1

BAB

I

PENDAHULUAN
Profil lulusan program studi Teknik Sistem Perkalanan adalah menghasilkan
sumber daya manusia (SDM) berketuhanan Yang Maha Esa, berakhlak tinggi,
berbudaya Indonesia bersemangat ilmiah serta memiliki kemampuan akademik dan
profesionalisme di bidang ilmu dan teknologi kelautan dan Teknik Sistem Perkapalan
pada khususnya. Kompetensi lulusan dibagi 3 kompetensi yaitu sebagai berikut :
1. Kompetensi Utama
a. Mampu merancang sistem penggerak dan permesinan serta kendali kapal
secara efektif dan efisien.
b.

Mampu dan terampil merancang sistem instalasi perpipaan dan
instrumentasi di kapal dan bangunan kelautan lainnya yang ramah
lingkungan.

c. Mampu merancang sistem pemeliharaan dan perawatan permesinan kapal
dan sistem perlengkapan kapal serta bangunan kelautan lainnya.
2. Kompetensi Pendukung
a.

Mampu

merancang

kapal

dan

bangunan

kelautan

lainnya

yang

ergonomis dan andal.
b. Mampu merancang sistem permesinan, kelistrikan dan perpipaan dalam
pekerjaan teknik yang relevan.
c. Menjunjung tinggi norma, tata-nilai, moral, agama, etika dan tanggung jawab
profesional dalam bidang pekerjaan teknik sistem perkapalan dan bangunan
kelautan.
d. Mampu berkomunikasi secara efektif dengan orang lain baik dalam
lingkungan pekerjaan maupun dengan masyarakat.
3. Kompetensi Lainnya
a.

Mampu dan terampil menangani aplikasi statistik dalam pemecahan
masalah analisis data dari suatu penelitian.

2

b. Mampu menangani rekayasa nilai suatu fungsi hasil produk/jasa dan
meningkatkannya semaksimal mungkin atas dasar efektifitas fungsi.
Tersedianya buku pedoman untuk mata kuliah Sistem Instalasi Perpipaan
bagi mahasiswa jurusan Perkapalan sangat dibutuhkan untuk memperlancar proses
belajar-mengajar. Untuk itu kami selaku tim penulis berusaha menyediakan buku
pedoman tersebut walaupun buku ini masih merupakan kompilasi bahan ajar. Materi
yang terdapat di dalam buku ini rnerupakan ilmu yang berkaitan langsung dengan
instalasi perpipaan yang dapat menunjang dan relevan dalam bidang perkapalan
khusus teknik sistem perkapalan. Materi dalam buku ini merupakan kompilasi bahan
ajar yang tersusun sesuai dengan GBPP dari mata kuliah Sistem Instalasi Perpipaan
dan tersaji sesuai dengan urutan dalam GBPP. Materi buku ini meliputi dasar-dasar
ketentuan tentang sistem instalasi pipa diatas kapal, jenis dari material pipa secara
umum dan yang diatur oleh pihak klasifikasi cara pemilihan ukuran pipa dan jenisjenis sambungan instalasi pipa beserta simbol-simbol pipa dan komponen instalasi
lainnya. Selain itu juga dijelaskan pompa dan karakteristiknya serta bagaimana
menghitung daya dari pompa yang akan digunakan dikapal. Materi buku ini juga
memuat tentang beberapa sistem instalasi perpipaan diatas kapal.
Analisa kebutuhan pembelajaran atau analisa instruksional dan GBRP mata
kuliah dijelaskan pada diagram dan GBRP dibawah ini :

3

ANALISIS INSTRUKSIONAL
PLU
Menghitung kapasitas pompa sesuai dengan
gambar instalasi dari system yang ada di
atas kapal.

PLK 8
Membuat gambar
diagram kerja
system instalasi
perpipaan layanan
kapal sesuai dengan
komponen yang
diperlukan

PLK 7
Membuat gambar
diagram kerja system
instalasi perpipaan
layanan penumpang
dan ABK sesuai
dengan komponen
yang diperlukan

PLK 6
Membuat gambar
diagram kerja
system
keselamatan
sesuai dengan
komponen yang
diperlukan

PLK 5
Membuat gambar
diagram kerja
system instalasi
perpipaan layanan
permesinan sesuai
dengan komponen
yang diperlukan

PLK 4
Menjelaskan penggunaan jenis Pompa yang
sesuai untuk suatu system instalasi pipa diatas
PLK 3
Menjelaskan fungsi komponen-komponen yang ada
dalam suatu system instalasi perpipaan diatas kapal
PLK 2
Memilih Jenis-jenis material pipa yang digunakan
berdasarkan material, dimensional pipa, dan
jenis fluida yang dialirkan
PLK 1
Menjelaskan persyaratan umum instalasi perpipaan di kapal,
jenis-jenis material pipa dan cara menyambungnya serta
dimensional pipa di kapal menurut ketentuan klasifikasi/rules

------------------------------------------------ Entry Behavior ------------------------------------------Untuk dapat mengikuti mata kuliah ini mahasiswa telah mengetahui karakteristik
berbagai jenis material, cara pembentukan material, hukum Berneulli, macammacam pompa dan prinsip kerjanya, bentuk konstruksi melintang dan memanjang,
sekat, dll.

Penjelasan gambaran umum tentang matakuliah & kaitannya dengan mata kuliah lain Strategi / Metode Pembelajaran Kuliah interaktif Indikator Penilaian Bobot Penilaian .4 GARIS BESAR RENCANA PEMBELAJARAN Nama Mata Kuliah : SISTEM INSTALASI PERPIPAAN Kode Mata Kuliah : 323D3303 Semester Penyajian : 5 (LIMA) Kompetensi Sasaran : Kompetensi Utama : Mampu dan terampil merancang sistem instalasi perpipaan. portofolio tentang system instalasi pipa diatas kapal lengkap dengan komponen-komponen sistemnya Sasaran Pembelajaran .Memahami kontrak perkuliahan Materi Pembelajaran/ Topik Kajian . Kompetensi Lainnya Sasaran Belajar Pertemuan ke I : Mampu berkomunikasi secara efektif dengan orang lain baik dalam lingkungan pekerjaan maupun dengan masyarakat : Mampu dan terampil menjelaskan jenis-jenis material pipa dan cara menyambungnya serta dimensional pipa komponen-komponen sistem instalasi pipa. Kompetensi Pendukung: Mampu merancang sistem permesinan. kelistrikan dan instrumentasi di kapal dan bangunan kelautan lainnya yang ramah lingkungan.Kontrak kuliah . kelistrikan dan perpipaan dalam pekejaan teknik yang relevan.

Kuliah interaktif .Kuliah interaktif .Dimensional pipa .Kerjasama dalam tim work .Penguasaan materi Bobot Penilaian 15 .VIII Sasaran Pembelajaran Menjelaskan persyaratan umum instalasi perpipaan di kapal. Menjelaskan komponen-komponen sistem instalasi pipa Materi Pembelajaran/ Topik Kajian Perpipaan Strategi / Metode Pembelajaran .Persyaratan umum instalasi perpipaan .III IV – V VI .Kuliah interaktif .Keaktifan saat diskusi .Material pipa ..Pemiliihan pompa sistem-sistem instala- Indikator Penilaian .Keaktifan saat diskusi .Sambungan dan jenis-jenis packing Komponen-komponen sistem instalasi pipa Macam-macam katup Saringan dan sea chest Alat ukur tekanan dan volume Tangki-tangki Simbol-simbol komponen instalasi pipa Membuat dan Pompa menjelaskan Porto folio tentang penggu.5 Pertemuan ke I .Kerja kelompok & Presentasi (small group discussion) - .Jenis-jenis pompa naan jenis dan . jenis-jenis material pipa dan cara menyambungnya serta dimensional pipa menurut klasifikasi/rules.Daya pompa pompa untuk suatu .Penguasaan materi 15 .Head pompa menghitung daya .Kerja kelompok + presentasi .Kerjasama dalam tim work .Keaktifan saat diskusi .Penguasaan materi 10 .Kerjasama dalam tim work .

System bilga diatas kapal lengkap .Kuliah interaktif ..Kerja kelompok + Presentasi (Collaborative Learning) .XIV Sasaran Pembelajaran Materi Pembelajaran/ Topik Kajian Menjelaskan System instalasi layanan Portofolio tentang permesinan system instalasi pipa layanan permesinan .System bahan bakar dengan komponen.Penguasaan materi 15 .Keaktifan saat diskusi .System udara start diatas kapal lengkap .Kerja kelompok + Presentasi (Collaborative Learning) .Kerjasama dalam tim work .System pemadam kebakaran dengan komponenkomponen sistemnya Menjelaskan System instalasi layanan Portofolio tentang penumpang dan ABK system instalasi pipa layanan penumpang .Penguasaan materi 15 .Keaktifan saat diskusi .Keaktifan saat diskusi .System minyak peluman .Kerjasama dalam tim work .6 si pipa diatas kapal Pertemuan ke IX – X XI – XII XIII .Kerjasama dalam tim work .Kuliah interaktif .Kerja kelompok & Presentasi (Collaborative Learning) .Sistem sewage treatment dengan komponenkomponen sistemnya Strategi / Metode Pembelajaran Indikator Penilaian Bobot Penilaian .System pendingin komponen sistemnya Menjelaskan System instalasi layanan Portofolio tentang keselamatan system instalasi pipa layanan keselamatan .System sanitary air tawar dan air laut diatas kapal lengkap .Penguasaan materi 15 .Kuliah interaktif .

[1987]. 1 Part 5 :Fire Fighting Equipment And Its Use In Ship”.. Jakarta The Marine Engineering Society In Japan. Haruo. MT. ST.System bongkat muat tanker . EKO HARYONO. Hamburg.7 Pertemuan ke XV . BKI. [1998]. 2. Germanischer Lloyd. “Rules For Machinery Instalation”. Germanischers Lloyd. III.XVI Sasaran Pembelajaran Menjelaskan Portofolio tentang system instalasi pipa layanan kapal diatas kapal lengkap dengan komponen-komponen sistemnya Materi Pembelajaran/ Topik Kajian System instalasi layanan kapal . Jakarta.Kerjasama dalam tim work .. Padnya Paramitha. Vol.System oil washing tank kapal Strategi / Metode Pembelajaran . [1982]. "Rules for Classification and Construction Ship Technologi".System ballasts .Kerja kelompok + Presentasi (Collaborative Learning) Indikator Bobot Penilaian Penilaian . The Institute of Marine Engineering. 5. Machinery Outfitting Design Manual.Penguasaan materi Nama dan Kode dosen (Pengampuh Mata Kuliah) 1. SNAME. IR. Raswari. Jakarta Sularto dan Tahara. [1987]. 4. Harington. Inggris. (00 020272 01) 3. [1974].Kuliah interaktif . Roy L.Keaktifan saat 15 diskusi . Jepang Victory. 6. ST. G. The Marine Engineering Society In Japan. [2006]. 3. (00 180573 01) Referensi : 1. H. MT. 1. Vol. BAHARUDDIN. Universitas Indonesia Press. . New York. “Marine Engineering”. Biro Klasifikasi Indonesia. Piping System for Diesel Engine”. [1992].”Perencanaan dan Penggambaran Sistem Perpipaan”. 7. „Pompa dan Kompressor”..ABDUL LATIEF HAD (00 050949 02) 2. “Marine Engineering Practice Vol.

dan jenis fluida yang dialirkan serta cara menyambungnya. sedapat mungkin dengan flens atau sambungan yang dapat dilepaskan dan dipisahkan bila perlu. SISTEM INSTALASI Sistem perpipaan berfungsi untuk mengantarkan atau mengalirkan suatu fluida dari tempat yang lebih rendah ke tujuan yang diinginkan dengan bantuan mesin atau pompa. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Selain itu kita akan mempelajari pipa yang digunakan berdasarkan material. Sambungan pipa melalui sekat yang diisolasi harus merupakan sambungan flens yang diijinkan dengan panjang yang cukup tanpa merusak isolasi. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan persyaratan umum instalasi perpipaan. System perpipaan ini harus ditumpu atau dijepit sedemikian rupa untuk menghindari getaran. jenis-jenis material pipa dan cara menyambungnya serta dimensional pipa di kapal. Misarnya pipa yang dipakai untuk memindahkan minyak dari tangki ke mesin. Pada perancangan sistem instalasi diharapkan menghasilkan suatu jaringan instalasi pipa yang efisien di mana aplikasinya baik dari segi peletakan maupun segi keamanan dalam pengoperasian . cara pembuatannya.8 BAB II SISTEM PERPIPAAN PENDAHULUAN Pada bab ini kita akan mempelajari persyaratan umum instalasi perpipaan di kapal berdasarkan peraturan klasifikasi dalam hal Biro Klasifikasi Indonesia yang berlaku untuk kapal-kapal yang berlayar di wilayah perairan Indonesia maupun kapal lain yang diklaskan klasifikasi lainnya. memindahkan minyak pada bantalan-bantalan dan juga mentransfer air untuk keperluan pendinginan mesin ataupun untuk kebutuhan sehari-hari diatas kapal serta masih banyak lagi fungsi lainnya. Semua pipa harus dilindungi dari kerusakan mekanis. dimensional pipa. sistem perpipaan harus dilaksanakan sepraktis mungkin dengan minimum bengkokan dan sambungan las atau brazing.

Diagram ini terdiri dari : 1. sistem perpipaan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan prinsip-prinsip analisa static dan dinamic stress. aliran. Identifikasi kompartemen dan bul-khead 10. thermodinamic. Ukuran pipa 8. suhu. menghindari.pipa melalui daerah yang tidak boleh ditembus. Tekanan. Oleh karena itu sebagai langkah awal maka dibuatlah suatu gambar diagram yang akan menjelaskan keterkaitan antar komponen dalam suatu instalasi. Arah aliran 9. Schedule material 3. Peletakan komponen yang akan disambungkan dengan pipa perlu diperhatikan untuk mengurangi. Diagram pipa menggambarkan komponen sistem dan hubungannya satu sama lain dalam bentuk skematik. Gambar diagram sistem dibuat guna memastikan sistem akan memenuhi kebutuhan spesifikasi dan seluruh elemen dari sistem saling compatible dengan yang lainnya. penurunan tekanan sistem 7. susunan yang kompleks. dll. Karakteristik dari instrument 11.9 harus diperhatikan sesuai peraturan-peraturan klasifikasi maupun dari spesifikasi installation guide dari sistem pendukung permesinan. Jalur instalasi pipa sedapat mungkin direncanakan untuk mengindari stress yang terlalu tinggi pada struktur. Simbol-simbol komponen 2. Sistem perpipaan merupakan sistem yang kompleks di kapal untuk perencanaan dan pembangunannya. suhu. dl1 . Valve description 5. menghindari penembusan terhadap struktur kapal. Diagram pipa merupakan point awal untuk mengembangkan seluruh gambar-gambar perpipaan. kecepatan. hal-hal yang tidak diinginkan seperti : panjang perpipaan. Identifikasi komponen 6. ketinggian dan kontrol aliran. Komponen performance rating dan kurve pompa 4. Karakteritik operasi dari tekanan. teori a1iran fluida untuk merencanakan keamanan dan efisiensi jaringan pipa (network piping).

Sistem instalasi perpipaan di kapal dapat dikelompokkan dalam beberapa kelompok layanan diatas kapal antara lain : 1. 3. Hubungan fungsi harus sama-sama ditonjolkan. Layanan keamanan.1 0 Kualitas dan kejelasan diagram pipa sangat penting karena gambar diagram memberikan informasi bermacam-macam fungsi selama perencanaan. 2. 4. harus diimbangi seda[at mungkin dengan lengkunganlengkungan pipa. PERSYARATAN UMUM INSTALASI PIPA DI KAPAL Suatu system instalasi perpipaan yang terdiri dari peralatan-peralatan yang digunakan pada suatu system di kapal. adalah sistem instalasi yang akan menjamin keselamatan kapal selama pelayaran meliputi : sistem bilga dan sistem pemadam kebakaran. Ekspansi dari system perpipaan yang disebabkan kenaikan suhu atau perubahan bentuk lambung.kapal dan membrikan pengertian awal bagaimana sistem tersebut berjalan dan menerangkan hubungan dengan sistem lainnya. pembangunan dan operrasional. 2. Layanan keperluan kapal. Layanan penumpang & crew. adalah sistem yang akan melayani kebutuhan bagi seluruh penumpang dan crew dari kapal dalam hal untuk kebutuhan air tawar dan system sanitary/drainage . B. sistem pelumasan dan sistem pendingin. yang termasuk disini adalah sistem-sistem yang akan melayani kebutuhan dari permesinan dikapal (main engine dan auxu1liary engine) seperti sistem start. klasifikasi umumnya memberikan ketentuanketentuan yang harus dipenuhi sebagai berikut : 1. pipa kompensator ekspansi. . Gambar perencenaan system pipa biasanya dibuat hanya untuk satu sistem atau sistem yang berhubungan pada satu gambar untuk menyederhanakan penggambaran. adalah sistem instalasi yang akan menyuplai kebutuhan untuk menjamin stabilitas dan keperluan kapal meliputi sistem ballast dan sistem pipa cargo (untuk kapal tanker) . Layanan Permesinan. sistem bahan bakar. Sambungan-sambungan pipa berupa sambungan flens harus digunakan untuk sambungan pipa yang dapat dilepas. sambungan-sambungan yang menggunakan penahan packing dan cara yang sejenis. Ikatan ulir hanya dapat dipergunakan untuk diameter luar sampai dengan 2 inchi.

Semua jaringan pipa harus ditunjang pada beberapa tempat untuk mencegah pergeseran dan lenturan. harus dibuat secara kedap air atau kedap minyak. Jika system jaringan pipa dilalui oleh fluida yang panas. Sea chest pada lambung kapal harus diatur pada kedua sisi kapal dan dipasang serendah mungkin. atau dinding-dinding. 4. 7. harus dilengkapi dengan alat pengering khusus. 5. dan dilengkapi dengan pipa-pipa uap atau pipa udara dengan diameter disesuaikan dengan besarnya sea chest dan paling kecil 30 mm. yang dapat ditutup dengan katup dan dipasang sampai diatas geladak sekat. air pengisi ketel dan minyak peluma. seperti pi-pa uap dan pipa udara bertekanan'. Juga dilengkapi dengan saringan air laut untuk mencegah masuknya kotoran yang akan menyumbat saluran dari bottom valve.1 1 3. duga limpah maupun pipa yang berisikan zat cair yang berlainan tidak boleh melalui tangki-tangki air minum. system pipa dimana ada cairannya dapat berkumpul dan mempengaruhi cara kerja mesin. 6. maka penunjang pipa diusahakan sedemikian rupa sehingga tidak menghalangi thermal ekspansion. System pipa di sekitar papan penghubung. Bilaman hal tersebut tidak dapat dihindarkan.\ 6. mengalirkan dan memberi ventilasi pada system tersebut. jarak antara penunjang pipa ditentukan oleh diameter dan massa jenis media yang mengalir. Pipa uap atau pipa udara bertekanan tersebut harus dilengkapi dengan katup-katup yang melekat . Semua pipa yang melalui ruang muat/bak rantai harus dilindungi terhadap benturan dan kerusakan dengan diselubungi. Pipa-pipa uap atau udara bertekanan berfungsi sebagai pelepas uap di sea chest dan membersihkan saringan kotak air laut (grating). pengaturan penembusan pipa-pipa tersebut pada tangki harus ditentukan bersama dengan pihak klasifikasi. Lobang-lobang baut untuk sekrup atau baut-baut pengikat tidak boleh terletak pada dinding-dinding tangki. harus terletak sedemikian rupa agar dapat menghindari kemungkinan kerusakan pada instalasi listrik. Pipa yang harus melalui sekat-sekat. system pipa pengeringan dan ventilasl direncanakan sedemikian rupa sehingga dapat mengkosongkan. apabila terjadi kebocoran pada pipa. Pipa udara.

