You are on page 1of 23

LAPORAN PENDAHULUAN

ANC
PENDAHULUAN
Kehamilan adalah fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum
dan di lanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila di hitung dari saat fertilisasi
hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu dalam
waktu 40 minggu atau 10 bulan atau 9 bulan menurut kalender internasional.
Kehamilan dari 3 trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12
minggu, trimeseter kedua 15 minggu (minggu ke 13 hingga ke-27) dan trimester
ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga ke-40) (Prawirohardjo,2009).
Kehamilan aterm ialah usia kehamilan antara 38 sampai 42 minggu dan
ini merupakan periode di mana terjadi persalinan normal. Kehamilan antara 28
dan 36 minggu disebut kehamilan prematur. Kehamilan yang melewati 294 hari
atau lebih 42 minggu lengkap disebut sebagai post term atau kehamilan lewat
waktu (Wiknjosastro, 2007).
Kehamilan normal adalah masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai
lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7
hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan
yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari
bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai
sembilan bulan (Saifuddin, 2006)
Kehamilan terjadi jika ada pertemuan dan persenyawaan antara sel telur
(ovum) dan sel mani (spermatozoa) (Saminem, 2008).
Etiologi
Untuk setiap kehamilan harus ada spermatozoa, ovum, pembuahan ovum
(konsepsi), dan nidasi hasil konsepsi. Tiap spermatozoa terdiri dari tiga bagian
yaitu : kaput/kepala yang berbentuk lonjong agak gepeng dan mengandung
bahan nucleus, ekor, dan bagian yang silindrik menghubungkan kepala dengan
ekor, dan getaran ekor spermatozoa dapat bergerak cepat (Wikjosastro,2007).

1.

DEFINISI ANTE NATAL CARE
Pelayanan antenatal (Antenatal Care) adalah pelayanan kesehatan oleh

tenaga kesehatan untuk ibu pada masa kehamilannya, dilaksanakan sesuai
dengan standar pelayanan antenatal yang di tetapkan dalam Standar Pelayanan
Kebidanan (SPK) (Depkes, 2009).
Asuhan antenatal adalah suatu program terencana berupa observasi,
edukasi, dan penanganan medic pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu
proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan.
Asuhan antenatal adalah pengawasan terhadap kehamilan untuk
mendapatkan informasi mengenai kesehatan umum ibu, menegakkan secara dini
penuyakit yang menyertai kehamilan, menegakkan secara dini komplikasi
kehamilan, dan menetapkan resiko kehamilan (resiko tinggi, resiko meragukan,
resiko rendah). Asuhan antenatal juga untuk mempersiapkan persalinan menuju
kelahiran bayi yang baik (weel born baby) dan kesehatan ibu yang baik (well
health mother), mempersiapkan pemeliharaan bayi dan laktasi, memfasilitasi
pulihnya kesehatan ibu yang optimal pada saat akhir kala nifas. (gawat darurat
obstetri – ginekologi dan obstetric - ginekologi social untuk profesi, 2004).
2.

TUJUAN ANTE NATAL CARE ((ANC)
Tujuan dilakukan Antenatal Care yaitu untuk menjamin perlindungan

kepada ibu hamil, berupa deteksi dini faktor resiko, serta pencegahan dan
penanganan komplikasi (Saipuddin, 2009). Menurut buku Maternal dan Neonatal,
(Saifudin Abdul Bari, 2002:67), tujuan Ante Natal Care (ANC) adalah:
1)

Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan

tumbuh kembang bayi.
2)

Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial

ibu dan bayi.
3)

Mengenali secara diri adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang

mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum,
kebidanan dan pembedahan.
4)

Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu

maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
5)

Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI

eksklusif.
6)

Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi

agar dapat tumbuh kembang secara normal
3.

KUNJUNGAN ANTE NATAL CARE (ANC)

USG. TT I. Pemeriksaan lab. tetapi adalah setiap kontak tenaga kesehatan baik diposyandu. Anamnesis lengkap. Nasehat perawatan payudara & Senam hamil). Selama melakukan kunjugan untuk asuhan antenatal. K2. Bila diperlukan. para ibu akan mendapatkan serangkaian pelayanan yang terkait dengan upaya memastikan ada atau tidaknya kehamilan dan penelusuran berbagai kemungkinan adanya penyulit atau gangguan kesehatan selama kehamilan yang mungkin dapat mengganggu kuliatas dan luaran kehamilan. pemeriksaan fisik & obstetri..Kunjungan ibu hamil adalah kontak ibu hamil dengan tenaga profesional untuk mendapatkan pelayanan Ante Natal Care (ANC) sesuai standar yang ditetapkan. KIE. TT II  K4 (Kunjungan 4) Anamnesis. penilaian resiko kehamilan. Identifikasi kehamilan diperoleh melalui pengenalan perubahan anatomic dan fisologis kehamilan seperti yang telah diuraikan sebelumnya. perawatan payudara & persiapan persalinan kecuali jika ditemukan kelainan / faktor risiko yang memerlukan penatalaksanaan medik lain. bila kehamilan normal jadual asuhan cukup empat kali (K1. Antopometri. pemeriksaan harus lebih sering dan intensif. untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai dengan standar selama satu periode kehamilan berlangsung. Bila kehamilan termasuk resiko tinggi perhatian dan jadual kunjungan harus lebih ketat. Anamnesis. pemeriksaan ulang lab.  Kunjungan ibu hamil K1 Kunjungan baru ibu hamil adalah kunjungan ibu hamil yang pertama kali pada masa kehamilan. pondok bersalin desa. K3 dan K4). Istilah kunjungan disini tidak hanya mengandung arti bahwa ibu hamil yang berkunjung ke fasilitas pelayanan. Namun. dapat dilakukan uji hormonal kehamilan dengan menggunakan metode yang tersedia. K4 adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang ke empat atau lebih untuk mendapatkan pelayanan Ante Natal Care (ANC) sesuai standar yang ditetapkan dengan syarat: .  Kunjungan II/ Kunjungan ulang ( 28 – 32 pekan ) Kunjungan ulang adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang kedua dan seterusnya. 2001:31). kunjungan rumah dengan ibu hamil tidak memberikan pelayanan Ante Natal Care (ANC) sesuai dengan standar dapat dianggap sebagai kunjungan ibu hamil (Depkes RI. Penilaian resiko kehamilan.  Kunjungan III ( 34 pekan) Anamnesis.

