Karakteristik Cerpen Mahasiswa Universitas

Negeri Malang
Mellyasari Natania Dwi Puspo

Abstrak
ABSTRAK

Puspo, Mellyasari Natania Dwi. 2013. Karakteristik Cerpen Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Skripsi,
Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Yuni
Pratiwi, M.Pd.

Kata kunci: karakteristik, cerpen

Cerpen adalah cerita berbentuk prosa yang relatif pendek dan berupa rekaan. Ukuran pendek
diartikan dapat dibaca sekali duduk dalam waktu kurang dari satu jam. Selain itu cerpen hanya
mempunyai efek tunggal, karakter, plot, dan setting yang terbatas, tidak beragam, dan tidak kompleks.
Cerpen memiliki unsur-unsur yang membangun dari dalam cerpen tersebut yang disebut unsur intrinsik.
Unsur-unsur intrinsik tersebut meliputi: tema, tokoh, perwatakan, alur, latar, sudut pandang, dan gaya
bahasa. Unsur-unsur tersebut saling berkaitan sehingga menjalin suatu cerita yang utuh.
Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mendeskripsikan karakteristik cerpen mahasiswa
Universitas Negeri Malang. Secara operasional, tujuan khusus yang ingin dicapai dapat dirumuskan
sebagai berikut. (1) Mendeskripsikan karakteristik tema dalam cerpen mahasiswa Universitas Negeri
Malang, (2) mendeskripsikan karakteristik tokoh dalam cerpen mahasiswa Universitas Negeri Malang,
(3) mendeskripsikan karakteristik perwatakan dalam cerpen Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang,
(2) mendeskripsikan karakteristik latar dalam cerpen mahasiswa Universitas Negeri Malang, (3)
mendeskripsikan karakteristik alur dalam cerpen Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.
Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Desain yang digunakan adalah telaah teksstruktural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan karakteristik cerpen
mahasiswa Universitas Negeri Malang pada aspek tema, tokoh, perwatakan, alur, dan latar. Penelitian ini
dilakukan pada naskah cerpen pada lomba penulisan cerpen antarmahasiswa Universitas Negeri Malang
yang diselenggarakan HMJ Sastra Indonesia Fakultas Sastra pada Februari 2012. Naskah cerpen yang
ikut serta dalam lomba berjumlah 39 buah. Sumber data penelitian ini adalah tujuh naskah cerpen yang
telah dipilah berdasarkan aspek yang diteliti. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tabel
pengumpul data. Dalam setiap tabel terdapat rincian kategori berupa deskriptor untuk
mengklasifikasikan data. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahap yaitu kodifikasi data,
klasifikasi data, dan perapian data. Tahap pertama, kodifikasi data merupakan pemberian kode
berdasarkan abjad judul cerpen dan nama mahasiswa untuk pengurutan data. Tahap kedua, klasifikasi
data merupakan suatu cara untuk mengkategorikan data ke dalam tabel. Tahap ketiga, data yang telah
dikategorikan kemudian diperiksa keabsahannya. Data penelitian ini yaitu paparan bahasa yang
mengandung tema, alur, tokoh, perwatakan, atau latar cerita dalam cerpen mahasiswa berupa kutipan
teks. Analisis data dilakukan dengan telaah teks-struktural. Peneliti menggunakan hal-hal yang muncul

dari dalam isi cerpen dengan panduan deskriptor untuk menemukan karakteristik cerpen berdasarkan
pikiran, pengertian peneliti dan
pendapat para ahli yang melandasi penelitian ini. Selanjutnya adalah penyajian data. Data yang
disajikan meliputi data analisis tema, tokoh dan perwatakan, alur, dan latar dengan teknik deskriptif
interpretatif. Terakhir dilakukan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini adalah karakteristik cerpen mahasiswa Universitas Negeri Malang pada aspek
tema lebih didominasi dengan tema percintaan. Tema cinta yang sifatnya universal ini akrab dengan
kehidupan para muda. Namun demikian, tema percintaan yang dipilih lebih luas jangkauannya dari
sekedar percintaan di dalam kampus yang identik dijalani mahasiswa. Sedangkan tema lain yang muncul
yaitu masalah politik, kebudayaan, dan religi.
Karakteristik tema cerpen mahasiswa Universitas Negeri Malang didominasi tema percintaan yang
digarap secara detail sehingga menampilkan tema khusus yang kesannya mendalam. Tema yang lain
seperti tema pendidikan, kebudayaan, religi, dan politik jarang dipilih oleh mahasiswa namun demikian
temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa pun kritis dengan masalah-masalah yang ada diluar
kehidupan kampus.
Karakteristik tokoh cerpen mahasiswa Universitas Negeri Malang didominasi oleh tokoh-tokoh
protagonis yang digambarkan secara langsung oleh pengarang. Tokoh-tokoh ini merupakan tokoh-tokoh
yang seringkali ditemui dikehidupan nyata seperti tokoh ibu, tokoh gadis muda, tokoh nenek, dan tokoh
laki-laki muda.
Karakteristik perwatakan cerpen mahasiswa Universitas Negeri Malang yang didominasi oleh
kemampuan mahasiswa menggunakan teknik pemaparan langsung. Misal tokoh Ajeng memiliki senyum
menawan dan semampai. Watak tokoh disebutkan secara runtut dalam kalimat narasi sehingga watak
tokoh langsung dikenali.
Karakteristik alur cerpen yang ditulis mahasiswa Universitas Negeri Malang didominasi oleh
penggunaan alur maju. Meskipun demikian penggunaan alur mundur sudah banyak dipilih sebagai usaha
untuk menambah tegangan terutama saat klimaks cerita. Penyelesaian cerita didominasi dengan cerita
yang menggantung. Hal tersebut umumnya ditemukan pada cerpen.
Karakteristik latar cerpen mahasiswa Universitas Negeri Malang didominasi oleh kemampuan
mahasiswa menggunakan pemaparan langsung. Latar tempat disebutkan langsung tanpa penggambaran
yang mendetail seperti taman di halaman rumah, di dapur, di tepi jalan, dan di parkiran kantor. Latar
suasana didominasi kemampuan mahasiswa menggunakan dialog tokoh sehingga tergambar suasana
dalam peristiwa cerpen. Latar waktu disebutkan tanpa ada penggarapan yang detail hanya menyebutkan
waktu yang umum seperti pagi hari, siang bolong, dan tengah malam.
Berdasarkan temuan penelitian diajukan dua saran. Pertama, disarankan agar lebih banyak wadah
untuk melatih mahasiswa mengenai kepenulisan karya sastra terutama menulis cerpen. Hal ini bertujuan
agar mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen. Kedua, hendaknya dalam penelitian
sejenis, peneliti berikutnya lebih memperbanyak sumber data pada penelitian serta menambahkan
aspek yang diteliti sehingga menghasilkan data yang lebih banyak dan mendapatkan hasil yang lebih
sesuai dengan keadaan mahasiswa sekarang.





Skip to navigation
Lewat menuju konten utama
Skip to primary sidebar
Skip to secondary sidebar
Skip to footer

PORTAL BERSAMA
Saling mengingatkan, belajar, bermain, beribadah bersama.












BERANDA
ESSAY TENTANG SASTRA
FILSAFAT PENDIDIKAN
KARYA: PUISI, CERPEN DLL
MENGENAI PRAGMATIK
MODEL PEMBELAJARAN BIPA
PENELITIAN
PERIHAL RETORIKA
PROPOSAL TESIS
PROSES KREATIFKU
RANGKUMAN BUKU
SOAL UAS MATA KULIAH KAJIAN PROSA FIKSI
TENTANG PENULIS

Proposal Tesis
1.
Judul Penelitian
ANALISIS STRUKTUR DAN NILAI BUDAYA CERITA-CERITA CURUG DI KABUPATEN BANDUNG
BARAT DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR PADA MATA PELAJARAN BAHASA DAN
SASTRA INDONESIA DI SMA KELAS X
2.
Latar Belakang Masalah Penelitian
Zoetmulder dalam pengantar buku Kalangwan, Sastra Jawa Kuno Selayang
Pandang,mengungkapkan “seluruh dunia telah maklum akan hasil gemilang yang dicapai bangsa
Indonesia dahulu kala dalam bidang kesenian. Lewat karya-karya seni mereka mengungkapkan
ide-ide religius, beserta pandangan mereka mengenai manusia dan alam semesta” (1994: XI).
Bentuk-bentuk kesenian yang dimiliki bangsa Indonesia banyak rupa, diantaranya karya sastra
yang banyak dibuat oleh para mpu, baik sastra lisan maupun tulis, keterampilan hingga
menghasilkan arsitektur candi serta hasil budaya lainnya yang menjadi sebuah kebanggaan
sebagai bangsa yang memiliki budaya luhur.
Berpijak dari hal di atas, bangsa Indonesia seyogyanya menjadi bangsa yang memiliki kekuatan
budaya, sehingga dengan besarnya arus kebudayaan lain yang masuk, masyarakat Indonesia

Dalam sistem pendidikan di indonesia justru sisi kognitiflah yang lebih banyak mendapat kesempatan untuk dieksplorasi. kericuhan politik.telah memiliki pandangan yang baik untuk dapat memilih. maka dapat kita saksikan kemerosotan ekonomi. sehingga tidak bisa membedakan budaya mana yang seyogyanya dapat dipegang sesuai dengan karakteristik masyarakat timur dan budaya mana yang perlu dicerna. bahkan untuk mata pelajaran sastra tidak hanya sedikitnya waktu yang dialokasikan. Dari perspektif kebudayaan. sehingga peserta didik disibukan untuk ‘mengejar-ngejar’ nilai atau angka tersebut. Keyakinan ini perlu dibarengi dengan sistem yang dapat menuntun masyarakat agar dapat menemukan kembali kekuatan budaya yang pernah dimiliki. seperti sastra. seperti korupsi. Selain itu sedikitnya waktu untuk mata pelajaran yang dapat mengimbangi sisi kognitif. Dengan kondisi ini. emansipasi wanita yang kebablasan. yang tidak hanya menekankan sisi kognitif. bahkan mengeksplorasi dirinya menjadi individu yang memiliki kontribusi bagi perkembangan bangsa ini. . Perkembangan saat ini memang menjadi sebuah pijakan untuk dapat dilakukan perubahan. ketegangan dan keretakan sosial sehingga muncul perilaku-perilaku menyimpang. tawuran pelajar. yang dalam hal ini dapat dilakukan oleh dimensi pendidikan. kondisi yang terjadi dewasa ini justru sebaliknya. sehat. perkembangan masyarakat saat ini justru mengalami kemerosotan. namun pula sisi afektifnya. namun pula keberadaan guru yang kurang memiliki wawasan bersastra. penilaian yang dilakukan oleh setiap guru dimaknai oleh nilai atau angka. Sistem yang dimaksud di atas dapat berupa pola-pola dasar guna menuntun paradigma berpikir dan kepercayaan yang lebih kepada etic-religius. menuju suatu puncak peradaban yang dinamakan sebagai modernitas tiba-tiba akan muncul suatu kepercayaan baru yang memperlihatkan kecenderungan yang sebaliknya. bahkan sekarang ini bangsa Indonesia disibukan dengan maraknya aksi terorisme serta berbagai persoalan lainnya yang seyogyanya dapat dieliminasi oleh kita sebagai masyarakat yang memiliki budaya yang luhur. Sebagaimana apa yang diyakini oleh Faruk (2003:5) bahwa peradaban manusia suatu saat akan mengalami titik balik. dengan adanya penekanan pada sisi moralitas dan ketuhanan yang dapat tereksplorasi dalam diri manusia Indonesia. setelah berabad-abad percaya bahwa sejarah umat manusia merupakan suatu kesatuan jaringan yang bergerak dan berkembang secara linear. Kondisi ini menjadi sebuah ironi bagi cita-cita luhur pelaksanaan pendidikan yang pada dasarnya merupakan proses ‘memanusiakan manusia’. 20 Tahun 2003 Pasal 3 yaitu “Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. berakhlak mulia. Sebagai contoh penerapan pembelajaran lebih kepada hafalan. Lemahnya pertahanan budaya saat ini justru mengakibatkan masyarakat Indonesia kelimbungan. sehingga kesulitan dalam menentukan bahan ajar. Apabila merujuk pada tujuan pendidikan nasional yang terkandung dalam Undang-undang No. Namun.

namun pula sebagai perencana pendidikan. cerita curug yang berasal dari kecacmatan Cihampelas yaitu cerita Curug Jompong. adapun cerita curug Maribaya belum teridentifikasi oleh peneliti. Keberadaan cerita-cerita ini menjadi daya tarik tersendiri. Artinya. cakap. meyakini dan mengimplementasikan yang benar adalah benar serta yang salah adalah salah. Bentuk pemerian nama pada curug-curug tersebut mengandung sebuah fenomena yang menarik. Mendukung pencapaian tujuan pendidikan di atas. memilih. 2009 : 2). Cerita Curug Malela diyakini masyarakat dengan adanya hubungan cerita Eyang Tajimalela sebagai sesepuh di wilayah tersebut yang memiliki kesaktian. Dalam penelitian ini peneliti meneliti lima cerita curug yang sebelumnya merupakan hasil perekaman dalam wawancara dan observasi. khususnya pembelajaran apresiasi sastra Indonesia. Melalui kegiatan apresiasi. sebagaimana yang menjadi subjek dalam penelitian ini. Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran (KTSP) yang sekarang dilaksanakan. maka nama curug tersebut kemudian menjadi Curug panganten. budaya. guru dapat menggunakan materi ajar yang sesuai dengan keterampilan dan pengetahuan yang diimikinya dan juga sesuai dengan domisili wilayah yang didiami. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” maka. siswa dapat menggali. dalam konteks pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia. kebijaksaan hidup serta dapat membangun jiwa untuk mengenali. cerita curug yang berada di Kecamatan Rongga adalah cerita Curug Malela. Berdasarkan data awal yang berasal dari internet dan kabar sebagian masyarakat di sekitar tempat penelitian. kreatif. agama dan nilai-nilai kemanusiaan yang dapat mengantarkan siswa menuju kearifan. namun karena ada cerita sepasang muda dan mudi yang tidak direstui oleh kedua orang tuanya untuk menikah dan terjun ke dalam curug tersebut. Kelima cerita curug tersebut adalah cerita yang berada di wilayah Kecamatan Cisarua. dan cerita curug yang berada di Kecamatan Parongpong yaitu cerita Curug Sawer. mandiri. Sementara Curug Sawer diyakini masyarakat sekitar dengan adanya cerita ketika adanya pelaksanaan saweran. . menghayati serta dapat mengaktualisasikan nilai-nilai sosial. bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pendidik.berilmu. penamaan curug tersebut disesuaikan dengan cerita yang muncul dan diyakini masyarakat sekitar. karena penamaan yang dilakukan terhadap beberapa curug tersebut tidak seperti curug lainnya yang lebih kepada berdasarkan kondisi toponimi atau kondisi geografis bentuk curug pada umumnya. cerita curug yang berasal dari Kecamatan Lembang yaitu cerita Curug Maribaya. mata pelajaran Bahasa dan sastra Indonesia. Cerita-cerita curug yang penulis maksudkan adalah cerita lisan yang dimiliki oleh sekelompok orang di wilayah masyarakat dan sekitarnya mengenai asal muasal penamaan sebuah air terjun(curug) maupun cerita yang muncul di seputar curug yang menjadi subjek yang peneliti teliti. secara eksplisit menyatakan. yaitu penamaan Curug Panganten yang pada awalnya bernama Curug Manglayang. Salah satunya adalah cerita-cerita curug yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat. mengetahui. khususnya pembelajaran sastra Indonesia memiliki kesempatan yang luas untuk menggali potensi siswa. sesuai dengan perkembangan yang terjadi. karena karya sastra (sastra) senantiasa merupakan kristalisasi nilai-nilai dari suatu masyarakat (Nasution. terutama bagi peneliti. yaitu cerita Curug panganten.

Hal lain yang menjadi alasan peneliti untuk meneliti cerita-cerita curug di Kabupaten Bandung Barat ini adalah sebagai sebuah proses kajian dan pendokumentasian sebuah cerita yang hidup di dalam masyarakat tempat tinggal peneliti.Penelitian mengenai cerita ini telah dilakukan oleh Agus Sugiharto dan Ken Widyawati yang melakukan analisis terhadap cerita Curug 7 Bidadari dengan judul Legenda Curug 7 Bidadari (Kajian Strukturalis Levi-Strauss) dalam sebuah makalah pada Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. dan fungsi sosial. Apabila cerita Curug Panganten danCurug sawer memiliki tokoh manusia biasa seperti cerita Curug Santri. Penelitian terhadap Cerita Curug 7 Bidadari ini menyimpulkan adanya Pesan-pesan simbolik mitos Cerita Curug 7 Bidadari yang terdapat pada rangkaian struktur. Penelitian terhadap cerita Curug Santri ini menyimpulkan bahwa dari analisis yang telah dilakukan. 3) manusia harus dapat mengontrol diri dan tidak mengikuti hawa nafsu. Skripsi maupun Tesis. dan kekuasaan dan 5) manusia diharapkan selalu berada pada kondisi tidak berlebihan. sementara cerita CurugMalela memiliki tokoh yang sakti. yaitu 1) kecantikan dan ketampanan adalah suatu anugrah. terdapat pesan simbolik. untuk SMA kelas X. Penelitian mengenai cerita ini dilakukan dengan menggunakan teori Strukturalisme Levi-Strauss untuk mengungkap fungsi dan makna mitos Curug 7 Bidadari bagi masyarakat Desa Keseneng. Kelima santri ini kemudian mendapatkan sebuah Curugyang kemudian aliran air rakyat tersebut diaarahkan ke pondok pesantren untuk kebutuhan sehari-hari. Fokus Masalah Penelitian . konteks penceritaan. serta hasil pengkajian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. yaitu seseorang harus melaksanakan amanat yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya. 3. 2) niat buruk seseorang lamakelamaan pasti akan tercium baunya. Pesan-pesan simbolik ini. Anita Andriana memposisikan cerita Curug Santri ini ke dalam genre sastra lisan. yaitu Bandung barat. Memperhatikan cerita di atas. Cerita Curug Santri ini mengisahkan tentang lima orang santri yang mendapat perintah untuk pergi mencari sumber air ke gunung. Berbeda dengan cerita Curug 7 Bidadari yang merupakan cerita legenda Jaka Tarub yang sudah dikenal masyarakat luas. cerita Curug Santri ini merupakan cerita dengan tokoh masyarakat biasa. Dalam cerita ini konflik timbul ketika Si Jaka Tarub berambisi untuk memperistri salah satu bidadari dan pada saat sudah berumah tangga dengan Nawang Wulan yang merupakan salah satu bidadari. Universitas Diponegoro tahun 2007. dan selama ini ternyata yang menyembunyikan selendang itu adalah Jaka Tarub suaminya sendiri. Fakultas Ilmu Budaya. 4) status seseorang tidak dipandang dari keturunan. Penelitian yang sejenis pula pernah dilakukan oleh Anita Andriana tahun 2010 sebagai sebuah Skripsi di Universitas Pendidikan Indonesia. dalam artian struktur yang dimiliki hampir sama dengan cerita Curug7 Bidadari. Cerita Curug 7 Bidadari ini mengenai Jaka Tarub sebagai seorang pemuda desa dan Nawang Wulan sebagai bidadari. Penelitian yang dilakukan Anita Andriana ini pada cerita Curug Santri dengan judul Curug Santri di Kabupaten Karawang: Analisis struktur. kedudukan. khususnya pembelajaran apresiasi sastra. tepatnya yaitu legenda. ketertarikan peneliti untuk meneliti cerita-cerita ini semakin timbul karena karakteristik cerita-cerita tersebut berbeda. yaitu sebagai seorang santri. yang dalam hal ini peneliti belum temukan dalam bentuk makalah. Konflik itu terungkap semua. kekayaan.

3. Kajian terhadap cerita ini diantaranya melalui 1) analisis struktur. 2. terutama di bidang Bahasa dan Sastra Indonesia serta menambah wawasan dan pengetahuan tentang sastra lisan. yaitu dari Kecamatan Rongga. Bagaimana struktur teks cerita-cerita curug yang terdapat di Kabupaten Bandung Barat? Nilai budaya apa saja yang terkandung di dalam cerita-cerita curug yang terdapat di Kabupaten Bandung Barat? 3. terdapat beberapa pertanyaan penelitian yang dapat dirumuskan sebagai berikut 1.Cerita yang peneliti teliti adalah cerita yang melatarbelakangi penamaan curug maupun cerita yang ada di seputar curug yang menjadi subjek penelitian. khususnya pembelajaran apresiasi sastra. Tujuan Pelaksanaan Penelitian Tujuan penelitian ini. 4. khususnya apresiasi sastra di SMA kelas X dalam bentuk LKS. Mendeskripsikan nilai budaya yang terkandung di dalam cerita-cerita curug yang terdapat di Kabupaten Bandung Barat. 6. Rumusan Masalah Penelitian Pada penelitian ini. dan Kecamatan Lembang. Peneliti memfokuskan penelitian hanya pada cerita rakyat yang melatarbelakangi penamaan nama-nama Curug di Kabupaten Bandung Barat dan cerita yang ada seputar curug. Pemilihan daerah penelitian ini didasarkan pada anggapan bahwa kelima kecamatan tersebut dapat mewakili wilayah Bandung Barat. 3) penggalian persepsi masyarakat mengenai keberadaan cerita tersebut dan 4) pemanfaatan cerita sebagai bahan ajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Mendeskripsikan bantuk pemanfaatan cerita-cerita curug yang terdapat di Kabupaten Bandung Barat yang dapat digunakan sebagai bahan ajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA kelas X. khususnya cerita rakyat mengenai penamaan sebuah tempat. 2. Bagaimana pemanfaatan cerita curug yang terdapat di Kabupaten Bandung Barat ini sebagai bahan ajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA kelas X? 5. 2) Penggalian nilai-nilai budaya dari dalam cerita. Manfaat praktis: hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai berikut: . 1. Mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap cerita-cerita curug tersebut. adalah untuk. 1. Mendeskripsikan struktur teks cerita-cerita curug yang terdapat di Kabupaten Bandung Barat. 4. Dalam penelitian ini. Manfaat teoritis: hasil penelitian ini diharapkan dapat memperluas khazanah ilmu pengetahuan. Kecamatan Cihampelas. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Kecamatan Cisarua. 2. peneliti hanya mengambil cerita dari lima tempat. waktu yang dimiliki peneliti dalam melakukan penelitian ini cukup singkat dan memberikan kesempatan pada peneliti untuk lebih fokus dalam melakukan penelitian. Kecamatan Parongpong. Bagaimana persepsi masyarakat terhadap cerita-cerita tersebut? 4.

seperti apa yang dikemukakan oleh Danandjaja (1997 : 3-5). 2007:1). a) Ciri-ciri Folklor Agar dapat membedakan folklor dari kebudayaan lainnya. yaitu sebagian kebudayaan yang diwariskan turun temurun secara lisan atau melalui contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat bantu pengingat (mnemonic device) (Danandjaja. 7. yang berasal dari cerita lisan dari seorang kuncen yang kemudian penulis ubah ke dalam bentuk tulisan untuk memudahkan pelaksanaan analisis. Menurut Dundes (Danandjaya. Tradisi Lisan. Berdasarkan dari keberadaan subjek penelitian ini. dan agama yang sama. yakni disebarkan melalui tutur kata dari mulut ke mulut (atau dengan suatu contoh yang disertai dengan gerak isyarat. yang diakui sebagai milik bersama dan mereka sadar akan identitas kelompok mereka sendiri. yang paling sedikitnya dua generasi. Ciri-ciri tersebut berwujud dalam warna kulit yang sama. Tradisi Lisan. yang peneliti uraikan sebagai berikut. yang dapat dirumuskan sebagai berikut. Istilah folklor berasal dari kata dalam bahasan Inggris. kita harus mengetahui dahulu ciri-ciri pengenal utama folklor pada umumnya. yaitu folk danlore. Teori Landasan Pelaksanaan Penelitian Objek yang penulis kaji dalam penelitian ini merupakan sebuah cerita asal muasal penamaan sebuah curug dan cerita yang muncul di seputar curug yang penulis teliti. kelompok orang tersebut telah memiliki satu tradisi. folk berarti sekelompok orang yang memiliki ciri-ciri pengenalan fisik. maka teori yang peneliti jadikan landasan dalam penelitian ini adalah teori yang berkenaan dengan folklor. Namun yang paling penting. Sastra Lisan dan Cerita Rakyat. Lore adalah tradisi dari folk itu sendiri. maka akan berkenaan pula dengan ilmu folklor. Mengetahui bentuk pemanfaatannya sebagai bahan ajar pada mata pelajaran Bahasa dan  Sastra Indonesia khususnya pembelajaran apresiasi sastra Indonesia dalam bentuk LKS. Mengetahui struktur teks dan nilai budaya yang terkandung dalam cerita-cerita-cerita  curug dan persepsi masyarakat di Kabupaten Bandung Barat. teori mengenai bahan ajar dan pelaksanaan pengajaran. Folklor. yaitu kebudayaan yang telah diwariskan secara turun temurun. dan alat pembantu pengingat) dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sastra Lisan dan Cerita Rakyat 1) Folklor Penelitian terhadap tradisi lisan. menurut Dundes. terutama yang berbentuk cerita rakyat. . sosial. a. 1997 :2). teori struktural untuk mengkaji struktur cerita. taraf pendidikan yang sama. dan kebudayaan yang menunjukan perbedaan dengan sekelompok lainnya. Sebagai motivasi dan referensi penelitian karya sastra Indonesia agar setelah peneliti melakukan penelitian ini muncul penelitian-penelitian baru sehingga dapat menumbuhkan inovasi dalam kesusastraan. 1. penyebaran dan pewarisannya biasanya dilakukan secara lisan.

dan ditutup dengan kalimat : A lan B urip rukun bebarengan kayo mimi lan mintuna ( A dan B hidup rukun bagaikan mimi jantan dan mimi betina). selalu mempergunakan kata-kata klise seperti “bulan empat belas hari” untuk menggambarkan kecantikan seorang gadis. yakni disebarkan dalam bentuk relatif tetap atau dalam bentuk standar. (1) Folklor Lisan Menurut Danandjaja folklor lisan adalah folklor yang bentuknya memang murni lisan. yaitu mmepunyai logika sendiri yang tidak sesuai dengan logika umum. prosa rakyat. atau “ular berbelitbelit” untuk menggambarkan kemarahan seseorang. Bentuk Folklor Merunut pada penjelasan Jan Harold Brunvand (Danandjaja. seperti kata “sahibul hikayat… dan mereka pun bahagia untuk seterusnya. Cerita rakyat. 8. Sedangkan Suripan Sadi Hutomo yang menyebut folklor sebagai sastra lisan. Cerita rakyat misalnya mempunyai kegunaan sebagai alat pendidik. sehingga sering kali kelihatannya kasar.” atau “Menurut empunya cerita… demikianlah konon” atau dalam dongeng Jawa banyak yang dimulai dengan kalimat Anuju sawijining diva (pada suatu hari). protes sosial. folklor ada (exist) dalam versi-versi bahkan varian-varian yang berbeda. puisi rakyat. folklor menjadi milik bersama (collective) dari kolektif tertentu. folklor bersifat anonim. folklor mempunyai kegunaan (function) dalam kehidupan bersama suatu kolektif. gurindam). folklor biasanya mempunyai bentuk berumus atau berpola. folklor dengan mudah dapat mengalami perubahan. 9. (2) folklor sebagian lisan (Partly Verbal Folklore). 3. folklor bersifat pralogisi. misalnya. atau ungkapan-ungkapan tradisional. 5. Hal ini diakibatkan oleh cara penyebarannya dari mulut ke mulut biasanya bukan melalui cetakan atau rekaman. ulangan-ulangan. 7. ungkapan tradisional. Walaupun demikian. clan kalimat-kalimat atau kata-kata pembukaan dan penutup yang baku. 4. dan (3) folklor bukan lisan(Non Verbal Folklore). Ciri pengenal ini terutama berlaku bagi folklor lisan dan sebagian lisan. pelipur lara. seperti bahasa rakyat. yaitu nama penciptanya sudah tidak diketahui orang lagi. . mengungkapkan bahwa sastra lisan adalah sastra lisan yang benar-benar diturunkan secara lisan. teka-teki. b) folklor bersifat tradisional. nyanyian rakyat (Danandjaja 2001: 22). sehingga setiap anggota kolektif yang bersangkutan merasa memilikinya. 2001: 60). sehingga oleh proses lupa diri manusia atau proses interpolasi (interpolation). sedangkan bentuk dasarnya dapat tetap bertahan. perbedaannya hanya terletak pada bagian luarnya saja. Sastra ini umumnya berbentuk prosa murni (dongeng. terlalu spontan. Disebarkan di antara kolektif tertentu dalam waktu yang cukup lama (paling sedikit dua generasi). Hal ini sudah tentu diakibatkan karena penciptanya yang pertama sudah tidak diketahui lagi. folklor pada umumnya bersifat polos dan lugu. folklor dapat digolongkan ke dalam 3 kelompok besar berdasarkan tipenya : (1) folklor lisan(Verbal folklore). 6.2. dan Hutomo. dan proyeksi keinginan terpendam. Hal ini dapat dimengerti apabila mengingat bahwa banyak folklor merupakan proyeksi emosi manusia yang paling jujur manifestasinya. prosa liris (pantun. cerita hiburan). 2002: 21.

Sesuai dengan apa yang ditulis oleh James Danandjaja. Bentuk folklor ini antara lain adalah permainan rakyat. adat istiadat. bunyi isyarat untuk komunikasi rakyat. sedangkan folklor mancakup lebih dari itu seperti tarian rakyat dan arsitektur rakyat. sebagai alat pendidikan anak. upacara. bahwa ada tiga basis penelitian dalam meneliti folklor yaitu peneliti humanistis. dan musik rakyat. 2. teater rakyat. (3) Folklor Bukan Lisan Folklor ini adalah folklor yang bentuknya bukan lisan. dan nyanyian rakyat. karena istilah tradisi lisan mempunyai arti yang terlalu sempit sedangkan folklor lebih luas. Maka penulis memegang erat definisi yang diterangkan William Johns Thorns. sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan. sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota kolektifnya. peneliti memiliki kesamaan dengan apa yang diungkapkan oleh Danandjaya (2007: 5) bahwa penggunaan istilah tradisi lisan untuk mengganti istilah folklor kurang tepat. pesta rakyat dan lain-lain (Danandjaja 2002: 22. Tradisi lisan menurut Sedyawati (1996: 5) adalah segala wacana yang disampaikan secara lisan. (2) Folklor Setengah lisan Folklor jenis ini adalah folklor yang bentuknya merupakan campuran unsur lisan dan unsur bukan lisan. c) Fungsi Folklor Dari semua yang dikekemukakan oleh Danandjaja maupun Hutomo. 3.Selain itu sastra lisan ini dalam penampilanya tidak diiringi oleh alat seni lain. sebagian alat penelitian angan-angan suatu kolektif. yaitu. peneliti ini berbasis pengetahuan bahasa dan sastra. seperti kendang dan lainnya. tari rakyat. fungsi folklor yang merunut pada William R Bascom adalah: 1. walaupun cara pembuatannya diajarkan secara lisan. pakaYan dan perhiasan adat dan lain-lain sedangkan yang berupa bukan material adalah gerak isyarat tradisional (gesture). yang berupa material dan bukan material bentuk folklor yang berupa material. dan penelitian yang berbasis pengetahuan interdisiplinner. Tradisi lisan mencakup cerita rakyat. Folklor ini di bagi menjadi dua bentuk. 2002: 7). Tradisi Lisan Memisahkan antara folklor dengan tradisi lisan. teka-teki. arsitektur rakyat. 4. sebagai sistem proyeksi. Kandungan . sehingga memasukan kedua folklor (folk dan lore) pada kesusastraan lisan (Danandjaja. peneliti antropologis yang terdiri dari peneliti berbasis pengetahuan antopologi. seperti makanan dan minuman rakyat. mengikuti tata cara atau adat istiadat yang telah memola dalam suatu masyarakat. b. pribahasa. dan Hutomo 2001: 61).

semacam dialog (berbalas pantun). Sastra lisan merupakan khazanah budaya masa lampau yang masih dipelihara oleh masyarakat penciptanya meskipun dengan kadar kepedulian yang sudah jauh menurun. 6) tidak mementingkan fakta dan kebenaran. (3) kesastraan. lebih kasar daripada sastra. dan hikayat). (4) nilai budaya. Tanpa kelisanan suatu budaya tidak dapat disebut sebagai tradisi lisan. bahwa apa yang disebut tradisi lisan sebagai suatu bentuk seni yang rumit dan penuh arti. dan berulang-ulang. perbedaannya hanya terletak pada unsur-unsur yang ditransmisi secara lisan kadang-kadang diikuti dengan tindakan. d. Sastra Lisan Rusyana (1978:1-2) mengemukakan bahwa sastra lisan adalah sastra yang hidup dan tesebar dalam bentuk tidak tertulis. Konsep ini pengertiannya hampir sama dengan folklore. Cerita Rakyat a) Pengertian Cerita Rakyat Rusyana (1981: 17) mengemukakan bahwa cerita rakyat adalah sastra lisan yang telah lama hidup dalam tradisi suatu masyarakat yang berkembang dan menyebar secara lisan pada beberapa generasi dalam suatu masyarakat. dan mantra. legenda. ciri-ciri pengenal utama sastra lisan yaitu 1) penyebarannya melalui mulut. berbagai jenis cerita maupun berbagai jenis ungkapan seremonial dan ritual. Oleh sebab itu. . Tradisi lisan diturunkan dari tradisi kesastraan. atau masyarakat di luar kota. Sastra lisan mencakup cerita (dongeng. atau masyarakat yang belum huruf. c. dan 8) menggunakan gaya bahasa lisan (sehari-hari) yang mengandung dialek. yang rumit. 3) menggambarkan ciri-ciri budaya suatu masyarakat. kadang-kadang diucapkan dengan tidak lengkap. Menurut Hutomo (1991:3-4). 5) bercorak puitis. Sementara Suwarndi (1980: 2) menyatakan bahwa cerita rakyat adalah bentuk penutur cerita yang pada dasarnya tersebar secara lisan. Hutomo (1991: 9). 2) lahir di dalam masyarakat yang masih bercorak desa. lebih menekankan pada aspek khayalan/fantasi yang tidak diterima oleh masyarakat modern tetapi sastra lisan memiliki fungsi dalam masyarakatnya. sembrono.isi wacana tersebut dapat meliputi berbagai hal. teratur. tradisi lisan adalah “kesastraan” sebagai tradisi kesastraan. 7) terdiri dari berbagai versi. Ciri lain sastra lisan adalah ketradisiannya. Dorson (1972) unsur kelisanan merupakan bagian utama dari tradisi lisan. Darson membagi 4 dimensi tradisi lisan yaitu (1) kelisanan. (2) kebahasaan. diwariskan secara turun-temurun di kalangan masyarakat pendukungnya secara tradisional. menjelaskan bahwa istilah tradisi lisan merupakan terjemahan dari bahasa Inggris oral tradision. 4) tidak diketahui siapa pengarangnya dan karena itu menjadi milik masyarakat. Lord (2000: 141) mengemukakan. Dengan kata lain. maksudnya ekspresi budaya yang disebarkan baik dari segi waktu maupun ruang dari mulut ke mulut.

