You are on page 1of 29

MAKALAH BUDIDAYA TANAMAN BUAH

BUDIDAYA TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus Murr)

Oleh:
Iqbal Trisakti Saputra
Mia Adita
Fitri Fauzia

A1L113008
A1L113012
A1L113014

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2015
PRAKATA

Assalamualaikum Wr.Wb.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang atas izin-Nya penulis
akhirnya dapat menyelesaikan makalah dengan judul Budidaya Durian.
Makalah ini disusun untuk memenuhi syarat mata kuliah Budidaya Tanaman
Buah. Oleh karena itu,

penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Ir.

Slamet Rohadi S., M.Agr.St. selaku dosen pengampu Budidaya Tanaman Buah
yang telah mendukung dalam penyusunan makalah ini .
Akhirnya, penulis berharap agar makalah ini dapat berguna bagi penulis
khususnya dan pembaca umumnya, serta penulis mengharapkan kritik dan saran
yang sifatnya membangun guna kebaikan penulisan di masa yang akan datang.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Purwokerto, 14 Oktober 2015

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
PRAKATA ............................................................................................................ i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii

DAFTAR TABEL.................................................................................................. iv
DAFTAR GAMBAR............................................................................................. v
I.
II.

PENDAHULUAN ................................................................................................ 1
A. Latar Belakang........................................................................................... 1
B. Tujuan........................................................................................................ 4
PEMBAHASAN.................................................................................................... 5
A. Botani Tanaman Durian............................................................................. 5
B. Syarat Tumbuh Tanaman Durian............................................................... 8
1. Iklim..................................................................................................... 8
2. Media Tanam....................................................................................... 9
C. Musim Buah...............................................................................................10
1. Berbunga .. 10
2. Berbuah 10
D. Tindakan Budidaya....................................................................................12
1.
2.
3.
4.
5.

III.

Perbanyakan tanaman..........................................................................12
Pemilihan bibit....................................................................................12
Pengolahan tanah.12
Penanaman dilapangan.13
Pemeliharaan.......................................................................................14
a. Penyiraman....................................................................................14
b. Penyiangan....................................................................................14
c. Pemupukan....................................................................................14
6. Pengendalian Hama dan Penyakit.......................................................15
E. Panen.........................................................................................................16
F. Pasca Panen...............................................................................................19
1. Pengumpulan .. 19
2. Pengangkutan . 19
3. Pemberian Tanda 19
4. Pembersihan 19
5. Penirisan . 19
6. Pemeraman . 20
7. Pengemasan 20
8. Pemasaran 21
PENUTUP......................................................................................................22
A. Kesimpulan . 22

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................23
LAMPIRAN .........................................................................................................24

DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 1. Kandungan gizi buah durian.................................................................... 3

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Toko olahan durian dengan mengolah buah durian menjadi es


duren di Kota Purwokerto......................................................

24

Gambar 2. Pohon Durian telah banyak Buah Durian yang tumbuh...............

24

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari wilayah Asia
Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri
khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai
duri. Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit). Durian
adalah buah yang kontroversial, meskipun banyak orang yang menyukainya
karena memiliki bau harum dan memiliki rasa yang khas., namun sebagian yang
lain malah muak dengan aromanya. Sebelumnya durian hanya tanaman liar dan
terpencar-pencar di hutan raya "Malesia", yang sekarang ini meliputi daerah
Malaysia, Sumatera dan Kalimantan. Para ahli menafsirkan, dari daerah asal
tersebut durian menyebar hingga ke seluruh Indonesia, kemudian melalui
Muangthai menyebar ke Birma, India dan Pakistan. Adanya penyebaran sampai

