You are on page 1of 18

Pendahuluan

BAB
I
1.1Pengantar
1.2Besaran dan Sistem Pengukuran
1.3Ketidakpastian Pengukuran dan Angka Signifikan
1.4Sistem Satuan dan Dimensi
1.5Fungsi
1.6Differensiasi
1.7 Integrasi
1.8Vektor Operator
1.1 Pengantar
Fisika merupakan salah satu cabang dari ilmu pengetahuan alam eksakta (Natural
Sciences). Berbeda dengan awal masa sejarah dan masa pertengahan, kajian fisika pada
masa kini bertumpu pada metoda ilmiah dan tidak lagi sekedar berdasar pada filsafat
murni, yakni misalnya dengan pertanyaan dari mana, untuk apa, mengapa begini dan
bukan begitu dan seterusnya. Hingga pada abad ke 18 ilmu fisika meliputi ilmu alam
yang wilayah cakupannya lebih luas daripada apa yang ada sekarang; yakni meliputi
bidang astronomi, astrologi, biologi, kesehatan, meteorologi dan bidang lainnya.
Sedangkan kini bidang kajian fisika semakin menyempit, seperti misalnya bidang
mekanika, balistik dan optika geometri yang telah mulai dipelajari secara intensif dalam
bidang matematika. Fisika meneliti dan mengkaji fenomena alam tidak hidup. Bidang ini
membatasi dirinya pada proses yang dapat diamati dan dapat dihasilkan ulang, serta
menganalisisnya melalui sekumpulan istilah. Istilah-istilah ini seperti misalnya panjang,
waktu, massa, muatan listrik dan medan magnet didefenisikan secara jelas dan tegas
serta dituliskan secara kuantitatif melalui angka dan satuan. Ilmu fisika melakukan
formulasi hukum dengan bantuan istilah tersebut serta mencari bentuk matematisnya.
Menurut sejarah perkembangan dan penemuannya ada dua bagian dalam ilmu fisika
yaitu fisika klasik dan fisika modern. Dalam fisika klasik, fenonema alam dilukiskan
secara konkrit melalui logika "naif" dan "rasio akal sehat". Bidang ini mencakup
Fisika Dasar

I-1

arus listrik. teori elektronmagnetik Maxwell. Panjang. optika gelombang dan sebagian termodinamika. dan jumlah zat merupakan besaran pokok. Besaran-besaran selain dari besaran ini merupakan besaran turunan (derived quantities). dll. Untuk dapat mengetahui harga dari suatu besaran dilakukan pengukuran. terdapat 7 besaran pokok dan 2 besaran tambahan. Fisika Dasar I-2 . atau tinggi badan si B 1. Interpretasi naif dari ruang dan waktu tidak lagi berlaku. Umur dan tinggi merupakan dua contoh besaran. teori relatifitas. Sebagai contoh kita menyebut umur si A 25 tahun. Dalam fisika klasik. Awal sejarah fisika modern secara umum ditandai pada tahun 1900 saat Max Planck mempublikasikan teori kuantumnya. Pengukuran merupakan aspek penting karena suatu hukum baru dapat diberlakukan apabila telah terbukti secara eksperimental. Peningkatan kuantitas pengetahuan fisika selama 20 tahun terakhir telah mengakibatkan pertambahan jumlah bidang dalam fisika. Ada dua fisikawan yang berperan penting dalam pengembangan pilar utama fisika yaitu Galileo Galilei (1564-1642) sebagai pendiri fisika eksperimental modern dan Isaac Newton (1643-1727) yang mengembangkan pemodelan dalam fisika dengan bantuan matematika. Teori kuntum ini tidak dilukiskan secara konkrit. optika geometri. Dalam fisika. hal itu tidak mungkin lagi dilakukan kini. Wilayah kajian fisika modern meliputi mekanika kuantum. gaya.2 Besaran dan Sistem Pengukuran Besaran (quantity) merupakan hal penting dalam fisika. Besaran dibedakan atas besaran pokok (dasar) dan besaran turunan. temperatur. kuat cahaya. percepatan. fisika inti dan fisika partikel elementer serta optika elektron. waktu.70 m. misalnya kecepatan. kecepatan pertikel yang diteliti dianggap sangat kecil dibanting kecepatan cahaya. 1. massa. Besaran didefisikan sebagai sesuatu yang secara konsep memiliki harga/nilai. Meski hukum Newton terdapat pada seluruh bidang fisika dan membuat formulasi dalam beberapa bidang. dan selain itu besaran aksi dan energinya sangat besar dibanding bilangan kuantum Planck. dan eksperimen tidak dapat dipisahkan dari pengukuran. fisika atom.Pendahuluan mekanika Newton. sedangkan sudut datar dan sudut ruang merupkan besaran tambahan.