Sumber (source) yang berasal dari tangki-tangki. Pengaturan aliran (debit dan arah).1 2 lasngsung pada sea chest. temperatur. Pompa sebagai sumber tenaga untuk memindahkan/mengalirkan fluida. Dan untuk pemasangannya/instalasinya maka penyangga pipa sangat perlu guna mencegah yang diakibatkan oleh :  Berat pipa  Pemuaian akibat suhu dan tekanan . Kran-kran pada lambung kapal penmgaturannya harus sedemikian rupa. 8. d. tekanin. b. Discharge (sink) dapat langsung ke overboard. Umumnya pipa udara pembersih (blow off) sea chest bertekanan 2 . heat exchanger dan Iainnya. Katup-katup lambung kapal harus mudah dicapai. 9. sehingga pemrtarannya hanya dapat dibuka. tangki dan lainnya. Lubang saluran pembuangan dan pembuangan saniter tidak boleh dipasang diatas garis muat kosong (empty load water line) di daerah tempat perluncuran sekoci penolong atau harus ada alat pencegah pembuangan air ke dalam sekoci penolong. Alat penunjuk bahwa katup terbuka atau tertutup harus disediakan pada tempat penguncian. viscositas dan lainnya dapat berupa : katup. fitting. komponen pendukung antara lain : a. Pada pemasangan hubungan-hubungan pipa dengan lambung dan katup-katup. Pipa pembuangan yang keluar dari ruangan dibawah geladak lambung timbul dan dari bangunan atas dan rumah geladak yang tertutup kedap cuaca. ketika kran-kran tersebut dalam keadaan tertutup. c. katup-katup pemasukan dan pengeluaran air laut harus mudah dilayani dari pelat lantai.3 kq/cm’’. Lokasi lubang harus diperhitungkan juga dalam pengaturan letak tangga kapal dan tangga pandu. 10. harus dilengkapi dengan katup searah otomatis yang dapat dikunci dari tempat yang selalu dapat dikunci dari tempat yang sela1u dapat dicapai diatas geladak lambung timbul. Dalam sistem perpipaan. dipasang sedemikian rupa sehingga tidak terjadi perembesan/ air yang mengalir.

pipa jenis ini dihasilkan dengan proses pemutaran/rolI Gambar 1 : Pipa tanpa sambungan  Pipa dengan pengelasan. Untuk lubang pembuangan dan pembuangan saniter harus dihindarkan dari apa ? C. pipa jenis ini dihasilkan dari baja yang dibentuk silinder kemudian dilas mendatar tersambung oleh tekanan listrik busur .1 3  Beban inersia akibat getaran dan gerak kapal  Beban inersia akibat getaran dan gerakan pada instalasi pipa Soal latihan : 1. jelaskan ! 2. Sebutkan syarat-syarat umum instalasi pipa dikapal (minimal 5 syarat) ? 3. Jenis menurut proses pembuatannya Menurut proses pembuatannya pipa terdiri dari :  Pipa tanpa sambungan. JENIS PIPA a. Bagaimana cara sambungan pipa yang melalui sekat kedap. Instalasi pipa dikelompokkan dalam 4 kelompok. jelaskan dengan gambar ! 4.

Gambar 2 : Pipa dengan pengelasan b. Pipa jenis ini tidak diijinkan untuk digunakan dalam sistem tertentu di mana tekanan kerja melampaui 350 Psi atau pada temperatur di mana sistem yang dibutuhkan pipa tekanan tanpa sambungan.1 4 pipa pengeluaran. Jenis menurut materialnya Bahan/material yang biasa digunakan untuk instalasi pipa uap. dan lain-lain dikamar mesin tidak hanya oleh pihak klasifikasi/rules tetapi juga diatur berdasarkan aturan dan standard yang ada. minyak. Jenis pipa menurut material yang biasa digunakan terdiri dari : . air. Oleh karena itu tekanan kerja maksimum dan suhu patut dijadikan dasar dalam pemilihannya.

Gambar 3 : Pipa Galvanis  Pipa tembaga. Pipa tembaga umumnya mudah dibengkokkan dan tahan terhadap karat. pipa jenis ini banyak digunakan untuk instalasi yang dialiri oleh fluida air dan minyak. Pipa jenis ini digunakan untuk semua pipa bahan bakar minyak lumas  Pipa dari Timah Hitam. kecuali dalam ruangan yang kemungkinan mudah terkena api sehingga dapat melebar dan merusak sistem bilga . pipa jenis ini digunakan pada instalasi atau alat penukar panas (kalor) dan lain-lain. Pipa ini dilindungi terhadap kerusakan mekanis maka dapat digunakan untuk supply air laut. pipa jenis ini digunakan untuk pipa yang berdiameter kecil.  Pipa kuningan.1 5 Tabel 1 : Jenis Material pipa dan tekanan kerja Material Besi Tuang (Cast Steel) Besi Tuang Modular (Composite cast iron) Campuran Tembaga (composite copper Tekanan Kerja Temperatur (°C) > 300 < 300 < 225 Tekanan Kerja (Bar) ØNominal (DN) Dn > 32 mm Pb x DN > 2500 Atau DN > 250 Pb x Dn > 2500  Pipa baja biasanya pipa baja galvanis. Pipa jenis ini digunakan untuk supplai air laut (sistem Ballast dan Bilga). dapat juga untuk saluran sistem bilga.

gas Lubrication oil. drais. thermal oil PR > 16 PR < 16 PR < 7 or or or t >300 t < 300 t < 170 PR > 40 PR < 40 PR < 16 or or or t > 300 t < 300 t < 200 PR > 16 PR < 16 PR < 7 or or or Air. hydraulic oil Boiler feedwater.1 6  Pipa Plastik. overflow lines and boiler blowdown lines   all Pipe class I II III Classification in Pipe Class II is possible it special safety arrangement are available and structural safety precautions are arranged Sumber : Germanischer Lloyd. 2000 . pipa jenis ini mengandung bahan Vynil Chlorida dan biasanya untuk instalasi yang dialiri oleh fluida air bertekanan rendah bagian kelompok kelas pipa menurut rules dapat dilihat tabel berikut ini : Tabel 1 : Kelas material Pipa (Classification of pipes into “pipes clas”) Design pressure PR [bar] Medium/type of pipeline Design temperature t [°C] Toxic and corrosic media Imflammable media with service temperature above the flash point  all Imflammable media with a flash point bellow 60 °C Liquefied gases (LG) Steam. condensate Seawater and fresh water for cooling Brine in refrigerating plant Liquid fuels t > 150 t < 150 t < 60 Cargo pipe lines   all Cargo and venting lines for gas and chemical tankers all   Refrigerants  all  Open ended pipelines (without shutoff). ventig pipes. c. g.

penghantar panas yang baik dan memiliki kemampuan kerja yang baik adalah yang umum digunakan. Mengenai pipa tembaga. Kedua mat. pipa tembaga tanpa kelim dengan tingkat tahan korosi yang bagus.erial tersebut memiliki kemampuan kerja yang bagus dan tahan korosi khususnya nickel mempunyai kualitas yang sangat bagus pada kondisi kerja dengan suhu dan tekanan tinggi. Pipa plastik secara umum dibuat dari bahan . Salah satu jenisnya adalah pipa tembaga phosphorous-dioxided tanpa kelim dan bentuk tabung (CIZ2LT) yang digunakan untuk alat pemindah kalor (Heat Exchanger) dan pipa tembaga tanpa kelim TCUT yang digunakan untuk instalasi pipa control. seperti Zinc dengan bahan dasar aluminium-brass (istilah pabriknya albrac atau Yorcalbro. Material pipa lainnya seperti tembaga campuran [copper alloy).1 7 Dalam bidang perkapalan untuk pipa baja biasanya berupa baja campuran yang disebut baja carbon dikenal beberapa jenis sesuai dengan fungsinya atau fluida yang dialirkan yaitu :  Pipa baja carbon untuk instalasi umum yang dikenal dengan istilah SGP  Pipa baja carbon untuk instalasi bertekanan yang dikenal dengan istilah STGP  Pipa baja carbon untuk instalasi bertekanan tinggi yang dikenal dengan istilah STP  Pipa baja carbon untuk instalasi bersuhu tinggi yang dikenal dengan istilah STPT  Pipa baja carbon dengan pengelasan las busur listrik yang dikenal dengan istilah STPY Diameter luar suatu pipa sama ukurannya dengan diameter nominal. Sedangkan tebal dari pipa. untuk pipa baja carbon yang digunakan untuk instalasi umum (SGP) hanya memiliki l ketebalan untuk tiap diameter nominal. kualitas keduanya sama) dan pipa nickel dengan bahan utama nickel tembaga. tetapi untuk pipa yang lainnya masing-masing memiliki beberapa menurut nomor schedule (SCH). Pipa aluminium-brass dan cupronickel utamanya digunakan untuk instalasi air laut system pendingin.

11-4) D. makin banyak pipa yang dibutuhkan. tahanannya. tetapi hal.  Kecepatan aliran dari fluida yang akan dipindahkan' dimana perlu juga memperhatikan adanya tekanan akibat gesekan.  makin besar penampang pipa makin tinggi harganya  makin kecil penampang pipa.ini memberikan keuntungan karena pada penginstalasian pipa mudah diselipkan ditempat-tempat yang tidak terpakai  makin kecil kec.berikut (lihat table 11. Dan dapat memberikan aliran yang laminar Besarnya diameter dari pipa dapat dihitung dengan formula sebagai berikut : d= (m) (1.2 GL haI.1) atau d= (mm) (1. Aliran fluida dalam makin kecil Pipa.  Harga pipa.1 8 polyvinyl chloride (PVC) yang biasa digunakan untuk instalasi sanitary pada deck akomodasi. Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa . makin banyak pula tempat yang dibutuhkan. Beberapa pengelompokan material pipa dan komponen lain Instalasi dapat dilihat pada tabel. dimanasemakin berat pipa harganya makin mahal.  Jumlah volume fluida yang akandipindahkan.2) . PEMILIHAN UKURAN PIPA Ukuran diameter dalam sebuah Pipa ditentukan berdasarkan :  Jenis fluida yang mengalir didalam pipa.

1 9 dimana. ketebalan serta schedule pipa. 2. dll. 40. d = diameter pipa Q = debit fluida yang mengalir (m3/s) v = kecepatan aliran di dalam pipa (m/s) kecepatan aliran biasanya diasumsikan sebagai berikut :  0. 30. Schedule double extra strong (XXS) 5. 2. Schedule extra strong (XS) 4. Mengatasi kegetasan pipa Di kapal biasa kita mendengar istilah schedule dalam perpipaan. Ketebalan dan schedule sangatlah berhubungan hal ini karena ketebalan pipa tergantungan dari pada schedule pipa itu sendiri. Diameter dalam (inside diameter). 120. 160. 80. 100. untuk tekanan tinggi (higher pressure) Spesifikasi umum dapat dilihat pada ASTM (American Society of Testing Material).1 m/s. Kekuatan dari material itu sendiri (strength of material) 3. ditetapkan sama. untuk normal pressure  3 m/s atau lebih. Schedule : 5. 60. Schedule special Perbedaan-perbedaan schedule ini dibuat karena : 1. walaupun ketebalan (thickness) berbeda-beda untuk setiap schedule. ditetapkan berbeda berbeda untuk setiap schedule. 10. 20.2 m/s. 80. Menahan internal pressure dari aliran. 120. Dimana disitu diterangkan mengenai diameter. Schedule pipa dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. . Mengatasi karat 4. Diameter luar (out side diameter). untuk suction line  1 . Schedule standart 3. Diameter nominal adalah diameter pipa yang dipilih untuk pemasangan ataupun perdagangan (commodity). misalkan : Schedule 40.5 .

kecuali dalam ruangan yang kemungkinan mudah terkena api sehingga dapat melebar dan merusak sistem bilga. dapat juga untuk saluran sistem bilga. Dalam perencanaan sedapat mungkin membuat sedemikian rupa .2 0 - Pipa Schedule 40 Pipa ini dilindungi terhadap kerusakan mekanis yaitu perlindungan menyeluruh dengan sistem galvanis. Dengan sistem perlindungan tersebut maka pipa dapat digunakan untuk suplai air laut. dan sambungan akibat pengelasan dan sifatsifat aliran. Gambar 4 : Pipa Schedule 40 - Pipa Schedule 80 . getaran di dalam pipa. Dalam penggunaan pipa schedule 80 – 120 dapat difungsikan sebagai pipa hidrolis yaitu pipa dengan aliran fluida bertekanan tinggi. Tekanan yang hilang akibat gesekan disebabkan oleh panjang bentangan pipa. katup (valve). Sedangkan di kapal umumnya kecepatan aliran 122 m/menit. percabangan pipa.120 Pipa jenis ini diisyaratkan mempunyai ketebalan yang lebih tebal dibandingkan dengan jenis pipa yang lain.

Fluida (fps) Nominal 3 Condensate pump suction Condensate pump discharge Condensate drains Limit 3 8 0.water discharge Feedwater suction 4 Lube-oil service Pump suction Lube-oil discharge 2 4 Heavy-fuel service suction Heavy-fuel service discharge Heavy-fuel transfer suction 6 1.3 4 Feedwater discharge 4 10 Cold freshwater suction 3 15 Cold freshwater discharge 5 20 Hot .2 1 sehingga aliran fluida di dalam pipa adalah laminar (arus dimana garis arus sejajar dengan dinding pipa). Kecepatan aliran fluida untuk setiap sistem instalasi tidak sama. hal ini dapat kita lihat pada tabel berikut ini : Tabel 2: Disain kec Fluida pada sistem Perpipaaan Instalasi Kec.water suction 3 8 1.5 6 6 .3 1 3 Hot .

2I5 Psig 75 250 Steam exhaust. c Steam.transfer discharge 2 15 Tabel 2 (lanjutan) Instalasi Kec.2 2 Heavy-fuel. d adalah diameter dalam pipa dalam satuan inci b. haigh vacuum 75 330 Hydraulic-oi1 suction a. c Seawater discharge 5 12 b. Fluida (fps) Nominal Limit Distillate-fuel suction 2 7 Distillate-fuel discharge 5 12 1. .5 8 Hydraulic-oi1 discharge 8 20 Seawater suction 3 12 b. Sedangkan Ukuran Pipa baja berdasarkan JIS (Japan International Standart) terdapat tabel 4. 9 fps untuk pipa baia galvanis c. kec. high pressure 50 200 Steam exhaust. Air laut pada pipa titanium dan GRP sumber : Marine Engineering' Books II Ukuran Pipa Berdasarkan Kapasitas Tangki (BKI 2006 Sec 11 N 31) Seperti yang terdapat pada table 3.

2 3 Tabel 3 : Ukuran pipa berdasarkan kapasitas tangki .

nozel (nozzle) peralatan ataupun sambungan untuk merubah arah aliran.2 4 Tabel 4 : Standart Ukuran Pipa Baja menurut “JIS” tahun 2002 E. baik sambungan antara pipa dengan . . alat instrumentasi-. banyak ditemukan sambungan-sambungan.pipa maupun sambungan pipa dengan peralatan/komponen yang diperlukan seperti katup (varve). SAMBUNGAN PIPA Dalam suatu instarasi pipa. F. PEMUAIAN PIPA Pengaruh panas baik yang berasal dari dalam pipa ataupun pengaruh lingkungan sekitar pipa dapat menyebabkan pipa mengarami pemuaian. System instalasi diatas kapal harus mampu mempertahankan terhadap getaran dan kel-enturan. pemuaian ini dapat menyebabkan diameter pipa bertambah besar dan ataupun pertambahan panjang pipa.

union.2 5 sehingga sambungan yang memillki dayatahan yang tinggilah yang dipersyaratkan. jenis penyambungan dengan las dipengaruhi oleh material. coupri-ng. Pada instalasi bersuhu dan bertekanan tinggi seperti pada instalasi uap utama pada kapal turbin. Beberapa type sambungan tidak memil-lki kekuatan dan daya tahan untuk digunakan pada lingkungan diatas kapal untuk waktu yang lama tanpa mengalami kerusakan/kebocoran. brazed socket. socket weld. dan untuk pipa baja carbon digunakan las metal-. Penyambungan pipa dapat dilakukan dengan las beberapa cara antara lain :  Pengelasan (W elded).pipa yang akan disambung dan penggunaannya. Sebagian besar sistem menggunakan beberapa jenis sambungan berbeda. Beberapa sambungan yang sangat bagus meliputi : bolted flens. pemilihan jenis sambungan yang akan digunakan pada sistem pipa didasarkan pada beberapa faktor meliputi :  Tekanan  Suhu  Harga  Keselamatan/keamanan  Kondisi 1ingkungan sekitar  Ukuran pipa  Bahan pipa  Kemudahan dalam pemeriksaaan  Jaminan kualitas  Ketersediaan komponen tersebut dipasar dan kecocokan pada ujung pipa  Tingkat kemahiran dari installer  Batasan yang diberikan oleh badan regulasi pihak klasifikasi dan persyaratan pemilik kapal sendiri. misalnya pengelasan untuk bahan stainless steel menggunakan las busur gas wolfram. mechanically attached fitting dan bounded socket untut bahan plastik dan bahan komposit. instalasi tanpa flens adalah lazim digunakan tetapi saat lni instalasi tanpa flens selalu . reinforced branch connection. buttwelded. threaded.

Sleeve Joint (sambungan sleeve). Bagian yang disambung dari pipa yaitu pada masing-masing ujungnya dilas sebagai ganti dari f1ens. Kemiringan bagian pipa yang akan dilas dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Gambar 1: Sambungan dengan cara pengelasan Sumber : Machinery outfitting design manual. setara dengan SGP. buttwelding joint adalah salah satu metode yang digunakan pada sambungan tanpa flens. 1 Piping System For Diesel Ships b. instalasi pipa yang dilapisi. dan lain lain sesuai dengan ketebal-an pipa SCH#80 padanan ketebalan lmenyangkutl lengan baju biasanya digunakan dalam rangka memperkecil macam lengan baju.2 6 digunakan pada instalasi tekanan rendah dengan maksud untuk mendapatkan instalasi tanpa flens yang layak atau pantas. SCH#80. Ketebalan sleeve T bervariasi seperti berikut. Sambungan yang umum digunakan untuk instalasi tanpa flens antara lain : a.Vol. cara ini digunakan pada bagian dimana flens yang digunakan adalah bentuk konvensional-. Sambungan Buttwelding (gambar 1) . sambungan sleeve dapat dilihat pada gambar 1. Tapi metode ini sama sekali tidak dipakai/diterapkan karena dapat merusak pipa galvanis. SCH#40. .5.

kebanyakan kekedapan terhadap fluida dengan mengencangkan suatu packing karet elastis dengan suatu "nut" dan di sana adalah beberapa tindakan balasan melawan terhadap pipa yang jatuh Gambar 3 : sambungan coupling Sumber : Marine Engineering d. Sambungan union sebagian besar digunakan untuk ukuran pipa yang kecil.2 7 Gambar 2 : Sambungan Sleeve Sumber : Marine Engineering c. Coupling Joint Ada banyak macam sambungan coupling. Union Joint. Ada dua jenis sambungan jenis ini sebagaimana yang .

Hubungan reinforced branch seperti gambar 8d perlu ada metode dalam pemasangan cabang tanpa menggunakan komponen lain. untuk menjamin kekencangan sambungan dengan memasukkan packing antara badan sambungan dan ujungnya ( gambar 1 . ) adalah yang cocok untuk semua tekanan dan suhu diatas kapal.l . pengelasan di-buat untuk pipa baja. Salah satu darri jenis ini. 6 ) . Isatu/ orang] yang terdahulu biasanya digunakan untuk 10 kg/cm7 dan di atas penilaian/beban maksimum. sehingga pengurangan jumlah sambungan tiap cabang dari menjadi 3 menjadi 2 . baja digunakan untuk pipa baja dan campuran rogam tembaga untuk pengikatan ke pipa. dan memudahkan dalam penginstalasian cabang baru pada pipa yang ada. Sedangkan jenis yang lain untuk menjamin kekencangan tanpa menggunakan packings antara badan sambungan dan ujungnya yang berhubungan berbentuk kerucut dengan sudut masing-masing 37 atau 90 derajat ( gambar I. Materlal sambungan union ditetapkan di (dalam) JIS F7436.6 dan gambar L. Bahan sambungan Union. tembaga dlbuat untuk pipa tembaga. . Sambungan braze seperti gambar 8c mempunyai batas suhu yang tertinggi tergantung pada meterial pipa dan brazlng metal yang digunakan. Sambungan ini didisaln untuk mengurangi konsentrasi tegangan yang ada pada cabang dari kedua pipa untuk hubungan yang tidak diperkuat (unreinforced connection) . 7455 Gambar 4: sambungan union Sumber : Machinery outfitting design manual) Sambungan las seperti gambar 8a dan 8b (Mar. Eng.'7).2 8 ditunjukkan pada gambar 1.