4. Kenaikan berat badan normal pada waktu hamil 0. 2. Berat badan kurang dari 45 kg pada trimester ketiga menyatakan ibu kurus memiliki kemungkinan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Satu kali dalam trimester kedua (antara minggu 14-28) 3.5 kg per minggu mulai trimester kedua (DepKes RI. pemeriksaan fisik baik umum dan kebidanan. . Dua kali dalam trimester ketiga (antara minggu 28-36 dan setelah minggu ke 36). 2009). pemeriksaan laboratorium atas indikasi serta intervensi dasar dan khusus sesuai dengan resiko yang ada. Timbang berat badan selalu dilakukan di setiap waktu ANC. Namun dalam penerapan operasionalnya dikenal standar minimal ”10T” untuk pelayanan Ante Natal Care (ANC) yang terdiri atas: a. PENATALAKSANAAN ANTE NATAL CARE (ANC) Pelayanan Ante Natal Care (ANC) adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu selama kehamilannya sesuai dengan standar pelayanan Ante Natal Care (ANC). Pemeriksaan khusus bila terdapat keluhan-keluhan tertentu Dari satu kunjungan kekunjungan berikutnya sebaiknya dilakukan pencatatan:  Keluhan yang dirasakan ibu hamil  Hasil pemeriksaan setiap kunjungan  Umum ~ Tekanan darah ~ Respirasi ~ Nadi ~ Temperature suhu Abdomen ~ Tinggi fundus uteri ~ Letak janin setelaha 34 minggu ~ Presentasi janin ~ Denyut jantung janin Pemeriksaan tambahan ~ Proteinuria ~ Glukosuria ~ Keton 4. Satu kali dalam trimester pertama (sebelum 14 minggu). selengkapnya mencakup banyak hal yang meliputi anamnesis. cara dalam menimbang berat badannya (dalam kg) adalah tanpa sepatu dan memakai pakaian yang seringan-ringannya. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan.1.

2009). Nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas) Pengukuran status gizi dengan lingkar lengan atas dimaksudkan untuk mengetahui apakah ibu hamil menderita kekurangan energi kronis (KEK) atau tidak. Pemeriksaan dilakukan dengan cara melakukan palpasi (sentuhan tangan secara langsung di perut ibu hamil) dan dilakukan pengukuran secara langsung untuk memperkirakan usia kehamilan. 2009). cukup bulan dengan berat badan normal. serta bila umur kehamilan bertambah (DepKes RI. d. Ukur tinggi fundus uteri. Hal yang juga harus menjadi perhatian adalah tekanan darah rendah (hipotensi). b. Ukur tekanan darah Pengukuran tekanan darah/tensi dilakukan secara rutin setiap ANC. seringkali disertai dengan keluhan pusing dan kurang istirahat (DepKes RI. .Mengukur tinggi badan dapat dilakukan pada awal ANC saja.5 meter dapat menjadi alasan untuk direncanakannya proses persalinan dengan cara operasi. 2009). bidan atau dokter saat melaksanakan ANC pada seorang ibu hamil untuk menentukan usia kehamilan dilakukan pemeriksaan abdominal/perut secara seksama. serta menumbuhkan kesiapan psikis untuk operasi (DepKes RI. Dengan kata lain kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil (DepKes RI. Tinggi badan kurang dari 1. Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. cara mengukur tinggi badan (dalam meter) adalah dengan posisi tegak berdiri tanpa menggunakan sepatu dan dilakukan pengukuran. Secara sederhana. Sehingga ibu hamil bersama suaminya dapat menyiapkan biaya operasi sejak dini. Bila gtatus gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat. c. Hal yang harus diwaspadai adalah apabila selama kehamilan terjadi peningkatan tekanan darah (hipertensi) yang tidak terkontrol. karena dikhawatirkan dapat terjadinya preeklamsia atau eklamsia (keracunan dalam masa kehamilan) dan dapat menyebabkan ancaman kematian bagi ibu dan janin/bayinya. diharapkan tenakan darah selama kehamilan tetap dalam keadaan normal (120/80 mmHg). 2009).

Denyut jantung janin menunjukkan kesehatan dan posisi janin terhadap ibu. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ) Palpasi abdomen untuk menentukan presentasi janin merupakan bagian penting dalam pemeriksaan antenatal. 2009). Jantung janin biasanya berdenyut 120-160 kali per menit (DepKes RI. Imunisasi TT sebaiknya diberikan sebelum kehamilan 8 bulan untuk mendapatkan imunisasi TT lengkap.Pemeriksaan ini dilakukan pula untuk menentukan posisi. Jarak pemberian (interval) imunisasi TT1 dengan TT2 adalah minimal 4 minggu (DepKes RI. Dengarkan denyut jantung janin (DJJ) sejak kehamilan 20 minggu. dengan dosis 0. 2009). Pemberian imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali. untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu. TT1 dapat diberikan sejak di ketahui postif hamil dimana biasanya di berikan pada kunjungan pertama ibu hamil ke sarana kesehatan.Pemantauan ini bertujuan untuk melihat indikator kesejahteraan ibu dan janin selama masa kehamilan (DepKes RI. karena pada masa itu janin menimbun . bagian terendah janin dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul. Kedua manfaat tersebut adalah cara untuk mencapai salah satu tujuan dari program imunisasi secara nasional yaitu eliminasi tetanus maternal (pada ibu hamil) dan tetanus neonatorum (bayi berusia kurang dari 1 bulan).Manfaat dari imunisasi TT ibu hamil diantaranya: 1) Melindungi bayi yang baru lahir dari penyakit Tetanus neonatorum. Pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan Wanita hamil cenderung terkena anemia (kadar Hb darah rendah) pada 3 bulan terakhir masa kehamilannya. g. 2) Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka. Skrining status imunisasi Tetanus dan berikan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) bila diperlukan Salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk menurunkan angka kematian bayi atau neonatus yang disebabkan oleh penyakit tetanus. f. maka dilakukan kegiatan pemberian imunisasi TT. Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh Clostridium tetani.5 cc di injeksikan intramuskuler/subkutan (dalam otot atau dibawah kulit). e. yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistim saraf pusat. 2009).

