Beternak Babi: Dulu Beda, Kini Beda

OlehAkulianGobai

Ternakbabiduludankini. Foto: Dokumenpenulis.

Beternak merupakan salah satu tradisi turun-temurun bagi suku-suku di
pedalaman Papua dan pada umumnya di Indonesia. Di masa dulu dan masa
kini,diharapkan usaha ternak tersebut mendongkrak ekonomi keluarga pada
kelas sosial jelata.
Perbedaan kualitas ternak dua periode tersebut tampak dalam nilai dan
bisnis jual beli babi.Misalnya;nasehat orang tua ketika beternak di kandang
trasional.Babi dipelihara di kandang ataupun dilepas ke lingkungan
sekitarnya,serta pakan yang diberikan berupa ubi mentah dan kulit ubi,
maupun jenis tumbuhan lunak tertentu, seperti beberapa jenis rumputrumputan.Namun, kehebatan saat itu, terdapat ketika beternak babi dalam
jumlah banyak atau dalam jumlah puluhan dan ratusan ekor. Hal ini
dipandang sebagai harta pewaris atau pemiliknya digolongkan dalam
kelompok bangsawan menurut sebutan adat di daerah pegunungan tengah
Papua.

melalui wawancara bersama penulis di Jalan Baru. Usaha ternak dan peternakan bibit lokal di beberapa kelompok KSM berkisar hingga 15 juta rupiahperekor.namun masih terdapat hambatan kebiasaan beternak secara tradisional.keberhasilan kandang atau kualiatas kandang.pakan bergizi.Hasil tersebut bisa digunakan untuk keperluan pengembangan beternak babi secara baik atau sesuai anjuran konsultan.ketika monitoring usaha masyarakat dilapangan. Apakah harapan demikian akan terwujud? Menurut Alumni Peternakan Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire.Sedikit kebanggaan adalah masih terdapat kemampuan hasil tersebut bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat binaan. masyarakat beternak modern. yakni kandang harus bersih. disampaikan yaitu pada pendamping Kelompok kualitas bibit.Bila kita bandingkan.serta kebersihan ternak sendiri. SimsonTekege. Pemeliharaan ternak babi masa kini. .beberapa ternak mendapat hargadari 6 juta sampai 10 juta rupiah.Jika demikian. tingkat peternakan masyarakat lokal berbeda pada tingkat semi modern. Perbedaan Swadaya tersebut Masyarakat sering (KSM).pakan dan bibit unggulpun diperhitungkan sebagai faktor penentu keberhasilan peternak (subjek) dan peternakan (objek).Artinya.Dalam ternak kandang tersebut. peternakan tradisionalberbeda sekali dengan peternakan zamankini. produksi ternak dimotivasi KSM. 11 Agustus 2015 siang mengatakan. Nabire pada Selasa.

kesehatan keluarga terjamin. Sehingga.dalam arti dinas terkait agar menugaskan dokter hewan yang ada pada dinas terkait untuk dapat mendeteksi ternak babi peliharaan oleh masyarakat. Deiyai. beliau mengingatkan agar para pemeliharaan bibit babibeternak babi secara benar dengan memperhatikan faktor-faktor pada babi. semakin mahal ternak babi perekor.mengutip prinsip pasar ekonomi. 22 Juli 2015 di Bomou. dls). peternak akan mampu menyekolahkan anaknya. semakin banyak ternak atau daging babi yang tidak akan laku di pasaran. . jika menjadi bangsawan ternak babi di zaman sekarang.Ketika terjadi acara besar (Natal. peternak babi di Kabupaten Deiyai. Menurut Marten.semakin harga jual babi.Penentuan harga dapat mempengaruhui pasar. Marten menilai. dan keluhan ekonomi berkurang. pihak pemerintah. bersama MartenDogopia.maka masyarakat dapat mengorbankan hasil ternaknya.perlu diingat.Semakin mahal harga jual babi. peternak babi di Kabupaten Deiyai pada Rabu.Penentuan Harga Babi dapat Mempengaruhi Kehidupan Masyarakat Pegunungan Meski demikian.maka semakin susah pasaran yang baik. Selain itu. Ketika penulis mewawancarai MartenDogopia. hal tersebut dilakukan agar kedepan bisa memanfaatkan babi-babi peliharaan ini. Itulah pendayagunaan ternak babi. mengatakan. supaya masyarakat juga dapat memegang kebisaan-kebiasaan yang diwariskan orang tua secara tradisi di tiap suku. lebih khusus pada suku Mee. Yeheskiel Doo.

