1.

Definisi
Pankreatitis adalah suatu penyakit inflamasi pankreas yang identik menyebabkan
nyeri perut dan terkait dengan fungsinya sebagai kelenjar eksokrin, (meskipun pada akhirnya
fungsi sebagai kelenjar endokrin juga terganggu akibat kerusakan organ pankreas).
a. Pankreatitis Akut [PA]
Inflamasi pancreas yang di sertai dengan rasa sakit hebat pada perut bagian atas
dan peningkatan konsentrasi serum lipase dan amylase. Mayoritas pasien dengan PA
ringan akan sembuh total, namun PA berat akan mengalami komplikasi local seperti
penumpukan cairan akut, nekrosis pancreas, abses dan pseudosit. Fungsi endokrin dan
endokrin pancreas merupakan akibat dari beberapa kali serangan akut, PA juga dapat
meningkatkan penyakit pancreas kronis.
b. Pankreatitis Kronis [PK]
Sindrom kerusakan dan inflamasi pancreas akibat kerusakan pancreas
berkepanjangan. Karakteristik PK adalah fibrosis yang irreversible dan kerusakan
jaringan endokrin dan eksokrin, tetapi bukan suatu penyakit yang progresif. Kebanyakan
pasien menderita seperti rasa sakit pada abdomen periodic. Kegagalan pancreas progresif
menyebabkan gangguan pencernaan dan diabetes mellitus.
2. Etoilogi dan Patofosiologi
a. Pankreatitis akut
 Penyakit saluran empedu yang terkait dengan batu empedu dan penggunaan etenol
penyebab terbanyak di Amerika. Pada beberapa pasien penyebabnya tidak bisa di
identifikasi (pankreatitis idiopatik).
 Banyak terapi pengobatan yang sudah diaplikasikan tapi penyebabnya masih sangat
sulit di pastikan.
 PA di awali dengan aktifasi awal zymogen pancreas (enzim yang tidak aktif) dalam
sel asinar, iskemik pankreasatau sumbatan saluran pancreas.
 Pelepasan enzim pancreas yang aktif secara langsung menyebabkan kerusakan lokal
dan sekitarnya. Tripsi akan membrane sel dan mengaktifkan enzim-enzim pancreas
lainnya. Lipase merusak sel-sel lemak, memproduksi zat yang merusak,
menyebabkan penyakit pankreas lanjut dan rasa sakit pada penkreas bertambah.
 Pelepasan sitokim merusak sel asinar dan meningkatkan respon radang. Sel asinar
yang rusak melepaskan kemotaksis dan menarik neutrophil, makrofag dan sel lain ke
daerah inflamasi, meningkatkan permeabilitas kapiler yang menyebabkan udem.
 Infeksi pancreas mungkin akibat dari meningkatnya permeabilitas usus halus dan
translokasi bakteri koloni.
 Komplikasi lokal meliputi perut kembung, nekrosis pancreas, pembentukan pseudosit
dan asites pancreas.
