MATA KULIAH

: MEKANIKA BATUAN

DOSEN

: Ir. H. DJAMALUDDIN, M.T

TUGAS
KARAKTERISTIK MASSA BATUAN

TOMMY TRIANTO TANDO
D62112274

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016
LATAR BELAKANG

Salah satu yang paling banyak digunakan adalah pendekatan desain dengan menggunakan metode empiris. klasifikasi massa batuan yang pertama diperkenalkan sekitar 60 tahun yang lalu yang ditujukan untuk terowongan dengan penyanggaan menggunakan penyangga baja. 3 pendekatan desain yang biasa digunakan untuk penggalian pada batuan yaitu: analitik.1996) . dan pondasi. Kemudian klasifikasi dikembangkan untuk penyangga non-baja untuk terowongan. Tujuan dari klasifikasi massa batuan adalah untuk: - Mengidentifikasi parameter-parameter yang - kelakuan/sifat massa batuan.Di dalam geoteknik. Secara umum pengembangan metode empiris ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat sejak Terzaghi (1946) mempublikasikan klasifikasi massa batuannya. lereng. dan empiris. Menyediakan pengertian dasar mengenai sifat karakteristik - setiap kelas massa batuan. observasi. Menghubungkan berdasarkan pengalaman mempengaruhi kondisi massa batuan di suatu tempat dengan kondisi massa batuan di tempat - lain. Memperoleh data kuantitatif dan acuan untuk desain teknik. Membagi massa batuan ke dalam kelompok-kelompok yang - mempunyai kesamaan sifat dan kualitas. Metode empiris merupakan metode analisis karakteristik massa batuan menggunakan klasifikasi massa batuan dalam menentukan sifat massa batuan dan penilaiannya. Tabel Klasifikasi massa batuan (Palmstrom.

Name Form and Type Main Applications References .

used mainly in mine For design of (steel) support in tunnel For use in tunnel. mine and foundation design For Design of Support in Underground Excavation For use in communication For use in communication Descriptive form General type for general use ISRM. 1974 Matula and Holzer. design of support. 1968 Deere at al. TBM Descriptive form General type Numerical Form Functional type Patching and Coates. Muller and Pacher. 1980 Palmstorm. 1958 Descriptive and behaviouristic form functional type Rabcewicz. 1972 Bieniawski. 1946 Input in tunneling design Lauffer. 1994 The Rock Mass Index (RMI) System Numerical Form Functional type For Design of Support in Underground Excavation For general characterization. 1975 Wickham et al. 1981 Numerical Form Functional type Hoek.The Terzaghi Rock load Classification system Lauffer's Stand up time classification The New Australian Tunneling Methode (NATM) Descriptive and behaviouristic form functional type Descriptive form functional type Design steel support in tunnel Terzaghi. 1968 The Rock Quality Designation Numerical Form General type The Size strength Classification Numerical Form Functional type The Rock Structure Rating Classification The Rock Mass Rating Classification Numerical Form Functional type The Q Classification Numerical Form Functional type The Typological Classification The Unified Rock Classification System Basic Geotechnical Classification (BGC) Geological Strength Index (GSI) Numerical Form Functional type Descriptive form General type Based on particles and bloks for communications Based on core logging. 1973 Barton et al. used in other classification system Based on rock strength and block diameter. 1995 . 1978 Williamson. 1967 Franklin. 19581964 Rock Classification for rock mechanical purposes Unified Classificatioof soil and rocks Descriptive form General type For excavation and design in incompetent (overstress) ground For input in rock mechanics Deere at al.

progress .