2 ± 0.2 cm dan ketidakpastian 0. Angka-angka di dalam suatu bilangan yang turut mempengaruhi hasil-hasil perhitungan dikenal sebagai angka signifikan.1 cm. Karena itu. ketepatan pengukuran merupakan bagian penting dari fisika. Akan tetapi. Perlu diperhatikan bahwa angka signifikan tidak bisa dipisahkan dari angka pengukuran (skala terkecil alat ukur).Pendahuluan Setiap pengukuran memiliki satuan. dalam hal ini papan diukur menggunakan mistar). Prosentase ketidakpastian adalah rasio ketidakpastian terhadap harga terukur dikalikan dengan 100%.2) x 100% = 2%.062 cm merupakan angka signifikan. yakni dengan mengetahui lebih dahulu ketergantungannya/hubungannya dengan besaran lain.1 cm. maka angka 6 (enam) dan 2 (dua) dalam 0. tidak ada pengukuran yang secara mutlak tepat. misalnya meteran.21. maupun terhadap besaran turunan. untuk mengetahui panjang suatu benda kita menggunakan alat pengukur panjang. Contohnya. untuk mengetahui waktu tempuh pelari sprint.062 cm. maka prosentase ketidakpastian adalah: (0. Misalkan kalau pengukuran adalah 5.001 cm atau 0. Misalkan lebar papan tulis ditulis 5. kita tidak harus mengukur masing-masing besaran untuk mengetahui harganya sebab terdapat besaran yang harganya dapat diketahui melalui perhitungan.1 dan 5.3 Ketidakpastian Pengukuran dan Angka Signifikan Hubungan antar besaran yang dinyatakan dalam hukum-hukum fisika baru dapat diyakini kebenarannya apabila didukung oleh ekperimen yang didasari oleh pengukuran yang baik. Secara umum. dan dua angka signifikan pada pengukuran 0. Oleh karena itu. Bilangan Fisika Dasar I-3 . Sebagai contoh. 1. Pada umumnya estimasi ketidakpastian berhubungan dengan nilai skala terkecil alat ukur. pemberian hasil dari suatu pengukuran harus disertai dengan estimasi ketidakpastian (estimated uncertainty).1/5.1 cm menyatakan estimasi ketidakpastian dalam pengukuran. Lebar aktual papan berada antara 5. terdapat empat angka signifikan pada bilangan 23. Pengukuran dapat dilakukan baik terhadap besaran pokok. Untuk alat ukur dengan 0. selalu terdapat ketidakpastian dalam setiap pengukuran. kita menggunakan stopwatch. Angka 0.002 cm sebagai skala terkecil.3 cm. Hasil dari suatu pengukuran yang kita lakukan mungkin lebih besar atau kecil daripada yang kita catat.