 Komplikasi sistemik termasuk abnormalitas kardiovaskular, ginjal, paru-paru,
metabolic, perdarahan dan saraf pusat

Tanpa hal tersebut diagnosa bergantung pada factor penyebab. Sekresi lipase menurun lebih cepat daripada enzim proteolitik. nyeri sering terasa pada malam hari. Kuning (jaundice) terjadi pada 10% pasien  Nyeri pada perut yang menyebar ke belakang.  Mual. terutama dalam kasus-kasus di mana pankreas pecah dan memiliki dua saluran empedu  Penggunaan obat. Pankreatitis Kronis  PK merupakan penurunan fungsi pancreas yang bersifat irreversible. termasuk terapi estrogen dan beberapa antibiotik 4. muntah.b. 3. 10% kasus lain dan 20% adalah idiopatik. b. Pankreatitis kronis  Sakit perut.  Rasa sakit pada abdomen mungkin berhubungan dengan peningkatan tekanan introduktal yang timbul akibat sekresi pancreas inflamasi pancreas dan abnormalitas saraf pancreas. .  Streathorhea (kehilangan lemak melalui feses) dan azotoeehea (kehilangan protein melalui feses) 5.  Etanol menyebabkan peningkatan inflamasi hingga nekrosis jaringan dan dengan berjalannya waktu terjadi fibrosis. shock dan gangguan pernafasan. Gejala klinis a. seperti penyakit batu empedu dan fibrosis kistik  Masalah struktural pada pankreas atau saluran empedu.  Kadar lemak di dalam darah yang tinggi  Memiliki beberapa penyakit lain. nyeri cenderung menetap untuk beberapa hari. gambaran klinik. abnormalitas hasil laboratorium dan teknik imaging yang aman prediksi keparahan. penurunan berat badan dan diabetes. Kerusakan permanen dari kerusakan pancreas menyebabkan gangguan eksokrin dan endokrin  Penggunaan etanol kronik penyebab utama 70% dari semua kasus di Amerika. gejala. Diagnosis a.  Malabsorbsi protein dan lemak terjadi pada penurunan sekresi enzim sampai 90%. Fakror Resiko  Perokok berat  Penyalahgunaan alkohol: mereka yang mengonsumsi terlalu banyak alkohol biasanya memiliki risiko yang lebih tinggi  Riwayat keluarga: memiliki anggota keluarga pernah mengalami infeksi pankreatitis. malabsorpsi. Pankreatitis akut  Diagnose pasti dilakukan dengan operasi pancreas atau histologi. Penurunan bikarbonal menurunkan pH duodenal <4. Pankreatitis akut  Rasa tidak enak pada perut sampai sakit menusuk.

dan diabetes. Shock adalah penyebab utama kematian. BUN dan serum kreatinin. Komplikasi Komplikasi yang terjadi dapat bersifat lokal maupun sistemik. Serum amylase naik pada 2-4 jam onset gejala puncaknya pada jam ke 24 dan kembali normal pada 8-14 hari. Pankreatitis kronis  Kebanyakan dari pasien yang memiliki sejarah [penggunaan etanol. renal. pulmonary. system abdomen mereka sering terserang oleh Stetorrhea. dan pseudosit (kumpulan getah pankreas dan pecahan jaringan yang selaputi dengan dinding berserat atau jaringan berbentuk granul) yang berkembang sekitar 4 – 6 minggu setelah serangan awal. hipoglikemia. C-reaktif protein meningkat dalam 48 jam setelah onset dan dapat berguna untuk membedakan pankreatitis ringan atau parah. Peningkatan lebih lama bertahan disbanding amylase dan dapatdideteksi setelah amylase menurun.  Biopsy pancreas dengan menggunakan laparaskopi atau laparastomi sebagai standar utama diagnose PK. Tomografi sangat bermanfaat bagi pasien.abses. Serum lipase sangat spesifik pada pancreas dan meningkat. endoscopy retrogratchalongio pankreato grafi (ERCP) di gunakan untuk melihat dan menghancurkan batu empedu pada pasien dengan batu empedu.        Penyakit pancreas akut dan komlikasinya dapat menyebabkan terjadinya leukositosis. 6.  ERCP adalah alat diagnose yang sangat sensitive dan spesifik. hiperglikemia. Hipokalsemia yang ternyata menunjukan nekrosis parah dan tanda prognosis yang buruk. Beberapa pasien dengan penyakit pancreas dapat terjadi tromositopenia dan perpanjangan waktu protombin. abnormalitas sistem saraf pusat. Peningkatan serum amylase tidak berkaitan dengan penyebab dan keparahan. Oleh karena itu harus selalu dilakukan diagnose. hypoalbuminemia. namun di cadangkan pada pasien yang tidak dapat ditegakan diagnosanya dengan cara penggambaran. b. konsentrasi elektrolit.  Serum amylase dan lipase selelu direkomendasikan untuk menghambat kerusakan pancreas. Hipotensi terjadi akibat hipovolemia. Dehidrasi isa menyebabkan homo konsentrasi dengan peningkatan hemoglobin. Abses pankreatik biasanya merupakan infeksi sekunder dari nekrosis jaringan atau pseudosit dan terkait dengan keparahan penyakit. Kematian biasanya disebabkan nekrosis infeksi dan sepsis. Asites pankreatik terjadi ketika sekresi pankreas menyebar ke rongga peritoneal. da rilis kinin serta sepsis. hematocrit. Komplikasi sistemik meliputi gangguan kardiovaskular. metabolik. umumnya tetap normal kecuali bila mual dan muntah menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit.  Hitung sel darah putih imbangan cairan. hipoalbuminemia dan hiperbilinemia. nekrosis. . komplikasi lokal meliputi kumpulan cairan akut. hemoragik.

