BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Makalah ini dibuat berdasarkan niat dan sesuai dengan kondisi serta keadaaan
dalam kehidupan sekitar. Dimana telah kita ketahui bahwa zaman modern ini mahluk
hidup khususnya manusia telah mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan alam.
Akan tetapi pada tahap pembelajarannya manusia selalu mendapatkan masalah dan
perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang ditelitinya. dalam hal ini adalah meneliti
asal usul kehidupan yang menjadi permasalahan dari sejak berabad-abad tahun yang
lalu sampai sekarang.
Oleh karena itu, melalui makalah ini penulis ingin menjelaskan dan
menyampaikan beberapa pendapat para ahli mengenai asal usul kehidupan itu sendiri.
Adapun hal lain yang ingin diperdalam dalam makalah ini adalah mengenai
keterkaitan antara ilmu biologi dengan ilmu yang lainnya. Selain itu penulis juga
ingin memperdalam tentang ilmupengetahuan dimana telah diketahui bahwa ilmu
pengetahuan adalah suatu ilmu yang mampu dibuktikan kebenarannya melalui
metode ilmiah dalam hal ini adalah praktikum biologi umum itu sendiri.
Dan tentunya ilmu pengetahuan itu akan kita peroleh dari pembelajaran, maka
dari itu melalui makalah ini penulis mencoba menjelaskan dan menerangkan asal usul
kehidupan melalui evolusi biokimia untuk membuktikan beberapa yang diharapkan
dan tentunya dilengkapi dengan berbagai pihak atau tokoh pembelajaran.

1

B. Rumusan Masalah
 Bagaimana asal usul kehidupan menurut teori-teori kehidupan yang telah ada ?

Bagaimana pengaruh evolusi terhadap kehidupan ?

Adakah teori yang bertentangan denga teori evolusi ?

2

BAB II
PEMBAHASAN
A.

ASAL USUL KEHIDUPAN
Beberapa teori yang pernah diajukan untuk menjawab masalah mengenai asal

usul kehidupan yang pernah muncul antara lain ;
1. Teori kreasi khas (special creation)
Menyatakan bahwa kehidupan diciptakan oleh suatu zat supranatural
2. Teori kosmozoan
Menyatakan bahwa kehidupan berasal dari spora kehidupan yang datangnya
dari luar angkasa. Hal yang mendasari teori ini adalah peyelidikan bahwa bahan yang
terdapat pada batu meteor maupun vartu komet yang jatuh ke bumi mengandung
banyak molekul organic sederhana , misalnya cyanogens , asam hidrocyanida
molekul-molekul organic tersebut tatkala jatuh ke bumi menjadi benih kehidupan.
Menurut teori ini bukan hanya di bumi saja yang timbul kehidupan.
Kehidupan dapat timbul sekali atau bebrapa kali di berbagai bagian galaksi dalam
waktu yang berbeda.
3. Teori Endosimbiosis
Endosimbiosis artinya simbiosis antara dua organisme, salah satu menjadi
inang dan salah satunya lagi masuk kedalam tubuh inang. Teori ini muncul dengan
ditemukannya fosil organisme prokariotik dan eukariotik
4. Teori naturalistic/evolusi oraganik/neoabiogenesis/opurtunistik
Menyatakan bahwa kehidupan tercipta melalui proses evolusi kimia dan
evolusi biologi berdasarkan konsep biologi modern
5. Teori Syncytial
Teori ini di usulkan berdasarkan beberapa teori yang mencoba menjelaskan
evolusi pada invertebrata.

3

6. Teori Evolusionis
Menyatakan bahwa makhluk hidup membentuk diri mereka sendiri secara
mandiri dari benda mati. Namun, ini adalah dongeng takhayul abad pertengahan yang
bertentangan dengan hukum dasar biologi. Bagi kebanyakan orang, pertanyaan
"apakah manusia berasal dari kera atau tidak" muncul dalam benak mereka ketika
teori Darwin disebutkan. Tapi sebelum membahas masalah ini, sebenarnya masih
terdapat beragam pertanyaan yang harus dijawab oleh teori evolusi. Pertanyaan
pertama

adalah

bagaimana

makhluk

hidup

pertama

muncul

di

bumi.

