PRAKTIKUM 13: LINEAR VARIABLE DIFFERENTIAL TRANSFORMER (LVDT

)

I.

TUJUAN PRAKTIKUM

ü Memahami karateristik LVDT
ü Mengetahui implementasi LVDT

II. DASAR TEORI

Linear Variable Differential Transformer (LVDT) merupakan salah satu alat ukur
simpangan yang mempunyai ketelitian sampai orde micrometer, LVDT tersusun dari
satu kumparan primer dan dua kumparan sekunder, kumparan terpasang secara
melingkar di sepanjang inti silinder ferromagnet. Tegangan AC mengalir pada primer
sehingga karena prinsip induksi maka secara proporsional terjadi induktansi di
sekundernya dengan jangkauan frekuensi 1-10kHz. Selama inti bergerak maka akan
terjadi perubahan nilai pada tegangan sekunder. Kumparan sekunder dihubungkan
secara terbalik seri, sehingga tegangan keluarannya berbeda antar sekundernya.
Pada gambar 1 ditunjukkan bentuk fisik kit praktikum menggunakan LVDT dan pada
gambar 2 ditunjukkan rangkaian ekivalennya.

Gambar 1. Kit Praktikum LVDT

Percobaan 1 Gambar 3. 1.Gambar 2. PROSEDUR PERCOBAAN Alat dan Bahan ü Oscilloscope ü Function Generator ü Kit praktikum LVDT ü Kabel penghubung 2. Rangkaian Percobaan 1 . Rangkaian Ekivalen LVDT III.

1) Rakit rangkaian seperti pada gambar 3 2) Atur function generator (AFC) pada frekuensi 1 kHz 3) Ukur menggunakan oscilloscope dan foto tampilkan pada tabel 1. Hasil Pengamatan Percobaan 2 . Tabel 1. Hasil Pengamatan Percobaan 1 3. Gambar 4. Rangkaian Percobaan 2 Tabel 2. 4) Atur posisi tuas agar Vout = 0 volt. Percobaan 2 1) Rakit rangkaian seperti pada gambar 4 2) Atur function generator (AFC) pada frekuensi 1 kHz 3) Ukur menggunakan oscilloscope dan foto tampilkan pada tabel 2.

II.nama. PEMBAHASAN 1. Analisa data yang diperoleh tentang jarak dan tegangan keluaran ketika 0 volt. Simpulkan tentang implementasi LVDT. 3. Simpulkan hasil analisis yang telah diperoleh tentang jarak dan tegangan keluaran. ?????? 5. VI. Analisa data yang diperoleh tentang jarak dan tegangan keluaran.. ?????? 3. ?????? 4. DAFTAR PUSTAKA 1. KESIMPULAN 1. Beri contoh implementasi LVDT sebagai sensor.) . 2.I. Silahkan diisi ?????? 2. ?????? Nama File: Klas_PrakSensorTranduser_9 (nama. 2.……….

PRAKTIKUM 9: SENSOR TEKANAN MENGGUNAKAN STRAIN GAUGE I. Resistansi dari konduktor tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: . DASAR TEORI Strain Gage adalah komponen elektronika yang dipakai untuk mengukur tekanan (deformasi atau strain) atau berat suatu objek. Pada konduktor uniform dengan luas penampang A dan panjang L yang terbuat dari material dengan resistivitas ρ. Kemudian ditambahkan sepasang kawat timah yang terhubung pada kedua ujung elemen sensor Prinsipnya adalah jika tekanan pada benda berubah. maka terjadi deformasi pada foil atau kawat. TUJUAN PRAKTIKUM ü Mengenal dan memahami prinsip kerja sensor strain gauge ü Memahami kakarakteristik sensor strain gauge. sehingga tahanan listrik komponen ini akan berubah. Strain gauge dibuat dari sehelai kertas logam resistif yang dikikis tipis dan berbentuk kisi (sebagai elemen sensor) – serta dilapisi dengan sepasang selaput sebagai pelindung sekaligus isolator. ü Memahami aplikasi sensor strain gauge ü Mengukur tanggapan sensor strain gauge II. Alat ini berbentuk foil atau kawat logam yang bersifat insulatif yang ditempel pada benda yang akan diukur tekanannya. Tegangan keluaran dari jembatan Wheatstone merupakan sebuah ukuran regangan yang terjadi akibat tekanan pada Strain Gage. Perubahan tahanan listrik ini diubah menjadi tegangan listrik menggunakan rangkaian jembatan Whetstone.