Berapakah volume balok tersebut? Jawab: Volume = Panjang x Lebar x Tinggi = 20. 5.900 memiliki jumlah angka signifikan yang tidak jelas. kalau angka tersebut ditulis sebagai 3. 20.1) serta satuan turunan.Pendahuluan 36.21 x 10. Dengan analogi yang sama berarti 3. pembagian.4 1. lebar mengandung 3 angka signifikan dan tinggi mengandung 3 angka signifikan. Akan tetapi.690 x 104 memiliki empat angka signifikan. mungkin tiga. dalam ranah ilmiah di hampir semua negara. dan 8. second) yang menggantikan sistem CGS (centimeter.69 x 10 4. Sebenarnya metode pengukuran ini masih sering digunakan di daerah pedalaman di seluruh dunia. pengurangan. 50.72 = 1797. second).4.901.72 cm. yakni satuan dasar dan satuan pelengkap (Lihat Tabel 1. atau 1. 2. kilogram. Kenapa demikian? Karena skala terkecil pengukuran dapat saja 100. atau kalau terdapat bilangan 36. Akan tetapi. dan penjumlahan dua bilangan atau lebih hendaknya ditulis dalam jumlah angka yang signifikan terkecil dari bilangan induk.21 cm. Terdapat 3 komponen dalam SI. misalnya depah atau langkah kaki untuk alat atau satuan pengukuran panjang. Hasil perkalian. atau lima angka signifikan. empat.1 Sistem Satuan dan Dimensi Sistem Satuan Pada mulanya satuan-satuan pengukuran hanya dinyatakan dengan perasaan atau organ tubuh manusia.55824 cm 3 Perhatikan bahwa panjang kotak mengandung 4 angka signifikan. lebar dan tinggi sebuah balok secara berurutan adalah 20. 10. Maka volume kotak harus mengandung 3 angka signifikan =1. Sistem ini didasarkan pada sistem MKS (meter.2 cm. 1. gram. Contoh 1: Hasil pengukuran panjang. Bilangan induk hendaknya dalam keadaannya yang semula (tidak mengurangi angka signifikan) pada saat mengalami operasi matematik. Sistem Satuan Internasional (SI) telah umum digunakan.2 x 8.80 x 104 cm3. 10. kita pastikan terdapat lima angka signifikan. Fisika Dasar I-4 . kita dapat pastikan bahwa terdapat tiga angka signifikan.

Pada tahun 1960 satu meter didefenisikan sebagai 1.650.458 dari satu detik.73 kali panjang gelombang cahaya dalam ruang hampa yang terpancar akibat transisi antara tingkat energi 2p 10 dan 5d5 oleh atom kripton 86. dan berdasarkan perjanjian internasional disebut sebagai massa sebesar satu kilogram. Mula-mula standar 1 m dinyatakan sebagai sepersepuluh juta dari jarak khatulistiwa ke kutub utara melalui Dunkirk. Mula-mula satu detik didefenisikan sebagai 1/86. Barulah dalam dalam Tahun 1790 Akademi Ilmu Pengetahuan Prancis menetapkan meter (disingkat m) sebagai Satuan Internasional (SI) panjang. dibuat balok platinum yang menunjukkan panjang ini. yaitu massa dari atom C12 yang berdasarkan perjanjian internasional diberikan harga sebesar 12 satuan massa atom terpadu (disingkat ?. Standar sekunder dikirim ke laboratorium standar di berbagai negara dan massa dari benda-benda lain dapat ditentukan dengan menggunakan teknik neraca berlengan sama. Standar massa kedua adalah dalam skala atomik. bukan satuan SI. Pada tahun 1983 satu meter telah didefenisikan kembali sebagai panjang lintasan cahaya dalam ruang vakum selama interval waktu dari 1/299.Pendahuluan Sebagai konsekuensi dari terdapat 7 besaran pokok.792. sehingga berbeda-beda untuk setiap tempat/negara. Massa atom lain dapat ditentukan secara teliti dengan menggunakan spektrometer massa. standar massa dan standar waktu. Standar Waktu Standar waktu adalah second (s). Prancis.irridium yang disimpan di kota Serves. Standar Panjang Sampai 200 tahun yang lalu. Berikut akan diuraikan konvensi yang digunakan untuk standar panjang.400 dari rata-rata dalam satu hari. satuan-satuan pengukuran panjang tidak distandarkan. maka ada 7 satuan pokok. Selanjutnya. Standar Massa Standar SI untuk massa adalah sebuah silinder platinum.660x10 -27 kg). tepatnya di International Bureau of Weight and Measures. 1 ? = 1. Kemudian pada tahun 1955 digunakan jam atomik jenis tertentu yang didasarkan atas frekuensi Fisika Dasar I-5 . waktu yang didasarkan atas rotasi bumi.763.

