You are on page 1of 22

Kemala Andini Prizara

04011181419052

Anatomi dan Fisiologi Mata

2.1.

Anatomi dan Fisiologi Mata

2.1.1. Anatomi Kelopak Mata
Kelopak mata atau palpebra mempunyai fungsi melindungi bola mata,
serta mengeluarkan sekresi kelenjarnya membentuk film air mata di depan
kornea. Palpebra merupakan alat menutup mata yang berguna untuk melindungi
bola mata terhadap trauma, trauma sinar, dan pengeringan bola mata (Ilyas,
2010).
Kelopak mata mempunyai lapisan kulit yang tipis pada bagian depan,
sedang di bagian belakang ditutupi selaput lendir tarsus yang disebut
konjungtiva tarsal.
Gangguan

penutupan

kelopak

akan

mengakibatkan

keringnya

permukaan mata sehingga terjadinya keratitis et lagoftalmos. Pada kelopak
terdapat bagian- bagian :
a.

Kelenjar seperti : kelenjar sebasea, kelenjar Moll atau kelenjar
keringat, kelenjar Zeis pada pangkal rambut, dan kelenjar Meibom
pada tarsus.

b.

Otot seperti : M. orbikularis okuli yang berjalan melingkar di dalam
kelopak atas dan bawah, dan terletak di bawah kulit kelopak. Pada
dekat tepi margo palpebra terdapat otot orbikularis okuli yang
disebut sebagai M. Rioland. M. Orbicularis berfungsi menutup bola
mata yang dipersarafi Nervus Fasial M. Levator palpebra, yang

berorigo pada annulus foramen orbita dan berinsersi pada tarsus atas
dengan sebagian menembus M. Orbicularis okuli menuju kulit
kelopak bagian tengah. Bagian kulit tempat insersi M. levator
palpebra terlihat sebagai sulkus (lipatan) palpebra. Otot ini
depersarafi oleh n.III, yang berfungsi untuk mengangkat kelopak
mata.

V. Sistem ekskresi. Bila pungtum lakrimal tidak menyinggung bola mata. Sistem ekskresi mulai pada pungtum lakrimal. Persarafan sensorik kelopak mata atas di dapatkan dari rumus frontal n. Air mata akan masuk kedalam sakus lakrimal melalui pungtum lakrimal. Air mata dari duktus lakrimal akan mengalir ke dalam rongga hidung di dalam meatus inferior (Ilyas. b. maka air mata akan keluar melalui margo palpebra yang . palpebra. Anatomi Sistem Lakrimal Sistem sekresi air mata atau lakrimal terletak di daerah temporal bola mata. kanalikuli lakrimal. Film air mata sangat berguna untuk kesehatan mata. 2010). 2010). sakus lakrimal dan duktus nasolakrimal. Glandula lakrimal terletak di temporo antero superior rongga orbita. Sistem produksi atau glandula lakrimal. f.2.1. 2. e. Sakus lakrimal terletak di bagian depan rongga orbita. Didalam mata terdapat tarsus yang merupakan jaringan ikat dengan kelenjar didalamnya atau kelenjar Meibom yang bermuara pada margo palpebra.c. sedang kelopak bawah oleh cabang ke II saraf ke V. meatus inferior. d. Septum orbita yang merupakan jaringan fibrosis berasal dari rima orbita merupakan batas isi orbita dengan kelopak depan. kanalikuli lakrimal. Tarsus ditahan oleh septum orbita yang melekat pada rima orbita pada seluruh lingkaran pembukaan rongga orbita. Pembuluh darah yang memperdarahinya adalah a. Konjungtiva tarsal yang terletak di belakang kelopak hanya dapat dilihat dengan melakukan eversi kelopak. duktus nasolakrimal. Konjungtiva tarsal melalui forniks menutup bulbus okuli. sakus lakrimal. yang terdiri atas pungtum lakrimal. Konjungtiva merupakan membran mukosa yang mempunyai sel Goblet yang menghasilkan musin (Ilyas. yaitu : a. Sistem lakrimal terdiri atas 2 bagian.