 Untuk mengatasi nyeri di berikan analgesic non narkotik seperti asetaminofen atau obat antiinflamasi non steroid jika langkah ini kurang efektif maka di berikan tramadol atau opioid dosis rendah misalnya asetaminofen ditambah kodein. pemberian modulator non narcotik dapat dipertimbangkan (misalnya. luka pada pancreas dengan resiko pendarahan atau resiko nekrosis. Tindakan bedah bisa di lakukan pada PA untuk pengobatan pseudosis. diharapkan bisa menangani pasien apabila di kemudian hari resiko tersebut terjadi lagi. Pankreatitis akut berat biasanya diserta kebingungan dan koma. antidepresan trisiklik). 7. Kombinasi enzim pankreas (lipase. Terapi non obat  Puasa untuk menstimulasi eksokrin pada pancreas  Sedikit banyaknya mengkonsumsi makanan (6x sehari) dan melakukan diet (50-75 gram perhari). amilase. Pendarahan gastrointestinal terjadi akibat ruptur pseudosit. Pada pasien yang tidak dapat mengelola rasa sakit. Opioid parenteral untuk pasien yang sudah tidak responsive terhadap analgesic oral.  Prosedur-prosedur tindakan bedah adalah pengurangan resiko kesakitan termasuk pankreastomi total.  Tidak meminum alcohol dan merokok  Pembedahan  Tindakan pemisahan saluran empedu yang bisa menggunakan ERCP atau dengan tindakan bedah untuk mengurangi PA dan mengurangi resiko yang berulang.  Asam kenodeoksikolat dan asam urodeoksikolat yang bekerja mengurangi penjenuhan kolestrol empedu dengan cara mengurangi sekresi kolesterol dan . yang dapat menyebabkan hipoksemia. Imipenem-cilastatin (500 mg setiap 8 jam) mungkin yang paling efektif. b. Terapi obat  Pasien dengan nekrosis harus menerima pengobatan dengan antibiotik spektrum luas. Komplikasi pulmonary berkembang ketika terjadi akumulasi cairan diantara rongga pleura dan menekan paru. Agen yang mencakup kisaran enterik aerobik gram negatif basil dan anaerobik organisme harus dimulai dalam 48 jam pertama dan dilanjutkan selama 2 sampai 3 minggu. serotonin selektif reuptake inhibitor.  Indikasi-indikasi pendukung dari tindakan bedah pasien CP adalah pengurangan resiko pada penurunan penyakit akut yang bisa ditangani di bagian-bagian tertentu. dan protease)  Penggunaan H2 antagonis reseptor atau proton pump inhibitor dapat meningkatkan efektivitas suplemen enzim pankreas oleh kedua meningkatkan pH dan penurunan volume intragastrik. Fluorokuinolon (misal levofloxacin) dengan metronidazole harus dipertimbangkan untuk pasien alergi penisilin. Penatalaksanaan a.Komplikasi renal biasanya disebabkan hipovolemia.  Kebanyakan pasien dengan malabsorpsi membutuhkan suplementasi enzim pankreas. acute respiratory distress syndrome (ARDS) ini akan menahan pertukaran gas.

