BAB III

SISTEM KERJA PADA MESIN SLITTING DI
PT.IDOGRAVURE
3.1 DASAR TEORI
3.1.1

Pengertian Proses Produksi
Secara definisi industri biasa diartikan sebagai suatu lokasi atau

tempat dimana aktifitas produksi atau bisa dinyatakan sebagai kumpulan
aktivitas yang diperlukan untuk mengubah satu kumpulan masukan
(human resource, materials, energy, informasi) dan lain-lain menjadi
produk keluaran (finished product atau service) yang memiliki nilai
tambah. Di dalam proses produksi akan terjadi suatu proses perubahan
bentuk (transformasi) dari input yang masuk baik secara fisik maupun
nonfisik. Proses produksi merupakan cara, metode, dan teknik untuk
menciptakan

atau

menambah

kegunaan

suatu

produk

dengan

mengoptimalkan sumber daya produksi (tenaga kerja, mesin, bahan baku,
dana) yang ada.
Produksi adalah segalah kegiatan dalam menciptakan dan
menambah kegunaan (utility) suatu barang atau jasa. Untuk kegiatan yang
membutuhkan faktor-faktor industri yang dalam ilmu ekonomi berupa
tanah, modal, tenaga kerja, dan skill. Dalam pengaturan ini, keputusankeoputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan
agar barang atau jasa yang dihasilkan sesuai apa yang di harapkan perlu
dibuat. Baik mengenai kualitas, kuantitas, waktu yang direncanakan,
maupun biaya-biayanya. Produksi merupakan suatu kegiatan atau proses
yang mentrasformasikan berupa masukan (input) menjadi keluaran
(output), sehingga menghasilkan suatu produk. Produk disini dalam arti
sempit dapat didefinisikan hanya sebagian kegiatan menghasilkan barang
setengah jadi, sedangkan dalam arti yang lebih luas adalah sebagai
Laporan Kerja Praktek
Program Studi Teknik Mesin

Page 18

kegiatan yang mencangkup semua kegiatan atau aktivitas-aktivitas lain
yang mendukung usaha untuk menghasilkan produk tersebut.
3.1.2

Jenis-jenis Proses Produksi
Sistem produksi dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

Proses Produksi Kontinyu/Terus Menerus (Continous Process)

Proses Produksi Terputus (Intermittent Process)

Perbedaan pokok antara kedua proses ini adalah pada lamanya proses
waktu set up peralatan produksi. Pada proses produksi jenis kontinyu, tidak
memerlukan waktu set up yang lama karena proses ini memproduksi secara
terus menerus untuk jenis produk yang sama. Sedangkan jenis proses
produksi terputus, memlukan waktu set up yang lebih lama karena proses ini
memproduksi berbagai jenis spesifikasi barang sesuai pesanan, sehingga
adanya pergantian jenis barang yang diproduksi akan membutuhkan kegiatan
set up yang berbeda.
3.1.3 Proses Produksi Terus Menerus (Continuous Process)
Proses produksi berlangsung secara terus-menerus melalui tahap
pengerjaan sampai menjadi barang jadi dan peralatan produksi yang
digunakan disusun dan diatur rapih dengan memperhatikan urutan-urutan atau
roating dalam menghasilkan produk tersebut, serta arus bahan dalam proses
yang telah distandarisasi. Ciri-ciri produksinya adalah :
1. Menggunakan sistem atau cara penyusunan peralatan berdasarkan
urutan pengerjaan.
2. Mesin-mesin yang digunakan biasanya bersifat khusus.
3. Memiliki job struktur yang sedikit dan jumlah tenaga kerja yang
sedikit.
3.1.4 Proses Produksi Terputus-Putus (Intermittent Process)
Kegiatan proses produksi dilakukan secara tidak standart dan putusputus, tetapi didasarkan pada produk yang dikerjakan, sehingga peralatan
produksi yang digunakan disusun dan diatur dapat bersifat fleksibel. Dalam
Laporan Kerja Praktek
Program Studi Teknik Mesin

