You are on page 1of 25

TUMOR JINAK RONGGA MULUT

PENDAHULUAN
Neoplasia secara harafiah berarti “pertumbuhan baru”. Dapat diartikan pula bahwa neoplasia
adalah pembentukan jaringan baru yang abnormal. Neoplasia dan tumor sebenarnya adalah
sesuatu yang berbeda. Tumor adalah istilah klinis yang menggambarkan suatu pembengkakkan,
dapat karena oedema, perdarahan, radang, dan neoplasia.
Ada dua tipe neoplasia, yaitu neoplasia jinak (benign neoplasm) dan neoplasia ganas (malignant
neoplasm). Perlu diperhatikan perbedaan antara keduanya, bahwa neoplasia jinak merupakan
pembentukan jaringan baru yang abnormal dengan proses pembelahan sel yang masih terkontrol
dan penyebarannya terlokalisir. Sebaliknya pada neoplasia ganas, pembelahan sel sudah tidak
terkontrol dan penyebarannya meluas. Pada neoplasia ganas, sel tidak akan berhenti membelah
selama masih mendapat suplai makanan.
Proses terjadinya neoplasma tidak dapat lepas dari siklus sel karena sistem kontrol pembelahan
sel terdapat pada siklus sel. Gangguan pada siklus sel dapat mengganggu proses pembelahan sel
sehingga dapat menyebabkan neoplasma. Kerusakan sel pada bagian kecilnya, misalnya gen,
dapat menyebabkan neoplasma ganas. Tetapi jika belum mengalami kerusakan pada gen
digolongkan pada neoplasma jinak, sel hanya mengalami gangguan pada faktor-faktor
pertumbuhan (growth factors) sehingga fungsi gen masih berjalan baik dan kontrol pembelahan
sel masih ada.
Tumor/neoplasma jinak di rongga mulut dapat berasal dari sel odontogen atau non odontogen.
Tumor-tumor odontogen sama seperti pembentukan gigi normal, merupakan interaksi antara
epitel odontogen dan jaringan ektomesenkim odontogen. Dengan demikian proses pembentukan
gigi sangat berpengaruh dalam tumor ini. Sedangkan tumor non odontogen rongga mulut dapat
berasal dari epitel mulut, nevus/pigmen, jaringan ikat mulut, dan kelenjar ludah.

PEMBAHASAN

Etiologi dan Patogenesis Tumor Jinak Rongga Mulut
Neoplasia/tumor jinak adalah pertumbuhan jaringan baru abnormal yang tanpa disertai
perubahan atau mutasi gen. Faktor penyebab yang merangsang tumor jinak digolongkan dalam
dua kategori, yaitu :

v Faktor internal, yaitu faktor yang berhubungan dengan herediter dan faktor-faktor
pertumbuhan, misalnya gangguan hormonal dan metabolisme.
v Faktor eksternal, misalnya trauma kronis, iritasi termal kronis (panas/dingin), kebiasaan buruk
yang kronis, dan obat-obatan.
Jika etiologi dihilangkan maka perkembangan tumor ini akan berhenti, karena seperti yang
dijelaskan di awal neoplasia ini tidak mengalami mutasi gen yang membawa keabnormalan
terus-menerus.

Bahan Pemicu Tumor
Tembakau dan Alkohol
Tembakau dan alkohol tujuh puluh lima persen tumor mulut dan faring di Amerika Serikat
berhubungan dengan penggunaa tembakau untuk susur atau suntildan konsumsi alkohol.
Merokok sigaret dan peminum alkohol mempunyai resiko yang tinggi menderita tumor lidah dan
mulut.
Merokok cerutu dan pipa mempuyai resiko yang lebih tinggi mendapatka tumor mulut
dibandingkan dengan perokok sigaret.Meskipun demikian masih terdapat keraguan tentang
seberapa besar peranan panas yag dihasilkan oleh tembakau dan batang pipa dapat menyababkan
penyakit tumor mulut.
Bahan Kimia
Sebagian bahan kimia (70%-90%)sebagian besar berhubungan dengan terjadinya tumor.Bahan –
bahan yang dapat menimbulkan tumor di lingkungan dan di dalam makanan.Bahan kimia
karsinogenik yang berasal dari lingkngan antara lain coal tar, polycyclic aromatic hydrocarbon,
aromatic amines, nitrat, nitrit, nitrosamin. Zat aflatoxin yag dihsilkan oleh jamur aspergillus
flavus pada tanaman kacang-kacagan dapat meyebabkan tumor usus dan hati
(hepatocarsiogen) .Asbestos yang terdapat dalam baha-bahan bangunan jika terhirup serigkali
berhubugan dengan tumor pada selaput paru-paru. Selain itu logam-logam berat seperti kromium
dan berilium dapat merangsang munculnya tumor dengan bereaksi pada asam nukleat fosfat pada
DNA.
Mikroorganisme
Beberapa mikroorganisme yag berhubunga degan tumor mulut adalah candida albicans.
Peneknan sistem kekebalan tubuh oleh obat-obatan atau HIV dapat menyebabkan infeksi candida
meningkat. Hubungan antara infeksi candida dengan penyakit speckled leukoplakia adalah pada
7-39% dijumpai adanya hyphaedan penyakit ini memiliki kecederugan utuk berubah menjadi
tumor. Penyakit sifilis yang disebabkan oleh mikroorgnisme treponeme pallidumdegan lesi
tersier dilaporkan berhubungan juga dengan terjadinya kaker lidah.