Sedangkan besaran dasar adalah besaran yang dimensinya ditentukan secara defenisi seperti pada tabel berikut: Tabel 1. 4. Satu detik didefenisikan sebagai 9. 1.Pendahuluan karakteristik isotop Cs133 di Laboratorium Boulder di Lembaga Standar Nasional Inggris.4.s-1 m. Hasil ini meningkatkan ketelitian pengukuran waktu menjadi 1 bagian dalam 1012. 5.631. detik yang didasarkan atas jam cesium diterima sebagai SI oleh Konferensi Umum mengenai Berat dan Ukuran ke-13. lebih baik sekitar 103 kali dari pada ketelitian dengan metode astronomis.770 kali periode transisi Cs133 tertentu.192. 3. Cahaya Besaran Tambahan Sudut Datar Sudut Ruang Satuan Lambang Simbol Dimensi meter m [L] kilogram kg [M] sekon s [T] ampere A [I] kelvin K [] mole mol [N] kandela cd [J] radian steradian rad sr Tabel 1.2 Dimensi Dimensi dari satuan besaran fisis adalah cara menyatakan suatu besaran fisis yang tersusun dari besaran dasar (besaran pokok).1b Besaran Turunan dan Satuan Fundamental SI NO 1.s-2 I-6 . 2.m-3 m. BESARAN TURUNAN Luas Volume Massa Jenis Kecepatan Percepatan Fisika Dasar RUMUS DIMENSI SATUAN Panjang x Lebar Panjang x Lebar x Tinggi Massa / Volume Jarak / Waktu Kecepatan / Waktu [L][L]=[L]2 [L][L][L]=[L]3 [M]/[L]3= [M][L]-3 [L]/[T]=[L][T]-1 [L][T]-1/[T]=[L][T]-2 m2 m3 kg. Pada tahun 1967. Persamaan matematis yang menghubungkan besaran-besaran fisis harus memenuhi prinsip kehomogenan dimensi.1a Besaran dasar dan Satuan Fundamental SI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Besaran Dasar Panjang Massa Waktu Arus Listrik Suhu Jumlah Zat Int.

melalui suatu tabung silinder tergantung pada: a. Energi persatuan luas mempunyai satuan (SI) Joule/meter2.   1   J . 2 2 2 Joule ( kg.m kg    2 2 2 2 2 meter m s . 8. 11.m. Gradien tekanan (tekanan/jarak atau p/l) b. Jawab : Jika Q = debit alir cairan = Fisika Dasar Volume det ik dengan satuan m3/s maka : I-7 . Jari-jari tabung (r) c.2 Awalan untuk satuan SI Faktor 1018 1015 1012 109 106 103 Awalan Lambang Faktor eksa E 10-3 penta P 10-6 tera T 10-9 giga G 10-12 mega M 10-15 kilo K 10-18 awalan milli mikro nano piko femto atto Lambang m  n p f a Contoh 2: Tuliskan dalam satuan fundamental SI.s 2 m ) A = kg m2s-2A-1 Contoh 3: Tentukan dimensi dari “energi persatuan luas” Jawab.m s maka dimensinya: [M][T] -2 Contoh 4 : Anggap volume dari suatu cairan yang mengalir tiap detik.s   Jawab. 10. 7. 9. Gaya Usaha Energi Tekanan Daya Impuls & Momentum Massa x Percepatan Gaya x Jarak Massa x (Kecepatan)2 Gaya / Luas Usaha / Waktu Gaya x Waktu [M][L][T]-2 [M][L][T]-2[L]=[M][L]2[T]-2 [M]([L][T]-1)2=[M][L]2[T]-2 [M][L][T]-2/[L]2 =[M][L]-1[T]-2 [M][L]2[T]-2/[T]= [M][L]2[T]-3 [M][L][T]-2[T]= [M][L][T]-1 kg.s-2 Newton (N) Joule (J) Pascal (Pa) Watt (W) N. Koefisien viskositas cairan () Dengan analisis dimensi tentukan rumus dari laju volume (volume cairan yang mengalir tiap detik) jika dimensi dari viskositas adalah ML-1T-1. besaran fluks magnetic  P  I   V .m / s ) kg.m.s  A s      .Pendahuluan 6.s  Nm A  ( kg.s Tabel 1.

