You are on page 1of 1

Lemahnya Dinasti Abbasiyah Sebagian Wilayahnya Memisahkan Diri

Pada masa pemerintahan Bani Umayyah (Dinasti Umawiyah), negara
adalah satu, mencakup wilayah Timur, seperti negeri antara dua sungai dan
perbatasan China-India, sampai Barat seperti Maroko dan Andalus. Wilayahwilayahnya dipimpin gubernur yang ditunjuk Khalifah Damaskus.
Ketika pemerintahan beralih pada Bani Abbas (Dinasti Abbasiyah),
sebagian negara berdiri sendiri atas rekomendasi Abbasiyah. Bahkan, sebagian
negara berdiri sendiri dengan mengalahkan Abbasiyah.
Pada masa pemerintahan Abu Ja’far al-Manshur, Abdur Rahman bin
Muawiyah bin Hisyam bin Abdul Malik menguasai Andalus pada tahun 138
Hijriah. Dia berkuasa sendirian di Andalus dan menghancurkan kekuasaan
Abbasiyah serta mengembalikan kekuasaan kepada Bani Umayyah.
Saat Al-Manshur memerintah, Idris bin Muhammad, yang termasuk cucu
Hasan bin Ali bin Abi Tholib, mendirikan Dinasti Idrisiyah di Maroko pada tahun
172 Hijriah.
Sementara itu, di tahun 205 Hijriah Thahir bin Husain, berdasarkan
mandat dari Al-Makmun, mendirikan Dinasti Bani Thahir di Khurasan atas
jasanya membantu mengalahkan Al-Amin, saudara Al-Makmun.
Keempat negara tersebut terpisah dari Dinasti Abbasiyah, merdeka, dan
diwarisi secara turun-temurun.
Mereka terpisah secara berbeda. Dinasti Bani Umayyah di Andalus dan
Dinasti Idrisiyah di Maroko. Jauh sama sekali tidak berhubungan dengan Dinasti
Abbasiyah, sementara Dinasti Bani Thahir dan Dinasti Aghalibah masih
berhubungan dengan Dinasti Abbasiyah dan saling bersahabat.
Pada periode kedua Dinasti Abbasiyah, negara-negara dibawh ini
memisahkan diri.
Pada tahun 254 Hijriyah, Mesir dan Suriahmemisahkan diri. Keduanya
dikuasai Dinasti Ahmad bin Tulun, lalu diganti Dinasti Ikhsydiyah. Dinasti
Shaffariyah berdiri di Sijistan di bawah pimpinan Laits bin Shaffar. Mereka
menguasai Khurasan dan mengalahkan Bani Thahir.