bahan pewarna tekstil yang sering dibuat campuran sirup atau makanan lain. Vitamin A memiliki dua golongan yaitu retinol dan caretenoids yang mempuya kemampuan untuk menghambat pembentuka tumor dengan memperbaiki keratinisasi dan menghambat efek karsinogen. yaitu sel-sel parenkim stroma jaringan asli. Syndrome ini merupaka faktor pencetus tumor mulut yaitu karsinoma sel skuamosa. dapat mengganggu proses perbaikan jaringan yang mengalami iritasi. Akibatnya.  Makanan Makanan yang mengandung Bahan kimia seperti MSG (penyedap masakan). Dilaporkan juga bahwa terjadi peningkatan insidensi kaker payudara pada penderita defisiensi vitamin E. Konsep ii uga didukung oleh Melief dkk.  Radiasi Sinar ultraviolet merupakan suatu bahan yang diketahui bersifat karsinogenik. defisiensi kekebalan genetik. Sedangkan pada penderita defisiensi zat besi akan mengalami anemia yang berhubungan erat dengan sydrome Plummer-Vinson. dipicu lagi untuk membelah sebelum sel benar-benar matur. karena itu semua bahan pemicu tumor. sudah dikenal lama sebagai bahan karsinogen.  Faktor Sistem kekebalan Tubuh Dilaporkan bahwa ada peningkatan insidensi tumor pada pasie yang medapat penekanan sisten kekebalan tubuh. Patogenesis Etiologi seperti yang disebutkan di atas. Sel-sel yang tumbuh akan berekspansif dan menekan jaringan di sekitarnya. obat-obtan dan infeksi virus. Seharusnya sel mengalami proses pematangan terlebih dahulu sebelum ke pembelahan berikutnya. Sinar ini menyababkan terjadinya kasinoma sel basal kulit dan bibir. AIDS. bahan pengawet makanan. Efek radiasi juga meningkat pada orang-orang yang memgang radiograf selama proses rongent foto berlangsung. akan mengalami atrofi dari tekanan yang besar dari tumor sehingga membentuk kapsul dari tumor tersebut . C. (1975) yag melaporkan bahwa pasie yang mendapat penekanan sistem kekebalan tubuh sebesar 10%.Defisiesi Nutrisi Defisiensi mikronutrisi seperti vitamin A. terjadi penumpukan sel-sel normal hasil perbaikan tanpa adanya perubahan gen atau mutasi yang mengarah pada pembentukan neoplasia. E dan Fe dilaporkan mempuyai hubungan degan terjadiya tumor . Iritasi yang awalnya memicu perbaikan jaringan rusak akan terus membuat proses perbaikan terus menerus. misalnya iritasi kronis. Jaringan sekitar. Sel-sel yang baru selesai diperbaiki. Oleh sebab itu kurangi makan mie instant atau lain2 yang serba instant. seperti pada penderita transplantasi. Awal pertumbuhan jaringan baru abnormal ini tidak menimbulkan rasa sakit karena memang selnya normal dan tidak mengganggu jaringan sekitarnya. Gangguan sistem kekebalan selin disebabkan kerusakan genetik juga daat disebabkan oleh penuaan.

Cap Stage Setelah tahap bud stage. Patogenesis Ameloblastoma Perkembangan gigi terdiri dari tiga tahap yaitu: bud stage. 1. Sel-sel tertentu pada lapisan basal epitel mulut (stomodeum) tampak berproliferasi lebih cepat daripada sel-sel berdekatan. cap stage. proliferasi berjalan terus sehingga bentuk kuncup tidak tetap bulat selsel pada daerah tepi berkembang lebih cepat ke arah bawah sehingga bentuknya seperti topi. Pada tahap ini organa email masih mempunyai hubungan dengan lapisan mempunyai dua buah ujung. Organa-oragana email ini tidak berkembang dalam waktu yang sama. a. Jika trauma thermal terjadi secara kronis. b. Seperti yang kita ketahui.. Pada tempat-tempat tertentu masing-masing lamina dentis kearah palatal dan lingual timbul 10 tonjolan pada maxilla dan 20 buah pada mandibula. Lapisan sel pada bagian dalam disebut epitel email dalam (IEE). keadaan suhu akan mempengaruhi metabolisme tubuh dan sudah pasti akan mempengaruhi kecepatan siklus sel pula. dan bell stage. misalnya dari 10 jam menjadi 9 jam.Setiap penonjolan ini merupkan permulaan organa email kuncup gigi susu. 1. Cairan antar sel yang terdapat diatara epitel email dalam dan email luar bertambah banyak sehingga memisahkan sel-sel pada daerah tersebut. Organa email gigi seri berkembang paling awal. Selain itu juga adanya gangguan hormonal dan metabolisme dalam hal perbaikan sel dapat menyebabkan tumor jinak. Suatu proses pembelahan sel tentut sudah mempunyai jadwal tersendiri untuk menentukan kapan sel tersebut membelah. maka dapat menyebabkan tumor jinak.Kebiasaan buruk kronis yang tidak sesuai pola biologis ternyata dapat menyebabkan kekacauan metabolisme tubuh karena tidak mengikuti ritme tubuh seperti biasa dan dapat menyebabkan hormon-hormon metabolisme menjadi rusak. jadwal natural tubuh akan kacau sehingga proses pembelahan sel berlangsung lebih cepat. Penebalan ini terjadi pada tempat bakal dentalis dan disebut lamina dentis. Penebalan kearah dalam ini terjadi pada masing-masing rahang dan membentuk suatu pita atau suatu lembaran sel ectoderm drngan bentuk mengikuti lengkung rahang. maka sistem metabolisme tidak akan sinkron dengan aktivitas manusia sehingga tidak dapat mempersiapkan tubuh dengan benar. Lembaran sel ectoderm didalam jaringan mesenkim tersebut merupakan bakal arkus dentalis dan disebut lamina dentis. Jika tidak mengikuti pola tersebut. Tetapi karena gangguan tersebut. Bud Stage Tanda-tanda awal dari perkembangan dari gigi terjadi pada minggu ke 6 embrio. Satu ujung akan membentuk gigi susu dan satu lagi untuk membentuk gigi permanen. Selanjutnya proses tersebut sama halnya dengan proses pada etiologi iritasi kronis seperti pada skema yang ada di atas. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa tumor jinak berlangsung lama karena siklus sel hanya mengalami pengurangan waktu tidak terlalu besar. Selsel di bagian luar yang meliputi bagian cembung berbentuk kubus dan disebut epitel email luar (OEE). Sel-sel hanya berhubungan melalui cabang- .