Page 19

Cara penyusunan peralatan berdasarkan fungsi dalam proses produksi. 3. Peralatan untuk perubahan yang cepat untuk menghadapi variasi produk yang bergantiganti. b. Bagaimana prospek tersedianya tenaga kerja di waktu yang akan datang. e. cirri-cirinya sebagi berikut : 1. Apakah ada perubahan-perubahan bahan mentah dalam proses produksi.5 Faktor-faktor yang mempengaruhi proses produksi Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam pembuatan keputusan proses produksi dapat dirinci sebagai berikut : a. Pengawasan akan tenaga kerja lebih suka. peralatan dan fasilitas lainya. d. Apakah perkiraan volume penjualan pada harga yang direncanakan dapat menghasilkan laba yang diinginkan. 3. Bahan mentah Apakah bahan mentah tersedia dalam jumlah yang memadai. f. Teknologi Perusahaan harus mempertimbangkan kemajuan teknologi. 2. Kebutuhan modal Banyaknya modal yang dibutuhkan untuk persediaan. c.proses ini terdapat waktu yang terpendek dalam persiapan (set-up).1. baik untuk proses maupun produk. Apakah teknologi produk dan proses cukup stabil untuk mendukung proses selama periode tertentu. Apakah kondisi persaingan sekarang dan waktu yang akan datang menguntungkan. Keterampilan tertentu Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 20 . Tenaga kerja Apakah survey tenaga kerja mencukupi sesuai dengan kebutuhan suatu jenis proses produksi pada biaya wajar. mesin-mesin. Mesin yang digunakan bersifat umum. Kondisi pasar Yaitu kebutuhan dan keinginan para konsumen.

Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 21 . Status operasi. Sumber daya apa saja yang tersedia.6 Pengendalian Produksi Pengendalian produksi memerlukan keadaan dimana informasi mengenai operasi produksi dapat tersedia bagi pengambil keputusan setiap saat. teknik kuantitatif dan cara-caranya agar dapat menyelesaikan persoalan-persoalan mengenai persediaan dan produksi. 3. 4. Keterampilan manusia untuk memperoleh produksi yang baru dan ekonomis. Beberapa cara pengendalian produksi yang dilakukan : a.Dapatkah perusahaan menguasai dan memelihara tipe keterampilanketerampilan manajemen yang dibutuhkan. Sumber daya alam yang dekat dari lokasi industri d. b. 3. Sarana dan prasarana perusahaan yang layak digunakan untuk para pekerja. seseorang harus banyak berkecimpung dalam hal perhitungan. Keterbatasan dan kemampuan Untuk mendapatkan keberhasilan dalam bidang pengendalian persedian dan produksi secara modern. f. Keterbatasan lapangan kerja dapat diatasi dengan membuka cabang perusahaan yang baru. Status sumber daya (manusia. e. Hal ini berarti bahwa data harus dikumpulkan dari semua segmen operasi produksi. penempatan bahan baku materilal dan produk jadi. Informasi-informasi yang diperlukan dari lantai produksi adalah : 1.1. alat dan sarana penanganan material). Penggunaan mesin-mesin yang modern c. mesin. 2. Terget produksi yang dibutuhkan sesuai dengan perencanaan (schedule) perusahaan.

Pada umumnya banyak perusahaan dalam melaksanakan operasinya memiliki batasan tertentu. Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 22 . proses drying.Dengan hanya mengetahui teknik-teknik tersebut diatas belum sepenuhnya dapat diandalkan karena sasaran dari mempelajari adalah untuk digunakan memecahkan masalah-masalah yang timbul dari berbagai kegiatan nyata yang ada dimanapun. proses slitting dan yang terakhir adalah packaging. Proses produksi pada PT. PRINTING LAMINATING DRYING SLITTING PACKAGING Gambar 3.1 : Proses Produksi Sumber : Data Pribadi Gambar diatas menjelaskan tahapan-tahapan proses produksi yang terdiri dari proses printing. proses laminating. Indogravure ini memiliki beberapa tahapan proses yang dilakukan satu persatu dengan menggunakan mesin-mesin yang berbeda dan memiliki fungsinya masing-masing untuk memproses bahan baku menjadi bahan jadi. Pada proses produksi kemasan di PT. Ruang lingkup observasi yang dilakukan pada saat kegiatan kerja praktek adalah Proses Produksi Slitting Process dan Maintenance Plant.Indogravure ini menggunakan proses silinder berputar dengan kecepatan tertentu tergantung pada jenis bahan bakunya. Hampir semua jenis proses produksinya dilakukan dengan menggunakan proses silinder kecuali pada proses packaging. Untuk itu dalam pembahasan selanjutnya adalah mengadakan asumsi terhadap fungsi pengendalian persediaan dan produksi sehingga dapat digunakan secara operasional dalam arti yang luas. pengamatan dilakukan pada setiap jenis tahapan proses secara teliti.