sejauh itu karena pola kehidupan masyarakat saat itu tidak menetap. Hingga pada
akhirnya para ahli menyebarluaskan tanaman durian ini kepada masyarakat yang
sudah hidup secara menetap (Setiadi, 2008).
Terdapat banyak nama lokal untuk tanaman durian. Nama terbanyak
ditemukan di Kalimantan, yang mengacu pada berbagai varietas dan spesies yang
berbeda. Durian di Jawa dikenal sebagai duren (bahasa Jawa, bahasa Betawi) dan
kadu (bahasa Sunda). Di Sumatera dikenal sebagai durian dan duren (bahasa
Gayo). Di Sulawesi, orang Manado menyebutnya duriang, sementara orang Toraja
duliang. Pada Kota Ambon dan Kepulauan Lease biasa disebut sebagai Doriang.
Lalu, Nama Durian di daerah Pulau Seram bagian timur disebut rulen.
Buah yang memiliki nama latin durio zibethinus Murr. Tanaman ini banyak
sekali mengandung vitamin B,C,E dan Zat Besi. Selain itu, daging buah durian
juga mengandung banyak sekali zat gizi dan diataranya : Karbohidrat, lemak,
protein, serat, kalsium ( Ca ), Fosfor ( P ), Asam Folat, Magnesium ( Mg ),
Potasium atau kalsium ( K ).
Tanaman durian merupakan tanaman yang bermanfaat untuk beberapa
bahan olahan makanan. Namun selain sebagai makanan buahan segar dan olahan
lainnya, durian memiliki manfaat lain yaitu pada bagian tanaman. Adapun
manfaat dari bagian tanaman durian yaitu : (1). Tanamannya sebagai pencegah
erosi di lahan-lahan yang miring, (2). Batang pohon durian berguna sebagai bahan
bangunan atau perkakas rumah tangga. Kayu durian setara dengan kayu sengon
sebab kayunya cenderung lurus, (3). Memiliki kandungan pati yang cukup tinggi,
berpotensi sebagai altenatif pengganti makanan, (4). Kulitnya dipakai sebagai

bahan abu gosok yang bagus dengan cara dijemur sampai kering dan dibakar
sampai hancur (Sunarjono, 2002).
Disamping rasa dan aromanya yang sedap, buah durian (daging buahnya)
juga banyak mengandung zat-zat gizi, hal itu dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 1. Kandungan gizi buah durian

Negara

Indonesia

berada

didaerah

tropis

yang

banyak

memiliki

keanekaragaman spesies, yang dapat dimanfaatkan untuk menanam bahan pangan


seperti tanaman buah yang kaya akan vitamin. Indonesia memiliki tanaman buah
yang kaya akan vitamin serta manfaat. Tanaman buah kaya manfaat tersebut salah
satunya adalah buah durian. Permintaan buah durian saat ini sangat tinggi dan
harga durian juga tergolong tinggi. Pengembangan tanaman durian secara intensif
dan komersial selain merupakan upaya pelestarian plasma nutfah buah tropis, juga
bermanfaat bagi peningkatan kualitas lingkungan dan tatanan kehidupan manusia.
Batang (pohon) durian yang sudah tidak produktif dapat dimanfaatkan untuk
bahan bangunan atau kayu bakar. Bagian utama dari tanaman durian yang

mempunyai nilai ekonomi dan sosial cukup tinggi adalah buah. Buah yang telah
matang (masak) selain enak dikonsumsi segar dapat juga diolah lebih lanjut
menjadi berbagai jenis makanan maupun pencampur minuman (Rukmana, 1996).

B. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah: mengenali lebih jauh tanaman
durian dari aspek botani, tindakan budidaya, manfaat yang terkandung, serta
panen dan penanganan pasca panen dari tanaman durian.

II. Pembahasan

A. Botani Tanaman Durian


Durian merupakan salah satu anggota genus Durio. Durian yang dapat
dikonsumsi ada sembilan spesies, yaitu D. zibethinus, D. kutejensis (lai), D.
excelsus (apun), D. graveolens (tuwala), D. dulcis (lahong), D. grandiflorus
(sukang), dan D. testudinarum (sekura), D. lowianus (teruntung), dan D.oxleyanus
(kerantungan). Dari sembilan jenis tersebut yang paling banyak dibudidayakan
adalah D. zibethinus (Uji, 2005). Taksonomi tanaman durian (Durio zibethinus
Murr.)

adalah

Kingdom

Plantae,

Divisio

Spermatophyta,

Subdivisio

Angiospermae, classis Dicotyledoneae, ordo Malvales, famili Bombacaceae,


genus Durio, spesies Durio zibethinus Murr (Ashari, 1995).
Daun tersusun secara spiral pada cabang, berbentuk jorong (ellipticus)
hingga lanset (lanceolatus), dasar daun runcing (acutus) atau tumpul (obtusus)
dengan ujung daun runcing. Permukaan bagian atas daun mengkilap, sedangkan
permukaan daun bagian bawah berambut dan berwarna kecoklat-coklatan.
Ketinggian batang durian dapat mencapai 50 m dengan batang tegak, berkayu,
bulat, mempunyai percabangan banyak dan membentuk tajuk (kanopi) mirip