cabang sel sehingga member gambaran seperti jala. Serat-serat pada sakus dentis tersusun sirkular sehingga tampak seperti susunan kapsul. Pada tahap ini. oleh karena itu disebut stellate reticulum seperti karet busa yang kemudian berguna sebgai penyangga dan pelindung bagi sel-sel pembentuk email. solid atau multikistik/unikistik. c. Diantara lapisan emil dalam dengan stellate reticulum muncul beberapa lapis sel-sel gepeng yang disebut stratum intemedium.hubungan lamina dentis dengan rongga mulut terputus. Sebelum epitel email dalam membentuk email. Membrana basalis yang memisahkan organa email dengan papilla dentis sesaat sebelum pembentukan dentin disebut membrane preformativa. Pembentukan kistik-kistik baru ini dapat terjadi di dalam tulang sehingga ameloblastoma disebut memiliki sifat “lokal invasif”.papilla akan mendesak tepi-tepi organa email ke bawah dan menyebabkan bentuk organa email tampak seperti bell sehingga tahap ini disebut bell stage. Pada ameloblastoma solid rongga yang ada padat karena berisi sel-sel stellate reticulum. Bagian-bagian tepi organa email terus migrasi ke dalam sehingga bentuk organa email tampak seperti bel. Bagian ujung organa email nanti akan membentuk selubung stelata akar epitel dari hertwig. Perubahan-perubahan pada papilla terjadi bersamaan dengan perubahan pada organa email. Ameloblastoma multikistik dapat terjadi karena ada sel-sel ameloblast pada kapsul tumor tersebut yang keluar lalu berdegenerasi membentuk lapisan kista baru. Hal inilah yang kemudian membuat ameloblastoma digolongkan menjadi neoplasia praganas. Bell Stage Pada perkembangan selanjutnya bentuk organa email akan terus berubah. Pada tahap seperti bel yang lanjut batas antara epitel dalam dengan odontoblas merupkan bkal hubungan dentin email (dentino email Junction). maka sel-sel ameloblast yang harusnya menjadi inaktif setelah selesai mengaposisi kalsium dan hidroksiapatit untuk enamel menjadi aktif kembali dan terus berproliferasi membentuk ameloblastoma. Sementara itu lamina dentis berkembang terus ke dalam dengan membentuk benih gigi tetap. 1.sel mesenkim pada bagian tepi papilla dentis berdiferesiasi menjadi odontoblas. Sel-sel pada epitel email luar kini bentuknya menjadi kubus rendah atau gepeng. . Jika pada tahapan bell stage ini terjadi gangguan. Di bawah organa yang sedang berkembang jaringan mesenkim dibawah turut proliferasi memadat menjadi papilla dentis yang nantinya akan menjadi organ pembentuk dentin dan bakal pulpa dentis. Sel-sel epitel email dalam berdiferensiasi menjadi sel-sel torak dengan panjang 40 mikron dan diameter 4-5 mikron disebut ameloblas. Selsel ameloblast ini akan ditemukan pada kapsul ameloblastoma beserta epitel dari outer enamel epithelium.serat-serat ini akan berdiferensiai menjadi serat-sera periodontium. Dengan perkembangan akar.

Ameloblastoma perifer kemungkinan berasal dari sisa-sisa epitel odontogen di bawah mukosa rongga mulut atau dari sel epitel basal. Ameloblastoma merupakan salah satu tumor jinak. Sehingga terjadi penebalan pada jaringan sekitar untuk mengimbangi adanya tekanan dari tumor yang berekspansif. Penebalan dari jaringan sekitar akan menghambat tumor untuk menekan jaringan sekitar karena permukaan jaringan sekitar yang sudah menebal. Dalam hal ini. baik dalam bentuk. Macam-macam Tumor Jinak Rongga Mulut beserta Gambaran Klinis. epitel kista odontogen.Sedangkan pada ameloblastoma perifer gangguan terjadi pada tahapan awal (bud stage). Sifat dari suatu tumor jinak adalah tidak adanya rasa sakit. Tidak adanya rasa sakit juga dipengaruhi oleh adanya adaptasi oleh jaringan sekitar. sel basal mukosa rongga mulut. namun ia memiliki karakteristik lokal invasif (penyebaran lokal) sehingga digolongkan sebagai tumor pra ganas. Menurut WHO 1992. susunan dan fungsinya. Akan tetapi. berdasarkan asal sel / jaringan tumor.  Yang termasuk epitel odontogen: sisa enamel organ. HPA dan RO v Tumor Jinak Odontogen   Merupakan tumor yang berasal dari sel-sel odontogen yang meliputi jaringan epitel gigi.  Sekelompok lesi yang kompleks dan punya sifat klinis dan gambaran histologi yang bervariasi. Artinya proses pertumbuhan sel masih sama dengan sel normal dengan proses pertumbuhan yang lambat. Kita merasakan sensasi rasa sakit apabila ada sinyal rasa sakit yang diterima oleh reseptor nyeri. Proses Pembengkakan yang Tidak Disertai Rasa Sakit Pembengkakan diakibatkan karena adanya proliferasi berlebih dari sel karena adanya growth factor. Growth factor mempengaruhi sintesis DNA dan mitosis dari sel. tumor jinak dapat diklasifikasikan sebagai berikut : . perkembangan enamel organ. dalam keadaan ini sel masih dalam keadaan normal. tidak dirasakannya sensasi rasa sakit dikarenakan sel-sel penyusun suatu tumor jinak masih dalam keadaan normal. jaringan ikat mesenkim atau gabungan dari keduanya Neoplasma yang terjadi hanya dari satu/semua jaringan pembentuk gigi/ mengandung sel odontogenik pada stadium pertumbuhan tanpa menghasilkan suatu struktur intersel yang mmiliki krakteristik.struktur. Berupa neoplasia sebenarnya (true neoplasma) dan neoplasia bentukan salah menyerupai tumor (tumor-like malformation atau hamartomas)  Merupakan interaksi antara epitel odontogen dengan jaringan ikat mesenkim odontogen. Karena terjadi saat pertumbuhan gigi masih di tahap awal maka mahkota gigi tidak akan terbentuk.

15% pada region posterior maksila.  Dibagi menjadi 3 yaitu: solid (multikistik). Tumor ini dibagi menjadi empat tipe. terlokalisir.1.  Merupakan tumor yang secara klinis sering ditemui dan paling umum. pembesaran tumor menyebabkan ekspansi rahang tidak sakit dan tidak disertai parastesia. asymptomatis. melibatkan laki-laki dan perempuan. Ameloblastoma multikistik (solid) v Gambaran Klinis: Pada penderita lanjut usia. radiografi sangat khas pada lesi-lesi yang radiolusen multikistik. unikistik. resorbsi akar gigi. Pada ameloblastoma solid: menunjukkan adanya radiolusen yang unilokuler. sebagian besar menyerupai tipe multikistik. A. pada beberapa kasus berhubungan dengan erupsi M3. 1. Ameloblastoma  Merupakan tumor odontogen yang berasal dari enamel organ (ameloblas) yang merupakan sel pembentuk gigi. v HPA: Ameloblastoma solid atau ameloblastoma intraosseous multikistik secara histologi dapat menunjukkan beberapa tipe: . Tumor yang berasal dari jaringan epitel odontogen tanpa melibatkan ektomesenkim odontogen. jika berkembang menjadi lokus yang besar digambarkan seperti buih sabun (soap bubble) & jika lokus masih kecil digambarkan seperti honey combed. yaitu : 1. Gambaran klinis ameloblastoma pada rahang bawah kanan v Rontgenologis: Pada ameloblastoma multikistik: gambaran. terlihat bukal dan lingual korteks terekpansi. sebagian besar jinak. Gambaran Radiolusen berbentuk skallop tidak teratur. tumor ini tumbuh lambat. 85% pada mandibula terutama pada daerah ramus ascendens (regio molar).dan periferal. perkembangan lambat.