Evolusionis menjawab pertanyaan ini dengan mengatakan bahwa makhluk
hidup pertama adalah sel tunggal yang terbentuk dengan sendirinya dari benda mati
secara kebetulan.Tetapi, pernyataan evolusi ini bertentangan dengan salah satu prinsip
paling mendasar biologi: Kehidupan hanya berasal dari kehidupan sebelumnya, yang
berarti benda mati tidak dapat memunculkan kehidupan.
SEL YANG MEMBELAH DIRI
"" Hukum paling mendasar dari kehidupan adalah "kehidupan hanya berasal dari
kehidupan". Suatu makhluk hidup hanya dapat muncul dari kehidupan sebelumnya""
Kepercayaan bahwa benda mati dapat memunculkan kehidupan sebenarnya
sudah ada dalam bentuk kepercayaan takhayul sejak abad pertengahan. Menurut teori
ini, yang disebut "spontaneous generation", tikus diyakini dapat muncul secara alami
dari gandum, atau larva lalat muncul "tiba-tiba dengan sendirinya secara kebetulan"
dari daging. Saat Darwin mengemukakan teorinya, keyakinan bahwa mikroba dengan
kemauan sendiri membentuk dirinya sendiri dari benda mati juga sangatlah umum.

7. Teori Abiogenesis

4

Tokoh teori Abiogenesis adalah Aristoteles (384-322 SM). Dia adalah
seorang filosofi dan tokoh ilmu pengetahuan Yunani Kuno. Teori Abiogenesis ini
menyatakan bahwa makhluk hidup yang pertama kali menghuni bumi ini berasal dari
benda mati.
Sebenarnya Aristoteles mengetahui bahwa telur-telur ikan apabila menetas
akan menjadi ikan yang sifatnya sama seperti induknya. Telur-telur tersebut
merupakan hasil perkawinan dari induk-induk ikan. Walau demikian, Aristoteles
berkeyakinan bahwa ada ikan yang berasal dari Lumpur.
Jadi, kalau pengertian abiogenesis dan generation spontanea kita gabungkan,
maka pendapat paham tersebut adalah makhluk hidup yang pertama kali di bumi
tersebut dari benda mati / tak hidup yang terjadinya secara spontan, misalnya :
a. ikan dan katak berasal dari Lumpur.
Ernst Haeckel, seorang pendukung gigih teori evolusi, mencoba mengamati
lumpur yang berhasil dikeruk dengan cawan dan menganggapnya sangat menyerupai
sejumlah sel yang dilihatnya di bawah mikroskop. Berdasarkan pengamatan ini, ia
menyatakan bahwa lumpur "Bathybius Haeckelii", yang berarti "Lumpur Haeckel"
adalah materi tak hidup yang berubah menjadi organisme hidup. Namun, semua
percobaan dan penelitian yang dilakukan sepanjang abad ke-20 telah berakhir dengan
kegagalan. Pembentukan "secara kebetulan" sebuah sel hidup tidaklah mungkin
terjadi, bahkan untuk membuatnya melalui proses yang disengaja di laboratorium
tercanggih di dunia pun ternyata tidak mungkin.
b.

Cacing berasal dari tanah, dan

c.

Belatung berasal dari daging yang membusuk.
Teori Abiogenesis ini didukung pula oleh seorang ilmuwan Inggris pada tahun
1700 yang bernama Nedhan. Ia mencoba melakukan penelitian dengan menggunakan
rebusan kaldu. Hasil rebusan kaldu kemudian dimasukkan ke dalam botol dan ditutup

5

dengan gabus. Setelah beberapa hari, ternyata air kaldu tersebut ditumbuhi bakteri.
Akhirnya Nedhan menyimpulkan bahwa bakteri berasal dari air kaldu gugur.
8. Teori Biogenesis
Teori ini bertentangan dengan teori abiogenesis, karena menganggap bahwa
makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang sudah ada sebelumnya. Tiga tokoh
terkenal pendukung teori ini adalah Francesco Redi,dan Lazzaro Spallanzani.
1.Francesco Redi
Redi merupakan orang pertama yang melakukan eksperimen untuk
membantah teori abiogenesis. Dia melakukan percobaan dengan menggunakan bahan
daging segar yang ditempatkan dalam labu dan diberi perlakuan tertentu.