Ini disebabkan karena dimensinya yaitu panjangnya dan juga luas penampangnya berubah.R = Resistansi ρ= hambatan jenis L = panjang kawat A = luas penampang Jika kemudian konduktor tersebut ditarik hingga bertambah panjang ataupun ditekan sehingga menysut panjangnya. Pada gambar 1 ditunjukkan bentuk fisik dari sebuah strain gauge. Pada gambar 2 ditunjukkan modul praktikum untuk sensor dengan strain gauge. Gambar 1. maka resistansinya akan berubah. Bentuk Fisik Strain Gauge .

Gambar 2. Modul Praktikum Strain Gauge Strain Gage dapat digunakan untuk mengukur: 1) Berat suatu objek 2) Level zat pada dalam suatu bejana dengan mengukur beratnya 3) Mengukur lendutan jembatan 4) Mengukur pertambahan keretakan 5) Dan lain-lain .

PROSEDUR PERCOBAAN 1. terutama dalam hal suhu.Kabel penghubung .Power Supply . dan ketahanan terhadap kondisi lingkungan pengukuran. batas kemampuan regangan. Strain gauge mempunyai beberapa keuntungan. orde perubahannya sangat kecil yaitu sekitar seperseribu dari nilai resistansinya. Dapat digunakan untuk melokalisir bagian evaluasi pengukuran karena jarak titik ukur yang pendek. Tapi strain gauge juga memiliki beberapa keterbatasan. Bertambah panjang karena ditarik (tension) ataupun bertambah pendek karena ditekan (compression). Ini dapat terjadi karena bagian benda yang dimonitor tersebut adalah bagian yang terlemah. Untuk aplikasinya maka sensor tersebut direkatkan pada permukaan yang akan dimonitor. Jika benda yang dimonitor bertambah panjang karena ditarik maka sensor tersebut juga akan turut bertambah panjang . Memungkinkan melakukan pengukuran di sejumlah titik secara bersamaan.Dalam prakteknya. Alat dan Bahan . perpubahan panjang tersebut proporsional dengan prubahan resistansinya dan berbanding terbalik dengan diameter kawat. oleh karena itu pengukuran ketegangan memerlukan pengukuran yang sangat akurat dari perubahan resistansi yang sangat kecil.1 Ω.Sensor Strain Gauge . I. Memiliki kepekaan yang tinggi terhadap frekuensi sehingga dapat digunakan untuk menelusuri rambatan fluktuasi tegangan. dan pada bagian tersebut sensor direkatkan secara kuat. antara lain: bentuknya yang sederhana dengan berat yang dapat diabaikan dan ukurannya yang kecil.AVO . fatigue (kelelahan). Beberapa strain gauge yang sudah dikemas sebagai load cell biasanya telah diatasi kelemahan-kelemahan tersebut. Sebagai contoh untuk strain gauge 100 Ω dapat mengalami peerubahan resistansi hanya 0.

Ukurlah tahanan sensor dan perubahan tahanan sensor pada beberapa kondisi (perubahan jarak tuas) dan hasilnya catat pada tabel 1..Penggaris (alat ukur panjang dalam milimeter) 2.Resistor 4 buah 100 . Dalam praktikum ini yang diukur adalah jarak geser tuas sensor karena ditekan. Rangkaian Percobaan 1 . Gamabr 3.Protoboard . Percobaan 1 Gunakan peralatan seperti pada gamabar 3. Nilai resistansi dari sensor akan berubah setiap perubahan pemberian tekanan pada tuasnya.

Percobaan 2 Gambar 4. Data Hasil Pengukuran Percobaan 1. . Rangkaian Percobaan 2 1) Buatlah rangkaian seperti pada gambar 4 untuk R 1=R2=R3=120 Ω (atau dibuat sama dengan hasil pengukuran pada percobaan 1) 2) Atur posisi tuas dan amati perubahan tegangan yang terjadi.1. isikan data hasil pengamatan anda pada tabel 2. 3) Tabel 1.

?????? 4. 2. VI. Jelaskan keunggulannya/perbedaan penggunaannya. Simpulkan hasil analisis yang telah diperoleh tentang jarak dan perubahan resistansi/tegangan. 3.I. II. Silahkan diisi ?????? 2. Gambarkan kurve nilai reistansi terhadap jarak tuas. Analisa dan simpulkan. ?????? . Analisa dan simpulkan. Simpulkan tentang penggunaan sensor strain gauge yang berkaitan dengan pembahasan no 3. KESIMPULAN 1. Gambarkan rangkaian jembatan dengan konfigurasi yang lain (menggunakan 2 sensor dan 4 sensor). PEMBAHASAN 1. 2. DAFTAR PUSTAKA 1. ?????? 3. Gambarkan kurve nilai tegangan terhadap jarak tuas.