(b) mite mengisahkan petualangan para dewa. dan (3) Dongeng (folktale). terjadinya maut. (b) ditokohi manusia. c) Struktur Cerita Rakyat Seperti halnya karya sastra yang lain. dan sering juga dibantu makhluk-makhluk ajaib. yaitu (a) dianggap pernah benar-benar terjadi tetapi tidak dianggap suci. hubungan kekerabatan mereka. Mite ditokohi oleh para dewa atau makhluk setengah dewa. kisah perang mereka. manusia pertama. (1) Mite (Myth) Mite adalah cerita rosa rakyat. seperti yang kita kenal kini. gejala alam. dunia. 2002:50). yaitu : (1) Mite (myth)I.Berdasarkan pengertian-pengertian di atas. bentuk topografi. (2) Legenda (Legend) Adalah prosa rakyat yang mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan mite. maka peneliti pengambil kesimpulan bahwa cerita rakyat termasuk ke dalam sastra lisan yang berbentuk cerita lisan yang hidup dan bertahan dalam suatu lingkungan masyarakat disebarkan turun-temurun dalam lingkungan masyarakat tersebut secara lisan. (1) Alur . Dongeng (Folktale) Adalah prosa rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita dan dongeng tidak terikat oleh waktu maupun tempat. (2) Legenda (legend). b) Genre Cerita Rakyat Menurut Bascom (Danandjaja. tokoh dan penokohan. bahwa cerita rakyat dapat dibagi ke dalam tiga golongan besar. yang dianggap benar-benar terjadi serta dianggap suci oleh yang empunya cerita. dan sebagainya. Ciri-ciri mite adalah (a) pada umumnya mengisahkan terjadinya alam semesta. bentuk khas binatang. latar. walaupun ada kalanya mempunyai sifat-sifat luar biasa. Peristiwa terjadi di dunia lain. lingkungan penceritaan. atau di dunia yang bukan seperti yang kita kenal sekarang. dan terjadi pada masa lampau. dan sebagainya. Unsur pembentuk karya sastra tersebut meliputi alur. kisah percintaan mereka. cerita rakyat memiliki unsur-unsur pembentuk yang mempunyai keterkaitan antara yang satu dengan yang lainnya dan memberikan makna menyeluruh terhadap cerita rakyat tersebut. (c) (3) tempat terjadinya adalah di dunia. tema dan amanat.

pekerjaan. ciri fisik atau mentalnya seperti si miskin. hal ini dapat berkaitan dengan tahapan hidup tokoh misalnya sebagai anak. hal ini bergantung pada si penutur cerita menyampaikan ceritanya kepada siapa cerita itu diceritakan dan dalam situasi seperti apa. (2) Latar Latar memegang peranan penting dalam sebuah cerita untuk melukiskan suasana penceritaan yang dilakukan oleh tokoh. dan tokoh lainya yang digambarkan seolah-olah seperti manusia. tumbuhan.Dalam cerita rakyat. Tujuan bercerita kadang akan tersirat dengan jelas pada isi penceritaan atau sebaliknya. kesempatan bercerita memiliki waktu dan norma-norma tertentu. di dalam tanah dan lainnya yang tidak bisa ditangkap dengan akal. ada pula mengunakan tokoh-tokoh tertentu misalnya binatang. (4) Lingkungan Penceritaan (a) Penutur Penutur cerita adalah orang-orang yang menuturkan cerita baik laki-laki atau perempuan yang mengetahui atau hapal isi cerita. siluman. Selain itu dalam cerita rakyat terlihat bahwa tokoh sering berganti-ganti nama. (3) Tokoh dan Penokohan Tokoh dalam cerita rakyat tidak hanya digambarkan tokoh manusia saja. Oleh karena itu. sedangkan kesempatan bercerita pun kadang ada waktu-waktu tertentu atau dibatasi. dan dewasa. setan. (c) Tujuan Bercerita Tujuan bercerita umumnya bervariasi. Hal itu dipengaruhi oleh adat kebiasaan yang sudah menjadi hal yang terbiasa pada masyarakat pemilik cerita. para dewa. juga memiliki alur. di atas awan. si bisu. Latar tempat pada cerita rakyat biasanya tidak menentu. dan lainnya. Hal itu dilakukan agar jangan terjadi pelanggaran adat kebiasaan yang sudah terikat pada masyarakat pemilik cerita sebagai kolektif. Peristiwa-peristiwa yang dilakukan oleh tokoh ditunjang oleh latar tempat dan latar waktu. Di samping itu nama dapat juga meyatakan asal. dalam arti bisa berada di bawah samudra. hanya saja. iblis. seperti halnya karya sastra yang lain. remaja. Sementara latar waktu bisasnya bercerita pada masa lampau. Tujuan bercerita umumnya ingin menyebarkan atau memperkenalkan cerita tersebut agar tetap hidup di . (b) Kesempatan Bercerita Kesempatan bercerita yang dituturkan penutur cerita akan bervariasi atau beragam. kejadian-kejadian yang membangun cerita tersebut tidak ada yang menggunakan hukum kausalitas yang kadang tidak diketahui apa penyebabnya.

1. tema dan amanat. legenda. yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar masyarakat. baik dari masyarakat lampau. kemampuan beradaptasi. lagu. drama pertunjukan). meskipun cerita tersebut sudah tidak utuh lagi. bahasa ibu. Kebudayaan yang diwujudkan dalam bentuk tata hidup manusia yang merupakan kegiatan manusia yang mencerminkan nilai budaya yang dikandungnya. 3. Menurut Kluckhon (Koentjoroningrat. cerita rakyat. 1. masalah masalah masalah masalah masalah mengenai mengenai mengenai mengenai mengenai hakikat hakikat hakikat hakikat hakikat hidup manusia. 4. Galla (2001: 12) menyebutkan bahwa nilai budaya dari masa lalu (intenagible heritage) berasal dari budaya-budaya lokal yang ada di nusantara meliputi: tradisi. latar. Nilai Budaya Koentjoroningrat (1985: 25) mengemukakan bahwa nilai budaya merupakan tingkat yang paling abstrak dari adat yang terdiri atas konsepsi-konsepsi. yaitu: 1. 5. maka nilai budaya merupakan jiwa dari kebudayaan dan menjadi dasar dari segenap wujud kebudayaan.lingkungan masyarakat pemiliknya. 1985: 28) semua sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan adalah berkaitan dengan lima pokok masalah dalam kehidupan manusia. 1) Alur . dari karya manusia. Mengambil relevansi pengertian di atas. sementara amanat adalah pesan yang terkandung dalam suatu cerita yang biasanya dalam cerita rakyat penutur sampaikan kepada pendengarnya. mengenai hal yang harus mereka anggap amat bernilai dalam hidup. (5) Tema dan Amanat Tema merupakan intisari cerita. Adapun unsur pembentuk karya sastra meliputi alur. dari kedudukan manusia dalam ruang dan waktu dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya. tokoh dan penokohan. sejarah lisan. Struktur Struktur merupakan hubungan antar unsur-unsur pembentuk dalam suatu susunan keseluruhan. kini. yaitu bahasa atau sastra. 2. kreativitas (tari. dan masyarakat yang akan datang. dan dari hubungan manusia dengan sesamanya. Untuk menyelidiki nilai-nilai budaya yang masih hidup dari suatu masyarakat dapat dilakukan melalui penelitian terhadap bentuk-bentuk ekspresi budaya tersebut atau ungkapan verbalnya. dan keunikan masyarakat setempat. Dengan kata lain. agar cerita itu tetap hidup pada masyarakat pemiliknya. Karena itu suatu sistem budaya biasanya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia. lingkungan penceritaan.

2000: 216) menyatakan bahwa latar atau setting disebut juga sebagai landas tumpu. 2009: 49) menyatakan bahwa alur pada dasarnya merupakan deretan peristiwa dalam hubungan logik dan kronologik saling berkaitan dan yang diakibatkan atau dialami oleh para pelaku. akan membantu penulis menemukan pemahaman dan jawaban menyeluruh tentang materi bahasan. 4) a) Lingkungan Penceritaan Penutur Masyarakat pendukung tradisi lisan (dalam cerita rakyat) dapat dibagi menjadi dua. Teori-teori tersebut di atas. yaitu kelompok penutur cerita yang menjadi penutur aktif dan kelompok pendengar cerita pendukung pasif. Tidak mungkin satu peristiwa terjadi tanpa pelakunya atau tidak mungkin suatu cerita dikisahkan tanpa tokoh. 2) Latar Abrams (Nurgiyantoro. Adanya peristiwa tersebut dibangun oleh motif-motif (unsur-unsur penggerak cerita). Wiyatmi (2009: 30) menyebutkan bahwa tokoh adalah para pelaku yang terdapat dalam sebuah fiksi. yaitu manusia dan budayanya. Wellek dan Warren (1989: 291) mengatakan bahwa bentuk penokohan yang paling sederhana adalah pemberian nama. hubungan waktu dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan. hanya menampilkan kecenderungan secara sosial. maka suatu cerita pasti terjadi di suatu tempat dan pada suatu waktu tertentu. Sedangkan tokoh berkarakter bulat bersifat dinamis. seringkali tidak dapat sepenuhnya diterapkan pada semua alur cerita sastra lisan. 3) Tokoh dan Penokohan Tokoh cerita mutlak harus ada dalam cerita. Berdasarkan pada pendapat di atas. Berhubungan dengan hukum sebab akibat (kausalitas) di atas. Penutur cerita adalah orang-orang yang menuturkan cerita baik laki-laki atau perempuan yang mengetahui atau hapal isi cerita. Dalam penelitian ini penulis akan memfokuskan analisis pada latar tampat dan latar waktu. Tokoh berkarakter datar bersifat statis. Tempat dan waktu yang diwarnai oleh segala hal yang abadi dalamnya akan memberi warna khusus dalam cerita. karena banyak kejadian yang muncul dan menggerakkan cerita tidak didasarkan hukum kausalitas. .Luxemburg (Wiyatmi. menyaran pada pengertian tempat. Tempat dan waktu ini selalu diwarnai oleh suatu yang menempatinya. keadaan alam sekitar dan sebagainya. antara kejadian satu dengan kejadian lain. Sementara penokohan menurut Nurgiyantoro (2000: 165) adalah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Wellek dan Warren membagi tokoh menjadi berkarakter datar dan berkarakter bulat. hukum kausalitas yang didasarkan tentang alur.

8. dan orang-orang yang dituakan atau dihormati oleh masyarakat. sedangkan kelompok pendukung pasif adalah kelompok masyarakat dari kalangan biasa yang merupakan masyarakat kolektif pendukung dan pemilik dari cerita tersebut (Rusyana. 5) agar anak cucu mengetahui asal-usul nenek moyangnya. 3. pada waktu mengobrol antara dua orang atau lebih. agar orang mengetahui benda-benda pusaka di suatu tempat. 4. pawang. 7. agar orang mengetahui hubungan kekerabatan. dukun. 1981: 45).Pendukung aktif misalnya kuncen (juru kunci). Sementara Hartoko dan Rahmanto (Nurgiantoro. hubungan itu tidak terputus. 2. agar orang mengambil pengalaman dari perbuatan orang terdahulu sehingga is dapat bertindak dengan selamat. karena mengembara ke tempat lain. misalnya: pertemuan. rapat desa. pada waktu sedang bekerja atau dalam perjalanan. 2000: 26) berpendapat bahwa tema merupakan gagasan umum yang menopang karya sastra dan yang terkandung di dalam teks sebagai struktur semantis yang menyangkut persamaan atau perbedaan. pada waktu berkumpul. agar orang mengetahui keadaan kampung halamannya. sehingga walaupun telah terpisah. 6. b) Kesempatan Bercerita Rusyana (1978: 10) membagi kesempatan berbicara dalam beberapa kesempata. agar orang mengetahui dan menghargai jasa orang yang telah melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi umum. baik keadaan alamnya maupun adat kebiasaannya. pada waktu ada orang menanyakan asal-usul benda. dan sejarah. nama tempat. 2. dtn pada waktu kedatangan tamu pembesar. Waktu dan tempat penceritaan itu bergantung dari penutur cerita disesuaikan dengan kesakralan cerita. paraji. Sementara itu. agar orang terhibur. melayat orang yang meninggal. agar orang mengetahui bagaimana asal mula sebuah tempat dibangun dengan penuh kesukaran. . 4. c) Tujuan Bercerita Rusyana (1978: 7) menyatakan bahwa tujuan bercerita adalah: 1. 2009: 49) menyatakan bahwa tema merupakan rumusan intisari cerita sebagai landasan idiil dalam menentukan arah tujuan cerita. Tema dan Amanat Hermawan (Wiyatmi. Dalam obrolan itu si penerima cerita berlaku sebagai lawan mengobrol atau hanya hadir mendengarkan saja. hari lebaran. amanat pada dasarnya merupakan pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar atau penonton. yaitu. 5. candoli (orang biasa yang memimpin upacara panen dan kenduri). 1. Sementara amanat adalah makna yang berupa pesan dan terkandung di dalam suatu cerita. 3.

sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan/dilatihkan kepada siswanya. para siswa dapat mempelajari hal-hal yang diperlukan dalam usaha mencapai tujuan belajar. sehingga tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai. Dengan bahan ajar itu. 3. ada tiga fungsi bahan ajar yang ada kaitannya dengan pembelajaran di sekolah. sehingga tercipta lingkungan atau suasana yang memungkinkan peserta didik belajar dengan baik. sekaligus merupakan substansi yang seharusnya dipelajari/dikuasainya. Ketiga fungsi yang dimaksud adalah : 1. sebagai perlengkapan pembelajaran untuk mencapai tujuan pelajaran. Bahan ajar merupakan pedoman bagi siswa yang akan mengarahkan aktifitasnya dalam proses pembelajaran. . Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Majid (2007: 174) menyatakan bahwa bahan ajar merupakan seperangkat materi yang disusun secara sistematis. 2. fungsi bahan ajar adalah 1. 2. Berdasarkan pendapat di atas. Sementara di dalam KTSP (2008 : 125) dinyatakan bahwa bahan ajar adalah secara garis besar terdiri dari pengetahuan keterampilan dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah di tentukan Atas dasar pengertian-pengertian di atas. Menurut pendapat Supriyadi (1997:1). Penerapan Cerita-cerita Curug sebagai Bahan Ajar pada Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia 1) Bahan Ajar a) Pengertian National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training (Majid 2007: 173) menyatakan bahwa bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. membantu siswa dalam proses belajar.1. 3. b) Fungsi Bahan Ajar Fungsi bahan ajar adalah sebagai motivasi dalam proses kegiatan belajar mengajar yang lakukan oleh guru dengan materi pembelajaran yang kontekstual agar siswa dapat melaksanakan tugas belajar secara optimal. Bahan ajar merupakan alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran. Bahan ajar merupakan pedoman bagi guru yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis. dapat dikatakan bahwa bahan ajar merupakan suatu unsur yang sangat penting yang harus mendapat perhatian guru dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. 4. untuk menciptakan lingkungan / suasana balajar yang kondusif. membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar.

Cukup. Dalam pengembangan bahan ajar. 3. Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menyusun bahan ajar. 1. 1. 2.c) Manfaat Bahan Ajar Bahan ajar merupakan sarana. . Memperoleh bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. 2004:1). piringan hitam. 5. Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti film. model maket. bertahap. modul. Manfaat dari bahan ajar itu adalah sebagai berikut. d) Bentuk Bahan Ajar Bentuk bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi empat yaltu : 1. video compact disk. Konsisten artinya ajeg. e) Prinsip dan langkah Pemilihan Bahan Ajar Dalam Buku Pedoman Menyusun dan Memilih Bahan Ajar Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. bahan itu harus menarik dan merangsang aktivitas siswa. bahan ajar harus seuai dengan taraf perkembangan anak. Materi tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang. maka bahan ajar harus memiliki beberapa kriteria sebagai berikut. 1. bahan ajar harus relevan dengan tujuan pembelajaran. lembar kerja siswa. compact disk audio. 3. Tidak bergantung pada buku teks yang terkadang sulit didapat. Dengan keberadaan ini maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta atau bahan hafalan. Artinya jika kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa ada empat macam. bahan yang baik ialah bahan yang berguna bagi siswa baik sebagai perkembangan pengetahuannya dan keperluan bagi tugas kelak di lapangan. 3. 4. dan 6. lengkap dan utuh. Membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dan siswa. foto/gambar. Memperkaya wawasan karena di kembangkan dengan menggunakan berbagai referensi. adalah sebagai berikut. 5. buku. 4. bahan itu harus disusun secara sistematis. 3. maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam. alat atau instrumen yang baik dan memberikan pengaruh besar terhadap keberhasilan tujuan pembelajaran. wallchart. Bahan cetak (printed) antara lain hand out. leaflet. radio. Departemen Pendidikan Nasional (2006) menerangkan terdapat tiga kriteria yang perlu diperhatikan dalam memilih atau penyusunan bahan ajar. 4. Bahan ajar interaktif (interactive teaching material) seperti compact disk interaktif. brosur. karena siswa akan merasa lebih percaya kepada gurunya maupun kepada dirinya. 2. dan berjenjang. Dapat dikumpulkan menjadi buku dan dapat diterbitkan (Depdiknas. Materi pembelajaran memiliki keterkaitan dengan standar kompetensi dan komptensi dasar. Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset. 2. Relevan artinya keterkaitan. artinya materi yang diajarkan cukup memadai dalam membantu siswa menguasai komptensi dasar yang di ajarkan. bahan yang disampaikan kepada siswa harus menyeluruh. 2. Adanya keajegan antara bahan ajar dengan kompetensi dasar yang harus di kuasai siswa. 6.

Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan. sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia. guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa peserta didik dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar. Pertama. . bahan ajar dan bahan belajar itu menarik serta merangsang minat peserta didik. kegiatan pembelajaran. Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok. Keempat. dan global. Dan lima. Kedua. 5. 3. (BNSP. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa sendiri. dan minatnya. 2003: 138-139) menyatakan bahwa di dalam memilih bahan ajar dan bahan belajar apresiasi sastra. bukan karya sastra sinopsis. Ketiga. mengidentifikasi jenis-jenis materi bahan ajar. Ketiga. kebutuhan. nasional. dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia Standar kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi lokal. mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam tujuan pembelajaran yang menjadi acuan atau rujukan pemilihan bahan ajar. memilih bahan ajar yang sesuai atau relevan dengan tujuan pembelajaran yang telah teridentifikasi. 4. bahan ajar dan belajar itu valid untuk mencapai tujuan pengajaran. Kedua. peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan. keterampilan berbahasa. Keempat. sedikitnya paling tidak dipersyaratkan memperhatikan lima hal penting. bahan ajar dan bahan belajar. orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan dan kesastraan di sekolah. khususnya berupa bacaan sastra harus berupa karya sastra utuh. bahan ajar dan bahan belajar berada dalam batas keterbacaan dan intelektual peserta didik. guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya. 2006:107). memilih sumber bahan ajar. Dengan standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia ini diharapkan 1. 2. regional. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu nemperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian. f) Kriteria Pemilihan Bahan Ajar Apresiasia Sastra di SMA Semi (Sarumpaet. 2) Pemanfaatan Cerita Rakyat dalam Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Kelas X Kurikulum yang sekarang berlaku adalah Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) setiap satuan pendidikan orientasi materi pembelajaran dalam pendidikan di sekolah. bahan ajar dan bahan belajar itu bermakna dan bermanfaat ditinjau dari kebutuhan peserta didik.Langkah-langkah pemilihan bahan ajar meliputi pertama.

pengelolaan. kebutuhan. Definisi operasional Untuk menghindari kesalahan persepsi pembaca. antara lain: (1) agar siswa dapat menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan. Sedangkan. Kompetensi dasar. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 mengenai Standar Nasional Pendidikan (SNP) merupakan implementasi dan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional. alokasi waktu. Peraturan Pemerintah tersebut memberikan gambaran dan arahan tentang Pendidikan Nasional. tujuan pengajaran apresiasi sastra. peserta didik diharapkan dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan. Silabus didefinisikan sebagai rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup Standar Kompetensi. Berdasarkan standar kompetensi semacam itu. regional. dan minatnya. tercantum standar kompetensi. kompetensi dasar dan meteri pelajaran yang berkenaan dengan membahas cerita rakyat. nasional. dan (2) agar siswa dapat menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan elektual manusia Indonesia. dan global. dan pembiayaan. indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. keterampilan berbahasa. daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional (BSNP:107-108). KTSP sebagai salah satu bagian dari pengembangan kurikulum. materi pokok/pembelajaran. sarana dan prasarana. Standar Nasional Pendidikan juga digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. memperhalus budi pekerti. maka peneliti uraikan definisi operasional yang terkait dalam penelitian ini. seita dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa sendiri. Pada silabus tersebut tercantum standar kompetensi dan kompetensi (terlampir).6. guru diharapkan lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya. cerita-cerita curug sebagai cerita rakyat memiliki kesempatan untuk dimanfaatkan sebagai salah satu materi pembelajaran apresiasi sastra dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X dalam bentuk LKS. dan cumber belajar. tenaga pendidikan. Berdasarkan pedoman silabus tersebut. kegiatan pembelajaran. . dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Pada pengembangan silabus Bahasa dan sastra Indonesia kelas X semester 2. Standar kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi lokal. 8. Peraturan Pemerintah tersebut memberikan gambaran dan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan dan tenaga kependidikan. serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Berkaitan dengan pengajaran apresiasi sastra. mengandung suatu bagian terpenting yaitu silabus. Dalam Standar Isi (SI) KTSP disebutkan bahwa standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan.

maka peneliti menyusun rancangan penelitian sebagi berikut. Rancangan dan Pelaksanaan Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. . 2. Syaodih (2007:60) menyatakan bahwa penelitian kualitatif (qualitative research) adalah penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena. unsur-unsur pembentuk struktur cerita curug di Kabupaten Bandung Barat meliputi alur. tokoh dan penokohan. lingkungan penceritaan. Damaianti. 3. 2) Pemanfaatannya sebagai bahan ajar pada mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Definisi operasional dari pemanfaatannya sebagai bahan ajar pada mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia adalah upaya penggunaan hasil analisis cerita-cerita curug yang ada di Kabupaten Bandung Barat sebagai bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada peajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. 9. aktivitas sosial. latar. 4. Sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif ini. 10. Mengimplementasikan data yang dikumpulkan dalam penelitian ini lebih cenderung katakata daripada angka. 5. Dalam konteks ini. Bogdan dan Biklen (1982:27-29) secara terperinci menjabarkan karakteristik penelitian kualitatif. Menjelaskan bahwa hasil penelitian lebih menekankan kepada proses tidak semata-mata kepada hasil. tema dan amanat. Anggapan Dasar Anggapan dasar dalam penelitian ini adalah cerita-cerita curug yang peneliti teliti ini memiliki karakteristik struktur teks dan nilai budaya yang merangkai menjadi sebuah cerita yang sangat menarik bagi siswa SMA kelas X untuk dijadikan sebagai bahan ajar pada mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. 2009) mengungkapkan bahwa penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian. Sementara mengenai nilai budaya mencakup hal yang dianggap suatu masyarakat atau kelompok masyarakat anggap amat bernilai dalam hidup. Sementara McMillan dan Schumacher (Syamsudin AR dan Vismaia S. sikap kepercayaan. peneliti mengungkapkan makna dari keadaan yang terjadi. pemikiran orang secara individual maupun kelompok. persepsi. peristiwa.1) Analisis struktur dan nilai budaya cerita-cerita curug di Kabupaten Bandung Barat Definisi operasional dari analisis struktur dan nilai budaya cerita-cerita curug di Kabupaten Bandung Barat ini adalah analisis mengenai hubungan unsur-unsur pembentuk cerita-cerita curug yang ada di Kabupaten Bandung Barat. khususnya pembelajaran apresiasi sastra. Melalui analisis induktif. Peneliti sendiri sebagai instrumen utama untuk mendatangi secara langsung sumber data. Mengungkapkan makna sebagai hal yang esensial dan pendekatan kualitatif. diantaranya: 1.

Secara garis besar jadwal penelitian peneliti uraikan sebagai berikut: Rencana Waktu Kegiatan Penelitian dan Penyusunan Tesis untuk tahun Bulan November 2012 s/d April 2013 No . Pengujian Proposal 4. April . Peneliti melakukan wawancara sendiri kepada masyarakat sekitar curug mengenai ada atau tidaknya cerita yang melatarbelakangi penamaan curug dan adat kebiasaan yang menjadi budaya dan persepsi masyarakat dengan melakukan wawancara serta melakukan pengamatan. Feb. Ket. 4. khususnya pembelajaran apresiaisi sastra pada siswa SMA kelas X dalam bentuk LKS. Nov. . Peneliti mengubah cerita yang menjadi data awal sebagai bentuk lisan ke dalam bentuk tulisan Peneliti mengalihbahasakan cerita ke dalam bahasa Indonesia. Bimbingan Proposal 3. 3. 6. 2. Analisis Data Des. Peneliti melakukan pencarian informasi awal mengenai nama curug dan keberadaannya serta ada atau tidaknya cerita yang melatarbelakangi penamaan curug tersebut melalui internet. Pengumpulan data 8.1. Penyusunan Instrumen 5. Jan. 5. Uraian Kegiatan 1. Pelaksanaan Penelitian 7. Peneliti mendatangi pemerintah daerah setempat untuk mendapatkan informasi mengenai alamat keberadaan curug serta teridentifikasi atau tidaknya cerita yang melatarbelakangi penamaan curug dengan melakukan wawancara. 7. Pengajuan Proposal 2. Mar. Peneliti melakukan wawancara kepada juru kunci untuk mendapatkan cerita dan adat kebiasaan yang menjadi budaya serta melakukan pengamatan kondisi di sekitar curug. 8. Peneliti melakukan analisis struktur dan nilai budaya berdasarkan teks cerita yang telah didapat. Peneliti merancang pemanfaatan cerita tersebut untuk dijadikan bahan ajar pada mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Bimbingan Penyusunan Instrumen 6.

2006. Faruk. 2011. Pengantar Ilmu Antropologi. 1991. Galla. 2006. Jakarta: Gramedia. cerita curug yang berasal dari Kecamatan Cihampelas yaitu cerita Curug Jompong. Disertasi Doktor Pada SPs UPI Bandung: Tidak diterbitkan. Jakarta. Folklor & Folklife: An Introduction. Jakarta: Intermasa. Yogyakarta: Medpress. Guidebook for the Participation of Young People in Haritage conservation.V. Dorson. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan/ Pusat Bahasa. Bandung. yaitu cerita Curug panganten. Brisbane: Hall and jones Advertising Hutomo. Quantitative Research for Education an Introduction to Theory and Methode. 2011. S. Bogdan. Madeten. 11. A. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia(Edisi ke-5) Jakarta: Balai Pustaka. 2001. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Ilmu Gosip. Folklor Indonesia. Model Pemeliharaan Nilai-nilai Budaya dalam Upacara Adat Patahunan Dayak Kanayatan Kalimantan Barat. Fathoni. 1972. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: PT Pustaka Utama grafiti. Skripsi. Jakarta: PT Pustaka Utama grafiti. Koentjaraningrat. konteks penceritaan.K. Standar Kompetensi dan kompetensi Dasar SMA Bahasa Indonesia. Ilmu Gosip. cerita curug yang berada diKecamatan Lembang yaitu cerita Curug Maribaya dan cerita curug yang berada di Kecamatan Parongpong yaitu ceritaCurug Sawer. Folklor Indonesia. Penyusunan Laporan 10 Konsultasi Pembimbing 11. BSNP. . B. Jurnal Kebudayaan Selarong volume 01. 2005. Koentjaraningrat. Tentang Sastra (Judul asli over literatur) penerjemah Akhdiati Ikram. dan lain-lain. Dongeng. Boston: Allyn and Bacon. Curug Santri di Kabupaten Karawang: Analisis struktur. UPI. April-juli 2003. James. Metodologi Penelitian Folklor Konsep Teori dan Aplikasi. James. Luxemburg. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. dan lain-lain. S. 2002. Antropologi Sosial Budaya. J. R. S. Sumber Data Penelitian Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah cerita curug yang berada di wilayah Kecamatan Cisarua. Yogyakarta. 2005. Dongeng. Surabaya: HISKI Komisariat Jawa Timur. dan fungsi sosial. S. Bandung: CV Sinar Baru.9. Jakarta: Rineka Cipta. Kebangkitan Kebudayaan. 2003. Penyempurnaan 1. Mutiara Yang Terlupakan: Pengantar Studi Sastra Lisan. Chicago: The University of Chicago Press. Mieke Bal & Willem G. Danandjaya. Depdiknas Danandjaya. Anita. Weststeijn. 1981. 1991. Endraswara. 1985. cerita curug yang berada di Kecamatan Rongga adalah cerita Curug Malela. 2010.C & Biklen S. Daftar Pustaka Aminudin. 1982. Andriana. A.M.

dari awal keberadaannya sebagai hasil kebudayaan yang dikenal dengan sastra tradisional.R dan Vismaia S. Jakarta: Gramedia Wellek. Metode Penelitian Kualitatif.T. Bandung: Remaja Rosdakarya. Fakultas Ilmu Budaya. Yogyakarta: LaksBang Pressindo. 1994. Butir-butir Tradisi Lisan Indonesia Pengantar Teori dan Pembelajarannya. Jakarta: Pustaka Jaya. Inventarisasi dan Analisis Ungkapan tradisional di Kabupaten Tasikmalaya. N. dan Penerapannya. Damaianti. sosial. 1995. Beberapa Teori Sastra. Perkembangan sastra Indonesia mengalami berbagai ekplorasi substansi (terutama tema) mulai dari keberadaan ekonomi. Purnama. Jakarta: Gramedia Wiyatmi. Makalah. Y. Sastra masuk Sekolah. R & Warren. Kajajaden. J. Bandung: Program Pascasarjana UPI dan Remaja Rosdakarya Teeuw. L.D. Yuzar. 1999. Sastra Lisan Sunda Cerita Karuhun. 2007. Syaodih. R. Y. 2007.Bandung: Remaja Rosda Karya. Bandung Rusyana. Y. Agus dan Ken Widyawati. Magelang: Indonesia Tera. 2007. Sugiharto. 2003. Maleong. 2000. Kalangwan. Wellek. Universitas Diponegoro. Yogyakarta: Kanisius. Metode Pengajaran Sastra. A. Sastra Klasik Milik Bangsa Indonesia. Teori Kesusastraan (Penerjemah Melani Budianta). 1994. Metode Kritik. Legenda Curug 7 Bidadari (Kajian Strukturalis LeviStrauss) makalah pada Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Pengantar Kajian Sastra. A. Teori Kesusastraan (Penerjemah Melani Budianta). A. B. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. R & Warren. R. Nurgiyantoro. Sukatman. A. Rahmanto. Makalah. Metode Penelitian Pendidikan. Tradisi Lisan dalam Ketahanan Budaya. Pradopo. 2009. 2006. 2007. politik maupun budaya dan keberadaan keagamaan. 2009. Bandung Sarumpaet. Bandung: Balai Kajian Jarahnitra. Jakarta: Djambatan PROSES MENTAL DALAM TRILOGI NOVEL KARYA AHMAD TOHARI DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER DAN MODEL PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA DI KELAS BAB I PENDAHULUAN 1. dan Dedemit. 2009.Majid. 1988. dan kebudayaan (Ratih Dewi . Syamsuddin A. Perencanaan Pembelajaran.K. Teori Pengkajian Fiksi. karya sastra Indonesia kemudian terus berkembang hingga akhirnya dikenal dengan sastra modern. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang. 1978. 2005. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Pustaka Book Publisher: Yogyakarta Zoetmulder.1 Latar Belakang Masalah Apabila ditelusuri dari perjalanan sejarah sastra Indonesia. Dari awal masa kemerdekaan novelMatahariah karya Mas Marco Kartodikromo mengangkat pemikiran multikulturalisme yang tidak terlepas dari realitas sosial dengan mengeksplorasi permasalahan ketimpangan ekonomi dan sosial serta kolonialisme. Indonesia antara Kelisanan dan Keberaksaraan. 1989. Rusyana. Yogyakarta: UGM Press. Rusyana. bangsa-bangsa.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2007. konfrontasi ras.

termasuk terhadap orang-orang yang masih memiliki hubungan sedarah karena adanya kepentingan. dan Jentera Bianglala. Jenar Mahesa Ayu dan lainnya serta karya-karya yang lebih berkisar pada karya novel populer Islami yang lebih di setir oleh Helvi Tiana Rosa dan karya-karya yang lebih mementingkan aspek pasar. Pembahasan mengenai ketimpangan ekonomi dan sosial ini menjadi sebuah bom pada tahun 2000-an ini bagi keberadaan masyarakat sekarang setelah perkembangan karya sastra sebelumnya yang lebih mengeksplorasi permasalahan cinta dan ketabuan yang diantaranya hubungan seksual dan permasalahan kelamin yang dapat terlihat pada karya-karya Ayu Utami. Sehingga fenomena laskar pelangi ini menjadi sebuah karya yang mendapat tempat khusus dihati masyarakat.2006: 2). fasilitas yang lengkap. Rumah Kaca. dan terus berlanjut pada tahun 80-an walaupun pada akhirnya tahun ini perkembangan permasalahan ketimpangan sosial. Gadis Pantai dan lainnya yang mengeksplorasi sosio-kultural Indonesia yang juga dipadukan dengan konfrontasi ras. gagasan. budaya dan kepercayaan yang muncul dilingkungannya secara bertubi-tubi. dan papan tulis yang berlubang sehingga terpaksa ditambal dengan poster Rhoma Irama. semangat anak-anak kampung miskin tersebut untuk berjuang dengan gigihnya agar dapat belajar tidak pernah padam walaupun dalam keadaan yang serba terbatas. ekonomi. Keberadaan manusia sebagai makhluk biologis dan makhluk sosial dengan memiliki karakter yang bervariasi menjadi sangat menarik untuk diteliti. Kemudian pada era tahun 70-an permasalahan budaya dan adat kemudian mengemuka yang ditandai dengan hadirnya novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli. Perkembangan karya sastra yang memperbincangkan permasalahan ketimpangan ekonomi dan sosial masih terus berlanjut dengan munculnya novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata. Sejauh mana keberadaan permasalahan-permasalahan tersebut terungkap dalam novel Laskar Pelangi ini dan apakah realitas ini cukup signifikan terjadi dalam masyarakat pada waktu novel ini dibuat ? Hal ini perlu diungkap karena karya sastra merupakan cerminan masyarakatnya. atap sekolah yang bocor jika hujan. politik lebih banyak berkembang seperti yang tereksplorasi dalam trilogi novel Ahmad Tohari Ronggeng Dukuh Paruk. dan amanat yang ingin disampaikan kepada pembaca. kemudian. apa yang disampaikan itu menjadi . terlebih guna mengungkap proses mental yang tereksplorasi dalam novel tersebut sehingga dapat dijadikan sebuah model pembelajaran dalam menerapkan pendidikan karakter bagi siswa sekolah kelas VII. Lintang kemukus Dini Hari. tampak jelas dengan adanya sekolah khusus yang dibentengi dengan tembok tinggi bagi karyawan PN Timah yang menyediakan sarana-prasarana pendidikan memadai. pengalaman. terlebih bila dihadapkan dengan realitas permasalahan ekonomi. Mereka bersekolah tanpa alas kaki. sosial. Setiap karya sastra yang ditulis tentunya memiliki ide. dan Jejak Langkah. novel Perburuan. Beranjak dari keberadaan sastra seperti yang telah dijelaskan di atas. dan kehidupan yang layak. penulis menilai sangat menarik untuk menganalisis novel Laskar Pelangi ini. Kemunculan tindakan ‘buas’ akan mungkin terjadi. Ketimpangan sosial dan perekonomian yang terejawantahkan ke dalam bentuk kemiskinan dalam novel Laskar Pelangi. Selain itu karya-karya Pramoedya Ananta Toer seperti Tetralogi novel Bumi Manusia. Anak Semua Bangsa. Dengan harapan. baju tanpa kancing. ketimpangan sosial dan ekonomi yang begitu signifikan. Sedangkan SD Muhammadiyah tidak mempunyai semua fasilitas yang dimiliki oleh sekolah PN Timah.

