Situasi Dunia Menjelang Perang Dunia I

Tahun pembuka abad ke-20 diawali dengan semakin memanasnya persaingan antar
negara-negara besar di dunia. Di Eropa, Inggris, negara yang memiliki wilayah jajahan
paling luas, terguncang karena hampir kalah dalam peperangan melawan kaum Boer di
Afrika Selatan, dan Perancis, kondisinya semakin lemah akibat skandal internal—
menghadapi kekuatan ekonomi dan militer Jerman yang baru bersatu. Dihadapkan
dengan kondisi tersebut Inggris dan Perancis melupakan permusuhan lama mereka dan
mulai bekerja sama menghimpun kekuatan untuk menghadapi kekuatan Jerman. Pada
1904 kedua negara menandatangani persetujuan persahabatan, Entente Cordiale, yang
mengatur penyelesaikan pertikaian kedua negara tersebut di luar negeri serta menjamin
kedaulatan masing-masing.
Ketika kekuatan Jerman terus meningkat, pada tahun 1900an Jerman bangkit sebagai
negara industri. Perkembangan industri ini seiring dan sejaralan dengan pembangunan
militerisme dan angkatan perangnya. Otto Von Bismarck (1815-1898), arsitek dibelakang
kemajuan Industri Jerman dan telah membangun hubungan baik dengan berbagai negara
Eropa, namun pada tahun 1890 diturunkan oleh Kaisar Jerman, Wilhelm II, kebijakan ini
membangun hubungan baik pun tidak dilanjutkan lagi. Kaisar Wilhelm ingin menjadikan
Jemran sebagai salah satu negara yang paling kuat di dunia. Ia memerintahkan
Laksamana Tirpitz untuk menjadikan angkatan laut Jerman sebanding dengan angkatan
laut Inggris. Pada 1906, Tripitz berhasil membangun kapal perang yang dapat
menandingi kapal perang Inggris. Hal ini menimbulkan ketegangan di wilayah Eropa
sekaligus mengubah peta kekuasaan di Eropa. Rusia, perancis dan Inggris membentuka
aliansi. aliansi-aliansi baru mulai terbentuk, sedangkan negara lainnya semakin
memperkuat ketahanan nasional.
Di negara-negara Balkan yang baru saja melepaskan diri dari pengaruh kesultanan Turki
Utsmani mulai bercerai berai, dan para adidaya pun saling berpihak. Pada 1912 Bulgaria
dan Serbia sama-sama mengklaim makedonia, sebuah daerah bagian dari kesultanan
Turki Utsmani yang didiami orang Bulgaria, Serbia, Makedonia dan Yunani. Yunani dan
Montenegro bersekutu dengan Bulgaria dan Serbia untuk membentuk Liga Balkan.
Mereka menyerang dan mengalahkan Turki Utsmani, dan menjadikan daerah kekuasaan
Turki Utsmani di Eropa banyak berkurang. Perdamaian diantara keempat negara tersebut
awalnya bisa diwujudkan, namun keempat anggota liga tersebut kembali bersengketa
dan perang pun meletus pada tahun 1913. Serbia mengharap mendapatkan Albania,
namun Austria-Hongaria – yang khawatir akan meningkatnya kekuatan Serbia—
menjadikan Albania sebagai negara Merdeka. Kemarahan Serbia terhadap Austria pun
semakin memuncak. Benua Eropa terbagi menjadi dua kekuatan.
Di luar benua Eropa, di Asia, Kekaisaran Cina yang sebelumnya sebagai kekuatan besar
Asia akhirnya runtuh pada 1911. Hal ini dipicu oleh kemarahan dan protes rakyat Cina
terhadap para saudagar Eropa yang membawa keuntungan besar dari wilayah Cina
selama puluhan tahun. Kondisi ini memunculkan pemberontakan Boxer yang dilakukan
oleh rakyat Cina. Pemberontakan ini berawal ketika kaum muda Cina membentuk
Perkumpulan Tinju Harmoni (asal mula penamaan pemberontakan Boxer-petinju) yang
bertujuan mengusir orang-orang asing, terutama orang Eropa dari wilayah Cina. Gerakan
ini mendapat dukungan yang besar dari rakyat Cina. Aksi gerakan ini berawal pada tahun
1900, ketika para pemberontak membakar berbagai kantor misi dagang asing di Cina
dan menduduki kantor kedutaan negara-negara Eropa. Pemberontakan ini semakin
memuncak dengan terbunuhnya Duta besar Jerman untuk Cina pada bulan Juni. Kondisi
ini membuat negara-negara Eropa mengirimkan pasukannya ke Cina untuk
membebaskan kedutaan-kedutaan yang diduduki oleh pemberontak. Pasukan ini negaranegara asing ini tiba pada bulan Agustus dan bergerak membebaskan kedutaankedutaan yang diduduki. Ibu Suri Cixi yang mendukung pemberontakan Bokser melarikan

diri ke Xian. Namun karena pemberontak semakin terdesak akhirnya Ibu Suri menerima
tuntutan dari beberapa negara Eropa, Amerika dan Jepang untuk mengakhiri
pemberontakan.