rabdomiolisis. Profilaksis bedah. Kontraindikasi: hipersensitifitas terhadap imipenem atau silastatin. Pada operasi denga risiko infeksi tinggi (missal kolorektal) dilanjutkan 500 mg 8 dan 16 jam setelah di induksi. kehamilan. reaksi lokal dan hipotensi transiet pada pemberian dengan infus. Tidak di anjurkan untuk SSP Peringatan : hipersensitif terhadap beta lactam. Dosis : injeksi intramuscular: infeksi ringan dan sedang 500-750 mg tiap 12 jam. reaksi lokak berupa nyeri kemerahan. Profilaksis bedah : 1 g iv pada waktu diinduksi ansetesi. konvulsi. Efek samping : ansietas. gangguan pengecapan. peningkatan enzim hatidan bilirubin. Levofloxacin Indikasi : infeksi karena mikroorganisme yang sensitive seperti pada acue maxillary sinusitis. peningkaan ureum dan kreatinin serum. gangguan fungsi mental. aerobic dan anaerobic. 50 mg/kg/bb/hr maksimum 4g/hr Anak diatas 3 bln : 60 mg/kg/bb (maks 2 g/hr) dibagi dalam 34 dosis. hipertensi. community acquired pneumonia. warna kemerahan di urin. diare (pernah dilaporkan menimbulkan colitis). hipoglikemia. uji Coombs positif reaksi alergi. acute bacterial exacerbations of chronic bronchitis. menyusui Efek samping : mual. Gangguan fungsi ginjal. 8. Monografi  Imipenem Indikasi  : infeksi gram negative dan positif. Farmakoterapi a. . Gangguan SSP misalnya epilepsy. gangguan darah. uncomplicated skin and skin structure infection. Dosis : oral 250-500 mg/hari selama 7-14 hari tergantung keparahan. complicated urinary tract infection dan accurate pyelonephritis. muntah. takikardia. Injeksi intravena :1-2 g/hr (dalam 3-4x pemberian). Urethritis dan servisitis gonokokus. pneumonitis. mioklonus. Kontraindikasi: pasien yang hipersensitif terhadap kuinolon termasuk asam nalidiksat. Asam urodeoksikolat juga di gunakan dalam sirosis empedu primer. Prositis kronik 500mg/hr selama 28 hari. bingung. indurasi dan tromboflebitis. Untuk kuman yang kurang sensitive. Peringatan : mengemudi hati hati pada pengendara kendaraan bermotor. Infeksi kulit dan jaringan lunak 250 mg dua kali sehari selama 714 hari. 500 mg dosis tunggal. diulang 3 jam kemudian.meningkatkan sekresi asam empedu.

lidah kasar. pusing.  Metronidazol Indikasi : infeksi protozoa. kelainan darah. urtikaria.Intravena (500 mg selama palin tidak 60 menit. sebaliknya di bawah umur 3 bln 10 mg/kg bb. 710 thn 200-400 mg tiap 8 jam. kerusakan hati dan ginjal karena over dosis. Kreatinin klirens 20-49 ml/menit dosis awal 500 mg selanjutnya 250 mg tiap 24 jam. gangguan fungsi hati dan hepatic ensephalopathy.  Etorikoksib Indikasi : menghilangkan gejala pada pengobatan osteoartitis. mengantuk. urtikaris. eradikasi helicobacter pylori. serangan epilepsy transien. Pasien denga gangguan fungsi ginjal kreatinin klirens 50-80 ml/menit tidak ada penyesuaian dosis. Efek samping : mual. 3 bln -1 thn 60-120 mg. 800 mg tiap 8 jam selama 5 hari. leukopenia. muntah. hipotensi. Dosis : oral amubasis intestinal invasive. kehamilan dan menyusui. Iv 500 mg tiap 8 jma. gangguan pengecapan. urin berwarna gelap dan anafilaksis. Peringatan : reaksi seperti disulfiram terjadi bila diberikan bersama alcohol. Infus iv lebih dari 5 menit dewasa dan anak dengan berat badan lebih dari 50 kg 1 g tiap 4-6 jam maksimum 4g/hr. 3-7 thn 200 mg tiap 6 jam. Anak untuk semua cara pemberian 7. 1-5 thn 120-250 mg 6-12 thn 250-500 mg dapat diulang tiap 4-6 jam. Infeksi anaerob biasanya selama 7 hari oral dosis awal 800 mg kemudiaan 400 mg tiap 8 jam atau 500 mg tiap 8 jam. gangguan saluran cerna. bila pemakapemakaian lebih dari 10 hari diperlukan pemeriksaan klinis dan laboratorium.  Parasetamol (acetaminofen) Indikasi : nyeri ringan sampai sedang. ataksia. kadang kadang timbul lesu. Rektal 1 g tiap 8 jam selama 3 harikemudian 1g tiap 12 jam. pireksia Peringatan : fungsi hati. infeksi anaeron termasuk gigi. anak 1-3 thn 200 mg tiap 8 jam. Efek samping : jarang terjadi efek samping tetapi di laporkan terjadi ruam kulit. gangguan fungsi ginjal. ketergantungan alcohol.5-1 g tiap 4-6 jam maksimum 4g/hr. ruam. menghilangkan nyeri kronik musculoskeletal. dewasa dan anak-anak dengan berat badan 10-15 kg 15 mg/kg bb tiap 4-6 jam maksimum 60 mg/ kg bb per hr. dan angioudem. menghilangkan nyeri akut pada pembedahan pengobatan gigi .5 mg/kg bb tiap 8 jam. Dosis : oral 0. Kreatinin klirens 10-19 ml/menit hemodialysis dan CAPD dosis awal 500 mg selanjutnya 250mg tiap 48 jam. anak-anak umur 2 bln 60 mg untuk pasca imunisasi pireksia. Neuritis perifer pada penggunaan jangkapanjang.