2. b. Konjungtiva bulbi dan forniks berhubungan dengan sangat longgar dengan jaringan di bawahnya sehingga bola mata mudah bergerak (Ilyas. konjungtiva tarsal sukar di gerakkan dari tasus. .4 Anatomi Bola Mata Bola mata berbentuk bulat dengan panjang maksimal 24 mm. 2010). Kelengkungan kornea lebih besar dibanding sklera. Bila terdapat penyumbatan yang disertai dakriosistitis.3 Anatomi Konjungtiva Konjungtiva merupakan membran yang menutupi sklera dan kelopak bagian belakang. yaitu : a. Bermaca-macam obat mata dapat diserap melalui konjungtiva ini. Sklera merupakan jaringan ikat yang kenyal dan memberikan bentuk pada mata. yaitu : 1. 2010). Untuk melihat adanya sumbatan pada duktus nasolakrimal. Konjungtiva bulbi menututpi sklera dan mudah di gerakkan dari sklera di bawahnya. maka cairan berlendir kental akan keluar melalui pungtum lakrimal (Ilyas. Konjungtiva terdiri atas tiga bagian. Bagian terdepan sklera disebeut kornea yang bersifat transparan yang memudahkan sinar masuk ke dalam bola mata. 2010). Bola mata di bagian depan (kornea) mempunyai kelengkungan yang lebih tajam sehingga terdapat bentuk dengan 2 kelengkungan yang berbeda. Konjungtiva mengandung kelenjar musin yang di hasilkan oleh sel Goblet.disebut epifora. c. Konjungtiva tarsal yang menututpi tarsus. 2. Musin bersifat membasahi bola mata terutama kornea. Epifora juga akan terjadi akibat pengeluaran air mata yang berlebihan dari kelenjar lakrimal (Ilyas. maka sebaiknya di lakukan penekanan pada sakus lakrimal.1. Konjungtiva fornises atau forniks konjungtiva yang merupakan tempat peralihan konjungtiva tarsal dengan konjungtiva bulbi. Bola mata dibungkus oleh 3 lapis jaringan. merupakan bagian terluar yang melindungi bola mata.1.

merupakan lapis jaringan yang menutup bola mata sebelah depan dan terdiri dari atas lapis : 1. Epitel a. Jaringan uvea merupakan jaringan vaskular. Lensa mata mempunyai peran dan akomodasi atau melihat dekat sehingga sinar dapat difokuskan di daerah makula lutea (Ilyas. A. Lapis ketiga bola mata adalah retina yang terletak paling dalam dan mempunyai susunan lapis sebanyak 10 lapis yang merupakan lapis membran neurosensoris yang akan merubah sinar menjadi rangsangan pada saraf optik dan diteruskan ke otak. Badan kaca mengisi rongga di dalam bola mata dan bersifat gelatin dan hanya menempel papil saraf optik. Pada sel basal sering terlihat mitosis sel. 2010). dan terdapat kelenjar lakrimal yang terletak di daerah temporal atas di dalam rongga orbita. . makula dan pars plana. 2010). satu lapis sel basal. bagian selaput mata yang tembus cahaya.2. terdiri atas 5 lapis sel epitel tidak bertanduk yang saling tumpang tindih. Jaringan sklera dan uvea dibatasi oleh ruang yang potensial mudah dimasuki darah bila terjadi perdarahan pada ruda paksa yang disebut perdarahan suprakoroid. Lensa terletak dibelakang pupil yang dipegang di daerah ekuatornya pada badan siliar melalui Zonula Zinn. Tebalnya 50 µm. yang dikeluarkan melalui trabekulum yang terletak pada pangkal iris di batas kornea dan sklera. 3. maka akan robek dan terjadi ablasi retina (Ilyas. Terdapat 6 otot pergerakkan bola mata. Bila terdapat jaringan ikat didalam badan kaca disertai dengan tarikan pada retina. Kornea Kornea (Latin cornum = seperti tanduk) adalah selaput bening mata. Badan siliar yang terletak di belakang iris menghasilkan cairan bilik mata (akuous humor). b. sel polygonal dan sel gepeng.

2010).c. Membran descement a. pada permukaan terlihat anyaman yang teratur sedang di bagian perifer serat kolagen ini bercabang. Endotel melekat pada membran descement melalui hemidesmosom dan zonula okluden. berlapis satu. besar 20-40 µm. bentuk heksagonal. Kornea dipersarafi oleh banyak saraf sensoris terutama berasal dari saraf siliar longus. Berasal dari mesotelium. 2. 3. 5. Lapis ini tidak mempunyai daya regenerasi. d. Bila terjadi gangguan akan mengakibatkan erosi rekuren. Endotel a. Sel basal menghasilkan membran basal yang melekat erat kepadanya. Terdiri atas lamel yang merupakan susunan kolagen yang sejajar satu dengan lainnya. masuk kedalam stroma kornea. Kornea merupakan bagian mata yang tembus cahaya dan menutup bola mata di sebelah depan. Pembiasan sinar terkuat . c. b. Epitel berasal dari ektoderm permukaan. Terletak di bawah membran basal epitel kornea yang merupakan kolagen yang tersusun tidak teratur seperti stroma dan berasal dari bagian depan stroma. Membran Bowman a. Merupakan membran aseluler dan merupakan batas belakang stroma kornea dihasilkan sel endotel dan merupakan membran basalnya. b. b. Stroma a. 4. Bersifat sangat elastik dan berkembang seumur hidup. saraf ke V saraf siliar longus berjalan suprakoroid. menembus membran Bowman melepaskan selubung Schwannya (Ilyas. saraf nasosiliar. mempunyai tebal 40 µm.