Di sisi lain wilayah Asia, Jepang muncul sebagai kekuatan yang baru di wilayah ini
dengan menjadi negara Asia pertama yang pada jaman modern, berhasil mengalahkan
kekuatan Eropa, ketika pasukan Jepang berhasil menenggelamkan kapal Rusia pada
1905. Hal ini berawal dari konfrontasi kedua negara tersebut pada tahun 1900 terkait
dengan konflik kepentingan kedua negara di Manchuria dan Korea, propinsi Cina di
wilayah Timur Laut Cina yang dikuasai Rusia sejak 1898. Setelah perundingan gagal
tercapai, Jepang menyerang Armada Timur Rusia di Port Arthur, pangkalan Angkatan Laut
di Propinsi Liaotung yang disewakan Cina kepada Rusia. Pihak Rusia akhirnya dikalahkan
Jepang di laut dan di darat. Pada tahun 1905, Armada Laut Baltik Rusia, yang dikirim Tsar
Nicholas II untuk memperkuat Armada Timurnya, mencapai Selat Tsushima yang terletak
antara Korea dan Jepang, Jepang berhasil menghancurkan hampir seluruh Armada,
sekaligus mengakhiri perang. Perdamaian pun kemudian disepakati pada tahun 1905
dengan Presiden Amerika Serikat, Roosevelt, sebagai penengah.
Di Belahan lain, Perbatasan Eropa Asia, Kesultanan Turki Utsmani kekuatan semakin
turun hingga akhirnya kehilangan hampir seluruh wilayah Eropa yang pernah mereka
kuasai.
Di Benua lain, Amerika, Amerika Serikat muncul sebagai negara yang pertumbuhan
industri dan ekonominya maju. Meskipun Amerika Serikat bersimpati kepad Perancis dan
Inggris, Amerika Serikat tidak ikut serta dalam Perang Dunia I, hingga serangan kapal
selam Jerman yang memprovokasi Amerika Serikat pada tahun 1917.
Di sisi lain perkembangan teknologi dunia semakin berkembang, pada 1903 pesawat
terbang pertama di dunia tercipta ketika Wright bersaudara dari Amerika Serikat berhasil
menerbangkan pesawat ciptaannya di atas bukit pasir di North Carolina Amerika Serikat.
Dampak nyata dari perkembangan teknologi ini semakin terasa ketka kekuatan-kekutan
Eropa berperang pada 1914. Untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia,
sebuah perang mengguakan berbagai teknologi tercanggih dan akhirnya memaksa
hampir seluruh populasi terlibat dalam peperangan. Pesawat udara, tank militer, kapal
selam dan senjata kimia digunakan untuk melawan prajurit-prajurit dan rakyat sipil serta
melibatkan seluruh benua di dunia.
Afrika
Di Afrika perlawanan penduduknya terhadap pendudukan Eropa terus dilakukan. Pada
tahun-tahuan pertama abad ke-20 pemberontakan kaum Maji-Maji dan Herero serta
pergolakan di Afrika Selatan, memperjelas kebencian bangsa Afrika terhadap
pendudukan bangsa Eropa.``
Perang Dunia I tidak terjadi dengan begitu saja, karena suatu peristiwa pasti ada
sebabnya. Begitu juga dengan Perang Dunia I ini. Latar belakang perang dunia ini dapat
dibedakan menjadi sebab umum dan sebab khusus. Sekumpulan kondisi yang dapat
memicu terjadinya perang dunia tersebut. Sedangkan sebab khusus adalah suatu
peristiwa yang menjadi titk awal terjadinya perang dunia tersebut.