Nilai dari RMR ini merupakan penjumlahan rating dari semua parameter. Satuan dari UCS adalah Mpa (Mega Pascal). Uniaxial compressive strength pada batuan (A1) Uniaxial compressive strength (UCS) adalah nilai kekuatan dari sampel batuan utuh untuh merpresentasiakn kemampuan massa batuan untuk menahan beban. persamaan sebagai berikut : RMR = A1 + A2 + A3 + A4 + A5 + B (1) Rentang nilai dari RMR berkisar dari 0 sampai 100. Pengembangan telah diaplikasikan pada banyak kasus di dunia perambangan dengan parameter sebagai berikut : 1. Nilai UCS didapat dari sampel batuan yang tidak mengalami perunahan atau pengaruh struktur dan diberikan gaya satu arah. Tabel rating nilai UCS dan Point load Point Load (MPa) >10 UCS Value (MPa) rating Description >250 15 4-10 2-4 1-2 <1 (penganjuran UCS) 100-250 50-100 25-50 5-25 12 7 4 2 Exceptionally strong Very strong Strong Average / fair Weak 1-5 1 Very weak .Rock Mass Rating (RMR) Rock mass rating yang juga dikenal sebagai klasifikasi geomekanik (Geomechanic Classification) dikembangkan oleh Bieniawski (1973) dan telah mengalami pengembangan selama bertahun tahun hingga mengalami pengembangan dan revisi dari beberapa parameter pada 1974. 1975. 1976 dan 1989.

1967). Persaamaan antaralain (bebas lemung pada diskontinuitas) : RQD = 110 – 2.2005 (3) Dimana Jv adalah jumlah dari kekar per satuan panjang untuk seluruh set . Rock Quality Designation (RQD) (A2) RQD merupakan pengukuran persentase dari potongan core utuh dengan panjang yang lebih dari 10 cm dari total panjang keseluruhan dari core (Deere et al.<1 0 Extremely weak 2. 1967) : Persamaan untuk mendapat nilai RQD adalah : (2) Palmstrong (2005) menyampaikan hubungan antara RQD dengan jumlah joint. Nilai RQD bias dihitung dari jumlah diskontinuitas per unit volume.5 Jv Palmstrong. RQD menyajikan nilai kuantitatif dari kualitas massa batuan. dimana kondisi untuk melakukan coring tidak memungkinkan tapi jejak diskontinuitas tampak dipermukaan atau di adit. Berdasarkan hubungan antara indeks RQD dan kualitas batuan antaralain (Deere.

1989. dan isian dari bidang rekahan (gouge/infilling. pelapukan dinding batuan (alteration/weathering. A4e). mengalir (flowing). Spacing of discontinuity (A3) Jarak antara dua bidang diskontinuitas menjadi parameter massa batuan dengan arah bidang lemah batuan tegak lurus antara bidang diskontinuitas. Strike dari diskontnuitas umumnya dicatatdengan membandingkan dari utara magnetic. 5. 3. Adjusment terhadap orientasi bidang . basah (wet). nilai dari kondisi kekar merupakan jumlah dari keseluruhan parameter kekar tersebut yang disajikan dalam tabel dibawah ini.A4b). Kondisi umum dapat digunakan untuk deskripsi kondisi air tanah seperti sangat kering (completely dry). lembap (damp). A4a). bisa digunakan untuk ratio tegangan air dan tegangan normal maksimal. A4c). dripping (merembes/menetes). Condition of discontinuity (A4) Parameter ini meliputi kekasaran permukaan (roughness. Data dari tekanan air memungkinkan. Groundwater condition (A5) Nilai air tanah dari terowongan harus ditentukan dalam bentuk jumlah aliran dalam liter per menit per 10m (Bieniawski. Sudut dip adalah sudut antara horizontal dan bidang kekar terhadap arah dari dip bidang. panjang atau kesinambungan (length. A4d). 1993). lebar bukaan kekar (separation. 4. Orientation of discontinuity (A6 atau B) Pengaruh dari orientasi bidang diskontinu selanjutnya diperhitungkan berdasarkan bagian B tabel.kekar . 6.