Efek Samping : lihat pada garam morfin dan keterangan di atas. 50-100 mg tidak boleh lebih sering dari 4 jam. edema ekstrim ringan. hindari injeksi pada freokomositoma. konstipasi. tidak sesuai sebagai terapi pengganti pada pasien ketergantungan opiat. Efek Samping : asthenia/fatigue.  Tramadol Indikasi : nyeri sedang sampai berat. rasa mengantuk. Efek samping : mual. dan hipertensi okasional. dan AST meningkat. dan kebingungan. trombolitik efek. aspirin. nausea. Anak-anak tidak direkomendasikan. ACEI. total pemakaian lebih dari 400 mg per hari tidak selalu dibutuhkan. antitusif. Intramuskular atau intravena (lebih dari 2-3 menit) atau infus intravena. riwayat epilepsi (dilaporkan timbulnya konvulsi. alkoholisme akut dan bila terdapat resiko ileus paralitik juga hindarkan pada peningkatan tekanan kranial atau cidera kepala. Kontraindikasi: hindari pada depresi nafas akut. ulcer. HTN dyspepsia. perflorasi gigi. halusinasi. Anestesi Umum: Tidak direkomendasikan sebagai analgesik pada awal kerja anestesi umum (menyebabkan meningkatnya risiko pembatalan pembedahan). rifampisin. dilaporkan juga terjadi paraestesia. hipotensi. nyeri gigi 1x120 mg  Kodein Indikasi : nyeri ringan sampai sedang. muntah.5-5 mg 6-12 thn 5-10 mg injeksi iv dosis seperempt sampai setengah dosis im. ALT. HTN atau gangguan jantung. OC Dosis : 1x 60 mg. vertigo. Peringatan : lihat pada garam morfin dan keterangan di atas. bradikardia. perasaan tidak nyaman di perut. hipotensi. palpitasi. anak hingga 1 bln 150 mcg/kg bb 1-12 bln 200. berkeringat. 50-100 mg setiap 4-6 . hindari injeksi pada freokomositoma. diare. takikardia. Dosis : nyeri akut sc atau injeksi im 10 mg tiap 4 jam bila prlu. diare. muka merah. Peringaan : tidak di rekomendasikan pada anak-anak di bawah satu tahun. metotreksat. meningkatkan fungsi renal dari sebelumnya sirosis pasien dehidrasi sebelumnya mengalami edema. depresi nafas. kaku otot kesulitan kencing. mulut kering. 1-5 thn 1. anafilaksis.Peringatan : meningkatkan penyakit renal. disforia. Kontra indikasi: hindari pada depresi nafas akut. Dosis : oral. alkoholisme akut dan bila terdapat resiko ileus paralitik juga hindarkan pada peningkatan tekanan kranial atau cidera kepala. liium. perubahan mood ketergantungan. sakit kepala.rasa panas dalam perut. biasanya setelah injeksi intravena yang cepat). Interaksi : warfarin. hindari pada kehamilan (lampiran 4) dan menyusui (lampiran 5). pusing. sakit kepala. hipotermia.