Labu I

Labu II : diisi daging segar dan ditutup dengan kain kasa

Labu III : diisi daging segar dan ditutup rapat

: diisi daging segar dan dibiarkan terbuka

Ketiga labu diletakkan di tempat yang sama selama beberapa hari. Hasilnya adalah
sebagai berikut:

Labu I

Labu II : dagingnya busuk, terdapat sedikit belatung

Labu III : dagingnya tidak busuk, tidak terdapat belatung

: dagingnya busuk, banyak terdapat belatung

Menurut Redi belatung yang terdapat pada daging berasal dari telur lalat.
Labu ke III tidak terdapat belatung karena tertutup rapat sehingga lalat tidak bisa
masuk. Sayangnya, meskipun tertutup rapat ternyata pada labu tersebut bisa muncul
6

belatung. Ini disebabkan karena Redi tidak melakukan sterilisasi daging pada disain
percobaannya.

2. Lazzaro Spallanzani
Spallanzani juga melakukan percobaan untuk membantah teori abiogenesis,
tetapi menggunakan bahan kaldu. Disainnya sebagai berikut:

Labu I : diisi kaldu lalu dipanaskan dan dibiarkan terbuka

Labu II : diisi kaldu, lalu ditutup dengan gabus yang disegel dengan lilin,
kemudian dipanaskan
Setelah dingin kedua labu diletakkan di tempat yang sama. Beberapa hari kemudian
hasilnya sebagai berikut.

Labu I : berubah busuk dan keruh, banyak mengandung mikroba (bakteri)

Labu II : tetap jernih, tidak mengandung mikroba
Menurut Spallanzani mikroba yang tumbuh dan menyebabkan busuknya
kaldu berasal dari mikroba yang beraada di udara. Pendukung paham abiogenesis
keberatan dengan disain Spallanzani karena menurut anggapan mereka, labu yang
tertutup menyebabkan gaya hidup (elan vital) dari udara tidak dapat masuk, sehingga
tidak memungkinkan munculnya makhluk hidup (mikroba).
B. TEORI EVOLUSI
Evolusi Kimia
Para Ilmuwan lain terus mengadakan penelitian tentang asal usul kehidupan.
Antara pakar-pakar tersebut antara lain :

7

Harold Urey, Stanley Miller, dan

A.I.Oparin. mereka berpendapat bahwa organisme terbentuk pertama kali di bumi ini
berupa makhluk bersel satu. Selanjutnya makhluk tersebut mengalami evolusi
menjadi berbagai jenis makhluk hidup seperti Protozoa, Porifera, Coelenterata,
Mollusca, dan lain-lain.
Para pakar biologi, astronomi, dan geologi sepakat, bahwa planet bumi ini
terbentuk kira-kira antara 4,5-5 miliar tahun yang lalu. Keadaan pada saat awal
terbentuknya sangat berbeda denagn keadaan pada saat ini. Pada saat itu suhu planet
bumi diperkirakan 4.000-8.000oC. pada saat mulai mendingin, senyawa karbon
beserta abeberapa unsur logam mengembun membentuk inti bumi, sedangkan
permukaannya tetap gersang, tandus, dan tidak datar. Karena adanya kegiatan
vulkanik, permukaan bumi yang masih lunak tersebut bergerak dan berkerut terus
menerus. Ketika mendingin, kulit bumi tampak melipat-lipat dan pecah.
Pada saat itu, kondisi atmosfer bumi juga berbeda denagn kondisi saat ini.
Gas-gas ringan seperti Hidrogen (H2), Nitrogen (N2), Oksigen (O2), Helium (He), dan
Argon (Ar) lepas meninggalkan bumi akrena gaya gravitasi bumi tidak mampu
manahannya. Dia atmosfer juga terbentuk senyawa-senyawa sederhana yang
mengandung unsur-unsur tersebut, seperti uap air (H 2O), Amonia (NH3), Metan
(CH4), dan Karbondioksida (CO2). Senyawa sederhana tersebut tetap berbentuk uap
dan tertahan dilapisan atas atmosfer. Ketika suhu atmosfer turun sekitar 100 oC
terjadilah hujan air mendidih.
Timbul pertanyaan, bagaimana proses terjadinya kehidupan dibumi ini ?
Pertanyaan inilah yang mendorong beberapa Ilmuwan untuk mengemukakan
pendapat serta melakukan experiment. Di antara Ilmuwan tersebut antara lain Harold
Urey dan Stanley Miller.
1.