10

kerucut atau segitiga. Sistem percabangan durian tumbuh mendatar atau tegak
membentuk sudut 300 - 400 tergantung pada varietasnya. Cabang yang letaknya
di bagian bawah ataupun sebelah atas merupakan tempat melekatnya bunga
(Rukmana, 1996).
Durian hanya berbuah sekali dalam setahun dan mulai berbunga setelah
berumur antara 5-10 tahun (Suharyono, 1990 cit. Latifah, 2004). Bunga berada di
cabang (ramiflorus). Biji buah durian berbentuk bulat telur (oval), dengan panjang
3,5- 5,0 cm dan diameter 2,5-3,5 cm. Biji buah durian tergolong rekalsitran
(Hofmann dan Seiner, 1989 cit. Brown, 1997), dan berkecambah dalam waktu 3-8
hari dengan tipe perkecambahan hipogeal atau semihipogeal (Burger, 1972). Buah
durian tergolong buah sejati tunggal berbentuk bulat (globose), bulat telur (oval)
atau elipsoidal (ellipsoid) dengan panjang 25 cm dan diameter 20 cm. Warna buah
hijau hingga coklat, dengan panjang duri mencapai 1 cm (Subhadrabandhu et al.,
1991). Buah durian bertipe kapsul berbentuk bulat, bulat telur, hingga lonjong,
dengan panjang hingga 25 cm dan diameter hingga 20 cm. kulit buahnya tebal,
permukaanya bersudut tajam berduri, karena itu di sebut durian, walaupun ini
bukan dari dalam pengertian botani, berwarna hijau kekuning-kuningan,
kecoklatan, hingga keabu-abuan. Buah berkembang setelah pembuahan dan
memerlukan 4 sampai 6 bulan untuk pemasakan. Pada masa pemasakan terjadi
persaingan antar buah pada satu kelompok, sehingga hanya satu atau beberapa
buah yang akan mencapai kemasakan, dan sisanya gugur. Buah akan jatuh sendiri
apabila masak. Pada umumnya berat buah durian dapat mencapai 1,5 hingga 5
kilogram. Setiap buah memiliki 5 ruang yang menunjukkan banyaknya daun buah

11

yang dimiliki masing-masing ruangan terisi oleh beberapa biji, biasanya 3 butir
atau lebih, lonjong hingga 4 centimeter panjangnya, dan berwarna merah muda
kecoklatan mengkilat. Biji terbungkus oleh arillus daging buah berwarna putih
hingga kuning terang dengan ketebalan yang bervariasi, namun ada kultivar
unggul ketebalan arillus ini dapat mencapai 3 cm. Tinggi tanaman dapat mencapai
50 meter. Tanaman durian terdiri atas bagian kayu, batang, bunga, dan akar.
Bagian kayu terdiri atas batang dan cabang tanaman. Cabangnya tumbuh
mendarat atau tegak dan membentuk sudut yang bervariasi tergantung pada jenis
dan variasinya. Percabangannya banyak dan membentuk tajuk mirip kerucut atau
segitiga. Daun tanaman durian berbentuk bulat memanjang dengan bagian ujung
meruncing. Letaknya berselang-seling dan pertumbuhannya secara tunggal.
Struktur daun agak tebal dengan permukaan daun sebelah atas berwarna hijau
mengkilap dan bagian bawah berwarna cokelat atau kuning keemasan. Bunga
durian tersusun dalam tangkai agak panjang bergerombo. Bunga durian
berkelamin sempurna dalam satu bunga terdapat kelamin betina dan jantan. Setiap
kuntum bermahkota lima helai yang terlepas satu sama lain dan memiliki benang
sari 3-12 helai yang berwarna putih atau kuning. Kuncup bunga berbentuk bulat
panjang dengan ukuran sekitar 2 cm. Benang sari berukuran 3-5 cm dengan putik
diujungnya. Buah durian berbentuk bulat, dari bulat panjang sampai tidak
beraturan. Tangkai buah berbentuk bulat panjang dan terletak dipangkal buah.
Panjangnya bisa sampai 15 cm. Buah terdiri atas kulit, daging, dan biji. Warnanya
hijau sampai cokelat kekuningan, tergantung pada tingkat kematangan buah.
Daging buah terletak di juring-juring atau petakpetak dalam buah. Ketebalan,