Sarang-sarang epitel tersebut mengandung sebuah inti yg tersusun longgar menyerupai stellate reticulum organ enamel. Didukung jaringan stroma yang longgar dan mengandung pembuluh darah. Type Plexiform Mengandung lapisan/ epitel odontogen yang sangat panjang. Lapisan epitel tersebut terdiri dari sel-sel kolumnar/ kuboid yang tersusun sangat longgar.1. terjadi pada bagian tengah dari pulau-pulau epitelial. Sering kali adanya pembentukan keratin. Type akantomatous Adanya metaplasia sel squamous yang sangat luas. Ameloblastoma akantotik Ket : 1 : Proliferasi sel – sel tumor membentuk prosessus (seperti jari) 2 : Keratin pearl yang merupakan diferensiasi sari sel-sel basal tumor 1. Type granuler sel . Ameloblastoma tipe plexiform Ket : 1 : Lapisan epitel terdiri dari sel – sel kolumnar atau kuboid 2 : Jaringan stroma 1. Ket : Tanda panah hitam : deposisi bahan kalsifikasi Tanda panah hijau : intercellular space Tanda panah kuning : epitel lining dari tumor nest 1. Ameloblastoma tipe folikular. Type follikular Mengandung pulau-pulau epitel yang menyerupai epitel organ enamel di dalam stroma jaringan ikat fibrous yang matang.

Intraluminal ameloblastoma. Ameloblastoma periferal (diluar tulang) v Gambaran Klinis: . Bagian perifer sering sel kuboid. 90% didapatkan pada mandibula khususnya region posterior. dan kista residual. asymptomatik. Secara klinis sangat agresif dan dapat terjadi pada usia muda. Type basaloid Tipe ini jarang terjadi. mengandung sel-sel basal. 1. Sering terjadi pada ameloblastoma yang terjadi pada region anterior maksila.Menunjukkan adanya perubahan bentuk dari sekelompok sel epitel menjadi sel bergranuler yang mengandung sitoplasma yang berlimpah mengandung granul-granul eosinofil. Mural ameloblastoma. Tidak ada stellate reticulum pada bagian tengah dari sarang-sarang tersebut. Type desmoplastik Memiliki pulau-pulau kecil mengandung stroma kolagen yang padat. pertumbuhan lambat. v HPA: Variasi gambaran histologis yang tampak: Luminal ameloblastoma. kista radikuler. DD: kista primordial. Ameloblastoma Unikistik v Gambaran Klinis: Pada umumnya pada usia muda. 1. lokalis. v Rontgenologis: Tampak gambaran radiolusen berbatas jelas mengelilingi mahkota M3 yang tidak erupsi. 1. menimbulkan pembengkakan pada rahang. Ameloblastoma tipe adenomatous Ket : 1 : Suatu proliferasi sel – sel tumor dengan pembentukan seperti duktus kelenjar 2 : Di dalam massa tumor 1.

v Rontgenologis: Dijumpai lesi unilokuler. terlokalisir. Sering ditemukan pada gingiva posterior / mukous alveolar. bertangkai. Strukur hialin pada ekstraseluler. Struktur berkalsifikasi berkembang di dalam masa tumor berbentuk cincin konsentral (liesegang ring calsification) yang dapat bergabung &membentuk masa yang besar dan kompleks. pertumbuhan lambat. DD: fibroma v Rontgenologis: Tampak radiolusen. epitel beruntai dan lapisan sel epitel polihedral di dalam stroma fibrous yang eosinofilik. v HPA: Menunjukan gambaran pulau-pulau epitel di dalam lamina propia dibawah permukaan epitel. terdapat pembengkakan. Adanya strktur berkalsifikasi dengan ukuran dan densitas yg variatif. Squamous odontogenic tumor . Diameter lesi <1. kebanyakan pada regio posterior madibula. B. ditemukan pada pasien usia lanjut. Campuran antara radiolusen dan radiopak. permukaan tulang alveolar sedikit erosi. Menunjukkan suatu bahan hyaline diantara sel-sel epitel tumor yang berbentuk kuboid atau polyhedral Menunjukkan suatu bahan perkapuran ditandai dengan tanda panah 1. proliferasi epitel mungkin menunjukkan gambaran mirip ameloblastoma intraosseous yang type flexiform/folikuler. Perubahan menjadi ganas jarang terjadi. Calcifying ephitelial odontogenic tumor (Pinborg Tumor) v Gambaran Klinis: Jarang ditemukan.5cm. tetapi juga ditemukan multilokuler lebih sering dari pada skallop. symptomatis berupa sakit ringan. v HPA: Mempunyai gambar pulau-pulau tersendiri. Berhubungan dengan adanya impaksi pada gigi M3. tidak ada faktor predileksi. sering terjadi pada mandibula.Muncul dari sisa-sisa epitelial odontoghen di bawah mukosa Rongga mulut atau dari epitel basal. C. 1. dengan pulau-pulau padat banyak tersebar dan bervariasi di seluruh bagian. Secara klinis simptomatis. ulserasi atau berupa lesi mukosa alveolar/ berupa gingiva peduculated.

lesi menunjukkan gambaran sklerosis. dengan tepi dari radiolusen. dapat melibatkan mandibula dan maksila. v HPA: Menunjukkan adanya sarang-sarang sel epitel dengan sitoplasma eosinofilik yang jelas. Kadang juga adanya kerusakan tulang arah vertical.5cm 1. v Rontgenologis: Lesi radiolusen unilokuler atau multilokuler. Kelihatan berasal dari ligamen periodontal dan berhubungan dengan permukaan lateral akar gigi dan gigi tidak erupsi. alveolar dan maksila. mempunyai batas jelas. Gigi goyang. Symptomatis. D. tumor berasal dari odontogen tetapi histogenesisnya masih belum jelas. tidak teratur. Pada beberapa kasus juga ada yang menunjukkan pola yang mengandung pulau-pulau kecil dengan sel-sel epitel basaloid yang hiperkromatik di dalam stroma jaringan ikat. Symptomatis berupa sakit ringan berupa pembengkakan gingiva. menunjukkan kerusakan tulang yang berbentuk triangular di sebelah lateral akar gigi. Sarangsarang tersebut dipisahkan oleh lapisan tipis berupa jaringan ikat berhialin. Tumor yang berasal dari jaringan epitel odontogen dan melibatkan ektomesenkim odontogen dengan atau tanpa pemebentukan jaringan keras gigi. pembesaran rahang. pertumbuhan lambat. diameter > 1. Melibatkan proc.v Gambaran Klinis: Tumor ini berasal dari transformasi neoplasi dari sisa-sisa epitel mallasez. Sel-sel perifer menunjukkan susunan palisade. Tidak ada faktor predileksi sisi dan jenis kelamin. Penderita pada usia diatas 50 tahun. v Gambaran Klinis: . Ameloblastic fibroma v Merupakan tumor campuran jaringan Epitel dan jaringan mesenkim. Pemeriksaan histokimia dan ultra struktur pada tumor menunjukkan sel-sel bersih yang mirip pada ameloblast yang kaya dengan glikogen. v Rontgenologis: Gambaran rontgen tidak menunjukkan gambaran yang spesifik. Clear cell odontogenic tumor v Gambaran Klinis: Jarang ditemukan pada rahang. A.