Teori Evolusi Kimia Menurut Harold Urey (1893)

8

Harold Urey adalah ahli Kimia berkebangsaan Amerika Serikat. Dia
menyatakan bahwa pada suatu saat atmosfer bumi kaya akan molekul zat seperti
Metana (CH4), Uap air (H2O), Amonia(NH2), dan karbon dioksida (CO2) yang
semuanya berbentuk uap. Menurut Urey, zat hidup yang pertama kali terbentuk
mempunyai susunan menyerupai virus saat ini. Zat hidup tersebut selama berjuta-juta
tahun mengalami perkembangan menjadi berbagai jenis makhluk hidup. Menurut
Urey, terbentuknya makhluk hidup dari berbagai molekul zat di atmosfer tersebut
didukung kondisi sebagai berikut :
a)

kondisi 1 : tersedianya molekul-molekul Metana, Amonia, Uap air, dan

hydrogen yang sangat banyak di atmosfer bumi
b)

kondisi 2 : adanya bantuan energi yang timbul dari aliran listrik halilintar dan

radiasi sinar kosmis yang menyebabkan zat-zat tersebut bereaksi membentuk molekul
zat yang lebih besar,
c)

kondisi 3 : terbentuknya zat hidup yang paling sederhana yang susunan

kimianya dapat disamakan dengan susunan kimia virus, dan
d)

kondisi 4 : dalam jangka waktu yang lama (berjuta-juta tahun), zat hidup yang

terbentuk tadi berkembang menjadi sejenis organisme (makhluk hidup yang lebih
kompleks).
2.

Eksperimen Stanley Miller

Miller adalah murid Harold Urey yang juga tertarik terhadap masalah asal
usul kehidupan. Didasarkan informasi tentang keadaan planet bumi saat awal
terbentuknya, yakni tentang keadaan suhu, gas-gas yang terdapat pada atmosfer
waktu itu, dia mendesain model alat laboratorium sederhana yang dapat digunakan
untuk membuktikan hipotesis Harold Urey.

9

Kedalam alat yang diciptakannya, Miller memasukan gas Hidrogen, Metana,
Amonia, dan Air. Sebagai pengganti energi aliran listrik halilintar, Miller mengaliri
perangkat alat tersebut dengan loncatan listrik bertegangan tinggi. Adanya aliran
listrik bertegangan tinggi tersebut menyebabkan gas-gas dalam alat Miller bereaksi
membentuk suatu zat baru. Kedalam perangkat juga dilakukan pendingin, sehingga
gas-gas hasil reaksi dapat mengembun.
Pada akhir minggu, hasil pemeriksaan terhadap air yang tertampung dalam
perangkap embun dianalisis secara kosmografi. Ternyata air tersebut mengandung
senyawa organic sederhana, seperti asam amino, adenine, dan gula sederhana seperti
ribose. Eksperimen Miller ini dicoba beberapa pakar lain, ternyata hasilnya sama.
Bila dalam perangkat eksperimen tersebut dimasukkan senyawa fosfat, ternyata zatzat yang dihasilkan mengandung ATP, yakni suatu senyawa yang berkaitan dengan
transfer energi dalam kehidupan. Nukleotida adalah suatu senyawa penyusun utama
ADN (Asam Deoksiribose Nukleat) dan ARN (Asam Ribose Nukleat), yaitu senyawa
khas dalam inti sel yang mengendalikan aktivitas sel dan pewarisan sifat.
Eksperimen Miller dapat memberikan petunjuk bahwa satuan- satuan
kompleks didalam sistem kehidupan seperti Lipida, Karbohidrat, Asam Amino,
Protein, Mukleotida dan lain-lainnya dapat terbentuk dalam kondisi abiotik. Namun,
hingga kini masalah utama tentang asal-usul kehidupan tetap merupakan rahasia alam
yang belum terjawab. Hasil yang mereka buktikan barulah mengetahui terbentuknya
senyawa organik secara bertahap, yakni dimulai dari bereaksinya gas-gas diatmosfer
purba dengan energi listrik halilintar. Selanjutnya semua senyawa tersebut bereaksi
membentuk senyawa yang lebih kompleks dan terkurung dilautan. Akhirnya
membentuk senyawa yang merupakan komponen sel.
C. EVOLUSI BIOLOGI