1.2 9 Gambar 5 : Jenis-jenis sambungan Sumber : Marine Engineering Sambungan pipa dengan cara pengelasan dapat dilakukan dengan : a.1 & I. antara pipa dengan yang menggunakan penguatan yang berupa pelana kuda (saddle). Sambungan langsung (tanpa penguat) Sambunqan dengan penguatan Sambungan menggunakan alat penyambung Sambungan pipa cabang dengan menggunakan o’let. c. Sambungan dengan penguatan Pada sambungan ini. b. 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini (buku buku raswari cb. Sambungan langsung (stub in) Sistem sambungan ini dimana hubungan pipa dengan pipa dilas secara langsung. 2) . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini (buku buku raswari Gb. d.4 hlm.3 & 1.2 hlm. 2).

Lain sambungan ulir cenderung lebih mudah mengalami karat pada celah ulir dan kebocoran pada daerah ulir dan berkurangnya kekuatan mekaniknya. Beberapa bentuk . kap (cap) dan silang (cross). Untuk lebih jelasnya model dari sambungan ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini (buku buku raswari Gb.13 & 1. pemerkecil (reducer). 8e dan 8f) sangat bagus karena dapat dipasang dan dilepas. Te (tee). yang mana tetap memberikan kemudahan dalam pemasangannya dan pelepasannya. mudah dalam pemasangan/perakitan tanpa dilakukan pengerjaan panas terlebih dahulu. sambungan pipa cabang yang menggunakan o'let lebih kuat dan lebih baik dari sambungan yang menggunakan penguat seperti pelana (saddle). Sambungan kopling dibuat dalam banyak macam dan gambar 8 h adalah salah satu contohnya. Umumnya penyambungan pipa dengan sambungan ulir dlgunakan pada pipa dengan diameter dibawah 2 inchi. Sambungan yang lainnya adalah dengan sambungan kopling (coupling). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gamba dibawah ini (buku buku raswari cb. Sambungan pipa secara ulir terdiri dari type straight (ulir rata) dan tapered (ulir tirus/meruncing) seperti pada gambar 5 (Fiq. 1.3 0 Sambungan menggunakan alat penyambung (fitting) Yang dimaksud dengan penyambungan . 3-5). penyambungan ini digunakan pada pipa yang bertekanan tidak terlalu tinggi. Hal ini juga berlaku untuk kapal-kapaI niaga. sambungan union (union joint) seperti pada gambar 8 g didisain untuk mengatasi kelemahan pada sambungan ulir dengan memberikan kekuatan mekanik yang lebih besar dan membuatkan cincin O ring. Sehingga AL AS untuk sambungan type ini hanya digunakan untuk ukuran pipa yang kecil dan tidak vital serta bukan flulda yang berbahaya. tetapi dari segi ekonomi sambungan o'let lebih mahal. Sambungan pipa cabang dengan menggrunakan o'let Dari segi kekuatan dan teknis.I2 hlm. jika diperlukan untuk mengisolasi ulir dari system fluida. 1. dan lenturan kapa1.ini adalah penyambungan pipa dengan pipa menggunakan alat penyambung. pergerakan yang berkenaan dengan panas.17 hlm. Bagaimanapun dibandingkan dengan jenis sambungan.5 s/d L. harganya tidak terlalu maha1. untuk mengubah arah aliran atau memperkecil jalur pipa seperti : siku (ellbow). dan reinforcement. Selain itu. 6-7). Kebocoran pada sambungan inl dapat dicegah dengan menggunakan gasket tape pipe. Beberapa bentuk kopling yang tidak dipasang secara langsung kepada pipa tidak mempertimbangkan perlindungan terhadap separasi dalam kaitan dengan getaran.  Ulir (threaded) .

Dimana kedua ujung pipa yang akan disambung dipasang flens kemudian diikat dengan baut (bolt). udara/gas.  Flens (flange). Pipa sesuai dengan panjangnya dihubungkan dengan flens untuk pipa baja. b.3 1 memerlukan suatu gland packing atau segel fain untuk mencegah kebocoran. Flens pipa dikelompokkan menurut besarnya tekanan yang disesuaikan dengan tekanan kerja maksimum ataupun diatasnya. Welded neck f1ange Welded neck flange adalah flens yang ujungnya dilas pada pipa dan berbentuk kerucut tipis untuk penguatan. Berikut ini diperlihatkan flens yang umum digunakan : a. Adapun gambar flens ini dapat dilihat pada gambar 6. Slip-on welded flanges Pada slip-on welded flens. ulir atau menambah pipa. Frens baja dibentuk dengan ras bubut. instalasi pipa disesuaikan dengan besarnya tekanan dan kondisi fluida. kondisi dari fluida secara khusus dapat dilihat pada JIS B 2201 atau juga BS 10. Tetapi tekanan kerja maksimum pada uap udara kompresi. pipa dimasukkan ke plate flens dan dilas tipis pada kedua sisi dari flens dan cocok untuk instal-asi dengan tekanan dari rendah sampai dengan tekanan sedang . air. suhu tinggi dan suhu yang rendah. Typef lens seperti ini memiliki keamanan konstruksi yang lebih baik dan cocok untuk tekanan tinggi. Flens pipa secara umum dikelompok menjadi beberapa macam menurut cara penyambungan dan type dari permukaan flens. Sambungan ini biasanya tidak diijinkan pada kapat angkatan laut AS. minyak dan lain-lain. Batas maksimum tekanan kerja untuk material flens. Sambungan Kopling diijinkan pada kapal komersil untuk penggunaan yang spesifik tunduk kepada prosedur instalasi khusus untuk memastikan sambungan tersebut tidak akan lepas.

c.3 2 Gambar 6 : Jenis-jenis sambungan Flens Sumber : Marine Engineering . Composite Flens Flens composite yang digunakan pada instalasi pipa copper atau paduan copper dengan diameter atau lebih sesuai ketentuan yang ada. Sebagai contoh misalnya bagian dalam flens menggunakan cast branze sedangkan bagian luar flens menggunakan baja lunak. (lihat gambar 7). .

menurut pihak klasifikasi sambungan flens ini terbagi menjadi beberapa type sebagaimana pada gambar dibawah ini : Gambar 8 : Type-type flens Sumber : Germanischers Lloyd .3 3 Gambar 7 : Sambungan Flens material campuran Sumber : Marine Engineering Untuk sambungan pipa dengan menggunakan flens.

Apa itu cara penyambutkan Buttwelding ? Gambarkan lengkap kriterianya. Sebutkan ? 4. . Dalam bidang perkapalan untuk pipa baja biasanya berupa baja campuran yang disebut baja carbon dikenal beberapa jenis. Apa sajakah yang menentukan ukuran pipa ? 3.3 4 Gambar 8 : Type-type flens (lanjutan) Sumber : Germanischers Lloyd PENUTUP Soal latihan : 1. Apa-apa sajakah cara penyambungan pipa yang biasa dilakukan ? 5. Sebutkan jenis pipa menurut material yang biasa digunakan ! 2.

Germanischer Lloyd. III. Untuk lubang pembuangan dan pembuangan saniter harus dihindarkan dari apa ? 10. [2006]. 3. Jakarta 5. piping System for Diesel ships". "Machinery Outfitting Design Manual.3 5 6. 4. [1998]. "Rules for classification and construction ship Technoloqy". SNAME. " Perencanaan dan penggambaran Sistem Perpipaan". Apa sajakah komponen pendukung dalam sistem perpipaan ? 11. Jakarta 2. BKI. The Marine Engineering Society In Japan. “Rules For Machinery Instalation”. Vol. [1992] . Hamburg. Vol. Roy L. Bentuk kelompok dan coba gambarkan bagaimana tentang apa yang menjadi ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi dalam instalasi perpipaan di kapal ! DAFTAR PUSTAKA : 1. The Marine Engineering Society in Japan. Misalkan ada sebuah pipa yang akan melewati sebuah sekat kedap bagaimana penyambungnya dan gambarkan ! 7.. Universitas Indonesia Press. Biro Klasifikasi Indonesia. [1987 ] . Untuk apa sajakah diperlukan penyangga pipa dalam pemasangan instalasi ? 9. Germanischers Lloyd.[1982] . New York. 1. Harrington. Raswari . Jepang . "Marine Engineering". Ada berapa type flens menurut BKI (Biro Klasifikasi Indonesia) ? 8.

yaitu berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran dalam bentuk partikel padat. Yang termasuk dalam filter yaitu:  Filter/strainer baik berupa filter simpleks atau dupleks.  Purifier. . KOMPONEN-KOMPONEN INSTALASI Sistem perpipaan berfungsi untuk mengantar fluida yang akan dipindah sampai ke tujuan pemakaian untuk mendukung kerja dari suatu peralatan. BAHAN A.3 6 BAB III KOMPONEN SISTEM INSTALASI PIPA DAN SIMBOL-SIMBOL PERPIPAAN PENDAHULUAN Pada bab ini kita akan mempelajari komponen-komponen sistem instalasi pipa simbol-simbol komponen instalasi perpipaan. Dan gambar diagramlah yang merupakan kelengkapan yang harus ada diatas kapal URAIAN PEMBELAJARAN. Karena di galangan harus terlebih dahulu gambar diagram instalasinya baru gambar instalasi sebenarnya. Agar fluida tersebut sampai ketujuan maka diperlukan suatu jaringan instal-asi yang terdiri dari beberapa komponen pendukung. mahasiswa dapat Setelah mempelajari bab ini menggambarkan bagaimana diagram sistem instalasi pipa di kapal. merupakan alat untuk menyaring partikel partikelyangtidak diinginkan dimana proses penyaringannya dengan cara memusing (memberikan gaya sentrifugal pada fluida yang bersangkutan sehingga partikel-partikel yang tidak kita inginkan melalui suatu instalasi. Komponen-komponen tersebut terdiri dari : 1. Filter ini dapat. Berupa suatu komponen atau pun dalam bentuk alat. Saringan sebagai alat untuk mencegah benda-benda asing masuk ke jaringan pipa yang dapat menggangu kerja dari sistem bersangkutan. Filter atau strainer tersusun atas pokit yang diberi lubang-lubang atau kasa penyaring. 2. Pipa dan sambungan sebagai jalan dari fluida.

3 7  Separator. dan tangki-tangki penampungan lainnya dalam rangka mencegah terjadinya pencemaran air laut oleh akibat kegiatan diatas kapal (a) Filter/strainer (b) Purifier (c) Separator Gambar 1 : Alat Penyaring . alat ini merupakan alat filter yang berfungsi untuk memisahkan antara fluida air dan dan fluida minyak misalnya untuk fluida dari got-got (bilga).

. Material 3. Adapun gambar-gambar katup seperti keterangan diatas dapat dilihat pada gambar dibawah ini . Dalam pemilihan katup yang akan digunakan dalam suatu sistem harus mempertimbangkan beberapa faktor antara lain :  Perbedaan tekanan  Kehilangan tekanan  Pengoperasian (terkait dengan arah aliran)  Ukuran (terkait dengan diameter pipa)  Biaya  Jenis material katup  Keamanan  Kemampuan untuk mengontrol aliran Untuk bentuk dan ukuran material katup harus mempertimbangkan haI berikut ini :  Bentuk dan ukurannya harus memakai standar industry  Disertakan kemampuan tekanan dantemperatur kerja  Materialnya telah diapprove oleh pihak klasifikasi. Diameter nominal 4. Tekanan nominal 5. penghentian dan pengaman aliran dan juga dapat mengatur arah aliran dari fluida. lift check valve. meliputi globe valve. Arah putar untuk buka/tutup pada hand wheel 2. Check valve. gate valve. swing check valve. dll. sebagai alat untuk mengatur jumlah fluida yang akan dipindah. Pada katup (valve) harus ada tanda : 1. Katup. Arah aliran Jenis-jenis katup yang biasa digunakandl kapal antara lain : a.3 8 3.

meliputi pressure reduding valve. Special valve. non-return valve. threeway valve. Adapun gambar. relief valve.3 9 Gambar 2 : Katup Check Valve b. back pressure regulating valve. dll. Stop Valve.gambar katup seperti keterangan diatas dilihat pada gambar dibawah ini : Gambar 3 : Katup henti c. Safety va1ve. angle valve. meliputi butterfly valve. ball valve. Automatic .

Adapun gambar-gambar katup seperti keterangan diatas dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Gambar 4 : Katup Khusus 4.4 0 deaerating valve. dll. Tangki-tangki yang merupakan tempat penampungan dari fluida. Sedangkan untuk tangki layanan sesuai persyaratan harus . Pihak klasifikasi mengisyaratkan bahwa untuk tangki yang besar biasanya memakai badan kapal dipergunakan sebagai tangki. Thermostattic valve. dimana pembuatannya harus menyatu dengan struktur kapalnya. 5. Pompa adalah alat yang berfungsi memberikan tenaga pendorong terhadap fluida sehingga fluida dapat mengalir berpindah tempat dari tempat yang rendah ke tempat yang lebih tinggi (arah vertikal) aLau arah secara mendatar (horizontal).

 Antara tangki air tawar dan minyak atau yang fluidanya berbeda jenisnya harus dlbatasi dengan cofferdam.  Pipa limpah (overflow pipe)  Lubang masuk orang (man hole)  Drain pipe (letaknya dibagian bawah yang berfungsi untuk pengurasan/pengeringan tangki). Jika tangki lebih dari 60 maka penempatan agak khusus guna keselamatan anak buah kapal. harus diusahakan kemudahan untuk mencapai bagian depan tangki.4 1 dibuat sebagai tangki lepas. Tangki harus dilengkapi dengan oil tray atau coaming untuk menghindari percikan akibat kebocoran. Tangki harian ini dapat berupa tangki gravitasi ataupun tangki harian dengan sistem hydrophore.aknya menengah. Tangki induk (storage tank) b. Untuk tangki tangki yang berisi cairan panas sesuai klasifikasi tangki harus o diisolasi.  Untuk memudahkan penanganan asesori. Drain pipe letaknya harus sejauh mungkin terhadap pipa hisap (suction). . Menurut klasifikasi ada beberapa hal yang harus diperrhatikan berkaitan dengan tangki ini yaitu :  Tangki minyak tidak boleh ditempatkan diatas boiler untuk menghindari bahaya kebakaran. Tangki harian (daiIy tank) atau tangki service (service tank). Jenis-jenis tangki yang ada di kapal berkaitan dengan sistem distribusi suatu sistem instalasi perpipaan antara lain : a. Apabila tangki besar letaknya harus dibagian atas maka diusahakan let. Dan untuk sistem tangki itu sendiri ada beberapa perlengkapan yang harus ada pada tangki antara lain :  Katup (angle or globe valve)  Pipa pengisian atau pengeluaran (fiilling pipe)  Pipa udara (air pipe)  Pipa penghubung (blow pipe)  Pipa duga (sounding pipe) jika dapat diletakkan ditengah garis centre line kapal dengan pertimbangan keolengan kapal.

calorifier. Tangki pengendapan (settling tank) d. Drain tank f.sesuai dengan sistem instalasi seperti : heater. Komponen-komponen khusus. Tangki sump (sump tank) e.4 2 (a) (b) Gambar 5 : Tangki harian dan tangki service (a) dan tangki hydropore (b) c. dll. Sludge tank 6.incenerator. cooler. .

Berikut ini beberapa contoh simbolsimbol komponen sesuai dengan standar Jepang (JIS F 7006) dapat dilihat pada tabel-tabel berikut : 1.4 3 (a) Cooler (b) Incenerator Gambar 6 : Komponen-komponen khusus B.1 . Pipa dan sambungannya dapat dilihat pada tabel 4. SIMBOL-SIMBOL DALAM INSTALASI PERPIPAANl Gambar-gambar dari simbol komponen suatu instalasi yang digunakan pada instalasi diatas kapal biasanya sesuai dengan standar.

4 4 Table 4.1 : Gambar symbol Pipa dan Sambungan .

2 Table 4.1 : Gambar symbol Pipa dan Sambungan (lanjutan) 2.4 5 Tabel 4.2 Control and regulation parts . Komponen danpengaturan dapat dilihat Pada Pengendali tabel 4.

4 6 3.3 Tabel 4.3 : Katup dan kran (Valves and cocks) . Katup dan keran dapat dilihat pada tabel 4.

4 7 Table 4.3 (lanjutan) .

4 8 4.4 Table 4.4 : Perlengkapan pipa (Pipe Fittings) . Perlengkapan pipa dapat dilihat pada tabel 4.

4 9 Table 4.4 (lanjutan) .

4 (lanjutan) .5 0 Table 4.

Kontrol dan instrumentasi dapat dilihat pada tabel 4.5 Control and instrumentation .5 1 5.5 Table 4.

5 (lanjutan) PENUTUP Soal latihan : 1. Jelaskan ! 2. Tanda-tanda apa sajakah yang harus ada di katup ? . Apakah yang dimaksud saringan atau filter ? Dan berapa macam saringan di kapal .5 2 Table 4.

DAFTAR PUSTAKA : 1. Germanischer Lloyd. 2. Roy L."Marine Engineering". Hamburg. "Rules for Classification and Construction Ship Technologi". New York' 3. The Marine Engineering Society In Japan. "Machinery Outfitting Design Manual Vol. Cari gambar diagram pipa kapal yang lain dan sebutkan symbol-simbol gambar diagram pipa tersebut ! Kerjakan secara berkelompok dan tidak boleh ada yang sama system pipanya. Piping Systemfor Diesel Ships". Apa fungsi katup dibawah ini : - Ball Valve - Reducing pressure valve - Non-return valve - Safety va1ve 4. The Marine Engineering Society In Japan. Harrington.5 3 3. Gambar symbol dari komponen berikut ini : - Screwed joint - Flange - Air motor driven - Life check valve - Duplex strainer - Air pipe - Sea Chest - Thermometer - Pressure gauge 7. Apa nama-nama tangki yang ada di kapal ? 6. U9921. Alat-alat atau komponen apa saja yang harus ada di tangki ! 5. Jepang . Germanischers Lloyd. [1998]. SNAME.

Agar pompa dapat bekerja dengan baik tanpa mengalami kavitasi. perlu direncanakan besarnya tekanan minimum yang tersedia pada inlet pompa yang terpasang pada instalasinya.berikut ini : . pemilihan pompa. BAHAN Pemilihan suatu pompa untuk suatu maksud tertentu. URAIAN PEMBELAJARAN. Dengan dasar tersebut maka putaran pompa dapat ditentukan. Kapasitas aliran. dan putaran pompa dapat diketahui seperti diatas. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan dan membuat portofolio tentang penggunaan jenis dan menghitung daya pompa untuk suatu sistem-sistem instalasi pipa diatas kapal. Hal-hal yang harus diperhatikan Dalam pemilihan pompa dapat dilihat pada tabel. Tetapi apabila perubahan kondisi operasi sangat besar (khususnya perubahan kapasitas dan head) maka putaran dan Ukuran pompa yang akan dipilih harus ditentukan denqan memperhitungkan hal tersebut.5 4 BAB IV POMPA PENDAHULUAN Pada bab ini mempelajari perhitungan head tentang penggunaan jenis pompa. atau tahanan yang diatasi untuk sebuah pompa dalam suatu system instalasi pipa diatas kapal dan perhitungan daya pompa. head. terlebih dahulu harus diketahui kapasitas aliran serta head yang diperlukan untuk mengalirkan zat cair yang akan dipompa.

