You are on page 1of 2

Tepung ikan merupakan limbah ikan berupa sisa dari bagianbagian ikanmaupun ikan-ikan kecil yang tidak

dikomsumsi yang telah
mengalami proses pengeringan dan penggilingan, dan dimanfaatkan
sebagai pakan ternak. Tepungikan merupakan salah satu bahan pakan
yang berpotensi sebagai sumber proteinmaupun lemak terutama asam
lemak tak jenuh rantai panjang yang banyak berperan dalam,
memperbaiki penampilan reproduksi ternak (Ali, 2014).
Premix merupakan campuran beberapa mineral dalam suatu
bahan pembawa (carrier) yang digunakan sebagai bahan pakan untuk
memenuhi kebutuhan mineral ternak. Premix adalah campuran bahan
pakan yang diencerkan ( carrier), yang dalam pemakaiannya harus
dicampurkan kedalam bahan pakan ternak. Premix juga merupakan
kombinasi beberapa mikro-ingredient dengan bahan penyerta sehingga
merupakan kombinasi yang siap dicampurkan dalam pakan ternak.
Komposisi premix berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan relatif pada
tiap jenis ternak. Premix disusun dengan mempertimbangkan faktor
kebutuhan ternak dan faktor reaksi antar mineral saat dimetabolisme
dalam tubuh ternak. Premix mengandung mineral dan pemberian
sejumlah mineral bersifat esensial untuk kesehatan, pertumbuhan, dan
produksi ternak yang optimal (Parakasi, 1993). Pemberian kurang dari
jumlah mineral yang optimum dapat menyebabkan meningkatnya insiden
penyakit dan masalah reproduksi, produksi yang rendah, dan laju
pertumbuhan yang menurun pada sapi dara. Defisiensi mineral utama
yang kecil mampu mempengaruhi fungsi kekebalan sapi dan kemampuan
naturalnya untuk melawan infeksi, seperti pada penyakit mastitis dan
penyakit lainnya. Penurunan kekebalan dijumpai sebelum penurunan
produksi atau beberapa kelainan akibat defisiensi, seperti perubahan
warna bulu dan lesi kulit.
Ransum adalah makanan yang disediakan bagi ternak untuk 24
jam. Suatu ransum seimbang menyediakan semua zat makanan yang
dibutuhkan untuk memberi makan ternak selama 24 jam. Konsumsi

Kamal (1998) menyatakan bahwa konsumsi ransum akan semakin meningkat dengan meningkatnya berat badan ternak. 2002. Kamal. Bogor. peternak perlu memahami manfaat serta kandungan nutrisi bahan-bahan baku pakan yang akan diramu menjadi pakan ternak. Balai Penelitian ternak. Untuk dapat menguasai cara membuat pakan sendiri. 2014. Ali. Kebutuhan gizi itik petelur dan itik pedaging. Beberapa metode penyusuan Ransum adalah dengan metode Pearson’s square. Hamdan. Fakultas Peternakan Universitas Gajahmada. Ketaren. 1993. menurut Ketaren (2002) menyatakan kebutuhan itik petelur dalam tabel berikut: Metoda menyusun ransum itik. Parakasi. Yogyakarta. Angkasa Bandung. Purwokerto. dan dengan menggunakan aplikasi yang telah di buat untuk menyusun ramsun seraca tepat dan efisien. . Amirudin. Kandungan tepung ikan. Trial and error. Salah satu faktor penunjang untuk sukses dalam usaha beternak itik adalah pemahaman dan keterampilan peternak dalam mengolah bahan baku pakan menjadi pakan jadi. Jumlah ransum yang dikonsumsi juga akan bertambah dengan bertambahnya umur ternak. P. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak. Universitas Wijaya Kusuma. Kebutuhan nutrien itik petelur.1998. P. M. Bahan Pakan dan Penyusun Ransum.ransum sangat dipengaruhi oleh berat badan dan umur ternak.