atau bisa juga customer sudah memiliki desain yang diinginkan sehingga pihak pabrik hanya perlu membuat silindernya saja. pelapisan ini berfungsi untuk menjaga produk yang akan dikemas oleh customer tidak rusak. pihak pabrik akan membuat silinder sesuai desain dan warna yang diinginkan oleh customer. produk cetakan kemasan tersebut kepada customer untuk disetujui. bentuknya seperti alumunium dengan warna dove.3. middle. pembuatan silinder pada awalnya dibuat oleh pihak pabrik tetapi terjadi perubahan karena menyebabkan tingkat polusi yang tinggi sehingga PT. apakah terjadi ketidaksamaan warna antara prototype dengan warna yang akan dipakai untuk pencetakan. proses printing ini berjalan dengan sangat cepat dan harus diamati secara terus menerus dengan menggunakan strobo (lampu kedip) agar mempermudah dalam proses pemeriksaannya. setelah tahapan pemilihan desain besertaek[ warna. maka hasil dari printing dapat mencetak 7 jenis warna yang berbeda. 3. proses produksi diawali dengan membuat 3 jenis cetakan prototype dengan warna yang berbeda. setelah mendapat kesepakatan warna dengan customer proses pencetakan baru dimulai. lalu yang kedua adalah pembuatan sampel untuk dijadikan perbandingan.3 Proses Laminating Laminating adalah proses pelapisan 23olymat polos atau PET (Polyester) dengan Alumunium Foil Surlin. proses printing ini adalah proses pencetakan gambar desain dengan cat pada plastik polos PET (Poly Ester). setelah silinder siap. yaitu darken. Pada proses pencetakan ini harus dilakukan pemeriksaan pada tahap awalnya. sehingga apabila proses produksi menggunakan mesin dengan kemampuan maksimal. pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan warna. Tahap awal pada proses printing ini adalah pemilihan desain oleh customer. Setelah proses Printing dilakukan proses Extrude Laminasi atau biasa disebut dengan proses laminating Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 23 . lighten. Indogravure memesan silinder tersebut pada pabrik lain. Mesin printing disini mampu menggunakan 7 buah silinder yang berbeda yang berarti memliki warna yang berbeda pula.2 Proses Printing Tahapan proses yang dilakukan pertama adalah proses Printing.

pada proses laminating PET direkatkan dengan menggunakan bahan 24olymath (LDPE/EAA yang berbentuk biji 24olymat lalu dipanaskan dengan suhu kira-kira 200 derajat celcius agar mencair). proses pengeringan ini memiliki dua fungsi yaitu mengeringkan adesive yang dimasukan pada proses laminating dan pel Lapisan alumunium foil dengan menggunakan sejenis plastik bening yaitu LDPE (Low Density Polyethelen) pelapisan dengan menggunakan LDPE ini berfungsi untuk menjaga kondisi produk yang akan dimasukan oleh customer agar tidak mudah rusak dan terkontaminasi dengan alumunium foil. sistem perekatan yang dilakukan disini hampir sama dengan sistem laminating hanya saja bahan adesive sudah berbentuk cair dan memiliki tempat untuk memasukan bahan Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 24 . proses drying disini juga menggunakan silinder berputar. setelah pemanasan bahan 24olymath atau LDPE/EAA. pelapisan LDPE dilakukan dengan perekat yang dicairkan menggunakan suhu sekitar 200 derajat celcius.2 Proses Masuk PE 3. perekatan alumunium foil dengan PET dilakukan dengan cara memasukan LDPE/EAA diantara PET dan alumunium foil lalu di pres menggunakan silinder agar merekat.4 Dry Laminating Proses Dry Laminasi atau biasa disebut dengan proses Drying yang berarti proses pengeringan. PE Alumunium Foil PET Silinder Gambar 3.Proses laminating ini dilakukan dengan menggunakan silinder berputar.