12

rasa, warna, dan tekstur daging buah juga tergantung pada jenis dan variasi durian.
Daging buah menyelimuti biji yang berwarna putih kekuningan sampai cokelat.
Akar tanaman durian merupakan akar tunggal (Benard & Wiryanta, 2008).
B. Syarat Tumbuh Tanaman Durian
1. Iklim
Iklim sebagai syarat tumbuh tanaman sangat berpengaruh terhadap
kehidupan tanaman. Unsur-unsur iklim yang berpengaruh terhadap budidaya
tanaman durian, antara lain yaitu :

a) Ketinggian tempat dan suhu


Ketinggian tempat sebenarnya tidak termasuk unsur iklim, namun
suhu sangat erat hubungannya dengan ketinggian tempat. Semakin
tinggi suhu tempat atau suhu suatu lingkungan, maka suhu rata-rata
harian akan turun, begitu pula sebaliknya. Tanaman durian sangat
cocok dengan ketinggian 200-600 meter dan suhu rata-rata 200C300C.
b) Pencahayaan
Proses fisiologis tanaman memerlukan energi yang diambil dari
cahaya matahari. Semakin rendah intensitas sinar matahari yang
diterima, tanaman memerlukan waktu lebih lama untuk melakukan
proses fisiologis sehingga perubahan karbohidrat dalam buah menjadi
gula semakin sulit dilakukan. Intensitas cahaya matahari yang
dibutuhkan durian adalah 45-50%. Sewaktu masih kecil (baru ditanam

13

di kebun), tanaman durian tidak tahan terik matahari di musim


kemarau, sehingga bibit harus dilindungi.
c) Curah hujan
Perbandingan antara jumlah hari hujan dan hari kering serta intensitas
curah hujan setiap tahun sangan menentukan pertumbuhan suatu
tanaman. Curah hujan untuk tanaman durian maksimum 30003500/tahun dan minimal 1500-3000 mm/tahun (AAK, 1997).
2. Media Tanam
Tanaman durian mengkehendaki tanah yang subur. Jenis tanah yang cocok
untuk tanaman durian adalah jenis tanah latosol, posolik, dan ondosol. Tanah yang
memiliki ciri-ciri warna hitam keabu-abuan kelam, struktur tanah lapisan atas
berbutir-butir, sedangkan tanah bagian bawah bergumpal, dan kemampuan
mengikat air tinggi. Keasaman tanah yang dikehendaki tanaman durian dengan pH
tanah 5,5-6,5. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lahan untuk tanaman
durian adalah tipe tanah yang paling ideal. Lahan yang paling cocok bertanam
durian harus mmenuhi syarat sebagai berikut: (a) suplai air yang cukup, (b)
terhindar dari banjir dan air menggenang, (c) aerasi dan drainasenya baik, (d) pH
tanah antara 5,5-6,5, (e) tanah subur, gembur, banyak mengandung bahan organik,
(f) lapisan solum cukup dalam atau lebih dari 150 Cm (Tim Bina Karya Tani,
2008).

14

C. Musim Buah
1. Berbunga
Bunga durian tersusun dalam tangkai agak panjang bergerombol. Bunga
durian berkelamin sempurna, artinya dalam satu bunga terdapat kelamin betina
dan jantan. Setiap kuntum bermahkota lima helai yang terlepas satu sama lain dan
memiliki benangsari 3-12 helai yang berwarna putih atau kuning. Kuncup bunga
berbentuk bulat panjang dengan ukuran sekitar 2 cm. Benang sarinya berukuran 35 cm dengan putik diujungnya. Sejak bunga muncul sampai mekar diperlukan
waktu sekitar enam minggu. Sedangkan bunga pertama muncul pada usia 8
tahun. Musim berbunga jatuh pada musim kemarau, sekitar bulan Juni-September.
2. Berbuah
Tanaman durian sekitar 4-5 bulan setelah berbunga, buah sudah matang.
Buah yang sudah matang akan jatuh sendiri dan mengluarkan bau harum dan
khas. Untuk buah yang dipetik langsung, dianginkan 1-2 hari, kemudian diperam.
Menghasilkan tanaman durian yang dapat berbuah sepanjang tahun, sebenarnya
bukan dengan membuahkan tanaman durian dua kali setahun seperti anggapan
banyak orang. Cara yang digunakan adalah membagi tanaman durian dalam areal
kebun menjadi dua atau tiga bagian (blok). Pengembangan di setiap blok-lah yang
diatur .
Cara pengaturannya sebagai berikut. Misalkan musim durian di Indonesia
jatuh pada bulan Desember sampai Februari. Pembungannya dimulai kurang lebih

15

empat bulan sebelumnya,yaitu pada bulan september. Tentu saja pada bulan-bulan
Agustus sampai dengan November tidak ada durian. Jika menginginkan panen
durian pada bulan-bulan tersebut, tanaman durian pada blok satu harus diberi
pupuk perangsang pembuahan dan disemprot dengan Paclobutrasol sejak bulan
Maret. Penyemprotan dengan Paclobutrasol ini dapat diulang jika tanaman masih
menampakkan kemunculan tunas baru.