Terbitnya Laskar Pelangi membawa Andrea Hirata Bersama Menteri Agama Maftuh Basyuni. 30 Juni 2008). bila sejumlah kritikus sastra memandang Laskar Pelangisebagai fenomena baru. di luar dugaan. kritikus sastra Nicola Horner. Hampir semua komentar pembaca memberikan pujian. dan Ratna Megawangi. gagasan atau pengalaman dan amanat yang ingin disampaikan pengarang tersebut tidak akan terlepas dari kondisi lingkungan penulisnya.sesuatu yang berharga bagi perkembangan kehidupan masyarakat. sineas Garin Nugroho dan Riri Riza. terarah dan kronologis. Kak Seto. Terkait hal itu pula Ikhwanuddin Nasution dalam tulisannya pada saat pengukuhan guru besarnya di Universitas Sumatra Utara (Nasution. dipilih olehRepublika sebagai Tokoh Perubahan 2007: The Sound of Moral (http://jurnalnasional. 2009 : 2) menyatakan bahwa karya sastra (sastra) merupakan kristalisasi nilai-nilai dari suatu masyarakat. maka Laskar Pelangi pun diterbitkan. novelis Ahmad Tohari. Suksesnya Laskar Pelangi yang mengangkat kehidupan kaum pinggiran nan miskin dan terlupakan di Pulau Belitong (sekarang Provinsi Bangka Belitung) menjadikan tokoh Ikal. pecinta sastra Diphie Kuron. 30 Juni 2008). mulai dari cerpenis Linda Christanty. Yusuf Mansyur. Habiburrahman El Shirazy. baik di ranah kesusastraan maupun perfilman nasional. Sejalan dengan kondisi tersebut. Meskipun karya sastra yang baik pada umumnya tidak langsung menggambarkan atau memperjuangkan nilai-nilai tertentu. akibat “tercuri”nya naskah tersebut oleh seorang sahabat.com/?media. Deddy Mizwar. Maka tak heran. sehingga penulis tertarik untuk mengkaji masalah-masalah yang terdapat di dalam novel tersebut. Tidak tanggung-tanggung. 1990: 44) menjelaskan bahwa karena karya sastra dipengaruhi oleh lingkungannya. Alasan selanjutnya mengenai penilaian pentingnya analisis terhadap karya tersebut penulis sandarkan pada keberadaan novel ini sangat fenomenal. Sang Pemimpi dan Edensor. tetapi aspirasi masyarakat mau tidak mau tercermin dalam karya sastra tersebut. karya sastra tidak terlepas dari sosial-budaya dan kehidupan masyarakat yang digambarkannya. Herder (dalam Atmazaki. angka penjualan buku itu mencapai setengah juta eksemplar. Adapun ide. Sedangkan buku ke-4-nya yakni Maryamah Karpov akan terbit setelah Laskar Pelangi di filmkan dan disutradarai oleh Riri Riza dengan produser Mira Lesmana (http://jurnalnasional. diakses Senin.com/?media. maka karya sastra merupakan ekspresi zamannya sendiri. Kesuksesannya pun berulang dengan diterbitkannya dua novel berikutnya. mengungkapkan setiap kejadian secara sistematis. diakses Senin. pemikir dan mantan Ketua Umum . Kelebihan yang dimiliki pengarang (Andrea Hirata) di dalam karya-karyanya yaitu dari segi stilistik yang menarik. Novel Laskar Pelangi pada awalnya ditulis Andrea Hirata sebagai hadiah ulang tahun gurunya ibu Muslimah tetapi naskah tersebut hilang “tercuri” namun. Nama Andrea Hirata meroket di kancah sastra. sastrawan Korrie Layun Rampan. Oleh karena itu. Mahar dkk sebagai pahlawan-pahlawan baru menggantikan tokoh `si Cowok Idaman’ dalam kebanyakan karya teenlit atau tokoh ‘Nayla’ si Trauma Seks’ dalam kebanyakan sastra kelamin saat ini. Kondisi ini mengakibatkan adanya hubungan sebab akibat dan timbal balik antara karya satra dengan situasi sosial tempatnya dilahirkan. Pradopo (2002:59) mengemukakan bahwa karya sastra secara langsung atau tidak langsung dipengaruhi oleh pengalaman dari lingkungan pengarang. Lintang.

Sebagai seorang ronggeng pengalaman pahit telah ia hadapi bahkan ketika pada masa pergolakan politik tahun 1965 pun ia turut mengalami dengan keadaan yang tak menentu. mengisyaratkan dan penulis yakini bahwa strukturalisme genetik menjadi pendekatan yang mampu menjadi pisau analisa yang sesuai terhadap karya Ahmad Tohari ini. diyakini bahwa seseorang pengarang pada dasarnya menuliskan kembali berbagai hal problema sosial yang dirasakan. Sapardi Djoko Damono (http://www. dilihat. hingga keberadaannya orang-orang terdekat dan desanya pun mengalami perubahan dan seolah-olah tidak menerimanya. Syafii Ma’arif. eksistensialisme. sosial. . hal ini diyakini bahwa pengarang merupakan bagian dari kelompok sosial tertentu. yaitu: unsur intrinsik (struktur karya sastra) baik secara parsial maupun secara keseluruhan. Dalam penciptanya. Dr. nilai ideologis. dan dialaminya. Banyak kritikus yang membicarakan Banyak yang mengalihbahasakan Kelebihan Andrea hirata sebagai penulis Trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk.Muhamadiyah Prof.lampungpost. pengaluran. Artinya dalam karya sastra tersebut tidak hanya terdiri dari unsur intrinsik (struktur) saja. sedikit penggambaran keberadaan tokoh dengan problematikanya seperti di atas. Hal-hal di luar teks tersebut adalah pengarang dan lingkungan yang mempengaruhinya. Untuk mengetahui pandangan pengarang. baik dalam diri pribadinya maupun terhadap tokoh lainnya. Strukturalisme genetik sebagai pendekatan sosiologi sastra meyakini bahwa adanya hubungan teks sastra dengan hal-hal di luar teks. Dr. idealisme. yang sederhana namun penuh dengan intrik dan akhir yang dramatis. sampai penyair-kritikus sastra Prof. seperti tokoh Rasus yang menjadi Suaminya dan juga lingkungannya. 30 Juni 2008). Lintang kemukus Dini Hari dan Jentera Bianglala memiliki kekutan yang khas dengan memiliki tingkat ekspresif yang tinggi. latar belakang kelompok sosial pengarang. namun juga terdapat unsur ekstrinsik (pengarang dan lingkungannya). dan pertentangan kelas yang tinggi. Dengan keberadaan tersebut karya sastra hadir dan menjadi bagian dari masyarakat yang merupakan hasil curahan imajinasi pengarang yang mencoba menghasilkanvision du monde (pandangan dunia) kepada subjek kolektifnya. Terlepas dari keberadaan struktur dan permasalahan sosial yang mendalam dan terkandung dalam setiap karya sastra. diakses Senin. alur.com. politik. tentunya perlu dilakukan analisis terhadap 3 hal. Secara struktural trilogi novel ini memiliki tokoh-tokoh yang penuh dengan problematika baik dalam batinnya maupun dengan masyarakat. Tokoh Srintil yang merupakan tokoh utama dalam novel ini mengalami berbagai pergolakan. terlebih terhadap keberadaan pengarang dengan lingkungannya pada waktu karya tersebut dibuat. dan latar belakang sosial dan sejarah yang turut mengkondisikan karya sastra tersebut diciptakan.

Hal ini ditandai dengan upaya pencarian jati diri yang dilakukan tokoh berakhir dengan tragis yang disimbolkan oleh kematian tokoh Ningsih. teknologi dan hal-hal yang tidak rasional seperti takhyul. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah problematika tokoh lebih . baik secara pribadi yang berada dalam tahanan dan terhadap keberadaan kondisi bangsa yang mengalami penjajahan Jepang. yang menyimpulkan novel Siti Nurbaya mengeksprsikan dunia tragik. dengan judul “Pencarian jati diri (Kajian strukturalisme Genetik terhadap Novel Perburuan Karya Pramoedya Ananta Toer)” penelitian ini menyimpulkan bahwa adanya pandangan dunia pengarang yang begitu tragis masa tentara PETA dalam perang kemerdekaan. Selanjutnya yang menggunakan pendekatan strukturalisme genetik dilakukan oleh Faruk tahun 1999 terhadap novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli untuk tesisnya di Universitas Gajah Mada. baik antara pengarang sebagai pribadi dengan lingkungan keluarganya. Junus melakukan dua penelitian dengan teori strukturalisme genetik. Dalam padangan Iwan masyarakat Indonesia menuju rasionalitas. telah banyak dilakukan. pengarang sebagai sastrawan dengan pengayoman. sementara hal-hal yang tidak rasional belum sanggup mereka lepaskan Dalam penelitian novel Srengenge Junus berkesimpulan bahwa Shahnon Ahmad berpandangan bahwa akar budaya Melayu tidak mungkin lenyap meski masyarakat Melayu berusaha menyerap budaya modern. Pandangan demikian tidak hanya pandangan pengarang. Modernitas atau pembaharuan yang dilakukan hanyalah struktur luar masyarakat. sementara itu jiwa masyarakat Melayu tetap Melayu. dan pengarang sebagai anggota birokrat-aristokratik dengan lingkungan dalam sistem kolonial dan sistem sosial yang sedang mengalami perubahan sosial yang besar dan penuh konflik. maka karya sastra merupakan pandangan pengarang tentang masalah-masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat. Pandangan dunia tersebut merupakan produk berbagai tingkat sosial. Oleh karena itu untuk mengetahui bentuk perilaku dan proses mental di dalam teks diperlukan pendekatan linguistik fungsional sistemik. dan ramalan. Penelitian selanjutnya adalah penelitian yang berupa tulisan skripsi yang dilakukan penulis pada tahun 2005 di Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian yang menggunakan pendekatan yang sama juga dilakukan oleh Gustaf Sitepu yang menganalisis novel Asmaraloka karya Danarto untuk Tesisnya tahun 2009 di Universitas Sumatera Utara yang juga mengemukakan struktur mental yang terkandung dalam novel Asmaraloka. dukun. Penelitian kedua berjudulSrengenge Pandangan Dunia Shahnon Ahmad tentang Tradisi dan Modern“ Dalam penelitian novel Ziarah karya Iwan Simatupang Junus berkesimpulan bahwa novel Ziarah merupakan cerminan masyarakat Indonesia yang tidak rasional Masyarakat Indonesia siap menyongsong modernitas. Penelitan pertama berjudul “Ziarah dan pandangan Iwan Simatupang tentang situasi masyarakat Indonesia: Pelaksanaan Pendekatan Goldmann”. Penggunaan pendekatan strukturalisme genetik sebagai pisau analisis terhadap karya sastra. padangan dilematis mengenai kehidupan. terutama tulisan-tulisan ilmiah di universitas. Keberadaan ini sejalan dengan keberadaan Pramoedya Ananta Toer yang pada saat itu mengalami masa sulit dan goncangan. tetapi pandangan masyarakat Melayu pada umumnya.Dengan keberadaan pandangan dunia tersebut. Dalam hal ini dilakukan oleh Junus (1986:182—205).

Lintang kemukus Dini Hari dan Jentera Bianglala. 1.4 Manfaat Penelitian .3 Tujuan Penelitian Berkaitan dengan rumusan masalah di atas. Selain itu novel Asmaraloka yang membahas tentang perang antar etnis dan kerusuhan yang terjadi tahun 1998 mengindikasikan tidak adanya upaya pemerintah dalam merespon keberadaan aspirasi masyarakat. Lintang kemukus Dini Hari dan Jentera Bianglala? Bagaimanakah pandangan Ahmad Tohari tentang masyarakat Indonesia dalam trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk. Kemudian yang terakhir yaitu mengenai proses mental (afeksi. 2. 2. memilih. persepsi dan kognisi) mengindikasikan adanya penggambaran Danarto mengenai keadaan jiwa yang prustasi dan gundah gulana dalam menghadapi kondisi perang antar etnis. 4. Menganalisis latar belakang sejarah atau peristiwa sosial masyarakat Indonesia yang mengkondisikan lahirnya trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk. Untuk keluar dari kerusuhan tersebut diperlukan adanya penyucian hati dan kesadaran jiwa.2 Rumusan Masalah Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1. Mendeskripsikan struktur trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk. Mendeskripsikan kehidupan sosial pengarang Ahmad Tohari yang berhubungan dengan trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk. Lintang kemukus Dini Hari dan Jentera Bianglala. Lintang kemukus Dini Hari dan Jentera Bianglala. dalam bentuk kepasrahan. Lintang kemukus Dini Hari dan Jentera Bianglala? Bagaimana latar belakang sejarah atau peristiwa sosial masyarakat Indonesia yang mengkondisikan lahirnya trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk. 5. Menganalisis pandangan Ahmad Tohari tentang masyarakat Indonesia dalam trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk. 3. dan meyakini yang benar adalah benar serta yang salah adalah salah. 4. 5. Lintang kemukus Dini Hari dan Jentera Bianglala yang mencerminkan problematika tokoh akibat hubungan antar tokoh maupun lingkungannya? Bagaimana kehidupan sosial pengarang Ahmad Tohari yang berhubungan dengan trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk. Menganalisis prilaku manusia dan proses mental dalam trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk. Keberadaan ini mengisyarakatkan bahwa. Lintang kemukus Dini Hari dan Jentera Bianglala. tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. 1. Bagaimana struktur trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk. Lintang kemukus Dini Hari dan Jentera Bianglala ? Bagaimankah prilaku manusia dan proses mental dalam trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk ? 1. Kemudian dalam penelitian ini tercermin adanya upaya Danarto yang berusaha memperjuangkan nilai-nilai yang dianutnya. 3. sebenarnya (dan memang) karya sastra memiliki peran penting dalam kehidupan kemanusiaan.banyak disandarkan kepada Tuhan. peran tersebut dapat tereksplorasi dari tradisi moral dan religi yang senantiasa menumbuhkan penghayatan terhadap nilai-nilai kebaikan. sehingga dapat membangun manusia untuk mengenali. Lintang kemukus Dini Hari dan Jentera Bianglala yang mencerminkan problematika tokoh akibat hubungan antar tokoh maupun lingkungannya.

Sesuatu yang dihasilkan merupakan fakta hasil usaha manusia untuk mencapai keseimbangan yang lebih baik dengan dunia sekitarnya (Fananie 2000:117). Pengkajian dunia sosial pengarang dalam kaitannya lingkungan keluarga dan kelompok sosial pengarang. sedangkan data sekunder diperoleh dari pembacaan novel atau referensi yang berkaitan dengan novel yang penulis kaji. penelitian ini menghasilkan model penelitian teks sastra dengan teori strukturalisme genetik dan teori linguistik fungsional sistemik melalui analisis tingkah laku manusia dan proses mental. Munculnya strukturalisme genetik diawali dari adanya pandangan Taine yang mencoba menelaah sastra dari sudut pandang sosiologis. 3.Penelitian ini memiliki manfaat teoritis dan manfaat praktis. Sosiologi sastra yang dikembangkan Goldmann mencoba untuk menyatukan analisis struktural dengan materialisme historis dan dialektik. Dapat dikatakan bahwa pada dasarnya Strukturalisme Genetik Goldmann adalah penelitian sosiologi sastra (Junus 1988:20). Data primer adalah trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk. 2. 1. tetapi dapat pula merupakan cerminan atau rekaman budaya. Fenomena hubungan tersebut kemudian dikembangkan oleh Lucien Goldmann dengan teorinya yang dikenal dengan Strukturalisme Genetik (Fananie 2000:117).5 Metode Penelitian Metode peelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan studi kepustakaan. Data sekunder dipergunakan untuk mendukung interpretasi data primer. hasil penelitian ini bermanfaat memberikan deskripsi teori strukturalisme genetik dan proses mental pada trilogi karya Ahmad Tohari ini. terutama yang tercermin dalam problematika psikologi dalam trilogi novel karya Ahmad Tohari ini . . Penemuan pandangan pengarang dengan menghubungkan secara dialektika (poin 2 dan 3) 5.6 Landasan Teori 1. karya sastra harus dipahami sebagai totalitas yang bermakna (Damono1978:40). Menurut Taine. Lebih lanjut Goldmann mengemukakan bahwa semua aktivitas manusia merupakan respon dari subjek kolektif atau individu dalam situasi tertentu yang merupakan kreasi atau percobaan untuk memodifikasi situasi yang ada agar cocok dengan aspirasinya.1 Strukturlisme Genetik Teori strukturalisme-genetik dipelopori oleh Lucien Goldman. seorang pemimpin disiplin ilmu kritik Marxis dengan “Neo Hegelian” berkebangsaan Rumania. Model penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Baginya. 4.6. Lintang kemukus Dini Hari dan Jentera Bianglala. Menemukan prilaku manusia dan proses mental. Hal ini dilakukan dengan melakukan penelaahan terhadap data yang berupa buku-buku. suatu perwujudan pikiran tertentu pada saat karya itu dilahirkan (Junus dalam Fananie 2000:117). sastra tidak hanya sekedar karya yang bersifat imajinatif dan pribadi. Pengkajian peristiwa sosial yang terjadi pada masyarakat Indonesia yang dianggap mengkondisikan pengarang untuk menulis karya sastra. Penemuan problem sosial yang dialami oleh masing-masing tokoh. 1. Secara praktis. Secara teoritis.

Yang menjadi pusat perhatian adalah relasi antara tokoh dengan tokoh dan tokoh dengan objek yang ada di sekitar tokoh. strukturalisme genetik menunjukkan hubungan antara salah satu pandangan dunia dan tokohtokoh serta hal-hal yang diciptakan pengarang dalam karyanya. Struktur karya sastra dalam pandangan Goldmann adalah konsep struktur yang bersifat tematik. Karena struktur karya sastra merupakan representasi dan mengambil bahan masyarakat. yang ditulis oleh Faruk. Karya sastra memiliki struktur yang koheren atau terpadu. Karya sastra sebagai karya estetik dalam pandangan strukturalisme genetik memiliki dua estetika.1.1.1984:43).6. Pencarian tersebut dilakukan oleh seorang atau tokoh hero yang problematik (Faruk. terlihatlah problematika yang dihadapi sang tokoh dalam memperjuangkan nilai kehidupan yang dianggap sesuai dengan kelompok sosialnya dalam menghadapi kelompok sosial yang lain.6. pengarang menciptakan semesta tokoh-tokoh.1 Konsep Struktur Karya Sastra Dalam Pengantar Sosiologi Sastra Dari Strukturalisme Genetic Hingga Post Modernime. Goldman menyatakan bahwa karya sastra merupakan sebuah struktur. seorang pengarang menyuarakan aspirasi kelompok sosial tertentu melalui gambaran problematik hubungan tokoh tokoh yang dilukiskan Struktur karya sastra dengan demikian harus dipahami sebagai totalitas yang bermakna. 1994:18). struktur karya sastra memiliki hubungan secara tidak langsung dengan struktur masyarakat. 1999:17). akan tetapi struktur itu bukan merupakan hal yang statis. Pemahaman itu dapat dilakukan dengan melihat hubungan antara tokoh dengan tokoh lain maupun antara tokoh dengan lingkungannya.2 Fakta Kemanusiaan .1. strukturalisme genetik menunjukkan hubungan antara alam ciptaan pengarang dengan perlengkapan sastra yang dipergunakan pengarang untuk menuliskannya (Damono. Goldmann mendefenisikan novel sebagai cerita mengenai pencarian nilai-nilai otentik yang terdegradasi dalam dunia yang juga terdegradasi. melainkan produk dari proses sejarah yang terus berlangsung. yaitu estetika sosiologis dan estetika sastra. peran pengarang sangat menentukan. Dalam hubungan itu. Pertama. karya sastra merupakan ekspresi pandangan dunia secara imajiner. Sedangkan berkaitan dengan estetika sastra. Dari hubungan hubungan tersebut. Filsafat mengekspresikan pandangan dunia secara konseptual sedangkan sosiologi mengacu pada empirisitas (Faruk. objek-objek dan relasi-relasi secara imajiner. Karena itu. Goldmann pernah mengatakan dua pendapat mengenai karya sastra. dibedakan karya sastra dari filsafat dan sosiologi. Konsep struktur karya sastra dalam teori strukturalisme genetik berbeda dengan konsep struktur karya sastra otonom. Berkaitan estetika sosiologis. Kedua dalam usahanya mengekspresikan pandangan dunia itu. dan destrukturasi yang hidup dan dihayati oleh masyarakat asal karya sastra yang bersangkutan. 1. proses strukturasi. Dalam struktur karya sastra yang dihasilkan.

Subjek trans-individual merupakan satu kesatuan atau kolektivitas individu-individu tersebut. pengarang memiliki struktur mental yang mencerminkan subjek kolektifnya. Sementara itu. sedangkan fakta individual merupakan aktivitas libidinal seseorang. kelompok sosial pengarang berupa hubungan persahabatan dengan manusia lain. Fakta kemanusiaan merupakan hasil usaha manusia dalam mencapai keseimbangan yang lebih baik dalam hubungannya dengan dunia sekitar (Goldman dalam Faruk 1998: 71). dalam kata lain adanya fase transindividual. seni musik. 1. 1998: 70-71). Kedudukan sosial pengarang dalam kelompok sosialnya kemudian menjadi penting dan mempengaruhi karya sastra yang ditulisnya Konsep subjek kolektif digunakan dalam penelitian untuk megetahui latar kehidupan sosial pengarang. kreasi kultural yang berupa seni sastra. 1994:14—15).Fakta kemanusiaan adalah segala hasil aktifitas atau perilaku manusia. Pengarang jelas akan menyuarakan aspirasi kelompok sosial atau subjek kolektif. sebab karya sastra semacam itu merupakan hasil aktivitas yang objeknya sekaligus alam semesta dan kelompok manusia.1. maka dapat disebutkan subjek dari fakta kemanusiaan adalah subjek kolektif dan subjek individual. Lingkungan keluarga atau orang tua mewarnai pandangan pengarang karena kebiasaan-kebiasaan. norma.3 Subjek Kolektif Karya sastra merupakan manivestasi fakta kemanusiaan yang dilakukan oleh subjek kolektif. Aspirasi pengarang adalah aspirasi yang mewakili kolektifitas kelompok sosialnya. filsafat dan lainnya. pengalaman hidup. Struktur mental pengarang ini dibentuk oleh lingkungan keluarga dan masyarakat atau kelompok sosialnya. Untuk mencapai keseimbangan tersebut. Fakta sosial mempunyai peran dalam sejarah. aktivitas individual tertentu.6.1.4 Konsep Pandangan Dunia . Fakta kemanusiaan dapat dibedakan menjadi dua. Karya sastra yang besar berbicara alam semesta dan hukum-hukumnya serta persoalan-persoalan yang tumbuh darinya (Faruk. serta buku-buku bacaan yang memiliki kontribusi proses kreatif pengarang. Berdasarkan pengertian tersebut. 1. yaitu fakta sosial dan fakta individual.6. baik berupa verbal maupun fisik yang berusaha dipahami oleh ilmu pengetahuan (Faruk. Aspirasi pengarang dalam karyanya bukan semata-mata aspirasi individual. filsafat kehidupan banyak tertanam melalui hubungan sosiologi keluarga. Hal demikian juga menjadi subjek karya sastra yang besar. Fakta kemanusiaan dapat berwujud aktivitas sosial tertentu. Pengarang jelas diikat oleh kelompok sosialnya. aktivitas politik. diharuskan adanya proses strukturasi timbale balik yang saling bertentangan tetapi sekaligus saling isi-mengisi. pengalaman hidup. serta buku-buku hubungan persahabatan dengan manusia lain. Sebagai individu yang menginterpretasikan subjek kolektifnya.

Pertama. bahwa pendekatan sosialogis (dalam hal ini Strukturalisme genetik) yang sahih hanya bisa dilaksanakan terhadap karya sastra besar. “Pemahaman“ sastra sebagai struktur menyeluruh akan mengarahkan pada “penjelasan“ hubungan sastra dengan sosio-budaya sehingga karya sastra memiliki arti. Dalam konteks cerita novel. hubungan yang secara tidak langsung. Meski memiliki dunia yang berlainan. aspirasi. . Seperti Taine dan Plekanov. Karya sastra mempunyai dunia tersendiri dan masyarakat merupakan dunia tersendiri. kedua hal yang bertentang tersebut berlangsung dalam waktu yang sekaligus bersamaan. maka pandangan dunia bukanlah merupakan fakta empiris langsung. dalam Faruk 1988: 74). Pandangan dunia ini mengandung tiga elemen. lewat suatu kelaslah ia berhubungan dengan perubahan sosial dan politik yang besar. 1979: 45) beranggapan. dan mempunyai keberadaan.5 Konsep “Pemahaman-Penjelasan“ dan “Keseluruhan-Bagian“ Konsep “pemahaman-penjelasan“ dan “keseluruhan–bagian“ terkait dengan metode yang digunakan oleh teori srtukturalisme genetik. pemahaman secara lengkap dan tepat mengenai dunia baru yang diciptakan oleh individu rasionalistik bersama tuntutan-tuntutan yang berharga dan secara ilmiah sahih. Goldman (dalam Damono. Berdasarkan definisi di atas. dan dunia. Teks karya sastra itu sendiri merupakan bagian dari keseluruhan yang lebih besar. Goldman menemukan adanya pandangan dunia yang bersifat tragik.6. pemahaman terhadap karya sastra dilakukan dengan konsep “keseluruhan-bagian“. sehingga adanya koherensi dalam karya sastra tersebut. Pandangan dunia tragik mengenai semua elemen itu bercirikan dua hal yang bertentangan. Karya sastra merupakan satuan yang dibangun dari bagian-bagian yang lebih kecil. penolakan secara total untuk menerima dunia tersebut sebagai satusatunya dunia yang memungkinkan manusia hidup. dan perasaan yang dapat menyatukan suatu kelompok sosial dihadapan kelompok sosial lainnya. baik deep structuremaupun surface structure. yang membuatnya menjadi struktur berarti. Karya sastra harus dipahami sebagai struktur yang menyeluruh. 1986:194). yaitu pandangan mengenai Tuhan. Pandangan dunia bukan merupakan ekspresi suatu kelompok sosial saja. bergerak. Kedua. inspirasiinspirasi. Prinsip dasar metode ini adalah bahwa karya sastra dengan realita masyarakat memiliki hubungan yang dialektika. Konsep tersebut melahirkan metode “dialektika“. Sebab seorang pengarang juga merupakan anggota kelas sosial. karena karya sastra yang besar memiliki konsep pandangan dunia. Selain hal di atas.1. karya sastra dan realita dapat dilihat melalui proses interpretasi. tetapi juga kelas sosial. 1. karena itu. manusia.Pandangan dunia merupakan kompleks yang menyeluruh dari gagasan-gagasan. tetapi lebih merupakan struktur gagasan. dan perasaan-perasaan yang menghubungkan secara bersama-sama anggota suatu kelompok sosial tertentu dan yang mempertentangkannya dengan kelompok-kelompok sosial lainnya (Goldman. Perhatian pertama tertuju pada teks karya sastra dan perhatian yang kedua terhadap latar belakang sosiobudaya masyarakat (Junus.

maka peneliti harus memberikan penjelasan. Berkaitan dengan analisis data tersebut. perhatian utama peneliti adalah hubungan antara tokoh dengan tokoh lain maupun hubungan tokoh dengan lingkungannya.2 Linguistik Fungsional Sistemik: Proses Mental 1. Keseluruhan hanya dapat dipahami dengan mempelajari bagian-bagiannya dan bagian-bagian tersebut dapat dipahami kalau ditempatkan dalam satu keseluruhan. 2003:81).2. kecenderungan tata bahasa dalam teks sejarah berbeda dengan teks fisika dan struktur teks politik dan berbeda dengan teks kesastraan. Dalam teori linguistik fungsional sistemik (LFS) dengan pendekatan fungsional dinyatakan bahwa bahasa terstruktur berdasarkan fungsi bahasa dalam kehidupan manusia. teks yang digunakan untuk menceritakan peristiwa (narasi) terstruktur berbeda dengan teks yang digunakan untuk melaporkan satu peristiwa (laporan). dan Kress. strukturalisme genetik ditopang oleh teori linguistik fungsional sistemik (triangulasi teori). 2009). Strukturalisme genetik sebagai teori dengan demikian menawarkan sebuah metode analisis data.1 Linguistik Fungsional Sistemik Untuk menemukan proses mental dalam penelitian ini. pertama. agar hubungan bagian keseluruhan novel tersebut dapat dipahami. Untuk memperoleh pemaknaan bagian-bagian harus dipandang dalam hubungannya sebagai keseluruhan. Bahasa yang digunakan untuk suatu fungsi atau tujuan disebut teks (text). Dengan demikian terlihat problem yang dihadapi masing-masing tokoh. Dengan pengertian fungsional di atas. seperti Martin.6. data novel dianalisis bagian per bagian.6. Perbedaan ini terjadi karena fungsi dan tujuan masing-masing teks berbeda. Halliday dan Matthiessen. konsep ”pemahaman-penjelasan” dan ”bagiankeseluruhan” memberikan prosedur sebagai berikut. Dalam analisis ini. konteks sosial . bahasa terstruktur berdasarkan tujuan penggunaan bahasa. teks dinterpretasikan sebagai ditentukan oleh konteks sosial.Dalam metode dialektika dikenal konsep “pemahaman-penjelasan“. yakni segala unsur yang terjadi di luar teks. tetapi perkembangannya sangat pesat terutama di Universiy of SydneyAustralia sejak Linguistics Department dibuka di universitas itu pada 1976 (Sinar dalam Gustaf Sitepu. Pemahaman dilihat sebagai suatu proses yang melingkar terus-menerus dari keseluruhan ke bagian dan dari bagian ke keseluruhan. Teori ini berkembang di Inggris. Yang dimaksud dengan perbedaan kualitatif adalah dalam dua teks yang berbeda tujuannya pemunculan suatu aspek tata bahasa terjadi pada satu teks itu. Dengan kata lain. Perbedaan kuantitatif menunjukkan bahwa tingkat probabilitas pemunculan aspek tata bahasa itu lebih tinggi daripada teks yang satu lagi. Dengan pengertian itu. Penjelasan dilakukan dengan cara menghubungkan struktur novel dengan struktur sosial pengarang yang meliputi kehidupan sosial pengarang dan sejarah yang secara sinkronis dianggap mengkondisikan pengarang menulis novel 1. Kedua. Dengan kata lain. Perbedaan teks direalisasikan oleh perbedaan tata bahasa (lexicogramar) secara kualitatif dan kuantitatif. Konsep “keseluruhan–bagian“ mengemukakan dialektika antara keseluruhan dan bagian. Pemahaman adalah usaha pendeskripsian struktur objek (karya sastra) yang dipelajari. Penjelasan adalah usaha menggabungkan pemahaman ke dalam struktur yang lebih besar. (Saraswati. sementara dalam teks yang satu lagi aspek tata bahasa itu tidak muncul. Teori LFS dikembangkan oleh Halliday dan para pakar LFS lainnya.

Halliday (1974) menegaskan bahwa bahasa adalah fenomena antarmanusia yang disebut sebagai interorganism (Saragih dalam Gustaf Sitepu.2 Proses mental Halliday (dalam Sitepu. dan mendengar. Proses mental terjadi di dalam diri (inside) manusia dan mengenai mental atau psychological Aspects kehidupan. Marxisme dan Kritik Sastra. Sosiologi Sastra Sebuah Pengantar. yaitu (1) medan (field)). Proses juga menentukan sirkumstan secara tidak langsung Proses mental menunjukkan kegiatan atau aktivitas yang menyangkut indera kognisi. Partisipan dibatasi sebagai orang atau benda yang terlibat dalam proses tersebut. proses mental dapat diikuti proyeksi dan proses mental tidak dapat diikuti oleh aspek sedangProses mental juga merupakan proses dua hal. proses mental menyangkut pelaku manusia saja atau wujud lain yang dianggap atau berperilaku manusia. menyenangi. Sapardi Joko. Lintang kemukus Dini Hari dan Jentera Bianglala DAFTAR PUSTAKA Damono. yakni apa— (what) yang dibicarakan dalam interaksi. Inti dari satu pengalaman adalah proses Dikatakan demikian. Proses mental yang mencakup kriteria semantik dan sintaksis. proses menentukan jumlah dan kategori partisipan.1979. seperti melihat mengetahui. membenci. yaitu proses mental menyangkut manusia klausa mental memiliki paling sedikit satu partisipan manusia. seperti tingkah laku dalam dongeng yang mengisahkan bahwa burung pungguk merindukan bulan. Di samping itu. 2009) 1. Secara semantik.6. 1. Sirkumstan adalah lingkungan tempat proses yang melibatkan partisipan terjadi.7 Definisi Operasional Strukturalisme genetik trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk. seperti klausa Ayah sedang menikmati pagi bersama secangkir kopiyang memaparkan pengalaman mental dengan menikmati dan partisipan ayah. Konteks sosial yang mempengaruhi bahasa ini dalam teori LFS terdiri atas konteks situasi (register)r dan budaya (culture) yang di dalamnya termasuk ideology (ideology). Konteks situasi mengacu kepada kondisi dan lingkungan yang mendampingi atau sedang berlangsung ketika penggunaan bahasa berlangsung atau ketika interaksi antarpemakai bahasa terjadi. Jakarta: Jendela . yakni klausa dengan dua partisipan. Konteks situasi dirinci sebagai terdiri atas tiga subelemen. 2001. emosi. menyadari.memotivasi pengguna atau pemakai bahasa menggunakan struktur tertentu. Terry. yaitu proses (process) partisipan (participant) dan sirkumstan (circumstance). (2) pelibat (tenor) yakni siapa— (who) yang terkait atau terlibat dalam interaksi.2. Proses menunjuk kepada kegiatan atau aktivitas yang terjadi dalam klausa yang menurut tata bahasa tradisional dan formal disebut kata kerja atau verb. dan persepsi yang terjadi dalam diri manusia. Lebih lanjut. dan (3) cara (model) yakni bagaimana— (how) interaksi dilakukan. Eagleton. Jakarta: Depdikbud. 2006:28) menjelaskan bahwa satu unit pengalaman yang sempurna direalisasikan dalam klausa yang terdiri atas tiga unsur.

Pengantar Sosiologi Sastra Dari Strukturalisme Genetik Hingga Post Modernime. Pradopo. Diindonesiakan oleh Dik Hartoko. 2001. ___________1985. dan Wellem. Universitas Pendidikan Indonesia.Pengantar Ilmu Sastra. Terjemahan Melani Budianto. Mieke Bell. Telaah Sastra. ___________1988. Jakarta: Gramedia. Pencarian Jati Diri (Analisa Strukturalisme Genetik Pada Novel Perburuan Karya Pramoedya Ananta Toer) Skripsi. Kualalumpur: Dewan Bahasa dan Kementrian Pendidikan Malaysia. Universitas Sumatera Utara. 2000. Struktur Sosila Kultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Medan Sumardjo. Teori Kesusasteraan. 2009. Rachmad Djoko. Strukturalisme Genetik dan Epistemologi Sastra. 1988. 1983. Daniel Bell Matinya Ideologi. Masyarakat dan Sastra Indonesia. Budaya Minang. Tentang Sastra. Hilangnya Pesona Dunia. 1995. Jakarta: Gramedia. Yakob 1982. Dari Peristiwa ke Imajinasi. 2009. Karya Sastra Sebagai Sumber Makna Pengantar Strukturalisme. Tohari.Faruk. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Ucu. 2009. Metode Kritik. Jakarta: PT. Jakarta: Gramedia. Yogyakarta: Yayasan Untuk Indonesia Fananie. Pengantar Kajian Sastra. Wiyatmi. Luxemburg. Trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk . 2009. 2005. Yogyakarta : Hanindita Junus. Strukturalisme Genetik Asmaraloka. Umar. Zaenuddin. Jabrohim. Rene dan Austin Warren. Yogyakarta : PD Lukman Offset. Metode Penelitian Sastra. Gustap. dan Penerapannya. Jakarta: Gramedia.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar __________1999. Surakarta: Muhammadiyah University Press. Jan Van. Share this:  Twitter  Facebook   MENINGGALKAN KOMENTAR  COMMENTS 0 Berikan Balasan  . 1984. Tesis. 2001. Beberapa Teori Sastra. __________1999. Siti Nurbaya. Yogyakarta: Nur Cahaya. Resepsi Sastra: Sebuah Pengantar. ___________1984. Magelang: Indonesia Tera. Nuswantoro. Bandung Wellek. Ahmad. Sitepu. Gramedia.

penyajian data. Reni Widiantika. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis mengalir (flow model of analysis) yang meliputi tiga komponen yaitu reduksi data. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 29 MARET 2012 SKRIPSI ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN NOVEL “SANG PEMIMPI” Karya Andrea Hirata ABSTRAK Andika Nugroho. Validitas yang digunakan adalah triangulasi teori. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Prosedur penelitian yang dilakukan terdiri atas beberapa tahap yaitu pengumpulan data. Agustus 2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) nilai-nilai pendidikan yang digunakan pengarang dalam novel Sang Pemimpi. Skripsi. . dan membuat laporan penelitian. Candra Novita Hariani. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat.CONTOH MAKALAH dan SKRIPSI ANALISIS NOVEL DAN CERPEN Ada kesalahan di dalam gadget ini KAMIS. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. menganalisis data yang telah diseleksi. ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN NOVEL SANG PEMIMPI KARYA ANDREA HIRATA. Sumber data adalah novel Sang Pemimpi cetakan ke-15 dan artikel-artikel dari internet. penyeleksian data. Metode yang digunakan adalah metodecontent analysis. dan penarikan kesimpulan.