s  ( k ) r2 m2 m 3 s 2 k dengan dim ensi k  [ M ] 1 [ L]3 [T ]  2 kg F k 1. maka diperoleh nilai a. Jika disamakan pangkat untuk setiap dimensi untuk ruas kanan dengan ruas kiri. m .5 Fungsi Jika terdapat suatu hubungan matematis y = f(x). c sebagai berikut : a  c  0  a  c  a  1 b  c  3  b  3  c  3  (1)  2  2a  c  1  2(c )  c  1  1c  1  c  1 jika harga-harga koefisien a. Jawab : kg 2 m1  m 2 2  Newton  kg . c disubtitusi pada persamaan awal maka diperoleh rumus Q adalah :  pr2    l  Q  k  ( p / l ) a  ( r ) b  ( ) c  k  ( p / l )1  ( r ) 2  ( ) 1  k   Contoh 5 : Karena tidak semua konstanta tidak bersatuan. maka dapat disimpulkan beberapa hal - f adalah suatu fungsi yang memetakan x ke y. - y adalah fungsi dari x. b. - x adalah suatu perubah bebas karena tidak bergantung pada y. maka dengan analisis dimensi tentukanlah satuan dan dimensi dari k berdasarkan rumus : F k m1  m 2 r2 . b.3 Beberapa fungsi dan bentuk grafiknya Fungsi x Bentuk Grafik Linier : y=a+bx Fisika Dasar I-8 .Pendahuluan Q  k  ( p / l ) a  (r ) b  ( ) c  [ M ][ L][T ]  2 [ L]  [ L]3 [T ] 1  k   1 [ L] [T ]  k  [ M ] [T ] 3 a 2 a a    [ L]b  ([ M ][ L] 1 [T ]1 ) c   [ L]b  [ M ]c [ L] c [T ] c  k  [ M ]a  c [ L]b c [T ]  2 a c dengan k merupakan konstanta tdk bersatuan. ya Tabel 1. - y adalah suatu perubah tidak bebas karena bergantung pada x.

x y Misalkan pada suatu fungsi y = f(x).1 (garis lurus) diberikan oleh : garis singgung y  f  x   a  bx a 0 lim  f  x  x   f  x   dy  y'  f '  x   b x  0 dx x x (1.6 Differensiasi “Differensial” atau sering diterjemahkan sebagai “turunan” suatu fungsi didefinisikan sebagai “laju perubahan suatu peubah / variabel terhadap peubah lain” atau “laju perubahan fungsi terhadap perubah bebasnya”.sin x ya Eksponensial : x Pendahuluan 1 Cos x x y=ae y x Logaritmik : x y y = ln x Trigonometrik : y = sin x -1 y = cos x 1.3) = gradien arah garis lurus (garis singgung kurva).1) (1.2) (1. x Fisika Dasar I-9 . maka defenisi turunan adalah y lim  f  x  x   f  x   dy y   x x  0 x dx x+Δx Persamaan garis singgung pada Gambar 1.

dy d d   sin 2 3x  cos 2 x    sin 2 3x    cos 2 x  dx dx dx  d  sin 3x  2  d  cos 2 x   2 sin 3x . n adalah konstanta 2 a f(x) a f’(x). e3x – 2x2 + (1/2)x .6 m/s2 Contoh 8: Carilah turunan fungsi y = 4 sin 3x Jawab: Dengan menggunakan dalil-7 untuk f(x) = 3x dy/dx = 4 (3) cos 3x = 12 cos 3x Tabel 1. dx Contoh 7: Carilah kecepatan dan percepatan benda pada saat t = 1 detik jika posisi benda dinyatakan oleh x = 10 t – 3 t2 Jawab: v(kecepatan) = dx/dt = 10 – 6t = 10 – 6 (1) = 4 m/s.4 Beberapa Rumus Diferensiasi f(x) C (konstan) F(x) = df(x)/dx 0 Dalil 1 Xn n xn-1. g(x) f’(x) g(x) + f(x) g’(x) 5 Fisika Dasar I-10 .1 Skema grafik proses differensiasi Contoh 6: Carilah turunan dari : a.Pendahuluan Gambar 1.2 Jawab: a. sin23x + cos 2x b.3 cos 3x   2 sin 2 x  dx dx  6 sin 3x cos 3x  2 sin 2 x  6 sin 3x cos 3x  2 sin 2 x d   e 3 x  2 x 2  12 x  2   3e 2 x  4 x  1 2 b. a(percepatan) = dv/dt = . a adalah konstanta 3 f(x) + g(x) f’(x) + g’(x) 4 f(x) .