Iris terdiri dari atas bagian pupil dan bagian tepi siliar. mempersarafi pembuluh darah uvea dan untuk dilatasi pupil. Saraf simpatis yang membuat pupil berdilatasi. Persarafan uvea didapatkan dari ganglion siliar yang terletak antara bola mata dengan otot rektus lateral. Saraf sensoris.dilakukan oleh kornea. yang berasal dari saraf simpatis yang melingkari arteri karotis. badan siliar dan koroid. 2010). B. 3. dimana 40 dioptri dari 50 dioptri pembiasan sinar masuk kornea dilakukan oleh kornea (Ilyas. Reaksi pupil ini merupakan juga indikator untuk fungsi simpatis (midriasis) dan parasimpatis (miosis) pupil. 2. yang berasal dari saraf nasosiliar yang mengandung serabut sensoris untuk kornea. Akar saraf motor yang akan memberikan saraf parasimpatis untuk mengecilkan pupil. 2010). 2010). 1 cm di depan foramen optik. radiar dan sirkular (Ilyas. . yang akan mengakibatkan mata merah yang merupakan gambaran karakteristik peradangan intraocular (Ilyas. Batas antara korneosklera dengan badan siliar belakang adalah 8 mm temporal dan 7 mm nasal. iris dan badan siliar. badan siliar terletak antara iris dan koroid. Badan siliar merupakan susunan otot melingkar dan mempunyai sistem ekskresi di belakang limbus. yang menerima 3 akar saraf di bagian posterior yaitu : 1. Otot longitudinal badan siliar yang berinsersi di daerah baji sklera bila berkonstraksi akan membuka anyaman trabekula dan mempercepat pengaliran cairan mata melalui sudut bilik mata (Ilyas. Iris mempunyai kemampuan mengatur secara otomatis masuknya sinar ke dalam bola mata. Uvea Lapis vaskular di dalam bola mata yang terdiri atas iris. Pada ganglion siliar hanya saraf parasimpatis yang melakukan sinaps. Radang badan siliar akan mengakibatkan melebarnya pembuluh darah di daerah limbus. Di dalam badan siliar terdapat 3 otot akomodasi yaitu longitudinal. 2010).

Orang dewasa ukuran pupil adalah sedang. C. 2010). Berdekatan dengan sudut ini di dapatkan jaringan trabekulum. Bila terdapat hambatan pengaliran keluar cairan mata akan terjadi penimbunan cairan bilik mata di dalam bola mata sehingga tekanan bola mata meninggi atau glaukoma. 2010). 2010). baji sklera. Pada bagian ini terjadi pengaliran keluar cairan bilik mata. simulasi. Berkurangnya rangsangan simpatis 2. Fungsi mengecilnya pupil untuk mencegah aberasi kromatis pada akomodasi dan untuk memperdalam fokus seperti pada kamera foto yang diafragmanya di kecilkan (Ilyas. Pupil kecil waktu tidur akibat dari : 1. dan pada orang tua. Kurangnya rangsangan hambatan miosis Bila subkorteks bekerja sempurna maka terjadi miosis. pupil mengecil akibat rasa silau yang dibangkitkan oleh lensa yang sklerosis (Ilyas. E.Otot melingkar badan siliar bila berkontraksi pada akomodasi akan mengakibatkan mengendornya zonula Zinn sehingga terjadi pencembungan lensa (Ilyas. garis Schwalbe dan jonjot iris (Ilyas. koma dan tidur sesungguhnya. Lensa di dalam bola mata terletak di . Pupil Pupil anak-anak berukuran kecil akibat belum berkembangnya saraf simpatis. Lensa Mata Jaringan ini berasal dari ektoderm permukaan yang berbentuk lensa di dalam mata dan bersifat bening. hal ini dipakai sebagai ukuran tidur. Di waktu bangun korteks menghambat pusat subkorteks sehingga terjadi midriasis. Kedua otot ini dipersarafi oleh saraf parasimpatik dan bereaksi baik terhadap obat parasimpatomimetik. 2010). Sudut Bilik Mata Depan Sudut bilik mata yang dibentuk jaringan korneosklera dengan pangkal iris. Waktu tidur hambatan subkorteks hilang sehingga terjadi kerja subkorteks yang sempurna yang akan meningkatakan miosis. D. kanal Schlemm. Pupil waktu tidur kecil.