Maka atas terselesaikannya skripsi ini. sehingga dapat menjadi lebih hidup dan menambah variasi serta menghindari hal-hal yang bersifat monoton yang dapat membuat pembaca bosan. yang merupakan persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan. dan hidayah-Nya kepada kita semua. Hanya kepada-Nya kembali segala sanjungan. (b) nilai pendidikan moral yaitu suatu nilai yang menjadi ukuran patut tidaknya manusia bergaul dalam kehidupan bermasyarakat. atau orang. karunia. Keluargaku yang tidak lelah dan bosan memberi motivasi dan dukungan. baik dukungan material maupun dukungan spiritual. 4. Teman-teman kuliah kelas A untuk khususnya teman kelompok Bahasa Indonesia yang senantiasa membantu dan bekerjasama. terutama penulis dan keluarga. Dr. rahmat. Dalam Penyusunan skripsi ini. gagasan. dan atas ridlonya sehingga penulis mampu menyusun skripsi ini dengan baik. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan kesehatan. Universitas Kanjuruhan Malang yang telah membimbing tugas ini hingga selesai. . dalam novel Sang Pemimpi. penulis menyadari tidak dapat bekerja seorang diri melainkan bekerja sama dengan berbagai pihak. 2. Nilai-nilai pendidikan tersebut yaitu: (a) nilai pendidikan religius merupakan sudut pandang yang mengikat manusia dengan Tuhan pencipta alam dan seisinya. Bapak dan Ibu Dosen Program Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah memberikan bekal ilmu kepada penulis. berdasarkan hasil analisis terdiri atas empat nilai. penulis meyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1. (c) nilai pendidikan sosial yaitu suatu kesadaran dan emosi yang relatif lestari terhadap suatu objek. dalam novel Sang Pemimpi. Nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam novel Sang Pemimpi. dalam novel Sang Pemimpi. 3. Gatot Sarmidi Kaprodi Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia. kepada-Nya kami memohon pertolongan dan ampunan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: dalam novel Sang PemimpiAndrea Hirata ingin menyampaikan nilai-nilai pendidikan yang sangat bermanfaat bagi para pembaca dengan menghidupkan isi cerita di dalamnya.

..... viii ..... Malang...7...................... Penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan tugas ini serta tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penulisan skripsi ini............................................................................................................ v KATA PENGANTAR ............. November 2011 Penulis DAFTAR ISI JUDUL .............. Penulis berharap semoga tugas ini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan dunia pendidikan........................... i ABSTRAK ............................................................ Semua pihak yang telah mendukung dan membantu sehingga penulis mampu menyelesaikan tugas ini............................................. khususnya dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia..

............. 40 ....................................................... 35 E....................................................................................... Macam-macam Novel................... Ciri-ciri Novel ......31 D............ xiii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. 1 B........................................ Rumusan Masalah ................... Kerangka Berpikir ........................................................................ 9 3.............................................6 1..................................... Tujuan dari penelitian ………………………………………………............................................................ Manfaat Penelitian ............................................. 4 C......... 5 BAB II KAJIAN TEORITIK A............................................................................... Penelitian Relevan ... Hakikat Novel ...................................................................................... Pengertian Novel .................................................... Macam-macam Nilai Pendidikan.............................................................. Latar Belakang Masalah ............ Bentuk dan Strategi Penelitian ......................................................... 39 C................. 40 E.................................................................................... BAB IV METODE PENELITIAN A............. 37 BAB III TUJUAN A........................ Tempat dan Waktu Penelitian ............................. Tujuan Penelitian . 28 2...........................................................................................29 3.................. xiv BAB I PENDAHULUAN A............................. 9 B...................................................................................................DAFTAR ISI ... Pengertian Pendidikan............................................. Pengertian Nilai ................................ xii DAFTAR TABEL ................................. Teknik Pengumpulan Data . Sumber Data . 28 1..... 40 D... 4 D...................... 39 B...... Hakikat Nilai Pendidikan ....................................................................................................................................... Validitas Data ................................................... x DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................... 6 2...........

.................... Nilai Pendidikan Budaya.................. Sinopsis Novel Sang Pemimpi ........................................................................... 104 B....... Simpulan ........... Implikasi ...................................... 40 2........ 106 DAFTAR PUSTAKA ................... 114 5. 43 3.101 BAB VI SIMPULAN........................................................ 105 C................................................................................ 42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A..........94 2... 111 4....... DAN SARAN A.......................... Analisis Data .................................... 108 3....98 4............... IMPLIKASI................................................................. Prosedur Penelitian................................. Nilai Pendidikan Sosial...... Prosedur Penelitian……………………………………………………44 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1............................................................................... 94 1......................................................................... Model Analisis Mengalir..107 2........... Lain-lain ............................................................. Kerangka Berpikir .... Tokoh-tokoh dalam Novel Sang Pemimpi ..........................................................................F..........................96 3. Biografi Andrea Hirata .............................................................. Saran ............................ Nilai PendidikanReligius............................. Analisis Nilai-nilai Pendidikan dalam Novel Sang Pemimpi . 107 LAMPIRAN DAFTAR GAMBAR Gambar 1.......... Cover Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata…………………..................................................................................................... 40 G........................................................... Nilai Pendidikan Moral.............

Sastra hadir sebagai hasil perenungan pengarang terhadap fenomena yang ada. sehingga nampak seperti sungguh ada dan terjadi. “Di Bawah Lindungan Ka’bah”. dan ”Tenggelamnya Kapal Van der Wijck”. berbagai . Meskipun nilai yang mendasari novel tersebut bersumber dari Islam. Andrea Hirata seolah mengulang kesuksesan sang pujangga Buya Hamka yang karya-karyanya popular hingga ke mancanegara seperti“Merantau Ke Deli”. Latar Belakang Masalah Sastra merupakan wujud gagasan seseorang melalui pandangan terhadap lingkungan sosial yang beraada di sekelilingnya dengan menggunakan bahasa yang indah. Andrea Hirata telah membuat lompatan langkah yang gemilang untuk mengikuti jejak sang legenda Buya Hamka. Sang Pemimpi diterbitkan pertama kali pada Juli 2006. Tingginya apresiasi masyarakat terhadap novel Sang Pemimpi menjadikan novel tersebut masuk dalam jajaran novel psikologi islami pembangun jiwa. Unsur inilah yang akan menyebabkan karya sastra (novel) hadir. Keterpaduan berbagai unsur intrinsik ini akan menjadikan sebuah novel yang sangat bagus. melainkan wujud dari kreativitas pengarang dalam menggali dan mengolah gagasan yang ada dalam pikirannya. Unsur intrinsik sebuah novel adalah unsur yang secara langsung membangun sebuah cerita. bukan hanya sekadar cerita khayal atau angan dari pengarang saja.BAB I PENDAHULUAN A. 2005). Melalui novel kontemporernya yang diperkaya dengan muatan budaya yang Islami. Novel adalah karya fiksi yang dibangun melalui berbagai unsur intrinsiknya. Salah satu bentuk karya sastra adalah novel. Sejak kemunculan novel Sang Pemimpi mendapatkan tanggapan positif dari penikmat sastra. Sastra sebagai karya fiksi memiliki pemahaman yang lebih mendalam. berkarya dan mempunyai fenomena (Badrut Taman Gafas. Unsur-unsur tersebut sengaja dipadukan pengarang dan dibuat mirip dengan dunia yang nyata lengkap dengan peristiwa-peristiwa di dalamnya.

Meskipun kisah yang terjadi dalam novel Sang Pemimpi sudah terjadi sangat lama. kendala. dan kualitas pendidikan” (Ruktin Handayani: 2008). Banyak pengamat sastra yang memberikan penilaian berkaitan dengan suksesnya novelSang Pemimpi. yaitu Harnowo (editor senior dan penulis buku Mengikat Makna) ia mengatakan bahwa. Hal itu seperti tanggapan salah seorang penikmat novel Sang Pemimpi. maka peneliti berminat untuk menganalisis novel Sang Pemimpi. Isi novel Sang Pemimpi menegaskan bahwa keadaan ekonomi bukanlah menjadi hambatan seseorang dalam meraih cita-cita dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai cita-citanya. Ia mengemas novel Sang Pemimpi dengan bahasa yang sederhana imajinatif. yang menjawab inti pertanyaan kita tentang hubungan-hubungan antara gagasan sederhana. Kemiskinan adalah penyakit sosial yang berada dalam ruang lingkup materi sehingga tidak berkaitan dengan kemampuan otak seseorang. Membaca novel Sang Pemimpi membuat pembaca seolah-olah melihat potret nyata kehidupan masyarakat Indonesia. Dia dapat dikatakan mempunyai kemampuan mengolah kata sehingga memesona yang membacanya” (Sang Pemimpi: sampul depan). Analisis terhadap novel Sang Pemimpi peneliti membatasi pada nilai . “kata-kata Andrea berhasil „menyihir‟ jiwaku. seorang sastrawan dan Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya UI Ia menyatakanSang Pemimpi merupakan “Ramuan pengalaman dan imajinasi yang menarik. Cerita novel Sang Pemimpi diperoleh dari mengeksplorasi kisah persahabatan dan pendidikan di Indonesia.kalangan kaum beragama dan berkepercayaan dapat menerimanya tanpa ada perasaan terancam. namun tetap memperhatikan kualitas isi. Berdasarkan latar belakang tersebut. Suksesnya novel Sang Pemimpi disebabkan novel tersebut muncul pada saat yang tepat yaitu pada waktu masyarakat khususnya masyarakat yang merasa mengalami pendidikan yang sama seperti beberapa tokoh yang terdapat dalam novel tersebut. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan yang disampaikan oleh Sapardi Djoko Darmono. akan tetapi pada kenyataannya kisah Sang Pemimpi masih ada di zaman sekarang.

B. hal itu berarti ada nilai-nilai positif yang dapat diambil dan direalisasikan oleh pembaca dalam kehidupan sehari-hari mereka. dan inovatif. hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh beberapa pihak. kreatif. khususnya dalam hal pendidikan. Begitulah paham pertama dalam penilaian karya sastra yang secara tidak langsung disimpulkan dari corak-corak roman Indonesia yang mula-mula. b. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diketahui rumusan masalah yang timbul dalam penelitian ini sebagai berikut. Bagi Pembaca . dengan selesainya penelitian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peneliti untuk semakin aktif menyumbangkan hasil karya ilmiah bagi dunia sastra dan pendidikan. 1.pendidikan. Nilai-nilai pendidikan apa sajakah yang ingin disampaikan oleh Andrea Hirata dalamnovel Sang Pemimpi? D. Bagi Guru Hasil penelitian ini memberikan gambaran bagi guru tentang pendekatan struktural genetik untuk dijadikan pedoman dalam pembelajaran sastra yang menarik. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pradopo (1994: 94) mengungkapkan bahwa suatu karya sastra yang baik adalah yang langsung memberi didikan kepada pembaca tentang budi pekerti dan nilainilai moral. sesungguhnya hal ini telah menyimpang dari hukum-hukum karya sastra sebagai karya seni dan menjadikan karya sastra sebagai alat pendidikan yang langsung sedangkan nilai seninya dijadikan atau dijatuhkan nomor dua. Alasan dipilih dari segi nilai pendidikan karena novel Sang Pemimpi diketahui banyak memberikan inspirasi bagi pembaca. antara lain : a. c. Bagi Peneliti Hasil penelitian ini dapat menjadi jawaban dari masalah yang dirumuskan. Manfaat praktis. ialah memberi pendidikan dan nasihat kepada pembaca. Selain itu.

Hasil penelitian ini bagi pembaca diharapkan dapat lebih memahami isi novel Sang Pemimpi dan mengambil manfaat darinya. Selain itu. BAB II KAJIAN TEORITIK A. d. Pengertian Novel . diharapkan pembaca semakin jeli dalam memilih bahan bacaan (khususnya novel) dengan memilih novel-novel yang mengandung pesan moral yang baik dan dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk sarana pembinaan watak diri pribadi. Hakikat Novel 1. Bagi Peneliti yang Lain Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi maupun bahan pijakan peneliti ain untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam.

2005: 9). yaitu sebuah peristiwa-peristiwa yang secara tidak langsung berhubungan dengan cerita peristiwa yang secara tidak langsung berhubungan dengan cerita yang dimasukkan ke dalam cerita ini. Makin banyak digresi. melainkan yang paling utama ialah digresi. Novel tidak hanya sebagai alat hiburan. yaitu dalam arti jumlah halaman karangan. Sudjiman (1998: 53) mengatakan bahwa novel adalah prosa rekaan yang menyuguhkan tokoh dan menampilkan serangkaian peristiwa serta latar secara tersusun. novel ini baru muncul kemudian (Tarigan. Novel sebagai karya imajinatif mengugkapkan aspek-aspek kemanusiaan yang mendalam dan menyajikannya secara halus. dan kemudian diartikan sebagai „cerita pendek dalam bentuk prosa‟.S. tetapi juga sebagai bentuk seni yang mempelajari dan meneliti segi-segi kehidupan dan nilai-nilai baik buruk (moral) dalam kehidupan ini dan mengarahkan pada pembaca tentang budi pekerti yang luhur.Kata novel berasal dari bahasa Itali novella yang secara harfiah berarti „sebuah barang baru yang kecil‟. Pendapat Tarigan diperkuat dengan pendapat Semi (1993: 32) bahwa novel merupakan karya fiksi yang mengungkapkan aspek-aspek kemanusiaan yang lebih mendalam dan disajikan dengan halus. Saad (dalam Badudu J. (Abrams dalam Nurgiyantoro. novel. dengan roman yang diartikan rancangannya lebih luas mengandung sejarah perkembagan yang biasanya terdiri dari beberapa fragmen dan patut ditinjau kembali. Dalam bahasa Latin kata novel berasalnovellus yang diturunkan pula dari kata noveis yang berarti baru. 1995: 164). Ketiganya dibedakan bukan pada panjang pendeknya cerita. . dan cerpen. makin menjadi luas ceritanya. Novel yang diartikan sebagai memberikan konsentrasi kehidupan yang lebih tegas. 1984 :51) menyatakan nama cerita rekaan untuk ceritacerita dalam bentuk prosa seperti: roman. Dikatakan baru karena dibandingkan dengan jenis-jenis lain.

sedangkan roman atau romansa lebih bersifat puitis. Jassin (dalam Nurgiyantoro. Dengan demikian. pelaku-pelaku mulai dengan waktu muda. Bagi pembaca umum.Batos (dalam Tarigan. tidak mendalam. Novel memungkinkan untuk menampung keseluruhan detail untuk perkembangkan tokoh dan pendeskripsian ruang. pengategorian ini dapat menyadarkan bahwa sebuah fiksi apapun bentuknya diciptakan dengan tujuan tertentu. novel merupakan karya yang bersifat realistis dan mengandung nilai psikologi yang mendalam. tidak berarti bahwa novel tersebut memang sulit. 2000: 6-7). Novel biasanya memungkinkan adanya penyajian secara meluas (expands) tentang tempat atau ruang. Masyarakat tentunya berkaitan dengan dimensi ruang atau tempat. baik itu penokohan maupun unsur-unsur intrinsik lain. Nurgiyantoro (2005: 15) menyatakan. Mencermati pernyataan tersebut. Sejalan dengan Nurgiyantoro. 2005: 16) membatasi novel sebagai suatu cerita yang bermain dalam dunia manusia dan benda yang di sekitar kita. pada kenyataannya banyak novel Indonesia yang digarap secara mendalam. bergerak dari sebuah adegan yang lain dari suatu tempat ke tempat yang lain. Pembaca tidak . Dari penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa novel dan romansa berada dalam kedudukan yang berbeda. sehingga novel dapat berkembang dari sejarah. novel tidaklah sama dengan roman. apalagi jika penulis menceritakan tokoh mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Novel oleh Sayuti (2000: 7) dikategorikan dalam bentuk karya fiksi yang bersifat formal. Ia juga menyatakan. sehingga tidak mengherankan jika keberadaan manusia dalam masyarakat selalu menjadi topik utama (Sayuti. Hendy (1993: 225) mengemukakan bahwa novel merupakan prosa yang terdiri dari serangkaian peristiwa dan latar. sedangkan tokoh dalam masyarakat berkembang dalam dimensi waktu semua itu membutuhkan deskripsi yang mendetail supaya diperoleh suatu keutuhan yang berkesinambungan. Perkembangan dan perjalanan tokoh untuk menemukan karakternya. Pengategorian ini berarti juga bahwa novel yang kita anggap sulit dipahami. Sebagai karya sastra yang termasuk ke dalam karya sastra modern. lebih banyak melukiskan satu saat dari kehidupan seseorang dan lebih mengenai sesuatu episode. pembaca dalam mengapresiasi sastra akan lebih baik. bentuk-bentuk nonfiksi atau dokumen-dokumen. menjadi tua. akan membutuhkan waktu yang lama. penyajian cerita dalam novel dirasa lebih baik. surat-surat. 1995: 164) menyatakan bahwa novel merupakan sebuah roman.

Pembaca hanya akan mendapatkan kesan secara umum dan bagian cerita tertentu yang menarik. Semua yang diuraikan di dalamnya bukanlah dunia sesungguhnya. Membaca sebuah novel yang terlalu panjang yang dapat diselesaikan setelah berulang kali membaca dan setiap kali membaca hanya dapat menyelesaikan beberapa episode akan memaksa pembaca untuk mengingat kembali cerita yang telah dibaca sebelumnya. Dalam sebuah novel. a. Penciptaan karya sastra memerlukan daya imajinasi yang tinggi. Biasanya cerita dalam novel dibagi atas beberapa bagian. Sebagian besar orang membaca sebuah novel hanya ingin menikmati cerita yang disajikan oleh pengarang. 2. namun harus dapat juga diterima oleh nalar. Menurut Junus (1989: 91). karena setiap novel yang diciptakan dengan suatu cara tertentu mempunyai tujuan tertentu pula. . mendefinisikan novel adalah meniru ”dunia kemungkinan”. Sajian cerita lebih panjang dari cerita pendek dan lebih pendek dari roman.mungkin meminta penulis untuk menulis novel dengan gaya yang menurut anggapan pembaca luwes dan dapat dicerna dengan mudah. tetapi kemungkinan-kemungkinan yang secara imajinasi dapat diperkirakan bisa diwujudkan. Tidak semua hasil karya sastra arus ada dalam dunia nyata . si pengarang berusaha semaksimal mungkin untuk mengarahkan pembaca kepada gambaran-gambaran realita kehidupan melalui cerita yang terkandung dalam novel tersebut. Cerita fiktif tidak hanya sebagai cerita khayalan semata. Ciri-ciri Novel Hendy (1993: 225) menyebutkan ciri-ciri novel sebagai berikut. tetapi sebuah imajinasi yang dihasilkan oleh pengarang adalah realitas atau fenomena yang dilihat dan dirasakan. Hal ini menyebabkan pemahaman keseluruhan cerita dari episode ke episode berikutnya akan terputus. Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa novel adalah sebuah cerita fiktif yang berusaha menggambarkan atau melukiskan kehidupan tokoh-tokohnya dengan menggunakan alur.

diambil dari cerita masyarakat yang diolah secara fiksi. Ciri-ciri novel tersebut dapat menarik pembaca atau penikmat karya sastra karena cerita yang terdapat di dalamnya akan menjadikan lebih hidup. sastra populer yang baik banyak mengundang mengidentifikasikan dirinya (Kayam dalam Nurgiyantoro. dan dirangkai dengan beberapa alur penunjang yang bersifat otonom (mempunyai latar tersendiri). d. ia bisa mempunyai beberapa karakter yang berbeda atau tidak tetap. Demikian juga karakter tokoh lainnya. Novel Populer Sastra populer adalah perekam kehidupan dan tidak banyak memperbincangkan kembali kehidupan dalam serba kemungkinan. Tokoh dinamis sebaliknya. Macam-macam Novel Ada beberapa jenis novel dalam sastra. Oleh karena itu.b. Penyajian berita berlandas pada alur pokok atau alur utama yang batang tubuh cerita. Jenis novel mencerminkan keragaman tema dan kreativitas dari sastrawan yang tak lain adalah pengarang novel. Selain itu. Sastra popular menyajikan kembali rekamanrekaman kehidupan dengan tujuan pembaca akan mengenali kembali pengalamannya. Bahan cerita diangkat dari keadaan yang ada dalam masyarakat dengan ramuan fiksi pengarang. serta mempunyai unsur intrinsik dan ekstrinsik. e. 3. pembaca untuk . Nurgiyantoro (2005: 16) membedakan novel menjadi novel serius dan novel popular. Karakter tokoh-tokoh utama dalam novel berbeda-beda. 2005: 18). Tema sebuah novel terdiri atas tema pokok (tema utama) dan tema bawahan yang berfungsi mendukung tema pokok tersebut. Pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri novel adalah cerita yang lebih panjang dari cerita pendek. Tokoh statis adalah tokoh yang digambarkan berwatak tetap sejak awal hingga akhir. a. dalam novel dijumpai pula tokoh statis dan tokoh dinamis. c.

karya sastra yang diremehkan adalah karya sastra yang dianggap populer. Kesusastraan yang dilarang adalah karya-karya yang dianggap menggangu status quo (kekuasaan) seperti yang telah terjadi seperti zaman Balai Pustaka yaitu karya Marco Kartodikromo.menjadi contoh yang terlarang pula. Usaha ini tidak mudah dilakukan karena bersifat riskan. (2) kesusastraan yang dilarang. sastra hiburan. Kesusastraan yang diresmikan (konon) adalah kesusastraan yang sejauh ini banyak dipelajari di pendidikan (tinggi). karya sastra yang dipisahkan adalah karya sastra daerah yang ditulis dalam bahasa daerah. Dalam posisi itu. sebuah novel yang diterbitkan oleh penerbit yang biasa menerbitkan karya sastra yang telah mapan. Langit Makin Mendung. meliputi: (1) kesusastraan yang diresmikan. Banyak remaja khsusnya remaja puti yang mengungkapkan kesamaan kejadian di masa SMA yang mirip dengan yang digambarkan oleh Icha Rahmanti dalam novelnya. Selain dipengaruhi oleh hal subjektif yang muncul dari pengamat. Pada zaman Orde Baru. Adapun pengkategorian novel sebagai novel serius atau novel populer bukanlah menjadi hal baru dalam dunia sastra. Berbicara tentang sastra populer. dan (4) kesusastraan yang dipisahkan. Oleh karena itu. karya tersebut akan dikategorikan . Misalnya. (3) kesusastraan yang diremehkan. sastra populer yang baik banyak mengundang pembaca untuk mengidentifikasikan dirinya. diabsahkan. karya-karya Pramudya Ananta Toer atau kasus cerpen karya Ki Panji Kusmin.Heryanto dalam Salman (2009: 2) mengungkapkan ragam kesusastraan Indonesia. juga banyak faktor dari luar yang menentukan. Hal seperti itu dapat dilihat dari fenomena yang terjadi pada novel Cintapucinokarya Icha Rahmanti yang tahun lalu sempat diliris ke dalam bentuk film. Sementara itu. ia menyajikan kembali rekaan-rekaan kehidupan itu dengan harapan pembaca akan mengenal kembali pengalaman-pengalamannya sehingga merasa terhibur karena seseorang telah menceritakan pengalamannya dan bukan penafsiran tentang emosi itu. Kayam dalam Nurgiyantoro (2005: 18) menyebutkan bahwa sastra populer adalah perekam kehidupan dan tak banyak memperbincangkan kembali kehidupan dalam serba kemungkinan .

novel populer bersifat artifisial. ditarik sebuah simpulan bahwa novel popular adalah cerita yang bisa dibilang tidak terlalu rumit. Hal ini pulalah yang menjadi daya tarik bagi kalangan remaja sebagai kalangan yang paling menggemari novel populer. b. mudah diikuti. mungkin karena novel-novel itu sengaja ditulis untuk ”selera populer” yang kemudian dikenal sebagai ”bacaan populer”. Beracuan dari beberapa pendapat di atas. dan mengikuti selera pembaca. Pada umumnya. seperti motif-motif humor dan heroisme sehingga pembaca merasa tertarik untuk selalu mengikuti kisah ceritanya. Nurgiyantoro juga menjelaskan bahwa novel populer adalah novel yang populer pada masanya dan banyak penggemarnya. Di sisi lain. cepet ketinggalan zaman. karya yang bernilai tinggi. hanya bersifat sementara. novel populer lebih mudah dibaca dan lebih mudah dinikmati karena semata-mata menyampaikan cerita (Stanton dalam Nurgiyantoro 2005: 19). Selera pembaca yang dimaksudkan adalah hal-hal yang berkaitan dengan kegemaran naluriah pembaca. Kayam dalam Nurgiyantoro (2005: 17) menyebutkan kata ”pop” erat diasosiasikan dengan kata ”populer”. Alur cerita yang mudah ditelusuri. Novel populer tidak mengejar efek estetis seperti yang terdapat dalam novel serius. Novel serius harus sanggup memberikan segala .sebagai karya yang serius. Jadilah istilah pop sebagai istilah baru dalam dunia sastra kita. Novel populer juga mempunyai jalan cerita yang menarik. padahal pengamat belum membaca isi novel. dan tidak memaksa orang untuk membacanyasekali lagi seiring dengan munculnya novel-novel baru yang lebih populer pada masa sesudahnya (2005: 18). gaya bahasa yang sangat mengena. fenomena yang diangkat terkesan sangat dekat. khususnya pembaca dikalangan remaja. Novel Serius Novel serius atau yang lebih dikenal dengan sebutan novel sastra merupakan jenis karya sastra yang dianggap pantas dibicarakan dalam sejarah sastra yang bermunculan cenderung mengacu pada novel serius. Novel jenis ini menampilkan masalah yang aktual pada saat novel itu muncul.

sesuatu yang serba mungkin. Novel serius yang bertujuan untuk memberikan hiburan kepada pembaca. hal itu yang disebut makna sastra yang sastra. Hakikat Nilai Pendidikan . roman Romeo Juliet karya William Shakespeare atau karya Sutan Takdir. Novel sastra cenderung menampilkan tema-tema yang lebih serius. jika ingin memahaminya dengan baik diperlukan daya konsentrasi yang tinggi disertai dengan kemauan untuk itu. Nurgiyantoro (2005: 18) mengungkapkan bahwa dalam membaca novel serius. Di dalam novel serius. ditarik sebuah simpulan bahwa novel serius adalah novel yang mengungkapkan sesuatu yang baru dengan cara penyajian yang baru pula. Teks sastra sering mengemukakan sesuatu secara implisit sehingga hal ini bisa dianggap menyibukkan pembaca. Misalnya. Berbeda dengan novel populer yang selalu mengikuti selera pasar. di samping memberikan hiburan juga terimplisit tujuan memberikan pengalaman yang berharga kepada pembaca atau paling tidak mengajak pembaca untuk meresapi dan merenungkan secara lebih sungguh-sungguh tentang permasalahan yang dikemukakan. Justru novel ini mampu bertahan dari waktu ke waktu. Armin Pane. juga mempunyai tujuan memberikan pengalaman yang berharga dan mengajak pembaca untuk meresapi lebih sungguh-sungguh tentang masalah yang dikemukakan. gagasan diolah dengan cara yang khas. Meskipun demikian. Novel jenis ini. Kecenderungan yang muncul pada novel serius memicu sedikitnya pembaca yang berminat pada novel sastra ini. hal ini tidak menyebabkan popularitas novel serius menurun. Hal ini penting mengingat novel serius membutuhkan sesuatu yang baru dan memiliki ciri khas daripada novel-novel yang telah dianggap biasa. novel sastra tidak bersifat mengabdi pada pembaca. Secara singkat disimpulkan bahwa unsur kebaruan sangat diutamakan dalam novel serius. Sebuah novel diharapkan memberi kesan yang mendalam kepada pembacanya dengan teknik yang khas ini. Sanusi Pane yang memunculkan polemik yang muncul pada dekade 30-an yang hingga saat ini masih dianggap relevan dan belum ketinggalan zaman (Nurgiyantoro. 2005:21). B. Beracuan dari pendapat di atas.

manusiawi atau tidak manusiawi. Pengertian Nilai Nilai adalah sesuatu yang berharga. Persahabatan sebagai nilai (positif/ baik) tidak akan berubah esensinya manakala ada pengkhianatan antara dua yang bersahabat. dan berguna bagi manusia. Pada hakikatnya. Sastra sebagai produk kehidupan. atau buruk. menunjukkan kualitas. Sejalan dengan Lasyo. nilai-nilai merupakan abstraksi daripada pengalaman-pengalaman pribadi seseorang dengan sesamanya. tetapi juga nilai-nilai kehidupan manusia dalam arti total. religius atau tidak religius. nilai manusia merupakan landasan atau motivasi dalam segala tingkah laku atau perbuatannya.. benar atau tidak benar. berharga. Menilai oleh Setiadi (2006: 110) dikatakan sebagai kegiatan menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain sehingga diperoleh menjadi suatu keputusan yang menyatakan sesuatu itu berguna atau tidak berguna. baik. Sastra dan tata nilai merupakan dua fenomena sosial yang saling melengkapi dalam hakikat mereka sebagai sesuatu yang eksistensial. Artinya nilai adalah suatu ketetapan yang ada bagaimanapun keadaan di sekitarnya berlangsung. Nilai sebagai kualitas yang independen akan memiliki ketetapan yaitu tidak berubah yang terjadi pada objek yang dikenai nilai. . yaitu menyangkut tentang hal-hal yang bersifat hakki.1. Sedangkan Soekanto (1983: 161) menyatakan. Dari beberapa pendapat tersebut di atas pengertian nilai dapat disimpulkan sebagai sesuatu yang bernilai. bermutu. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. bermutu. dan sebagainya baik yang bertolak dari pengungkapan kembali maupun yang mempeunyai penyodoran konsep baru (Suyitno. filsafat. mengandung nilai-nilai sosial. Lasyo (Setiadi 2006: 117) menyatakan. nilai yang tertinggi selalu berujung pada nilai yang terdalam dan terabstrak bagi manusia. Sastra tidak hanya memasuki ruang serta nilai-nilai kehidupan personal. 1986: 3). Darmodiharjo (dalam Setiadi. 2006: 117) mengungkapkan nilai merupakan sesuatu yang berguna bagi manusia baik jasmani maupun rohani. akan menunjukkan suatu kualitas dan akan berguna bagi kehidupan manusia. religi. berdasarkan jenis tersebutlah nilai ada.

memanusiakan manusia atau proses humanisasi melihat manusia sebagai suatu keseluruhan di dalam eksistensinya. pendidikan berasal dari bahasa Yunani “Paedogogike”. b) hidup. Cerdas bermakna kreatif.435) mengatakan hakikat pendidikan adalah memanusiakan manusia. Indikator terpenting kemajuan suatu bangsa adalah pendidikan dan pengajaran (Ratna. Filosofi hidup ini sangat syarat akan makna individualisme yang artinya mengangkat kehidupan seseorang. karena tidak mungkin dapat mendewasakan anak didik jika pendidiknya sendiri belum dewasa. memanusiakan manusia. dan tujuan hidup. 2005: 449). nilai moral. Dari pernyataan tersebut terdapat tiga unsur pokok dalam pendidikan. dan segala amalan kita akan dipertanggungjawabkan kepadaNya. Pengertian Pendidikan Secara etimologis. Kehormatan itu tentunya tidak lepas dari nilai-nilai luhur yang selalu dipegang umat manusia. memberikan makanan kehidupan berupa semangat. sesuai dengan yang diajarkan agama dan pendidikan. Tilaar (2002. yaitu: a) cerdas. Hakikat pendidikan bertujuan untuk mendewasakan anak didik. Purwanto (1986: 11) menyatakan bahwa pendidikan berarti segala usaha orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan. berarti memiliki ilmu yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan nyata. memiliki filosofi untuk menghargai kehidupan dan melakukan hal-hal yang terbaik untuk kehidupan itu sendiri. 2003: 17). maka seorang pendidik haruslah orang yang dewasa.2. . c) bangsa. Jadi Soedomo Hadi menyimpulkan paedogogike berarti aku membimbing anak. inovatif dan siap mengaplikasikan ilmunya. Eksistensi ini menurut penulis adalah menempatkan kedudukan manusia pada tempatnya yang terhormat dan bermartabat. Pendidikan pada hakikatnya juga berarti mencerdaskan kehidupan bangsa. Hidup itu berarti merenungi bahwa suatu hari kita akan mati. Selanjutnya dikatakan pula bahwa. yang terdiri atas kata “Pais” yang berarti Anak” dan kata “Ago” yang berarti “Aku membimbing” (Hadi. berarti manusia selain sebagai individu juga merupakan makhluk sosial yang membutuhkan keberadaan orang lain. Setiap individu berkewajiban menyumbangkan pengetahuannya untuk masyarakat meningkatkan derajat kemuliaan masyarakat sekitar dengan ilmu.

nilai-nilai pendidikan diarahkan pada pembentukan pribadi manusis sebagai makhluk individu. 2005: 30). dan berbudaya. Jadinya antara pendidikan dan karya sastra (novel) adalah dua hal yang saling berkaitan. 2006: 114). sastra juga berarti alat untuk mendidik (Ratna. lebih tahan lama. religius. Sastra khususnya humaniora sangat berperan penting sebagai media dalam pentransformasian sebuah nilai termasuk halnya nilai pendidikan. yang merupakan karya seni juga memerlukan pertimbangan dan penilaian tentang seninya (Pradopo. Nilai-nilai pendidikan yang tersirat dalam berbagai hal dapat mengembangkan masyarakat dalam berbagai hal dapat mengembangkan masyarakat dengan berbagai dimensinya dan nilai-nilai tersebut mutlak dihayati dan diresapi manusia sebab ia mengarah pada kebaikan dalam berpikir dan bertindak sehingga dapat memajukan budi pekerti serta pikiran/ intelegensinya. sosial.Segala sesuatu yang digunakan untuk mendidik harus yang mengandung nilai didik. Masih menurut Ratna. Berdasarkan dari beberapa pendapat di atas dapat dirumuskan bahwa nilai pendidikan merupakan segala sesuatu yang baik maupun buruk yang berguna bagi kehidupan manusia yang diperoleh melalui proses pengubahan sikap dan tata laku dalam upaya mendewasakan diri manusis melalui upaya pengajaran. Pendidikan pada kahikatnya merupakan upaya membantu peserta didik untuk menyadari nilai-nilai yang dimilikinya dan berupaya memfasilitasi mereka agar terbuka wawasan dan perasaannya untuk memiliki dan meyakini nilai yang lebih hakiki. dan merupakan kebenaran yang dihormati dan diyakini secara sahih sebagai manusia yang beradab (Setiadi. termasuk dalam pemilihan media. . Adler (dalam Arifin. 1993: 12) mengartikan pendidikan sebagai proses dimana seluruh kemampuan manusia dipengaruhi oleh pembiasaan yang baik untuk untuk membantu orang lain dan dirinya sendiri mencapai kebiasaan yang baik. Nilai-nilai pendidikan dapat ditangkap manusia melalui berbagai hal diantaranya melalui pemahaman dan penikmatan sebuah karya sastra. Novel sebagai suatu karya sastra. hampir secara keseluruhan karya sastra merupakan sarana-sarana etika. 2009: 447). lebih jauh dikaitkan dengan pesan dan muatannya. Dihubungkan dengan eksistensi dan kehidupan manusia. Secara etimologis.