16

D. Tindakan Budidaya
1. Perbanyakan tanaman
Perkembangbiakkan tanaman durian dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu
perkembangbiakkan

secara

generatif,

menggunakan

biji.

Perkembangbiakkan secara vegetatif, menggunakan cangok, setek dan


merunduk. Perkembangbiakkan secara campuran antara generatif dan
vegetatif, menggunakan biji yang di gunakan sebagaibatang bawah dan
disambung atau di okulasi dengan batang atas yang di aggap baik atau
unggul.
2. Pemilihan bibit
Sebelum kegiatan penanaman, bibit harus disediakan dulu. Langkah awal
dalam menyediakan bibit adalah pemilihan bibit. Untuk lebih memastikan
jenis atau varietas bibit yang akan di tanam, carilah bibit di petani atau
pedagang yang sudah mempunyai kredibilitas dan benar-benar mempunyai
pohon induk sendiri serta sudah mendapatkan sertifikat dari Departemen
Pertanian. Bibit durian yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
Keadaan tanaman subur, segar, sehat, daunnya banyak, batangnya kokoh,
bebas hama dan penyakit, mempunyai percabangan 2-4 arah, dan
menunjukkan perkembangan tunas baru. Selain itu, ada keseimbangan
antara tinggi tanaman dan jumlah daun.
3. Pengolahan tanah

17

Tujuan pengolahan tanah adalah agar tanah menjadi subur sehingga tanaman
durian dapat tumbuh dengan baik dan hasil buahnya pun lebih memuaskan.
Faktor yang menentukan kesuburan tanah adalah kandungan humus dan
daya kapiler air tanah yang tinggi. Karen tanah itu berlapis-lapis, jika tekstur
halus dan kasarnya ini berlainan, akibatnya air sulit naik ke atas. Dengan
kata lain, struktur tanah menentukan daya kapiler tanah. Cara pengolahan
tanah yang baik adalah tanah dibersihkan dari rerumputan, dibajak,
dicangkul dan batang serta kayu yang ada disekitarnya dikumpulkan. Bila
drainase sekitar lahan kurang baik maka harus dibuat parit-parit drainase di
sekitar kebun. Pengolahan tanah dilakukan menjelang atau sebelum musim
hujan.
4.

Penanaman di lapangan
Jarak tanam durian yang ideal adalah 7 m x7 m atau 8 m x 8 m untuk tanah
yang kurang subur atau lahan yang belum pernah ditanami. Pada tanahtanah yang subur jarak tanam adalah 8,5 m x 8,5 m atau 9,5 m x 9,5 m.
Lubang tanam digali dengan ukuran 80 x 80 x 70 atau 70 x 70 x 60 cm,
sedangkan jarak antara lubang tanam dapat dibuat antara 7 9,5 m. Tanah
galian lapisan atas lebih kurang 20 cm ditempatkan di sisi lubang secara
terpisah dari lapisan bawah, lalu dicampur pupuk kompos atau pupuk
kandang 30 kg per lubang dan dibiarkan terbuka, terangin-angin dan terkena
sinar matahari selama 20-30 hari. Bibit diletakkan di tempat lubang tanam
sejajar dengan permukaan tanah dan keranjang di buka secara hati-hati.
Lubang tanam ditutup dengan tanah lapisan atas dan lapisan bawah

18

kemudian dipadatkan dan diratakan. Penanaman dilakukan pada awal


musim hujan, pada waktu penanaman bibit sebaiknya kita beri naungan
untuk menghindari sengatan matahari, guyuran hujan yang lebat juga untuk
melindungi tanaman muda dari terjangan angin kencang. Tanah di sekitar
tanaman sebaiknya ditutupi dengan dengan jerami kering agar kelembaban
tanah tetap stabil. Naungan bisa dibongkar setelah tanaman berumur 3-5
bulan.
5.