Pemeriksaan sangat bermanfaat bukan hanya untuk ibu. (DepKes RI. pola makan ibu terganggu akibat mual selama kehamilan. Anemia pada kehamilan dapat disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin. BBLR (Berat Badan Lahir Rendah). namun juga untuk kesejahteraan janin.cadangan zat besi untuk dirinya sendiri sebagai persediaan bulan pertama sesudah lahir. Defisiensi besi bukan satu-satunya penyebab anemia. 2009). 2009). TORCH dan hepatitis. cacat bawaan. mempersiapkan mental dan fisik dalam menghadapi persalinan . Pertimbangan itu membuat suplementasi tablet besi folat selama ini dianggap sebagai salah satu cara yang sangat bermanfaat dalam mengatasi masalah anemia. dan adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi (Fe) pada wanita akibat persalinan sebelumnya dan menstruasi (DepKes RI. anemia pada bayi yang dilahirkan. 2009). h. Tes laboratorium (rutin dan khusus). Kepada ibu hamil umumnya diberikan sebanyak satu tablet setiap hari berturut-turut selama 90 hari selama masa kehamilan. i. lahir prematur. Adapun tes laboratorium pada ibu hamil berupa tes urin lengkap. Anemia dapat diatasi dengan meminum tablet besi atau Tablet Tambah Darah (TTD). abortus. setara dengan 60 miligram besi elemental dan 0. sehingga dapat segera mengobatinyamempertahankan dan meningkatkan kesehatan selama kehamilan . juga bila kehamilannya dikategorikan dalam risiko tinggi. TTD mengandung 200 mg ferrosulfat. sehingga dapat segera ditentukan pertolongan persalinan yang aman kelak. kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi ibu hamil. misalnya. Untuk ibu. Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan hambatan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak. mengetahui berbagai masalah yang berkaitan dengan kehamilannya. pendarahan. kematian janin. pemeriksaan darah.25 mg asam folat (DepKes RI. defisiensi besi biasanya dianggap sebagai penyebab yang paling dominan. tetapi apabila prevalensi anemia tinggi. rentan infeksi. serta amniosentesis. Tatalaksana kasus Perubahan Paradigma menunggu terjadinya dan menangani kasus komplikasi menjadi pencegahan terjadinya komplikasi dan dapat membawa . tes laboratorium berguna untuk mendeteksi dini jika ada komplikasi kehamilan.

jika semua tenaga penolong persalinan dilatih agar mampu untuk mencegah atau deteksi dini komplikasi yang mungkin terjadi. 7) Menyepakati di antara pengambil keputusan dalam keluarga tentang rencana proses kelahiran. Deteksi dini dan pencegahan komplikasi dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi baru lahir. termasuk perencanaa persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) serta KB pasca persalinan. TANDA DAN GEJALA KEHAMILAN a) Persumtif Sign (subyektif)  Amenorhoe (tidak mendapat haid)  mual muntah (morning sicknes) merupakan respon awal terhadap tingginya kadar progesterone dan menghilang setelah tiga bulan. Temu wicara (konseling). 5) Memberikan asuhan Antenatal (selama masa kehamilan). 8) Persiapan dan biaya persalinan (DepKes RI. 3) Meminta ibu untuk kembali setelah konsultasi dan membawa surat hasil rujukan. maka para ibu akan terhindar dari ancaman kesakitan dan kematian (DepKes RI. menolong ibu menentukan pilihan yang tepat.Memberikan konsultasi atau melakukan kerjasama penanganantindakan yang harus dilakukan oleh bidan atau dokter dalam temu wicara. j. baik sebelum atau saat masalah terjadi dan segera melakukan rujukan saat kondisi masih optimal. 2009). merupakan asuhan persalinan secara tepat guna dan waktu. 2) Melampirkan kartu kesehatan ibu beserta surat rujukan. sakit kepala . 5. 6) Perencanaan dini jika tidak aman melahirkan di rumah. antara lain : 1) Merujuk ke dokter untuk konsultasi. Penyesuaian ini sangat penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir karena sebagian besar persalinan di Indonesia masih terjadi di tingkat pelayanan kesehatan primer dimana tingkat keterampilan dan pengetahuan petugas kesehatan difasilitas pelayanan tersebut masih belum memadai.  letih. 4) Meneruskan pemantauan kondisi ibu dan bayi selama kehamilan. 2009).perbaikan kesehatan bagi kaum ibu di Indonesia.

b) Probabilitas (objektif) a.  perubahan pada mamae  frekuensi berkemih meningkat karena adanya kongesti darah pada organ- organ pelvic sehingga meningkatkan sensitivitas jaringan.bayi menjauh kemumudian ke posisi semula. Striae gravidarum. b. regangan kulit abdomen terlihat garis tak c.  lekore/keputihan peningkatan sekresi vaginal oleh efek stimulai hormone estrogen dan progesterone pada kelenjar dan peningkatan suplay darah ke pelvic . Tekanan uterus pada kandung kencing menstimulasi saraf sehingga BAK. Perubahan warna kulit oleh Chloasma : warna kulit yang kehitam-hitaman pada dahi. .  Pembesaran uterus melunaknya daerah isthmus uteri (hegar sign) diketahui melalui pemeriksaan bimanual dan mulai terlihat pada minggu ke 6 dan menjadi nyata pada minggu ke 7-8. c) Hcg (Human Chronic Gonadotropin) meningkat Tanda positif kehamilan teratur.  Servik terasa lebih lunak (tanda Goodell”s) diketahui melalui pemeriksaan bimanual  tanda ballotemen : pantulan yang terjadi saat jari pemeriksa mengetuk janin yang mengapung dalam uterus.  Kontraksi Braxton hicks yaitu kontraksi intermiten yang mungkin terjadi selama hamil dan tidak terasa sakit.punggung hidung dan kulit daerah tulang pipi terutama pada warna kulit hitam hal ini disebabkan oleh stimulasi MSH (Melanosyt Stimulating Hormone). merasakan gerakan janin terjadi sekitar 22 minggu gestasi atau 20 minggu pada wanita hamil pertama.