Dalam karya sastra akan tersimpan nilai atau pesan yang berisi amanat atau nasihat. Macam-macam Nilai Pendidikan Sastra sebagai hasil kehidupan mengandung nilai-nilai sosial. Baik yang bertolak dari pengungkapan kembali maupun yang merupakan menciptakan terbaru semuanya dirumuskan secara tersurat dan tersirat. Sastra tidak saja lahir karena kejadian. akan tetapi untuk dipahami dan diambil manfaatnya. Dalam karya sastra. Adapun nilai-nilai pendidikan dalam novel sebagai berikut. tetapi juga berkehendak untuk menyampaikan pikiran-pikirannya. Karya sastra diciptakan bukan sekedar untuk dinikmati. a. religi dan sebagainya. Menacari nilai luhur dari karya sastra adalah menentukan kreativitas terhadap hubungan kehidupannya. sehingga manusia mencapai hidup yang lebih baik sebagai makhluk yang dikaruniai oleh akal. dan kesan-kesan perasaannya terhadap sesuatu. tetapi juga dari kesadaran penciptaannya bahwa sastra sebagai sesuatu yang imajinatif. dan hal apa saja yang dijunjung tinggi. Karya sastra tidak sekedar benda mati yang tidak berarti. filosofi. Nilai Pendidikan Religius . Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra yang banyak memberikan penjelasan secara jelas tentang sistem nilai. pendapat-pendapatnya. juga harus melayani misi-misi yang dapat dipertanggungjawabkan serta bertendens. teladan yang patut ditiru sebaliknya. Sastrawan pada waktu menciptakan karyanya tidak saja didorong oleh hasrat untuk menciptakan keindahan. tetapi didalamnya termuat suatu ajaran berupa nilai-nilai hidup dan pesan-pesan luhur yang mampu menambah wawasan manusia dalam memahami kehidupan. pikiran. pandangan hidup mana yang dianut dan dijauhi. berbagai nilai hidup dihadirkan karena hal ini merupakan hal positif yang mampu mendidik manusia. pencipta karya sastra berusaha untuk mempengaruhi pola piker pembaca dan ikut mengkaji tentang baik dan buruk. dan perasaan. untuk dicela bagi yang tidak baik. dll.3. Melalui karyanya. benar mengambil pelajaran. Nilai itu mengungkapkan perbuatan apa yang dipuji dan dicela. fiktif.

kita tidak mengerti hasil-hasil kebudayaanya. Religi tidak hanya menyangkut segi kehidupan secara lahiriah melainkan juga menyangkut keseluruhan diri pribadi manusia secara total dalam integrasinya hubungan ke dalam keesaan Tuhan (Rosyadi. Moral dapat dipandang sebagai tema dalam bentuk yang sederhana. tetapi tidak semua tema merupaka moral (Kenny dalam Nurgiyantoro. Nilai-nilai religious bertujuan untuk mendidik agar manusia lebih baik menurut tuntunan agama dan selalu ingat kepada Tuhan. masyarakat. kecuali bila kita paham akan kepercayaan atau agama yang mengilhaminya. serasi. 1995: 90). Semi (1993: 21) menyatakan. dan . dan bermanfaat bagi orang itu . sehingga tercipta suatu tatanan hubungan manusia dalam masyarakat yang dianggap baik. Nilai moral yang terkandung dalam karya sastra bertujuan untuk mendidik manusia agar mengenal nilai-nilai etika merupakan nilai baik buruk suatu perbuatan. Religi lebih pada hati. Kehadiran unsur religi dalam sastra adalah sebuah keberadaan sastra itu sendiri (Nurgiyantoro. lingkungan. 2005: 326). Nilai Pendidikan Moral Moral merupakan sesuatu yang igin disampaikan pengarang kepada pembaca.Religi merupakan suatu kesadaran yang menggejala secara mendalam dalam lubuk hati manusia sebagai human nature. Moral merupakan pandangan pengarang tentang nilai-nilai kebenaran dan pandangan itu yang ingin disampaikan kepada pembaca. kita batu memahami jiwa suatu masyarakat bila kita memahami agamanya. nurani. Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa Nilai religius yang merupakan nilai keohanian tertinggi dan mutlak serta bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia. dan apa yang harus dikerjakan. dan pribadi manusia itu sendiri. 2005: 320). merupakan makna yang terkandung dalam karya sastra. makna yang disaratkan lewat cerita. b. Semi (1993: 21) juga menambahkan. agama merupakan kunci sejarah. moral merupakan kemampuan seseorang membedakan antara yang baik dan yang buruk. apa yang harus dihindari. Nilai-nilai religius yang terkandung dalam karya sastra dimaksudkan agar penikmat karya tersebut mendapatkan renungan-renungan batin dalam kehidupan yang bersumber pada nilai-nilai agama. Nilai-nilai religius dalam sastra bersifat individual dan personal. Hasbull (2005:194) menyatakan bahwa.

Nilai sosial yang ada dalam karya sastra dapat dilihat dari cerminan kehidupan masyarakat yang diinterpretasikan (Rosyadi. c. yaitu nilai yang menangani kelakuan baik atau buruk dari manusia. Untuk karya menjunjung tinggi budi pekerti dan nilai susila. dan hubungan sosial bermasyarakat antar individu. 1995: 80). dan berperan penting untuk mendorong dan mengarahkan individu agar berbuat sesuai norma yang berlaku. Nilai pendidikan sosial akan menjadikan manusia sadar akan pentingnya kehidupan berkelompok dalam ikatan kekeluargaan antara satu individu dengan individu lainnya. pengendalian diri adalah sesuatu yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan masyarakat. Nilai Pendidikan Sosial Kata “sosial” berarti hal-hal yang berkenaan dengan masyarakat/ kepentingan umum. dan menghadapi situasi tertentu juga termasuk dalam nilai sosial. Bagaimana seseorang harus bersikap. Nilai sosial mengacu pada hubungan individu dengan individu yang lain dalam sebuah masyarakat. bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah.moral selalu berhubungan dengan nilai. Nilai moral inilah yang lebih terkait dengan tingkah laku kehidupan kita sehari-hari. Dalam masyarakat Indonesia yang sangat beraneka ragam coraknya. Sejalan dengan tersebut nilai sosial dapat diartikan sebagai landasan bagi masyarakat untuk merumuskan apa yang benar dan penting. Uzey (2009: 2) berpendapat bahwa nilai moral adalah suatu bagian dari nilai. Uzey (2009: 7) juga berpendapat bahwa nilai sosial mengacu pada pertimbangan terhadap suatu tindakan benda. memiliki ciri-ciri tersendiri. Nilai sosial merupakan hikmah yang dapat diambil dari perilaku sosial dan tata cara hidup sosial. tetapi tidak semua nilai adalah nilai moral.alam sekitar. Moral berhubungan dengan kelakuan atau tindakan manusia. cara berpikir. Dapat disimpulkan bahwa nilai pendidikan moral menunjukkan peraturan-peraturan tingkah laku dan adat istiadat dari seorang individu dari suatu kelompok yang meliputi perilaku. Perilaku sosial brupa sikap seseorang terhadap peristiwa yang terjadi di sekitarnya yang ada hubungannya dengan orang lain. cara untuk mengambil keputusan apakah .

diterima. Karena itu. . namun dihayati secara bersama. Sistem nilai budaya terdiri dari konsepsi-konsepsi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat. Nilai Pendidikan Budaya Nilai-nilai budaya menurut Rosyadi (1995:74) merupakan sesuatu yang dianggap baik dan berharga oleh suatu kelompok masyarakat atau suku bangsa yang belum tentu dipandang baik pula oleh kelompok masyarakat atau suku bangsa lain sebab nolai budaya membatasi dan memberikan karakteristik pada sutu masyarakat dan kebudayaannya. sebagai intinya ia akan mempengaruhi dan menata elemen-elemen yang berada pada struktur permukaan dari kehidupan manusia yang meliputi perilaku sebagai kesatuan gejala dan benda-benda sebagai kesatuan material. Dapat disimpulkan dari pendapat tersebut sistem nilai budaya menempatkan pada posisi sentral dan penting dalam kerangka suatu kebudayaan yang sifatnya abstrak dan hanya dapat diungkapkan atau dinyatakan melalui pengamatan pada gejala-gejala yang lebih nyata seperti tingkah laku dan benda-benda material sebagai hasil dari penuangan konsep-konsep nilai melalui tindakan berpola. dan nilai ketuhanan. keindahan. Makna itu akan bersifat intersubyektif karena ditumbuh-kembangkan secara individual. Jadi nilai sosial dapat disimpulkan sebagai kumpulan sikap dan perasaan yang diwujudkan melalui perilaku yang mempengaruhi perilaku seseorang yang memiliki nilai tersebut. mengenai hal-hal yang harus mereka anggap amat bernilai dalam hidup. Nilai sosial merupakan sikap-sikap dan perasaan yang diterima secara luas oleh masyarakat dan merupakan dasar untuk merumuskan apa yang benar dan apa yang penting. suatu sisitem nilai budaya biasanya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia. Sistem nilai budaya merupakan inti kebudayaan. dan sukar diganti dengan nilai budaya lain dalam waktu singkat. hidup dan berakar dalam alam pikiran masyarakat. Adapun nilai-nilai budaya yang terkandung dalam novel dapat diketahui melalui penelaahan terhadap karakteristik dan perilaku tokoh-tokoh dalam cerita. d.sesuatu yang bernilai itu memiliki kebenaran. dan disetujui oleh masyarakat hingga menjadi latar budaya yang terpadu bagi fenomena yang digambarkan. Uzey (2009: 1) berpendapat mengenai pemahaman tentang nilai budaya dalam kehidupan manusia diperoleh karena manusia memaknai ruang dan waktu. Nilai budaya merupakan tingkat yang paling abstrak dari adat.

Nilai pendidikan yang digunakan adalah nilai religius. metafora. simile. b) Tidak ditemukan gaya bahasa penegasan. pleonasme. (3) Gaya Bahasa sindiran (satire). dan sosial. ellipsis. yaitu: a) Penyesuaiaan konsep yang menjadi dasar penulisan kain rentang . parifrasis. 2) Alasan penggunaan gaya bahasa pada kain rentang kampanye 2004. c) Gaya bahasa yang sering digunakan dalam kain rentang kampanye 2004 adalah eufemisme dan epitet. satire. sedangkan dalam karya ilmiah penulis juga ditemukan nilai budaya. epitet. Triyatmi dalam penetian berjudul “Kajian Gaya Bahasa dalam Kain Rentang Kampanye Pemilu 2004” penelitian ini disimpulkan: 1) Gaya bahasa yang digunakan dalam kain rentang kampanye 2004. Perbedaannya adalah terdapat dalam simpulan penelitian. paradoks. calon presiden. antitesis. repetisi. tautologi. anaphora. asidenton. alusio. nilai moral. epizeukis.D. hiperbola. anadipsis. untuk memperjelas makna kata. sinekdoke. Persamaan karya ilmiah Ririh Yuli Atminingsih dengan penulis yaitu sama-sama mengkaji gaya bahasa dan nilai pendidikan dengan judul novel yang berbeda. Penelitian Relevan Hasil Penelitian sebelumnya yang relevan dan dapat dijadikan acuan serta masukan pada penelitian ini adalah: 1. personifikasi. hipalase. baik kampanye legislative. (2) Gaya bahasa perulangan. moral. untuk menunjukkan kreativitas seni dalam bentuk bahasa. metonomia. untuk menampilkan variasi dan gaya yang berbeda dengan karangan novel lain. ironi. epitet. sinekdoke pars prototo. untuk memberikan kesan keindahan pada novel. innuendo. tautotes. hiperbola. 2. untuk membangkitkan inajinasi pembaca. Karya ilmiah Ririh dalam simpulannya terdapat nilai religious. Ririh juga menyatakan alasan pengarang menggunakan gaya bahasa pada novel Laskar Pelangi adalah untuk mengungkapkan ekspresi jiwa atau perasaan tertentu. Ririh Yuli Atminingsih dalam penelitian berjudul “Analisis Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata”. (4) Gaya bahasa pertentangan (oksimoron). dan nilai sosial. sinekdoke totum pro parte. meliputi anaphora dan aliterasi. eponim. Dalam kesimpulannya gaya bahasa yang digunakan dalam Novel Laskar Pelangi antara lain: personifikasi. koreksio. pertanyaan retoris. dan calon wakil presiden sebagai berikut: a) Empat jenis gaya bahasa yang digunakan: (1) Gaya bahasa perbandingan meliputi eufemisme. dan asosiasi. simile. antonomasia.

dan budaya.oleh masing-masing tim sukses partai. E. b) Kain rentang yang dibuat merupakan salah satu media publikasi yang digunakan untuk sosialisasi program kerja partai yang bersangkutan. . sedangkan yang dikaji penulis objek penelitiannya adalah novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. c) Bahasa yang sederhana. Kerangka Berpikir Dalam novel Sang Pemimpi terdapat segi yang akan penulis analisis dari nilai-nilai pendidikan yang terdapat di dalamnya. Endang Lindarti dalam penelitian berjudul “Analisis Struktur dan Nilai Pendidikan dalam Cerita Rakyat di Kabupaten Karanganyar”. sosial. perbedaannya terdapat pada objek yang dikaji. Supaya lebih jelas dapat dilihat pada skema kerangka berpikir berikut. yaitu: nilai pendidikan moral. dan meyakinkan merupakan media yang mudah diingat dan menarik perhatian massa calon pemilih. sedangkan penulis objek yang diteliti adalah novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam novelSang Pemimpi meliputi empat macam nilai pendidikan. Perbedaannya adalah objek yang diteliti. Simpulan yang ditulisnya yaitu antarsastra dan nilai kehidupan terdapat interaksi yang kuat. tetapi dalam simpulan karya ilmiah Triyatmi tidak ditemukan gaya bahasa penegasan. sosial. religius. dan budaya. Dalam cerita rakyat tersebut. sosial. nilai didik yang terkandung adalah nilai moral. religi. religius. simpatik. Obyek yang dikaji dalam penelitian Endang Lindiarti adalah cerita rakyat di Kabupaten Karanganyar. Objek yang diteliti Triyatmi adalah kain rentang kampanye pemilu 2004. Persamaan karya ilmiah Triyatmi dengan penulis yaitu sama-sama mengkaji gaya bahasa. Persamaan karya ilmiah Endang Lindiarti dengan penulis yaitu sama-sama di dalam penelitiannya terdapat simpulan yang mengandung unsur nilai moral. Semua nilai yang ditemukan tersebut akan dapat bermanfaat bagi para pembaca novel Sang Pemimpi. Jadi antara nilai sastra dan nilai-nilai didik merupakan dua fenomena sosial yang saling melengkapi dalam kehadirannya dalam karya sastra sebagai suatu yang penting. dan budaya. 3.

.BAB III TUJUAN Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini sebagai Menyebutkan dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan yang digunakan pengarang dalam novel Sang Pemimpi.

mencatat kalimat-kalimat yang menyatakan pemakaian gaya bahasa dan nilai pendidikan. Dalam mendapatkan data. B. Teknik Pengumpulan Data Teknik pegumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik catat. Sumber Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen. dalam penelitian ini dokumen yang dimaksud adalah novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. kemudian menganalisis dan menafsirkan data yang ada. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian tidak terikat pada satu tempat karena objek yang dikaji berupa naskah (teks) sastra. D. dalam penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi. Penelitian ini mendeskripsikan atau menggambarkan apa yang menjadi masalah. Dokumen yang digunakan adalah novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata cetakan ke-15 yang diterbitkan oleh penerbitan Bentang Yogyakarta tahun 2008.BAB IV METODOLOGI PENELITIAN A. Penelitian ini bukan penelitian yang analisisnya bersifat statis melainkan sebuah analisis yang dinamis yang dapat terus dikembangkan. Bentuk dan Strategi Penelitian Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode content analysisatau analisis isi. Validitas Data Validitas atau keabsahan data merupakan kebenaran data dari proses penelitian. Adapun langkah-langkah dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut: membaca novel Sang Pemimpi secara berulang-ulang. Metode content analysisatau analisis isi yang digunakan untuk menelaah isi dari suatu dokumen. C. yaitu novel Sang Pemimpi. karena data-datanya berupa teks. Adapun . E.

sampai akhir laporan.triangulasi yang digunakan adalah triangulasi teori. Reduksi data Pada langkah ini data yang diperolah dicatat dalam uraian yang terperinci. Sajian data Pada langkah ini. Data-data tersebut kemudian dianalisis sehingga diperoleh deskripsi tentang gaya bahasa yang digunakan. kejelasan makna dari gaya bahasa tersebut dan nilai pendidikannya. saat penelitian berlangsung. kemudian dilakukan penyederhanaan data. Masa Pengumpulan Data . yang meliputi tiga komponen. Data-data yang dipilih hanya data yang berkaitan dengan masalah yang akan dianalisis. 3. F. Adapun model analisis mengalir jika digambarkan adalah sebagai berikut. dan 3) penarikan simpulan. Penjelasannya sebagai berikut. Dari data-data yang sudah dicatat tersebut. data-data yang sudah ditetapkan kemudian disusun secara teratur dan terperinci agar mudah dipahami. Penarikan simpulan/ verifikasi Pada tahap ini dibuat kesimpulan tentang hasil dari data yang diperoleh sejak awal penelitian. 2) penyajian data. 2. Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model analisis mengalir. Analisis model mengalir mempunyai tiga komponen yang saling terjalin dengan baik. yaitu 1) reduksi data. 1. dalam hal ini tentang gaya bahasa dan nilai pendidikan yang terdapat di dalam novel Sang Pemimpi. yaitu sebelum. yaitu secara penelitian terhadap topik yang sama dengan menggunakan teori yang berbeda dalam menganalisa data. selama dan sesudah pelaksanaan pengumpulan data. Ketiga komponen tersebut saling berkaitan dan dilakukan secara terus-menerus mulai dari awal. Informasi-informasi yang pengacu pada permasalahan itulah yang menjadi data dalam penelitian ini. Kesimpulan ini masih memerlukan adanya verifikasi (penelitian kembali tentang kebenaran laporan) sehingga hasil yang diperoleh benar-benar valid.

disajikan dan diperbanyak. & Huberman. A. Laporan penelitian merupakan tahap akhir dari serangkaian proses. merupakan tahap penyampaian data-data yang telah dianalisis. 1992: 18) G. 4. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang dilakukan peneliti terdiri dari beberapa tahap sebagai berikut. 2. Kemudian dilakukan konsultasi dengan pembimbing. Pengumpulan data Pada tahap ini peneliti mengumpulkan data berupa kutipan-kutipan yang menunjukkan penggambaran nilai pendidikan dan pemakaian gaya bahasa dari novel Sang Pemimpi. kemudian diseleksi serta dipilah-pilah mana saja yang akan dianalisis. Lebih jelasnya dapat dilihat pada skema prosedur penelitian berikut: Pengumpulan data Membuat laporan Analisis data Penyeleksian data . Menganalisis data yang telah diseleksi. Penyeleksian data Data-data yang telah dikumpulkan. dirumuskan. Mattew B.REDUKSI DATA Selama Pasca Antisipasi PENYAJIAN DATA ANALISIS Selama Pasca PENARIKAN KESIMPULAN/VERIFIKASI Selama Pasca Gambar 2. Tulisan yang sudah baik disusun menjadi laporan penelitian. 1. Membuat laporan penelitian. dan ditarik kesimpulan. 3. Michael. Model Analisis Mengalir (Miles.

Nilai Pendidikan Religius Nilai religius merupakan sudut pandang yang mengikat manusia dengan Tuhan pencipta alam dan seisinya. “Jimbron adalah seorang yang membuat kami takjub dengan tiga macam keheranan. sesama manusia maupun makhluk lain. pendeta berdarah Itali itu tak sedikit pun bermaksud mengonversi keyakinan Jimbron. Berbicara tentang hubungan manusia dan Tuhan tidak terlepas dari pembahasan agama. Beliau malah tak pernah telat jika mengantarkan Jimbron mengaji ke masjid” (SP. Agama merupakan pegangan hidup bagi manusia. kedinamisan hidup. walaupun dia hidup di lingkungan agama yang berbeda. tapi kami memanggilnya Pendeta Geovany. dengan demikian manusia bisa hidup harmonis dalam hubungannnya dengan Tuhan. kami heran karena kalau mengaji.Gambar 3. Melalui agama. Sebetulnya beliau adalah seorang pastor karena beliau seorang Katolik. ternukti bahwa Jimbron sebagai anak angkatnya justru malah setiap harinya diantar mengaji dan tidak sedikit pun . Rupanya setelah sebatang kara seperti Arai ia menjadi anak asuh sang pendeta. tidak sombong dan tidak angkuh pada sesama. 61) Di lihat dari kutipan di atas. Tokoh Jimbron dalam novel Sang Pemimpimencerminkan tokoh yang taat beragama dengan mengaji setiap harinya. Manusia menjadi saling mencintai dan menghormati. ia selalu diantar seorang pendeta. Pendeta Geovany dalam kutipan di atas adalah sosok yang penyayang dan menghormati manusia lain yang beda agama. yaitu agama Katolik. manusia pun dapat mempertahankan keutuhan masyarakat agar hidup dalam pola kemasyarakatan yang telah tetap sekaligus menuntun untuk meraih masa depan yang lebih baik. Analisis Nilai-nilai Pendidikan dalam Novel Sang Pemimpi 1. Penamaan nilai religius yang tinggi mampu menumbuhkan sikap sabar. Seperti dalam kutipan di bawah ini. Namun. Agama dapat pula bertindak sebagai pemacu faktor kreatif. dan perangsang atau pemberi makna kehidupan. Skema Prosedur Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pertama.

bermaksud mengonversi keyakinan Jimbron. Pars pro toto adalah gaya bahasa yang melukiskan sebagian dari keseluruhan. cukup beralasan apabila sastra dapat berfungsi sebagai peneguh batin pembaca dalam menjalankan keyakinan agamanya. berarti kata tersebut dalam kutipan di atas yang hidup sebatang kara yang dimaksud adalah Jimbron. Kutipan di atas mempunyai kandungan nilai pendidikan religius karena secara jelas disampaikan penulis melalui gaya bahasa hipalase yaitu gaya bahasa yang menggunakan kata tertentu untuk menerangkan sesuata. Seperti yang tergambar dalam tokoh Arai di bawah ini. Arai melantunkan ayat-ayat suci Al Quran di bawah temaram lampu minyak dan saat itu seisi rumah kami terdiam. Beliau malah tak pernah telat jika mengantarkan Jimbron mengaji ke masjid. Oleh karena itu. Sebuah karya sastra yang mengangkat sebuah kemanusiaan yang berdasarkan kebenaran akan menggugah hati nurani dan akan memberikan kemungkinan pertimbangan baru pada diri penikmatnya. “Setiap habis maghrib. Jika setiap manusia akan saling menghormati dalam menjalankan agamanya. Orang yang taat pada perintah agama. hal itu terbukti bahwa setiap habis maghrib dia selalu membacakan ayatayat suci Al Quran dengan kesadarannya sendiri. Nilai religius akan menanamkan sikap manusia untuk tunduk dan taat kepada Tuhan atau dalam keseharian kita kenal dengan takwa. maka hubungan yang harmonis akan terjalin dan akan menjadikan hidup manusia menjadi tenteram dan bahagia karena nilai religius merupakan keterkaitan antarmanusia dengan Tuhan sebagai sumber ketentraman dan kebahagiaan di dunia.”(SP. namun kata tersebut tidak tepat bagi kata yang . hanya hidup seorang diri tanpa ada keluarga di dekatnya. 33) Perilaku Arai dalam kesehariannya mencerminkan seorang muslim. tanpa diperintah siapapun. Kutipan di atas mempunyai kandungan nilai pendidikan religius karena secara jelas disampaikan penulis melalui gaya bahasa pars pro toto yang terlihat pada kata “sebatang kara” yang berarti tidak punya siapa-siapa.

”(SP. Jelas WC yang keran airnya mampet. demikian juga jika disiplin dijalankan pada pekerjaan lainnya dan tanpa memandang siapa yang berperan dalam melakukan Perbuatan disiplin tersebut. walaupun orang lain yang kena dampak dari ulah mereka. Mereka yang menggunakan tidak menghiraukan walaupun agama sudah mengajarkan kebersihan adalah sebagian dari iman. yaitu suatu nilai yang menjadi ukuran patut tidaknya manusia bergaul dalam kehidupan bermasyarakat.diterangkan. mereka menghinakan dirinya sendiri dihadapan agama Allah yang mengajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. nekat menggunakannya jika panggilan alam itu tak tertahankan. Seperti halnya jika dalam agama. Sikap disiplin tidak hanya dilakukan dalam hal beribadah saja. seorang hamba jika menjalankan shalat tepat waktu akan mendapat pahala lebih banyak. malah masih digunakan. Moral merupakan tingkah laku atau perbuatan manusia yang dipandang dari nilai individu itu berada. Apalagi yang menggunakannya adalah para intelek muda yang dasar pendidikannya ada. Hal tersebut dapat dilihat pada kalimat “seisi rumah kami terdiam”. Dan kamilah yang menaanggung semua kebejatan moral mereka. . Pendidikan moral sangat penting untuk mendidik manusia yang belum benar tapi merasa sudah benar. khususnya para penerus bangsa (siswa). Nilai Pendidikan Moral Nilai moral sering disamakan dengan nilai etika. Tapi manusiamanusia cacing. tetapi dalam segala hal. 2. sikap yang penuh dengan kedisiplinan akan menghasilkan kebaikan. Seperti pada kutipan berikut mengandung nilai moral yang sangat penting. para intelektual muda SMA Negeri Bukan Main yang tempurung otaknya telah pindah ke dengkul. Mereka yang melakukan justru malah tidak merasa bersalah. Dengan hanya berbekal segayung air saat memasuki tempat sakral itu. “WC ini sudah hampir setahun diabaikan karena keran air yang mampet. 130) Kutipan di atas sangat tidak pantas dijadikan contoh bagi masyarakat. yang dimaksud dalam kalimat kalimat tersebut adalah anggota keluarga Arai.

Kalimat tersebut mempunyai arti menyindir seseorang yang mempunyai kelakuan tidak baik seandainya menyalonkan menjadi ketua. Pengembangan nilai moral sangat penting supaya manusia memahami dan menghayati etika ketika berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat. Hal itu dapat dilihat dari kalimat “bagaimana kalau bajingan itu jadi ketua!!??”. supaya moral manusia yang lain tidak ikut tercemar. Adapun nilai yang dimaksud dalam konteks tersebut menyangkut baik dan buruk yang diterima umum mengenai perbuatan. Moral juga dapat dikatakan sebagai ajaran kesusilaan . WESEL DARI IBUNYA DIPAKAINYA UNTUK MAIN JUDI BUNTUT!!!”(SP. 168) Kutipan di atas terlihat jelas mengandung nilai pendidikan moral melalui penggunakan gaya bahasa antifrasis yaitu gaya bahasa sindiran yang mempergunakan kata-kata yang bermakna kebalikannya dan bernada ironis. 168) “ITULAH KALAU KAU MAU TAHU TABIAT PEMIMPIN ZAMAN SEKARANG. Hal tersebut perlu diubah. sikap.Kutipan di atas mempunyai kandungan nilai pendidikan moral karena secara jelas disampaikan penulis melalui gaya bahasa sarkasme yaitu gaya bahasa sindiran yang paling kasar dalam pengungkapannnya. dan tercipta suasana yang harmonis. maka tidak bisa dibayangkan anak buahnya akan seperti apa. dengan demikian akan terwujud perasaan saling hormat. Kedua kutipan di atas mengandung makna tersirat nilai moral. Hal tersebut terlihat dalam kutipan berikut ini: “ LAIN KALI MENCALONKAN DIRINYA JADI BUPATI!! PASANG HURUF H BESAR DI DEPAN NAMANYA. dan kewajiban. Pemahaman dan penghayatan nilai-nilai etika mampu menempatkan manusia sesuai kapasitasnya. karena tercantum jelas bahwa bupati yaitu pemimpin sekarang kelakuannya sudah tidak jujur dan menghalalkan segala cara hanya demi merebut kursi kepemimpinannya. saling sayang. Hal itu dapat dilihat pada kalimat “tempurung otaknya telah pindah ke dengkul”. BAGAIMANA KALAU BAJINGAN SEPERTI ITU JADI KETUA!!??”(SP. Arti dari kalimat tersebut adalah orang yang berbuaat seenaknya sendiri tanpa peduli aturan dan etika. BOI!! BARU MENCALONKAN DIRI SUDAH JADI PENIPU. MENGAKU DIRINYA HAJI???!! PADAHAL AKU TAHU KELAKUANNYA!! WAKTU JADI MAHASISWA.

yang dapat ditarik dari suatu rangkaian cerita karena karya sastra itu menyajikan,
mendukung, dan menghargai nilai-nilai kehidupan yang berlaku.

3. Nilai Pendidikan Sosial
Nilai sosial merupakan hikmah yang dapat diambil dari perilaku sosial dan tata cara
hidup sosial. Suatu kesadaran dan emosi yang relatif lestari terhadap suatu objek, gagasan,
atau orang juga termasuk di dalamnya. Karya sastra berkaitan erat dengan nilai sosial,
karena karya sastra dapat pula bersumber dari kenyataan-kenyataan yang terjadi di dalam
masyarakat. Nilai sosial mencakup kebutuhan hidup bersama, seperti kasih sayang,
kepercayaan, pengakuan, dan penghargaan. Nilai sosial yang dimaksud adalah kepedulian
terhadap lingkungan sekitar. Kepedulian tersebut dapat berupa perhatian maupun berupa
kritik. Kritik tersebut dilatar belakangi oleh dorongan untuk memprotes ketidakadilan yang
dilihat, didengar maupun yang dialaminya, seperti yang terdapat dalam kutipan berikut.
“Aku ingin menyelamatkan Jimbron walaupun benci setengah mati pada Arai. Aku dan Arai
menopang

Jimbron

dan

beruntung

kami

berada

dalam

labirin

gang

yang

membingungkan.”(SP, 15)

Kutipan di atas dapat di jelaskan bahwa walaupun Ikal sangat benci kepada Arai tapi
jiwa penolongnya kepada Jimbron masih tetap ada dalam dirinya, karena dia merasa walau
bagaimanapun mereka adalah bersaudara. Kutipan di atas secara jelas megandung nilai
pendidikan sosial melalui penggunakan gaya bahasa hiperbola yaitu gaya bahasa yang
mengandung suatu pernyataan yang berlebihan, misalnya membesar-besarkan suatu hal
dari yang sesungguhnya. Hal itu dapat dilihat dari ungkapan “benci setengah mati” yang
mempunyai arti sangat membenci.

Nilai sosial berkenaan dengan kemanusiaan dan mengembangkan kehidupan
bersama, seperti kasih sayang, penghargaan, kerja sama, perlindungan, dan sifat-sifat yang
ditujukan untuk kepentingan kemanusiaan lainnya yang merupakan kebiasaan yang
diwariskan secara turun temurun. Seperti yang tercermin pada kutipan di bawah ini.

“Aku membantu membawa buku-bukunya dan kami meninggalkan gubuk berdinding lelak
beratap daun itu dengan membiarka pintu dan jendela-jendelanya terbuka karena dipastikan
tak kan ada siapa-siapa untuk mengambil apapun.”(SP, 25)

Beberapa hari setelah ayahnya meninggal Ikal dan ayahnya menjemput Arai untuk di
bawa ke rumahnya. Arai dan Ikal sebenarnya adalah masih saudara. Pada waktu
menjemput Arai, Ikal membantu Arai untuk membawakan buku-bukunya yang masih perlu di
bawa.

Kutipan di atas dapat didlihat secara jelas mengandung nilai pendidikan sosial
melalui penggunakan gaya bahasa alegori yaitu gaya bahasa yang bertautan satu dengan
yang lainnya dalam kesatuan yang utuh. Hal tersebut dapat dilihat dari kata “membawa”,
“meninggalkan”, dan “membiarkan. Kata itu mempunyai pertautan dalam satu kutipan.

Nilai sosial juga berupa hikmah yang dapat diambil dari perilaku sosial dan tata cara
hidup sosial. Nilai dalam karya sastra, nilai sosial dapat dilihat dari cerminan kehidupan
masyarakat yang diinterpretasikan sehingga diharapkan mampu memberikan peningkatan
kepekaan rasa kemanusiaan. Cerminan tersebut dapat dilihat dari kutipan di bawah ini.
“Aku tersenyum tapi tangisku tak reda karena seperti mekanika gerak balik helikopter purba
ini, Arai telah memutar balikkan logikasentimental ini. Ia justru berusaha menghiburku pada
saat aku seharusnya menghiburnya. Dadaku sesak.”(SP, 28)

Kutipan di atas menggunakan gaya bahasa paradoks yaitu gaya bahasa yang bertentangan
dalam satu kalimat. Sepintas lalu hal tersebut tidak masuk akal. Hal itu dapat dilihat dari
kalimat “aku tersenyum tapi tangisku tak reda”. Kalimat tersebut mempunyai arti Ikal masih
bisa tersenyum ketika dia menangis.

Tokoh Ikal yang seharusnya menghibur Arai ketika ia mendapat musibah ternyata
malah berputar terbalik. Justru Arai yang berusaha menghibur Ikal supaya dia tersenyum,
itulah sosok Arai yang tidak mudah ditebak. Sikap Arai yang peduli terhadap orang lain juga
dapat dilihat dari kutipan di bawah ini.

“Arai menyerahkan karung-karung kami pada Mak Cik. Beliau terkaget-kaget. Lalu aku
tertegun mendengar rencana Arai, dengan bahan itu dimintanya Mak Cik membuat kue dan
kami yang akan menjualnya. Mulai sekarang Mak Cik mempunyai penghasilan! Seru Arai
bersemangat.”(SP, 51)
Kutipan di atas menggunakan gaya bahasa hiperbola yaitu gaya bahasa yang
mengandung suatu pernyataan berlebihan. Hal itu dapat dilihat pada kalimat “beliau
terkaget-kaget” dan kalimat tersebut mempunyai arti yaitu sangat terkejut.

Arai tidak tega melihat Mak Cik yang hidup kesusahan. Dia juga menyuruh Arai untuk
memecah celengannya untuk menolong Mak Cik. Cara mereka dengan membelikan bahanbahan untuk membuat kue supaya beliau bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

Sifat membalas budi atas kebaikan orang lain pada nilai sosial sangatlah penting.
Sifat tersebut juga bertujuan untuk membangun sikap saling peduli dan saling peka antar
sesama. Sifat tersebut tersirat dalam kutipan di bawah ini.
“Aku ingin membahagiakan Arai. Aku ingin berbuat sesuatu seperti yang ia lakukan pada
Jimbron. Seperti yang selalu ia lakukan padaku. Aku sering melihat sepatuku yang
menganga seperti buaya berjemur tahu-tahu sudah rekat kembali, Arai diam-diam
memakunya. Aku juga selalu heran melihat kancing bajuku yang lepas tiba-tiba lengkap
kembali, tanpa banyak cincong Arai menjahitnya. Jika terbangun malam-malam, aku sering
mendapatiku telah berselimut, Arai menyelimutiku. Belum terhitung kebaikannya waktu ia
membelaku dalam perkara rambut belah tengah toni Koeswoyo saat aku masih SD dulu.
Bertahun lewat taoi aku tak kan lupa Rai, akan kubalas kebaikanmu yang tak terucapkan itu,
jasamu yang tak kenal pamrih itu, ketulusanmu yang tak kasatmata itu.”(SP, 186)

Kutipan di atas menggunakan gaya bahasa perumpamaan yaitu perbandingan dua
hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Hal itu dapat dilihat dari
kalimat “sepatuku yang menganga seperti buaya berjemur” yaitu sepatu yang lemnya sudah
tidak bisa merekat lagi disakan dengan buaya yang berjemur, yaitu mulutnya terbuka.

. Nilai Pendidikan Budaya Nilai pendidikan budaya adalah tingkat yang palig tinggi dan yang paling abstrak dari adat istiadat. dan tidak konkret itu. maka nilai-nilai budaya dalam suatu kebudayaan berada dalam daerah emosional dari alam jiwa para individu yang menjadi warga dari kebudayaan bersangkutan. 32) Masyarakat melayu ketika mulai beranjak dewasa kebanyakan mereka sudah berusaha bekerja mencari uang untuk membantu keluarganya dalam mencukupi kebutuhan hidup.Tanggung jawab terhadap kebahagiaan orang lain juga menjadi jaminan untuk menjalankan sikap kemanusiaan. Namun. terlihat seperti kutipan di bawah ini. berharga dan penting dalam hidup. 4. luas. Hali itu disebabkan karena nilai-nilai budaya itu merupakan konsep-konsep mengenai apa yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar dari warga sesuatu masyarakat mengenai apa yang mereka anggap bernilai. tetapi sebagai konsep. sehingga dapat berfungsi sebagai suatu pedoman yang member arah dan orientasi kepada kehidupan para warga masyarakatnya. 210) Kutipan di atas adalah wujud sikap tanggung jawab Bang Zaitun untuk memksimalkan penampilan Arai dalam memikat hati Nirmala sang pujaan hatinya. “Bang Zitun sangat komit pada penampilan Arai kali ini sebab ia merasa bertanggung jawab pada kegagalan Arai yang pertama. .…”(SP. supaya kebahagiaan orang lain terasa lengkap dengan sikap kita terhadapnya. suatu nilai budaya itu bersifat sangat umum mempunyai ruang ligkup yang sangat luas. Kebiasaan dalam daerah tertentu juga memengaruhi tata cara dalam kehidupan sehari-hari. karena penampilan Arai yang pertama kurang maksimal sehingga untuk memikat hati Nirmala bisa dikatakan gagal. dan biasanya sulit diterangkan secara rasional dan nyata.” (SP. “Dan seperti kebanyakan anak-anak Melayu miskin di kampung kami yang rata-rata beranjak remaja mulai bekerja mencari uang. Walaupun nilai-nilai budaya berfungsi sebagai pedoman hidup manusia dalam masyarakat. justru karena sifatnya yang umum.