F. Retina Retina atau selaput jala. Retina berbatas dengan koroid dengan sel pigmen epitel retina. Membran limitan eksterna yang merupakan membran ilusi. merupakan lapis aselular dan merupakan tempat asinapsis sel fotoreseptor dengan sel bipolar dan sel horizontal. yaitu : a. Badan kaca bersifat semi cair di dalam bola mata. 4. Mengandung air sebanyak 90% sehingga tidak dapat lagi menyerap air (Ilyas. b. Secara fisiologik lensa mempunyai sifat tertentu. Tidak berada di tempat atau subluksasi dan dislokasi. . 2. Lapis fleksiform luar. Lapis fotoreseptor. dan terdiri atas lapisan : 1. Keadaan patologik lensa ini dapat berupa : a. Keruh atau apa yang disebut katarak. 2010). Tidak kenyal pada orang dewasa yang akan mengakibatkan presbiopia. c. merupakan susunan lapisan nukleus sel kerucut dan batang. Lapis nukleus luar. Terletak di tempatnya. b. merupakan lapis terluar retina terdiri atas sel batang yang mempunyai bentuk ramping dan sel kerucut. 3.belakang iris yang terdiri dari zat tembus cahaya berbentuk seperti cakram yang dapat menebal dan menipis pada saat terjadinya akomodasi (Ilyas. merupakan bagian mata yang mengandung reseptor yang menerima rangsangan cahaya (Ilyas. Jernih atau transparan karena diperlukan sebagai media penglihatan. G. Badan Kaca Badan kaca merupakan suatu jaringan seperti kaca bening yang terletak antara lensa dan retina. c. 2010). 2010). Ketiga lapis diatas avaskular dan mendapat metabolisme dari kapiler koroid. Kenyal atau lentur karena memegang peranan terpenting dalam akomodasi untuk menjadi cembung.

7. Sklera Bagian putih bola mata yang bersama-sama dengan kornea merupakan pembungkus dan pelindung isi bola mata. Lapis serabut saraf. sel amakrin dengan sel ganglion. merupakan lapis aselular merupakan tempat sinaps bipolar.5. 2010). Lapis nukleus dalam. Lapis sel ganglion yang merupakan lapis badan sel daripada neuron kedua. dan visual evoked respons (VER) (Ilyas. penglihatan warna. Kelainan saraf optik menggambarkan gangguan yang diakibatkan tekanan langsung atau tidak langsung terhadap saraf optik ataupun perbuatan toksik dan anoksik yang mempengaruhi penyaluran aliran listrik (Ilyas. merupakan tubuh sel bipolar. Saraf Optik Saraf optik yang keluar dari polus posterior bola mata membawa 2 jenis serabut saraf. sel horizontal dan sel muller lapis ini mendapat metabolisme dari arteri retina sentral. I. Membran limitan interna. Pemeriksaan obyektif adalah elektroretinografi (ERG). Pembuluh darah di dalam retina merupakan cabang arteri oftalmika. Sklera berjalan dari papil saraf optik sampai kornea. elektrookulografi (EOG). Lapis fleksiform dalam. arteri retina sentral masuk retina melalui papil saraf optik yang akan memberikan nutrisi pada retina dalam (Ilyas. . H. Lapisan luar retina atau sel kerucut dan batang mendapat nutrisi dan koroid. merupakan lapis akson sel ganglion menuju saraf optik. Di dalam lapisan-lapisan ini terletak sebagian besar pembuluh darah retina. 2010). dan lapangan pandang. yaitu : saraf penglihat dan serabut pupilomotor. Untuk melihat fungsi retina maka dilakukan pemeriksaan subyektif retina seperti : tajam penglihatan. merupakan membran hialin antara retina dan badan kaca. 6. 9. 2010). 8.

saraf troklear (IV). frontal.frontal 2. etmoid Foramen optik terletak pada apeks rongga orbita. zigomatik. dan arteri vena oftalmik. Rongga Orbita Rongga orbita adalah rongga yang berisi bola mata dan terdapat 7 tulang yang membentuk dinding orbita yaitu : lakrimal. etmoid. Dinding orbita terdiri atas tulang : 1. Lateral : os. 2007) J. os. Nasal : os. arteri.Gambar 2. palatin 4. Inferior : os. Rongga orbita yang berbentuk pyramid ini terletak pada kedua sisi rongga hidung. os. maksila. Atap atau superior : os. abdusen (VI). vena. os. saraf frontal (V). maksila. . ala magna os sfenoid 3.1. Fisura orbita superior di sudut orbita atas temporal dilalui oleh saraf lakrimal (V). bersama-sama tulang palatinum dan zigomatikus (Ilyas. 2010).frontal. saraf nasosiliar (V). os. dan dasar orbita yang terutama terdiri atas tulang maksila.Anatomi Bola Mata (Sumber : Khurana. dan saraf simpatik yang berasal dari pleksus karotid. lakrimal. saraf okulomotor (III). dilalui oleh saraf optik. Dinding lateral orbita membentuki sudut 45 derajat dengan dinding medialnya. os. zigomatik. sfenoid.