Pemeriksaan pada proses pengeringan ini dilakukan selama proses berjalan dengan bantuan strobo untuk melihat hasilnya baik atau tidak.5 Proses Slitting Proses terakhir yang dilakukan adalah Slitting. pemotongan pada bahan jadi yang dilakukan secara terpisah. yaitu pemotongan. Ada proses Drying ini pemeriksaan dilakukan lebih ketat dibandingkan dengan proses-proses lainnya. bila ada bagian cetakan yang tidak baik maka akan diberi tanda defect dengan menggunakan potongan kertas berwarna merah yang diselipkan pada gulungan cetakan. laminating. maka prosedur pakaian yang wajib dan harus digunakan untuk memasuki area finishing yaitu seperti gamabar di bawah ini : Gambar 3. dengan begitu pemeriksaan bagian yang defect dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus mencari di bagian mana lagi yang hasilnya tidak baik.3 Standard Pakaian Kerja Area Finishing Sumber : Data Pribadi Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 25 . karena setelah proses pengeringan akan berlanjut kepada proses slitting yang berfungsi juga untuk melakukan sortir produk jadi. dan juga drying.perekat tersebut. mesin slitting tidak digabung dengan mesin printing. atau mungkin bahan kimia dan sejenisnya karena kemasan ini akan langsung digunakan untuk bubuk minuman Extra Joss yang akan dikonsumsi sehingga tingkat kebersihan dan kesterilannya harus sangat dijaga dan diutamakan. tetapi dilakukan di ruangan yang steril. 3. hal ini dilakukan agar kemasan yang sudah jadi tidak terkena kotoran atau debu.

5.4 Finising Proses Sumber : Data Pribadi Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 26 .1 Tahapan Untuk Mencapi Pada Proses Slitting QC Slitting Bag Making Gambar 3.3.

5 : Alur kerja Proses Slitting Sumber : PT.Indogravure Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 27 .Cara Kerja Mesin Slitting Gambar 3.

kemudian hasil potongan dengan sendirinya akan menuju ke bagian rewinder dimana disana sudah terdapat gulungan-gulangan yang akan memisahkan hasil potongan dari hasil proses slitting.unwinder akan berputar menuju ke silinder-silinder roll. PT. Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 28 . Pada saat benda kerja berputar ke arah roll slitting.6 : Proses Slitting Sumber.pisau yang telah di setting dengan posisi statis akan memotong benda kerja secara otomatis sesuai dengan ukuran yang telah di tentukan oleh operator.3.hal pertama yang dilakukan adalah bahan roll yang akan di potong terlebih dahulu di letak di unwinder .2 Proses Kerja Mesin Slitting SILINDER ROLL/ BRAKE ROLL Gambar 3. Indogravure Dapat di lihat pada gambar diatas di mana proses kerja pada mesin slitting.5.

7 Skema Proses slitting Sumber: Google Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 29 .Gambar 3.

polycelo. polycelo. polycelo. polypaper) - Rewinder Intermac Gambar 3. Polynium.3 Mesin – Mesin Slitting - Slitting Intermac (Polycelonium. 30olymath. polycelo. 30olymath. polypaper) - Slitting Hua Chou IV (Polycelonium. polypaper) - Slitting Hua Chou III (Polycelonium. Polynium. polypaper) - Sliiting Hua chou V (Polycelonium. polycelo. Polynium. polypaper) - Slitting Dussenberry (Polycelonium. 30olymath. PTP) - Slitting Hua Chou II (Polycelonium. Polynium. 30olymath. Polynium. polycelo. PTP.3. PT.5. PVC. Polynium. polymeth) - Slitting CMR (Polycelonium.8 : Mesin – Mesin Slitting Sumber. PVC. PTP. polycelo. Indogravure Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 30 .