. Hal itu dapat dilihat dari kata “anak-anak” dan “remaja” terdapat pada satu kalimat dengan arti yang berlawanan. Sebagian besar orang Melayu di setiap rumahnya pasti terdapat peregasan yang berfungsi untuk menyimpan beras. budaya. Hal tersebut juga diterapkan oleh masyarakat Melayu. melainkan memilih untuk bekerja. yaitu dapat dilihat dari kutipan berikut ini. masa lalu yang menyakitkan lambat laun bisa menjelma menjadi nostalgia romantik. Kutipan di atas secara jelas mengandung nilai pendidikan budaya melalui penggunakan gaya bahasa paradoks yaitu gaya bahasa yang bertentangan dalam satu kalimat.Maka tidak heran. 36) Kutipan di atas terdapat kata “peregasan” yang artinya adalah peti papan besar tempat menyimpan padi. Kalimat tersebut mempunyai arti bahwa hewan tikus yang berkembang biak sangat banyak. Hal itu terlihat pada kalimat “keluarga tikus berbulu kelabu yang turun-temurun beranak pinak di situ”. “Padi dalam peregasan sebenarnya sudah tak bisa lagi dimakan karena sudah disimpan puluhan tahun. Saat ini peregasan tak lebih dari surga dunia bagi bermacam-macam kutu dan keluarga tikus berbulu kelabu yang turun.temurun beranak pinak disitu. Ajaibnya sang waktu. Unsur-unsur dan nilai kebudayaan juga dapat dilestarikan dengan menggunakan benda atau barang kebudayaan daerah setempat. Kutipan di atas secara jelas mempunyai kandungan nilai pendidikan budaya melalui penggunakan gaya bahasa hiperbola.” (SP. banyak remaja yang memilih tidak melanjutkan sekolah. Bagi orang Melayu juga menganggap peregasan adalah sebuah metafora. dan perlambang yang mewakili periode gelap selama tiga setengah tahun Jepang menindas mereka.

(c) Nilai pendidikan sosial yaitu suatu kesadaran dan emosi yang relatif lestari terhadap suatu objek. Implikasi teoritis a. c. Implikasi Penelitian ini memiliki implikasi terhadap aspek lain yang relevan dan memiliki hubungan positif. khususnya karya sastra novel. gagasan. (b) Nilai pendidikan moral yaitu suatu nilai yang menjadi ukuran patut tidaknya manusia bergaul dalam kehidupan bermasyarakat. IMPLIKASI. Nilai-nilai pendidikan tersebut yaitu: (a) nilai pendidikan religius merupakan sudut pandang yang mengikat manusia dengan Tuhan pencipta alam dan seisinya.BAB V SIMPULAN. novel Indonesia. dalam novel Sang Pemimpi. berdasarkan hasil analisis terdiri dari empat nilai. dalam novel Sang Pemimpi. Novel Sang Pemimpi dapat digunakan . novel terjemahan. atau orang. 1. Implikasi tersebut dijelaskan sebagai berikut. B. Implikasi paedagogis Menambah referensi novel yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada jenjang SMA kelas XI dengan standar kompetensi kemampuan memahami berbagai hikayat. dalam novel Sang Pemimpi (d) Nilai pendidikan budaya tingkat yang palig tinggi dan yang paling abstrak dari adat istiadat. dalam novel Sang Pemimpi. Simpulan Nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam novel Sang Pemimpi. 2. Membuka wawasan akan beragamnya novel yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. DAN SARAN A. Membuka wawasan yang berkaitan dengan pendalaman materi keterampilan bersastra. b. Membuka peluang dilakukannya penelitian-penelitian tentang gaya bahasa serta nilai pendidikan.

Memperkaya khasanah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penelitian sastra. C. namun banyak mengandung nilai-nilai pendidikan. 1.sebagai media pembelajaran novel yang isinya tidak terlalu serius dan mudah dipahami. Saran kepada siswa Siswa hendaknya dalam membaca novel memperhatikan nilai-nilai positif antara lain tentang semangat. perilaku pantang menyerah untuk selalu memperjuangkan citacita dan jangan mencontoh apabila novel tersebut . tekad. Implikasi praktis a. b. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk lebih mencermati media pembelajaran yang tepat bagi siswa. 3. sehingga peneliti lain akan termotivasi untuk melakukan penelitian yang nantinya dapat diaplikasikan dalam pembelajaran di sekolah. Saran Beberapa saran berikut dapat menjadi bahan masukan yang bermanfaat bagi pihakpihak terkait antara lain.

3. dalam hal ini adalah novel. Novel Sang Pemimpi adalah novel yang bagus dan berkualitas. Lebih lanjut guru dapat memilih novel lain yang sekiranya terdapat beberapa cakupan yang bisa memberikan manfaat positif bagi siswa. dan menunjang pembentukan watak. Filsafat Pendidikan Islam.mempunyai nilai yang negatif. peneliti mempunyai kelemahan yaitu dalam penelitian agak sulit membedakan antara gaya bahasa yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu. mengembangkan cipta dan rasa. Nilai-nilai positif tersebut dapat menjadi dasar bagi siswa untuk menerapkannya dalam berperilaku di kehidupan di masyarakat. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Saran kepada guru bahasa dan sastra Indonesia Guru hendaknya dapat memaksimalkan penggunaan bahan pembelajaran sastra. 1993. 4. Jakarta: Bumi aksara. H. Saran kepada pembaca karya sastra Pembaca karya sastra sebaiknya mengambil nilai-nilai positif dalam karya sastra yang telah dibacanya dalam kehidupan di masyarakat. yaitu: membantu keterampilan berbahasa. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. Arifin. M. 2009. Novel Sang Pemimpi ini di dalamnya memenuhi empat macam manfaat pembelajaran sastra. Saran kepada peneliti lain Pada karya ilmiah ini. Bandung: Sinar Baru Argesindo. . Peneliti lain sebaiknya terus meningkatkan penelitian dalam bidang sastra khususnya novelSang Pemimpi karya Andrea Hirata secara lebih mendalam dengan bentuk analisis yang berbeda karena novel tersebut termasuk novel yang bagus dan berkualitas. sehingga siswa tidak hanya memperoleh hiburan saja tetapi juga mendapatkan ilmu kehidupan. 2. meningkatkan pengetahuan budaya. sehingga tidak ada salahnya jika membaca novel tersebut.

2005.com. Sapardi Djoko. Miles. Nurgiyantoro. 1992. 1989. Intisari Bahasa dan Sastra Indonesia untuk Kelas 1. Teori Pengkajian Fiksi.mizan. Yogyakarta: Pustaka Widyatama. 1984. Hendy. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Bandung: Angkasa. Sang Pemimpi. Jakarta: Rineka Cipta. 2006. Yogyakarta: Gajah Mad University Press. dan Huberman. Jakarta: PT Gramedia. Bandung: Pustaka Prima. Hasbullah. Zaidan. “Kita dan Sastra Dunia”. Sari Kasusastraan Indonesia 2. Pengantar Ilmu Antropologi. J. Metodologi Penelitian Sastra. 1992. Nurdin. Burhan. 1986. . Kembara Bahasa. Kasusastraan Indonesia Warisan yang Perlu Diwariskan 2. 2005. Dalam www. 2002. Mattew. Russel.2.3 SMU. Bertrand. Yogyakarta: Bentang Pustaka. M. Anton. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Andrea. Koentjaraningrat.Badudu. 2003. 2003. Hirata. Suwardi. Ade dkk. Bandung: CV Pustaka setia. Michael. A. S. B. Analisis data Kualitatif (Terjemahan Tjejep Rohendi Rohidi). Jakarta: Gramedia. Endaswara. diakses pada tanggal 26 November 2009. 1993. Jakarta: UI Press. Moeliono. Darmono. Dampak Ilmu Pengetahuan Atas Masyarakat.

2001. Berkenalan dengan Prosa Fiksi. Jakarta: CV Dewi Sri. Semi. Yogyakarta: Gama Media. Beberapa Teori Sastra. Setiadi. 1993. Pribadi dan Masyarakat (Suatu Tujuan dan Sosilogis). M. M.Ilmu Sosial dan Budaya Dasar.. Jakarta: Pustaka Jaya. 1995. 2003. Soelaeman. Suminto. 1987. Metode. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Ilmu Budaya Dasar Suatu Pengantar. 2009. Bandung: Alumni. 2000. Ngalim. Kreatif Menulis Feature. Dendy. Bunga Rampai Stilistika. Nyoman Kutha. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Soerjono. A. Atar. Panuti. Stlistika Kajian Puitika Bahasa. Pratikno. 1986. Buku Praktis Bahasa Indonesia II. Bandung: Alumni. Rosyadi. Ratna. Sugono. Munandar. 1998. 1984. Soekanto. Riyono. . Padang: Angkasa Raya. Rachmad Djoko. 2006. Elly. dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jakarta: Pusat Bahasa. Sudjiman. Bandung: PT Eresco. Metodologi Penelitian Sastra. Anatomi sastra.Pradopo. Jakarta: Kencana. Yogyakarta: PT Hanindita Graha Widya. Nilai-nilai Budaya dalam Naskah Kaba. Bandung: Remaja Karya. Sastra. Suwondo. M. 2005. Kritik. 1983. Purwanto. Sayuti. dan Budaya. Tirto.

Stilistik: Pendekatan. “The Interpretation of a Novel by Hemingway in Terms of Literary Stylistics”. Tilaar.Yogyakarta: Unit Penerbitan Sastra Asia Barat Zhang. dan Kiat. Zulfahnur. HAR. 2002. 1986.com/2009/09/ pengertian-nilai. “Macam-macam Nilai”. The International Journal of Language Society and Culture.blogspot. Nomor 155. 2010. dkk. Yunus. 1989. dan Eksegesis. Teori Sastra. Jakarta: Grasindo. Teknik. 1996.Volume 30. diakses pada tanggal 25 Oktober 2009. Jakarta: Depdikbud LAMPIRAN LAMPIRAN 1 COVER NOVEL . Umar. Metode. Tata Nilai. Perubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogik Transformatif untuk Indonesia. Uzey. Tahun 2010. Dalam http://uzey. Yogyakarta: Anindita.Suyitno. Zhiqin. 2009. Teori. Sastra.

.

Bahkan beliau tidak pernah terlambat mengantar Jimbron pergi ke masjid untuk mengaji. anak yatim piatu yang diasuh oleh seorang pastur Katolik bernama Geovanny. kepolosan dan ketulusannya adalah sumber simpati dan kasih sayang dalam diri keduanya untuk menjaga dan melindunginya. Meskipun berbeda agama dengan Jimbron. beliau tidak memaksakan Jimbron untuk turut menjadi umat Katolik. 3. seolah tak ada sesuatupun di dunia ini yang akan membuatnya sedih dan patah semangat. Ikal adalah anak kampung yang miskin yang dimiliki negara 2. Jimbron adalah penyeimbang di antara Arai dan Ikal. Seseorang yang mampu melihat keindahan di balik sesuatu. B.Lampiran 2 Beberapa Tokoh yang Berperan dalam Novel Sang Pemimpi A. dan gagapnya berhubungan dengan sebuah peristiwa tragis yang memilukan yang dia alami ketika masih SD . ia adalah seorang Katolik yang mengasuh Jimbron selepas kepergian kedua orangtua Jimbron. Arai adalah tokoh sentral dalam buku ini. Segala hal tentang kuda adalah obsesinya. Tokoh Utama 1.Laki-laki berwajah bayi dan bertubuh subur ini sangat polos. Pendeta Geovanny. Meski disebut Pendeta. Tokoh Lain 1. dulu ayahnya sekarat di depan matanya maka ia membawa ayahnya dengan sepeda yang lajunya lama sampai di puskesmas ayahnya meninggal di depan matanya dan waktu ditanyai orang-orang di sudah terlanjur gagap karena terlalu banyak menangis sampai tersendat-sendat ia selalu berfikir jika saja waktu itu dia menaiki kuda pasti ayahnya tertolong. . Menjadi saudara angkat Ikal ketika kelas 3 SD saat ayahnya (satu-satunya anggota keluarga yang tersisa) meninggal dunia. Geovanny yang berdarah Italia ini adalah seorang Pastor. Arai adalah sosok yang begitu spontan dan jenaka. sangat optimis dan selalu melihat suatu peristiwa dari kaca mata yang positif. Jimbron.

Bahkan ketika PN Timah terancam kolaps. Seniman musik pemimpin sebuah kelompaok Orkes Melayu. gadis pujaan Jimbron. Nurmala. 7. seumuran. dan dia adalah gadis yang sangat mencintai biola.Dikenal sebagai sosok nonkonfromis dan sering memberlakukan hukuman fisik kepada anak-anak yang melakukan kesalahan. Nurmi adalah tetangga Arai dan Ikal. Taikong Hamim. 9.2. Pak Drs. 3. Ia pun mengajarkan hal tersebut pada Arai yang sedang mabuk cinta dengan Nurmala.Terkenal dengan aturan-aturannya yang disiplin dan hukuman yang sangat berat. A Kiun. Bang Zaitun. Zakiah Nurmala binti Berahim Mantarum. Telah kehilangan kedua orangtuanya dan tinggal serta bekerja di sebuah pabrik cincau. Gadis Hokian penjaga loket bioskop. mewarisi biola dan bakat dari kakeknya yang ketua kelompok gambus di Gantung. Laksmi. 6. Capo Lam Nyet Pho. Nurmi. Djai'din. Seorang tukang sobek karcis di sebuah bioskop di Belitong. Julian Ichsan Balia. Namun sebenarnya beliau adalah pribadi yang sangat baik dan patut dicontoh. lulusan IKIP Bandung yang masih memegang teguh idealisme. 11. Ia baru dapat tersenyum ketika Jimbron datang mengendarai sebuah kuda. ia melakukan ide untuk membuka peternakan kuda meskipun kuda adalah hewan yang asing bagi komunitas Melayu. Pak Cik Basman.Laki-laki muda. adalah salah satu pendiri SMA Bukan Main. walaupun senyumnya amat manis. . Ia juga penggemar Ray Charles dengan lagunya I Can't Stop Loving You dan Nat King Cole dengan lagunya When I Fall in Love. tampan. Seorang yang memungkinkan berbagai hal sebagai objek untuk bisnisnya. Nurmala adalah gadis yang pandai. Kepala Sekolah SMA Negeri Manggar. Ia adalah wakil kepala sekolah SMA Bukan Main. 4. selalu menyandang ranking 1. seorang yang baik dan cukup sabar namun berubah menjadi tangan besi ketika anaknya sendiri justru tidak diterima masuk ke SMA tersebut karena NEMnya kurang 0. BA. Guru mengaji di masjid di kampung Gantung. 10.gadis pujaan Arai sejak pertama kali Arai melihatnya. Pak Mustar M.25 dari batas minimal. Semenjak kepergian orangtuanya ia tidak pernah lagi tersenyum. Berbakat memainkan biola. 5. Dikenal sebagai orang yang pernah mempunyai banyak pacar dan hampir memiliki 5 istri. 8. Sebenarnya kunci keberhasilannya dalam percintaan adalah sebuah gitar.

Tiga orang pemimpi. Setelah tamat SMP. Namun pendeta yang sangat baik dan . Dalam novel ini Andrea menarikan imajinasi dan melantunkan stambul mimpi anak-anak Melayu kampung . tantangan intelektualitas. potret-potret kecil yang menawan akan menghentakkan pembaca pada rasa humor yang halus namun memiliki efek filosofis yang meresonansi. Ikal. Gadis kecil anak Deborah Wong. melanjutkan ke SMA bukan main. lebih dari itu. dan Jimbron. sudah dianggap seperti anak sendiri oleh Ayah danIbu Ikal. Istri A Siong dan ibu dari Mei Mei. tapi kemudian tanpa disadari kisah dan karakter-karakter dalam buku ini lambat laun menguasai. A Siong. Arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah beberapa tokoh utama buku ini. Pemilik toko kelontong tempat Ikal dan Arai berselisih tentang penggunaaan uang tabungan. di sinilah perjuangan dan mimpi ketiga pemberani ini dimulai. selayaknya kenakalan remaja biasa. saudara sepupu Arai yang sudah yatim piatu sejak SD dan tinggal di ruamh Ikal. Arai. 13. anak angkat seorang pendeta karena yatim piatu juga sejak kecil. Sang Pemimpi adalah sebuah kisah kehidupan yang mempesona yang akan membuat pembacanya percaya akan tenaga cinta. juga percaya kepada Tuhan. LAMPIRAN 3 SINOPSIS NOVEL SANG PEMIMPI Novel ini adalah novel kedua dari tetraloginya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada bulan Juli tahun 2006. 14. Andrea berkelana menerobos sudut-sudut pemikiran dimana pembaca akan menemukan pandangan yang berbeda tentang nasib. sekaligus kesedihan yang mengharu biru. Perempuan asal Hongkong yang tambun dan berkulit putih.12. Deborah Wong. dan kegembiraan yang meluap-luap. salah satu dari anggota Laskar Pelangi. Mei Mei. percaya pada kekuatan mimpi dan pengorbanan.

Dan setelah lulus. maka jiwa Jimbron pun akan selalu bersama mereka. Mati-matian menabung demi mewujudkan impiannya. Arai dan Ikal begitu pintar dalam sekolahnya. sedangkan Jimbron. Akhirnya setelah wawancara selesai. karena bagi Arai. dan Arai memutuskan untuk merantau ke Kalimantan. guru seninya. malah mengantarkan Jimbron menjadi muslim yang taat. Arai dan Ikal merantau ke Jawa. Dia yakin kalau Arai dan Ikal sampai di Perancis. Malah menduduki rangking 78 dari 160 siswa. akhirnya mereka berdua dipertemukan dalam suatu forum yang begitu indah dan terhormat. Bertahun-tahun tanpa kabar berita. kejutan yang luar biasa. itulah perjuangan ketiga pemuda itu. Sedangkan Jimbron lebih memilih untuk menjadi pekerja ternak kuda di Belitong. siapa yang menyangka. Tahun berikutnya. Kerja keras menjadi kuli ngambat mulai pukul dua pagi sampai jam tujuh dan dilanjutkan dengan sekolah. Mimpi mereka sangat tinggi. Semua ini sudah direncanaknnya bertahun-thaun. Berbula-bulan terkatung-katung di Bogor. selalu penuh dengan kejutan. tidak disangka. Ikal memutuskan untuk kuliah di Ekonomi UI. si penggemar kuda ini biasa-biasa saja. Bogor tepatnya. Saat wawancara tiba. Ikal diterima menjadi tukang sortir (tukang Pos). Begitulah Arai. tabungan mereka tidak akan cukup untuk sampi ke sana.tidak memaksakan keyakinan Jimbron. Arai pun ikut dalam wawancara itu. Akhirnya setelah banyak pekerjaan tidak bersahabat ditempuh. Sedangkan Ikal dan Arai selalu menjadi lima dan tiga besar. meskipun hanya berlatar belakang sarjana Ekonomi yang masih bekerja sebagai tukang sortir. profesor pengujinya begitu terpukau dengan proposal riset yang diajukan Ikal. tulisannya begitu hebat. Jimbron menghadiahkan kedua celengan kudanya yang berisi tabungannya selama ini kepada Ikal dan Arai. Ternyata dia kuliah di Universitas . yang selalu meyebut-nyebut indahnya kota itu. Beribu-ribu pesaing berhasil ia singkirkan dan akhrinya sampailah pada pertandingan untuk memperebutkan 15 besar. Tapi jiwa optimisme Arai tak terbantahkan. orang susah seperti mereka tidak akan berguna tanpa mimpi-mimpi. Meskipun kalau dilogika. Selesai SMA. Mereka berdua mempunyai mimpi yang tinggi yaitu melanjutkan belajar ke Sarbonne Perancis. Mereka terpukau dengan cerita Pak Beia. ada lowongan untuk mendapatkan biasiswa S2 ke Eropa. mencari pekerjaan untuk bertahan hidup susahnya minta ampun.

Setelah perlahan mencocokkan dengan surat Arai. Arai begitu sedih karena dia sangat merindukan kedua orang tuanya. Laskar Pelangi. pria yang kini masih bekerja di kantor pusat PT Telkom ini mendapat beasiswa Uni Eropa untuk studi Master of Science di Université de Paris. Tapi ini bukan akhir dari segalanya. Disinilah perjuanagan dari mimpi itu dimulai. Pria yang berulang tahun setiap 24 Oktober ini semakin terkenal kala novel pertamanya yang jadi best seller diangkat ke layar lebar oleh duo sineas yaitu Riri Riza dan Mira Lesmana. Selain Laskar Pelangi. Sorbonne. Sangat ingin membuka kabar tu bersama orang yang sanag dia rindukan. Akhirnya sampai juga mereka pulang kampung ke Belitong.Mulawarman dan mengambil jurusan Biologi. penghargaan dari Tesis kedua Andrea di universitas bidang tersebut ekonomi dan ia . Pengumuman penerima Beasiswa ke Eropa. Tidak kalah dengan Ikal. mereka berdebar-debar membuka isinya. Keempat novel tersebut tergabung dalam sebuah tetralogi tetralogi. proposal risetnya juga begitu luar biasa dan berbakat untuk menghasilkan teori baru. Setelah menyelesaikan studi S1 di UI. Kegelisahan dimulai. Ketika ada surat datang. Sarbone Pernacis. Kedua sang pemimpi ini diterima di Universitas yang sama. LAMPIRAN 4 BIOGRAFI ANDREA HIRATA Nama Andrea Hirata Seman Said Harun melejit seiring kesuksesan novel pertamanya. University. inilah jawaban dari mimpi-mimpi mereka. dan siap melahirkan anak-anak mimpi berikutnya. mendapat United Kingdom. Tidak kuasa mengetahui isi dari surat itu. serta Maryamah Karpov. Akhirnya Ikal diteima di Perguruan tinggi. lulusan S1 Ekonomi Universitas Indonesia ini juga menulis Laskar Pelangi dan Edensor. Perancis dan Sheffield Hallam telekomunikasi lulus cumlaude.

Andrea bersamaMiles Films dan Mizan Production kembali merilis sekuelnya Sang Pemimpi. Diposkan oleh ANDHIKA BARESHI di 10. Laskar Pelangi pada 2008. telah diangkat ke layar lebar. Novelnya yang pertama. Provinsi Bangka Belitung ini masih hidup melajang hingga sekarang. Dan jelang akhir tahun 2009. muncul pengakuan dari seorang perempuan. dengan judul sama. Akhirnya terungkap bahwa Andrea memang pernah menikah dengan Roxana pada 5 Juli 1998. Status lajang yang disandang oleh Andrea sempat memicu kabar tak sedap. namun telah dibatalkan pada tahun 2000. Roxana yang mengaku sebagai mantan istrinya. Sukses dengan novel tetralogi. Andrea merambah dunia film.20 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) DAILY CALENDAR DIGITAL CLOCK BAPAK SASTRAWAN . Penulis Indonesia yang berasal dari Pulau Belitong. Karena pada bulan November 2008. Alasan Andrea melakukan pembatalan ini karena Roxana menikah saat dirinya masih berstatus istri orang lain. Buku itu telah beredar sebagai referensi ilmiah. Dengan menggandeng Riri Riza sebagai sutradara dan Mira Lesmana pada produser. film ini menjadi film yang paling fenomenal di 2008.Tesis itu telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia.

HOROSCOPE IKAN GOLD KOI CONTOH MAKALAH DAN SKRIPSI ANALISIS NOVEL DAN CERPEN Ada kesalahan di dalam gadget ini TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG DI WEBSITE INI SEMOGA BERMANFAAT . Lihat profil lengkapku ARSIP BLOG  ► 2013 (1)  ▼ 2012 (2) ▼ Maret (2) o  SKRIPSIANALISIS NILAI-NILAIPENDIDIKANNOVEL “SANG P...MENGENAI SAYA ANDHIKA BARESHI aku ingin berbagi dan membagi..  SKRIPSIPERSAMAAN DAN PERBEDAAN FEMINISME DALAM NOV...

Template Picture Window.  AKTIVITAS  FOTO KEGIATAN  Search for: Go  JADWAL S S R K J S M 7 14 1 8 15 2 9 16 3 10 17 « Sep 4 11 5 12 6 13 . Diberdayakan oleh Blogger.

Ikuti Ikuti “Portal Bersama” Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.com.S S R K J S M 19 26 20 27 21 28 22 29 23 30 24 31 « Sep 18 25 Januari 2016 POS-POS TERAKHIR  87 o  KATEGORI Uncategorized o  IKUTI BLOG MELALUI SURAT ELEKTROMIK Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik. Daftarkan saya Buat situs dengan WordPress.com abumuadzsalafy Just another WordPress.com site      Menu utama Skip to content Beranda About Artikel Download Ebook Mp3 Kajian APR 272012 . Bergabunglah dengan 7 pengikut lainnya Ikuti Buat situs web atau blog gratis di WordPress. Tema Mystique.

Rekan-rekan yang telah memberikan dukungan. khususnya bagi siswa-siswi di sekolah kami. iii DAFTAR ISI………………………………………………………………………. i HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………….CONTOH PENELITIAN CERITA PENDEK KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat bimbingan dan karunia-Nya akhirnya kami dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul “ANALISIS UNSUR INTRINSIK DALAM CERITA TENTANG SEBUAH NAMA” Adapun maksud dan tujuan karya tulis ilmiah ini diajukan untuk memenuhi persyaratan mengikuti Ujian Nasional Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Dan tentunya akan banyak kekurangan-kekurangan yang didapat di dalam karya tulis ilmiah ini. Tentunya tak lupa kamimengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaannya penulisan karya tulis ilmiah ini. Akhirnya semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. ii KATA PENGANTAR………………………………………………………….2..3. Rumusan Masalah…………………………………………………………. 2012 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL……………………………………………………………. Dalam hal ini yaitu : 1).. iv BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. 3 1. Bapak A. Tujuan Penulisan…………………………………………………………… 3 .Ardiprawira S. Latar Belakang……………………………………………………………… 1 1.. Majalengka.Pd Atas segala bimbingannya yang telah diberikan dalam penulisan karya tulis ilmiah 3). Bapak kepala sekolah SMPN 2 PANYINGKIRAN 2). Karya tulis ilmiah ini tidak mungkin selesai tanpa bantuan dari dari berbagai pihak.

5 2.1...2. v Cerpen harus ketat dan padat. 4 BAB 2 KAJIAN TEORI 2.1. 4 1.2. .. Saran…………………………………………………………………………………. Cerpen merupakan cerita pendek yang hanya mengisahkan satu peristiwa. Kegunaan Penulisan………………………………………………………. kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam. BAB 4 PENUTUP 4. 1. Sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk. Kesimpulan………………………………………………………………………… 4. v Cerpen seharusnya mengarah untuk membuat efek yang tunggal dan unik. Analisis Unsur Intrinsik………………………………………………………. DAFTAR PUSTAKA DAFTAR RIWAYAT HIDUP BAB I PENDAHULUAN 1. Menurut Edgar Cerpen adalah : 1.4. 10 BAB 3 PEMBAHASAN 3.1. TENTANG SEBUAH NAMA ……………………………………………. 26 3. Awal cerita (opening) ditulis secara menarik dan mudah di ingat oleh pembacanya. Pengertian Cerita Pendek………………………………………………. v Cerpen harus memberi kesan yang tuntas. Pengertian Amanat……………………………………………………….1.2.5. Hal-hal yang harus diperhatikan menurut Edgar dalam penulisan cerpen antara lain: v Cerpen harus pendek.. v Cerpen harus tampak sungguhan.1 LATAR BELAKANG Cerpen merupakan genre karya sastra yang jauh lebih muda usianya dibandingkan dengan puisi dan novel. Metode Penelitian…………………………………………………………. artinya cukup pendek untuk dibaca dalam sekali duduk..

Amanat (pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita yang dibuat). puncak/klimaks. dan sebagainya) disebut dengan penokohan (karakter). Apa yang di maksud dengan pengertian unsur intrinsik ? 3.Menurut Nurgiantoro. Didalam menulis cerpen. latar (setting) berkaitan dengan tempat cerita berlangsung. logis. Apa unsur intrinsik dari dalam cerpen tersebut? 5. peleraian. atau keadaan. pertikaian. tokoh yang hidup. kapan terjadinya cerita tersebut. Apa yang di maksud cerita pendek ? 2. Bagaimana analisis amanat dalam cerita pendek “TENTANG SEBUAH NAMA”? Perumusan masalah di atas merupakan gambaran umum pada karya tulis ini yang dihapkan dapat mewakili esensi dari maksud penulisan ini. atau dalam keadaan bagaimana cerita tersebut terjadi. RUMUSAN MASALAH Adapun permasalahan-permasalahan yang akan kami bahas dalam karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut : 1. Berdasarkan uraian diatas bahwa pentingnya pembahasan ini bagi mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya sastra maka kami membuat sebuah karya tulis ilmiah yang berjudul “ Analisis unsur intrinsik ” dalam cerita pendek “Tentang sebuah nama ” Karya : Benny Ramdhani 1. 3. dikatakan pertengahan dari keduanya. Tokoh-tokoh tersebut dapat bersifat protagonis (peran baik) dan antagonis (peran tidak baik). dan juga alur yang menarik. Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam sebuah cerita apakah pengarang terlibat di dalam cerita tersebut atau apakah pengarang berdiri di luar cerita. Alur/Plot (jalan cerita yang berisi rangkaian peristiwa). Latar Latar dapat berupa tempat. 6. tidak baik.3. Tema (ide pokok cerita) : tempat meletakkan suatu perangkat (konflik-konflik) 2. Dengan demikian. 1. perumitan.Menurutnya novelet adalah karya sastra yang lebih pendek dari novel. Tokoh dan penokohan : Tokoh dalam cerita berkaitan dengan orang atau sesuatu yang mendapatkan peran dalam cerita tersebut. sistematis dan juga dapat menambah . meliputi permulaan/pengenalan.2. cerpen yang panjang disebut novelet. Bagaimana isi cerita pendek yang berjudul “Tentang sebuah nama”? 4. dan akhir cerita. Peran-peran tersebut (baik. 4. TUJUAN PENELITIAN Kami membuat karya tulis ini dengan maksud agar kami dapat berfikir secara objektif. 5. tetepi panjangnya lebih panjang dari cerpen. kita harus bisa membuat pembuka yang baik. Unsur intrinsik cerpen adalah: 1. waktu.

yaitu penelitian keperpustakaan dengan mencari data-data atau keterangan dari berbagai buku yang ada kaitannya dengan masalah yang akan dibahas. Kami juga berharap.4. kami mengharapkan kepada para pelajar yang membaca karya tulis ini agar dapat menumbuhkan rasa membangun bangsa dengan kreativitas dan kemandirian yang tinggi. Cerpen termasuk salah satu karya sastra yang berbentuk prosa. Berikut ini beberapa pengertian cerpen yang dirangkum dari tulisan Habiburrahman . Kami menempuh metode sebagai berikut : – Library research. 1. agar dapat mengenal cerpen dengan lebih baik kita perlu mengetahui beberapa pngertian tentang cerpen yang diperlukan oleh para ahli satra. KEGUNAAN PENELITIAN Adapun manfaat yang kami harapkan dari penyusun karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut : a) Untuk menambah koleksi perpustakaan sekolah. khususnya kepada pelajar agar tidak terjerumus kedalam pergaulan-pergaulan bebas yang menyimpang dari akhlak. sehingga nantinya kita juga dapat menulis cerpen dengan baik. d) Menumbuhkan kreativitas siswa. c) Sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar.5. BAB II KAJIAN TEORI 2. Paling tidakpengertian-pengertian tersebut dapat membantu kita untuk mengena lbentuk cerpen yang baik.1. PENGERTIAN CERITA PENDEK. METODE PENELITIAN Dalam proses penelitian karya tulis ilmiah ini. 1. khususnya akhlak islami. selama ini belum adapengertian yang pasti dan memuaskan tentang cerpen. Namun.Seperti pengertian tentang karya sastra yang lain. b) Lebih mengetahui nilai-nilai moral kehidupan. Selain tujuan diatas.wawasan ilmu pengetahuan sehingga kami mampu membuat penyelesaian suatu masalah.

cocok menjadi panduan. . yang dirinci Muhammad Diponegoro dalam bukunyayuk. atau saat antre karcis bioskop.B. Artinya. Misalnya. Bakar Hamid A. Pendapat Poe. Menurut A. Jassin H. Nulis Cerpen Yuk. atau menampilkan permasalahan.com). menjalankan cerita. mengatakan bahwa yang disebut cerita pendek harus memiliki bagian perkenalan. Bakar Hamid dalam tulisan “pengertian cerpen” berpendapat bahwa yang disebut cerita pendek itu harus dilihat dari kuantitas. Pendapat Poe memenuhi kriteria ilmiah secara teoritis dan secara praktis dapat diaplikasikan.Menurut Edgar Allan Poe Dari beberapa buku dan uraian yang layak dijadikan panduan. Aoh K. Selain itu. Jassin. saat menunggu bus atau kereta api.H. Menurut Aoh K. pertikaian. Di dalam cerita pendek tidak dimungkinkan terjadi aneka peristiwa digresi.multiply. Sang Paus Sastra Indonesia.H. 1. yaitu banaknya perkataan yang dipakai antara 500-20. Menurut H. 3.000 kata.lulukeche. Cerpen seharusnya mengarah untuk membuat efek yang tunggal dan unik. juga harus memberi kesan secara terus menerus hingga kalimat terakhir. 1.Elshirazy yang berjudul “Mengenal teknikpenulisan cerpen” (http://www. 2. dan adanya satu kesan. tidak mengobral detail. Dialog hanya diperlukan untuk menampakkan watak. 4. disederhanakan sebagai berikut : a). Cerpen harus pendek sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk. Menurut Poe ketunggalan pikiran dan aksi dapat dikembangkan lewat satu garis dari awal sampai akhir. b). dan penyelesaian. adanya satu plot. mendefinisikan bahwa cerpen adalah salah satu ragam fiksi atau cerita rekaan yang sering disebut kisahan prosa pendek. cerita pendek harus ketat. adanya satu watak.B.

c). Cerpen harus ketat dan padat. Setiap detail harus mengurus pada satu efek saja yang
berakhir pada kesan tunggal. Oleh sebab itu,
ekonomisasi kata dan kalimatmerupakan salah satu keterampilan yang dituntut bagi
seorang cerpenis.
d). Cerpen harus mampu meyakinkan pembacanya bahwa ceritanya benar-benar terjadi,
bukan suatu bikinan atau rekaan. Itulah sebabnya,
dibutuhkansuatu keterampilan khusus untuk menciptakan adanya konsistensi dari sikap
dan gerak tokoh. Hal itu bertujuan agar mereka
terkesan benar-benar hidup, sebagaimana manusia yang hidup.
e). Cerpen harus memberi kesan yang tuntas. Tidak lagi mengusik dan menggoda karena
ceritanya seperti nasih berlanjut. Kesan selesai itu
benar-benar meyakinkan pembaca bahwa cerita itu telah tamat sampai titik akhirnya.
Artinya, tidak ada jalan lain lagi dan cerita benar-benar berhenti di akhir cerpen.