10

Alexander Oparin adalah Ilmuwan Rusia. Didalam bukunya yang berjudul
The Origin of Life(Asal Usul Kehidupan). Senyawa kompleks yang mula-mula
terbentuk diperkirakan senyawa seperti Alkohol (H2H5OH), dan senyawa asam amino
yang paling sederhana.
Menurut Oparin senyawa kompleks tersebut sangat berlimpah dilautan
maupun di permukaan daratan. Adanya energi yang berlimpah, misalnya sinar
Ultraviolet, dalam jangka waktu yang amat panjang memungkinkan lautan menjadi
timbunan senyawa organik yang merupakan sop purba atau Sop Primordial.
Senyawa kompleks yang tertimbun membentuk sop purba di lautan tersebut
selanjutnya berkembang sehingga memiliki kemampuan dan sifat sebagai berikut :
a.

memiliki sejenis membran yang mampu memisahkan ikatan-ikatan kompleks

yang terbentuk dengan molekul-molekul organik yang terdapat disekelilingnya;
b.

memiliki kemampuan untuk menyerap dan mengeluarkan molekul-molekul

dari dan ke sekelilingnya;
c.

memiliki kemampuan untuk memanfaatkan molekul-molekul yang diserap

sesuai dengan pola-pola ikatan didalamnya;
d.

mempunyai kemampuan untuk memisahkan bagian-bagian dari ikatan-

ikatannya.
Walaupun dengan adanya senyawa-senyawa sederhana serta energi yang
berlimpah sehingga dilautan berlimpah senyawa organik yang lebih kompleks, namun
Oparin mengalami kesulitan untuk menjelaskan mengenai mekanisme transformasi
dari molekul-molekul protein sebagai benda tak hidup kebenda hidup. Bagaimana
senyawa-senyawa organik sop purba tersebut dapat memiliki kemampuan seperti
tersebut diatas ? Oparin menjelaskan sebagai berikut :
Protein sebagai senyawa yang bersifat Zwittwer Ion, dapat membentuk
kompleks koloid hidrofil (menyerap air), sehingga molekul protein tersebut
dibungkus oleh molekul air. Gumpalan senyawa kompleks tersebut dapat lepas dari
cairan dimana dia berada dan membentuk emulsi.
11

Tahap selanjutnya substansi didalam Koaservat membentuk enzim. Di
sekeliling perbatasan antara Koaservat dengan lingkungannya terjadi penjajaran
molekul-molekul Lipida dan protein sehingga terbentuklah selaput sel primitif.
Terbentuknya selaput sel primitif ini memungkinkan memberikan stabilitas pada
koaservat.