diperoleh : dy/dx = 6 e6x + 30 e3x + 0 = 6 e3x (e3x + 5) 1. -f(x) sin f(x) 8 1/x .b. sin f(x) cos x . Jawab: Soal diselesaikan dengan dalil-4 atau dalil-6. Secara operasi matematis. 1/f(x) f’(x) 9 ex . g(x) = 10 e3x . y = (e3x + 5)2 = e6x + 10 e3x + 25 f(x) = e6x . Tabel 1. atau mencari fungsi turunan yang diberikan. dimana C mempunyai harga sembarang dan bisa disebut konstanta integrasi.4) Integral semacam ini disebut ”integral tidak tentu”. ef(x) Contoh 9: Carilah turunan dari fungsi y = (e3x + 5)2 . f’(x) cos f(x) 7 cos x . n  -1 11 I-11 . Jika kita mempunyai fungsi turunan df(x)/dx = f(x) maka untuk mencari fungsi asal F(x) dilakukan integrasi.5 Beberapa integral tidak tentu (a. ln f(x) ex .7 Integrasi Secara fisis. dalil rantai 6 sin x . integrasi memperbesar atau menaikkan orde kebergantungan besaran turunan terhadap besaran dasar. integrasi bisa berarti penjumlahan. dan h(x) = 25 Dengan dy/dx = f(x) + g(x) + h(x) dengan bantuan dalil-10 . f’(x) ef(x) 10 ln x. differensiasi memiliki arti memperkecil atau menurunkan dimensi atau orde kebergantungan beserta turunan (perubah tidak bebas) terhadap besaran dasar (perubah bebas). cos f(x) -sin x . yaitu :  f  x  dx  F  x   C   (1.Pendahuluan f(g(x)) (df/dg)(dg/dx). Dengan dalil-4 terlebih dahulu suku dalam kurung dikuadratkan. mencari luas di bawah kurva.C = konstan)  f ( x )dx  x dx n Fisika Dasar  F ( x)  C Dalil (1/(n+1))xn+1 + C. Sebaliknya.

harga konstanta C dapat ditentukan. maka xb b  f  x  dx   F  x   x  a  F  b  F  a    a (1.b (f(x) dx f(x) dx a f(x) dx Contoh 10 : Fisika Dasar I-12 .5) Integral berbentuk rumus disebut ”integral tentu” Tabel 1.Pendahuluan   cos (ax) dx  sin x + C 13 (1/a) sin (ax) + C 14 -cos x + C 15 -(1/a) cos (ax) + C 16 ex + C 17 (a/b) ebx + C 18 sin x dx  sin (ax) dx    12 cos x dx   ln (x) + C 1/x dx x e dx bx a e dx a f(x) + f(x) dx a  [g(x) + f(x)] dx   g(x) dx +  u(x) dv(x) uv - 19 f(x) dx  20 f(x) dx 21 v du Jika harga F(x) diketahui untuk harga x tertentu. Jika pada integral diberi batas atas (misalnya x = b) dan batas bawah (misalnya x = a).6 Beberapa sifat integral tentu Jenis Kesamaan Dalil Keterangan 0 22 Integral keliling 23 Integral batas balik 24 Integral batas bersambung a  a f(x) dx a  b  a f(x) dx  a c c   b f(x) dx + b .