berjalan menuju troklea dan dikatrol balik dan kemudian berjalan di atas otot rektus superior.Depresi . Rektus inferior dipersarafi oleh n. K. Otot Rektus Inferior Rektus inferior mempunyai origo pada anulus Zinn. 2010). berinsersi pada sklera posterior 2 mm dari kedudukan makula.Fisura orbita inferior terletak di dasar tengah temporal orbita dilalui oleh saraf infra-orbita.Aduksi (gerak sekunder) 4. 2010). Oblik inferior mempunyai origo pada fosa lakrimal tulang lakrimal. 2010). dipersarafi saraf okulomotor. III (Ilyas. Fungsi menggerakkan mata : . zigomatik dan arteri infra orbita. Otot penggerak mata terdiri atas 6 otot yaitu : 1. abduksi dan eksiklotorsi (Ilyas. Oblik superior dipersarafi saraf ke IV atau saraf troklear yang keluar dari bagian dorsal susunan saraf pusat (Ilyas. 2. Fosa lakrimal terletak di sebelah temporal atas tempat duduknya kelenjar lakrimal. berjalan antara oblik inferior dan bola mata atau sklera dan insersi 6 mm di belakang limbus yang pada persilangan dengan oblik inferior diikat kuat oleh ligamen Lockwood. Otot Rektus Lateral . Otot Oblik Superior Oblik superior berorigo pada anulus Zinn dan ala parva tulang sfenoid di atas foramen optik. Otot Penggerak Mata Otot ini menggerakkan mata dengan fungsi ganda dan untuk pergerakan mata tergantung pada letak dan sumbu penglihatan sewaktu aksi otot (Ilyas. 3. yang kemudian berinsersi pada sklera dibagian temporal belakang bola mata. 2010). bekerja untuk menggerakkan mata keatas.Eksoklotorsi (gerak sekunder) .

Rektus lateral mempunyai origo pada anulus Zinn di atas dan di bawah foramen optik. Otot ini berinsersi 7 mm di belakang limbus dan dipersarafi cabang superior N. Rektus lateral dipersarafi oleh N. Ketika dilatasi maksimal. 2010). Diameter pupil ini sendiri diatur oleh dua elemen kontraktil pada iris yaitu papillary constrictor yang terdiri dari otot-otot sirkuler dan papillary dilator yang terdiri dari sel-sel epithelial . terutama bila tidak melihat ke lateral . 2010). 5. dan berinsersi 5 mm di belakang limbus.Aduksi. terfokus pada retina dan menghasilkan sebuah bayangan yang kecil dan terbalik. Proses Visual Mata Proses visual mata dimulai saat cahaya memasuki mata.III (Ilyas. pupil dapat dilalui cahaya sebanyak lima kali lebih banyak dibandingkan ketika sedang kontraksi maksimal. Otot Rektus Medius Rektus medius mempunyai origo pada anulus Zinn dan pembungkus dura saraf optik yang sering memberikan dan rasa sakit pada pergerakkan mata bila terdapat retrobulbar. terutama bila mata melihat ke lateral : . 2010). VI. Menggerakkan mata untuk aduksi (gerakan primer) (Ilyas.Insiklotorsi 2. Fungsinya menggerakkan mata-elevasi. Dengan pekerjaan menggerakkan mata terutama abduksi (Ilyas. Otot Rektus Superior Rektus superior mempunyai origo pada anulus Zinn dekat fisura orbita superior beserta lapis dura saraf optik yang akan memberikan rasa sakit pada pergerakkan bola mata bila terdapat neuritis retrobulbar. 6. Rektus medius merupakan otot mata yang paling tebal dengan tendon terpendek.2.

Setelah cahaya mengalami refraksi. Lensa hanya berfungsi untuk menajamkan bayangan yang ditangkap saat mata terfokus pada benda yang dekat dan jauh. Sel-sel tersebut dikenal juga sebagai myoephitelial cells (Saladdin. Badan sel dari setiap neuron ini dipisahkan oleh plexiform layer dimana neuron dari berbagai lapisan bersatu. Proses perubahan ini terjadi pada retina (Saladdin. terdapat selapis sel-sel yang berisi pigmen melanin yang bersama-sama dengan pigmen pada choroid membentuk suatu matriks hitam yang mempertajam penglihatan dengan mengurangi penyebaran cahaya dan mengisoloasi fotoreseptor-fotoreseptor yang ada. sinyal yang terbentuk akan diteruskan ke nervus optikus. sel-sel ini berkontraksi dan melebarkan pupil sehingga lebih banyak cahaya yang dapat memasuki mata. . 2006). Pada sensory retina. Beberapa media refraksi mata yaitu kornea (n=1. pembentukan bayangan pada retina bergantung pada kemampuan refraksi mata (Saladdin.38). superior colliculi dan korteks serebri (Seeley. melewati pupil dan mencapai retina. bipolar dan ganglionic. terdapat tiga lapis neuron yaitu lapisan fotoreseptor. Kornea merefraksi cahaya lebih banyak dibandingkan lensa.kontraktil yang telah termodifikasi. Pada pigmented retina.40). Lapisan pleksiformis luar berada diantara lapisan sel bipolar dan ganglionic sedangkan lapisan pleksiformis dalam terletak diantara lapisan sel bipolar dan ganglionic (Seeley. Retina memiliki dua komponen utama yakni pigmented retina dan sensory retina. Jika sistem saraf simpatis teraktivasi. dan lensa (n=1. tahap terakhir dalam proses visual adalah perubahan energi cahaya menjadi aksi potensial yang dapat diteruskan ke korteks serebri. optic tract. setelah cahaya memasuki mata.33).2006). lateral geniculate dari thalamus. 2006). Setelah aksi potensial dibentuk pada lapisan sensori retina. Kontraksi dan dilatasi pupil terjadi pada kondisi dimana intensitas cahaya berubah dan ketika memindahkan arah pandangan kita ke benda atau objek yang dekat atau jauh. Pada tahap selanjutnya. optic chiasm. aqueous humor (n=1. 2006). 2006).