Karena di dalam proses slitting hanya terjadi pemotongan tanpa ada tambahan baku tambahan lain.Jenis dan tipe pada mesin slitting yang diantaranya terdapat banyak spesifikasi yang berbeda akan tetapi secara garis besarnya sistem kerja yang dilakukan oleh semua mesin slitting tersebut sama. akan tetapi proses slitting sangat tergangung pada alat potongnya yaitu pisau blade dan disk night. Selain dari ketiga mesin itu selebihnya hanya mampu memotong maximal 3 gulungan dalam sekali proses kerja.akan tetapi dari sekian banyaknya mesin slitting yang ada di PT.contohnya pada proses printing yang membutuhkan bahan baku seperti tinta dan silinder acuan cetak.mesin ini akan bertugas untuk memeriksa hasil potongan dari mesin slitting agar hasil potongan yang sudah selesai di slitting harus center sesuai dengan ukuran yang ditentukan.produk defect yang ditolak karena selama proses pemotongan ditemukan adanya kesalahan cetak. Setiap mesin slitting beroperasi pada prinsipnya sama yaitu memotong bahan roll menjadi ukuran tertentu.slitting CMR. Mesin ini berukuran kecil dan berfungsi untuk mendukung proses pada mesin slitting.pada mesin slitting. Proses slitting ini dilakukan cukup hanya dengan satu operator sehingga tidak membutuhkan terlalu banyak tenaga kerja untuk mengoperasikan dan mengasilkan produk. terutama untuk gulungan lot kecil seperti kemasan obat. Namun hanya proses slintinglah yang memiliki perbedaan dimana tidak membutuhkan bahan baku seperti pada proses printing dan laminating.Indogravure hanya mesin slitting intermac. Setelah proses slitting di lakukan semua hasil prosesnya akan di periksa oleh mesin Rewinder Intermac.slitting Dunsenberry saja yang mampu memotong hingga 7 gulungan dalam sekali proses kerja. dbsnya. di sisihkan untuk di periksa pada mesin intermac rewinder. pelapisan yang tidak merata atau miring. Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 31 .pada mesin laminating mereka membutuhkan bahan baku biji plastik(LDPE) untuk melapisi hasil dari printing. Dari semua keselurahan proses produksi hanya mesin slittinglah yang berbeda dari beberapa proses.

Spesifikasi Mesin Slitting C.l – PADERNO D-MILANO Description Thecnikal Details Model TRB 1. Load Reel Rewind 600 kg Approx Size Vedi SM 0999 Approx Max. Spesifikasi Mesin Slitting C. Product Speed 300 mt/min Max.300 Serial Number 912-1 Countruction year 2001 Normal electrical supply 3F*380V+N+T*50Hz Absorbled Power 30 KW Comp.R S.r. Weight 7T Tabel. Air Suplly 6 bar Max.R Sumber : Manual Book Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 32 .M. Load Reel Unwind 1200 kg Max.M.

5. Unwinder adalah komponen pertama yang terdapat pada mesin slitting untuk melakukan sebuah kerja pada mesin.3. Rewinder adalah komponen terahkir dalam proses mesin slitting dimana hasil dari potongan akan tergulung rapi di bagian ini.Indogravure Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 33 .4 Komponen-Komponen Utama Pada Mesin Slitting a) Unwinder dan Rewinder Pada umumnya fungsi unwinder dan rewinder yang ada pada mesin slitting sama pada proses sebelumnya pada mesin printing dan laminating.9 : Part Unwinder dan Rewinder Sumber : PT. Gulungan besar dari proses laminating akan di tempatkan disini kemudian akan beputar untuk melalui silinder-silinder roll. Rewinder terbagi banyak bagian roll karena hasil dari potongan akan terpisah dengan sendirinya ini dilakukan untuk menhidari gesekan dari setiap hasil gulungan. Keduanya memiliki kaitan yang sangat erat dimana tegangan yang dihasilkan dari unwind dan rewind akan membentuk gulungan yang sempurna. REWINDER UNWINDER Gambar 3. unwinder sendiri memiliki 2 tipe yaitu model gerigi dan tekanan angin.