obstruksi biliar batu pankreas atau fistula biliar . vertigo. muntah. purpura. Efek samping : diare terutama pada dosis awal yang tinggi (kurangi dosis selama beberapa hari). dan transaminase serum naik sementara. agitasi. tukak akibat AINS. Dosis : 10-15 mg/kg bb/hari sebagai dosis tunggal menjelang tidur malam dan dalam dosis terbagi selama 3-24 bulan (bergantung pada besarnya batu).  Asam Urodeoksikolat Indikasi : pelarutan batu empedu. Kontra Indikasi: hipersensitif terhadap ranitidine Efek Samping : takikardi. mual. Efek samping : alopesia. kemudian 50-100 mg tiap 4-6 jam.pylori. jika diperlukan selama 1 jam pertama hingga total maksimum 250 mg (termasuk dosis awal) pada 1 jam pertama. anak: 2-4 mg/kg bb 2x seari maksimal 300 mg sehari. Nyeri pasca bedah. batu radiolusen. bingung. sindrom Zolinger-Ellison. maksimum 600 mg per hari. gatal-gatal. pusing. Dianjurkan melakukan diet kolesterol rendah (meningkatkan laju pelarutan batu empedu sampai 2 kali lipat). Pengobatan diteruskan paling tidak selama 3 bulan setelah batunya melarut. petechiae. Anak-anak tidak direkomendasikan. lelah. gangguan pengelihatan. sakit kepala. penyakit radang dan kondisi lain dari usus halus dan kolon yang mengganggu sirkulasi enterhepatik garam-garam empedu. sakit kepala. pigmen empedu. paraestesia. kolangitis. gangguan saluran cerna.jam. kehamilan (kontrasepsi bukan hormonal harus digunakan oleh perempuan usia produktif). nefritis interstisal.  Lansoprazol Indikasi : tukak duodenum dan tukak lambung ringan. kondisi lain dimana pengurangan asam lambung bermanfaat. gangguan hati ringan. sirosis empedu primer Kontraindikasi: batu radio-opak. dyspepsia episodic kronis. tukak duodenum karena H. Dosis : 30 mg / hari pada pagi hari selama 8 minggu pemeliharaan 15 mg sehari. diare. alopesia. bruising. batu kolesterol yang mengalami kalsifikasi. kandung empedu tidak berfungsi. Dosis : 150 mg 2 x sehari atau 300 mg pada malam hari 4-8 minggu.  Asam kenodeoksikolat Indikasi : pelarut batu empedu Kontra Indikasi: batu radio opak.  Ranitidine Indikasi : tukak lambung dan tukak duodenum refluks esophagitis. dosis awal 100 mg kemudian 50 mg tiap 10-20 menit. halusinasi. kolesistitis akut yang tidak mengalami remisi.