Kemampuan

koaservat

untuk

menyerap

zat-zat

dari

medium

memungkinkan bertambah besarnya ukuran koaservat. Kemungkinan selanjutnya
memungkinkan terbentuknya organisme Heterotropik yang mampu mereplikasi diri
dan mendapatkan bahan makanan dari sop Primordial yang kaya akan zat-zat organik.

a. Terbentuknya Organisme Fotoautotrof
Ketika kecepatan konsumsi bahan organik oleh fermentasi prokariotik
melebihi kecepatan sintesis untuk menggantikan molekul organik, berkembanglah
prokariotik yang dapat membuat molekul organiknya sendiri. Selanjutnya, pigmen ini
mampu melakukan transfer elektron untuk sintesis ATP. dari air dan CO2.
Cyanobacteria berkembang dan mengubah bumi dengan melepaskan O2
sebagai efek fotosintesis. Cyanobacteria berkembang antara 2,5 miliar hingga 3,4
miliar tahun yang lalu. Mereka hidup bersama prokariotik lain membuat koloni. Fosil
koloni ini disebut stromatolit yang banyak ditemukan di perairan air tawar dan air
laut.
b. Bangkitnya Organisme Eukariotik
Eukariotik berkembang sekitar 1,2 miliar tahun yang lalu. Hal yang sangat
membedakan eukariotik dengan prokariotik adalah adanya organel-organel yang
memiliki membran. Bagaimana sel eukariotik yang kompleks dapat terbentuk dari
prokariotik yang sederhana? ....Sistem membran organel-organel pada eukariotik
dapat terbentuk dari invaginasi yang terspesialisasi.
Proses

lain

yang

disebut

endosimbiosis

menjelaskan

pembentukan

mitokondria, kloroplas, dan beberapa organel eukariotik lain. Teori ini di-kemukakan
oleh Lynn Margulis .
12

Berdasarkan teori ini, eukariotik berkembang setelah sel fotosintesis muncul
dan oksigen melimpah di atmosfer. Sel eukariotik hasil endosimbiosis ini sekarang
kita kenal dengan nama Protista. Makhluk hidup eukariotik satu sel ini sangat
beranekaragam. Beberapa Protista dapat berfotosintesis, sebagian lagi bersifat
heterotrof dan dapat aktif bergerak. Sebagian mirip jamur dan mendapatkan makanan
dengan menyerap secara absorpsi.
Makhluk hidup eukariotik banyak sel, seperti rumput laut, tumbuhan dan
hewan kemungkinan berasal dari Protista yang berkoloni. Koloni Protista tersebut
mengalami spesialisasi dan saling bergantung satu sama lain, namun semakin efisien
dalam melakukan aktivitasnya. Hal ini terus terjadi hingga kehidupan memasuki
daratan dan muncullah makhluk hidup banyak sel yang lebih kompleks.
Teori evolusi biologi ini banyak diterima oleh paar Ilmuwan. Namun, tidak
sedikit Ilmuwan yang membantah tentang interaksi molekul secara acak yang dapat
menjadi awal terbentuknya organisme hidup.
D.

TEORI YANG BERTENTANGAN DENGAN TEORI EVOLUSI
Teori Evolusi Darwin yang dituangkan dalam buku The Origin Of Species
adalah contoh nyata terbesar bagaimana sebuah ilmu pengetahuan dianggap melawan
firman Tuhan dan mengancam agama.Teori Ciptaan, Teori ini mengemukakan bahwa
kehidupan yang ada di planet diciptakan oleh Tuhan. Bumi yang dicipta Tuhan pada
masa lalu sampai sekarang mempunyai ciri yang tidak berubah.
1. Teori Kedaan bumi yang Selalu Tetap
Menurut teori ini bumi tidak mempunyai asal mula. Begitu pula spesies yang
mendiami bumi juga tidak mempunyai asal mulanya.
2. Teori mantap
Menyatakan bahwa kehidupan tidak berasal usul (keadaan mantap)
3. Teori generatio spontanea
Menyatakan bahwa makhluk hidup tercipta secara mendadak (spontan)
4. Teori penciptaan (Kreasionisme) vs Teori evolusi Darwin.
13