Kondisi pipa isap. Terputus-putus. 5. berat jenis. fluktuasi suhu. Penggerak Motor listrik. jumlah jam kerja seluruhnya dalam setahun. Data Yang Diperlukan Kapasitas 2. kandungan zat padat. minyak. temperature. Kondisi Kerja Keterangan Diperlukan juga keterangan mengenai kapasitas maksimum dan minimum Tinggi isap dari permukaan air isap ke level pompa. 10. pemilihan.5 5 Table 5.1 : Data yang diperlukan untuk pemilihan pompa NO. Sumber : Pompa dan compressor. Tinggi fluktuasi permukaan air keluar Besarnya tekanan pada permukaan air keluar. ketinggian diatas permukaan air. Kondisi luar (discharge) 4. Keraja terus-menerus. Kondisi pipa keluar. Head total pompa Jenis zat cair 6. Tinggi permukaan air keluar ke level pompa. Jumlah pompa 7. Tekanan yang bekerja pada permukaan air isap. zat cair khusus (zat kimia). Poros tegak atau Hal ini kadang ditentukan oleh pabrik pompa yang mendatar bersangkutan berdasarkan instalasinya. 9. Tempat instalasi Pembatasan-pembatasan pada ruang instalasi. 8. 1. motor bakar torak. air laut. pemakaian dan pemeliharaan (a) Pompa poros vertical (b) Pompa poros horizontal Gambar 1 : Type poros pompa . Harus ditentukan berdasarkan kondis-kondisi diatas Air tawar. turbun uap. Kondisi Isap (suction) 3. Tinggi fluktuasi permukaan air isap. diluar atau di dalam gedung. viskositas.

Walau pun ada juga tipe yang lain tergantung jenis fluida yang akan dipindahkan seperti minyak biasanya tipe screw pump dan udara dengan tipe pompa torak. . Jumlah Pompa Jika laju aliran keseluruhan telah ditentukan maka kapasitas pompa dapat dihitung dengan membagi laju aliran total tersebut dengan jumlah pompa yang akan digunaka. Pertimbangan ekonomis . NPSH tersedia. Dalam penentuan jumlah pompa yang akan digunakan. Apabila kebutuhan berubah-ubah.  Biaya operasional dan perawatan. model dan jenis pompa tetap sama. komponen biaya terbesar adalah untuk daya listrik. Tipe pompa di kapal sebagian besar tipe sentrifugal. Tetapi jika jumlah pompa yang digunakan sedemikian rupa hingga memungkinkan maka dipakainya pompa standar yang murah. biaya keseluruhan untuk pembangunan fasilitas mekanis kurang lebih tetap sama meskipun menggunakan jumlah pompa yang berbeda. biaya keseluruhan untuk fasilitas mekanis kadang-kadang dapat lebih rendah. Karena sentrifugal daya pancarnya besar. baik biaya instalasi investasi awal pembangunan (Capitol cost) maupun biaya operasional dan perawatan (maintenance). Atau dengan kata lain biaya untuk fasilitas mekanis kurang lebih proposional terhadap laju aliran asalkan head. Tapi biaya ini dapat ditekan dengan beberapa cara : a. Pertimbangan ini menyangkut masalah biaya. Atau dapat juga menqgunakan pompa dengan kapasitas berbeda. harus memperhatikan beberapa hal antara lain: 1.  Biaya awal instalasi. umumnya untuk laju aliran total fasilitas yang sama.5 6 Pompa poros tegak biasanya untuk instalasi yang tangkinya jauh dari pompa sedangkan poros horizontal biasanya antara pompa dan tangkinya berada dekat sekali. maka beberapa pompa dengan kapasitas sama yaitu sebesar atau hamper sebesar konsumsi minimum harus dipakai.

3. Resiko.  Lokasi pengangkatannya pemasangan pompa dan cara  Jenis penggerak dan cara mentransmisikan daya dari penggerak ke pompa. batas atas kapasitas suatu pompa tergantung beberapa hal :  Berat dan ukuran terbesar yang dapat diangkut dari pabrik ke tempat pemasangan. Batas Kapasitas Pompa. Jadi untuk mengurangi resiko. Jika kapasitas pompa menjadi besar. 2.5 7 b. HaI ini mempermudah dalam Perawatan. sehingga penggunaan daya menjadi lebih ekonomis. HEAD Head adalah Head total pompa yang harus disediakan untuk mengalirkan jumlah air seperti yang diinginkan. efisiensi pompa juga menjadi lebih tinggi. Head total dapat dirumuskan sebagai berikut : . tergantung pada kondisi kerja dan pentingnya instalasi. Selain itu sedapat mungkin pompa yang dipakai sama agar dalam hal suku cadangnya dapat saling dipertukarkan. dapat ditentukan berdasarkan kondisi instalasi yang akan dilayani pompa. penggunaan pembagian hanya satu pompa untuk melayani laju aliran keseluruhan dalam suatu instalasi yang penting adalah besarnya resiko. dll). perlu dipakai 2 pompa atau lebih' tergantung pentingnya suatu instalasi.  Pembatasan pada besarnya mesin perkakas yang digunakan untuk pengerjaan bagian-bagian pompa  Pembatasan pada performansi pompa( seperti kavitasi. Agar biaya operasional dan perawatan dapat ditekan' jumlah pompa yang digunakan tidak boleh terlalu banyak. Selain itu. untuk meningkatkan keandalan instalas perlu disediakan sedikitnya satu pompa cadangan. Instalasi tidak akan berfungsi jika satu-satunya pompa yang ada rusak.

katup-katup. katup. dll. a) Head kerugian gesek dalam pipa Untuk menghitung kerugian gesek di dalam pipa dapat dipakai rumus berikut : hf =  (2) dimana. = h1d + h1s 2 V /2g = head kecepatan keluar (m) 2 g = percepatan gravitasi (= 9. belokan sambungan. satu per satu.5 8 H =ha + Hp + h1 + Dimana : H ha (1) = head total pompa (m) = head statis total (m). dsb. rata-rata aliran di dalam (m/s) hf = kerugian gesek dalam Pipa (m)  = koeofisien kerugian gesek 2 g = percepatan gravitasi (9.8 m/s ) L = panjang pipa (m) D = diameter dalam pipa Nilai  dapat dinyatakan dengan : . tanda positif (+) dipakai jika muka air disisi luar lebih tinggi dari sisi isap hp = perbedaan head tekanan yang terjadi pada kedua permukaan air (m) ho = hp2 – hp1 h1 = berbagai kerugian head di pipa. yaitu perbedaan tinggi antara muka air di sisi keluar dan sisi isap. reduser. dan head kerugian pada belokan-belokan. v = kec. Dibawah ini akan diberikan cara menghitungnya.8 m/s ) Head Kerugian Head kerugian yaitu head untuk mengatasi kerugian-kerugian yang terdiri atas head kerugian gesek di dalam pipa.

aliran bersifat turbulen Nilai Re = 2300 . atau arah aliran berubah. b) Kerugian head dalam jalur pipa Aliran yang melalui jalur pipa.4000. Kerugian head di tempat-tempat transisi yang demikian ini dapat dinyatakan dengan rumus : (6) hf = f dimana. Rata-rata didalam pipa (m/s ) f= koef.5 9 = (untuk aliran laminer)  = 0. v= kec. Kerugian g = percepatan gravitasi(m/s2 ) hf = kerugian head (m) Cara menentukan harga f untuk berbagai bentuk transisi pipa akan dirinci sebagai berikut : . aliran bersifat laminar Nilai Re > 4000. bentuk penampang. Rata-rata aliran didalam pipa (m/s) 2  = viskositas kinematis zat cair (m/s ) D = diameter dalam pipa (m) Nilai Re < 2300. terdapat daerah transisi dimana aliran dapat bersifat laminer atau turbulen tergantung pada kondisi pipa dan aliran. v = kec. kerugian juga akan terjadi apabila ukuran pipa.020 + (3) (untuk aliran turbulen) (4) dimana Re adalah bilangan Reynolds yang besarnya : Re = (5) Dimana.

6 0  Ujung masuk pipa Jika v merupakan kecepatan aliran setelah masuk pipa.2 Cos  o 2 Dimana fr adalah koefisien bentuk dari ujung masuk dan mengambil harga (i) sampai (v) sesuai dengari bentuk yang dipakai. maka harga koefisien kerugian f dari rumus (6) untuk berbagai bentuk ujung masuk pipa seperti diperlihatkan dalam gambar 1 menurut Weisbach adalah sebagai berikut : (i) f = 0.3 Cos  + 0.0 (sudut tajam) sampar 1.3 (sudut 54 ) (vi) f = f1 + 0. yaitu belokan lengkung dan belokan patah (miter atau multipiece bend) . Untuk belokan lengkung sering dipakai rumus Fuller dimana f dari persamaan (6) dinyatakan sebagai berikut : f = [ 0.5 ]( ) 0.06 (r kecil) sampai 0.5 (7) .131 + 1. 847 ( ) 3.56 (v) f = 3.25 (iii) f = 0. Bila ulung pipa isap memakai mulut lonceng yang tercelup dibawah permukaan air maka harga f adalah seperti yang diperhatikan dalam gambar dibawah ini : Gambar 2 : Bentuk Ujung masuk Pipa  Koefisian kerugian pada belokan pipa Ada dua macam belokan.5 (ii) f = 0.005 (r besar) (iv) f = 0.

6 1 dimana.946 sin dimana. rata-rata padapenampang kecil (m/s) V2 = kec.2 : Kerugian belokan pipa  Kerugian karena pembesaran penampang secara gradual Kerugian head ini dirumuskan sebagai berikut : hf = f Dimana. D = diameter dalam pip3 (m) R = jari-jari lengkung sumbu belokan (m)  = sudut belokan (derajat) f = koefisien kerugian Hubungan diatas digambarkan dalam diagram seperti diperlihatkan dalam gambar berikut ini : Daripercobaan Weisbach dihasilkan rumusyang umum dipakai untuk belokan patah sebagai berikut : f = 0.047 sin 4 (8)  = sudut belokan f = koefisien kerugian Hubungan antara sudut dan koefisien kerugian dapat dilihat pada table berikut : Table 5. rata-rata padapenampang besar (m/s ) f = koefisien kerugian . (9) V1 = Kec. 2 + 2.

Kerugian head jenisini diformulasikan sebagai berikut : Gambar 3 : Penampang pipa yang membesar mendadak hf = f (10) dimana. Harga minimum untuk penampang segi empat sebesar 0.6 2 2 g = percepatan gravitasi(9.135 terjadi apabila  adalah sebesar 5° sampai 6°30'.17 sampai 0. Juga untuk penampang bujur sangkar. harga f ≈ l  Pengecilan penampang secara mendadak Kerugian Hf = fhead akibat Pengecilanmendadak dapat dirumuskan sebagai (11) berikut : . dari hasil percobaan menunjukkan bahwa harga minimum sebesar 0. harga minimum sebesar kira-kira 0 . L45 terjadi pada  : 6°. B m/s ) hf = kerugian head (m) Koefisien kerugian untuk pembesaran penampang secara gradual pada penampang berbentuk lingkaran.18 terjadi pada  = 11°  Pembesaran Penampang pipa secara mendadak.

5 7.5 O.75 1.8 3.3 : Koefisien kerugian bagian pipa dengan pengecilan penampang secara tiba-tiba  Orifis dalam pipa Kerugian head untuk orifis dirumuskan sebagai berikut : Hf = f (12) Gambar 4 : Penampang pipa orifis Dimana v adalah kecepatan rata-rata pada penampang pipa.4 0.8 0.3 0.0 ∞ 226 47.29 0.2 0.7 0.6 3 D1 : diameter pipa kecil D2 : diameter pipa besar v1 : kecepatan aliran pada pipa kecil Dimana harga f diberikan sesuaitabel-dibawah ini : Table 5.1 O.8 0.06 0 .80 0.8 17.6 0. Harga f dapat dilihat pada tabel berikut ini : Table 5.4 : Koefisien kerugian pada orifis dalam pipa (Dc/D) f 2 0 0.9 1.

6
4

 Percabangan dan Pertemuan pipa
Pada percabangan dan pertemuan antara 2 buah pipa, tidak ada hasil
percobaan yang dapat diterima secara umum. Kerugian head untuk
percabangan seperti gambar dibawah ini dapat diketahui dengan
formula berikut :

Gambar 5 : Percabangan danpertemuan pipa

Gambar (a) :
hf

1–3

Dimana;

= f1

dan

hf

1–2

= f2

hf

1–3

= kerugian cabang 1 ke 3 (m)

hf

1–2

= kerugian cabang 1 ke 2 (m)

v1

(13)

= kecepatan di 1 sebelum percabangan

f1, f2 = koefisien kerugian
sedangkan untuk pertemuan (gambar b) :

hf

1–3

= f1

dan

hf

2–3

= f2

(14)

6
5

Dimana;

hf

1–3

hf

2–3

V3

= kerugian head temu 1 ke 2 (m)
= kerugian head temu 2 ke 3 (m)
= kecepatan di 3 setelah percabangan

f1, f2 = koefisien kerugian
 Ujung keluar pipa
Kerugian head kel-uar pada ujung pipa dirumuskan sebagai berikut :
hf = f
Dimana;

(15)
f

= 1,0 dan v adalah kecepatan rata-rata di pipa keluar.

c) Kerugian head akibat katup
Kerugian head akibat katup adalah :
hv = f v
(16)
dimana; v = kecepatan rata-rata dipenampang masuk katup (m/s )
fv = koefisien kerugian katup
hv = kerugian head akibat katup (m)
harga fv pada berbagai jenis katup dalam keadaan terbuka penuh dapat dilihat
pada tabel berikut ini :

6
6

Tabel 5.5 : Koefisien kerugian dari berbagai katup

Sedangkan hubungan antara derajat pembukaandan koefisien gesekan
katup- katup utama dapat dilihat pada gambar grafik dibawah ini :

Gambar 6 : Koefisien kerugian akibat katup

Harga-harga Lf untuk berbagai peralatan pipa yang umum dapat dilihat pada table dibawah ini : Tabel 5. dll) dalam ukuran panjang ekivalen dari pipa 1urus. belokan. katup.6 : Panjang pipa lurus ekivalen.ng kerugian pada pipa dengan diameter keci1. Lf e) Kerugian head untuk zat cair istimewa Perhitungan kerugian head untuk pipa yang dialiri oleh fluida selain air dapat ditentukan dengan cara berikut ini :  hitung bilangan Reynolds Re dari aliran  kerugian head ditentukan dengan cara seperti pada air dimana koefisien gesek diambil untuk bilangan Reynolds yang bersangkutan Nilai bilangan Reynolds : Re = . ekivalen Lf.6 7 d) Kerugian head akibat panjang pipa Dalam menghitu. Besaran ini menyatakan kerugian pada peralatan pipa (sambungan. akan sangat mudah apabila dipakai panjang pipa lurus.

maka harga viskositas kinematiknya dapat diperoleh dari gambar 7 tentang viskositas. dapat diperoleh dari hubungan : v= (17) dimana. atau Saybolt (SSU) (sec). skala diantaranya menyatakan detik Redwood (bertanda R).s) 1 (kg/m. derajat Engler (bertanda E) dan detik Saybolt atau SSU (bertanda S). μ = viskosltas mutlak zaL cair (kg/m. 2 maka harga viskositas kinematiknya. Dalam gambar 7.s) = 10 Poise ρ = massa jenis zat cair pewr satuan volume atau rapat massa 3 (kg/m ) Apabila viskositas dinyatakan dalam satuan Redwood (sec). dua skala ditepi kiri dan kanan yang bertanda K dibawahnya menunjukkan skala viskositas kinematik v dalan stokes (1 stokes : 10 -4 m2/s). dari bilangan Reynolds yang diperoleh dengan cara perhitungan diatas maka koefisien kerugian gesek dapat ditentukan sebagai berikut :  untuk aliran laminer (Re < 2300) harga  dihitung menurut formula (3)  untuk aliran turbulen (Re > 4000) harga  diperoleh dari gambar 8 berikut : . Engler (derajat).6 8 Apabila viskositas zat cair yang mengalir dinyatakan sebagai viskositas mutlak μ. v (m /s).

6 9 Gambar 7 : Diagram konversi antar berbagai viskositas .

7 0 Gambar 8 : Kurva hubungan bilangan Re dan koefisien Gesek Daya Pompa Daya pompa adalah daya yang dimiliki oleh poros pompa untuk menggerakkan sebuah pompa. Daya pompa atau daya poros diformulasikan sebagai berikut : P= (18) . Sedangkan daya air adalah energi efektif yang diterima air dari pompa per satuan waktu. Daya poros ini sama dengan daya air ditambah kerugian daya pada pompa.

H p = efisiensi pompa  = berat jenis air per satuan volume (kgf/l) Q = kapasitas (m /min. Jika diameter dalam pipa 2 inchi. Hitung kerugian gesek dalam pipa tersebut ? 6. Data apa sajakah yang diperlukan untuk pemilihan pompa ? 2. Apakah yang dimaksud dengan head pompa dan head instalasi ? 3.Q.81 m/s . Apakah yang dimaksud dengan head pompa dan head statis dan gambarkan sketsanya ! 4. Apa sajakah yang termasuk head instalasi ? 5. panjang pipa instalasi 21 m dengan 2 kecepatan airnya 122 m/menit dan gaya gravitasi 9. Tolong kerjakan secara berkelompok.7 1 Dimana. P = daye poros sebuah pompa (kw) Pw = daya air (kw) = .) H = head total (m) 3 PENUTUP Latihan : 1. Hitunglah berapa daya pompa yang dibutuhkan oleh kapal sesuai tugas desain anda ! Pompa yang dihitung : - Pompa ballast - Pompa pemadam kebakaran - Pompa bahan bakar - Pompa pendingin mesin - Pompa air tawar .

"Pompa dan Kompressor". [1987].7 2 DAFTAR PUSTAKA : 1. Roy L. Sularso dan Tahara. Haruo. 2. SNAME.. . Harrington. Jakarta. "Marine Engineering". Pradnya Paramita. (1992l.New York.

Untuk diatas kapal. Sistem Udara Start (starting air system) 2. Distribusi penggunaan udara bertekanan dikapal dapat dilihat pada gambar diagram di bawah ini : . lengkap dengan komponen. sistem ini terdiri atas : 1. system bahan bakar. SISTEM START UDARA (STARTING AIR SYSTEM) Sistem start untuk mesin penggerak dapat. sebagai udara tekan untuk membunyikan horn kapal. manual dan dengan menggunakan udara tekan. Sistem Bahan Bakar (FueI oil system) 3. Yang erat kaitannya dengan system instalasi perpipaan adalah sistem start dengan udara tekan.komponen sistemnya. Setelah belajar mahasiswa dapat membuat gambar diagram system instalasi perpipaan layanan permesinan sesuai dengan komponen yang diperlukan dari kapal. Sistem Pendinginan Mesin (Cooling System) 1. URAIAN PEMBELAJARAN BAHAN Untuk keperluan melayani keperluan untuk kerja dari semua sistem permesinan yang ada di kamar mesin.system) 4.7 3 BAB VI SISTEM LAYANAN PERMESINAN PENDAHULUAN Pada bab ini membahas tentang system instalasi pipa layanan permesinan diatas kapal yang terdiri system start dengan udara bertekanan. dan menambah udara tekan untuk system hydrophore. dilakukan dengan beberapa cara yaitu secara elektrik. untuk membersihkan sea chest. system pelumasan dan system pendinganan mesin. penggunaan udara bertekanan selain untuk start mesIn utama juga digunakan untuk start generator set. Sistem Minyak Pelumas (lubrication oil.