1. Didalam cerpen terdapat tiga jenis yaitu:
a) cerpen yang pendek atau cerpenpendek, yakni cerpen yang panjangnya berkisar
500-750 kata.
b)

Cerpen sedang, yakni cerpen yang panjangnya berkisar 750-1000 kata.

c)

Cerpen yang panjang, yakni cerpen yang panjangnya berkisar 1000-ribuan kata.
1. Hal-hal yang harus diperhatikan menurut Edgar dalam penulisan

cerpen antara lain:
v Cerpen harus pendek, artinya cukup pendek untuk dibaca dalam sekali duduk.
v Cerpen seharusnya mengarah untuk membuat efek yang tunggaldan unik.
v Cerpen harus ketat dan padat.
v Cerpen harus tampak sungguhan.
v Cerpen harus memberi kesan yang tuntas.
Lebih lanjut, Habiburrahman El Shirazy mengungkapkan bahwa masih banyak sastrawan
lain yang merumuskan definisi cerpen. Rumusan-

rumusan tersebut tidak sama persis, juga tidak saling bertentangan satu sama lain.
Hampir semuanya menyepakati pada satu kesimpulan bahwa cerita pendek atau cerpen
adalah cerita rekaan yang pendek.
Berdasarkan penuturan Habiburrahman El Shirazy di atas, kita dapat memperoleh
gambaran singkat tentang pengertian cerpen. Secara tidak
langsung gambaran tersebut juga menyinggung tentang beberapa unsur cerpen,
termasuk panjang pendek sebuah cerpan.
Sebuah cerpen merupakan suatu karya yang utuh dan terdiri atas unsur-unsur yang
membentuk atau membangun sebuah konstruksi cerita.
Unsur yang membangun cerpen dari dalam disebut unsur intrinsik. Sedangkan unsur
yang berada di luar konstruksi namun ikut membangun
sebuah cerpen disebut unsur ekstrinsik. Unsur ekstrinsik lebih banyak berhubungan
dengan pengarang, seperti budaya, agama, pendidikan dan
lain sebagainya.
CIri-ciri cerpen :
 Menyajikan peristiwa, pengalaman, atau khayalan dalam bentuk narasi.
 Bahasa cerpen tajam, sugestif, dan menarik perhatian.
 Tokoh tang ditampilkan hanya sedikit, berkisar satu sampai tiga orang saja.
 Menceritakan satu peristiwa atau satu persoalan kehidupan.
Klasifikasi cerpen berdasarkan jumlah kata :
 Cerpen yang pendek (kurang dari 5.000 kata) Short short story.
 Cerpen (Lebih dari 5.000 Kata) Short story.
 Cerpen panjang (Lebih dari 10.000 kata) long story.
Ciri-ciri penanda cerpen :
1. Pendek : Berdasarkan bentuk atau jumlah kata.
2. Padat : Hanya satu Peristiwa.
3. Padu : Menimbulkan satu efek bagi pembaca.
Unsur intinsik dan ekstrinsik merupakan sebuah kesatuan yang utuh. Keduanya seperti
organ-organ yang menyusun tubuh manusia beserta ruh
yang menghidupkannya. Unsur-unsur intrinsik cerpen adala unsur yang membangun
cerpen
dari dalam. Saat membaca sebuah cerpen, unsur-unsur tersebut dapat kita temukan
secara tersirat maupun tersurat. Unsur-unsur intrinsik cerpen berupa :

v Tema
v Tokoh dan penokohan
v Latar dan pelataran
v Alur dan pengaluran
v Amanat
v Serta sudut pandang pencerita.

2.2. PENGERTIAN UNSUR INTRINSIK
2.2.1. Tema
Setiap cerita (fiksi) yang baik tidak hanya berisi perkembangan suatu pristiwa atau
kejadian, tetapi juga menyeratkan pokok pikiran yang akan dikemukakan pengarang
kepada pembaca. Itulah yang menjadi dasar, gagasan utama, atau tema cerita. Cerita
yang tidak mempunyai tema tentu tidak ada manfaatnya bagi khalayak pembaca.
Sebagai pokok persoalan, tema merupakan sesuatu yang netral dalam tema, boleh
dikatakan belum terlihat kecenderungan pengarang untuk memihak. Oleh karena itu,
masalah apa saja dapat dijadikan tema dalam cerita atau karya sastra.
Tema dapat menyangkut idaman remaja, kerukunan antar umat beragama, kesetiaan,
ketaqwaan, korupsi, pemanfaatan air, atau bahkan kengerian yang ditimbulkan perang.
Cerita dapat menjadi lebih menarik apabila pokok perbincangan itu baru, hangat, atau
bercorak lain daripada yang lain. Sebagai contoh, “Penyandang cacat bawaan tidak
selamanya menjadi beban masyarakat
“Dan “Kejujuran yang membawa malapetaka”.
Dalam penggarapan tema cerita, akan segera tampak siapa pengarangnya, keluasan
pengetahuannya, keperibadiannya, atau latar belakang lingkungan dan pendidikkannya.
Tema yang bersahaja dapat menjadi cerita yang bermutu apabila diolah demikian rupa
oleh pengarang yang baik. Sebaiknya, tema yang baik bukan jaminan dapat melahirkan
cerita yang bermutu jika pengolahannya tidak didukung oleh kemampuan dan daya
kreativitas pengarang.
Tema ialah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperan juga sebagai pangkal
tolak pengarang dalam memaparkan karya rekaan yang dibuatnya. Seorang pengarang
harus menentukan tema cerita yang akan dipaparkan kepada pembaca sebelum
memulai menulis cerita. Sementara itu, seorang pembaca baru dapat memahami sebuah

1. Metode analitik atau langsung . Sehingga terkesan hitam atau putih sementara tokoh bulat adalah tokoh yang menunjukan berbagai segi yang baik dan buruk beserta dengan kelebihan maupun kekurangan.2. 2. Setiap pengarang tentu mempunyai keinginan agar para pembaca dapat memahami waktu-waktu tokoh yang ditampilkannya di dalam cerpen. Setiap cerpen pasti mempunyai tokoh yang diceritakan. Penokohan Setiap tokoh dalam cerpen memiliki watak tersendiri yang berbeda satu sama lain. setiap pengarang harus memahami metode penyajian tokoh ada dua penyajian tokoh yaitu sebagai berikut. Tokoh Istilah tokoh mengacu pada pelaku dalam cerita yang dapat berupa manusia. Oleh karena itu. baik maupun buruk. disajikan dengan teknik penokohan. Penokohan Tokoh dan penokohan merupakan unsur yang penting dalam sebuah cerpen. dan lain sebagainya. Sedangkan jika dilihat dari tipenya.2. Watak setiap tokoh tersebut. Dengan demikian penokohan dapat diartikan sebagai cara penggambaran tokoh dalam suatu cerita rekaan. tetapi kehadirannya diperlukan untuk menunjang atau mendukung utama. tokoh protagonis mempunyai lawan yang disebut dengan tokoh antagonis. Tokoh datar bertipenya hanya menunjukan satu segi. perwatakan. Tokoh-tokoh tersebut ditampilkan dengan teknik penokohan. 1. binatang. 1. baik atau buruk. tokoh di dalam cerita dapat dibagi dua. ada dua tipe tokoh.  Tokoh Bawahan Tokoh bawahan mempunyai kedudukan yang tidak terlalu penting didalam cerita. Tokoh bawahan disebut sebagai tritagonis jika berperan mendamaikan konflik yang terjadi antara tokoh protagonis dan tokoh antagonis.tema apabila mereka telah selesai memahmi unsur-unsur penting yang membangun cerita tersebut seperti latar. Umumnya. yaitu tokoh bulat dan tokoh datar. dan nilai-nilai lain yang terkandung dalam cerita tersebut.  Tokoh sentral Tokoh sentral adalah tokoh yang memegang peranan penting sehingga dapat disebut sebagai tokoh utama atau protagonis. Tokoh dapat dianggap sebagai individu rekaan yang mengalami peristiwa atau mengambil bagian dan perlakuan dalam berbagai peristiwa yang terjadi di dalam cerita hubungan antar tokoh dapat menghasilkan atau menjalin peristiwa di dalam cerita dapat berdasarkan fungsinya.

mengharukan. Latar Peristiwa-peristiwa didalam cerpen terjadi pada suatu rentang waktu. dan latar suasana. Latar-latar di atas berfungsi untuk memberikan informasi situasi di dalam cerpen dan menggambarkan atau sebagai proyeksi keadaan batin para tokoh. menyedihkan. Sedangkan latar suasana menyatakan suasana yang terungkap dalam cerpen. yaitu pelataran sejalan dan pelataran kontras. fikiran. tempat. pembaca dapat menyimpulkan watak tokoh dari pikiran. tempat. Latar (setting) dalam cerpen merupakan salah satu bagian cerpen yang dianggap sebagai penggerak cerita. dan suasana tertentu. serta gambaran hal-hal disekitar tokoh. . selain itu watak tokoh juga dapat disimpulkan dari penampilan fisik. pengarang dapat mengisahkan sifat-sifat hasrat. lucu. kesan. Pelataran kontras digunakan jika latar tidak senada dengan keadaan tokoh. tokoh lain terhadap dirinya. semisal tema atau penokohan setting tidak hanya menyangkut lokasi dimana para pelaku cerita terlibat sebuah masalah kejadian. dan perilaku tokoh yang disajikan oleh pengarang di dalam cerpennya. latar sebuah cerpen terdiri atas latar waktu. Latar tempat menyatakan lokasi di mana cerita pendek berlangsung. Setting (latar) mempengaruhi unsur lain. pengarang menampilkan latar cerita. Sebagai contoh. ada juga yang menambahkan latar sosial di dalam cerpen. misalnya. 1. Pelataran sejalan digunakan jika keadaan lingkungan sama dengan keadaan tokoh. latar juga berfungsi untuk mendukung serta mengiaskan watak maupun segala hal yang berhubungan dengan tokoh. Biasanya ada dua jenis pelataran yang digunakan dalam cerpen. Sebagai contoh. Latar tersebut berupa keterangan dan petunjuk yang mengacu pada waktu. pengarang dapat memaparkan waktu tokohnya dengan dekskripsi langsung secara naratif. cakupan. Sebagai catatan. Selain itu. Umumnya. Teknik untuk menampilkan latar disebut dengan pelataran. tokoh menangis sedih di tengah sebuah pesta yang meriah.Dengan metode analitik. mencekam.2. dan lain sebagainya. dan latar waktu menyatakan waktu berlangsungnya cerita. maupun suasana didalam cerpen. pengisahan trsebut dapat disertai dengan komentar yang berupa pernyataan setuju atau tidak terhadap sifat-sifat tokoh. 2. Selain itu. latar yang muram atau mendung untuk mendukung tokoh yang berduka. latar tempat. Agar disetiap peristiwa dapat dipahami pembaca dengan jelas.3. Metode dramatik atau tidak langsung Dengan metode dramatik. atau dapat juga menambahkan komentar tentang watak tokoh tersebut. maupun perasaan tokoh melalui penceritaan.

Latar bisa berarti banyak yaitu tempat tertentu. a). setting waktu mempengaruhi bagaimana cara tokoh bertindak. Setting sosial atau suasana Setting sosial yang terjadi pada waktu kejadian didalam cerpen terwakili oleh tokoh. Akibat situasi lingkungan atau jamannya. c). latar sangat mendukung jalan cerita. maka setting demikian pula integral. Kalau sebuah cerpen settingnya dapat diganti dengan tempat mana saja tanpa mengubah atau mempengaruhi waktu tokoh dan tema cerpennya. setting waktu dan setting sosial (suasana). latar berhubungan erat dengan pelaku (tokoh) dalam suatu peristiwa oleh sebab itu. cara hidup tertentu. baik mengenai waktu. Contohnya : setting dengan situasi pantai akan berbeda dengan situasi gunung.Dalam cerpen yang baik. Setting pun hendaknya menyatu dengan tema watak dan gaya. Setting tempat Kehadiran setting tempat dalam cerpen bukan tanpa tujuan yang pasti. Setting waktu Setting waktu menyangkut kapan cerita dalam cerpen terjadi. . daerah tertentu. Adapun penggolongan setting dapat dikelompokan dalam setting tempat. Latar (setting) juga mempunyai pengertian keterangan. b). tema tertentu. hal ini salah satunya dapat ditujukan dengan contoh perbedaan cerita dengan setting yang terjadi zaman tahun 1930an dahulu dengan tahun 2000an. orang-orang tertentu dengan watak-watak tertentu. cara berfikir tertentu. maupun kaitan kebijakan cerita yang dapat diambil hikmahnya oleh pembaca cerpen. ruang dan suasana terjadinya peristiwa atau cerita. setting tempat mempengaruhi bagaimana kondisi sang tokoh diciptakan. Hal ini dapat diamati dengan cara berbicara tokoh maupun kondisi lingkungan saat itu. setting harus benar-benar sebuah syarat menggarap tema dan karakter cerita. secara sederhana setting tempat akan mempengaruhi gaya maupun emosi tokoh dalam berbicara. Dari setting wilayah tertentu harus menghasilkan perwatakan tokoh tertentu.

Permasalahan menjadi sulit. Dalam pembangun alur. Maksudnya. Faktor kejutan. 8). Alur/Plot Alur adalah urutan atau rangkaian peristiwa dalam cerita. 2). 3. Berdasarkan urutan waktu terjadinya (kronologi) 2. 5). 2. Kombinasi atau variasi ketika faktor tersebutlah yang menyebabkan alur menjadi dinamis. ada beberapa faktor yang perlu di perhatikan agar alur menjadi dinamis. Penyelesaian cerita. 6). Adapun hal yang harus di hindari dalam alur adalah lanturan (digresi). Lanturan adalah peristiwa atau episode yang tidak berhubungan dengan inti cerita atau penyimpang dari pokok persoalan yang sedang di hadapi dalam cerita. 7). peristiwa-peristiwa sebaiknya tidak dapat secara langsung ditebbak/ dikenali oleh pembaca. . Di bagian awal terdiri atas : 1) penjelasan tentang peristiwa awal (exposition). Maksudnya.2. Puncak permasalahan. Masalah mulai menjadi konflik. 1. Faktor kebetulan. Maksudnya. yaitu : 1. 3). peristiwa-peritiwa cerita sebaiknya tidak selalu realistik tetapi masuk akal. Adapun struktur alur adalah sebagai berikut : 1. Di bagian akhir terdiri atas. secara kebetulan terjadi. peristiwa-peristiwa yang tidak di duga terjadi.4. 1. Berdasarkan tema cerita. Pertentangan antara masalah-masalah. Faktor kebolehjadian. Berdasarkan hubungan sebab akibat (kausal) 3.2. Alur dapat disusun berdasarkan 3 hal. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pemecahan masalah. Di bagian tengah terdiri atas : 4). Munculnya masalah.

namun kadang pengarang menggunakan tokohnya sebagai narator. Sudut pandang orang ketiga disebut juga sudut pandang mahatahu. 2. Namun.Alur berdasarkan teknik penyampaian cerita dibagi menjadi dua bagian : 1. Alur maju Yaitu alur yang urutan peristiwanya berurut mulai dari awal hingga akhir cerita. ada kalanya pencerita hanya sebagai pengamat sehingga penceritaannya terbatas. misal”aku” atau “saya”. Jadi. Secara umum. Sudut pandang campuran Pengarang menggunakan kata ganti orang pertama dan orang ketiga untuk membaurkan antara pendapat pengarang dan tokoh-tokohnya kadang pengarang menjadi narator. A. Dengan demikian seluruh kejadian dan aktivitas tokoh di beri komentar dan tafsiran sehingga pembaca mendapat gambaran mengenai tokoh dan kejadian yang di ceritakan. “ia”. sudut pandang terbagi menjadi beberapa jenis. Jadi. pencerita mengetahui segala hal yang terdapat di dalam cerita termasuk keadaan batin tokoh.2. Pengarang menggunakan kata ganti orang pertama. Alur mundur (flash back) Yaitu peristiwa dimulai dari akhir cerita menuju ke awal cerita.Sudut pandang orang pertama. C. Sudut Pandang 1. Cara pengarang memandang para tokoh meliputi: . pencerita berada di luar cerita. 1.5.pencerita dapat menyebut langsung nama tokoh-tokoh di dalam cerpen. Sudut pandang atau point of view Sudut pandang merupakan unsur yang cukup penting dalam membangun sebuah cerpen yang baik.sudut pandang berkaitan sangat erat dengan teknik atau keterampilan bercerita. pencerita atau narator termasuk tokoh di dalam cerpen. Jadi.selain itu. atau “dia”. Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam sebuah cerita apakah pengarang terlibat di dalam cerita tersebut atau apakah pengarang berdiri di luar cerita. B.Sudut pandang orang ketiga Pengarang menggunakan kata ganti orang ketiga misalnya. Artinya. Sudut pandang merupakan visi pengarang yang di jelmakan ke dalam pandangan tokoh-tokohnya demgan cara bercerita.

Sudut pandang orang pertama (first person point of view) Dalam persinggahan cerita yang menggunakan sudut pandang orang pertama ‘’aku’’. 1). Narrator adalah seorang yang di luar cerita. membawaka berbagai peristiwa. tokoh ‘’aku’’ muncul bukan sebagai tokoh utama. Ia adalah si ‘’aku’’ tokoh yang berkisah mengisahkan kesadaran dirinya sendiri. 2. Jadi pembaca hanya dapat melihat dan merasakan secara terbatas seperti yang di lihat dan di rasakan. di samping memiliki kebebasan untuk memilih masalah-masalah yang akan di ceritakan. 4. pusat cerita. di dengar. di certakan hanya jika berhubungan dengan dirinya. sedangkan tokoh cerita yang di kisahkan itu kemudian ‘’dibiarkan’’ untuk mengisahkan sendirisebagai pengalamannya.tokoh si ‘’aku’’ tersebut : Sudut pandang orang pertama masih di bedakan menjadi 2 yaitu : 1. Nama-nama tokoh cerita. si ‘’aku’’ mengisahkan berbagai peristiwa dan tingkah laku ang di alaminya. 4. mengisahkan peristiwa atau tindakan. yang menampilkan tokoh-tokoh cerita yang menyebut nama. Setelah cerita tokoh utama habis. Dalam sudut pandang ini. melainkan sebagai tokoh tambahan (first person peripheal). si ‘’aku’’ tambahan tampil kembali. Saksi terhadap berlangsungnya cerita dan di tokohi oleh orang lain. sebab dialah yang lebih banyak tampil. 2). maupun fisik. menerus disebut dan sebagai variasi di pergunakan kata ganti. dan orang. Tokoh ‘’aku’’ hadir untuk membawakan cerita kepada pembaca. mereka. Sudut pandang yang maha kuasa adalah pengarang seolah-olah dia maha tahu pengarang ini mengambarkan semua tingkah laku dari pada tokoh-tokoh tersebut dan juga mengerti apa yang dikerjakan oleh tokoh tersebut. dan hubungannya dengan sesuatu yang di luar dirinya. ‘’aku’’ tokoh tambahan. . baik yang bersifat batiniyah. Sudut pandang orang ketiga : Rani. dia.1. Tokoh cerita yang di biarkan berkisah sendiri itulah yang kemudian menjadi tokoh utama. yang di kertahui. Dengan demikian si ‘’aku’’ hanya tampil sebagai saksi saja. peristiwa. di lihat. Dalam sudut pandang kali ini. Sudut pandang orang ketiga (third person point of view) Dalam cerita yang mempergunakan sudut pandang orang ketiga ‘’dia’’. serta sikapnya pada orang (tokoh) lain kepada pembaca. Si ‘’aku’’ menjadi fokus pusat kesadaran. Toni…(nama tokoh). berhubungan dengan tokohtokoh lain. Nator adalah seseorang yang ikut terlibat dalam cerita. si ‘’aku’’ menjadi tokoh utama (first person central). Si ‘’aku’’ pada umumnya tampil sebagai pengantar dan penutup cerita. kerap atau terus. Dalam cerita demikian. 3. atau kata gantinya : ia. khususnya yang utama. biasanya menggunakan kata aku. Sudut pandang orang pertama. 3. Sudut pandang objektif adalah pengarang bertindak seperti dalam sudut pandang yang maha kuasa tetapi pengarang tidak melukiskan batin tokoh-tokoh. tindakan. dan dialah kini yang berkisah. 2. ‘’aku’’ tokoh utama. di alami dan dirasakan. tindakan. dalam diri sendiri. Segala sesuatu yang di luar diri si ‘’aku’’.

pada cerpen-cerpen remaja.Sudut pandang ‘’dia’’ dapat di bedakan kedalam dua golongan berdasarkan tingkat kebebasan dan keterikatan pengarang terhadap bahan ceritanya : 1. ‘’dia’’ mahatahu. menceritakan atau sebaliknya ‘’menyembunyikan’’ ucapan dan tingkah tokoh. Ia mengetahui berbagai hal tentang tokoh.6. Dalam sudut pandang ini. pandangan dan motivasi tokoh secara jelas. Didalam buku pintar Bahasa dan sastra Indonesia. pengarang mempergunakan orang ketiga sebagai pencerita yang terbatas penceritanya.oleh Dra. pembaca diharapkan dapat menyimpulkan atau mencari jalan keluar dari berbagai permasalahan yang dialami oleh tokoh dalam cerpen. Agoestien S. Pesan tersebut terselip dalam permasalahan yang terdapat dalam cerpen. Amanat dapat berupa jalan keluar dari permasalahan-permasalahan yang dialami oleh tokoh. 2. Amanat dalam cerpen dapat ditampilkan secara implisit (tersirat) maupun secara ekspisit (tersurat). Amanat tersebut kadang sangat tersamar. seperti halnya ucapan dan tindakan nyata. ia bersifat mahatahu (omniscient). Amanat pada cerpen modern yang bersipat hiburan cenderung sederhana misalnya. berpindahan-pindahan dari tokoh ‘’dia’’ yang satu ke ‘’dia’’ yang lain. perasaan. dan tindakan. Akibatnya. termasuk motivasi yang melatarbelakanginya. narrator dapat menceritakan apa saja hal-hal yang menyangkut tokoh ‘’dia’’ tersebut. ‘’dia’’ terbatas (‘’dia’’ sebagai pengamat). Ia bergerak bebas dan menceritakan apa saja dalam lingkup waktu dan tempat cerita. Amanat Sebuah cerpen ada kalanya dapat mengetengahkan ajaran moral ataupun pesan yang ingin disampaikan pengarang. Dalam sudut pandang ini. bahkan juga yang hanya berupa pikiran. Tentu saja jalan keluar yang dipilih berdasarkan selera atau kepribadian masing-masing pembaca.2. peristiwa. Amanat ialah pemecahan yang diberikan oleh pengarang bagi . 2. terbatas pengetahuannya (hanya menceritakan apa yang di lihatnya saja). Narrator mengetahui segalanya.

Didalam buku bahasa indonesia kelas IX. Amanat mengandung hal yang mengandung hal yang berharga yang dapat kita petik. Amanat biasa disebut makna.pd. Salah satu contohnya adalah nilai pendidikan moral. Nilai digambarkan pengarang melalui dilog para tokoh. Djuharmi M. Sedangkan nilai adalah segala sesuatu yang dianggap baik atau dianggap buruk oleh manusia. disebut juga dengan nilai. Membaca karya sastra seperti cerita pendek memang mengasyikan. Sebuah karya satra yang baik tidak hanya dapat mengasyikan bagi pembaca tetapi juga mengandung berbagai macam nilai.persoalan didalam karya sastra. Makna niatan adalah makna yang diniatkan oleh pengarang bagi karya sastra yang ditulisnya.K. Nilai Pendidikan moral adalah ajaran-ajaran atau patokan-patokan tentang bagaimana manusia harus bertindak agar menjadi manusia yang baik. pesan ini disampaikan dengan pengarang secara langsung atau secara tdak langsung. Nilai yang . Makna muatan adalah makna yang termuat dalam karya sastra tersebut. atau tindakan para tokoh. Karya sastra dinyatakan bernilai apabila memberikan manfaat bagi pembacanya. Amanat harus disimpulkan sendiri oleh pembaca. pengarang berupaya menyampaikan pesan moral kepada pembaca cerita melalui amanat cerita. Sedangkan amanat itu sendiri adalah pesan pengarang yang berisi pendidikan moral. Nilai berkenaan dengan sesuatu yang berharga atau bermanfaat. narasi (penjelasan pengarang). Terdapat pula pada buku Bahasa Indonesia kelas XI oleh E. Makna dibedakan menjadi makna niatan dan makna muatan.

budaya dalam kehidupan nyata : 1. Idang nagih sebotol Fanta lantaran kamu kalah taruhan atas pertandingan bola semalam di teve. v Nilai Sosial Budaya : Hasil cipta. Karya sastra yang baik akan memberikan sumbangsih berupa pola-pola berfikir dalam mengarungi hidup dan kehidupan.” Maya terbelalak. Wulan cuma tersenyum. Ia tak ingin Bu Nurky masuk kelas sebelum dirinya.berharga dalam cerita pendek juga berupa amanat. “Di kantin anak-anak pada nanyain. adat. ia harus menyempatkan diri menginterogasi Wulan. sosial. dan lainlain yang dapat diambil dalam cerita/sejarah/cerpen. Cara mereflesikan nilai-nilai moral.” timpal Wulan. malah cengengesan!” “Lagian elo kok mau-maunya ngapalin pesen orang. Nggak….“TENTANG SEBUAH NAMA” Karya : Benny Ramdhani Langkah Maya kian cepat menapaki tangga menuju kelasnya begitu mendengar bel tanda istirahat usai. 3. 2. budi pekerti yang baik. Wul! Kapan kamu terakhir minum obat sih?” “Lho. v Nilai Kasih sayang kepada keluarga. v Nilai Kemanusiaan. religius. “Heh. Karya sastra yang baik akan membentuk pola-pola dalam diri yang akhirnya akhirnya dapat membantu mereflesikan nilai-nilai kehidupan. Dodo nagih novel silat yang kamu pinjem. kemana aja kamu selama istirahat?” Maya langsung sewot karena Wulan ternyata sudah duduk di bangkunya. memangnya perpustakaan cuma buat baca-baca. v Nilai Moral : Ajaran/Pendidikan kesusilaan. didasari lebih banyak karena unsur hiburannya saja bukan pada kebutuhan vital. Banyak kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang menyangkut hubungan dengan sekitarnya. Amanat itu Mungkin berupa : v Nilai Ketuhanan (Religius) : Taat beragama. Karsa.1. Selain itu. BAB III PEMBAHASAN 3. terus… aduh siapa lagi ya? Heh. rasa. sopan. “Apa nggak salah tuh? Di sana kan seumur-umur nggak akan kamu temuin novel silat.” . Biar aja mereka nagih langsung. “Begitu ya? Terus kemana aja kamu selama dua hari ini setiap bunya bel istirahat kamu langsung ngilang?” “Ke perpustakaan.

Biar tau rasa! Tapi Wulan nggak protes seperti biasanya. “Ssst. Ia bingung karena sudah lima orang menebak dengan jitu di mana ia membeli baju itu. dari dulu udah gue pacarin. dan… bukankah dia Ibnu. anak fisika itu. Ia belum puas kalau pertanyaannya tak dijawab. Ia bisa menangkapnya dari sorot mata Wulan. benar kan. nggak mungkin Iwul naksir Ibnu.” tambah Ijul. Baju Ibu bagus. jangan gitu sama teman.” timpal Ijul. Beberapa sobat kentalnya seperti biasa masih nongkrong di sana mengganggu anak-anak kelas satu. “Dengan penampilannya yang macam gitu? Gue rasa semua orang sependapat dengan gue. Bu Nurky dateng tuh!” bisik Wulan buru-buru. Ia mengambil tempat untuk menguntit Wulan. “Nggak kok. Ya. Ia memang selalu mengawasi dua gadis badung di kelas ini.” “Don. Mulutnya komat-kamit tanpa suara. Maya kesal. “Maya.“Terus ngobrol dengan cowok? Hayo siapa dia?” Wulan merasa dirinya terancam. Malah tumben-tumbennya ia mengumpulkan lebih dulu kertas ulangannya tanpa lebih dulu menyebarkan ke teman-teman cowok di sekitarnya. dengar nih aku punya berita penting. soal cowok. Begitu bel pulang berbunyi Maya langsung keluar lebih dulu. “Yang benar. biar tahu rasa Wulan. Oh. Cowok yang suka disebut-sebut teman-teman cewek di kelasnya karena wajahnya yang menggemaskan kayak bayi. ia langsung menyuruh murid-muridnya ulangan mendadak. Hehehe…. kenapa kamu cengar-cengir? Kamu ngetawain baju baru Ibu. Dia ternyata lagi kasmaran dengan Ibnu. Maya tak begitu kenal dengannya karena ia yakin cowok itu jarang nongkrong di kantin. Aduh. ini benar-benar berita.” Maya langsung bertetetoet. Pelajaran berikutnya. Kalau tahu Iwul masih selera dengan cowok. Bu. Apalagi agaknya dugaannya kali ini benar. Si Iwul alias Wulan alias Rembulan Giargina sedang jatuh cinta. Yang lain langsung manggut. Maksud gue Ibnu kan cowok…. jarang menyentuh lapangan basket. Bu? Abis mirip dengan punya tetangga saya. Mukanya pucat. Aku tahu sekarang kenapa si Iwul jadi lain. Tapi… berita itu belum cukup informasinya tanpa diketahui siapa cowok yang ditaksir Wulan. Maya gemas karena ia baru mengisi separuh soal di depannya. Ngomong-ngomong beli di Tanah Abang ya. ya?” Bu Nurky di depat sewot begitu melihat mimik muka Maya. “Gue pikir malah dia pacaran sama elo. kok!” bela Maya. mau apa anak sosial ke sana? Lima menit kemudian dari dalam laboratorium ke luar para penghuninya. Ia berbalik karena respon yang diharapkan dari temantamannya berbeda. Jadi Wulan naksir Ibnu? Maya buru-buru berbalik menuju ke kantin.” timpal Dodong.” “Sembarangan kamu!” Bu Nurky menghardik. Maya memonyongkan mulutnya. Maya cuma menjawab empat soal essay dari sepuluh yang diberikan. Heh. . ia sama sekali nggak menegur Wulan. “Kalian benar-benar keterlaluan!” “Bukan gitu. Karena kesal. Nah. Tomboi-tomboi juga Wulan masih normal. Wulan dihampiri seorang cowok cakep. Akan kuselidiki. Sampai bel bubar pelajaran sosiologi. “Heh. Kalimat yang dilontarkan teman-temannya soal Wulan jadi pikirannya. Diliriknya pintu kelas. Diperhatikannya sobatnya yang berambut ala vokalis Roxette itu berjalan ke depan laboratorium kimia. Dalam kendaraan Maya jadi memikirkan Wulan. moga-moga Bu Nurky cepat datang.

kafilah akan tetap berlalu meski anjing menggonggong. Apalagi kalau tudingan itu datang dari mulut teman-teman kita. terutama perilaku dan penampilanmu. ia pasti tahu jawabannya. “Elo yakin ini akan berhasil?” “Tentu aja. Kalau kamu memang serius dengannya kamu harus perhatikan itu. nggak seperti yang dituding temantemannya. Sori yah. Kamu serius kan dengannya?” Wulan tersenyum. *** Esok harinya.” “Tapi kok Ibnu mau. paling buat nutupin kenggakberesannnya.” papar Maya. Wulan mendelik. kemudian mengurangi tawanya. ada salahnya juga mengabaikan omongan orang. kendati perlahan tapi amat terasa. Betapa sakitnya pasti. Kamu harus mulai sedikit memperhatikan dirimu sendiri. “Kok elo jadi serius gini.” “Kamu nggak bisa cuek gitu. berikutnya ia . Dan nggak ingin hal itu sampai berlarut-larut. *** Wulan akhirnya menyadari juga kalimat Maya. Siapa yang ngomong gitu? Biar gue hajar!” “Tuh kan. Cewek itu cuma punya teman cewek Maya. Maya sudah tiga kali gonta-ganti cowok. Wulan lebih suka nongkrong di kantin sekolah atau ke lapangan basket daripada ngerumpi dengan teman-teman sejenisnya.” “Tudingan apa?” “Bahwa kamu… mustahil menyukai cowok…. Wul. yah?” “Semodern-modernnya dunia. Suaranya berat dengan tawa yang terbahak.” Wulan mendengus. May?” “Aku cuma membayangkan kalau hal ini aku yang mengalaminya. Bagaimana kalau sampai terdengar ke telinga Mamanya tudingan-tudingan itu. Wul.” Wulan terbelalak. Di dalam kelas raut muka Wulan nggak terlihat kisruh. Hari pertama ia mulai menjauhi berlama-lama di kantin. “Gue belum denger yang itu. kalau kamu begitu orang makin curiga. Ia memang nggak bisa terlampau mengacuhkan kata-kata orang. dan lebih parah lagi menambah-nambahkan. Maya mengerti kalau kalimat nyinyir itu keluar dari para rival Wulan. dukun masih banyak.” “Alaa. “Kamu udah dengar omongan orang di luar. tapi juga perilakunya.Wulan memang tomboi. Setelah aku pikir-pikir. Wulan juga pasti mendengar omongan usil itu. “Biar aja. gue harus ngehajar mereka?” “Bukan mereka. cerita Wulan dan Ibnu jadi berita utama di SMA VIT. Dan aku yakin Ibnu akan makin menyukaimu. tapi kamu. Bukan cuma dari dandannya. Terkadang malah Maya lupa kalau teman jahilnya itu bukan cewek. selebihnya lelaki. Non!” Maya cuma menelan ludah mendengar mulut-mulut usil itu di tangga sekolah. Bahwa orang menilai orang lain dari kulitnya memang selalu terjadi di mana-mana. ada baiknya kalau kamu yang melakukan perubahan. Seperti yang aku bilang. terutama yang bernada kritis. Wulan melakukan perubahan. Wulan nggak suka majalah cewek. Semuanya menyudutkan Wulan. Wul?” Wulan mengangguk.” “Maksud elo. Entah siapa yang menyebarluaskan. Mudah-mudahan ia nggak ngamuk. Tapi Maya tahu benar Wulan masih normal. “Gimana bisa si Wulan pacaran dengan Ibnu? Dia kan nggak beres.

Sejauh ini. Untung saat itu Ibnu bisa berdusta. Kenapa? “Aku harus buru-buru pulang.” Ibnu mengingat bagaimana kata-kata nyinyir Mama ketika menemukan foto Raka di dompetnya. Ibnu memberi respon positif. Wulan tersipu. Aku ingin mengenalkanmu pada orang rumah. Dan Wulan. Rencana untuk berkompromi dengannya gagal. tapi Ibnu masih ngebutuhin dia untuk menutupi kecurigaan orang rumah. seseorang yang memberikan kasih yang diimpikannya. Mereka merayakannya di KFC sepulang sekolah. Gimana kalau Wulan ternyata benar-benar mencintaimu?” “Tadinya Ibnu nggak berpikir sampai ke situ.” “Sungguh? Secepat ini?” Ibnu mengangguk. Wul!” puji Ibnu pada hari ketujuh mereka pacaran.” Raka berusaha berbicara sedewasa mungkin. Dan betapa kagetnya ia ketika tahu Ibnu—yang bukan saudara sepupunya itu— tengah berusaha menggaet seorang cewek di sekolahnya. Ibnu. Cowok itu agaknya masih gelisah. Mungkin ia terburu-buru. Wulan membatin. Setelah Ibnu mengantarnya sampai depan rumah. makanya Ibnu berani deketin dia.” cowok yang umur sekitar tiga tahun di atasnya itu menyapa Ibnu. Ibnu tersedak. di sini rupanya. Wulan… sama seperti kita. “Sori nih keburu-buru. Pikirannya langsung tertuju pada persiapan untuk acara nanti malam. Gue nggak mau mengecewakan Ibnu. Ia nggak mau ditinggal Raka. Wulan menangkap sebuah kegelisahan pada Ibnu. Ngg… kenalin. Tapi setelah dideketin. Nggak mau kendati ia tahu hal itu nggak wajar. Bulu halus di atas bibirnya membuat pesona sendiri buat Wulan.” Raka langsung pergi tanpa menunggu kalimat lagi dari Ibnu dan Wulan. “Eh. Bercinta dengan normal. “Kamu tambah cantik. Ia sendiri sebenarnya sudah menguntit Ibnu beberapa hari ini. “Jadi elo ngedeketin Wulan cuma buat pura-pura. Untuk nutupin keadaan elo di mata Mama sama Papamu. Ada perasaan cemburu bergelora. tolong bilang sama nyokap. aku di rumah sepanjang hari ini. Wul. “Iya. kan?” Wulan mengangguk.” “Pacar baru Ibnu. belum benar- . Raka. baru ketahuan dia ternyata normal. Sebelum Wulan sempat menanyakan sebuah suara berat terdengar dari belakangnya. Emangnya nggak kepikiran ujungnya nanti. *** Ibnu mengangkat mukanya.” tambah Wulan. “Nanti malam aku mau ngajak kamu ke rumahku. Gue sebenarnya seneng-seneng aja kalo elo memang bisa sungguh-sungguh bisa mencintainya. Wajah Raka di depannya masih datar belum ada satu kalimat pun yang keluar dari mulutnya. Nggak apa-apa.membuat tatanan rambutnya lebih modis dan seterusnya. Wulan buru-buru masuk ke kamar. Nggak seperti hubungan kita saat ini. Wulan tak peduli. Ini Wulan…. Tapi sedetik kemudian ada perubahan di mukanya. “Terserah. Penampilan dan perilaku dia selama ini sudah Ibnu amatin. Wulan melirik Ibnu. Mereka meninggalkan KFC. Kirain. Tapi bukan dengan kepura-puraan yang melibatkan perasaan orang lain. Ini kakak sepupuku. Ibnu berharap hal ini akan segera beres.