2. (Riordan-Eva. Peripheral Vision Peripheral vision adalah penglihatan yang timbul pada saat cahaya jatuh pada area diluar macula lutea retina dan memberikan stimulus pada fotoreseptor yang berada pada area tersebut. Central Vision Central vision adalah penglihatan yang timbul pada saat cahaya jatuh pada area makula lutea retina dan memberikan stimulus pada fotoreseptor yang berada pada area tersebut. mata yang tidak diperiksa ditutup dengan menggunakan telapak tangan dan pemeriksa duduk sejajar dengan pasien. 2. yaitu : 1. Penglihatan perifer dapat ditinjau secara cepat dengan menggunakan confrontation testing.Gambaran jaras penglihatan yang telah dijelaskan sebelumnya dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 2. maka mata kiri pasien ditutup dan mata kanan pemeriksa ditutup. Pasien diminta untuk melihat lurus sejajar dengan mata kiri . Jaras Penglihatan (Sumber : Khurana. 2007). 2007) Penglihatan manusia dapat dibagi menjadi dua. Pada pemeriksaan ini. Jika mata kanan pasien diperiksa.

Untuk mendeteksi adanya gangguan. Ketajaman Penglihatan 2. dapat melihat dan mengambil objek  9 bulan : Tajam Penglihatan 20/200  1 tahun : Tajam Penglihatan 20/100  2 tahun : Tajam Penglihatan 20/40  3 tahun : Tajam Penglihatan 20/30  5 tahun : Tajam Penglihatan 20/20 (Ilyas. 2007).3. 2009) Secara klinis. Tajam penglihatan bayi sangat kurang dibandingkan dengan penglihatan anak. mielinisasi berjalan terus sesudah lahir. Penglihatan yang optimal hanya dapat dicapai bila terdapat suatu jalur saraf visual yang utuh.pemeriksa. Perkembangan penglihatan berkembang cepat sampai usia dua tahun dan secara kuantitatif pada usia lima tahun (Ilyas. pemeriksa menunjukan angka tertentu dengan menggunakan jari tangan yang diletakkan diantara pasien dan pemeriksa pada keempat kuadran penglihatan. Pasien diminta untuk mengidentifikasi angka yang ditunjukkan (Riordan-Eva. 2007).1. 2009) Tajam penglihatan bayi berkembang sebagai berikut :  Baru Lahir : Menggerakkan kepala ke sumber cahaya besar  6 minggu : Mulai melakukan fiksasi. struktur mata yang sehat serta kemampuaan fokus mata yang tepat (RiordanEva. Walaupun perkembangan bola mata sudah lengkap waktu lahir. 2. Perkembangan Ketajaman Penglihatan Ketajaman penglihatan merupakan kemampuan sistem penglihatan untuk membedakan berbagai bentuk (Anderson.3. Gerakan mata tidak teratur ke arah sinar  3 bulan : Dapat menggerakkan mata kearah benda yang bergerak  4-6 bulan : Koordinasi penglihatan dengan gerakan mata. derajat ketajaman anak-anak mencapai nilai yang mendekati 6/6 saat mencapai usia 5 tahun. Hal ini dikarenakan pemeriksaan visus pada anak-anak secara subjektif maupun objektif tidak dapat menghasilkan data . 2007). Perkembangan kemampuan melihat sangat bergantung pada perkembangan sampai pada kemampuan menilai pengertian melihat.

Resolution acuity adalah kemampuan mata untuk mengenali dua titik ataupun benda yang mempunyai jarak sebagai dua objek yang terpisah (Leat. 2009). Recognition acuity adalah ketajaman penglihatan yang berhubungan dengan detail dari huruf terkecil. Hubungan antara jenis ketajaman penglihatan tersebut dengan usia dimana kondisi tersebut dapat dicapai dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2.yang valid. angka ataupun bentuk lainnya yang dapat dikenali.1. 2009) . 2009).1 Studi Ketajaman Penglihatan pada Anak Usia Lima Tahun Keatas (Sumber : Leat. berikut (Leat. Ketajaman penglihatan dapat di bagi lagi menjadi recognition acuity dan resolution acuity.

