You are on page 1of 8

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGUAT DUA TINGKAT

Disusun oleh :
1. Dwi Setiawan
2. Hari Aldy Putra
3. Lita Kusuma
Program Studi : D-III Teknik Elektromedik (A1)
Mata Kuliah
Dosen

: Elektronika Terintegrasi
: Ibu Karunia

LABORATORIUM ELEKTRONIKA TERINTEGRASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II
2015/2016

Landasan Teori
Penguat Bertingkat
Jika dua penguat dihubungkan sedemikian rupa sehingga sinyal output dari
tingkat pertama bekerja sebagai sinyal input bagi penguat tingkat kedua, maka
penguat seperti ini dikatakan disusun secara kaskade.
Penguat disusun secara kaskade dengan tujuan untuk memperbesar gain dari
penguat tunggal.
Transistor dapat berfungsi sebagai penguat sinyal. Jika sinyal AC dipasang pada
masukan akan mengakibatkan perubahan arus pada keluarannya. Jika resistor beban
dipasang. Sinyal keluaran yang dihasilkan dapat lebih besar dari sinyal masukannya.
Pembesaran sinyal ini disebut sebagai penguatan. Hal ini tentunya terjadi jika
transistor diberi bias (tegangan DC) dengan benar.
Dalam percobaan ini, akan dilakukan pengukuran pengukuran terhadap penguat
transistor diberi bias (tegangan DC) dengan benar.
Dalam percobaan ini, akan dilakukan pengukuran terhadap transistor dengan
konfigurasi bersama, sehingga base sebagai masukan, sedangkan kolektor sebagai
keluaran (gambar 10.1). Dalam pembahasan perlu diperhatikan komponen-komponen
yang dapat mempengaruhi sinyal AC sumber tegangan

dan kapasitor dianggap

hubung singkat (diganti dengan tahanan didalamnya). Tegangan AC dasar pada


penguat adalah tegangan kolektor terhadap ground (VC0, tegangan emitor (VE) dan
Tegangan Basis (VB)).
Menentukan penguatan tegangan
Tegangan keluaran (VC) adalah
VC = Ic.Rc
Ie.Rc(Ic.Ie)
Tegangan masukan (Vb) adalah
Vb
= Vbe + Ie.Re
= Ie.Re+Ie.Re
= Ie(re+Re) re << Re
Untuk rangkaian penguat AC, pada umumnya dipasang kapasitor langsung
pada resistor emitor berfungsi untuk memperbesar penguatan tegangan. Dalam
pemakaian secara umum, diperlukan suatu penguat sinyal dengan penguatan yang
cukup besar sehingga diperlukan beberapa penguat diskrit yang dihubungkan. Untuk

penggabungan penguat-penguat ini diperlukan komponen penghubung yang disebut


kopling. Kopling yang banyak dijumpai untuk penguat sinyal dengan frekuensi di atas
10 hz adalah jenis kopling RC (resistance kapasitance kopling). Kapasitor kopling
mempunyai sifat melewatkan sinyal AC tetapi menghalangi tegangan DC. Ini perlu
untuk mencegah bergesernya titik kerja (Q point) transistor. Penguatan tegangan
penguat bertingkat ini merupakan perkalian antara tingkat pertama dan kedua. Av =
A1.A2
Menentukan tanggapan frekuensi (frekuensi response)
Setiap perubahan frekuensi masukan penguatan transistor akan berubah. Ini
disebabkan faktor-faktor yang ada di dalam transistor (seperti kapasitor sambungan)
atau komponen-komponen pendukungnya. Untuk melakukan pengukuran dapat
dilakukan dengan mengukur tegangan masukan dan tegangan keluaran untuk daerah
frekuensi yang lebar. Sehingga diperoleh penguatan tegangan yang turun sebesar
0,707 penguatan maksimum. Pada frekuensi yang penguatan turun sebesar x vmax
adalah batas frekuensi yang diizinak lewat (frekuensi cut off).
Tujuan Praktikum:
1. Agar mahasiswa dapat mengenal rangkaian Penguat Dua
Tingkat, dapat menyebutkan ciri-ciri dari rangkaian tersebut
dan dapat merakit dengan benar.
2. Agar mahasiswa dapat memahami proses yang terjadi pada
rangkaian penguat dua tingkat.
3. Agar mahasiswa dapat merancang dan menganalisis,
membuat kesimpulan serta mampu menceritakan proses
kerjanya.