dibuatlah Q-System untuk menentukan karakteristik massa batuan dan penyangga terowongan. apakah tegak lurus strike atau sejajar strike.diskontinu ini dipisahkan dalam perhitungan nilai RMR karena pengaruh dari bidang diskontinu tersebut tergantung pada aplikasi engineering-nya. Tabel stabilisasi terowongan berdasarkan kleas RMR Q-System (NGI Q Classification System) Klasifikasi massa batuan yang dikenal dengan “Norwegian Geotechnical Institute Q Classification System” yang dikembangkan oleh Barton. apakah searah dip atau berlawanan dengan dip dari bidang diskontinu. Didasarkan pada besarnya data pada terowongan. seperti terowongan. all (1974). Lien dan Lunde. Arah umum dari bidang diskontinu berupa strike dan dip. akan mempengaruhi kestabilan lubang bukaan tersebut. 2003). penggalian lubang bukaan tersebut. lereng atau fondasi (Edelbro. Nilai dari Q- . chamber.

1974). Roughness (Jr) Jr atau kekasaran permukaan (Js) dan kekar ditentukan undulasinya (Jw). Number of jont set (Jn) Nilai dari jumlah set kekar merupakan rating dari jumlah set kekar dari terowongan. b. berdasarkan Persamaan (Barton. 1967). RQD RQD merupakan pengukuran persentase dari potongan core utuh dengan panjang yang lebih dari 10 cm dari total panjang keseluruhan dari core (Deere et al. c. Nilai yang digunakan merupakan nilai aktual RQD (%).000 (barton et al.2002) : Jr = Js x Jw (4) Catatan: Jr = Js x Jw = 1 untuk joint yang terisi kehalusan antara lain .System merupakan nilai logaritma dengan rentang 0. Q-System didasarkan pada analisis perhitungan numerik dari kualitas massa batuan dengan 6 parameter berbeda yaitu : a. Kekar akan mempengruhi bagaimana stabilitas dari terowongan sehingga parameter ini sangat penting.001 – 1.

melunakan lempung. maka akan semakin besar pula nilai SRF nya (barton. Stress condition (SRF = Stress Reduction Factor) Nilai dari SRF adalah nilai deskripsi dari perbandingan tegangan tangensial terhadap kekuatan massa batuan (UCS). Water inflow (Jw) Aliran air atau air tanah mempengaruhi penggalian bawah tanah dengan 3 cara yaitu (palmstrong. 1994). Sebagai aliran air yang mempengaruhi kondisi pekerjaan. 2. talc atau isian kekar lainnya atau menghilangkan isian kekar.d. f. .2009): e. Joint alteration or filling (Ja) Deskripsi dari kondisi kekar dinominalkan sebagai angka dalam tabel ini (Palmstrom. Semakin besar tegangan tangensial terhadap kekuatan massa batuan (overstress). Menambah tegangan pada dinding batuan sehingga mengurangi stabilitas. 3. 2005) : 1.

Rock Mass Index (RMI) Rock Mass Index (RMi) pertama kali dipresentasikan oleh Palmstom pada 1995 dan telah mengalami pengembangan dan dipublikasikan dalam beberapa paper. Gc = RMi x SL x GW x C x IL . Nilai RMi diaplikasikan sebagai input untuk menghitung penyangga batuan dan juga input untuk metode keteknikan batuan lain.1996) : Metode RMi untuk penyanggaan (support) menerapkan persamaan yang berbeda baik jika massa batuan berkekar atau overstressed. dan keterkaitan struktur massa (IL) untuk menilai karakteristik kualitas tanah sebagai berikut : Ground condition factor. nilai RMI mengalami pengaruh dari tegangan (SL). air tanah (GW). parameter uniaxial compressive strength batuan (Ꝺc ) dan parameter kekar (JP) ditulis dalam persamaan : Dimana JP = Joint parameter merupakan kombinasi dari hubungan jC (joint condition) dan Vb (Block volume) mengikuti persamaan sebagai berikut (palmstrom. factor dinding dan atap (C). dalam kondisi ini sebuah persamaanuntuk zona lemah dimasukan sebagai : Pada batuan berkekar. Pada batuan terkekarkan.

. nilai C = 1 untuk atap horizontal dan C = 5 untuk dinding vertical.Dimana nilai C = 5 – 4 cos β .