2. waktu papar. 2009). Biasakan memeriksa tajam penglihatan kanan terlebih dahulu kemudian kiri lalu mencatatnya. Pasiennya dinyatakan dengan angka pecahan seperti 20/20 untuk penglihatan normal. Tajam penglihatan perlu dicatat pada setiap mata yang memberikan keluhan mata. Setiap mata diperiksa terpisah. Biasanya pemeriksaan tajam penglihatan ditentukan dengan melihat kemampuan membaca huruf-huruf berbagai ukuran pada jarak baku untuk kartu. Dengan gambar kartu Snellen ditentukan tajam penglihatan dimana mata hanya dapat membedakan dua titik tersebut membentuk sudut satu menit. 2009). sedangkan beberapa faktor seperti penerangan umum.2. Pemeriksaan tajam penglihatan dilakukan pada mata tanpa atau dengan kacamata. Makin jauh huruf harus terlihat. 2009). ataupun proyeksi sinar. Gangguan penglihatan memerlukan pemeriksaan untuk mengetahui sebab kelainan mata yang mengakibatkan turunannya tajam penglihatan. Satu huruf hanya dapat dilihat bila seluruh huruf membentuk sudut lima menit dan setiap bagian dipisahkan dengan sudut satu menit. Untuk besarnya kemampuan mata membedakan bentuk dan rincian benda ditentukan dengan kemampuan melihat benda terkecil yang masih dapat dilihat pada jarak tertentu (Ilyas. kontras. .3. maka makin besar huruf tersebut harus dibuat karena sudut yang dibentuk harus tetap lima menit (Ilyas. Untuk mengetahui tajam penglihatan seseorang dapat dilakukan dengan kartu Snellen dan bila penglihatan kurang maka tajam penglihatan diukur dengan menentukan kemampuan melihat jumlah jari (hitung jari). mata dapat melihat huruf pada jarak 20 kaki yang seharusnya dapat dilihat pada jarak tersebut. Tajam penglihatan normal rata-rata bervariasi antara 6/4 hingga 6/6 atau 20/15 (atau 20/20 kaki). Pada keadaan ini. Tajam penglihatan maksimum berada di daerah fovea. Pemeriksaan visus mata Pemeriksaan tajam penglihatan merupakan pemeriksaan fungsi mata. dan kelainan refraksi mata dapat merubah tajam penglihatan mata (Ilyas.

Bila pasien tidak dapat mengenal huruf terbesar pada kartu Snellen maka dilakukan uji hitung jari. sehingga huruf ini pada orang normal akan dapat dilihat dengan jelas (Ilyas. berarti huruf tersebut membentuk sudut lima menit pada jarak 60 meter. Pada jarak ini mata akan melihat benda dalam keadaan beristirahat atau tanpa akomodasi. misalnya kartu baca Snellen yang setiap hurufnya membentuk sudut lima menit pada jarak tertentu sehingga huruf pada baris tanda 60. yang oleh orang normal huruf tersebut dapat dilihat pada jarak enam meter. 4. 7. Dengan uji lambaian tangan. maka dapat dinyatakan tajam penglihatan pasien yang lebih buruk daripada 1/60. yang berarti hanya dapat menghitung jari pada jarak 1 meter. Huruf pada baris tanda 6 adalah huruf yang membentuk sudut lima menit pada jarak enak meter. Orang normal . 5. maka dinyatakan tajam 3/60. 2009). Bila tajam penglihatan 6/6 maka berarti ia dapat melihat huruf pada jarak enak meter. Jari dapat terlihat terpisah oleh orang normal pada jarak 60 meter. berarti tajam penglihatan pasien adalah 6/50. 2.Pemeriksaan tajam penglihatan sebaiknya dilakukan pada jarak lima atau enam meter. seperti : 1. Bila pasien hanya dapat melihat atau menentukan jumlah jari yang diperlihatkan pada jarak tiga meter. Bila pasien hanya dapat membaca pada huruf baris yang menunjukkan angka 50. Bila tajam penglihatan adalah 6/60 berarti ia hanya dapat terlihat pada jarak enam meter yang oleh orang normal huruf tersebut dapat dilihat pada jarak 60 meter. dan pada baris tanda 30. Dengan pengujian ini tajam penglihatan hanya dapat dinilai sampai 1/60. 3. 6. berarti tajam penglihatan pasien adalah 6/30. berarti huruf tersebut membentuk sudut lima menit pada jarak 30 meter. Pada pemeriksaan tajam penglihatan dipakai kartu baku atau standar. Dengan kartu Snellen standar ini dapat ditentukan tajam penglihatan atau kemampuan melihat seseorang. Bila pasien hanya dapat membaca pada huruf baris yang menunjukkan angka 30.