pada umumnya asymptomatis. mempunyai lapisan jaringan yang sempit serta pulau-pulau epitel kecil dari epitel odontogen dalam jaringan ikat primitif longgar mirip dental papila. lesi yang besar melibatkan ramus asenden mandibula. v HPA: Identik dengan gambaran HPA fibroma ameloblastik. berbatas tegas. lokalis. B. tidak ada faktor predileksi jenis kelamin. dan lesi menunjukkan sklerotik. dihubungkan pada gigi yang tidak erupsi. Ameloblastic fibro-odontoma v Merupakan sebuah tumor yang gambaran umumnya merupakan suatu fibroma ameloblastik tetapi juga mengandung enamel dan dentin. radiopak yang kecil dan bergabung menjadi besar dan keras. Peneliti berpendapat tumor ini merupakan suatu tahap dalam perkembangan suatu odontoma. v HPA: Menunjukkan masa jaringan Lunak yang keras dengan permukaan luar yang halus. Lesi kecil asymtomatic.Cenderung pada usia muda dekade kedua. berbatas tegas. Lesi mengandung sejumlah bahan terkalsifikasi dengan radiodensitas dari struktur gigi. Kapsul bisa ada dan tidak ada. melibatkan laki-laki sedikit lebih umum dibandingkan perempuan. dan pertumbuhannya slambat. Sisi posterior mandibula paling sering. Dalam beberapa kasus tumor tumbuh progresif menyebabkn perubahan bentuk dan kehancuran tulang. . Mengandung jaringan mesenchim yang sangat banyak mirip dengan dental papil yang primitif yang bercampur dengan epitel odontogen. v Rontgenologis: Secara umum menunjukkan gambaran radiolusen unilokuler. Jarang ditemukan radiolusen multilokuler. v Rontgenologis: Lesi menunjukkan gambaran radiolusen. Bahan kalsifikasi menunjukkan gambaran multiple. pada lesi yang besar menyebabkan pembesaran rahang. terlokalisir dan terjadi pembengkakan setempat. v Gambaran Klinis: Dapat melibatkan kedua rahang. tetapi hanya mengandung terdiri dari sekitar dua sel yang berbentuk kuboid dan kolumnar. Sel epitel berbentuk panjang dan kecil dengan susunan beranastomose satu dengan yang lainnya.

v HPA: Compound: Mengandung struktur yang multiple menyerupai gigi berakar satu di dalam matriks longgar jaringan pulpa mungkin terlihat di korona atau akar dari struktur yang menyerupai gigi tersebut. v Rontgenologis: Compound odontoma menunjukkan kumpulan struktur yang mirip gigi dengan ukuran dan bentuk variatif dikelilingi daerah radiolusen yang tipis. biasanya terjadi pada usia setengah baya. pada celah masa lesi didapatkan sejumlah matriks enamel (enamel non mature). lesi kecil. Tumor ini dipertimbangkan sebagai anomali perkembangan (hamartomas) agak jarang disebut neoplasia sesungguhnya. v Patogenesis: Pada awalnya dari perkembangan awal lesi ini menunjukkan proliferasi epitel odontogen dan jaringan mesenchim kemudian perkembangan selanjutnya diikuti pembentukan enamel. pada pemeriksaan rontgen ditemukan dengan gigi yang tidak erupsi. v Tumor ini dibagi menjadi dua tipe yaitu compound dan compleks odontoma.C. (A) Complex Odontoma. ada pembengkakan.menunjukkan sebuah massa gigi tidak berbentuk (amorf) yang merupakan bentukan material gigi. dentin. Complex odontoma menunjukkan gambaran radiopak pada struktur gigi yang dikelilingi garis radiolusen tipis. sering di maksila dari pada mandibula. bisa menjadi besar sampai 6cm sehingga menyebabkan ekpansi rahang. jarang menjadi besar. Odontoma v Merupakan jenis tumor jinak odontogen yang tergolong sering ditemui. . sedangkan complex odontoma mengandung masa dominan dari enamel dan dentin dan bentuknya tidak menyerupai gigi. v Gambaran Klinis: Asymtomatik. Pulau-pulau sel ghost epitelial tampak eosinofilik. Compleks: Mengandung tubulus dentinalis yang sempurna. Compound odontoma mengandung struktur seperti gigi . dan variasi dari pulpa dan sementum.

. paling banyak usia setengah baya. v Rontgenologis: Gambaran fibroma odontogen ukuran kecil menunjukkan gambaran berbatas jelas. Lesi-lesi radiolusen seringkali berhubungan dengan daerah apikal gigi yang erupsi.(B) Compound Odontoma yang terdiri dari struktur sementum (1). gigi menjadi goyang. Kebanyakan 60% pada maksila region anterior hingga posterior pada gigi Molar 1. lesi yang berlokasi antara gigi menyebabkan akar gigi yang satu dengan lain menjadi divergen. Sisa-sisa epitel odontogen yang berupa lokus-lokus kecil. Fibroma odontogen sederhana: mengandung fibroblast-fibroblast stellate. Sering terjadi resorpsi akar gigi. Lesi yang besar cenderung tampak gambaran Radiolusen yang multilokuler. seringkali tersusun dalam sebuah pola yang bergelung dengan fibril-fibril kolagen yang jelas sebagai bahan dasar. Epiel odontogen dalam bentuk rantai panjang atau berbentuk sarang yang terisolasi. adanya pembengkakan setempat. Fibroma odontogen v Merupakan tumor yang jarang ditemukan v Gambaran Klinis: Variatif umur. A. sedangkan 40% pada region posterior mandibula. dan struktur seperti pulpa (3) Tumor yang berasal dari ektomesenkim odontogen dengan atau tanpa melibatkan epitel odontogen. dentin (2). Beberapa lesi menunjukkan tepi yang sklerotik. Fibroma odontogen kompleks: Menunjukkan struktur dengan pola yang lebih kompleks yang mngandung jaringan ikat fibrosa selluler yang jelas dengan serabut-serabut kolagen. v HPA: Menunjukkan gambaran yang variatif. unilokuler. jika lesi membesar menyebabkan ekspansi tulang pada regio yang terlibat. Dihubungkan dengan Molar tiga tidak erupsi. fibroma odontogen berukuran kecil. asymptomatis.