Spesifikasi produk yang akan di potong sangat berpengaruh terhadap life time/usia dari pisau blade itu sendiri karena gesekan yang dilakukan secara kontinu dapat menyebabkan kehausan atau ketajaman pisau berkurang. Maka pisau ini biasanya di gunakan untuk benda kerja poly paper.pisau Dish Knife lebih cocok pada media benda kerja yang memiliki tingkat ketebalannya tinggi di karenakan material pisau Dish Knifelebih tebal dibandingkan dengan pisau blade. Polynium. c) Pisau Potong Dish Knife Ukuran : in Ø 66 mm / out Ø 100 mm Tebal : 3mm Material : HSS Dibandingkan dengan pisau blade.2 X 22 X 65 mm Tebal : 1.b) Pisau Potong Blade Ukuran : 0. polycelo.5mm Material : Semi HSS Biasanya pisau blade ini di gunakan pada media benda kerja yang memiliki tingkat ketebalannya rendah seperti Polycelonium. polymeth.life time dari pisau potong ini adalah 5000 meter setelah melakukan pemotongan dan setelah ketajaman pisau sudah mulai tumpul dapat Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 34 .

10 (Line Position Control) Sumber: PT. Cara kerjanya pun menggunakan sensor yang akan mendeteksi apabila terjadi ketidak centeran pada bahan roll yang bergerak ke arah rewinder. Motor Drive  Aplikasi = Printed Material Gambar 3. d) LPC (Line Position Control) LPC ( Line Position Control ) merupakan komponen mesin yang terbilang penting karna apabila tidak adanya komponen ini maka hasil dari proses slitting akan mengalami ketidak centeran.Indogravure Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 35 . Maka dari itu LPC sangat penting untuk menunjang kinerja dari mesin slitting yang dimana hasil dari proses slitting itu harus rapi untuk langsung di packing. Keterangan :  Sensor = Photo Sensor .dilakukan daur ulang dengan mengerinda mata pisau agar menjadi tajam kembali untuk digunakan.Infra Red  Actutor = DC.maka dengan auto hidraulic akan bergerak untuk meratakan hasil dari potongan dan gulungan bahan roll tersebut.

Pada mesin slitting sangatlah berguna di karena tanpa adanya roll pres ini gulungan yang dihasilkan oleh slitting proses akan mengalami longsor/gulungan kendor dan proses slitting gagal menghasilkan produk yang baik dalam hal kerapian pada gulungan. Gambar 3. Tekanan yang di berikan oleh roll press ini secara otomatis dengan memberikan beban seberat 2kg hingga 3kg agar menghasilkan gulungan yang padat dan tidak kendor. Semua itu akan di atur dan terkontrol disini apabila ada keselaha dalam SOP(Standard Operator Prosedur) yang di lakukan operator atau mesin maka semua settingan akan di lakukan melalui Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 36 .11 Roll Pres Sumber : PT.emergency.Indogravure f) Tension Controler Tension Controler merupakan komponen atau pun alat yang berfungsi untuk mengatur semua kerja mesin baik dari speed.power on/off .presure roll.e) Roll Press Roll press adalah alat tambahan yang di gunakan pada mesing slitting yang berguna untuk memberikan tekanan terhadap gulungan benda kerja yang telah selesai di proses.

Indogravure Keterangan : Line Speed = Untuk melihat kecepatan putar mesin Emergency = Digunakan apabila ada terjadi kesalahan kerja mesin saat beroperasi Pressure Roll = Mengontrol tekanan yang akan di berikan silinder roll terhadap gulungan benda kerja Power on/off = Digunakan untuk menhidupkan dan mematikan mesin g) Motor Penggerak Motor adalah nyawa dari setiap mesin sliting karena semua mesin dapat beroperasi atau bergerak dengan rotor.12. Speed yang di gunakan oleh rotor sangat terpengaruh terhadap bahan baku yang akan di potong karena semakin sukar bahan potong maka kecepatan Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 37 . Tension Control Sumber: PT. Rotor ini berfungsi untuk menggerakkan silinder unwinder yang bertujuan untuk menggulung hasil potongan.tension controler utuk memperbaiki kinerja mesin agar dapat sesui dengan job order yang telah di tentukan. Line Speed Power on/off Emergency Presure Roll Gambar 3. rotor ini juga mampu mengatur high/low speed dimana kecepatan dari rotor untuk memutar silinder roll di atur oleh kinerja dari motor ini.