gangguan pancreas. pusing. Rantin (Kalbe Farma). kolon yang menganggu sirkulasi enterohepatik garam-garam empedu. keringat dingin. gangguan tidur. lelah. diare. Zantac(Glaxo) . 8-12 mg/kg bb sehari dalam dosis tunggal menjelang tidur atau dalam 2 dosis terbagi sampai selama 2 tahun. kulit kering. Dosis : 1-3 tablet sewaktu makan.gastrointestinal.mahal) dan dari pabrik yang sudah ternama dan jelas kualitasnya. dan Arcoxia merupakan merek dagang yang banyak menjadi pilihan/banyak di cari.mahal) dan dari pabrik yang sudah ternama dan jelas kualitasnya. Cravit (Kalbe Farma) Penjelasan : memilih obat dengan 3 perbandingan harga (murah. nyeri punggung. rasa logam.sedang. batuk. Obat pilihan  Imipenem : pelastin (Sanbe Farma). Zaldiar (Pharos). Tienam (Merck) Penjelasan : hanya terdapat 2 nama dagang yang beredar. kehamilan (lihat Lampiran 4). Farmadol (Farenheit) Penjelasan : memilih obat dengan 3 perbandingan harga (murah. ruam kulit. obat diminum bersama dengan susu atau makanan. penyakit radang dan kondisi lain dari usus halus. penderita dengan kalsifikasi batu empedu Efek Samping: mual. depresi. kandung empedu tidak berfungsi. Pemutusan pemberian asam ursodeoksikolat selama 4 minggu berarti pengobatan harus dimulai lagi dari awal  Enzim pancreas Indikasi : gangguan lambung dan usus penyakit hati. kolesistitis. muntah. Serta menyediakan merek dagang yang telah menjadi pilihan/ banyak di pakai/ dicari yaitu Flagystatin  Parasetamol : Ottopan (Otto). rinitis. rambut rontok. b. stomatitis.  Antagonis H2 : Acran (Sanbe Farma). nyeri abdominal.  Kodein : Coditam (Kimia Farma). kalsifikasi batu empedu.  Metronidazol: ebazid (Dankos). Codipront (Kimia Farma) Penjelasan : hanya terdapat 2 nama dagang yang beredar. Corsagyl (Corsa).sedang. konstipasi. gangguan pencernaan makanan. atralgia.mahal) dan dari pabrik yang sudah ternama dan jelas kualitasnya. pengobatan dilanjutkan selama 3-4 bulan setelah batunya melarut.  Levofloxacin :Inacid (Indofarma). gangguan empedu. pruritus. Dosis : pelarutan batu empedu. mialgia. Flagystatin (Aventis) Penjelasan : memilih obat dengan 3 perbandingan harga (murah. Serta menyediakan merek dagang yang telah menjadi pilihan/ banyak di pakai/ dicari yaitu Cravit. Sirosis empedu primer: 10-15 mg/kg bb sehari dalam 2-4 dosis terbagi. flatulen. Lovequin (Kimia Farma).sedang.  OAINS : Arcoxia (Merck) Penjelasan : Arcoxia (Etorikoksib) merupakan NSAID selektif sehingga sangat rendah mengakibatkan tukak lambung di banding NSAID nonselektif. ansietas.

(2011). Ursochol (Pharos). Memilih obat dengan 3 perbandingan harga (murah.2008. E. Lambucid (Hexparm Jaya) Penjelasan : dipilih lansoprazol Karena lebih efektif dan t1/2 lebih panjang.. Urdafalk (Darya Varia) Penjelasan : memilih obat dengan 3 perbandingan harga (murah. ISFI Penerbitan: Jakarta. Sukandar. Andrajati. Asam Deoksikolat : Pramur (Prafa). KOPERPOM dan CV Sagung Seto. (2012).. I. Asam kenodeoksikolat : Chenofalk (Darya Varia) Penjelasan : hanya terdapat 1 nama dagang yang beredar. Jakarta: BPOM RI. Y.mahal) dan dari pabrik yang sudah ternama dan jelas kualitasnyaa. Sumber : Adnyana. (2008). Sigit. ISO Informasi Spesialite Obat Indonesia.mahal) dan dari pabrik yang sudah ternama dan jelas kualitasnya. Pankreoflat (Kimia Farma) Penjelasan : memilih obat dengan 3 perbandingan harga (murah.     Penjelasan : dipilih ranitidine yang lebih aman dari pada antagonis H2 lainnya. J. Cetakan Pertama. Pompa proton : Digest (Dankos). AHFS Drug Information. A. PT.mahal) dan dari pabrik yang sudah ternama dan jelas kualitasnya.sedang. Serta menyediakan merek dagang yang telah menjadi pilihan/ banyak di pakai/ dicari yaitu Urdafalk.mahal) dan dari pabrik yang sudah ternama dan jelas kualitasnyaa. R. American Society of Health System Pharmacists.sedang. Prosogan (Takeda). K..sedang. Informatorium Obat Nasional Indonesia. P. Memilih obat dengan 3 perbandingan harga (murah. Serta menyediakan merek dagang yang telah menjadi pilihan/ banyak di pakai/ dicari. IAI. I. .. Setiadi. ISO Farmakoterapi. Elsazym (Otto). IAI. Jakarta IONI. Pankreatin : Benozym (Bernofarm).sedang. United States of America.