No.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

13

Kegiatan/Indikator
1.DPT 1 pada bayi / Hb.1
2.DPT 2 / Hb.2
3.DPT 3 / Hb.3
7.BCG
8.Campak
9.Polio 1
10.Polio 2
11.Polio 3
12.Polio 4
13.DT SD Kelas I
14.TT SD kelas 2 dan 3
D.O Imunisasi pada Bayi

Target
100%
95%
90%
100%
90%
100%
100%
95%
90%
100%
100%
≤10%

Capaian
104.2%
102.5%
102%
100.70%
105%
100.7%
104.2%
102.5%
102%
100%
100%
0.71%

82.8%

Booster DPT Hb

90%

14 Booster Campak

90%

89.3%

15 16.HB < 7 hari
16 Imunisasi TT

80%

80%

86.4%
104.3%

RCA Booster Hb
Input

Kesimpulan :
Indikator Kegiatan yang menjadi prioritas
pemecahan masalah adalah :
Pemberian imunisasi booster DPT HB hib

Man
Money
Minute
Methode
Machine
Market

clear
clear
clear
Fix
clear
Fix

Sasaran
Sasaran
Sasaran
Sasaran
Sasaran
Sasaran
Sasaran
Sasaran
Sasaran

yang
yang
yang
yang
yang
yang
yang
yang
yang

Keterangan
diberikan adalah proyeksi
diberikan adalah proyeksi
diberikan adalah proyeksi
diberikan adalah proyeksi
diberikan adalah proyeksi
diberikan adalah proyeksi
diberikan adalah proyeksi
diberikan adalah proyeksi
diberikan adalah proyeksi

Ibu-ibu menganggap anaknya tidak membutuhkan
imunisasi lagi; ada ibu yang belum tahu (et causal
"lupa" karena petugas sudah pernah memberikan
informasi dan berhubungan dgn menurunnya
kunjungan posyandu seiring umur anak semakin
besar)
Ibu-ibu menganggap anaknya tidak membutuhkan
imunisasi lagi; ada ibu yang belum tahu (et causal
"lupa" karena petugas sudah pernah memberikan
informasi dan berhubungan dgn menurunnya
kunjungan posyandu seiring umur anak semakin
besar)

Promosi Kesehatan
Pengetahuan, Sikap, Prilaku Sasaran

High Risk

High Volume

High Cost Problem Prone Score √ √ High Risk √ Medium .

A 1 2 Kegiatan/Indikator Kesehatan Ibu Pelayanan Kesehatan Bagi Bumil ( K1 ) sesuai standar 10T Target Capaian 100% 84.31% 2 3 Kunjungan Bayi Kunjungan Balita 95% 91% 98.13% 100% 100.49% 100% 72.00% 100% 100% 95% 90% 100% 100% 4 Pelayanan Kesehatan Bagi Bumil ( K4 ) Pelayanan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Termasuk Pendampingan persalinan oleh tenaga Kesehatan sesuai Standar Pelayanan Nifas I (KF I) 5 Pelayanan Nifas Lengkap (KF Lengkap) 6 Kunjungan Neonatal 1 (KN1) 7 Kunjungan Neonatal Lengkap (KN Lengkap) 98% 95% 8 Pelayanan dan Atau rujukan ibu Hamil resiko tinggi/komplikasi 80% 36.33% 10 Deteksi Resti Masyarakat 60% 57.No.67% 9 Deteksi Resti Nakes 40% 63.78% B Kesehatan Bayi dan Balita 1 Penanganan dan atau rujukan neonatal resiko tinggi 80% 21.54% 80% 98% 3 1 D 1 Pelayanan Kesehatan Anak Sekolah Dasar Oleh Nakes atau tenaga Terlatih/Guru UKS/Dokter Kecil E Pelayanan Keluarga Berencana 1 Akseptor KB aktif di Puskesmas Kesimpulan 1 : Deteksi Keberadaan Bumil Resti oleh masyarakat menjadi indikator mutu program KIA Man Deteksi 6 M Fix .8% C Upaya Kesehatan Balita dan Anak Pra Sekolah Pelayanan Deteksi dan Stimulasi dini tumbuh kembang Balita Upaya Kesehatan Anak Sekolah 90% 42.28% 50.5% 4 Kunjungan Balita yang mendapat pelayanan MTBS 83% 39.

Deteksi 6 M Money Machine Clear Clear Methode Fix Minute Clear Market Fix Man Fix Kesimpulan 1 : Kunjungan balita yang mendapatkan pelayanan MTBS Deteksi 6 M Money Machine Clear Clear Methode Fix Minute Market Clear Fix .

bumil cenderung memeriksakan kehamilan ke praktek swasta (bidan. dokter) di luar wilayah pelayanan puskesmas kintamani 1 dan tidak terdeteksi High Risk High Volume √ √ √ √ √ √ √ √ terdapat sejumlah ibu hamil belum waktunya mendapatkan pelayanan nifas lengkap terdapat sejumlah ibu hamil belum waktunya mendapatkan pelayanan nifas lengkap karena jumlah kasus komplikasi rendah. kurangnya pelaporan dari luar wilayah yang dikembalikan ke wilayah puskesmas.Keterangan Mobilitas penduduk cukup tinggi. dan sudah 100% kasus resti tertangani Karena jumlah kasus resti melebihi target proyeksi pengetahuan masyarakat terkait faktor risiko pada kehamilan masih kurang jumlah kasus nenatal risti lebih rendah dari jumlah kasus proyeksi namun sudah semua mendapat penanganan Tanya Gek yanti Program ini baru dijalankan efektif terhitung sejak tahun 2016 Tanya Gek yanti Tanya arlan gram KIA Peran serta petugas promkes meningkatkan PSP sasaran .

