cara
dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu
sendiri. Contohnya : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin
karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan
mencuri. “Jangan mencuri” merupakan suatu norma etika. Di sini tidak
dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau
tangan kiri. Sedangkan Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak
seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). Bila tidak ada orang lain di sekitar
kita atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku. Contohnya : Saya
sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas
meja makan, maka saya dianggap melanggat etiket. Tetapi kalau saya sedang
makan sendirian (tidak ada orang lain), maka saya tidak melanggar etiket jika
saya makan dengan cara demikian.
Pengertian Profesi
Profesi adalah suatu pekerjaan yang melaksanakan tugasnya
memerlukan atau menuntut keahlian (expertise), menggunakan teknik-teknik
ilmiah, serta dedikasi yang tinggi. Keahlian yang diperoleh dari lembaga
pendidikan khusus diperuntukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat
dipertanggung jawabkan. Seseorang yang menekuni suatu profesi tertentu
disebut professional, sedangkan professional sendiri mempunyai makna yang
mengacu kepada sebutan orang yang menyandang suatu profesi dan sebutan
tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai dengn
profesinya.
Berikut ini merupakan ciri-ciri dari profesi, yaitu :
a. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis
Seorang professional harus memiliki pengetahuan teoretis

dan

keterampilan mengenai bidang teknik yang ditekuni dan bisa diterapkan
dalam pelaksanaanya atau prakteknya dalam kehidupan sehari-hari.
b. Asosiasi Profesional

2

Merupakan suatu badan organisasi yang biasanya diorganisasikan oleh
anggota profesi yang bertujuan untuk meningkatkan status para
anggotanya.
c. Pendidikan yang Ekstensi
Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama
dalam jenjang pendidikan tinggi. Seorang professional dalam bidang
teknik mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi baik itu dalam
suatu pendidikan formal ataupun non formal.
d. Ujian Kompetisi
Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan
untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
e. Pelatihan institutional
Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan
istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis
sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan
melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
f. Lisensi
Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga
hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
g. Otonomi kerja
Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis
mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
h. Kode etik
Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan
prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
i. Mengatur diri
Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa
campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih
senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling
tinggi.
j. Layanan publik dan altruism

3

Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan
selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter
berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
k. Status dan imbalan yang tinggi
Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan
imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap
sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi
masyarakat.
Pengertian Etika Profesi
Etika profesi menurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 )
adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan
professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian
sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban
terhadap masyarakat.
Kode etik profesi adalah system norma, nilai dan aturan professional
tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang
tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan
apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang
harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan jasa
sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik
akan melindungi perbuatan yang tidak professional.

2. Sebutkan 20 Kebiasaanmu :
a. Bangun tidur pukul 05.00 WIB
b. Merapikan tempat tidur
c. Cuci muka
d. Gosok gigi
4

e. Mandi
f. Setrika baju untuk kuliah
g. Menyisir rambut setelah mandi
h. Memakai body lotion
i. Memakai lip balm
j. Sarapan
k. Minum susu
l. Nonton tv
m. Berangkat kuliah dengan kendaraan umum
n. Mendengarkan musik dari hp
o. Melihat video Kpop di hp/ PC
p. Buka social media
q. Browsing di hp/ PC
r. Tidur siang bila ada waktu
s. Mengerjakan tugas kuliah
t. Menyiapkan keperluan untuk kuliah besok

3. Sebutkan 20 Kebiasaan Baik :
a. Berdoa sebelum tidur
5

b. Datang kuliah tepat waktu
c. Menyapu lantai rumah
d. Mengepel lantai rumah
e. Membaca renungan rohani
f. Beribadah
g. Mengucapkan salam
h. Selalu pamit kepada orang tua jika ingin pergi ke suatu tempat
i. Mengumpulkan tugas tepat waktu
j. Membuang sampah pada tempatnya
k. Mengetuk pintu dan memberi salam bila masuk rumah
l. Mendahulukan kepentingan yang menjadi prioritas
m. Selalu menggunakan helm saat berkendara sepeda motor
n. Makan dengan tangan kanan
o. Selalu menegakkan budaya antri saat berada di tempat umum
p. Disiplin
q. Membantu orang tua
r. Merawat barang yang dipinjam
s. Membantu teman
t. Tidak berkata kasar kepada orang lain
6

4. Sebutkan 20 Norma Buruk :
a. Tidak membayar pajak
b. Mengganggu ketertiban umum
c. Makan sambil bicara
d. Korupsi
e. Memfitnah
f. Membunuh
g. Mencuri
h. Mencontek saat ujian
i. Tidak mematuhi rambu lalu lintas
j. Meludah sembarangan
k. Berjudi
l. Berkata kasar
m. Melanggar peraturan/ hukum yang ada
n. Tidak bersikap jujur
o. Menghina orang lain
p. Tidak hormat kepada orang tua
q. Melakukan tindakan kekerasan
7

r. Menghamburkan uang
s. Memicu timbulnya sara
t. Perzinaan

5. Analisis:
Seorang supir bus apabila berada pada rambu lalu lintas merah dan supir bus
tersebut tidak berhenti mencerminkan bahwa supir bus tersebut menurut
konsep etika mempunyai moral dan nilai yang buruk. Hal ini disebabkan
karena moral yang benar dan baik atau dianggap baik menurut huku dan
masyarakat apabila berada di jalan raya yaitu mematuhi peraturan lalu lintas
(lampu hijau : jalan terus , lampu kuning : hati-hati, merah : berhenti). Jadi
supir bus tersebut seharusnya berhenti pada saat lampu merah sudah menyala.
Karena apabila supir bus tersebut terus mengemudikan kendaraannya bukan
hanya kendaraan yang berlawanan arah dengan bus yang akan celaka tetapi
juga supir bus tersenut dan para penumpang pun keselamatannya juga
dipertaruhkan.

6. Contoh dari etika :
a. Mengembalikan barang milik orang yang telah dipinjam
b. Tidak membuang sampah sembarangan
c. Menghormati orang yang lebih tua
d. Bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari
e. Tidak datang terlambat ke sekolah atau tempat kerja
8

f. Barang yang dipinjam harus dikembalikan walaupun pemiliknya sudah
lupa.
g. Wanita,anak kecil,orang yang lebih tua pantas didahulukan dan tidak
pantas untuk disakiti.

7. Contoh etiket dan penerapannya di masyarakat :
a. Ketika bertemu dengan orangtua seharusnya mencium tangan sebagai
tanda menghormatinya
b. Makan tidak boleh berdecap dan bersendawa
c. Mengucapkan salam ketika masuk ke rumah
d. Tidak mengangkat kaki ketika makan
e. Penipu misalnya tutur katanya lembut, memegang etiket namun menipu.
f. Menjabat tangan seseorang yang kita sudah kenal atau akan kita kenal
pada saat berjumpa.
g. Mengucapkan ‘terima kasih’ kepada orang lain yang memberikan sesuatu.

9