Sebagai penerapan langkah-langkah dalam melakukan diagnosa dan terapi kasus Otiti Media Akut (OMA) 1.1 Dapat di temukan demam 2. Pada stadium resolusi bila membran timpani tetap utuh maka perlahan lahan akan normal kembali.3 Menanyakan apakah ada riwayat batuk pilek sebelumnya.Prosedur SO P No.Pengertian 2. earna membran timpani suram dengan reflex cahaya tidak terlihat. nadi dan suhu meningkat. maka sekret akan berkurang dan mengering. d. serta nyeri di telinga tambah hebat.1 Satadium oklusi tuba eustachius a.2 Pemeriksaan dengan otoskopi untuk melihat membrane timpani: a. b. dan sel-sel mastoid yang terjadi dalam waktu kurang dari 3 minggu.2 Menanyakan apakah ada demam. Membran timpani ruptur. 1.4 Stadium perforasi a. c.Tujuan 3. Anamnesa 1. 19650307 198703 1 015 NIP. Turmuji. 2. f. Kebijakan Kepala Puskesmas Mataram nomor 003/PKM-M/Kep/2015 tentang Jenis-jenis Pelayanan yang Ada di Puskesmas 2. Pada stadium supurasi membran timpani menonjol ke arah luar (bulging) berwarna kekuningan. Tampak pembuluh darah melebar di membrane timpani sehingga membrane timpani tampak hiperemis serta edema. d. 1.Referensi 5. Membran timpani menonjol ke arah luar. Pada pemeriksaan penala pada anak yang lebih besar dapat di temukan tuli konduktif. Pemeriksaan Klinis 2. c.3 Stadium supurasi a. MKes 19650307 198703 1 015 NIP. Terbit Halaman : SOP/UKP/UMUM/22 : 00 : 01 : 11 Mei 2015 : 1-2 Ditetapkan Oleh : Kepala Puskesmas Mataram H. b. M. antrum mastoid. Revisi Terbitan Tgl. Pada stadium hiperemis membran timpani tampak hiperemis serda edema. Adanya gambaran retraksi membrane timpani akibat terjadinya tekanan negative di dalam telinga tengah. 3. suhu badan turun.Sos. b. 1965030 Peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah. 3. Pada stadium perforasi terjadi ruptur membran timpani dan nanah keluar mengalir dari telinga tengah ke liang telinga luar e.PUSKESMAS MATARAM 1. Dokumen No. 3. Kebijakan Kepala Puskesmas Mataram nomor 004/PKM-M/Kep/2015 tentang Penetapan Penanggung Jawab dan Petugas UKP di Puskesmas Mataram Permenkes No 5 tahun 2014 1. membrane timapani terlihat suram dengan refleks cahaya menghilang. bila terjadi perforas.1 Menanyakan apakah ada rasa nyeri di dalam telinga dan sudah berapa lama. 3.Kebijakan 4. c. Keluar nanah dari telinga tengah. karena adanya absorpsi udara.2 Stadium Hiperemis a. S. Terbentuk eksudat purulen di kavum timpani. tuba eustachius. Pemeriksaan Penunjang 3. Pada stadium oklusi tuba eustachius terdapat gambaran retraksi membran timpani. Sel epitel superfisila hancur. dan dapat tidur nyenyak . Pasien tampak sangat sakit. Pasien lebih tenang. secret yang terbentuk masih bersifat eksudat yang srosa sehingga sukar di lihat.

Diagnosa 4. Terapi 6.2 Pada stadium presupurasi. maka sekret akan berkurang dan mengering. Antibiotik diberikan minimal selama 7 hari. analgesik juga perlu diberikan agar nyeri dapat berkurang. Bila terjadi perforasi. 6. c. diberikan obat cuci telinga H2O2 3% selama 3-5 hari serta antibiotik yang adekuat sampai 3 minggu. atau eritromisin 4x40 mg/kgBB/hari. dan analgesik. Antibiotik yang diberikan ialah penisilin atau eritromisin. Bila membran timpani sudah hiperemi difus. Pada stadium oklusi. Jika terdapat resistensi.3 Pengobatan stadium supurasi selain antibiotik.Dokumen Terkait Loket. laboratorium dan apotik. Pada anak diberikan ampisilin 4x50-100 mg/KgBB. Resolusi dapat terjadi tanpa pengobatan bila virulensi rendah dan daya tahan tubuh baik. pasien harus dirujuk untuk dilakukan miringotomi bila membran timpani masih utuh. 6.4 Pada stadium perforasi. obat tetes hidung.1 Otitis Media Serosa Akut 5. - . Diagnosa Banding 5. 4. sebaiknya dilakukan miringotomi. 6.1 Terapi OMA tergantung pada stadiumnya.Unit Terkait 7.3.5 Stadium resolusi a.1 OMA (Otitis Media Akut) 5.2 Otitis Eksterna 6. b. maka perlahan-lahan akan normal kembali. diberikan antibiotik. amoksisilin 4x40 mg/KgBB/hari. 6. Selain itu. Bila membran timpani tetap utuh. sumber infeksi diobati dengan memberikan antibiotik. dapat diberikan kombinasi dengan asam klavunalat atau sefalosporin.