 Terdengar DJJ. Dengan stetoskop ultrasonik (doppler). Normal DJJ 120-160 kali permenit. sekitar minggu ke-12.kadar terendah yang memberi hasil positif yaitu 0. kadar tertinggi 500 SI hCG. .  adanya gerakan janin pada palpasi  Teraba bagian janin pada palpasi  Adanya kantong kehamilan (gestasional sac) dalam rongga uterus pada pemeriksaan USG. DJJ dapat didengar dengan stetoskop laenec pada minggu 17-18. DJJ dapat didengarkan lebih awal lagi.5 hCG per ml urin. adanya skelet janin pd gmbr X Ray d) Tes Kehamilan :  Tes hCG (hormone chorionic gonadotropin). Dilakukan dengan mendeteksi hormone hCG dalam urin.

Devisit volume cairan berhubungan dengan frekuensi buang air kecil yang berlebihan. e. Nyeri berhubungan dengan perubahan autonomic dalam tonus otot (dalam rentang dari lemah ke kaku). b. h. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan. g. f.ASUHAN KEPERAWATAN Diagnosa dan Perencanaan Trimester 1 a. Gangguan pola tidur berhubungan dengan keinginan buang air kencing yang mendesak. Ketidakseimbangan nutrisi. (sering mengalami pusing dan pingsan) d. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan kondisi vulva lembab dan perdarahan pada gusi karna lunak. penurunan sirkulasi iskemik saraf pusat. nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual dan muntah. c. Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. Konstipasi berhubungan dengan peristaltic usus yang menghambat dan perubahan pola makan .

2. Kaji kondisi status hemodinamika. dan dapat istirahat 4. Kaji pengaruh aktivitas terhadapuntuk mencegah kondisi klien lebih buruk. 3. 4. Kaji intensitas dan frekuensi nyeri1. Nyeri berhubunganNyeri berkurang atau1. Aktivitas merangsang peningkatan iskemik saraf pusat. Ajarkan tehnik pengalihan jikaskala maupun diskripsi pengambaran. eningkatkan koping klien dalam mengatasi nyeri. Kemungkin klien tidak mengalami perubahan berhubungan beraktifitas sesuaiberaktivitas. berarti.dengan batas2. P dengan perubahanhilang yang dialami klien. 4. Penilaian dapat dilakukan secara harian melalui pemeriksaan fisik. penjelasan nyeri yang di derita klien dan3. dengan frekuensidengankriteria hasil : harian. Devisit volumevolume cairan1. 2. penurunan sirkulasitoleransi. 1.Diagnosa Keperawatan Antenatal Trisemester Pertama No. baik kualitas maupunbanyak kurang lebih 2500 cc / hari. tonus otot ( dalamsecara subjektif klienterjadinya nyeri 2. Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional 1.Kriteria 3. Untuk mengganti dan memenuhi asupan cairan yang hilang. Kolaborasi pemberian analgetika. engukuran nilai ambang nyeri dapat dilakukan dengan autonomic dalamCriteria hasil : 2. Kaji tingkat kemampuan klien untuk1. 4. ( sering mengalamihasil:menunjukkan dengan gerakan aktif dan pasif 3. intoleransi aktivitasKlien dapat1. M klien tampak rilekspenyebabnya. Anjurkan Klien untuk Minum yangkebutuhan harian ditambah dengan jumlah cairan berlebihan. Melonggarkan otot sendi agar tidak terjadi . Jumlah cairan ditentukan dari jumlah buang air kecil yangintake dan output3. M engurangi tingkat terjadinya nyeri dapat dilakukan dengan pemberian analgetika oral maupun sistemik dalam spectrum luas/spesifik. Ajarkan tekhnik aktifitas terbimbingvaskularisasi dan pulsasi organ reproduksi. M rentang dari lemahmenyatakan nyeri3. Ukur volume cairan pengeluaranabortus memiliki karekteristik bervariasi. tetapi perdarahan masih perlu di waspadai dengan kelemahan. Pengeluaran cairan pervaginal sebagai akibat cairan berhubunganseimbang 2. Berikan HE atau beriengurangi frekuensi nyeri ke kaku) berkurang. Quantitas. 3. yang hilang pervaginal. kondisi uterus (kandungan) 2. Evaluasi status hemodinamika.