Aku belum siap…. Tanpa ragu Ibnu menelepon Wulan. “Lakukanlah yang menurutmu terbaik saat ini juga. 3.ANALISIS TEMA Setelah penulis melakukan Analisis Tema terhadap cerpen yang berjudul”Tentang Sebuah Nama”karya:”Benny Ramdhanid”. 2) Wulan Mengikuti Saran Maya an Mulai Melakukan Perubahan Wulan akhirnya menyadari juga kalimat Maya. Aku yang salah.ANALISIS UNSUR INTRINSIK DALAM CERITA PENDEK ”TENTANG SEBUAH NAMA” KARYA : BENNY RAMDHANI 3. Kenapa. kemudian mengurangi tawanya. Wulan benar-benar belum siap untuk patah hati. Wul!” puji Ibnu pada hari ketujuh mereka pacaran. kan? Ini… ini terlalu singkat.benar mampu singgah di hatinya.” Wulan mematikan HP-nya. Dan nggak ingin hal itu sampai berlarut-larut. Cowok yang suka disebut-sebut teman-teman cewek di kelasnya karena wajahnya yang menggemaskan kayak bayi. kendati perlahan tapi amat terasa. Jadi Wulan naksir Ibnu. Lebih cepat lebih baik bagi Wulan dan dirinya.Dengan mengambil persoalan yang ada dalam cerpen tersebut sebagai gambaran terhadap tema yang disampaikan oleh pengarang. dan ketika saatnya datang justru kabar buruk yang ia terima.2. Diperhatikannya sobatnya yang berambut ala vokalis Roxette itu berjalan ke depan laboratorium kimia. Wulan melakukan perubahan. Maya tak begitu kenal dengannya karena ia yakin cowok itu jarang nongkrong di kantin. mau apa anak sosial ke sana? Lima menit kemudian dari dalam laboratorium ke luar para penghuninya.maka penulis mengemukakan beberapa persoalan yang terdapat sebagai berikut : 1) Maya Mengetahui Bahwa Wulan Naksir Ibnu Begitu bel pulang berbunyi Maya langsung keluar lebih dulu.2. Ibnu? Ada yang salah dengan gue?” “Bukan… bukan kamu yang salah.Sejauh ini Ibnu memberi respon positif. Tapi aku belum bisa ngomong sekarang.” kata Raka sambil menunjuk HP di dekat Ibnu. Rembulan termangu di atas sana. Heh. berikutnya ia membuat tatanan rambutnya lebih modis dan seterusnya. “Ibnu. Wulan dihampiri seorang cowok cakep. jarang menyentuh lapangan basket. Kapan gue dijemput?” “Wulan… aku harus bilang… aku nggak jadi mengajakmu ke rumah. Dan mengenai hubungan kita… sebaiknya berakhir sampai di sini aja. Wulan menengadahkan kepalanya memandang langit dari jendela kamar. Bagaimana kalau sampai terdengar ke telinga Mamanya tudingan-tudingan itu. .”kamu tambah cantik. Ia mengambil tempat untuk menguntit Wulan. dan… bukankah dia Ibnu. Tapi biar gimana juga ia harus mengatakannya.” Ibnu sadar kalimatnya akan menyakiti hati Wulan. Berjam-jam ia nggak sabar nunggui datangnya malam. Ia memang nggak bisa terlampau mengacuhkan kata-kata orang.1. Ibnu! Udah siap. elo nggak bercanda. nih. “Halo. Hari pertama ia mulai menjauhi berlama-lama di kantin. Bahwa orang menilai orang lain dari kulitnya memang selalu terjadi di mana-mana.

Cowok itu agaknya masih gelisah. Dan betapa kagetnya ia ketika tahu Ibnu yang bukan saudara sepupunya itu tengah berusaha menggaet seorang cewek di sekolahnya. Tapi setelah dideketin. Mereka meninggalkan KFC.” Raka langsung pergi tanpa menunggu kalimat lagi dari Ibnu dan Wulan. Bercinta dengan normal. “Lakukanlah yang menurutmu terbaik saat ini juga. Nggak mau kendati ia tahu hal itu nggak wajar. Penampilan dan perilaku dia selama ini sudah Ibnu amatin. Aku ingin mengenalkanmu pada orang rumah. Ibnu. Tapi biar gimana juga ia harus mengatakannya. Lebih cepat lebih baik bagi Wulan dan dirinya. Tapi bukan dengan kepura-puraan yang melibatkan perasaan orang lain. Ibnu! Udah siap. Tapi sedetik kemudian ada perubahan di mukanya. baru ketahuan dia ternyata normal. Kirain. Wul. Ada perasaan cemburu bergelora. Raka. Emangnya nggak kepikiran ujungnya nanti. tapi Ibnu masih ngebutuhin dia untuk menutupi kecurigaan orang rumah. Ini Wulan…. seseorang yang memberikan kasih yang diimpikannya. Rencana untuk berkompromi dengannya gagal. Nggak seperti hubungan kita saat ini.” “Pacar baru Ibnu. Gimana kalau Wulan ternyata benar-benar mencintaimu?” “Tadinya Ibnu nggak berpikir sampai ke situ. “Sori nih keburu-buru. aku di rumah sepanjang hari ini. kan?” Wulan mengangguk. Wulan tak peduli.” kata Raka sambil menunjuk HP di dekat Ibnu. Ia nggak mau ditinggal Raka. Nggak apa-apa. Dan Wulan. Kapan gue dijemput?” “Wulan… aku harus bilang… aku nggak jadi mengajakmu ke rumah. Setelah Ibnu mengantarnya sampai depan rumah. “Eh.” “Sungguh? Secepat ini?” Ibnu mengangguk.” cowok yang umur sekitar tiga tahun di atasnya itu menyapa Ibnu. “Halo.” tambah Wulan. belum benarbenar mampu singgah di hatinya. Wulan melirik Ibnu.3) Wulan Menangkap Kegelisahan Pada Ibnu “Nanti malam aku mau ngajak kamu ke rumahku. Gue sebenarnya seneng-seneng aja kalo elo memang bisa sungguh-sungguh bisa mencintainya. tolong bilang sama nyokap.” Ibnu mengingat bagaimana kata-kata nyinyir Mama ketika menemukan foto Raka di dompetnya. makanya Ibnu berani deketin dia. Ini kakak sepupuku. Ia sendiri sebenarnya sudah menguntit Ibnu beberapa hari ini. Mungkin ia terburu-buru. 4) Ibnu Putus Dengan Wulan Ibnu mengangkat mukanya.” Raka berusaha berbicara sedewasa mungkin. Tanpa ragu Ibnu menelepon Wulan. “Iya. Untung saat itu Ibnu bisa berdusta. Ngg… kenalin. Wulan menangkap sebuah kegelisahan pada Ibnu. Ibnu tersedak. nih. Ibnu berharap hal ini akan segera beres. “Jadi elo ngedeketin Wulan cuma buat pura-pura.” Ibnu sadar kalimatnya akan menyakiti hati Wulan. Wajah Raka di depannya masih datar belum ada satu kalimat pun yang keluar dari mulutnya. Dan mengenai hubungan kita… sebaiknya berakhir sampai di sini aja. Bulu halus di atas bibirnya membuat pesona sendiri buat Wulan. . Wulan… sama seperti kita. Sebelum Wulan sempat menanyakan sebuah suara berat terdengar dari belakangnya. Untuk nutupin keadaan elo di mata Mama sama Papamu. di sini rupanya. “Terserah. Kenapa? “Aku harus buru-buru pulang.

“Ibnu, elo nggak bercanda, kan? Ini… ini terlalu singkat. Kenapa, Ibnu? Ada yang salah
dengan gue?”
“Bukan… bukan kamu yang salah. Aku yang salah. Tapi aku belum bisa ngomong
sekarang. Aku belum siap….”
Wulan mematikan HP-nya. Berjam-jam ia nggak sabar nunggui datangnya malam, dan
ketika saatnya datang justru kabar buruk yang ia terima. Wulan menengadahkan
kepalanya memandang langit dari jendela kamar. Rembulan termangu di atas sana.
Wulan benar-benar belum siap untuk patah hati.
BAB IV
PENUTUP
4.1.Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat penulis sampaikan berdasarkan penelitian mendalam
dari cerita pendek yang berjudul “TENTANG SEBUAH NAMA”karya ”Benny Ramdhani” dan
ada beberapa hal yang perlu diingat, antara lain:
1.Kita tidak boleh menuduh orang sebelum mengetahui permasalahan yang sebenarnya.
2.kita tidak boleh melibatkan perasaan orang lain dalam permasalahan kita.
Akhirnya diharapkan agar kita dapat mengembangkan lebih lanjut apa yang kita peroleh
dengan mempelajari dan memahami isi dalam cerpen tersebut.
4.2.SARAN
Setelah penulis memaparkan keseluruhan tentang ANALISIS UNSUR INTRISIK DALAM
CERITA PENDEK “TENTANG SEBUAH NAMA” karya BENNY RAMDHANY, maka penulis ingin
menyampaikan beberapa saran bagi pembaca antara lain :
1. Bahwa membuat karya tulis ilmiah itu adalah bukan sesuatu yang sulit untuk
siapa saja terutama dalam kalangan pelajar.
2. Biasakanlah membaca cerita pendek karena dapat mengetahui dunia luar.
3. Dengan membuat karya tulis ilmiah kreatifitas kita dapat berkembang.
4. Berdasarkan analisis amanat yang disampaikan oleh pengarang yaitu berupa nilai
kemanusiaan, nilai moral dan nilai kasih sayang kepada keluarga memberikan
contoh kepada kita untuk dapat kita jadikan pelajaran dalam menjalani
kehidupan.
Demikian saran yang dapat penulis sampaikan semoga bermanfaat khususnya bagi
penulis dan umumnya bagi para pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Sutopo, Maryati. 2008. Bahasa dan sastra Indonesia kelas VII. Bandung :
Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
…………………….. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia 3 untuk SMP/MTs
kelas IX. Bandung : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan

Nasional.
…………………….. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs
kelas VIII. Bandung : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan
Nasional.
——————- 2005. Materi pelajaran Integrasi Bahasa dan Sastra
Indonesia buku 3. Jakarta : Departemen pendidikan nasional,
direktorat jenderal pendidikan dasar dan menengah, direktorat pendidikan lanjutan
pertama.
——————- 2005. Bahan penyerta siaran televisi edukasi untuk guru
SMP/MTs kelas III semester 1. Jakarta : Departemen pendidikan
nasional, pusat Teknologi Informasi dan komunikasi pendidikan
lanjutan pertama.
Wirajaya,Yudha Asep. 2008. Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk
SMP/MTs kelas IX. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional.
E. K. Djurharmie. 2005. Bahasa Indonesia untuk SMA kelas XI. Bandung
: CV REGINA Anggota IKAPI-JABAR.
Pranoto Naning. 2009. Buku creative writing, jurus menulis cerita pendek.
Jakarta : Rayakultura.

Share
this:
Tentang
iklan-iklan ini

Twitter

Facebook


By DAENG TOMPO • Posted in Pendidikan
Navigasi pos
Contoh Pedoman Pelaksanaan Ujian Sekolah
CONTOH KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SMP

Berikan Balasan

Cari

Pos-pos Terakhir
Hak Isteri Yang Harus Dipenuhi Suami: Mengajarkan Ilmu Agama, Menasihati Dengan Cara

Yang Baik.,

CONTOH KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SMP

CONTOH PENELITIAN CERITA PENDEK

Contoh Pedoman Pelaksanaan Ujian Sekolah

Syair Penggugah Jiwa

Arsip

April 2012

Desember 2011

Agustus 2011

Kategori

Artikel Salafy

Mutiara Hikmah

Pendidikan

Uncategorized

Meta

Mendaftar

Masuk log

RSS Entri

RSS Komentar

WordPress.com
Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. | Tema iTheme2.

Ikuti

Ikuti “abumuadzsalafy”
Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.
Daftarkan saya

Buat situs dengan WordPress.com

1990:104). Cerita rakyat sebagai salah satu hiburan dalam masyarakat tampaknya tenggelam oleh cerita sinetron dan sejenisnya yang disuguhkan di televisi. Salah satu alasannya karena sinetron lebih nyata alurnya sehingga mudah dipahami dan dinikmati. Setiap bangsa atau suku bangsa memiliki kehidupan sosial yang berbeda dengan suku bangsa lain. Ajaran atau kandungan moral dalam cerita rakyat. tetapi tidak pernah diketahui siapa pengarangnya. maka yang menjadi permasalahan dalam kajian ini adalah “Bagaimana nilai kehidupan dalam cerita rakyat asal mula burung Ntaapo-apo? C. Di dalamnya terkandung nilai-nilai pendidikan maupun nilai-nilai moral yang bermanfaat. dan tradisi yang berbeda-beda. Cerita rakyat merupakan prosa lama berupa tradisi lisan. cerita rakyat sering kali menjadi kisah yang sangat menarik bagi sang anak sehingga menjadi senjata paling ampuh bagi sang ibu untuk menidurkan anaknya. Keanekaragaman tersebut memiliki ciri khas tersendiri dan hal itu memberikan pemasalahan dengan pemahaman serta tanggapan yang berbeda-beda. Definisi Operasional Di dalam perkembangan zaman dan teknologi sekarang ini. Tanpa disadari. Sebagai genre sastra lisan. B. Dongeng ini. 28 Oktober 2013 Proposal Penelitian Sastra BAB I PENDAHULUAN A. Nilai adalah sesuatu yang penting atau hal-hal yang bermanfaat bagi manusia atau kemanusiaan yang menjadi sumber ukuran dalam . Bersamaan itu pula folklore dalam hal ini cerita rakyat semakin ditinggalkan dan dilupakan oleh masyarakat. hidup dan berkembang dalam masyarakat tertentu. Dalam kehidupan anak-anak. Demikian pula suku muna yang memiliki kehidupan sosial khas terutama dalam sistem atau metode budayanya. Pengertian Nilai Purwadarminta menjelaskan bahwa nilai adalah kadar isi yang memiliki sifat-sifat atau hal-hal penting yang berguna bagi kemanusiaan (Yunus. Banyak bermunculan sastrasastra modern dengan asas kebebasan yang sering kali mengabaikan jati diri bangsa. ras. sebenarnya cerita rakyat yang didengar secara tidak langsung akan membentuk sikap dan moral sang anak. Di dalamnya terdapat ajaran moral yang bermanfaat bagi generasi penerus untuk menjaga sifat-sifat budaya bangsa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam bahasa sehari-hari cerita rakyat lebih dikenal masyarakat sebagai dongeng. Anak-anak akan merasa takut menjadi durhaka karena teringat hukuman atau balasan yang diterima sang anak dalam cerita-cerita jika durhaka terhadap orang tuanya. Latar Belakang Karya sastra pada dasarnya berisi tentang permasalahan yang melingkupi kehidupan sosial.. Tujuan Penelitian Tujuan dari tulisan ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai kehidupan dalam cerita rakyat asal mula burung Ntaapo-apo berasal dari daerah Muna. Sastra terlahir atas hasil karya perilaku manusia dalam kebudayaan yang beranekaragam suku. dkk. akan membentuk sang anak manjadi patuh terhadap kedua orang tuanya. cerita rakyat memiliki manfaat yang banyak bagi masyarakat pendukungnya. bertambahnya pengetahuan dan berubahnya gaya hidup masyarakat berpengaruh pada sastra dunia. Dengan demikian cerita rakyat tidak hanya sebagai cerita pengantar tidur akan tetapi dapat membentuk moral anak-anak. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas.Linguist Senin. agama. BAB II KAJIAN TEORI A. D. Padahal cerita rakyat merupakan tradisi budaya yang memegang nilai-nilai luhur.

Dalam folklore. Pengertian Cerita Rakyat Cerita rakyat adalah cerita yang hidup ditengah-tengah masyarakat dan berkembang dari mulut ke mulut. Satu individu selalu berhubungan dengan individu lain sebagai anggota masyarakat (Yunus. Dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam pembicaraan mengenai hubungan sastra dan agama. 1) Nilai Keagamaan Sastra dengan agama mempunyai hubungan yang sangat erat. Ciri-Ciri Cerita Rakyat . manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa bantuan dan dukungan dari orang lain. Selanjutnya. Sebagai mahluk social.. Kehidupan tersebut diungkapkan dengan menggambarkan nilainilai terhadap perilaku manusia dalam sebuah karya. dan menuntut malu atau harga diri (Zahafudin. 2) Nilai Sosial Manusia adalah mahluk sosial. sedangkan religiusitas lebih menekankan kualitas manusia beragama (Yunus. cerita rakyat merupakan bentuk folklor lisan yaitu cerita yang disampaikan secara lisan oleh pencerita.. musyawarah. sastra mencipta dan mengungkapkan masalah tertentu berdasarkan ajaran-ajaran agama dan kehidupan agama hanya sebagai latar belakangnya (Yunus. 1990:114) 3) Nilai Moral Moral membahas tentang ajaran baik buruknya suatu perbuatan atau kelakuan manusia terhadap dirinya sendiri dan terhadap orang lain. Olehnya itu. 2005:35). Mural Esten berpendapat bahwa ada tiga corak yang dapat kita lihat dalam sastra dalam hubungannya dengan keagamaan. nilai kesopanan. Nilai moral adalah nilai kesusilaan yang dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk. Mengenai hal itu. nilai-nilai tersebut masih dapat dikelompokan dalam bentuk yang kecil. dkk. di sisi lain juga berusaha memberi nilai-nilai yang bermanfaat bagi kehidupan. C. Agama lebih menitiberatkan pada kelembagaan yang mengatur tata cara penyembahan manusia kepada penciptanya. 2003:11) mengatakan bahwa cerita pelipur lara adalah cerita yang member hiburan kepada orang yang mendengarkan dan diungkapkan oleh ahli cerita yang disebut pelipur lara. nilai penyerahan diri kepada takdir.sebuah karya sastra. Secara umum karya sastra mengungkapkan sisi kehidupan manusia dengan segala macam perilakunya dalam bermasyarakat. budi pekerti. dkk. kewajiban. 1996:22). Najib menjelaskan bahwa secara garis besar nilai-nilai kehidupan yang ada dalam karya sastra terdiri atas tiga golongan besar yaitu (1) nilai keagamaan. Mangun Wijaya lebih cenderung mengunakan istilah religius dan religiusitas daripada istilah agama dan religi. antara yang benar dan salah. 1993:4) B. Dalam hal ini mengenai sikap.1990:106) Sehubungan dengan fungsi sastra dengan pengungkapan nilai keagamaan. Nilai ini memperlihatkan sejauh mana seseorang individu dalam masyarakat mengikat diri dalam kelompoknya. Sehubungan dengan pengelompokan nilai. Nilai sosial terdiri atas nilai gotong-royong. (2) nilai social (3) nilai moral. manusia senantiasa berinteraksi dan bekerja sama dengan manusia lainnya dalam berbagai aktifitasnya. Dan nilai moral terdiri atas nilai kejujuran. Banyak karya sastra menjadi jalan atau sarana penyampaian nilai-nilai keagamaan. sebuah karya sastra selain sebagai pengungkapan estetikan. nilai pengetahuan.. yaitu nilai agama terdiri atas nilai tauhid. kepatuhan. Nilai sosial adalah sosial budaya yang menjadi ukuran atau penilaian pantas atau tidaknya suatu keinginan dan kebutuhan dilakukan. 1990:106) Bertolak dari uraian yang dikemukakan diatas. Wirjosudarmo (Isnan. Wahid mengemukakan bahwa seorang penulis tidak mengkin mengelakkan diri dari pengunaan beberapa ide tentang nilai ( Wahid. ketabahan. dan susila (Purna. kesetiaan dan keikhlasan. Dengan demikian nilai moral menyangkut nilai hubungan manusia dengan manusia dan nilai hubungan manusia dengan dirinya sendiri. dkk. akhlak. Nilai adalah ide-ide yang menggambarkan serta membentuk suatu cara dalam sistem masyarakat sosial yang merupakan rantai penghubung secara terus-menerus dari kehidupan generasi terdahulu. Penjabaran nilai dalam karya sastra oleh banyak ahli sangatlah beragam. yang dimaksud dengan nilai keagamaan dalam pembahasan ini adalah konsep tentang penghargaan tertinggi yang dilaksanakan atau yang diberikan masyarakat kepada yang bersifat suci yang menjadi pedoman bagi tingkah laku keagamaan warga masyarakat yang bersangkutan. yakni mempersoalkan praktek ajaran agama.

Pada lazimnya cerita rakyat disampaikan melalui tuturan. Soal hak cipta tidak ada pada cerita rakyat.  Merupakan kepunyaan bersama.Ciri-ciri cerita rakyat antara lain :  Disampaikan secara lisan. tetapi merupakan proyeksi dari angan-angan atau impian rakyat jelata. Peristiwa yang diungkap oleh cerita rakyat tidak benar-benar terjadi dalam kenyataan sehari-hari. agar norma-norma masyarakat dapat dipenuhi. dimana ia akan mengalami perubahan seperti penambahan atau pengurangan.  Sering memiliki unsur irama. Ia dituturkan secara individu kepada seorang individu atau sekelompok individu. . cerita rakyat selain berfungsi sebagai bagian dari sejarah. Cerita rakyat merupakan suatu yang dinamik. Jadi. etika.  Cerita rakyat berfungsi sebagai pengendalian sosial atau alat pengawasan. juga berfungsi menanamkan nilai-nilai moral. dkk. kita menjumpai berbagai variasi untuk cerita rakyat di tempat yang berlainan. Oleh karena itu. Cerita pelipur lara senantiasa disampaiakan pencerita senantiasa mengandung unsur irama yang menarik. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.  Cerita rakyat dapat berfungsi sebagai lembaga pendidikan budi pekerti kepada anak-anak atau tuntutan dalam hidup. Fungsi Cerita Rakyat Menurut Bascom (Sikki. Tak seorang pun yang mengaku sebagai pengarang cerita rakyat tertentu sehingga cerita rakyat bersifat anomim. Metode Penelitian Metode yang di gunakan penelitian kualitatif dikatakan deskriptif karena dalam penelitian ini penulis mendeskriptifkan data yang di analisis yaitu cerita rakyat yang berjudul Asal Mula Burung Ntaapoapo berasal dari daerah Muna.  Cerita rakyat digunakan untuk mengesahkan dan menguatkan suatu adat kebiasaan pranatapranata yang merupakan lembaga kebudayaan masyarakat yang bersangkutan.  Sering kali mengalami perubahan. 1985:13) mengemukakan fungsi cerita rakyat pada umumnya sebagai berikut :  Cerita rakyat mencerminkan angan-angan kolompok. Salah satu sifat cerita rakyat yang utama terletak pada cara penyampaianya. dan religius terhadap masyarakat. Pengaturan ini agar cerita lebih menghibur juga untuk memudahkan penceritaanya. generasi-generasi penerusnya dimana tempat cerita itu tumbuh dan berkembang. D. menurut peredaraan waktu.

C. data di peroleh dari hasil membaca dan mencatat informasi yang sesuai dengan permasalahan dalam penelitian ini. Bhirinanda aini nokalamo wegalu. Inodi asiane apokalalambugho hule bhe sabhangkahiku rampahano mina amindalo aegalu” amba La Ane. Maka soano ghoti bhe kahitela kadanda. Nopana kawu gholeo La Ane nosulimo welambu rampahano nogharo.. La Ane nokala norunsa lambudo maka nokala welambuno sabhangkahino. Rabutano ohule nobhebherae dua maka noteie welo kaghua. inano notehimo. inano nosulimo nomaigho wegalu..B. Inano nando noghosa lalono maka nando nefontanta kafuma wemedha kafumaha. karadhanomo nopokalalambugho kawu hule bhe sabhangkahino. Sulawesi Tenggara Nando wawono. La Ane nofoni teawono ghahuno lambundo. Bhe kabhelano lalo. Penelitian ini akan di analisis dengan menggunaksan pendekatan struktural artinya karya sastra dalam hal ini adalah puisi yang di kaji berdasarrkan strukturnya. Notanda nowanu sampe noodo tora. Nobharimo pakuno nobhasie nakumala wegalu maka La Ane nokidohi kansuru. “huh. “inaku minamo namasikanau. Kadadihando bhirinanda aini degalu maka mina nabhala siaghe. inaaa. omamara sepaliha we inodi ? hamai kagharoku ini” La Ane nofekiri lalono. Nobhalamo La Ane ini minamo nabantu inano nokaradha.manu aini nofonimo teghato bheno folimba suara mokoadhono. maka La Ane mina nabhalo-bhaloa.html D. La Ane mina nametingke noforatoe inano. “oh.. Mieno lambuno nomatemo maka La Ane nando norubu. bheno koghenduhi La Ane nowura okasopa bhe kaghuano teawono medha ihino kabhebherano huleno bhe talino. yang terdiri dari:  Artikel yang bersumber: http://Analisis unsur intrinsik dengan pendekatan struktural _ Bahasa dan Sastra Indonesia. nehamaiko” notola La Ane.Ane nowehimo nokalamo tora nopokalalambugho hule. fuma hule bhe talino itu. Norato kawu norondo gholeo. yaitu ...gara kosighuluhae notumbughie wulu kowaranaano bhe nokongkilahi. Wamba La Ane gara nokotughu. Manu . “o La Ane daomagho hae ane pada kumaradha” ambano inano. Data dan Sumber Data  Data Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa cerita rakyat Asal Mula Burung Ntaapo-apo yang berasal dari daerah Muna. “La Ane. Teknik Pengumpulan Data Teknik yang di gunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah tehnik baca catat. Analisis Data  Dongeng Dalam Bahasa Muna Asal Mula Burung Ntaapo-Apo Asal : Muna... madaho aembali manu-manu maka ahumoro akumala newatu bhe naini aekapihi kafuma” amba La Ane. bheno limbamo weluarano lambuno. Norato teawono ghahu La Ane nofekirimo lalono bhe notongo. Bhirinanda aini nopiara La Ane sampe nobhala melangke. “ane peda anagha fumamo hulemu itu” ambano inano (nolea lalono we La Ane).padakawu nobisara. mina naompona La Ane notibhaliimoo nembali seghulu manumanu. La Ane nosuli welambu La Ane nogharomo. “sohae dakumaradha sesegholeo nemabali kawu dowule ane ina” amba La Ane. Nobharimo kawu pakuno notola.html  Naskah Cerpen: http// dongeng/286-Asal-Mula-Burung-Ntaapo-Apo. nowuramo seghulu manu-manu teawono ghato bhe nelagu-lagu . La Ane. Inano mina namasiane noghoghondo diuno anano sesegholeo potubhari kamalsi. Galundo dotisane mafusau bhe kahitelano sokafumahaando sesegholeo. anahi kamalasi” ambano inano.maka ohule nobhebherae fekarubuhie nembali kafontantaano notei nekasopa. nando semie bhirinanda bhe anano moghane neano La Ane. “ihintu kawu sokumaradhano ina.. Bhirinanda aini noasiane sepaliha anano( La Ane )..  Sumber Data Sumber data yang digunakan dalam analisis ini adalah: Teks atau dokukumen. mieno lambuno norusaanda seghulu adhara moghane.maka notalamo anano ini (La Ane).

Ia pun memanggil-manggil anaknya. “Huh. Manumanu aini nohoro noghulu welokaruku motugha nekapihi kafumaano. sulawesi tenggara. Sudah berkali-kali ibu itu berteriak. aku lapar sekali. tepatnya di Kabupaten Muna? Masyarakat di sana menyebutnya dengan nama burung Ntaapo-apo. Dari bangun hingga tidur lagi. Menurut cerita. omanu-manu kowambaghoono ”ntaapo-apo” anagha dokonaemo manu-manu ntaapo-apo. . burung ini merupakan penjelmaan seorang anak laki-laki yang bernama La Ane. tiba-tiba sekujur tubuhnya perlahan-lahan ditumbuhi bulu berwarna-warni yang indah dan berkilauan. Alangkah terkejutnya ia setelah melihat kasopa dan kaghua di atas meja yang berisi potonganpotongan gasing dan talinya. makan saja itu gasingmu!” tukas ibunya dengan nada kesal. Ucapan La Ane rupanya menjadi kenyataan. sang suami juga mewariskan seekor kuda jantan. ampam kawu nososo bhe karabuhano diunu neanano semieno ini. namun La Ane selalu menolak. Selang beberapa saat kemudian. “Ibu sudah tidak sayang lagi kepadaku. Dengan panik. Ia sudah berkali-kali mengajaknya pergi ke kebun. “La Ane… La Ane…. kerjanya hanya bermain gasing bersama teman-temannya. Di atas loteng itu ia duduk termenung sambil memikirkan nasibnya. Ibu. Oghoti nembalimo sosolu. Inano mina nametumpu notola anano. Maka manu-manu aini nokidohimo nasumuli. “Ibu saja yang bekerja. La Ane naik ke atas loteng rumahnya. anak malas!” geram sang ibu. Tapi. Ia pergi meninggalkan rumah menuju ke rumah teman-temannya. Bu. sang Ibu kembali dari kebun.  Terjemahan dalam Bahasa Indonesia Asal Mula Burung Ntaapo-Apo Asal : Muna. Bhirinanda aini nomaho nopingsan rampahano nowura manu-manu haligho nopoto bhe anano.” kata La Ane dengan cuek.karadhaano. Tapi. ia segera keluar dari rumah.” begitu selalu kata La Ane. Inano mina naeafa-afa. Capek. Mahingka ampahiaitu manu-manu mahuno pototono bhe cendrawasih anagha nando notifetingke ngauno welokaruku we muna. “Anakku. Janda itu amat sayang kepada La Ane. Selain kebun. Menjelang siang hari. Ketika berada di depan rumah. “Buat apa bekerja setiap hari. La Ane tetap saja tidak peduli pada nasehat ibunya. Tali gasing itu juga dipotong-potong lalu ditaruh di dalam kaghua (tempat sayur atau ikan). La Ane yang telah menginjak usia remaja itu tidak pernah membantu ibunya bekerja. Namun. “Kalau begitu. bukannya nasi dan jagung rebus yang disiapkan. Sang ibu yang masih kesal sedang menyiapkan makanan di meja makan. namun tak ada jawaban. Lebih baik menjadi burung saja sehingga aku bisa terbang ke sana ke mari mencari makan sendiri. Dengan perasaan sedih. Janda itu kemudian pergi ke kebun. Notanda kadhadhia anagha. La Ane naembalimo manu-manu hingka surudhamani. Inano notolamo manumanu. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. makanlah gasing dan talinya itu. ia pun melihat seekor burung bertengger di atap rumah sambil . Kebun itu ia tanami ubi dan jagung untuk dimakan sehari-hari. Begitu ia selesai berucap. Sang ibu mulai tidak senang melihat kelakuan anaknya yang semakin hari semakin malas. Saat hari menjelang sore. sampumo naini” nobhasie inano. hiduplah seorang janda bersama seorang anak laki-lakinya bernama La Ane. Sulawesi Tenggara Selama ini orang mengira burung cenderwasih hanya ada di Papua. “oh ana moghaneku. melainkan gasing yang dipotong kecil-kecil lalu ditempatkan di dalam kasopa (tempat jagung dan ubi). La Ane pun kembali dari bermain karena lapar. tahukah Anda bahwa burung jenis ini ternyata juga terdapat di Sulawesi Tenggara. Bagaimana La Ane bisa menjelma menjadi burung Ntaapo-Apo? Ikuti kisahnya dalam cerita Asal Mula Burung Ntaapo-Apo berikut ini! < ===== > Dahulu kala. anak pemalas itu pun berubah menjadi seekor burung. Ia baru pulang ke rumah jika perutnya sudah lapar. Ia merawatnya dengan penuh kasih sayang hingga tumbuh menjadi besar. aesalo maafu. setelah kenyang. Namun. Aku lebih senang bermain gasing bersama teman-temanku daripada ikut bekerja di kebun. Suaminya meninggal dunia saat La Ane masih bayi. janda itu mengolah kebun yang luasnya tidak seberapa. kamu di mana anakku?!” teriaknya. Ia kemudian hinggap di atap rumahnya sambil berkicau dengan merdu. Omanu-manu nohoromo bhe nopingka teawono pughuno bhea.” ucap La Ane. “Oh. tamaka manu-manu minamo nametingke. kita mau makan apa kalau tidak bekerja?” ujar ibunya. Engkau benar-benar marah kepadaku? Padahal. ia kembali bermain gasing.” keluh La Ane. La Ane nembalimo seghulu manu-manu maka paemo tora nasumuli naembali omie.

“Oh. pemaparan nilai-nilai cerita rakyat tula-tula Saidhi Rabba dapat dijabarkan sebagai berikut :  Nilai Keagamaan Nilai keagamaan dalam cerita rakyat Asal Mula Burung Ntaapo-apo Agama merupakan wadah yang komplit dalam meningkatkan iman dan takwa manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa. Namun. Nak!” bujuk sang Ibu. Sang ibu tak henti-hentinya memanggil anaknya. Sang ibu pun tidak bisa berbuat apa-apa. burung itu tetap tidak mau kembali. yang membedakannya adalah tingkat keimanan dan ketakwaanya terhada Tuhan. Hingga saat ini. Ketika ibunya berteriak memanggilnya. Manusia di hadapan Tuhan adalah sama. Tuntunan keimanan dan ketakwan itu menjadikan manusia mengabdikan dirinya terhadap agama yang diyakininya. Ia akan menjadi burung untuk selama-lamanya. anakku. Turunlah. burung yang mirip dengan burung cenderawasih itu masih sering terdengar kicauannya dari dalam hutan di daerah Muna. Iman yang kuat menjadikan manusia mampu mengendalikan diri dari masalah-masalah. burung yang suka berkicau “ntaapo-apo” itu dinamakan burung Ntaapo-apo. Sulawesi Tenggara.bernyanyi merdu. Janda itu hampir pingsan melihat pada burung itu masih memperlihatkan tandatanda anaknya. Ia terbang dan hinggap di atas pohon pinang sambil berkicau. maafkan Ibu. Diposkan oleh Nuur Bastraa'11 di 22.  Berdasarkan hasil analisis.19 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest Label: "TUGAS" Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda Langganan: Poskan Komentar (Atom)     Pengikut . La Ane yang telah menjelma menjadi burung itu tidak mungkin lagi berubah menjadi manusia. kecuali menyesal atas perlakuannya terhadap anak semata wayangnya itu. Cara itu akan mempertebal keimanan seseorang dalam mendekatkan diri pada sang pencipta. Sejak peristiwa itu. ia sudah tidak mendengarnya lagi. Ia terbang menuju ke hutan belantara untuk mencari makan. Nasi sudah menjadi bubur.

.:* Arsip Blog ▼ 2013 (16) ► Desember (1) ▼ Oktober (8) Strategi Pembelajaran SASTRAWAN DAN KARYANYA PADA SETIAP PERIODISASI SAS.. Belajar dan Pembelajaran Proposal Penelitian Sastra Makalah Semantik Ini ceritakuu mana ceritamuu.???# Berita II# Berita I# ► September (5) ► Agustus (1) ► April (1) Lencana Facebook NuUrnuurnuur Ituuw Nuurjaamiilly Mengenai Buat Lencana Anda .

Diberdayakan oleh Blogger. ..Saya Nuur Bastraa'11 Lihat profil lengkapku Template Awesome Inc.