Pemeliharaan
a) Penyiraman
Pada awal pertumbuhan, penyiraman dilakukan setiap hari namun
tetap melihat kondisi cuaca. Pada saat musim kemarau penyiraman
dilakukan 1-3 kali seminggu terutama ketika tanaman berbuah. Bila
terjadi kekurangan air, akan mengakibatkan kerontokan pada buah.
b) Penyiangan
Penyiangan dilakukan ketika tanaman ada yang sudah ditumbuhi
rerumputan disekitar batang tanaman. Penyiangan pada tanaman muda
harus dilakukan dengan hati-hati.
c) Pemupukan
Pada umur 1 tahun tanaman diberi 500 g NPK. Jumlah pupuk
meningkat 1 kg pada setiap tahunnya. Pada umur 2 tahun, 1.5 kg
NPK,

pada umur 2 tahun 3 kg NPK. Pupuk ditempatkan dalam

rorakan (selokan) melingkari tanaman dengan kedalaman 10-15 cm.


Lingkaran berubah mengikuti pertumbuhan tanaman dan tajuk pohon.

19

Pupuk ditabur merata ke rorakan dan ditutup kembali dengan tanah


dan apabila pada saat itu keadaan tanahnya kering, harus segera
dilakukan penyiraman.
6.

Pengendalian hama dan penyakit


Hama seperti penggerek buah, penggerek batang dan perusak daun
dikendalikan dengan menggunakan Sumithion 50 cc atau Thiodan 35 EC
dengan dosis 2 cc/liter air. Pada tanaman dewasa dapat dilakukan dengan
menyuntikkan pestisida ke batang.

20

E. Panen

Musim panen buah durian di Indonesia dalam keadaan cuaca normal


biasanya berlangsung pada bulan Oktober sampai dengan Februari. Tanaman
durian mulai dapat dipanen amat tergantung pada asal bahan tanaman (bibit).
Tanaman yang bibitnya berasal dari perbanyakan generatif (biji) mulai berbuah
pada umur 10-15 tahun setelah tanam. Sedangkan tanaman durian yang bibitnya
berasal dari perbanyakan vegetatif (okulasi, enten, dan susuan) mulai berbuah
pada umur 4-7 tahun setelah tanam. Di samping itu, umur buah durian matang
atau siap panen (dipetik) tergantung pada umur keluarnya bunga yakni 4-5 bulan
dari sejak pembungaan (Rukmana, 1996).
Panen buah durian tidak serempak, karena matangnya buah pun tidak
bersamaan. Ciri-ciri buah durian siap dipanen atau sudah matang adalah sebagai
berikut (Rukmana, 1996):
1.
2.
3.
4.

Duri-duri tampak tumpul, jarang, dan rata.


Mengeluarkan (menebar) aroma yang harum dan khas.
Tangkai buah tampak menguning.
Bila buah dijentik (disinggung) dengan tangan atau pisau akan

bersuara kasar dan bergema.


5. Pada beberapa varietas durian menampakkan ujung buah mulai retak.
Waktu panen buah durian yang paling tepat amat tergantung pada tujuan
penggunaan (konsumsi) dan jarak pengangkutan atau pemasaran. Untuk konsumsi
local (ditempat) biasanya konsumen menyenangi buah durian yang sudah matang
dipohon atau disebut buah jatuhan. Agar buah jatuhan tidak rusak atau cacat,
maka jauh sebelumnya diperlukan penanganan pra panen dengan pengikatan buah