rasa nyeri mungkin merupakan gejala infeksi. Perubahan yang terjadi pada dishart dikaji berhubungan selama perawatankeluar . 6. cepat dapat menyebabkan infeksi. 2. Anjurkan pada suami untuk tidak5.pusing dan pingsan) peningkatan beraktifitas. istirahat mutlak sangat diperlukan. Pengertian pada keluarga sangat penting artinya untuk kebaikan ibu. demam dan peningkatan perdarahan. 3. 6. Adanya warna yang lebih dengan kondisi vulva dan mulut2. dischart. Anjurkan klien untuk menghentikandekopensasi/kegagalan aktivitas bila pusing/kelemahan terjadi 4. Berbagai kuman dapat teridentifikasi melalui pendarahan 4. Beri penjelasan pada klien tentanggelap disertai bau tidak enak mungkin merupakan vulva lembab dan(gusi) dengan criteriapentingnya perawatan vulva selama masatanda infeksi. jumlah. Berbagai manifestasi klinik dapat menjadi melakukan hubungan seks selama masatanda nonspesifik infeksi. pada abortus kemampuan/kondisi klien imminens. Lakukan pemeriksaan biakan padakebersihan genital yang lebih luar. 5. Evaluasi perkembangan5. dalam4. Mukosa mulut dan5. 6. Kaji kondisi keluaran/dischart yang1. Lakukan perawatan vulva. perdarahan padahasil . infeksi dandischart. Resiko tinggi infeksiTidak terjadi infeksi1. Stress dapat menimbulkan 6. dan bau. Inkubasi kuman pada area genital yang relatif vulva bersih mengidentifikasi tanda infeksi. Terangkan pada klien cara4. Anjurkan klien untuk melakukankekakuan tindakan sesuai dengan4. perdarahan. · Tidak terjadi3. warna. kemampuan klien melakukan aktivitas. Mengoptimalkan kondisi klien. setiap saat dischart keluar. senggama dalam kondisi perdarahan dapat memperburuk kondisi system reproduksi ibu dan sekaligus meningkatkan resiko infeksi pada pasangan. Infeksi dapat timbul akibat kurangnya gusi karna lunak. Menilai kondisi umum klien. .

d perubahan biofisik. Tinjau ulang / kaji sikap terhadap 1. Diskusikan perubahan aspekdidasarkan pada penampilan fisik.d kebutuhan informasi 4. Gangguan citra tubuh b. perubahan bentuk telah an penerimaan / kehamilan . Individu bereaksi secara berbeda terhadap tubuh. Respon negatif dapat terjadi pada klien / adaptasi bertahap sebagainya pasangan yang memiliki konsep diri yang rapuh. Anjurkan gaya dan sumber –terjadi. Resiko tinggi cidera tehadap janin b. Diagnosa 1. konsep diri / citra fisiologis. takut akan cedera fisik. untuk mengubah 2. 6.d masalah kesehatan ibu. Diskusikan metode perawatan kulit untuk kerja dan melakukan aktivitas yang dan berias untukmenyenangkan meminimalkan/menyembunyikan kulit yang4.d pergeseran diafragma karena pembesaran uterus 3.perubahan bentuk tubuh.d perubahan biofisik.d Konflik mengenai perubahan hasrat seksual dan harapan. Pola nafas tidak efektif b. Resiko tinggi kelebihan volume cairan b. Berikan informasi tentangperubahan bahan yang terjadi. Belajar dan ikut untuk melihat dan merasa lebih menjadi gelap). sumber yang tersedia dari pakaian saat3. sesuai. Gangguan citra tubuh b.pemanjaan pada agen infeksi. perubahan. Informasi dapat kenormalan perubahan. Pada Ibu Hamil Trimester Kedua 1. menggunakan kaus kakibaik mungkin membantu untuk mempertahankan . Situasi individu menandakan kebutuhan akan hamil pakaian yang akan meningkatkan penampilan klien 4. respon orang lain Diagnosa Keperawatan Antenatal Trisemester Kedua Tujuan Intervensi Rasional Klien Mengungkapk 1. Kurang pengetahuan mengenai kemajuan alamiah dari kehamilan b. No. 5. Pada trimester kedua. dantampak. membantu klien memahami / menerima apa yang 3. dan respon klien terhadap2. respon orang lain 2. Perubahan pola seksualitas b.d perubahan mekanisme regulator retensi natrium/air.b.

5. Pengubahan posisi tegak dapat merokok. fungsi pernapasan diubah diafragma karena frekuensi / beratnyasebelumnya (mis : alergi rinitis. Kaji status pernapasan 1.penyokong. Kaji kadar hemoglobin (Hb) dan2. meningkatkan ekspansi paru sesuai penurunan uterus dengan menggunakan posisi semi – Fowler gravida untuk duduk / tidur bila gejala berat. menghindaripertukaran ibu-janin. Rujuk pada sumber – sumber laintambahan. program latihan sedang 5.melaporkan 2. seperti konseling dan / atau kelas – kelas mengidentifikasi model – model peran pendidikan kelahiran anak dan menjadi orang tua 2. tambah waktu untukpernapasan yang disebabkan oleh kelebihan. 4. Pola nafas tidak Klien 1. Dapatkan riwayat dan pantauterjadi pada kira – kira 60% klien pranatal.d . Anjurkan4. asma. dan latihan5. Pertanyaan timbul sesuai perubahan baru yang pengetahuan · Mengungkapka diharapkan selama trismeter kedua. Menurunkan kemungkinan gejala – gejala sering istirahat. Kurang Klien dapat : 1. Peningkatan kadar plasma pada gestasi anemia sel sabit) minggu ke 24-32 mengencerkan kadar Hb. selama periode perubahan ini. setiap hari (kecuali pada klien dengan 3.saat kemampuan diafragma untuk turun pada inspirasi pembesaran keluhan masalah sinus. Lakukan / lanjutkan programdiharapkan atau tidak. danperasaan positif tentang diri. seperti berjalan. Masalah lain dapat terus mengubah pola kan perilaku yanghematokrit (Ht) tekankan pentingnya pernapasan dan menurunkan oksigenasi jaringan ibu / mengoptimalkan masukan vitamin / fero sulfat pranantaljanin fungsi pernapasan. tanpa memperhatikan apakah perubahan mengenai n /2.Mendemonstrasi 3.Merokok menurunkan persediaan oksigen untuk misalnya postur yang baik. melakukan aktivitas tertentu. Membantu dalam memberikan dukungan 5. makan sedikit tetapi lebih sering. dilakukan klien untuk mengurangi masalah . Tinjau ulang tindakan yang dapatmeningkatkan ketersediaan ruang untuk ekspansi paru. berkurang oleh pembesaran uterus uterus . terjadi. Berikan Informasi tentang rasionalmengakibatkan kemungkinan anemia dan menurunkan untuk kesuilitan pernapasan dan programkapasitas pembawa oksigen aktivitas / latihan yang realitis. Postur yang baik dan makan sedikit membantu ringan. Menentukan luas / beratnya masalah. Tinjau ulang perubahan yang1. yang efektif b. 3. . pemeliharaan postur. memaksimalkan penurunan diafragmatik. Meskipun pergeseran penurunan masalah medis yang terjadi / adakapasitas vital meningkat. tuberkulosis).