Alat dan Bahan :


1.
2.
3.
4.

IC LM741
2 Buah
Kapasitor 0,47 F
2 Buah
Resistor 4,7K
3 Buah
Oscilloscope 2 channel

5.
6.
7.
8.
9.

Function Generator
AVO meter
Power Supply
Project Board
Kawat Jumper

Gambar Rangkaian
R f

R f

-1 2 V

-1 2 V

TP 1

4
5

4
5
3

7
1

2 Vpp

Vo1
TP2
R L

C 2

7
1

1 KHz

LM 741
-

FG

R i

Vo2
TP 3

C 1

LM 741
-

R i

R L

R L2
+12V

+12V

Prosedur Praktikum
1. Desain Amplifier I menjadi 10x penguatan (Tentukan Rf
dan Ri nya) !
2. Desain Amplifier II menjadi 5x penguatan (Tentukan Rf dan
Ri nya) !
3. Hubungkan Oscilloscope CH1 pada TP1 dan Oscilloscope CH2
pada TP2
4. Amati kejadiannya, catat sinyal input dan outputnya.
5. Hubungkan Oscilloscope CH 1 pada TP2 dan Oscilloscope CH2
pada TP3
6. Amati kejadiannya, catat sinyal input dan outputnya
7. Hubungkan Oscilloscope CH 1 pada TP1 dan Oscilloscope CH2
pada TP3
8. Amati kejadiannya, catat sinyal input dan outputnya
9. Bandingkan antara hasil teori dan praktikumnya
10.
Buat laporan dan kesimpulannya.
TERUKUR
ACL 1
ACL 2

TEORI

PRAKTIKUM

ACL TOTAL
VO 1
VO 2
VO TOTAL
11.

Tentukan % penyimpangan dan % keakurasiannya

Penyimpangan =

selisih hasil teori dan praktikum


x 100 =
Teori

Akurasi = 100% - %penyimpangan

Hasil Pengamatan

Gambar sinyal input dan output pada saat Oscilloscope CH1 pada TP1 dan
Oscilloscope CH2 pada TP2

Gambar
sinyal
input dan output pada saat Oscilloscope CH 1 pada TP1 dan Oscilloscope CH2 pada
TP3

Gambar sinyal input dan output pada saat Oscilloscope CH 1 pada TP2 dan
Oscilloscope CH2 pada TP3

Gambar rangkaian pada saat Oscilloscope CH1 pada TP1 dan Oscilloscope
CH2 pada TP2

Gambar rangkaian pada saat Oscilloscope CH 1 pada TP2 dan


Oscilloscope CH2 pada TP3

Kesimpulan
1. Tujuan utama dari penguat bertingkat adalah untuk mendapatkan
penguatan daya yang besar tanpa terjadi kecacatan pada
outputnya. Susunan penguat bertingkat dapat berupa hubungan
antara masing-masing susunan penguat satu dengan yang lain,
misalnya CB dengan CE; CE dengan CC; CE dengan CE dan
sebagainya disesuaikan tujuan dari penguat.
2. Pada dasarnya penguatan tingkat 2 ialah penyempurnaan dari penguatan tingkat satu.
Karena penguatan tingkat satu memiliki noise yang begitu besar. Sehingga pengaruh
terhadap system akn semakin besar. Hal ini disebabkan karena noise pada input ikut
dikuatkan sehingga noise akan semakin besar.
3. Pada penguat tingkat 2 output pada penguat pertama diflter terlebih dahulu, sehingga
besarnya noise akan berkurang. Lalu akan dikuatkan lagi oleh penguat kedua. Hal ini
menyebabkan tingkat keakuratan penguat tingkat dua jauh lebih baik dibandingkan
dengan penguatan tingkat satu.