 dx 3x b). kalau Fisika Dasar I-13 ... x = 10 meter 10 = 10 + 30 + C2  C2 = -30 maka: x = 10 t2 + 30 t – 30  t = 100 detik = 10 (100)2 + 30 (100) – 30 = 102. Jawab: V(kecepatan) =  a dt =  20 dt  20 t  C 1 . ? misal : 1  2 x 2  u du  4 xdx  xdx   1 4 du  3x 1  2 x 2 dx   3(  1 4)u 1 2 du   3 4  u 1 2 du 3/ 2 3  1  1 2 1 3 2 1 2 1 1   C  u  C   1  2 x 2   C u 4  2  1 43 2 1. 1  2 x 2 dx Jawab : dx a).  2  1   2 1 1x  C   x 1  C    C  x   2  1   x  2 dx   1  2 x 2 dx  . Atau sebuah pesawat tempur terbang dengan kecepatan 300 km/jam misalnya.Pendahuluan Sebuah benda bergerak dengan percepatan rata-rata 20 m/s 2. Kecepatan benda 50 m/s dan jarak yang ditempuh 10 meter. Hitung kecepatan dan jarak pada saat t = 10 detik. t = 1. pada saat t = 1 detik. Informasi yang kita berikan ini masih dapat menyesatkan. dx 2 3x b). v = 50 m/s 50 = 20 + C1  C1 = 30 maka v = 20 t + 30  t = 100 detik  v = 20 (100) + 30 = 2030 m/s  x (jarak) = v dt =  (20 t + 30) dt = 10 t2 = 30 t + C2 t = 1.970 meter Contoh 11: dx  Carilah: a).8 Vektor Operator Jika kita ingin memberikan informasi kepada orang lain tentang pergeseran suatu benda sejauh 5 meter misalnya..  .

suatu vektor dapat diuraikan dalam tiga komponen.Pendahuluan disertakan dengan arah pergeseran benda A atau arah pesawat tempur yang terbang. dan digambarkan secara grafis dengan garis berpanah. Sedangkan besaran-besaran yang tidak memerlukan informasi arah disebut ”besaran skalar”. temperatur dan kerapatan. pergeseran. Ay dan Az masing-masing sebagai komponen vektor A dalam arah x. Arah panah menyatakan arah vektor. j dan k didefinisikan sebagai vektor yang mempunyai besar sama dengan satu dan arah sejajar dengan sumbu x. y dan z berturut-turut. pengurangan dan perkalian besaran-besaran vektor sangat dipengaruhi oleh arah dari masing-masing besaran vektor tersebut. antara lain : kecepatan. Vektor satuan i.8. Besar vektor A ditulis dengan A atau A (tanpa garis panah di atasnya) dan bila komponen-komponen kartesian diketahui maka A diberikan berdasarkan A  A  A 2x  A 2y  A 2z (1. A Fisika Dasar + B C Aθ C φ B B A I-14 . Besaran-besaran yang memerlukan informasi arah disebut ”besaran vektor”. Umumnya besaran vektor ditulis dengan menggunakan simbol yang bergaris panah di atasnya atau ditulis dengan menggunakan simbol huruf tebal.2 Komponen Vektor 1. Suatu vektor A dapat diuraikan sebagai A = Ax i + Ay j + Az k (1.1 Penjumlahan Vektor Jika dua buah vektor masing-masing A dan B dijumlahkan maka menghasilkan sebuah vektor resultan C. Dalam sistim koordinat kartesian tiga dimensi. Penjumlahan. gaya. y dan z. antara lain : massa. percepatan dan momentum.6) Dengan Ax .7) z  k   j y i x Gambar 1.

8.8. maka: A  B   A x i  A y j  A z k    Bx i  B y j  Bz k   Ax B x  A y B y  Az B z (1.11) I. hasilnya adalah vektor A  B  A B sin   AB sin  Fisika Dasar (1.15) I-15 . Jika komponen-komponen kartesian dari A dan B diketahui.3 Perkalian Titik (Dot Product) Operasi perkalian vektor ada dua macam.8) 2 2 C  A  B  2 A B cos  (1. Yang pertama adalah ”perkalian titik”.9) C = A+ B = B + A 2 2 (1.4 Perkalian Silang (Cross Product) Operasi perkalian vektor yang kedua adalah ”perkalian silang”. i j = j k = k i = 0 karena ketiga vektor satuan saling tegak lurus 1.13) dengan  adalah sudut antara vektor A dan B.12) 1.14) dengan: i i = j j = k k = 1 . diberi tanda ”  ” antara dua vektor.2 Pengurangan Vektor Pengurangan dua buah vektor didefinisikan sebagai : A – B = A + (-B) (1.8.3 Penjumlahan Vektor C = A+ B 2 (1.Pendahuluan Gambar 1. diberi tanda ”x” antara dua vektor. hasilnya adalah skalar. A  B  A B cos   AB cos  (1.10) 2 C  A  B  2 A B cos (1.