Defisiensi asam trimester kedua · Bertanggung folat. informasi bermanfaat kebutuhan diri yangPengetahuan [ Kebutuhan Belajar ] pada saat ini. Membantu dalam memilih tindakan karena mencegah faktortindakan yang tepat. Identifikasi kemungkinan risikokemungkinan abrupsi plasenta. khususnya untuk klien yang saat ini . resiko Tinggi Kehamilan) 4.kemajuan alamiah mendemonstrasikanpenyuluhan sesuai pedoman pada MK :2. fosfat memperberat anemia megaloblastik. Kurangklien belum melihat sebelumnya.pemantauan lebih ketat dan / atau intervensi. Membantu mengingatkan / informasi untuk klien melakukan tindakanginjal. Fero dan asam folfat membantu perubahann kesejahteraa kebutuhan terhadap fero sulfat dan asammempertahankan kadar Hb normal .janin. skrining.d perilaku perawatanTrimester pertama. informasi sesuai meningkatkan 3.elektroforesis mendeteksi anemia\ khusus dan dengan tepat. sela sabit kesehatannya hipoksia yang berhubungan dengan asmamemerlukan peningkatan asalm fosfat selama dan sendiri atau tuberkulosis. yang dialami jawab terhadap4. penyakit hubungan seksual [PHS]. aborsi spontan.seluruh episode kritis) · Mengenali danhipertensi akibat kehamilan [HAK]. bahaya / mencari6. Resiko tinggi Klien dapat 1. meminimalkan danTinjau ulang tanda – tanda bahaya dan 5. Berikan informasi tentang3. anemia. dan pemantauan ketat sesuai indikasi.d masalah kan kesadaranTrisemester Pertama DK : Cedera.dan memberikan kesempatan untuk memperjelas janin b. aborsi dan malformasi perawatan kesehatan individu (mis. diabetes melitus gestasioanltentang potensial situasi risiko tinggi yang memerlukan untuk [DMG] . resikokesalahan konsep. Diskusikan adanya obat – obatanberbahaya pada janin · Mengidentifikas yang mungkin diperlukan untuk mengontrol6. Mengidentifikasi kebutuhan / masalah individu cidera tehadap · Mengungkap informasi diberikan ( Rujuk pada MK. kebutuhan harus ditekankan pada kemungkinan efek resiko 5. Pengulangan menguatkan penyuluhan. membantu dalam menentukan penyebab. DK .penyakit jantung. Diskusikan kebutuhan terhadapPemantauan Hb dan Ht dengan menggunakan perawatan medispemeriksaan laboratorium khusus. (Catatan : Klien dengan anemia. Kunjungan pranantal yang lebih sering mungkin i tanda – tandaatau mengisi masalah medis diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu. Tentukan pemahaman sebelum1. dapat memerlukan tindakan dengan insulin dan / atau diet menurut American Diabetes Association (Rujuk pada MK : Diabetes Mellitus : Prekehamilan / Gestasional . Skrining untuk DMG pada gestasi minggu ke 24 – 26 atau pada gestasi minggu ke -8 dan ke 32 pada klien resiko tinggi dapat mendeteksi terjadinya hiperglikemia. kelainan 4. dan bila dari kehamilan b.

virus lain mungkin merupakan masalah ringan bagi faktor lingkungan). Tinjau ulang status kesehatan ibu . Kaji pertumbuhan uterus dan tinggimendeteksi DJJ dapat menandakan penurunan janin fundus pada setiap kunjungan. diagnostik atau prosedur. 4. ( Rujuk pada MK :dan identifikasi serta intervensi awal dapat mencegah menghindari Trimester Pertama. DK : Nutrisi . panjang femur. kesejahteraan janin. Tinjau ulangpertumbuhan janin normal atau abnormal . Kolaborasi Bantu dengan prosedurpolihidramnion atau oligohidramnion ultrasonografi. Perhatikan quickening (persepsi ibu4. Gerakan janin yang dapat dirasakan pertama terhadap gerakan janin) dan denyut jantungterjadi diantara gestasi minggu ke -16 dan ke -20 janin (DJJ). Rujuk pada MK : infeksiklien. 6. Masalah genetik tertentu seperti kerusakan tuba neural ( NTD : neural tube defect ) dapat dideteksi pada tahap ini. Rujuk pada dokter bila sesuai peningkatan ukuran janin . kurang dari kebutuhan tubuh ) 3. dan diameter biparietal.2. pemajanan pada virus / PHS lain. faktore dan / ataupenggunaan zat. Berikan informasi tentang tes – tes 5.pemanjaan resiko 2. dapat resiko dan potensial efek samping. Faktor – faktor ini dapat mempunyai dampak pada agen infeksi · Menghidari misal malnutrisi. Identifikasi memungkinkan klien dan perawat memperberat 3. Mendeteksi adanya janin di awal minggu ke 5 – 6 gestasi dan memberikan informasi tentang pertumbuhan janin dengan menggunakan pengukuran kepala sampai kaki. atau tidak adanya janin / adanya mola hidatidosa. dapat menandakan adanya masalah. Mempunyai informasi yang membantu klien / pasangan untuk menghadapi situasi dan membuat keputusan berdasarkan informasi. mendeteksi masalah yang berhubungan dengan 7. Merupakan skrining untuk gestasi multipel. perilaku yang dapatperubahan. Kegagalan untuk 5. Kaji faktor lain yang aa pada situasi untuk mendiskusikan cara – cara untuk cedera janin ini yang mungkin berbahaya pada janin meminimalkan / mencegah cedera. penyalahgunaan /besar pada perkembangan jaringan dan rgan janin. kurang gerakan ditemukan masalah. tetapi berdampak negatif yang besar pada Pranatal). 7.kesehatan tentang faktortinggi terhadap. untuk memastikan usia gestasi dan . PHS atau virus – (mis. janin) melakukan kunjungan pranatal pertama kali.hasil yang buruk. ibu. dan jelaskan tujuannya 6..