 Penggunaannya dalam engine membutuhkan katup khusus yang berada pada silinder head. yaitu tenaga untuk menggerakkan bagian yang bergerak lainnya seperti engkol.  Udara tekan diberikan pada sal-ah satu silinder dimana toraknya sedang berada pada langkah ekspansi. dan lain-lain. shaft. Sistem udara bertekanan yang digunakan engine pada start awal mempunyai prinsip-prinsip kerja sebagai berikut :  Udara tekan mempunyai tekanan yang harus lebih besar dari tekanan kompresi.7 4 Gambar 1 : Distribusi penggunaan udara bertekanan Pada sistem start mesin utama. . udara dikompresikan dari kompressor udara utama dan ditampung pada botol angin utama (main air receiver) pada tekanan udara 30 bar menurut ketentuan klasifikasi. ditambah dengan hambatan yang ada pada engine.

Jalur udara start ke tiap-tiap motor harus dipasang dengan non return valve dan saluran pembuangan. kapasitas botol angin harus cukup untuk paling sedikit 6 kali operasi start pada kondisi motor mulai panas. Motor induk yang distart dengan udara tekan harus dilengkapi paling sediklt 2 kompressor udara start. Jalur udara bertekanan yang dihubungkan dengan kompressor udara harus dipasang dengan nonreturn valve pada keluaran kompressor. Harus dilengkapi dengan oil water separator (OWS). untuk motor reversible. Aturan-aturan yang ada antara lain : 1. Pengoperasian botol angin melalui kompressor selama operasi start tidak djijinkan 8. Jalur udara start tidak boleh digunakan sebagai jalur pengisian untuk botol angin. 5. 9. 2. 6. Selama sea trial 18 kali operasi start-up motor induk pada temperatur service tanpa koneksi dengan compressor utama. dan paling sedikit satu kompressor harus digerakkan tersendiri terhadap mesin induk dan menyuplai paling sedikit 50 % dari total kapasitas yang diperlukan. harus dihitung supaya dapat memenuhi ketentuan 72 kali operasi start-up motor induk dalam keadaan dingin dengan berhasil. 3. 11. . 7. 4. 10. Volume total dari botol angin. Baik tanpa gangguan untuk orang-orang/ABK yang menjalankan mesin atau berada disekitarnya harus dapat menjamin hidupnya dari keadaan tidak jalan (shut-down) dengan hanya menggunakan peralatan yang ada diatas kapal. 12. Untuk motor yang non-reversible dan menggerakkan CPP atau jika mungkin distart tanpa tahanan torsi. Bahan saluran udara start dari diesel engine harus dari material metalic. Operasi start-up harus dilakukan pada kondisi putaran baling-baling arah maju dan mundur. Peralatan untuk menstart mesin harus bekerja dengan.7 5 Pihak klasifikasi memberikan beberapa acuan yang harus diperhatikan dalam kaitannya dengan sistem start dengan udara tekan.

pembersi-han turbocharge untuk pengetesan katup bahan bakar. 3. membangkitkan kompressor guna menghasil-kan udara bertekanan. dimana tabung botol angin untuk tekanan 30 bar. Prinsip Kerja Prinsip kerja dari sistem start adalah motor listrik yang memperoleh daya dari generator dipergunakan untuk. 4. 2. dimana digerakkan oleh electric moLor yang berasal dari generator. 5. untuk proses sealing air untuk exhaust valve yang dilakukan dengan memberikan tekanan udara . alat ini berfungsi untuk menghasilkan udara yang akan dikompresi ke dalam tabung udara start. berfungsi untuk memisahkan kandungan air yang turut serta dalam udara/udara lebab (air humidity) kompresi yang diakibatkan ol-eh pengembunan sebelum masuk ke tabung botol angin. Reducing valve. Safety valve harus disambungkan pada tiap-tiap pressure-reducing valve. Selanjutnya udara yang dikompresikan tersebut ditampung dalam tabung bertekanan yang dibatasi pada tekanan kerja 30 bar. Separator. Reducing station: berfungsi untuk mengurangi tekanan dari 30 bar menjadi 7 bar guna keperluan untuk pembersihan turbocharger. sehingga selain dilengkapi indikator tekanan (pressure indicator) juga ada safety valve yang fungsinya apabila tekanan yang masuk ke tabung melebihi tekanan yang ditetapkan maka secara otomatis kelebihan tersebut dilepaskan/dibuang. Adapun komponen pendukung utama dalam sistem start adalah : 1. Sehingga separator disediakan steam trap guna menampung air tersebut untuk selanjutnya dibuang ke bilga. berfungsi untuk mengurangi takanan dimana keluaran dari tabung 30 barguna keperluan pengujian katup bahan bakar. udara safety. Kompressor.7 6 13. Dimana sebelum menuiu ke tabung udara tersebut terlebih dahulu melewati separator guna memisahkan air yang turut dalam udara yang disebabkan proses pengembunan' sehi-ngga hanya udara kering saja yang masuk ke tabung Adapun kegunaan konsumsi udara dari tabung adalah sebagai pengontrol udara. berfungsi sebagai penampung udara yang dikompresi dari kompressor. Main air receiver.

7
7

kedalam ruang bakar melalui katup buang (exhaust valve) dibuka secala hidrol-is dan
ditutup dengan pneumatis spring dengan cara memberikan tekanan pada katup
spindle untuk memutar. Sedangkan untuk proses sendiri, udara bertekanan ebesar
30 bar dimasukkan/disalurkan melalui pipa ke starting air distributor, kemudian oleh
distrj-butor regulator dilakukan penyuplaian udara bertekanan secara cepat sesuai
dengan firing sequence.
Kapasitas Talrung Udara Start
Kapasitas dari tabung udara harusmemenuhi ketentuan dari pihak klasifikasi/rules
dan sesuaidengan manual book dari mesin yang digunakan. Sedangkanmenurut
beberapa engine builder memberikan volume teori-tistotal dari tabung udara start
adalah :

V = 0,36 x T x C x

(1)

Dimana;
v

= kapasitas total tabung udara ( 2 botol angin ) (m3)

n

= Jumlah silinder dari mesin induk

D

= diameter silinder dari mesin induk (m)

N

= putaran mesin per mesin induk (rpm)

S

= langkah torak dari mesin induk (m)

C

= konstanta; untuk mesin 4 langkah dan 2 langkah dengan type pistun
trunk dan mesin 2 langkah dengan piston type crosshead C : 1

P

= tekanan kerja maksimum udara tekan dalam botol- angin utama ( 25
2

2

kg/cm atau 30 kg/cm )
p

= batas minimum tekanan untuk start mesin (kg/cm2)

T

= jumlah starting yang harus dilakukan untuk mesin utama (jumlah
standar 20 kali) .

7
8

Gambar 2 : Botol Angin
Berikut ini diperlihat gambar diagram pipa untuk sistem start dengan udara

bertekanan serta aplikasi lainnya.
Gambar 3: Diagram pipa system udara

7
9

Sedangkan konsumsi udara untuk beberapa penggunaan di kapal dapat dilihat
Pada table berikut ini :
Tabel 1 : Kebutuhan udara dan tekanan udara untuk beberapa penggunaan di kapal

Air horn

Tekanan normal udara
2
(kg/cm )
7–9

Air motor

4–7

Spray gun

4

Penggunaan

Kebutuhan udara
3
(m /min.)
3
0,25

Air hoist

0,5 t hoist 3,7
2,7 t hoist 17

Hydrophore unit

5

Very little

Air operated type
Pump

3–7

2

-

Very little

Pressure 1ogveryIittle

2. SISTEM BAHAN BAKAR
System bahan bakar adalah suatu system pelayanan untuk motor induk yang
sangat vital. System bahan bakar secara umum terdiri dari fuel oi1 supply, fuel oil
purifiering, fuel oil transfer dan fuel oil- drain piping system. System bahan bakar
adalah suatu system yang digunakan untuk mensuplai bahan bakar dari bunker ke
service tank dan juga daily tank dan kemudian ke mesin induk atau mesin bantu.
Adapun jenis bahan bakar yang digunakan diatas kapal bisa berupa heavy fuel oil
(HFO), MDO, ataupun solar biasa tergantung jenis mesin dan ukuran mesin. Untuk
system yang menggunakan bahan bakar HFO untuk opersionalnya, sebelum masuk
ke main engine (Mesin utama) HFO harus ditreatment dahulu untuk penyesuaian
viskositas, temperature dan tekanan.
Untuk system bahan bakar suatu engine, semua komponen yang mendukung
sirkulasi bahan bakar harus terjamin kontinuitasnya karena hal tersebut sangat vital
sekali dalam operasional, maka

dalam

perancangan

ini

setiap

komponen

utama system harus ada yang stand by (cadangan) dengan tujuan jika salah satu
'otomatis

1.2.3) 3. dll.4.1) 2. Peralatan tersebut antara lain : purifier pump.  Kecepatan laju aliran bahan bakar heavy fuel oil mempunyai batas maksimum kecepatan yaitu 0. air minum.6) .G.G. Pipa bahan bakar tidak boleh terletak disekitar komponen – komponen mesin yang panas. Plastik dan gelas tidak boleh dlgunakan untuk system bahan bakar (section 11. keluar dari sini fluida mempunyai tekanan 10 bar. Disarankan meletakkan pipa pengisian pada kedua sisi kapal.4. Penutupan pipa di atas geladak harus dapat dilakukan. filter. B .  Pipa pengisi dan pengeluaran. Bunker dari system bahan bakar berada pada deck yang terbawah dan harus diisolasi" dari ruangan yang lain (section 11.1.8 0 mengalami trouble /disfung I dapat secara terantisipasi dan teratasi. tekanan fluida dalam pipa sebelum masuk pada supply pump adalah 0 bar dan setelah outlet harus memiliki tekanan 7 bar yang akan diteruskan ke circulating pump masuk ke nozzle.6 m/s.  Susunan pipa bahan bakar tidak boleh melalui tangki air minum maupun tangki minyak lumas. Pengisisan pipa bahan bakar cair harus disalurkan melalui pipa–pipa yang permanen dari geladak terbuka atau tempat–tempat pengisian bahan bakar dibawah geladak. Tangki harus dipisahkan dengan cofferdam terhadap tangki-tangki yang lain (Section 10. pelumas dan oif thermal (section 11. bahan bakar dialirkan menggunakan pipa pengisian. circulating pump. Selain hal diatas beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu system bahan bakar dengan menggunakan jenis bahan baker HFO menurut rules dari klasifikasi adalah sebagai berikut : 1.G. Pipa bahan bakar tldak boleh melawati tangki yang berisi feed water. supply pump. Factor yang sangat pentj-ng dalam suatu system adalah persyaratan yang harus dipenuhi oleh system tersebut sebagai berikut :  Tekanan.1) 4.

8 1 5. Untuk penggunaan filter secara bersamaan antara bahan bakar dan minyak pelumas pada supply system maka harus ada pemisah (pengontrol) agar bahan bakar dan minyak pelumas tidak tercampur (section 11. Untuk saluran masuk menggunakan filter simplex (section 11.G.G. Pompa transfer harus disediakan sedangkan untuk pompa service yang lain digunakan sebagai pompa cadangan yang sesuai dengan pompa transfer bahan baker (section 11.1) 15. Settling tank dan daily tank harus dilengkapi dengan system drain (section 11.9.2) 7. Untuk pendistribusian bahan bakar melarui pompa supply bahan bakar harus dilengkapi dengan filter duprex dengan control manual atau otomatis (section 11.9. Pompa transfer.G. purifier sebagai pelengkap pengisian (section 11.) 17.1) 10.G.3. 5. G.4) 9.G.2) 11. G. Harus tersedia 2 mutually independent pre-heater (section 11. G.G.7) . Untuk pengoperasian dengan heavy fuel oil (HFO) harus dipasang system pemanas (section 11. booster harus direncanakan untuk kebutuhan temperature operasi pada kondisi medium (section 11.G.1) 12.9.G.7.3) 18.1) 6.8. Settling tank yang disediakan berjumlah 2 dan kapasitas minimal dapat menyediakan bahan bakar selama 1 hari atau 24 jam (secion 11.2) 16.5.3) 14.5. feed. Daily tank harus dapat menyediakan bahan baker selama minimal 8 jam (section 11. sludge tank harus disediakan untuk purifier agar kotoran dari purifier tidak mengganggu kerja dari purifier tersebut (section 11.9.8.4.G.9.5.7 . Harus ada paling sedlkit 2 pompa transfer bahan bakar untuk mengisi tangki harian.8. 3) 8.G.2) 13. Purifier untuk membersihkan minyak harus mendapat persetujuan pihak klasiflkasi setempat (section 11. Pompa feed/booster diperlukan untuk mensupply bahan bakar ke main engine atau auxiliary engine dan pompa cadangan harus disediakan (section 11.G.

bahan bakar darl bunker (storage tank) dipompakan melalui pompa pemindah (transfer) bahan bakar ke sttling tank guna proses pengendapan selama 24 jam sebelum dipergunakan oleh mesin. Dari settling tank dengan menggunakan feed pump bahan bakar dipindahkan ke tangki service. Dari tangki service inilah bahan bakar selanjutnya dipergunakan oleh mesin. Prinsip kerja dari system bahan bakar adalah sebagai berikut. dimana sistem ini dibagi menjadi 2 sistem yaitu sistem transfer dan system supply bahan bakar ke motor induk.8 2 Pada suatu sistem bahan bakar terdiri dari beberapa peralatan yang mendukung sistem tersebut. pada tangki ini juga dilengkapi dengan pemanas yang dirancang sedemikian rupa sehingga bahan bakar yang berada dibunker mencapai suhu 10° C dibawah nilal pour poin .12 jam. Gambar 4 : Instalasi Purifikasi bahan bakar Adapun peralatan yang mendukung sistem transfer antara lain : a. volume tangki service disesuaikan dengan kebutuhan mesin untuk operasional selama 8. Storage tanker (Bunker) Fungsi dari bunker inl adalah untuk mencegah masalah ketersesuaian yang terjadi saat penambahan bahan bakar baru terhadap bahan bakar yang telah ada.

Kapasitas penyimpanan dari tangki settling ini harus dirancang untuk mampu menampung keperluan supplai bahan bakar minimal 24 jam. Kapasitasnya diatur hingga waktu keseluruhan pengisian hingga tangki penuh kurang dari 2 jam.untuk dilakukannya pengendapan yang lebih baik pada waktu yang diberikan. Settling tank (Tangki pengendapan) Tangki pengendapan umumnya berjumlah 2 buah tangki harus tersedia Pengendapan awal pada tangki ini memungkinkan. Transfer pump Pompa ini berfungsi untuk memindahkan fluida (bahan bakar) dari storage tank ke settling tank.8 3 b.1 watt /cm . . Pemanas tangki Permukaan pemanas tangki juga harus memiliki ukuran untuk mampu memanaskan seluruh isi tangki pada suhu 75° C. Hal ini dilakukan untuk menghindari :  Olahan dari lumpur endapan karena pemanasan. d. kurang dari 6 hingga 8 jam.  Pembentukan deposit karbon pada permukaan pemanas tidak boleh 2 lebih dari 1. Untuk menghindari emulsifikasi dari air dilakukan perlakuan pemisahan (gentle treatment dari tipe pompa screw. e. Tangki ini didisain agar dapat mengendapkan kotoran dan air yang ikut terbawa bahan bakar. pendistribusian panas harus terus dikendalikan secara otomati-s tergantung dari suhu bahan bakar. sehingga melindungi pompa dari kotoran/sludge yang dapat merusak permukaan screw pump.  Pembentukan lapisan aspal (untuk bahan bakar HFO) dari bahan bakar sehingga suhu pemanasan tidak boleh lebih dari 75° C. c. Filter Sebagai penyaring bahan bakar. koil pemanas harus dlatur pada jarak yang cukup dari dasar tangki.

Volume edar harus diatur sehingga dapat sesuai dengan kapasitas yang diperlukan. Karena kondisi bahan bakar yang sangat buruk.uk stand by. Dengan penggerak motor listrik. Heater AIat ini digunakan untuk memanaskan bahan bakar sehingga dapat menjaga viskositas bahan bakar yang diinginkan sesuai dengan spesifikasi. Separator Alat ini berfungsi untuk memisahkan bahan bakar dengan air dan bahan bakar yang bersih dialirkan ke daily tank sedangkan kotoran dan air disalurkan ke sludge tank. digunakan dua tingkat separator yang akan di-gunakan. Komponen-komponen peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang system supply adalah sebagai berikut : . Supply pump Pompa ini berfungsi untuk memindahkan bahan bakar dari settling tank ke daily tank. Sedangkan untuk menjamin harga viskositas bahan bakar sesuai dengan spesifikasl viskositas injeksi.8 4 f. separator. dan tidak dipasang didekat. Untuk itu diperlukan peningkatan tekanan sistem sebesar 1 bar diatas tekanan penguapan air. Separator pada prinsipnya dilengkapi dengan 2 set dengan type yang sama yang mana 1 set digunakan untuk service separator dan yang kedua digunakan unt. suatu penambahan suhu (preheating) sangat diperlukan. pompa ini harus memiliki screw yang tahan terhadap panas yang cukup tinggi. yang mana hal ini dapat menyebabkan masalah terjadinya gelembung gas pada sistem tanpa tekanan yang konvensional. g. h.

2 1/BHP. tangki ini harus dapat memenuhi kebutuhan selama 8 sampai 12 jam. Untuk tangki ini harus dilengkapi dengan coil pemanas yang dirancang untuk temperatur tangki . b. c. Head pump dipilih berdasarkan tekanan yang dibutuhkan oleh sistem.27 l/kwh atau 0. Feed pump Pompa ini digunakan untuk pendistribusian bahan bakar yang berasal dari tangki settling ke tangki service melalui centrifuge. Pada system ini fungsi centrifuge adalah untuk mentreatment bahan bakar dimana normalnya 2 buah centrifuge harus terpasang untuk bahan bakar jenis HFO. Tank harus didisain agar air dan partikel kotor lain tidak dapat masuk pipa suction dari pompa booster penyaringan ini dilakukan oleh separator yang bekerja pada continous operation. Fuel oil service tank. sedangkan untuk DO tidak harus ada dengan kapasitas 0.8 5 Gambar 5 : Oily Water Separator a. Centrifuge merupakan alat penyaring fluida.

5 m diatas sumbu crankshaft motor induk. tangki ini harus mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar DO selama 8 sampai 12 jam. Tangki diesel oil ini peletakannya minimal 2. Selain dengan itu yangki dilengkapi dengan ruangan endapan sudut inklinasi 10° serta katup kuras yang dipasang pada titik terendah. Pada tangki ini dilengkapi dengan heater. f. e. katup inl digunakan untuk mengganti bahan bakar dari penggunaan MDO ke HFO dan sebaliknya. sedang untuk perlengkapan tangki dilengkapi dengan ruang endapan lumpur dan katup kuras. sehingga dibutuhkan panas untuk merendahkan vlscositasnya. Three way cock. pemanasan ini dengan tujuan Gambar 6 : Tangki Service bahan bakar d. . Endapan tersebut harus dikuras dari service tank pada waktu yang kontinyu. Umumnya dioperasikan secara manual dan sekurangnya dilengkapi dengan dua saklar untuk mengatur alarm pada pengukuran viskositas dan sistem pengendali selama penggunaan heavy fuel-. Viskositas maksimum bahan bakar dalam tangki adalah 140 cst. agar viscositas yang tinggi. Fuel oir daily tank.8 6 sebesar 75° C.