Kreasionis yang selalu menganggap teori evolusi Darwin sebagai teori yang
tidak ilmiah rasanya harus kembali melihat dirinya sendiri karena kritik yang
ditujukan telah meluas hingga penyerangan terhadap pribadi seorang Charles Darwin
dan pemikir evolusi yang lain.
Salah satu kelemahan teori evolusi adalah ketidaklengkapan bukti fosil yang
memberikan petunjuk mengenai adanya transformasi antar kelompok makhluk
hidup. Hal ini berdampak besar dalam beberapa cabang ilmu pengetahuan. Dalam
Biologi misalnya, ketiadaan fosil mempersulit penyusunan filogeni Mamalia dan
Tumbuhan berbiji. Padahal selama ini evolusi sering digunakan untuk menjelaskan
perkembangan Mamalia dan Tumbuhan.
Di sisi lain kreasionis

dengan pemahaman harafiah bahwa Tuhan

menciptakan kehidupan selama “6 hari” mendapatkan argumen yang mereka anggap
kuat untuk mengatakan bahwa ketiadaan fosil yang lengkap merupakan bukti bahwa
evolusi seperti disampaikan Darwin tidak pernah terjadi. Evolusi hanya sebuah teori
bukan sebuah fakta yang pasti kebenarannya. Evolusi adalah proses yang bagian
terbesarnya “tertinggal” di masa lampau, kompleks dan sulit untuk dianalisis apalagi
di dalam laboratorium.
Teori evolusi Darwin tidak membahas bahwa manusia berevolusi dari kera,
gorila atau simpanse. Jika membaca teliti buku The Origin of Species, tak akan
ditemukan Darwin berkata asal-usul dirinya dan manusia lainnya adalah kera. Teori
evolusi Darwin memang mencoba memikirkan bahwa manusia mungkin berasal dari
nenek moyang yang mirip dengan kera.
Kemudian beberapa ciri pada manusia ternyata juga dimiliki oleh kera dan
kerabatnya. Apakah “mirip” dengan kera harus berarti kera?. Entah siapa yang
pertama kali mengeluarkan pendapat ekstrim kalau Teori Evolusi Darwin
menyebutkan manusia berasal dari kera.
Dalam bukunya, Darwin juga secara tersirat mengakui kekurangankekurangan teori evolusinya. Jadi jelaslah sudah bahwa mereka yang menyebutkan
Darwin dan teori evolusinya menyimpang karena mendefinisikan manusia berasal
14

dari kera adalah sebuah “persepsi” yang terlalu dini atau bahkan cenderung
emosional. Persepsi dan emosi yang awalnya wajar namun sering digiring kepada
masalah keyakinan seseorang. Sayangnya, mereka yang memiliki kecerdasan tinggi
tentang agama dan ilmu pengetahuan justru terlanjur terjebak pada kubu “pro” dan
“kontra” dan melupakan tugas sesungguhnya yaitu “menarik kesimpulan”.
Jika seleksi alam yang dimaksud dalam teori evolusi Darwin bekerja sebagai
kemauan alam tanpa campur tangan Tuhan, berarti ada mekanisme yang perlu
dijelaskan. Inilah “hutang” Darwin yang tak sempat dijelaskannya atau memang
Darwin tidak mampu merangkai jawabannya. Teori evolusi Darwin yang awalnya
dianggap bisa menjelaskan mekanisme tersebut ternyata gagal. Darwin memang
berhasil menunjukkan bukti-bukti “produk” evolusi, namun dia luput menjelaskan
secara “elegan” apa yang terjadi dan bagaimana bukti-bukti itu berevolusi. Sebagian
kalangan mungkin maklum karena Darwin sebenarnya tak pernah mengeyam
pendidikan formal Biologi, dia hanyalah seorang biasa yang tertarik kepada alam dan
makhluk hidup pengisinya. Tapi teorinya terlanjur mengguncang zaman. Namun
sekali lagi fakta tersebut tidak sepenuhnya menjadi bukti bahwa teori evolusi
bertentangan dengan ajaran agama.
Kepercayaan tentang penciptaan oleh Tuhan mungkin sebaiknya disertai
pemahaman bahwa selama penciptaan tersebut Tuhan juga berkuasa untuk
memberikan dinamika dan memunculkan proses perkembangan menuju bentuk yang
lebih rumit hingga menghasilkan jenis yang beragam seperti saat ini. Bisa jadi evolusi
adalah bahasa yang digunakan oleh Darwin untuk menjelaskan sebuah fenomena.
Sementara agama memiliki bahasa lain untuk menjelaskan yang sama.Tapi di luar itu,
semua harus diakui kalau teori evolusi Darwin membuka jalan bagi ilmu pengetahuan
modern untuk menjelaskan asul-usul kehidupan.
Ternyata Genera Plantarum diterbitkan hampir bersamaan dengan lahirnya
teori evolusi Darwin. Fakta bahwa evolusi benar-benar terjadi akhirnya sukar untuk
ditolak. Beberapa bukti dan argumen dalam teori evolusi Darwin yang tidak dapat
menjelaskan dengan tepat dan tuntas asal-usul kehidupan bukanlah sebuah tanda
15