maka dilakukan uji pinhole. Bila seseorang diragukan apakah penglihatannya berkurang akibat kelainan refraksi. Pada anak yang lebih besar dapat dipakai benda-benda yang lebih besar dan berwarna untuk digunakan dalam pengujian penglihatannya (Ilyas. Bila penglihatan sama sekali tidak mengenal adanya sinar maka dikatakan penglihatannya adalah 0 (nol) atau buta nol (Ilyas. Bila penglihatan berkurang dengan diletakkannya pinholedi depan mata berarti ada kelainan organic atau kekeruhan media penglihatan yang mengakibatkan penglihatan menurun (Ilyas. Pada bayi yang belum mempunyai penglihatan seperti orang dewasa secara fungsional dapat dinilai apakah penglihatannya akan berkembang normal dengan melihat refleks fiksasi. 2009). 2009). 9. Keadaan ini disebut sebagai tajam penglihatan 1/~. Bayi normal akan dapat berfiksasi pada usia 6 minggu. Untuk mengetahui sama tidaknya ketajaman penglihatan kedua mata dapat dilakukan dengan uji menutup salah satu mata. Orang normal dapat melihat adanya sinar pada jarak tidak berhingga. Pada bayi adalah tidak mungkin melakukan pemeriksaan tersebut. Hal diatas dapat dilakukan pada orang yang telah dewasa atau dapat berkomunikasi. yang berarti ia sedang memakai mata yang tidak disenangi atau kurang baik dibanding dengan mata lainnya (Ilyas. 2009). Bila mata hanya dapat melihat lambaian tangan pada jarak satu meter berarti tajam penglihatannya adalah 1/300. sedang mempunyai kemampuan untuk dapat mengikuti sinar pada usia 2 bulan. Bila satu mata ditutup akan menimbulkan reaksi yang berbeda pada sikap anak. 2009). maka berarti ada kelainan refraksi yang masih dapat dikoreksi dengan kacamata. Refleks pupil sudah mulai terbentuk sehingga dengan cara ini dapat diketahui keadaan fungsi penglihatan bayi pada masa perkembangannya.dapat melihat gerakan atau lambaian tangan pada jarak 300 meter. Bila dengan pinhole penglihatan lebih baik. Kadang-kadang mata hanya dapat mengenal adanya sinar saja dan tidak dapat melihat lambaian tangan. . 8.

Tabel 2. 2003). Age-related Macular Degeneration. dibawah ini terlihat tajam penglihatan yang dinyatakan dalam sistem desimal.2 Nilai Tajam Penglihatan dalam Meter. dan trauma (Saw. yaitu : . Ketajaman penglihatan cenderung menurun sesuai dengan meningkatnya usia seseorang.8 6/9 20/30 0. 2009). kelainan refraksi yang tidak dikoreksi. Macular Hole.0 5/6 20/25 0. Jenis kelamin bukan merupakan suatu faktor yang mempengaruhi ketajaman penglihatan seseorang (Xu. Penurunan Tajam Penglihatan Penurunan ketajaman penglihatan dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti usia.4. visual impairment adalah suatu keterbatasan fungsional dari mata. amblyopia. 2.4 6/18 20/70 0. Indonesia.6 6/12 20/40 0. Visual Impairment Menurut International Classification of Diseases (ICD).1 (Sumber : Ilyas. didapat bahwa penyebab tertinggi terjadinya low vision atau visual impairment adalah katarak.Pada tabel 2. 2007).2. kesehatan mata dan tubuh dan latar belakang pasien. Snellen dalam meter dan kaki (Ilyas.5 5/12 20/50 0. 2009) 2. Kaki dan Desimal Snellen (6 meter) 20 kaki Sistem decimal 6/6 20/20 1.7 5/9 15/25 0. 2005). Dari penelitian yang dilakukan di Sumatera.3 6/60 20/200 0. Kelainan refraksi merupakan suatu kelainan mata yang herediter (Riordan-Eva. Visual impairment ini sendiri dapat dinilai dengan menggunakan tiga kriteria penting.3.3. Optic Atrophy.

Ocular Motality Motalitas okuler dapat dinilai dengan menggunakan arc perimeter dengan pasien tetap melihat menggunakan kedua mata. Visual Field Metode tradisional standar yang dapat digunakan untuk menilai gangguan dalam lapangan pandang adalah kinetic perimetry untuk menentukan lapangan pandang setiap mata secara keseluruhan. 2007). Motalitas okuler dapat menilai adanya gangguan pada mata seperti diplopia (Riordan-Eva. 3. (Riordan-Eva.1. . 2007). 2007). 2. Visual Acuity Ketajaman penglihatan dapat dinilai dengan metode yang telah dijelaskan sebelumnya (Riordan-Eva.