21

pada stadium masih mentah dengan tali rafia, kemudian digantungkan di bagian
dahan atau cabang paling dekat dengan buah. Kelak pada waktu panen tinggal
melepaskan tali pengikat pada buahnya saja.buah durian jatuhan ini hanya tahan
disimpan selama 3 hari (Rukmana, 1996).
Waktu panen buah durian untuk tujuan dipasarkan dan jarak angkut cukup
jauh yang paling tepat adalah pada saat buah tua penuh (matang fisiologis),
namun belum matang benar, yakni tingkat kematangan 75%-80% atau saat bau
durian tidak terlalu menyengat. Penentuan tingkat kematangan buah dalam satu
pohon dapat mengacu pada pengalaman para petani atau eksportir durian, antara
lain bila buah jatuhan sekitar 20%, maka buah yang sudah dapat dipanen
mencapai 80%. Namun bila buah jatuhan hanya 10%, berarti buah yang siap
dipanen baru sekitar 50% (Rukmana, 1996).
Cara panen buah durian adalah dengan memetik atau memotong tangkai
buah secara hati-hati menggunakan pisau yang tajam, tatalaksana panen buah
durian adalah sebagai berikut (Rukmana, 1996):
1. Panjat pohon atau gunakan alat bantu tiang penyangga bertingkat
hingga pada cabang tempat buah yang menjadi sasaran.
2. Tentukan (pilih) buah yang tua penuh.
3. Potong (pangkas) tangkai buah dengan pisau yang tajam.
4. Jatuhkan buah ke bawah sambil disambut (ditadah) dengan karung
goni.
Pemetikan atau pemanenan buah durian harus dilakukan pada waktu cuaca
cerah atau sebelum hujan turun, dan buah tidak dijatuhkan langsung ke tanah.
Panen buah durian pada keadaan hujan dapat meningkatkan kadar air daging

22

buah, merangsang pertumbuhan cendawan atau bakteri yang menyerang buah, dan
risiko lainnya yang dapat menurunkan kualitas buah . Produktivitas dan produksi
buah durian bervariasi, tergantung pada umur tanaman, varietas, dan keadaan
tanamannya. Pada umumnya pembuahan perdana (pertama) tahun ke 4 atau ke 5
baru 4-10 buah/pohon, kemudian tahun-tahun berikutnya meningkat 25%-50%
sejalan dengan pertambahan umur tanaman (Rukmana, 1996).

F. Pasca Panen

23

1. Pengumpulan
Kumpulkan segera buah durian di tempat yang strategis di sekitar kebun,
keadaan lingkungannya teduh, dan dekat dengan jalan atau sarana angkutan.
2. Pengangkutan
Angkut buah durian dari tempat pengumpulan sementara di kebun ke
gedung penyimpanan atau penampungan hasil dengan alat angkut gerobak
ataupun dipikul.
3. Pemberian tanda
Beri tanda khusus pada tangkai buah durian dengan cat atau label untuk
menandai kebun asal durian tersebut.
4. Pembersihan
Cuci buah durian dengan cara menyemprotkan air bersih ke bagian
permukaan kulit buah agar terbebas dari kotoran, serangga ataupun jamur.
Di Thailand, seusai pencucian langsung dilakukan perendaman buah selama
beberapa menit dalam larutan fungisida Alietta 800 WP yang berbahan aktif
O-ethyl phosphonate 0,2% untuk menghindari serangan penyakit busuk
buah.
5. Penirisan
Kering anginkan (tiriskan) buah durian pada rak-rak penyimpanan hingga
permukaan kulit buah tampak kering.
6. Pemeraman
Masukkan buah durian ke dalam peti atau wadah secara hati-hati. Peram
buah durian selama 3 hari di gudang pemeraman atau penyimpanan.
7. Pengemasan
Kemas (wadahi) buah durian yang telah matang dalam kardus (karton) ratarata berisi 3-4 buah, dan antara buah yang satu dengan yang lainnya diberi sekat
pembatas dengan lembar karton agar tidak bersinggungan. Pengemasan buah
durian untuk jarak jauh (ekspor) dimasukkan dalam kardus atau keranjang
bamboo dengan kapasitas (isi) antara 20-50 kg per wadah. Cara lain pengemasan

24

buah durian adalah mula-mula duri-durinya disayat sampai gundul, kemudian


buah dimasukkan (dikemas) dalam kantong plastik dan dipak secara khusus, serta
ditambahkan es batu dalam kantong plastic tersendiri (Rukmana, 1996).
Pengemasan dalam bentuk daging buah beserta biji dapat dilakukan sebagai
berikut (Rukmana, 1996).
a) Buka atau belah buah durian dengan alat bantu pembelah atau golok
mengikuti arah pongge buah.
b) Ambil daging buah beserta biji tiap pongge secara utuh.
c) Masukkan (kemas) pongge daging buah beserta bijinya dalam kantong
plastic regang. Tiap kantong plastic berisi 1-3 pongge.
d) Kemas kantong plastik berisi pongge daging buah durian tadi dalam
wadah plastik atau keranjang yang ukurannya lebih besar dan
didalamnya diberi es batu. Pengemasan daging buah beserta bijinya
dalam kantong plastik regang mempunyai beberapa keuntungan, di
antaranya adalah penampakkan buah dapat dilihat langsung, aroma
(bau) tidak tercium, dan tidak meruah dalam wadah pengemasan
(Rukmana, 1996).
8. Pemasaran
Angkut dan pasarkan buah durian dalam kemasan ke sasaran pasar di dalam
negeri Maupin diekspor. Khusus untuk diekspor terdapat 2 macam bentuk
produk buah durian yang umum dipasarkan, yaitu buah utuh dan hanya
daging buahnya saja. Persyaratan kualitas (mutu) buah durian dalam bentuk
buah utuh adalah sebagai berikut:
a) Berat per buah antara 2-3 kg.
b) Daging buah tebal, kering atau lembek (tidak melekat pada tangan),
rasa manis, dan bijinya kecil (kempes).