13 Motor Sumber: PT. tetapi pada prakteknya proses sorting dilakukan dengan menggunakan tangan yaitu dengan dirasakan atau diraba dengan telapak tangan pada saat silinder berputar menggulung cetakan kemasan. pemotongan juga dilakukan dengan proses silinder.Indogravure Kembali ke proses slitting. Fungsi yang kedua adalah memotong gulungan cetakan menjadi beberapa bagian sesuai dengan permintaan pelanggan. Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 38 .potong dari rotor ini pun akan berkurang untuk mengahsilkan potongan yang rapi dan kekuatan pisau potongnya. Maximal kecepatan putarnya sekitar 250 rpm akan tetapi standart penggunaannya biasanya 100-150 rpm. proses sortir ini dilakukan dengan menggunakan strobo untuk mempermudah proses sorting. setelah proses pemotongan gulungan kemasan menjadi beberapa bagian lalu gulungan yang sudah dipotong tersebut dibungkus dengan rapat agar tetap steril pada saat dibawa kepada pelanggan. Gambar 3. Setelah proses pembungkusan dilakukan maka barang jadi akan masuk ke gudang penyimpanan barang jadi untuk dikemas kedalam kardus yang siap dikirim kepada customer. yang pertama adalah untuk memeriksa atau mensortir kemasan tersebut agar produk reject tidak sampai pada pelanggan. proses pemotongan memiliki dua macam fungsi.

3.6 Proses Bag Making Barang atau produk yang sudah melalui proses slitting dalam bentuk Roll dapat langsung di packing untuk di kirim kepada pelanggan. dan terdapat beberapa mesin yang ada pada proses Bag Making di antaranya : Bag Making Totani I • Centre Seal • Gusset Bag Making Totani II • Centre Seal • Gusset Bag Making Totani III • Three Side Seal • Sheet Bag Making Syang Hai • Three Side Seal • Sheet Gambar 3. akan tetapi jika Job Order (JO) yang di pesan oleh konsumen dalam bentuk Bag/kantong maka produk harus masuk kedalam Bag Making Process.1 Mesin-Mesin Bag Making Didalam Bag Making Process terdapat proses dimana output yang kita hasil kan dari mesin Bag Making adalah produk dengan berbentuk kantong (bag).3. Di dalam Proses Bag Making ialah di mana pembentukan produk dari bentuk lembaran menjadi produk kantong (bag) sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan oleh konsumen.14 Mesin-Mesin Bag Making Sumber : Data Pribadi Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Page 39 .6.

pemeriksaan terhadap mutu atau kualitas potongan dan kerektan meliputi sifat fisik produk. Contoh-contoh produk defect :  Di Area Slitting * Longsor / gulungan kendor * Laporan Kerja Praktek Program Studi Teknik Mesin Tidak simetris * Salah ukuran Page 40 . 3. produk yang sudah jadi akan di chek kembali oleh QC Dept untuk di lihat kelayakan sebelum dikirim kepada konsumen.sltting hingga packing tidak menutup kemungkinan ada failed yang terjadi di setiap proses yang menyebabkan hasil dari produksi tidak sempur dan banyak mengalami kegagalan. Di unit ini.2 Quality Control Pada unit ini memiliki tujuan yaitu mengontrol kualitas produksi dan mengurangi klaim dari pelanggan.laminating. Sesuai kwalitas dan spesifikasi produk. 3. maka petugas akan langsung melaporkan pada bagian produksi untuk segera ditindak lanjuti dan kemudian dicari asal penyebab terjadinya defect. jika potongan yang dihasilkan banyak defect.6.drylaminating.Tahapan terahkir ialah setelah semua proses Slitting dan proses Bag Making selesai. Pada bagian Finishing yang bertugas memeriksa Kwalitas produk Roll yang dihasilkan oleh slitting dan produk kantong ( bag ) dari Bag making.karena banyaknya proses yang di lewati oleh produk baik dari printing.6.3 Produk Defect Produk Defect adalah Produk yang tidak memenuhi kwalitas dan spesifikasi produk.