Vaskularisasi sedikit. Batas lesi dengan tulang sekitarnya dipisahkan oleh kapsul fibrous. hampir tidak ada. v Rontgenologis: Lesi tampak radiolusen yang dipisahkan oleh gambaran tulang trabekular. Apabila lesi cukup besar secara klinis menunjukkan suatu ekspansi tulang sehingga ada pembengkakan rahang. Cementoblastoma v Gambaran Klinis: Asymptomatis. terlokalisir. v HPA: Lesi merupakan jaringan kalsifikasi yang mirip tulang. seluler. Batas lesi dengan jaringan sekitarnya dipisahkan suatu gambaran Radiolusen yang tipis. terlokalisir. menyebabkan gigi goyang. tetapi pada gambran histologis masih tampak kapsul fibrous. dengan didukung fibrous kapsul (2) C. sering disebabkan trauma pada jaringan periodontal. Menunjukkan proliferasi sel-sel myxoid / star cells (1).B. Berasal dari jaringan ikat dental papilla. asymptomatis. v Rontgenologis: Lesi menunjukkan suatu massa radiopak yang melekat pada apeks gigi penyebab. tapi mempunyai sifat invasif dan agresif. merupakan neoplasia yang pertumbuhannya lambat. dapat melibatkan seluruh gigi gligi baik RA dan RB anterior atau posterior. Umumnya pada faktor predileksi usia. 1 . v HPA: Lesi menunjukkan adanya jaringan proliferasi myxoid dan di beberapa tempat tampak jaringan fibrosa. Batas lesi dengan tulang tidak berbatas jelas. Secara radiografis tak berbatas jelas. melibatkan kedua rahang pada mandibula bisa korpus maupun ramus. Odontogenic mysoma / myofibroma v Gambaran Klinis: Jarang dijumpai. lesi melekat ke apeksi gigi. ekspansi menipis.

Cementoblastoma. lidah. Papiloma skuamos v Merupakan suatu neoplasma jinak yang berasal dari epitel permukaan mukosa mulut. Setiap plica didukung adanya jaringan ikat fibrosa yang tipis dan mengandung Pembuluh darah. masa dari lesi yang merupakan proliferasi dari sel – sel cementoblast (selullar) dan mengandung sum-sum tulang (2) dengan dipisahkan oleh suatu kapsul jaringan ikat dari tepi tulang normal (3). Menunjukkan proliferasi sel epitel skuamos tumbuh exopytic membentuk papillary projection (1). Seringkali mirip dengan gambaran bunga kol atau pakis. paling sering terjadi pada palatum mole. pertumbuhannya lambat dan tunggal. v Gambaran Klinis: Papiloma menunjukkan proliferasi pertumbuhan yang lambat dari epitel squamosa berlapis. Selain tunggal juga dapat multipel tapi jarang. Veruka Vulgaris v Lesi ini merupakan neoplasia epitel jinak yang dihasilkan oleh infeksi dengan tipe-tipe tertentu. lunak. Tumor Jinak Non Odontogen yang Berasal dari Epitel Mulut A. Tumor Jinak Non Odontogen 1. sempit. Papiloma dapat berwarna putih atau merah jambu. v Gambaran Klinis: . mukosa bukal. dan struktur seperti tangkai menghubungkan ke mukosa mulut di bawahnya. dengan didukung fibrous stroma yang tipis/sedikit (2) dan terdapat vaskularisasi pada stroma (3) B. Lokasi bisa di palatum. Sel-selnya seragam (uniform). Merupakan tumor jinak non odontogen yang umum terjadi di rongga mulut. v HPA: Adanya proliferasi exophytic sel-sel epitel squamosa sehingga adanya plica epitelium berbentuk papillary-papillary yang panjang dan tebal. fleksibel pada palpasi. (1) pulpa pada apek gigi penyebab.terlihat pembentukan lesi pada apek gigi. contohnya Human Pappiloma Virus. labial dan gingiva. diameter <2cm dan asymptomatis. dan tidak menunjukkan atipia sel.

predileksi kejadian akibat terkena matahari. rete peg proseccus membentuk jari serta keratinisai yg berlebihan dan tebal (hiperkeratinisasi). . lesi berbentuk vulkano dengan inti berupa keratinisasi dan adanya mikroba pada permukaan. terjadi di atas kulit pertengahan wajah termasuk pipi dan hidung. tetapi dapat dibedakan. Biasanya tumbuh dengan ukuran terbesarnya dalam waktu 6 bulan dengan diameter 1-2 cm. 1.Tumor berbentuk nodul atau craterlike. penyebaran bisa dari kebiasaan menggigit kutil di jari jemari. keras. permukaan kasar. umumnya pada wajah dan bibir hubungan dengan radiasi ultraviolet yang merusak jaringan. Di lamina propia terdapat infiltrasi sel limfosit. saat pemeriksaan palpasi kenyal. diameter kurang dari 1cm. Adanya proliferasi sel tumor menunjukkan diferensiasi dan atipikal sel tidak terlihat. Symptomatis berupa sakit. Lesi tumbuh eksopitik dengan hiperparakeratinisasi. Lesi kemungkinan bertangkai atau menunjukkan perlekatan dasar yang luas ke bawah mukosa dan lesi ini spesifik berwarna putih dengan permukaan kasar atau nyata. Lesi ini umumnya tunggal. sehingga virus menyebar ke mukosa mulut melalui inokulasi sendiri. artinya mempunyai cekungan pada tengahnya dan tepinya menonjol. bagian tengah lesi agak lebih menyerupai cangkir. berbatas jelas. Keratoakantoma v Gambaran Klinis: Lesi menyerupai kanker kulit. berbentuk pusar. v HPA: Mirip histologi dari karsinoma epidermoid. v HPA: Memiliki gambaran HPA sama dengan papiloma. berwarna putih dengan keratin.

Tumor Jinak Non Odontogen yang Berasal dari Jaringan Ikat Mulut Jaringan ikat fibrous . berwarna coklat.Menunjukkan proliferasi dan diferensiasi sel epitel skuamous. lunak. Diameter kurang dari 1cm. menonjol. dengan keratinisasi membentuk core (pusar) ditengah epithelium (B). berwarna mulai merah jambu. Nevus pigmentosi v Nevus pigmentasi atau tahi lalat adalah lesi sangat umum dikulit. coklat terang hingga coklat gelap. Tumor Jinak Non Odontogen yang Berasal dari Nevus / Pigmen 1. Nevus intradermal mrupakan nevus pigmentasi yg umum. Merupakan proliferasi jinak dari sel-sel yang menghasilkan melanin (pigmen endogen). infiltrasi sel-sel limfosit yang padat dilamina propria (C). terlihat peningkatan jumlah sel-sel melanin pada basal sel layer. 2. permukaan nodul halus. Melanosis. dan terdapat mikroorganisme pada permukaan yang hiperparakeratin (D). Nervus penghubung (Junctional nevus) memiliki gambaran klinis agak beda. Tapi dapat dijumpai di jaringan lunak Rongga Mulut. v HPA: Melanosis pada mukosa membran terlihat adanya peningkatan jumlah sel-sel melanin pada basaloid layer. 3. v Gejala Klinis: Nevus yang sering terjadi di kulit dan Rongga Mulut adalah nevus intradermal dan nevus penghubung. pada mukosa membrane. Pada umumnya asymptomatis. warnanya seragam. tumbuh exopytic membentuk kubah/volcano (A). halus. pigmentasi merata. mungkin bisa lebih. permukaan rata seperti macula. berbentuk kubah. permukaan kasar. melibatkan kulit maupun mukosa mulut.