Harga diri rendah berhubungan dengan kemampuan untuk menyelesaikan tugas kehamilan / kelahiran anak 4. ketidakmampuan untuk mempertahankan kenyamanan 9. Resiko tinggi koping individu/ keluarga tidak efektif berhubungan dengan krisis situasi/ maturasi. 5. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang pengalaman. Perubahan pola seksual berhubungan dengan perubahan hasrat seksual. infeksi. fluktuasi aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerol 6. sistem pendukung yang tidak ada/ tidak adekuat . Pada Ibu Hamil Trimester Ketiga 1. Resiko tinggi cedera berhubungan dengan hipertensi. stres. profil darah abnormal. persepsi tidak realistis. metoda koping yang tidak adekuat. psikologi. ketidaknyamanan. Risiko tinggi cedera janin berhubungan dengan masalah kesehatan ibu. peningkatan tekanan abdomen. kesalahan interpretasi informasi 3.mengesampingkan retardasi pertumbuhan. Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pada tingkat aktifitas. penggunaan/ penyalahgunaan zat. perubahan permeabilitas kapiler 8. ketuban pecah dini. Gangguan eliminasi urin berhubungan dengan pembesaran uterus. perubahan sistem imun. kerentanan pribadi. Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik pengaruh hormonal 2. Resiko tinggi dekompisasi curah jantung berhubungan dengan peningkatan volume cairan/ perubahan aliran balik vena. hipoksia jaringan. pemajanan pada teratogen/ agen infeksi 10. atau merasa takut 7. Juga menentukan ukuran dan lokasi plasenta dan dapat mendeteksi beberapa abnormalitas janin c.

Anjurkan penggunaan sepatu hakdisebabkan oleh pengaruh hormon (relaksin. Berikan informasiketidaknyamanan pada multigrafida pada mengenai fisiologi aktifitas uterus. · melakukan aktivitasperubahan cara jalan.memperberat masalah eliminasi Perhatikan adanya leukorea dan pruritus. 6. klienklien dan metode untuk mengatasinya merencanakan perawatan. menurunkanketidakseimbangan kalsium-fosfor atau karena masukan susu.trimester kedua. penggunaan kompres panas.biasanya membantu untuk menghilangkan diminimalkan/ dikontrol Perhatikan adanya kram pada kaki. Tinjau pembatasan diet. Masalah sering terjadi pada trimester .8. mengakibatkan Criteria hasil: ketegangan pada punggung dandispnea. Intervensi multipel ketidaknyamanan dapatelektrikal transkutan dengan tepat. yang mensuplai ekstremitas bawah. Perhatikan adanya keluhanuterus menekan diafragma. Diagnosa Keperawatan Antenatal Trisemester Ketiga Diagnosa Tujuan intervensi Rasional Ketidaknyamanan Setelah diberikan asuhan1. Kaji adanya konstipasi dan6. Kontraksi ini dapat menciptakan kontraksi braxton Hick. 7. ketidaknyamanan. latihan pelvicrock. Peningkatan pemindahan posisi uterus 9. 7. Menurunkan ketidaknyamanan medis dengan tepat kaki dan mengangkat telapak kaki bagianberkenaan dengan perubahan kadar kalsium/ dalam keposisi dorsofleksi. 2. Penurunan kapasitas pernapasan saat pengaruh hormonal 3. Data dasar terbaru untuk berhubungan dengan keperawatan. Pembesaran uterus trimester ketiga hemoroid. mencari pertolongan5. sering mengganti posisi. menurunkan kapasitas kandung kemih. 8. Pantau terus ketidaknyamanan1.No. tepat untuk mengurangirendah. 3. 1. Kaji ulang adanya/frekuensi5. girdleprogesteron) pada sambungan pelvis dan ketidaknyamanan. perubahan fisik merasa nyaman.perpindahan pusat gravitasi sesuai dengan · melaporkan sentuhan terapeutik atau stimulasi sarafperbesaranuterus. maternitas. 2. Lordosis dan regangan otot perawatan diri dengan4. Primigrafida biasanya tidak Perhatikan keluhan aktifitas BAK danmengalami ketidaknyamanan ini sampai tekanan pada kandung kemih trimester akhir. Pantau satatus pernapasan klien. Anjurkan klien untuk meluruskan4.tekanan dari pembesaran uterus pada saraf dan menghindari berdiri/ duduk lama. Kaji adanya pirosis (nyeri ulumengakibatkan sering berkemih hati).