Perlu metode spesifik untuk melakukan deteksi dini keberadaan bumil resti Perlu meningkatkan PSP masyarakat terkait metode deteksi dini bumil resti Penunjukan penanggungjawab pelaksana program MTBS Pencatatan pelaksanaan pelayanan MTBS dengan format baku secara rutin .

High Cost Problem Prone Score √ Medium √ Medium Low Low √ √ High Low √ √ High .

.

.

.

masih rendah Clear Fix Minute Clear Market Fix . sehingga tidak semua mendapat tablet Fe RCA Analyse 6M Status Man Clear Money Clear 2 Kesadaran warga untuk datang secara rutin sesuai jadwal ke Posyandu masih rendah 3 4 kesibukan ibu yang menghalangi pemberian ASI ke bayinya. Kegiatan/Indikator 1 Pemberian Kapsul Vitamin A(Dosis 200.4% 7 Pemantauan kadarzi 100% 44% 8 Pemberian PMT pada bumil KEK 100% 100% No Simpulan 1 Tidak semua ibu hamil memperoleh pelayanan K3.7% 3 Jumlah partisipasi masyarakat yang membawa anaknya ke Posyandu 82% 60.000 SI ) pada balita 2 kali per tahun Target Capaian 99. pemberian ASI Eksklusif.4% 97.Pr No. pemahaman ibu tentang Machine pemberian ASI Eksklusif dan MP-ASI masih kurang Sikap dan prilaku warga terkait penimbangan bayi.5% 2 Pemberian tablet Besi ( 90 tablet ) Pada Ibu Hamil 98% 84.85% 6 Pemantauan Garam beryodium 80% 67. penggunaan Methode garam beryodium.7% 4 Pemberian PMT untuk balita gizi buruk 100% 100% 5 Pemantauan ASI Eksklusif 77% 72.

kesadaran warga kurang . pemahaman ibu tentang pemberian ASI Eksklusif dan MP-ASI masih kurang √ √ Sikap dan prilaku warga terkait penimbangan bayi. pemberian ASI Eksklusif. masih rendah √ √ Masih ada warga yang mengalami kendala terkait akses pelayanan kesehatan Tidak semua ibu hamil memperoleh pelayanan K3. sehingga tidak semua mendapat tablet Fe Kesadaran warga untuk datang secara rutin sesuai jadwal ke Posyandu masih rendah Keterangan Solusi alternatif 1.Program : Gizi Keterangan High Risk High Volume √ X √ X √ √ kesibukan ibu yang menghalangi pemberian ASI ke bayinya. 3. 2. Aktivasi kader posyandu di lingkungan setempat. pertimbangkan metode fear appeal. Pemanfaatan media komunikasi setempat (penyelenggaraan promkes saat upacara-upacara adat/keagamaan dengan bekerja sama dengan Tokoh Masyarakat setempat) warga mengalami kendala mengakses lokasi pelayanan pemberian tablet Fe melalui pospos yang telah disediakan Lokasi tempat tinggal warga susah dijangkau. Peningkatan fungsi promkes terkait peningkatan kesadaran warga. penggunaan garam beryodium.

High Cost Problem Prone Score X √ Medium √ √ High √ √ High √ √ High √ √ High .

No. Kegiatan A Manajemen Operasional Puskesmas 1 2 3 Melaksanakan Minilokakarya Triwulanan ( Lintas Sektor ) 6 Memuat dan mengirimkan laporan bulanan ke Kabupaten Kota tepat Waktu Membuat Data 10 Penyakit terbanyak setiap bulan Manajemen Alat dan Obat 1 Membuat kartru Inventaris dan menetapkan di masing-masing daerah 2 Melaksanakan Up Dating daftar Inventaris Alat 1 7 Menyusun RPK secara terinci dan Lengkap 5 4 5 C 12 Menyusun RUK melalui Analisas dan perumusan masalah berdasarkan prioritas Melaksanakan Minilokakarya Bulanan 3 Capaian Membuat data pencapaian/cakupan kegiatan pokok tahu lalu 4 7 B Target 6 bulan sekali belum dilaksanak an Mencatat penerimaan dan pengeluara Obat di setiap Unit Pelayanan Membuat Kartu Stok untuk setiap Jenis Obat/bahan di Gudang Obat secara rutin Menerapkan FIFO dan FEFO Manajemen Keuangan Membuat catatan Uang masuk-keluar dalam buku Kas belum sepenuhny Tiap bulan a dilaksanak an belum Tiap bulan dilaksanak Kepala Puskesmas Melakukan Pemeriksaan keuangan secara an berkala 2 D Manajemen Ketenagaan 1 Membuat daftar/catatan kepegawaiain petugas 2 Membuaut Uraian tugas dan tanggung jawab setiap petugas belum 3 bulan sekali dilaksanak an 3 4 Membuat rencana kerja bulanan bagi setiap petugas sesuai dengan wewenang dan tanggungjawab Membuat penilaianSKP tepat waktu .