Filter otomatis. Hal ini menghindari partikel mengendap dalam rumah filter sehingga menyebabkan berpindahnya kotoran tadi ke bagian minyak yang telah bersih disaring pada baglan filter tersebut. . Pompa sirkulasi.pada nozzle yang mana harus ditambahkan 4°C untuk kompensasi kehilangan panas pada pipa. kapasitas tekan minimum pompa adalah 10 bar dimana terjadi perbedaan tekanan sebesar 6 bar dari konsumsi bahan bakar maksimal-. Filter mesh (kerapatan) sebaiknya 25 μm.8 7 g. h. Jika elemen dari saringan ini diangkat untuk dibersihkan. i. Konstruksi pipa pemanas dapat disusun secara seri ataupun paralel. kapasitas dari pre-heater ditentukan berdasarkan suhu injeksi. Duplex filter. j. Viscosimeter. untuk ukuran filter tersebut permukaan 2 beban penyaringan harus tidak boleh lebih dari 1 l/cm h. aliran akan kembali ke pompa supply. ruangan dalam filter ini harus dikosongkan. Head pompa dipilih berdasarkan tekanan yang dibutuhkan oleh sistem dan aliran dari bahan bakar sebelum masuk ke engine ter]ebih dahulu melewati controf baik tekanan manapun temperature dan masuk ke pre-heater sehingga diharapkan temperature yang masuk ke mesin sesuai kebutuhan dan fruida terlebih dahulu disaring melarui otomatik filter sejumlah 2 unit melalui cross connection three way valve untuk selanjutnya tingkat kekentalan dari bahan bakar dikontrol dalam viscosity controller. alat ini berfungsi untuk mengukur tingkat kekentalan (viskositas) dari bahan bakar yang akan diinjeksikan ke mesin induk. Kerapatan dari filter ini sebaiknya 34 μm. sis buang dari filter dilengkapi dengan suatu katup dan suatu pipa ke sludge tank. Pompa supplai. alat ini dipasang diatas mesin dan sedekat mungkin dengan mesin. digunakan untuk menghindari tdrjadinya penurunan tekanan pada sistem akibat adanya filter selama pembilasan (flushing). k. kapasitas tekan minimum ialah 4 bar pada temperatur kerja 90°C dari konsumsi bahan bakar maksimum. Final pre-heater. sehingga head pompa dipilih berdasarkan tekanan yang dibutuhkan oreh sistem dan keluaran melewati non-return valve yang diset pada tekanan 4 bar dan apabila tidak mencukupi melalui katup pemindah. l.

. maka system pelumasan untuk bagian-bagian atau mekanis motor dibantu dengan pompa pelumas. Oil system. generator lub. selain itu minyak pelumas juga berfungsi sebagai fluida pendinginan pada beberapa motor. Sistem pelumas atau lubrication oil system terdiri dari main 1ub. katup ini akan bekerja secara otomatis untuk melepaskan udara. pada saat sebelum memadamkan motor induk. Gas tersebut dibuang dengan katup yang digerakkan secara manual. Pressure control (overflow) valve. oi1 system. Sistem ini digunakan untuk mendinginkan dan melumasi engine bearing dan mendinginkan piston. Tank vent. oil system. Tangki drain. alat ventilasi dari tangki untuk menetralkan/melepaskan tekanan yang tinggi akibat sirkulasi bahan bakar yang berasal dari mesin sebelum bersirkulasi kembali ke pompa sirkulasi. tangki ini mengumpulkan campuran gas dan' udara yang tercampur di dalam sistem selama start. SISTEM PELUMASAN (LUBRICATION SYSTEM) Minyak pelumas pada suatu sistem permesinan berfungsi untuk memperkecilgesekan-gesekan pada permukaan komponen komponen yang bergerak dan bersinggungan. 3. oil system. Suatu katup apung yang dihubungkan oleh alarm akan memperingatkan perrunya dikel-uarkan gas yang terdapat dalam tabung tersebut oleh operator bila dinilai telah melebihi batas. atngki diatur untuk mampu mengalami perubahan suhu selama kurang dari 5 menit pada konsumsi setengah beban motor. system ditukar dari penggunaan HFO menjadi MDO. turbocharger lub. Tekanan kerja tangki dirancang dengan persetujuan kelas.5 % dari jumlah kapasitas edar dari pompa supply. katup ini digunakan untuk mengontrol tekanan yang diperlukan oleh sistem dan untuk menjaga kestabil-an yang berkaitan denqan jumlah kapasitas bahan bakar dari sisi isap pompa supply yangmana pada engine shutdown 100 % dan engine full load 31. Automatic de-aerating valve. cylinder lub. o. chamshaft lub. Karena dalam har irni motor diesel yang digunakan termasuk dalam jenis motor dengan kapasitas pelumasan yang besar.8 8 m. rocker arm lub. oil system. n. p.

6 gram/BHP .8 9 oil system. orifices selama ia bergerak keatas. Dan temperatur oil keluar dari cooler secara otomatis dikontrol pada level. Oil purification system. Silinder oil transfer pertama dari silinder oil storage tank ke silinder oil measuring tank oleh gravitasi atau hand pump dan dialirkan menuju silinder oil 1ub. oil transfer system.jam. dengan gravitasi. oil transfer system. Adapun pemakaian minyak silinder sesuai spesifikasi dari motor ini adalah sebesar 0. Kemudian lub. oil filling connection pada upper deck dan minyak ditransfer ke setiap service melalui transfer pump atau hand pump. Dalam kasus lain 'mengenai dipasang sebuah flow meter pada cylinder oil measuring tank. oil cooler. Oil system. stern tube lub. cylinder lub. Silinder oil disuplai dengan minyak dari tangki dengan system gravitasi. system. lub. Kemudian oil diberikan ke setiap bagian dari main diesel engine cylinder liners melalui plunger pump yang dipasang di da]am cylinder oil rubrication. oil purification oil. Dalam uraian dibawah ini akan dijelaskan mengenai beberapa hal diatas yaitu : main lub.  Main Lubrication Oil System Lubrication oil system dihisap darl lub. lub. oil purification system. oil system. lub. . oil sump tank oleh pompa bertipe screw atau sentrifugal dan dialirkan menuju main diesel engine melalui second fllter dan lub.  Cylinder Oil System Pada sistem ini digunakan sistem pelumasan tersendiri.konstan yang ditentukan untuk memperoleh viskosltas yang sesuai dengan yang diinginkan pada inlet main diesel engine.  Lubrication Oil Transfer System Sistem minyak dan silinder mlnyak diisi ke setiap tank melalui lub. lub.8 gram/kwh atau 0. Setiap sirinder-silinder liner mempunyai lubang pelumasan sebagai jalan bagi pelumas silinder untuk melumasi silinder untuk melumasi silinder ketika piston ring melewati lub. viskositas yang digunakan untuk minyak silinder adalah berdasarkan standard minyak SAE 50 dengan TBN 70. oil sump tank. oil yang dialirkan ke main engine bearing dan juga dialirkan kembali ke lub.

di mana lubrication oil sump tank dialirkan ke tangki melalui purifier. dimana beberapa lubrication oif dari sisi discharge pada generator engine lubrication oil pump dan dipurifikasi. 2) Diaplikasikan untuk generator engine lubrication oil system di dalam beberapa har. oil settring tank oleh lub. sistem ini digunakan dalam kuantitas yang besar pada purification saat kapal di pelabuhan daram waktu yang pendek. Batch purification adarah system dimana lubrication oil pertama ditransfer dari lubrication oir sump tank ke lub. By-pass purification mempunyai 2 macam metode purification yaitu: 1) Continous purification yang diaplikasikan untuk main diesel engine pada saat berlayar ditaut normal. Oil transfer pump dan dialirkan ke oir sump tank meralui purifier. Gambar 6 : Diagram pipa system pelumas .9 0  Lubrication Oil Purification System Ada dua macam purification system yaitu batch purification dan by pass purification.

1)  Pompa utama dan independent stand by harus disediakan (section 11 H. Berikut ini beberapa penyebab kesulitan yang dihadapi :  Kecepatan yang tinggi telah dihasilkan dalam mesin kecil dengan penampungan minyak kecil mesin tinggi dan suhu minyak.3)  Filter pelumas diletakkan pada discharge pompa (section 11 H.2.9 1 Pada marine engine lubrication oil system pelumas dipengaruhi oleh beberapa kondisi operasi kapal seperti trim. dan pengisian lanjut dari mesin empat langkah' yang menaikkan tekanan dan suhu silinder. roll & pitching serta 1ist. untuk keperluan ini sebuah shutt off valve by pass dengan manual operasi. dengan output daya makln besar. yang membuat makin sulit untuk mencapai pelumasan silinder dan torak dengan sempurna.  Suhu mesin tinggi.1. Lubrication oil filter dirancang di dalam pressure rines pada pompa. Ntuk itu dapat digunakan filter dupleks atau automatic back flushing filter.  Suhu cincin torak tinggi. ukuran dan kemampuah pompa disesuaikan dengan keperluan engine.5) Lubrication oil system didisain untuk menjamin keandalan perumasan pada over range speed dan selama engine berhenti.2.3. Filter harus dapat dibersihkan tanpa menghentikan mesin. Acuan regulasi untuk system pelumas sama dengan system bahan bakar yaitu section 11 rules volume 3. Dan tangki gravitasi minyak lumas dilengkapi dengan overflow plpe menuju drain tank. yang mempunyai kecenderungan untuk menyebabkan pelekatan cincin dan kemacetan torak. .3. Dimana hal-hal yang harus diperhatikan antara lain :  Jika diperlukan pompa denga self priming harus dipakai (section 11 H.3.2. Mesin dengan output lebih dari 150 kw dimana supplal pelumas dari engine sump tank dilengkapi dengan simpleks filter dengan alarm pressure di-rancang dibelakang filter dan filter dapat dibersihkan selama operasi . dan menjamin perpindahan panas yang berlangsung. Makin banyaknya penggunaan mesin dua langkah.1)  Filter utama aliran harus disediakan system control untuk memonitor perbedaan tekanan (section 11. Pelumasan yang memuaskan dari mesin diesel kecepatan tinggi modern telah menjadi masalah yang sulit. H .

pengasaman dan pengemulsian. Minyak harus stabil dan tahan oksidasi. Memelihara film minyak yang baik pada dinding silinder sehingga mencegah keausan berlebihan pada lapisan silinder. Pengujian yang paling baik dari minyak pelumas adalahdengan cara berkelakuan didalam mesin. maka minyak yang tidak dapat dihindari untuk terbakar dalam mesin harus meningkatkan residu karbon minimum. untuk mempertahankan fi1m minyak yang cukup diantara bagian yang bergerak. yang mengakibatkan pemborosan minyak.  Peningkatan penggunaan tembaga dalam bantalan ikut yang menyumbang oksidasi minyak. Mencegah pelekatan cincin torak. beban besar dan kecepatan tinggi. torak dan cincin torak.9 2  Tekanan silinder tinggi.  Penggunaan bantalan dengan cangkang presisi.  Suhu mesin yang tinggi. yang meletakkan tegangan baru pada bahan bantalan dan meningkatkan kecenderungan untuk korosi meskipun menggunakan logam bantalan khusus. terutama dalam mesin besar dengan beban tidak penuh  Peningkatan penggunaan mesin diesel mobil. yang makin menyulitkan pencegahan kebocoran minyak bahan bakar dan meningkatkan kecepatan pengenceran minyak karter oleh minyak bahan bakar. yang telah dihasilkan dalam beban bantalan yang tinggi.  Peningkatan kelonggaran yang diperlukan dengan menggunakan torak paduan aluminium. yang lebih peka terhadap butiran padat dalam minyak lumas memerlukan permurnian minyak lebih baik.  Penggunaan konstruksi tertutup seluruhnya pada mesin dlesel putaran tinggi. Suatu system pelumasan mesin yang ideal harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. Minyak harus mempunyai viskositas yang tetap dalam batas yang sesuai diseluruh jangkauan suhu operasi mesin. . 2. yang membangkitkan masalah viskositas minyak perumas kalau mesin distart dalam cuaca dibawah titik beku.

11. Memilikiiki sitat yang bagus pada start dingin. 12. roda gigi. Tidak meninggalkan endapan carbon pada mahkota dan bagian atas dari torak dan dalam lubang buang serta lubang bilas. 4. Dalam beberapa konstruksi yang pengencerannya tidak' dapat dicegah. pengendapan gaya berat ataupun dengan metode kimia. 5. Mencuci bagian dalam mesin 8. Memungkinkan selang waktu yang relatif lama antara penggantian. tapisan dan saringan. atau meninggalkan endapan dalam pendingin minyak 9.9 3 3. dll. 6. Sedangkan pencemaran minyak pelumas yang terjadi pada karter mesin diesel disebabkan oleh beberapa hal yaitu :  Dari minyak pelumas sendiri  Butiran debu yang masuk bersama udara karena tidak menggunakan pembersih udara. maka pencemaran pada minyak lumas tidak boteh merebihi batas maksimum dan harus dikurangi secara berkala atau secara kontinyu dengan saringan dari berbagai disain. Pengenceran minyak lumas oleh minyak bahan bakar dapat dlsebebkan oleh kebocoran system injeksi bahan bakar tekanan tinggi kalau kebocorannya dimungkinkan masuk melalui sambungan yang tidak cukup kedap ke dalam karter.  Butiran logam yang terjadi akibat keausan pada material cincin torak. Mencegah keausan bantalan 7. menyumbat saluran minyak. Tidak membentuk lumpur. dinding sllinder. Dapat digunakan dengan sembarang jenis saringan 10. Untuk pengoperasian mesin secara memuaskan dan memperpanjang umur bagian-bagiannya.  Air yang terbentuk oleh pengembunan uap air hasil pembakaran hidrogen dari bahan bakar dengan oksigen dari pengisian udara. minyak 'karter harus diganti setelah pengencerannya mencapai maksimum . pemusing. Merapatkan kompressi dalam silinder. Hemat dalam penggunaan. Tidak melapiskan lakpada permukaan torak atau silinder.

Untuk kualitas viskositas dari minyak pelumas pada motor yang menggunakan heavy oiI adalah berdasarkan kefas SAE. yang mana tergantung dari kualitas dari heavy oiI tersebut (khususnya kandungan sulfur) . Lubricating Oil Cooler Salah satu fungsi yang penting dari sirkulasi minyak pelumas adalah untuk mendinginkan permukaan bantalan dengan membawa keluar panas yang ditimbulkan oleh gesekan. Suhu minyak yang masuk tangki penekan mesin tidak boleh melebihi 120° F. sebaiknya pada saat kapal berlabuh. Sehingga untuk kondisi start pompa stand-by harus dihidupkan 15 menit sebelum motor distart. Hal ini dengan maksud agar daya yang' digunakan dari diesel generator dapat dikurangi dan suplai minyak lumas dapat terjamin alirannya saat kondisi darurat (black-out). Jadi suhu yang diambil dengan . biasanya 5 % atau yang dinyatakan dalam buku petunjuk pabrik mesin (manual book engine). Bila terjadi penurunan tekanan pada filter berarti filter tersebut harus dibersihkan secara manual. 3. Disarankan filter ini memiliki kehalusan sebesar 500 pm yang juga bermuatan magnet. Pada tangki pelumas. 2.9 4 nilai tertentu. Suction Filter pada tangki double bottom Peralatan ini digunakan untuk melindungi pompa pelumas terhadap partikel serpihan metal yang tajam yang terdapat di tangki. Sedang untuk sirkulasi secara kontinyu pada sistem ini tidak. Lubricating Oil Pumps Pompa ini hanya dipasang pada motor yang tidak dapat berbalik putarannya (non-reversible engine). Bila hal ini dilakukan. diperlukan sehingga keberadaan stand-by pump tidak diperlukan. Sedangkan peralatan yang diperlukan untuk menunjang kelancaran sistem pelumas meliputi : 1. perlu diberikan pemanas sehingga pelumas dapat mencapai suhu 40°c tiap saat pada waktu motor hendak distart.40 dengran Total Base Number 20-40 mg KOH/gr. Minyak yang meninggalkan karter tidak boleh merebihi 160° F dalam keadaan apapun juga.

Temperature Control valve Katup ini terpasang pada sisi masuk dari motor dengan range temperatur 54° C. 4. spesifikasi filter yang ditentukan dari produsen ialah 34 μm pada kerapatan saringan dengan surface load < 2 81/cm .9 5 penggunaannya dalam mesin sesuai dengan kenaikan suhu 40° F. Filter otomatis dan filter indikator ini harus terhubung dengan aralm. pompa booster digunakan untuk daerah katup. Kemudian untuk menjaminnya digunakan filter yang terintegrasi. Indicator Filter Alat ini berbentuk filter duplex yang dibersihkan secara manual./terbawa oleh pelumas. Automatic Filter Sisa beram hasil pembakaran yang dibawa oreh minyak pelumas disaring oleh separator. Filter ini dipasang dengan harga tertentu. Filter ini dihubungkan secara rangsung dengan filter otomatis dan tandon dari wadah yang menampung beram/serpihan 'yang terkandung. lebihkuat. 5.h 6. Pada sistem perumasan ini. . sehingga didapatkan dorongan yang. Kerapatan filter yaitu 60 μm dengan beban permukaan < 8 l / 2 cm h. gear ataupun sentrifugal yang tujuannya memberikan laju fluida yang lebih besar. Indikator filter ini melindungi motor dari aliran pelumas yang kotor dengan penduga perbedaan tekanan yang terpasang pada indlkator yang dihubungkan dengan alarm/monitor. Bagian aliran pipa antara filter dengan sisi masuk motor harus dapat selalu diperiksa sebelum pemasangan dan pada bengkokan harus mempertimbangkan ukuran flens untuk memungkinkan pemeriksaan yang menyeluruh pada dinding dalam pipa. Booster Pump Type dari pompa ini dapat berupa screw. saluran kuras dari ruang tandon filter ini dihubungkan ke tangki penampung minyak sisa (leak oil tank). 7. Untuk cooler dirancang dengan ketentuan kalor margin 5% dari spesifikasi dan margin ruasan pertukaran panas 15 %.

Leak oil tank untuk minyak pelumas dan minyak bakar Luberan atau bocoran minyak bahan bakar atau minyak pelumas yang kotor dikuras dari rumah minyak pelumas dan dikumpulkan di tangki ini kemudian dialirkan ke sludge tank. . Separator Minyak pelumas secara intensif dibersihkan dengan cara penyaringan yang mana berfungsi sebagai pengganti filter yang mana akan menghemat biaya oferasi (ekonomis). Pemasangan katup ini dlpasang secara langsung pada motor disesuaikan dengan jaringan pipa yang ditentukan oleh shipyard. Jenis dari separator harus dari jenis self creaning type. Condensate Traps Wadah embun diperrukan di pipa pada turbocharger.9 6 8. 11. Kurang dari 7 kali sehari tidak diijinkan.separator) 9. Rumus untuk menentukan kapasitas nominal separator adalah : Q= Dimana : (l/h) P = Engine rating MCR in (kw) B = Troughout rate 22 % T= periode pemisahan efektif harian (tergantung merek. Pressure control Valve Dengan menggunakan katup pengendari tekanan maka dapat diperoleh tekanan yang kontinyu sehingga tidak diperlukan pompa yang berdiri sendiri (free standing pump). 10. Hal ini akan menghindarkan dari kembalinya air hasil pengembunan ke engine atau tangki harian. dan tangki harian (service) untuk dipasang sedekat mungkin ke pipa ventilasi. Dengan kuantitas minyak pelumas sedemikian maka separator harus membersihkan sebanyak 8 kali sehari (24 jam). pengaturannya harus disesuaikan dengan kuantitas dari minyak pelumas pada 1 l/kw. Isi dari pelumas ini tldak dapat dikembalikan ke tangki suplai.