bahwa evolusi tidak pernah terjadi. Bukti fosil meskipun belum lengkap tetap
diterima sebagai kenyataan bahwa pernah ada kehidupan masa lampau sebelum
kehidupan modern saat ini. Di sisi lain pemegang teguh Darwinisme juga tak bisa
mengingkari kenyataan bahwa teori evolusi Darwin mempunyai banyak kekurangan.
Namun hal itu justru membuka lahan pemikiran baru untuk terus menganalisis
perspektif dan mengaktualisasi teori evolusi karena diakui hingga saat ini teori
evolusi masih menjadi satu-satunya teori yang dapat menjelaskan perkembangan
“sebagian” kehidupan masa lampau yang mengantarkan pada “dunia masa kini”.
Teori evolusi adalah sebuah ilmu pengetahuan yang seharusnya tidak
dianggap sebagai simbol penentangan terhadap agama atau sumber bencana.
Mahasiswa Kedokteran di Inggris Boikot Kuliah tentang Teori Darwin Karena
Bertentangan dengan Al-Qur’an . Charles Darwin (RoL) dakwatuna.com – London.
Mahasiswa Muslim, termasuk calon dokter di salah satu program medis terkemuka di
Inggris, memilih keluar dari ruang kuliah saat pembahasan teori evolusi. Mereka
mengklaim hal itu bertentangan dengan ide-ide kreasionis yang disebutkan dalam AlQur’an. Padahal di University College London tempat mereka belajar, teori Darwin
merupakan bagian penting dari silabus.
Serupa dengan keyakinan yang diungkapkan oleh orang-orang Kristen
fundamentalis, mahasiswa Muslim di kampus itu bersikeras mempertahankan
pendapat bahwa Allah lah yang menciptakan dunia, manusia, dan semua spesies
dalam sebuah tindakan tunggal.
Awal tahun ini Usama Hasan, iman dari masjid al-Tauhid di Leyton,
menerima ancaman hukuman mati setelah berpendapat bahwa Darwinisme dan Islam
mungkin kompatibel.Sumber dalam kelompok Muslims4UK sebagian menyalahkan
semakin populernya keyakinan penciptaan dalam Islam yang digagas penulis Turki,
Harun Yahya. Ia menulis beberapa buku yang mencela Darwinisme.

16

BAB III
PENUTUP
A.

KESIMPULAN
Asal usul kehidupan memang tidak mudah diungkapkan ataupun dibuktikan,
banyak teori yang telah ada dengan alasan yang berbeda namun belum dapat
dinyatakan benar tetapi sudah saling mendukung teori tersebut sehingga menganut
kepercayaan terhadap suatu teori yang dianggap benar. Dengan adanya teori evolusi,
asal usul kehidupan dapat diperhitungkan dengan teori evolusi biologi dan teori
evolusi kimia sehingga dapat menjelaskan kepada kita tentang asal usul kehidupan.

B.

SARAN
Untuk memperoleh informasi yang tepat tentang asal usul kehidupan, kita harus
mempelajari teori-teori yang lain juga sehingga bisa mengambil sesuatu yang penting
untuk dipadukan dengan teori yang dianggap benar.

17

DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/58423350/MAKALAH-EVOLUSI
http://www.scribd.com/doc/39730000/MAKALAH-EVOLUSI
http://www.scribd.com/doc/39540687/Makalah-Evolusi-Final

18