Pendahuluan dengan  adalah sudut antara vektor A dan B. r1  r2  2i  4 j  3 j  2k  6k  4 j  0  8i  8i  4 j  6k     r1  r2  r1 r2 cos c.       12   cos  20    13  cos 12 12    arc. cos 20 . 1  r2 c. 13 260 SOAL LATIHAN 1.17) dengan : i x j = -j x i = k . r1  r2   r b. k x i = -i x k = j Arah vektor A x B senantiasa tegak lurus dengan luasan yang dibentuk oleh perkalian silang tersebut. r1  r2  2i  4 j  3 j  2k  12   ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ ˆ b. j x k = -k x j = i . Contoh 12: Diketahui vektor-vektor posisi sebagai berikut :   r1  2iˆ  4 ˆj dan r2  3 ˆj  2 kˆ hitunglah :   a. sudut yang diapit oleh vektor-vektor tersebut. Jawab:   ˆ ˆ ˆ ˆ a.16) atau i A  B  Ax j Ay k Az Bx By Bz (bentuk determinan) (1. Tuliskan dimensi dari besaran berikut ini: Fisika Dasar I-16 . Jika diuraikan dalam komponen-komponen kartesian : A  B   A x i  A y j  A z k   Bx i  B y j  Bz k   A y B z  Az B y  i   Az B x  Ax B z  j   A x B y  A y B x  z (1.

6. Energi per volume 2. Massa electron m. c.0m. 5.0 m dalam arah 60o ke utara dari timur.0 m ke timur dan 6. Sebuah electron bergerak dalam orbit elips mengelilingi inti atom Hidrogen. Tentukanlah satuan dan dimensi Z. dy = +2. d. Pascal meter d. b. 5. 5. 5. maka tentukanlah nilai a. Jawab : a.4 m. Sebuah kawat panjangnya L dan luas penampangnya A. dx = +5. Sebuah partikel mengalami tiga kali pergeseran berturut-turut dalam sebuah bidang datar sebagai berikut : 4. Watt/meter2 b. komponen pergeseran resultan c.8 m. B = 4 j – 2 k. ay = -2. Laju cahaya sekitar 3x108 m/dtk. Nyatakan laju cahaya dalam satuan astronomis per menit. bx = +5. A B Fisika Dasar b. B I-17 .7 m. komponen masing-masing pergeseran b. maka kerja yang dilakukan uantuk menarik kawat Ax 2 Z 2 L . Newton meter c. Jika kawat ditarik akan bertambah panjang sejauh x. by = 0. ax = -2.c jika dimensi L dinyatakan dalam [M]a[L]b[T]c 4.b. 25o utara dari timur.8 m. Satu satuan astronomis (au) adalah jarak dari bumi ke matahari kira-kira 149 juta km. Pilih sumbu-y mengarah ke utara dan sumbu-x mengarah ke timur dan tentukanlah : a. dan C = i – j + k. 25o selatan dari barat. adalah 3.Pendahuluan a. pergeseran untuk mengembalikan partikel tersebut ke titik asalnya.0 m ke barat-daya. sehingga besarnya momentum sudutnya adalah L=mvr.2m. jari-jari orbit r dan kecepatan electron v. cy = +5. Diketahui vektor A = 2i+ 3 k. besar dan arah pergeseran resultan d. cx = +3.0 m. tentukanlah: a.2 m.7 m. Volt Ampere meter e.

bx = 0.2 . Tentukanlah sudut antara a dan b. cy = + 4.58 b) -6 c) 5 d) 4i – 20 j + 8 k e) 112o. A • C d. b. 7.5 satuan. A x B x C e. Tentukanlah komponen vaktor c yang tegak lurus a.0 satuan. I-18 . Dua buah vektor a dan b memiliki komponen. terletak dalam bidang x-y dan besarnya 5. ay = 1.5 dalam satuan sembarang. Fisika Dasar b) cx = + 2.2 satuan.Pendahuluan c.6 . Sudut antara A dan B Jawab : a) 4. Jawab : a) 57o. by = 4.5 . a. ax = 3.