Cylinder oil service tank Volume tangki ini adalah mampu melayani pelumasan minimum 2 hari dan pipa nominal untuk masuk dalam pelumasan silinder adalah 2. Kebanyakan . sistem pendinginan air tawar (Fresh Water cooling System) melayani komponen-komponen dari mesin induk ataupun mesin bantu meliputi : main engine jacket. SISTEM PENDINGIN Sistem pendingin pada motor induk diatas kapal berdasarkan fluida pendingin terdi-ri dari air tawar. main engine piston. Sistem ini ini kurang menguntungkan dalam hal operasional. air laut ataupun minyak pelumas. Dimana apabila fluida yang digunakan adalah air tawar maka akan menyebabkan biaya operasional yang tinggi dan tidak ekonomis. sedangkan apabila menggunakan air laut dapat menyebabkan kerusakan pada komponen mesin dan akan terjadi endapan garam pada komponen mesin yang didinginkan.5 mm.9 7 12. Sistem Pendinginan Tertutup ini merupakan kombinasi antara sistem pendinginan air tawar dan air laut. 4. Ada 2 macam sistem pendinginan yaitu :  Sistem Pendinginan Terbuka  Sistem Pendinginan Tertutup Pada Sistem Pendinginan Terbuka ini fluida pendingin masuk kebagian mesin yang akan didinginkan. Cylinder oif tank Pefumasan untuk sirinder adar-ah terpisah sehingga diperlukan tangki tersendiri dengan tingkat kekentaian dari SAE 50 dengan 70 TBN (Total Base number). Tapi prosentase terbesar yang berpengaruh pada sistem pendingin adalah akibat dari air tawar dan air laut. 13. main engine injektor. minyak lumas dialirkan. Fluida yang digunakan pada sistem pendinginan ini dapat berupa air tawar ataupun air laut. kemudian fluida yang keluar dari mesin langsung dibuang kelaut. ke silinder melalui non-return valve dan letak tangki berada diatas mesin dengan jarak minimum 3000 mm dan sistem suplai adalah dengan sistem gravitasi.

dan di dalam alat inilah air tawar yang memiliki suhu yang tinggi akan didinginkan oleh air laut yang disirkulasikan dari sea chest ke alat heat exchanger. memiliki keuntungan dapat mengurangi penggunaan anti korosi dan perawatan/maintenance. Pada bagian sistem pendinginan air tawar berupa system tertutup dengan semua komponen dihubungkan paralel dengan pompa sirkulasi air tawar yang terpisah. sedangkan pada bagian sistem pendingin air laut mensirkulasikan air laut dari sea chest. vent pipe. Dimana peralatan yang digunakan adalah heat exchanger/cooler (penukar panas). air laut masuk ke sistem melalui hiqh and low sea chest pada tiap sisi kapal. Sebagai alternatif pemilihan sistem pendingin. Selain kedua sistem diatas juga dikenal system pendingi-nan terpusat (central cooring system) yang digunakan untuk mendinginkan perlengkapan motor lnduk dan motor bantu. untuk menghindari suhu udara pembilas silinder yang terlalu tinggi maka perencanaan suhu air pendingin pada sistem pendingin suhu rendah disyaratkan tidak boleh terlalu tinggi umumnya suhu yang diijinkan adaah 36°c yang sama dengan suhu air pada sistem pendingin air laut sebesar 32 °C. termometer pada pipa sebelum dan sesudah penukar panas. Air tawar pendingin mesin yang keluar dari mesin didirkulasikan ke heat exchanger. system pendingin terpusat ini dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan sistem-sistem pendinginan pada suhu rendah maupun suhu tinggi. setiap sea chest dilengkapi dengan sea water valve. Peralatan-peralatan lainnya pada sistem ini antara lain pengukur pengukur tekanan pada section dan discharge line pump. gelas pengukur/gauge glass masingmasing pada expansion tank dan drain tank. pengatur suhu umumnya dilengkapi dengan mekanisme otomatis dengan katup treeway valve untuk mengatur aliran by pass air pendingin yang diijinkan.9 8 sistem pendingin air tawar menggunakan peraratan sirkulasi pendingin untuk sistem pendingin air Iaut yang secara terpisah. . Adapun kerugian dari sistem ini adalah adanya penambahan beban listrik akibat adanya pompa sirkulasi dan capitol cost (biaya awal) dari peralatan yang relatif tinggi. Pada sistem pendinginan dengan air laut. dimana pipa udara ini dipasang setinggi atau rebih dari sarat kapal untuk membebaskan udara atau uap dan blow out pipe untuk membersihkan sea chest. melalui pusat pendingin air tawar atau central fresh water cooling kemudian sistem ini dibuang kelaut melalui overboard discharge.

Kelebihan air tawar dari air 1aut. panas motor induk diserap oleh air tawar. Sea water pump. Central cooler. heat exchanger lebih effisien. yang paling menonjol untuk keperluan sistem ini adal-h air tawar tidak menimbulkan korosi pada instalasi.4 mm. untuk daerah operasi yang banyak pasirnya disarankan menggunakan filter dengan kerapatan 0. Kapasitas dari pompa ditentukan berdasarkan jenis pendingin yang digunakan dan jumlah panas yang harus dihilangkan. Disarankan suhu keluaran air laut tidak melebihi 50 °C. .9 9 Keuntungan penggunaan sistem ini :  Instalasi yang berhubungan dengan sea water sedikit  Maintenance cost relatif kecil/rendah  Penggunaan non-corrosive metal sedikit  Efisiensi pemakaian panas. Sedangkan kerugiannya adalah biaya investasi awal lebih mahal (capitol cost ) dan sistemnya rumit. pompa ini digerakkan oleh elektromotor.3 -0.5 mm. pemakaian air tawar sebagai media pendingin motor induk adarah dengan memperhatikan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh air tawar dibandlngkan dengan pemakaian air raut sebagai pendingin. 3. berfungsi melindungi sistem dari beram karat yang berasal dari sea chest disarankan menggunakan filter duplex. Batas maksimum suhu air laut yang diijinkan juga tergantung dari jenis (pelat atau tabung) dan ketahanannya terhadap karat dari pendingin dan ditentukan oleh pabrik pembuat cooler. pada saat air tawar meralui central cooler terjadi perpindahan panas dalam central cooler (panas air tawar diserap air laut). Filter air laut. Temperatur air laut yang masuk ke dalam cooler adalah 32 °C dan keluar 45 °C sedangkan temperatur air tawar yang keluar setelah melewati cooler adalah 36 °C. berfungsi untuk memompa air laut ke central coorer. berfungsi sebagai penukar kaor. Kerapatan 2 . Untuk lebih jelaskan proses sistem pendinginan ini Adapun kornponen-komponen peralatan pada instalasi pendingin adalah sebagai berikut :  Instalasi air laut 1. 2.

merupakan tangki limpahan dimana apabila terjadi kekurangan atau kelebihan pada proses pemompaan' maka air pendingin dapat diperoleh dari tangki ini apabila terjadi perubahan volume pada system (seperti kebocoran).komponen peralatan pada system pendinginan ini antara lain : 1. Expansion tanki. 2. .10 01  Instalasi air tawar Untuk leblh jelasnya bagaimana sistem pendingin yang terjadi pada instalasi air dapat dilihat pada gambar diagram pipa berikut ini : Gambar 6 : Diagram pipa sistem pendingin dengan air tawar Adapun komponen. sehingga tekanan air pendingin dalam tangki tidak tinggi. Central cooling water pump.5 bar dengan suhu maksimum pada pompa mencapai 60 °C. berfungsi memompa air yang berasal dari mesin ke central coler atau langsung melalui thermostatic valve bersirkulasi lagi masuk ke mesin dengan temperatur 36 °C.2. Disamping itu dilengkapi dengan vent pipe. pompa ini digerakkan oleh elektromotor dengan tekanan 2 .

system pendinginan temperatur rendah ini dilengkapi three way valve dan katup pencampur air tawar yang berasal dari by-pass ataupun yang melalui proses pendinginan di central cooler. pendingin udara. tergentung dari tekanan udara yang bersirkulasi dan kelembaban udara. pendingin air tawar pendingin mesin. 5.5 m/s bagian suction. Central coollng water thermostatic valve. sensor berada thermostatic valve yang diset pada suhu rendah 4. Perpipaan. Heat exchanger. Penggunaan beberapa jenis katup pengontrol seperti pengontrol temperatur yang bertujuan untuk mengarahkan air pendingin melalui pendingin tingkat 2. untuk mengurangi kandungan air di udara terutama di daerah tropis. .10 11 3. kecepatan fluida maksimum adarah 3 m/s untuk bagian discharge dan 2. serain itu mengendaliak suhu pertukaran udara. Alat ini harus dapat menjamin suhu air yang keluar dari mesin dan yang akan masuk ke mesin. alat ini merupakan alat penukar kalor yang digunakan untuk mendinginkan minyak pelumas. pertukaran udara pendingin pada bagian pembebanan tertentu dari motor sehingga suhu yang tinggi dapat terkurangi dengan sirkulasi/pertukaran udara.

10
21

Gambar 7 : Heat exchanger
6. sistem pending internal pada motor induk, untuk dapat melakukan start dengan
heavy fuel oil, sistem air pendingin harus mengalami pemanasan awal sampai
temperaturnya mendekati temperatur kerja dari motor induk atau minimal 70 °C.
sistem air pendingin terdiri dari sebuah low temperature (LT) circuit dan sebuah
high temperature (HT) circuit. LT circuit meliputi pendingin silinder, turbocharger
dan pendingin udara tingkat pertama. Temperatur dalam HT circuit dikendalikan
oleh thermostatic valve.

10
31

PENUTUP
Latihan :
1. Apa sajakah fungsi sistem udara bertekanan di kapal ?
2. Kapal bermesin 1500 hp dengan putaran 725 rpm, silinder 6 buah dengan
silinder type crosshead. System start mesinnya dengan udara bertekanan.
Diameter silinder 300 mm, langkah toraknya 450 mm. tekanan maksimul botol
2

angin 25 kg/cm dan

2

batas minimum tekanan untuk start mesin 15 kg/cm .

Berapa kapasitas botol angin kapal ?
3. Coba gambar sketsa apa yang dilalui minyak atau bahan bakar dari
tangki storage (tangki induk) sampai ke pengguna (mesin) !
4. Apakah fungsi dari :
-

Tangki settling

-

Separator

-

Purifier

-

Tangki drain

5. Pencemaran minyak pelumas yang terjadi pada karter mesin diesel. Hal-hal
apa sajakah yang menyebabkannya ?
6. Apa sajakah persyaratan suatu system pelumasan mesin yang ideal harus
dipenuhi ?
7. Jelaskan system pendinginan terbuka dan tertutup itu !
8. Coba bentuk kelompok dengan masing-masing kelompok 5 orang, tolong
gambarkan diagram pipa Sistem bahan bakar, system minyak pelumas dan
system pendingin untuk tipe-tipe kapal penumpang, cargo dan tanker.
DAFTAR PUSTAKA :
1. Germanischers Lloyd; [1998]; "Rules for Classificationand Construction Ship
Technology"; Germanischer Lloyd; Hamburg.
2. Harrington, Roy L.; ll992l; "Marine Engineering"; SNAME; New York.

10
41

3. Raswari; [1937]; "Perencanaan dan Penggambaran Sistem Perpipaan";
Universitas Indonesia Press; Jakarta
4. The Marine Engineering Society In Japan; [982]; "Machinery Outfitting Design
Manual, Vol. 1. Piping System for Diesel Ships"; The Marine Engineering
Society In Japan; Jepang.

sistem bilga sendiri terdiri.  Dan air-air dari pendingin dan lain-Ialn . BALLAST DAN PEMADAM KEBAKARAN PENDAHULUAN Pada bab ini membahas tentang system instalasi pipa layanan penumpang diatas kapal lengkap dengan komponen-komponen sistemnya. Setelah belajar mahasiswa dapat membuat Portofolio tentang system instalasi pipa layanan keselamatan diatas kapal lengkap dengan komponen-komponen sistemnya URAIAN PEMBELAJARAN BAHAN General shipboard system terdiri dari bilge sistem dan sanitari sistem. Bilga System (sistem Bilga) Sistem ini berfungsi unt. A. dll.uk mengambil air dalam jumlah sedikit dari ruanganruangan kapal yang dikumpurkan menjadi satu dan disalurkan bilga dan sumursumur bilga (bilge well).10 51 BAB VI SYSTEIM BILGA. Air-air tersebut berasal dari :  Pengembunan pelat-pelat  Perembesan pada sambungan pelat karena sambungan yang kurang baik . dari system ballast dan sistem drainage yang melayani kebutuhan operasional kapal. Sistem drainage merupakan sistem yang berfungsi untuk mencegah tenggelamnya kapal karena kebocoran.  Air masuk melalui bukaan-bukaandi geladak dan freeboard pada waktu cuaca buruk atau hujan  Bekas-bekas penyemprotan dari depkdan bangunan atas pada waktu dilakukan pencucian  Air sisa dari mesin dan propeller shaft tunnel karena kebocoran pada sambungan-sambungan pipa dan bagian-bagian dari mesin-mesin. Sedangkan sistem ballast berfungsi untuk mengatur posisi kapal di atas air.

air tersebut akan mengganggu kerja dari awak kapal. Diagram instalasi pipa untuk sitem bilga dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Gambar 1 : Gambar diagram pipa sistem bilga Dalam perencanaan suatu sistem bilga perlu memperhatikan peraturanperaturan yang tercantum dalam rules. . misarnya pada ruang mesin. Jalur bilga dan hisapan bilga harus direncanakan sehingga air dalam bilga dapat dipompa meskiirun dalam kondisi trim yang tidak menguntungkan.Untuk system bilga beberapa ketentuan yang dikeluarkan oleh pihak klasifikasi antara fain : 1. Jika air bilga tersebut tldak disingkirkan.10 61 Pemindahan air yang dlkumpulkan pada birga well pada waktu tertentu dalam ruang muat berguna untuk mencegah adanya kelembaban dan perembesan pada muatan dan juga menghindari karat (corrosion) pada lambung kapal bagian dalam.

untuk kapal-kapa1 lebih dari 100 tons gross. Pompa ballast/ pompa pendingin air laut stand by. satu buah hisapan bilga sudah mencukupi dan diharapkan mampu untuk mengeringkan kompartemen tersebut. air minum atau feed water. sistem bilga untuk dengan sistem terpisah. 4. Untuk kompartemen yang terletak didepan dan dibelakang pada kapal. 9. 5. Untuk ruang muat kurang dari 30 m.10 71 2. suction diletakkan pada fore dan after tank. Hisapan bilga' secara umum ditempatkan pada kedua sisi dari kapaI. oi1. Emergency suction diatur agar dapat diakses dengan aliran bebas dan jarak yang wajar darl tank top. oil thermal. Pipa bilga tidak boleh melewati Lub. Kapal kargo harus disediakan dua buah pompa bilga dengan power independen 11. Pompa bilga harus self priming 7. cukup 1 bilga suction pada tiap sisi 13. pada cargo hold. kompartemen dan untuk kamar mesin adalah . sistem bilga pada ruang mesin harus mampu untuk memompa :  melewati hisapan bilga dan dihubungkan ke system bilga utama  melewati hisapan satu arah dan dihubungkan ke pompa bilga independen yang terbesar  melewati hisapan bilga darurat dan dihubungkan kepompa pendingin air laut atau sistem bilga darurat 12. dan pompa general service. Jika 1 dari 2 pompa bilga harus dipasang dengan kapasitas lebih keci1. Pompa bahan bakar dan minyak pelumas tidak boleh dihubungkan ke sistem bilga. 10. 3. maka kapasitasnya tidak boleh kurang dari 85 %. 8. Discharge sistem bilga dipasang shut-off valves pada sisi kapal 6. bisa dipergunakan sebagai pompa bilga independen bila 'kondisinya self priming dan kapasitasnya sesuai dengan formula yang ada.

000 25 atau lebih Sedangkan kapasitas dari alat pengolah limbah air bilga yang berupa bilge separator diberikan ketentuan sebagai berikut : . Berikut ini ketentuan volume minimal tangki bilga : Tabel 2 : Ketentuan volume tangki bilga 3 Ukuran Kapal (GT) Kurang dari 10.000 20 atau lebih Lebih dari 50. x( 2 ) x v x 60 3 Q = kapasitas pompa (m /h) D = diameter dalam pipa bilga utama (mm) V = kecepatan minimum pada pipa bilga utama (122 m/menit ) Besarnya diameter dalam menurul beberapa pihak klasifikasi diberikan sebagai mana pada tabel dibawah ini (tabe1 perhitungan diameter dalam pipa bilga) : Tabel 1: Perhitungan diameter dalam pipa bilga menurut berbagai biro klasifikasi Kapasitas volume dari tangki bilga tergantung ukuran dari kapal.000 – 50.000 Capasitas (m ) 15 atau lebih 10.10 81 Kapasitas pompa bilga yang diisyaratkan adalah : Q= Dimana.

SISTEM BALLAST Sistem ini berfungsi untuk menjagakeseimbangan kapal (stabilitas) atau trim kapat pada saat pelayaran. Kecepatan aliran yang disyaratkan untuk sistem ballast adalah 122 m. Sedangkan untuk sistem balrast beberapa aturap yang harus dipenuhi yaitu : 1. ataupun memindahkan dari tangki salu ke tangki lainnya. kapal dapat mencapai 8 12 % dari total displacement kapal. Adapun diameter pipa utama ballast menurut rules adalah sebagal berikut : Db = 1.000 5 2 3 0. + 25 (m) L = panjang kapal (LBp) B = lebar kapal T = sarat kapal Sea chest atau kotak laut adalah tempat untuk masuknya air 1aut./menit atau 2 m/s. Untuk pelayaran sungai sea chest terletak agak keatas (dibawah sarat kapal) dengan pertimbangan agar tidak terhisap kotoran ataupun lumpur saaat memasuki perairan dangkal dan untuk perairan dalam atau pelayaran samudra terletak disirip bilga (bilge plate) pada kamar mesin bagian depan (lebih mendekati daerah parallel middle body). pemompaan berfungsi untuk mengisi. di mana posisinya tergantung pada daerah pelayaran dan sarat air. .10 91 Tabel 3 : Kapasitas separator yang disyaratkan Ukuran Kapal (GT) Type Coalescer filter Kurang dari 10. Atau mengosongkan tangki.000 2 2 Diatas 50. Biasanya volume dari ballast.4 – 2 (m /h) B.68 Dimana . Sustion ballast harus diatur agar dapat mengosongkan tangki pada kondisi trim terburuk sekalipun.000 Type Gravity/Coalescer 3 1 (m /h) Kurang dari 50.

disediakan suction pada sisi terruar dari tangki. 3. Sistem Pemadarn Kebakaran Kebakaran yang dapat terjadi di kapal adalah salah satu hal yang harus diperhatikan secara sungguh-sungguh. oleh karena itu perihal pemadam kebakaran telah diatur dalam standar perencanaan kapal. Kebakaran yang terjadi di kapal dapat berakibat fatal baik bagi penumpang maupun barang yang diangkut. suction juga perlu disediakan pada sisi depan tangki.11 01 2. Jika panjang mencapai 30 m. feed water atau oil thermal. pada kapal kargo pipa yang melewati sekat tubrukan harus dilengkapi dengan shut-off valve yang dipasang langsung pada sekat tubrukan di dalam fore peak tank dan dapat dioperasikan secara remote dari freeboard deck 4. Kapal yang mempunyai tank top yang rebar. air minum. Gambar 2 : Diagram system Ballast C. Penyebab terjadinya kebakaran dapat dibagi menjadi 3 faktori . perpipaan sistem ballast tidak boleh melewati tangki LO. .

barang padat. dan pada kapal tanker yaitu pada ruang pompa dan ruang . c. seperti pada ruang akomodasi. Gambar 3 : Segitiga Api Apabila salah satu dari segitiga tersebut dipisahkan maka tidak mungkin terjadi kebakaran.' bersifat melapisi dan berfungsi sebagai pendingin (campuran air dan serbuk). cair atau gas yang dapat terbakar. Suhu yang tinggi. 2. Didalam pemadaman api dikapal.11 11 a. Foam. bahan pemadam yang dipergunakan harus diperhatikan penggunaannya seperti : 1. dalam hal ini dapat dilakukan dengan cara :  Menurunkan suhu dibawah suhu pembakaran  Menutup jalannya masuk zat asam  Menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar guna menghindari menjalarnya api. Waterspray. yang digunakan untuk pemadaman minyak pada ruangan seperti : kamar mesin muat. ruang muat (selain kapal tanker). Hubungan antara ketiga material diatas dapat digambarkan dalam segitiga api. b. Adanya zat asam (O2) yang cukup mengikat gas-gas yang bebas. untuk pemadaman bukan minyak dan peralatan listrik.