Pleomorphic adenoma . Sebenarnya nama yang tepat adalah hiperplasia fibrous. linier. o Neoplasia berkembang dari berkas syaraf dan batang saraf yang besar. bersegmen. menyerupai tekstur jaringan adiposa. menunjukkan adanya variasi warna. Jaringan Adiposa  Lipoma 4. Fibroma v Merupakan neoplasia jinak yang berasal dari jaringan ikat fibrous. lesi besar. Terlihat lesi yang bernodul multiple melibat seluruh wajah dan tubuh. antara warna pucat hingga agak kekuningan dengan dilindungi warna yang bervariasi coklat. menghasilkan pembesaran tumor. Neurofibroma memiliki variasi bentuk antara lain tumor-tumor bertangkai nodular terlokalisir. secara histologi mengandung campuran sel-sel schwann neoplastik dan akson-akson yang tersebar. kulit atau mukosa terlihat normal. Tumor Jinak Non Odontogen yang Berasal dari Kelenjar Ludah A. o Gambran Klinis: Pada pemeriksaan palpasi tampak lebih kenyal dari pada jaringan lunak sekitarnya. dan kecil. Fibroma dipakai dengan kaitan lesi jaringan lunak yang sering di jumpai pada mukosa mulut. sering digambarkan sebagai konsistensi kistik.  Neurilemoma / Schawannoma Terlihat peningkatan proliferasi sel – sel Anthony B di bagian tengah lesi (1) dan Anthony A di bagian perifer Tumor sel granular 1. Jaringan Pembuluh Saraf  Neurofibroma o Merupakan neoplasi jinak yang relatif tidak umum. menimbulkan deformasi. mempunyai masa tumor. Batas dengan jaringan lunak sekitarnya sulit dibedakan. ekspansi batang saraf lobular.

dan jala (nest) dan seringkali dipisahkan oleh bahan substansi dasar yang mirip jaringan kartilago. Tumor dapat membesar mendesak jaringan sekitarnya. yaitu sel-sel mioepitel dan sel-sel duktus. untaian (cord). Komponen jaringan epitel terdiri dan 2 tipe sel. dengan tidak adanya dominasi komponen jaringan mesenkim. mucoid. Di sekitar struktur duktus terdapat proliferasi selsel mioepitelial yang membentuk lembaran (sheaths). berbentuk glandular. dapat digerakkan. dan (6) clear cell adenoma. Tumor ini lebih sering melibatkan laki-laki dibandingkan wanita. Sel-sel duktus akan membentuk tubulus. Whartin’s Tumor v Gambaran klinis: Adalah tumor jinak kelenjar ludah yang paling umum dijumpai di antara tumor-tumor monomorfik lainnya dan paling umum terjadi pada kelenjar ludah parotis. atau struktur rongga kistik yang berisi cairan atau eosinopilik material yang positif dengan pewamaan PAS. v Gambaran mikroskopis: .v Gambaran klinis: Pleomorphic adenoma/mixed tumor merupakan tumor Jinak yang berasal dari kelenjar ludah yang dapat tumbuh dari kelenjar ludah minor maupun mayor. Tumor ini jinak. Tumor ini tumbuh lambat. tetapi dapat terjadi bilateral sekitar 15% dari total kasus atau berupa multifokus di dalam kelenjar yang sama. B. dan konsistensi kenyal dengan permukaan yang halus. Tumor-tumor monomorfik tersusun regular. (4) canalicular adenoma. tidak menimbulkan rasa sakit. Monomorphic adenoma Persentase kejadian tumor-tumor monomorfik sekitar 5-10% tumor-tumor jinak kelenjar ludah. Tumor sebagian mempunyai kapsul fibrous. (2) basal cell adenoma. Campuran jaringan sel-sel epitel dengan beberapa matriks mesenkin inilah yang disebut tumor campur (mixed tumor). miksoid. (3) oxyphilic adenoma (oncocytoma). atau chondroid. Lesi umumnya tedadi setelah usia 30 tahun dan paling sering adalah usia di atas 50 tahun. (5) myoepithelioma. duktus. Tumor-tumor yang termasuk ke dalam adenoma monomorfik adalah (1) whartin tumor (papillary cystadenoma lymphomatosum). v Gambaran mikroskopis: Secara mikroskopik pleomorphic adenoma menunjukkan campuran proliferasi jaringan epitel dalam daerah jaringan myxoid. dan bahan mukoid.