25

c) Bebas dari serangan hama dan penyakit (mulus), serta tidak


mengandung residu pestisida.

III. PENUTUP

A. Kesimpulan

Durian adalah salah satu jenis buah-buahan yang mempunyai nilai ekonomis
tinggi. Manfaat durian selain sebagai makanan buah segar dan olahan lainnya.
Buah yang memiliki nama latin durio zibethinus Murr. Tanaman ini banyak sekali
mengandung vitamin B,C,E dan Zat Besi. Selain itu, daging buah durian juga
mengandung banyak sekali zat gizi dan diataranya : Karbohidrat, lemak, protein,
serat, kalsium ( Ca ), Fosfor ( P ), Asam Folat, Magnesium ( Mg ), Potasium atau
kalsium ( K ).

26

Tanaman durian mengkehendaki tanah yang subur. Jenis tanah yang cocok
untuk tanaman durian adalah jenis tanah latosol, posolik, dan ondosol, Keasaman
tanah yang dikehendaki tanaman durian dengan pH tanah 5,5-6,5. Durian bisa
ditanam di pekarangan atau secara kebun. Jarak tanam durian yang ideal adalah 7
m x7 m atau 8 m x 8 m untuk tanah yang kurang subur atau lahan yang belum
pernah ditanami. Pada tanah-tanah yang subur jarak tanam adalah 8,5 m x 8,5 m
atau 9,5 m x 9,5 m. Lubang tanam digali dengan ukuran 80 x 80 x 70 atau 70 x 70
x 60 cm, sedangkan jarak antara lubang tanam dapat dibuat antara 7 9,5 m. Bila
buah terlalu lebat perlu dilakukan penjarangan dengan menyisakan 40 - 50 % saja.
Buah durian yang matang di pohon akan jatuh dengan sendirinya.

DAFTAR PUSTAKA

AAK. 1997. Budidaya Durian. Kanisius. Yogyakarta.


Ashari, S., 1995. Hortikultura Aspek Budidaya. UI Press. Jakarta.
Benard, T. dan Wiryanta. 2008. Sukses Bertanam Durian. PT Agro Media
Pustaka. Jakarta.
Brown, M.J. 1997. Durio: A Bibliographic Review. International Plant Genetic
Resources Institute. New Delhi.
Burger Hzn. 1972. Seedling of Some Tropical Tree and Shrubs Mainly of South
East Asia. Centre for Agricultural and Documentation (PUDOC).
Wageningen.

27

Direktorat Gizi Depkes RI. 1996. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Bhratara
Karya Aksara. Jakarta.
Latifah, S. 2004. Pertumbuhan dimensitegakan durian (Durio zibethinusMurr)
bersama teknologi gelombang suara (Sonic Bloom). Karya Tulis.
Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara: 17.
Rukmana.,R. 1996. Durian Budidaya dan Pasca Panen. Kanisius. Yogyakarta.
Setiadi. 2008. Bertanam Durian. Penebar Swadaya. Jakarta
Subhandrabandhu, Suranant dan K. Kaiviparkbunnyay. 1998. Effect of
paclobutrazol on flowering, fruit setting and fruit quality of durian
(Durio zibethinusMurr.) CV. Chanee.Kasetsart Journal(Natural
Science), 32 :73- 83.
Sunarjono, H.H., 2002. Prospek Berkebun Buah. Penebar Swadaya. Jakarta.
Tim Bina Karya Tani. 2008. Pedoman Bertanam Durian. CV. Yrama Widya.
Bandung.

LAMPIRAN

Gambar 1. Toko olahan durian dengan mengolah buah durian menjadi es duren di
Kota Purwokerto.

28

Gambar 2. Pohon Durian telah banyak Buah Durian yang tumbuh.

29