Tiap pompa harus mempunyai sumber tenaga yang independent dari main propulsion system. yaitu Fluid class yang meliputi keibakaran untuk bahan cair seperti fuel oil dan lub. beberapa aturan yang berkaitan dengan keselamatan terhadap bahaya kebakaran antara lain : a. Pompa pemadam dan sumber tenaganya tidak boleh diletakkan pada sekat tubrukan. yaitu Solid material class yang meliputi kebakaran bahan' padat. pdsir atau powder dan sebagainya.11 21 3. f. Kapal barang dengan bobot lebih dari 500 GRT.  Kelas C. oil dimana pemadamannya dilakukan dengan pelunakan isolasi terhadap O2 (foam). digunakan untuk pemadaman alat-alat listrik seperti pada ruang kontrol dan wheel house 4. kertas. c.  Kelas A. b. dimana pemadam harus menggunakan bahan isolatif seperti foam. Dry powder. CO2. e. . direngkapi paling tidak 2 buah pompa pemadam kebakaran. dimana pemadaman dengan pendingin dari air atau campuran yang mengandung prosentase air yang banyak adalah sangat baik. Untuk sistem pemadam kebakaran pihak klasifikasi memberikan. 3 d. Jika pompa pemadam kebakaran dengan kapasitas berbeda dipasang. digunakan untuk pemadaman bahan cair dan zat kimia seperti pada pemadaman gudang atau listrik Di dalam rules yang dikeluarkan oleh klasiflkasi membagi kelas kebakaran dalam 3 (tiga kelas) yaitu . yang meliputi kebakaran pada instalasi listrik.  Kelas B. Tiap pompa harus mampu mensupplai air untuk paling tidak 2 nozzle yang dipakai. tekstil dan sebagainya. yaitu Electrlcal equipment c1ass. seperti kayu. Total kapasitas pompa tidak lebih dari 180 m /jam. maka kapasitasnya tidak boleh kurang dari 80 % dari total kebutuhan.

soluslnyua foam harus mampu menutupi area paling tidak 5 (lima) kali pemakaian. Hisapan air laut untuk pompa darurat diletakkan sedalam mungkin dan diluar ruang mesin. Untuk machinery space. Kapasitas minimal pompa pemadam untuk kapal dengan bobot > 500 GRT adalah Q = 3. i. Unyuk muatan > 1000 GRT dilengkapi dengan fire hose dengan nozzle tiap 30 meter panjang kapal atau kesemuanya berjumlah paling tidak 5 (lima). Consentrat foam harus mampu menghasilkan foam secara meskipun menggunakan air payau. h. .18 x 10 -3 2 (dH ) dimana dH dalam untuk pipa bilga n.6 % consentrat foam dengan perbandingan tidak boleh lebih dari 12 : 1 untuk hi-expansion foam dibuat dengan menambahkan 1-3 % consentrat foam dengan perbandingan100:1 sampai 1000:1 q. l. Pompa dan sambungan air laut harus diletakkan serendah mungkin dibawah light water line. Peralatan pembuat foam harus mempunyai kapasitas melindungi ruangan dalam skala luas dengan mengisi foam dengan kedalaman 1 meter/menit. dan rayanan umum (general service pump) dapat dipakai sebagai pompa pemadam kebakaran dengan kapasitas yang memenuhi kebutuhan yang salah satunya dapat dengan cepat digunakan sebagai pompa pemadam. Pompa ballast. m.11 31 g. Pada kapal dengan ukuran darurat mempunyai kapasitas paring tidak 40 % dari total kapasitasnya. k. j. Foam harus dapat digunakan sebanyak paling tidak 5 (lima) kali pemakaian s. r. o. bilga. Foam tidak boleh membekupada suhu -5 °C p. Pompa dan sumber tenaga pompa darurat (emergemcy pump) harus independent dari pompa pemadam utama. Kapal dengan bobot > 500 GRT dilengkapi paling tidak 1 (satu) international shore connection. Untuk low-expansion foam dibuat dengan menambahkan 3 .

 Extinguishing medium yang digunakan adalah coz.  Semua peraratan keselamatan kapal (fire extinguishing equipment). dry powder. peraratan tersebut harus dapat dijangkau  Penentuan jenis extinguishing medium dan jenis detector disesuaikan dengan fire crass dan fungsi ruangan. .11 41 Gambar 4 : Tangki Foam di kamar mesin Dimana secara umum peraturan untuk pemadaman adalah  Setiap kapal harus dilengkapi dengan General water Fire Extinguishing system dan portable extinguishers. water dan foam. power source serta emergencynya harus diletakkan di luar ruang/daerah yang dilindungi. dan dalam kejadian kebakaran.

Harus dapat memberikan 2 pancaran air yang kuat.  Central fire control dipasang dinavigation deck atau dimain fire control system. QB Q = 122 x 60 x 2 x d x 10 -6 d = 26 + Dimana : 3 Q = kapasitas total pompa pemadam (m /h) .  Ruangan yang tidak punya resiko kebakaran tidak perlu dimonitor. adalah : Q= .11 51  Detector yang digunakan adalah detector asap (smoke) dan detector panas (heat.  Fasilitas alarm harus di-sediakai untuk menjamin bahwa semua orang di kapal dapat mendengar alarm kebakaran. peralatan yang dimaksud adalah sebagai berikut:  Fire detection (detector panas. asap dan api ) daln fire fighting equipment (peralatan pemadam) . Safety equipment atau peralatan keselamatan adalah peralatan yang berfungsi untuk penyelamatan bila terjadi kebakaran dan kondisi buruk lainnya. Disini kapasitas pompa pemadam untuk kapar kargo dengan kecepatan aliran pada pipa adalah 122 m/mtn.) .  Innert gas system dan gas detection meters  Emergency pumping dan pintu kedap :  sekoci penolong bermesi-n (rifeboat engine) dan dewi-dewi (davits )  Whistles Dimana persyaratan pompa dan pipa (fire hoses) kebakaran adalah : 1. dengan jarak jangkauan minimal 12 meter dan jumlahnya tergantung dari jenis dan berat kapal.

< 130 m . Kran kebakaran (hydrant) harus ditempatkan masing-masing tidak lebih dari 25 m dan masing-masing harus mudah dicapai orang.  Diruang mesin harus tersedia supplai dari 2 sea chest.11 61 3 Qe = kapasitas satu pompa bilga (m /h) d = diameter dalam.8 kg/cm 2  Kapal 1000 < n < 6000 GRT : tekanannya 2.  Tekanan minimum adalah 10 bar pada tekanan maksimum pompa pemadam  dF = 0.  Pengoperasian dalam segala kondisi kapa1. harus siap terpasang sewaktu-waktu (stand by) Tekanan air minimum untuk nozzre pada hydrant menurut SOLAS 1960 untuk kapal kargo adalah :  Kapal > 6000 GRT : tekanannya 2. 5.8 . dH dimana dF min. Instalasinya harus berwarna merah 4. pipa utama bilga (mm) L = panjang kapal (m) B = lebar kapal (m) D = tinggi kapal Type pompa pemadam yang digunakan adalah pompa sentrifugal type vertikal dengan penggerak elektromotor. 3. Fire hoses dengan ukuran standar 2. dilengkapi dengan hose nozzle yang dapat mengatur kecepatan air. = 50 mm . Design pipa dan lokasi pompa:  Pada bagian terendah dari garis air (bersamaan dengan sea chest). tipe pompa yang digunakan centrifugal pump atau self primlng dengan jumlah 2 unit. 2. Untuk kapal cargo dF max.5 inchi lnside diameter dan panjang 60 ft.6 kg/cm 2  Kapal < 1000 GRT : tekanannya tergantung persetujuan pemerintah Tekanan tersebut ditest pada saat paling tidak 2 nozzle dibuka.

Sebagai contoh dibawah ini dapat dilihat gambar dlagram pipa untuk sistem pemadam kebakaran : Gambar 3 : Diagram pipa system pemadam kebakaran . (dengan lama pengoperasian lebih dari 18 jam).11 71 Harus ada emergency pump yang sifatnya berdiri sendiri dengan kapasitas 40 % dari pompa utama peniadam tersedia diluar kamar mesin.

Raswari. "Machinery Outfitting Design Manual. Air-air di sumur bilga (bilge well) berasal dari sajakah ? 2.11 81 PENUTUP Latihan : 1. Piping System for Diesel Ships".”Marine Engineering”. . “Rules for Classification and Construction Ship Technology" . 2. [l992]. SistemPerpipaan". Roy L. Universitas The Marine Engineering Society in Japan. Jakarta. Germanischers Lloyd. 4. Jepang. Coba bentuk kelompok dengan masing-masing kelompok 5 orang. "Perencanaan dan penggambaran Indonesia Press. jelaskan ! 6. [1987]. cargo dan tanker? DAFTAR PUSTAKA 1. Harrington. Apa-apa sajakah alat untuk pedaman api jika suatu kebakaran terjadi diatas kapal ? 5. Hamburg. Vol' 1. SNAME. New York. Germanischer Lloyd. system Ballast dan system bilga untuk tipe-tipe kapal penumpang. Berapa diameter pipa utama ballast pada tugas kapalmu ? 4.. Ada 3 (tiga) kategori klas dalam kebakaran. 3. [1982]. tolong gambarkan diagram pipa Sistem system pemadam kebakaran. Sebutkan beberapa ketentuan yang dikeluarkan oleh pihak klasifikasi untuk system bilga ! 3. The Marine Engineering Society In Japan. [1998].

Fungsi sistem sanitari: a. Untuk melayani ABK dalam kebutuhan saniter. Untuk kebutuhan di WC (water closed) digunakan sistem air laut (sea water) yang disuplai ke tiap deck yang memiliki kamar mandi. baik itu bagi keperluan anak buah kapal unt. URAIAN Sistem sanitary merupakan system yang pada dasarnya adalah untuk melayani keperluan air di kapaI.uk minum.11 91 BAB VII SISTEM SANITARY PENDAHULUAN Pada bab ini membahas tentang system instalasi pipa Sanitari di kapal baik air tawar dan air laut. memasak. Sistem sanitary terdiri atas 2 sistem layanan yaitu air laut dan air tawar. Diperlukan dalam proses treatment fecal sebagai pembilas. kamar mandi dan wc. Setelah belajar mahasiswa dapat membuat Portofolio tentang system instalasi pipa instalasi pipa Sanitari di kapal baik air tawar dan air laut diatas kapal lengkap dengan komponen-komponen sistemnya. dapur. Bagian-bagian dari sistem sanitari : . mandi. cuci dan mesin maupun kapal sendiri. mencuci dan lain-lain. pencucian geladak dan untuk pendinginan mesin. untuk mandi. SANITARY & SEWAGE SYSTEM Sistem Sanitary (domestic water system) Merupakan sistem distribusi air bersih (fresh water) di dalam kapal yang digunakan oleh ABK dalam memenuhi kebutuhan air minum dan memasak. Secara umum sistem sanitary dapat digambarkan dalam bentuk gambar diagram sebagaimana pada gambar 1. 1. sistem rayanan yang diperlukan baik itu air laut maupun air tawar akan didistribusikan ke tempat-tempat di setiap geladak yang memerlukan antara lain : tempat cuci (laundry). b.

b. Pompa dan peralatan outfitting. e. Filter. Sewage treatment plan.untuk tujuan instalasi sederhana dan memudahkan dalam maintenance. . Hydrophore. d. Gambar 1 : Sewage Treatment Plan Desain sistem sanitary hendaknya: a.12 01 a. Toilet dan kamar mandi pada tiap-tiap deck diusahakan satu jalur. Tangki. c. Recirculating Holding System Fungsi: untuk memenuhi jumlah minimum kotoran sanitari kapal selama kapal berlabuh. Kapasitas tangki fecal dan urinal disesuaikan dengan jumlah ABK dan lama pelayaran c. Closet dan urinal. Hydropore Fungsi: sebagai pemberi bantalan udara bertekanan pada tangki hydrophore. d. b. f.

12 11 Gambar 2 : Diagram pipa system sanitary .

c. Kapasitas dari tangki service ini berkisar 3 antara 7 s/d 3 m . Sistem ini digunakan pada kapal-kapal dengan ukuran kecil atau kapal yang tidak menggunakan system hydrophore. pada system air tawar dengan sistem hydrophore apabila letak tangki air tawar berada di double bottom maka air tawar tersebut dipompa dengan pompa air tawar hydrophore menuju ke tangki hydrophore. shower-shower dan pencucian-pencucian. pada tangki ini dilengkapi dengan pipa udara. Sistem layanan air tawar Sistem layanan air tawar di kapal umumnya dialirkan dari tangki induk (storage tank) dihisap dengan menggunakan pompa ke tangki-tangki dinas (service). Katup tak balik harus diatur pada bagian hisap atau bagian tekan dari pompa air kotoran.12 21 Rules tentang sistem Sanitari menurut BKI Volume III 2006 adalah sebagai berikut : a. dalam hal ini biasanya tangki service ini terletak pada top deck dengan sistem gravitasi. Untuk kapal yang berlayar pada daerah beriklim dingin maka tangki ini harus dilengkapi dengan pemanas (heater) dan dilapisi dengan thermal insulation untuk mencegah terjadinya pembekuan air pada tangki. Bahan-bahan pipa harus tahan terhadap korosi baik bagian dalam maupun bagian luar. tergantung dari lokasi pemakaian . over flow pipe. Dan dari tangki ini. Pipa-pipa pembuangan air kotor harus dilengkapi dengan storm valve dan pada sisi lambung dengan gate valve. 2. Kemudian dari tangki hydrophore ini didistribusikan ke pemakaian sepert. kemudian alr tawar didistribusikan ke pemakai. Biasanya sebel-um pompa terdapat filter (saringan) yang berfungsi untuk mencegah kotoran-kotoran masuk ke pompa dan instalasi pipa. dan deck lainnya. b. d. Pipa-pipa pengering saniter harus dihubungkan dengan tangki pengumpul kotoran.i deck-deck akomodasi.

sistem air tawar. sistem pemanas air. Kapasitas tangki hydrophore dan tekanan untuk start dan stop bagi pompa dapat diketahui dengan perhitungan : V=q Dimana. Gambar disamping ini adalah gambar tangki hydrophore. Adapun sistem air tawar 1ni terdiri sistem air minum. pompa dan tangki hydrophore. (1) 3 V = kapasitas tangki (m ) 3 q = Jumlah air untuk supplai (m ) 2 P1 = Tekanan pompa untuk posisi stop (kg/cm ) 2 P2 = Tekanan pompa untuk posisi start (kg/cm ) a = 1.12 31 Gambar 3 : Diagram pipa Sistem air Tawar Secara umum dapat dikatakan bahwa sistem layanan air tawar harus ada tangki. dimana pompa tersebut distart dan distop pada saat pengisian hydrophore secara otomatis karena pendeteksian berkurangnya tekanan pada tangki.5 jumlah air yang tersedia di dalam tangki hydrophore . sistem ini menggunakan 2 buah pompa sentrifugal berpenggerak elektromotor dimana 1 (satu) stand-by.

0 . sehingga tekanan pompa harus lebih besar dari tekanan udara didalam tangki pada kondisi air didalam tangki penuh (high Ievel).0 m/s dan 1. Apabila penyaluran air tidak tercapaimakatekanan udara didalam pompa ditambahkan lagi.1.2 m/s. . Sistem pompa ini distart dan distop secara otomatis karena deteksi/system kontrol tekanan pada tangki hydrophore.75 1.pipa yang digunakan adalah pipa baja yang digalvanis dengan diameter kira-kira 50 mm dan diameter pipa cabang antara 13 s/d 38 mm.12 41 Pipa-pipa instalasi untuk pipa induk material. Air ini didistribusikan ke geladak-geladak yang memerlukan tanpa pemompaan karena tekanan yang bekerja pada tangki sudah mampu mendesak air untuk didistribusikan walaupun perbedaan ketinggian air yang disalurkan tersebut. Kecepatetn aliran air pada plpa-pipa induk pengisapan berkisar. sedangkan untuk aliran-ariran pada pipa-pipa cabangan discharge 1 . Prinsip Kerja Sistem Hydrophore Gambar 4 : Sketsa dan tangki hydrophore Pada tangki hydrophore diberi udara bertekanan sesuai dengan kebutuhan kerja. Air dipompakan kedalam tangki dengan tekanan tangki yang sudah ditetapkan.2 m/s untuk bagian discharge (semprotan). 0.

pada suatu tekanan tertentu pressure relay akan memutuskan hubungan melalui switchesoff pada elektro motor. Dialirkan melalui bentangan jaringan pipa menuju ke tangki harian (service tank) dan dari sinilah air mengalir secara gravitasi ke pemakai. dimana 1 (satu) stand-by tetapi didisain jalur by-pass agar dapat bersirkulasi secara alami.12 51 3. Pada saat permukaan air bertambah di dalam tangki. Selain sistem gravitasi. . Iayanan air laut juga dapat disupplai dengan sistem hydrophore. sehingga menghentikan suplai air ke dalam tangki. apabila tekanan sirkulasi pemanas air menggunakan 2 set pompa type sentrifugal dengan penggerak elektromotor.30 m /h dengan head total 35 . Dimana air dimasukkan dengan pompa yang digerakkan dengan elektromotor melalui katup dan katup non-return valve (katup aliran searah) ke tangki hydrophore. Sistem layanan air Laut Untuk sistem layanan air laut. Pada saluran pembuangan ini terdapat katup yang berfungsi untuk mengontrol permukaan air pada tangki. Karena tekanan udara pada tangkilah yang menyebabkan air disalurkan melalui jaringan pipa ke pemakaian. Bila air digunakan maka tekanan didalam tangki menjadi turun. tekanan udara di dalamnya juga naik dan membentuk bantalan udara.pada setiap deck. Dan kapasitas untuk mensupplai layanan akomodasi dan 3 air searing purifier adalah 5 .40 mAg. air laut dihisap langsung dari seachest dengan menggunakan pompa sentrifugal dan. Service tank ini dilengkapi dengan pipa limpah (overflow pipe) yang berfungsi sebagai saluran pembuangan.

12 61 PENUTUP Soal latihan : 1. Harrington. Germanischers Lloyd. Biro Klasifikasi Indonesia. Apa bagian-bagian dari komponen dari sistem sanitari 3. piping system for Diesel ships". SNAME. Coba anda jelaskan peraturan tentang sistem Sanitari menurut BKI Volume III ! 4. Roy L. “Rules For Machinery Instalation”."Machinery outfitting Design Manual. vol. The Marine Engineering society rn Japan. The Marine Engineering Society in Japan. Jakarta 2.[1982]. BKI. [2006]. III.New York 4. 3. cargo dan tanker. Berapakah kapasitas untuk mensupplai layanan akomodasi dan air sealing purifier ? 7. tolong gambarkan diagram pipa Sistem air tawar atau air laut untuk tipe-tipe kapal penumpang. 6. Coba gambarkan diagram pipa Sistem air laut ? DAFTAR PUSTAKA : 1.Hamburg. Apa fungsi dari hydrophore dan Jelaskan tentang prinsip kerja hydrophore ! 5. Jepang . Apakah itu system sanitari pada kapal ? 2. [1998]. "Rules for Classif ication and Construction Ship Technology".ll992J . 1.. "Marine Engineering". Vol. Germanischer Lloyd. Coba bentuk kelompok dengan masing-masing kelompok 5 orang.

“General Engineering Knowledge “. Th . 7. Raswari. [1982]. [1981]. "Pompa Dan Kompressor" . “Marine Engineering practice vol. [1987] . Jakarta 2. “Rules For Machinery Instalation”. III.D. Jepang 8. Germanischers Lloyd. Germanischers Lloyd.[1992] .[1998]. New York 4. BKI.an penggambaran Sistem Perpipaan". "Machinery Outf itting Design Manual Vol. The Marine Engineering Society In Japan."RuIesfor classification and construction ship Technology. Harington. ButterworthHeinemann Ltd.12 71 DAFTAR PUSTAKA 1. H. Jakarta 6. "Marine Engineering‟'. Mc George. Universitas Indonesia press. Roy L. Piping System for Diesel Ships”. Biro Klasifikasi Indonesia. [1994].. Victory. "Perencanaan d. London 5. Hamburg. Padnya Paramita. Jakarta. Haruo. Chapter 2. Machinery Instaltation”. The Marine Engineering Society In Japan. 3. 1. [1974]. Vol. 1 Part 5 : Fire Fighting Equipment And Its use in ship". G. Sularso dan Tahara.SNAME. [2006].