ketika orang mengatakan kamu tidak kaya karena tidak punya babi dan kebun. Ketika terjadi sengketa sosial dalam perlindungan maupun pendayagunaan babi lokal. Kelebihan Babi Lokal Babi merupakan salah satu ternak yang dipelihara dan menjadi kebiasaan terun temurun bagi suku-suku pedalaman/pegunungan Papua.Yeshekiel juga mengingatkanbahwa bangsawan peternakan masa sekarang berbeda dengan zaman dulu. peternak siap menjadi kuat ditengah beragam suku dan budaya. serta beranekaragam kehidupan masyarakat dimasa mendatang. Masyarakat berpandangan bahwababi memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dalam keuangan maupunpengkonsumsian pada nilai babi. Sehingga.kamu initidak pernah memilihara babi.dls. Sehingga.mereka (masyarakat pegunungan) biasa menjagojagokan diri bahwakamu ini miskin. .Jika ternak babi dipelihara secara baik dan benar sesuai perkembangan zaman. Mapega motiikenetee.” Artinya. “Ukaa motiikenetee. kehidupan masyarakat pegunungan cukupsangat terpenuhi. Kata bijak dari suku Mee mengatakan.masyarakat yang hendak mau berekembang akan menanggapi hal ini dengan seriusagar dia menjadi kayadan mampu membatasi masalah dengan pendayagunaan babinya. itu adalah sesuatu kekuatan yang engkau berani untuk memasang tali busur dan ikatan panahsupaya kamu juga jago dan bisa menghadapi masalah. Sehingga.

Untungnya saja.kulitnya cukup lembeh. itusebelum ada babi-babi. Masyarakat non Papua telah mendatangkan babiberwarna merah. Hal ini disebabkan olehpola pemberian pakan yang dicampuri dengan berbagai warna keracunan terhadap masyarakat Papuamelalui babi.Mengapa orang Mee mengatakan.pola pemiliharaan cukup beda. Penulis sendiri pernah mengkomsumsi babimodren dan babi lokal.Ketika dibanding dengan babi lokal.Tidak salah. Dengan cara yang berbeda.Mereka akan menggunakan pemeliharaan singkat yang sangat meragukan bagi rakyat Papua. Mengapa? Karena melihat kelebihan babi lokal yang tadinya dipelihara dengan jumlah nilai yang cukup tinggi. kepuasaan dalam keluarga juga tidak menjamin.pembiayaan pendidikan sekolah dasar (SD)sampai dengan perguruan tinggi dan serta pasca sarjana.bahwa alam Papua sangat kuat untuk memagari orang Papua. Selain itu.kenapa? Karena ketika babi modren itu dibeli. selain babi lokal.Contohnya.“Akiki daba mee?”Mengapa? Karenababimenjadi kekuatanyang dapat menyelesaikan masalah-masalah pada masyarakat Mee. mengapa? Karena Pemeliaraan babi mereka hanya 7 bulan hingga 9 bulan.maka hasil itumereka gunakan untuk dapat menyelesaikanmasalah penaruhan maskawin.denda pembunuhan. Namun.yang artinya membahayakan. masyarakat non Papua telah melakukan pemeliharaan dengan sepintas. babi dijual dengan penjualan babi secara utuh/penjualan dengan pemotongan. Sehingga. babi tersebut penulis konsumsi dengan rasa .maka masyarakat non Papua akan menggunakan banyak startegis untuk tidakmendayagunakan babi lokaldengan pemeliharaannya.

masing-masing babi tersebut. Sehingga. Program Studi Antropologi. mama untuk mengangkat kebiasaan kita yang menjadi tulang danging bagi masyarakat pedalaman/ pegunungan Papua melalui tulisan ini. Melalui kandang atau memagari kandang babi harus dipelihara supaya tidak terjadi permusuhan.Yang membedakan saya adalah babi modren.Pesan penulis.kakak. mengapa? Karena babi lokal sudah mendasari perut saya. kandangkanlah babi pada kandangnya.supaya jangan terjadi pembunuhan babi antara masyarakat A dan B (sesama Papua). Hal ini memotivasi saya untuk memberikan sumbangan pikiran kepada bapak. Universitas Papua (UNIPA)Manokwari . tidak menjadi pemusnahan babi lokalketika kita sadari pembahasan ini. *) Penulis adalah seorang uwooteonii (bahasa Mee) atau sering disebutanakmerantaudan sedangstudipadaFakultas Sastra.