5 Survey Kepuasan Pegawai 6 bulan sekali belum dilaksanak an .

Keterangan High Risk High Volume High Cost Minilok tidak bisa dijalankan setiap bulan karena kurangnya pemahaman pelaksana dan rendahnya fungsi monev pembina terkait pelaksanaan rutinnya √ √ √ Petugas penanggungjawab barang belum sepenuhnya memahami tupoksinya. lemahnya fungsi monev dan pembinaan atasan terkait pelaksanaan kegiatan √ √ √ Belum disiapkan Buku Kas Umum yang mencatat aliran dana Puskesmas secara keseluruhan √ √ √ Pelaporan hanya dilakukan secara lisan tiap bulannya √ √ √ √ √ √ belum dilakukan monev kinerja petugas secara mendalam dan pemenuhan tenaga administrasi yang dibutuhkan belum ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan .

Petugas cenderung kurang kooperatif dalam kegiatan rapat dan ada yang terkesan √ √ √ .

Problem Prone Score √ High √ High √ High √ High √ High .

√ High .

A Kegiatan/Indikator Pelayanan Penyehatan Air 1 Pengambilan Sampel Air 2 Inspeksi Sanitasi B Hygiene dan Sanitasi Makmin 1 Pemeriksaan Sanitasi Tempat Pengolahan Makanan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Dan Jamban Keluarga C 1 Pemeriksaan Penyehatan Lingkungan pada perumahan D Pemeriksaaan Sanitasi Tempat-Tempat Umum 1 E Pemeriksaan Sanitasi Tempat-Tempat Umum Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 1 Pemicuan STBM Target Capaian .Program Kesling No.

Program Kesling Keterangan High Risk High Volume High Cost .

Problem Prone Score .

P No. A Kegiatan/Indikator 2 Pengobatan Penderita TB-Paru ( DOTS ) Negatif Rontgen Positif 3 Penderita BTA Positif yang diobati sembuh 4 Penemuan penderita BTA Positif 5 Konversi B Penderita Yang terdeteksi Malaria Berat di Puskesmas yang dirujuk 4 ke RS * ) C E Diare 1 Penemuan Kasus Diare di Puskesmas Dan Kader Kasus Diare ditangani oleh Puskesmas dan Kader dengan Oral 2 dehidrasi 3 Kasus Daire diyangani dengan rehidrasi dan intravena ISPA Penemuan Kasus Pnemonia dan pnemonia Berat oleh Puskesmas 1 dan Kader 2 Jumlah Kasus Pnemonia Berat ditangani Jumlah Kasus Pnemonia dan pnemonia berat/dengan tanda 3 bahaya ditangani/dirujuk Demam Berdarah Dengue ( DBD * ) 1 Angka Bebas Jentik ( ABJ ) 2 Cakupan Penyelidikan Epidomologi ( PE ) 3 Angka Penemuan Kasus DBD 4 Cakupan Kasus DBD yang Ditangani I 1 2 J 80% 100% 10% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 Kusta 1 Penemuan Tersangka Penderita Kusta 2 PengobatanPenderita Kusta H 100% Malaria*) 1 Pemeriksaan sedian Darah ( SD ) pada penderita Malaria Klinis 2 Penderita Malaria Klinis Yang dobati 3 Penderita "+" (Positif ) Malaria Yang diobati G Capaian TB.Paru 1 Pengobatan Penderita TB-Paru ( DOTS ) BTA Positif F Target Pencegahan dan Penanggulangan PMS dan HIV/AIDS 1 Kasus PMS yang diobati 2 Klien yang mendapat penanganan HIV/AIDS 3 Penyuluhan pada pasien HIV/AIDS 4 Konseling HIV/AIDS 5 .Follow Up FRAMBUSIA Pelacakan penderita Frambusia Pengobatan Penderita Frambusia FILARIASIS 0 0 .

1 2 K 1 Penemuan Pasien Filariasis Pengobatan Pasien Filariasis Pencegahan dan Penanggulangan Rabies * ) Cuci Luka terhadap kasus gigitan HPR 2 Vaksisnasi terhadap kasusu gigitan HPR yang berindikasi .

Program : P2PL Keterangan High Risk High Volume Proyeksi jumlah penderita TB-Paru yang diberikan (10 orang) melebihi jumah target riil (8 orang) x x Proyeksi jumlah penderita TB-Paru yang diberikan (10 orang) melebihi jumah target riil (1 orang) x x .

.

High Cost Problem Prone Score x x Low x x Low .