Rongga kistik dilapisi oleh sel epitel yang eosinopilik (onkosit) 2 lapis (bilayer). berkembang sampai daerah endotel. meliputi 95% dari seluruh kasus keganasan rongga mulut. tetapi 1/5 kasus merupakan fibrosarkoma yang anaplastik. atau keratosis yaag dapat diketahui dengan palpasi. Jika bagian 2/3 posterior lidah dan dasar lidah sudah terkena.Tumor ini berbentuk glandula yang dipisahkan celah-celah yang cenderung membentuk kistik dan membentuk proyeksi papilla-papilla yang tertanam di dalam jaringan limfoid yang padat. sehingga deteksi dini serta tindakan pencegahan sangat penting untuk mengatasi tumor ganas ini. tumbuh cepat. Tumor ganas rongga mulut berbeda dengan yang jinak karena menginvasi jaringan sekitar. biasanya terdapat di gingiva. palatum. Biasanya fibrosarkoma merupakan lesi yang berdiferensiasi sempurna. Pada stadium dini tidak terasa sakit dan tampak sebagai lesi ulserasi. Adenokarsinoma merupakan tumor ganas yang biasanya terdapat pada kelenjar saliva minor palatum dan cenderung menginvasi ke pembuluh limfe dan berinfiltrasi ke sumsum tulang sekitarnya. maka tanda awalnya adalah tanggalnya gigigeligi. Karsinoma sel skuamosa adalah jenis keganasan yang paling sering terjadi dalam rongga mulut. tidak ada tandatanda sakit ataupun perdarahan. Fibrosarkoma adalah tumor ganas yang berasal dari jaringan ikat yang dapat timbul dari periosteum atau jaringan lunak. sedangkan yang berasal dari jaringan ikat adalah fibrosarkoma. terutama jika pasien tidak mengetahui sebab timbulnya lesi tersebut. Daerah yang mempunyai frekuensi tinggi terhadap kelainan ini adalah lateral dan ventral lidah. dan menginvasi daerah sekitarnya dengan bermetastasis. maka prognosis menjadi buruk karena sulit mencapai daerah lesi dan lokasinya dekat dengan organ vital. dan dapat bermetastasis ke bagian tubuh yang lain. Prognosis bervariasi tergantung anaplasia dan lokasi tumor yang menentukan keberhasilan operasi. Pada stadium dini tidak ada gejala. invasi lambat. Tumor ganas rongga mulut dapat berasal dari jaringan epitel atau jaringan ikat. bibir. dan tidak bermetastasis. Jika tumor ini timbul di gingiva. dan lidah. fisur. Tumor ganas yang berasal dari epitel adalah karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel basal. tumbuh lambat. Tumor ini jarang timbul di rongga mulut. Hati-hati terhadap lesi yang terus menetap selama dua minggu atau lebih. Tumor ganas rongga mulut tumbuh sangat cepat. Tindakan yang tepat sangat diperlukan karena menurut data statistik 2/3 dari seluruh pasien tumor ini meninggal. .

bibir bawah. atau kombinasi dua atau ketiganya. radiasi. dapat dilakukan pemeriksaan sitologi atau pewarnaan dengan toluidin biru. palatum lunak. Penatalaksanaan Penatalaksanaan pasien tumor ganas rongga mulut dilakukan dengan operasi. Sebelum biopsi. gingiva. Jika dicurigai terdapat keganasan. Keputusan tentang tindakan terbaik yang dapat dilakukan harus dibuat oleh seseorang yang mempunyai keahlian khusus tentang keganasan leher dan kepala. maka harus dilakukan biopsi untuk melihat ada tidaknya perubahan ke arah keganasan. dan daerah tonsil. tergantung dari jenis tumor dan durasinya. .Diagnosis Pada pemeriksaan klinis mulut jika tampak lesi putih. Daerah yang sering terjadi keganasan secara beurutan adalah tepi lateral dan ventral lidah. maka biopsi harus segera dilakukan. kemoterapi. hiperkeratosis atau ulkus dan fisura yang menetap selama dua minggu atau lebih. mukosa bukal.

merupakan interaksi antara epitel odontogen dan jaringan ektomesenkim odontogen. Ameloblastik fibroma 2. Dengan demikian proses pembentukan gigi sangat berpengaruh dalam tumor ini. yaitu : v Faktor internal. Calcifying epithelial odontogenik tumor 3. Ameloblastik fibro-odontoma 3. Faktor penyebab yang merangsang tumor jinak digolongkan dalam dua kategori. Tidak dirasakannya sensasi rasa sakit dikarenakan sel-sel penyusun suatu tumor jinak masih dalam keadaan normal. misalnya trauma kronis. 2. Artinya proses pertumbuhan sel masih sama dengan sel normal dengan proses pertumbuhan yang lambat. Tumor Jinak Odontogen Asal sel/jaringan tumor A. 1. dan pada skenario ini kerusakan pada awal pembentukan tumor jinak tidak banyak dan besar sehingga tidak sakit. Tumor/neoplasma jinak di rongga mulut dapat berasal dari sel odontogen atau non odontogen. Sakit atau tidak bergantung dari seberapa banyak yang mengalami destruktif.PENUTUP Kesimpulan 1. Kompleks odontoma . Tumor-tumor odontoameloblastoma 4. dan obat-obatan. iritasi termal kronis (panas/dingin). Tidak adanya rasa sakit juga dipengaruhi oleh adanya adaptasi oleh jaringan sekitar. yaitu faktor yang berhubungan dengan herediter dan faktor-faktor pertumbuhan. misalnya gangguan hormonal dan metabolisme.Tumor yang berasal dari jaringan epithel odontogen dan melibatkan ektomesenkim odontogen dengan atau tanpa pembentukan jaringan keras gigi1. Adenomatoid odontogenik tumor 5. v Faktor eksternal. Tumor-tumor odontogen sama seperti pembentukan gigi normal. Clear cell odontogenik tumorB. Tumor yang berasal dari jaringan epitel odontogen tanpa melibatkan ektomesenkim odontogen Nama tumor 1. Squamous odontogenik tumor 4. Ameloblastoma 2.

Tumor yang berasal dari jaringan ikat rongga mulut1. Untuk itu. . Papiloma Squamos 2. Compound odontomaC. Tumor yang berasal dari kelenjar ludah1. Tumor yang berasal dari epitel mulut Nama tumor 1. Odontogenik fibroma 2. Tumor Jinak Non Odontogen Asal sel/jaringan tumor A. Lipoma (Jaringan adiposa)D. yaitu adanya proliferasi sel-sel yang seringkali mengalami diferensiasi. tumor-tumor tersebut memiliki kesamaan. Monomorphic Adenoma Ex : Whartin’s Tumor Secara histopatologi anatomi. Tumor yang berasal dari nevus / pigmenNevus pigmentosiC. Veruka Vulgaris 3. saran dan masukan yang membangun dan mengoreksi makalah ini sangat penulis harapkan.Tumor yang berasal dari ektomesenkim odontogen dengan atau tanpa melibatkan epitel odontogen1.1992). Neuroma traumatic (Jaringan pembuluh saraf) 6.2 Saran Dalam penyusunan makalah ini. Fibroma (Jaringan ikat fibrous) 2. Cementoblastoma(WHO. Tumor sel granular (Jaringan pembuluh saraf) 5.6. baik dari isi maupun tata cara penulisan. 4. Neurilemona / Schawannoma (Jaringan pembuluh saraf) 4. Myxoma 3. Neurofibroma (Jaringan pembuluh saraf) 3. Phemorphic Adenoma 2. KeratoakantomaB. penulis merasakan masih banyak kekurangan.

Ilmu Patologi. 2001.DAFTAR PUSTAKA Sudiono Janti dkk.2008. EGC: Jakarta Sudiono janti. Patologi Mulut (Tumor Neoplastik dan Non Neoplastik Rongga Mulut). EGC: Jakarta Sudiono Janti dkk. Pemeriksaan Patologi untuk Diagnosis Neoplasma Mulut. Jogjakarta: Andi . 2003. EGC: Jakarta Syafriadi Mei. Penuntun Praktikum Patologi Anatomi. 2008.