tepat untuk mendapatkan informasi tentang perawatan bayi. dengan ketidak tahuan. Pemahaman kenormalan perubahan berhubungan denganasuhan keperawatan. · mengungkapkan kesiapan untuk persalinan/ kelahiran dan bayi . intoleransi dapat menjadi masalah. Berikan informasi tertulis/ verbalaktifitas perawatan diri. dan suplai. pakaian longgar dan menghindari duduk9.tidak dimodifikasi. sekresi untuk waktu yang lama. dengan persalinan/bersalin. Anjurkan keikutsertaan dalam3.kedua dan dapat berlanjut. persalinan3.perubahan fisik/ fisiologis normalini dapat menurunkan kecemasan dan kurang pengalaman. Berikan informasi verbal/ tertulisawitan persalinan. persalinan/ kelahiran. meningkatkan · mengidentifikasi mekanisme koping untuk persalinan/ sumber-sumber yang kelahiran. dan menangani Criteria hasil: makan. memrlukan barang-barang psikologis berkenaanorientasi rumah sakit atau rumahtertentu untuk perabot. Saat kadar estrogen tinggi. Jeli dapat menurunkan kadar fosfor dan memperbaiki ketidak seimbangan kalsium-fosfor 2. tentang perawtan bayi dan pemberiandirumah sakit tepat waktu. penambahan produk susu bila aluminium hidroksida sesuai kebutuhan. pakaian. kelenjar servikal menghasilkan media asam 10. informasi perubahan fisik/tentang tanda-tanda awitan persalinan. Membantu klien untuk mengenali psikologis. Menurunkan ansietas berkenaan kelahiran. 4.klien mampu menambahberkenaan dengan trimester ketiga. untuk menjamin tiba atau kelahiran. 2. Berikan suplemen kalsiumyang mendorong proliferasi organisme dengan tepat.Anjurkan klien untuk sering mandi. Berikan informasi tentang1. · mendiskusikan 4. Kurang pengetahuanSetelah mendapatkan1. Anjurkan penggunaan jel10. khususnya bila diet menggunakan celana dalam katun. Membantu menyiapkan pengambilan perubahan fisik/kelas kelahiran anak dan melakukanperan baru. membantu meningkatkan penyesuaian kesalahan interpretasipengetahuannya tentang2.

Pendidikan/komunikasi tentang bagaimana perubahan tubuh normal dapat mempengaruhi secara positif sikap dan persepsi yang memudahkan pemahaman dan apresiasi terhadap kehamilan pada kedua anggota pasangan. Memikirkan diri terus-menerus dapat orangtua 5. Infeksi vagina yang tidak dapat diobati. meningkatkan kekuatan dari dalam diri yang mengenal peran baru. beradaptasi. diperlukan untuk melahirkan anak. Resiko tinggi cedera Setelah diberikan asuhan1. Tugas normal pada trimester ketiga peran positif dalamintrospeksi. hargadiri rendah berhubungan dengan kemampuan untuk menyelesaikan tugas kehamilan / kelahiran anak. · mencari modelpasangan mengenai kenormalan3. perubahan alam perasaan. Berikan/tinjau ulang informasimembingungkan. . dan depresi akan tubuhnya dan harga dirinya. persiapan untuk menjadidan rasa takut. Kaji2. Setelah diberikan asuhan1. perubahan citra tubuhpasangan terhadap kehamilan kemungkinan abnormalitas bayi baru lahir. 5. · mendiskusikan mimpi-mimpi 2. menjadi orang tua. Criteria hasil: 2. 4. Krisis trimester akhir ini dapat keperawatan. dan impian-impian. Mimpi dan fantasi berhubungan reaksi-reaksi terhadap3. klien dapat meningkatkantentang masalah-masalah perubahanambivalen. tubuh dan harapan peran efek-efek kehamilan pada kemampuan/ Criteria hasil: 2. profil darah pemahaman tentangseksual klien. hipertensi akibat kehamilan. Perhatikan isyarat verbal dan1. Lakukan kultur vagina. tetapi hal ini memungkinkan · mengungkapkan tentang perubahan fisik normal padaklien untuk menilai. pasienrisiko yang ada sebelumnya/ baru. menjadi masalah dan memerlukan intervensi hipertensi. dan perasaan percaya diritrimester ketiga. nadi. bila kebutuhan sirkulasi dan metabolik penggunaan/ mengalami cedera.berfokus pada persiapan menjadi ibu/ ayah. Situasi potensial risiko tinggi sering berhubungan dengan keperawatan. 4. 4. Berikan informasi kepadaperubahan peran yang berat. Periksa/evaluasi faktor-faktor1.infeksi. dan risiko terhadap janin. diharapkannonverbal klien/ pasangan saat diskusimengakibatkan klien merasa cemas. dan perubahan peran.3. diharapkan tidakdan bunyi jantung. Periksa tanda-tandasegera. Mimpi/ rasa takut terhadap persalinan adalah normal. paling besar penyalahgunaan zat. perubahan sistem · mengungkapkan terhadap infeksi dan penyakit hubunganmenciptakan ketidaknyamanan berat pada imun. Evaluasi adaptasi fisiologis klien/dengan pengalaman melahirkan. Diskusikan sifat atau frekuensiaktifitasnya.

dengan dan tanda-tanda koagulasi intrareduksi pada volume cairan dan penurunan vaskulardiseminata. ketuban pecah dini. Mendeteksi anemia dengan individu yang potensial. hipoksia jaringan. faktor-faktor risiko3. Kaji Hb dan Ht pada gestasi3. riwayat KPD/ persalinan paterm 5. 4. Tentukan penggunaan alkohol/membuat klien berisiko terhadap persalinan obat-obatan lain prematur dan janin sulit dilahirkan. . Riwayat positif meningkatkan 4.abnormal. kapasitas vaskular diseminata. tinjau ulangberikutnya. Adanya kedaruratan obstetrik. setiap hari. pastikan klien mentaatihipoksemia/ anoksia potensial pada klien dan · bebas dariasupan zat besi dan vitamin pranataljanin. 6. Penggunaan/ penyalahgunaan zat 5. minggu ke 28. komplikasi. Kaji terhadap perdarahan vagina6. Berikan informasi tentang tanda-kemungkinan masalah serupa pada kehamilan tanda awitan persalinan .

2000 . Ilmu Kebidanan. Jakarta : Media Aesculapius Saifudin.DAFTAR PUSTAKA Prawirohardjo. Jakarta: Bina Pustaka Doenges. Jakarta : EGC Mansjoer. Marilynn dan Moorhouse. Ilmu Kandungan . 2008. 2007 . Arif dkk . Rencana Perawatan Maternal / Bayi Pedoman untuk Perencanaan Perawatan Klien . 2001 . Sarwono. Mary . Kapita Selekta kedokteran Jilid I Edisi Ketiga . Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo . Abdul dan Rochimhadi Trijatmo .