You are on page 1of 20

PERTEMUAN KE 2

Dosen : Mr. Wicaksono suprojo ST,MM.

. Penerapan metode-metode ilmiahlah yang dapat menghasilkan produkstivitas. Bisa dikatakan metode ilmiah lebih effisien dan effektif dibandingkan kebiasaankebiasaan yang dilakukan selama bertahuntahun tanpa adanya penelitian metode tersebut efektif atau tidak. dan tanpa mengeluarkan lebih banyak energi dan waktu. Perkembang teori manajemen sampai pada saat ini telah berkembang dengan pesat.

Para pemikir itu yang terkenaI antara lain. kemudian melahirkan golongan buruh dan pengusaha.Robert Owen. Teori Manajeman Klasik Prinsip Teori Manajemen Aliran Klasik Awal sekali ilmu manajemen timbul akibat terjadinya revolusi industri di Inggris pada abad 18. industri maupun pekerja. dan lainnya. Henry Fayol. Taylor . Kemudian para pemikir tersebut memberikan perhatian terhadap masalah-masalah manajemen yang timbul baik itu di kalangan usahawan. Dimana penggerak tenaga manusia digantikan oleh mesin. Industrialisasi menyebabkan urbanisasi dari petani menjadi pekerja pabrik. Frederick W. .

Adanya pendidikan dan pengambangan ilmiah dari para pekerja. pendapatan pekerjaan dan semangat kerja karyawan. 4.  Frederick W. Pekerjaan diseleksi secara ilmiah dengan menempatkan pekerjaan yang cocok untuk satu pekerjaan. . Dalam menerapkan ke-empat prinsip ini. Taylor dikenal dengan manajemen ilmiahnya dalam upaya meningkatkan produktivitas. Kerjasama yang baik antara manajemen dengan pekerja. 2. beliau menganjurkan perlunya revolusi mental di kalangan manajer dan pekerja. Adanya ilmu pengetahuan yang menggantikan cara kerja yang asal-asalan. Mengembangkan seluruh karyawan hingga taraf yang setinggi-tingginya. 3. Adapun filsafat Taylor memiliki 4 prinsip yang ditetapkan yaitu : 1. 3. Adanya kerja sama sesama pekerja. Adapun prinsip-prinsip dasar menurut Taylor mendekati ilmiah adalah : 1. dan bukan bekerja secara individual. 2. Taylor (1856 -1915) Frederick W. untuk tingkat kesejahteraan maksimum para kaayawan itu sendiri dan perusahaan. mutu. Pengembangan manajemen ilmiah secara benar. Adanya hubungan waktu dan gerak kelompok. Taylor membuat prinsip-prinsip yang menjadi intinya manajemen ilmiah yang terkenal dengan rencana pengupahan yang menghasilkan turunnya biaya dan meningkatkan produktivitas. 4. Bekerja untuk hasil yang maksimal. Gerakannya yang terkenal adalah gerakan efisiensi kerja. 5.

ketika para pekerja dianggap instrumen yang tidak berdaya. menyediakan makanan bagi karyawan pabrik. seperti prosedur penilaian kerja dan bersaing juga secara terbuka . Bapak Personal Manajemen Modern. Sebab itu. mendirikan toko-toko untuk menjual keperluan hidup karyawan dengan harga yang layak. Tersentuh dengan kondisi kerja yang amat menyedihkan itu. Owen melihat rneningkatkan kondisi kerja di pabrik. dengan membangun rumah-rumah dan membuat jalan. Robert Owen (1771 -1858) Robert Owen adalah orang yang menentang praktek-praktek memperkerjakan anak-anak usia 5 atau 6 tahun dan standar kerja 13 jam per hari. sehingga lingkungan hidup dan pabrik menjadi menarik. investasi yang penting bagi manajer adalah sumber daya manusia. dan berusaha memperbaiki lingkungan hidup tempat karyawan tinggal. Owen lebih banyak memperhatikan pekerja. rnenaikkan usia minimum kerja bagi anak-anak. Selain mengenai perbaikan kondisi kerja. beliau mengajukan adanya perbaikan terhadap kondisi kerja ini. karena menurutnya. beliau disebut. Selain itu. Pada tahun-tahun awal revolusi industri. mengurangi jam kerja karyawan. beliau juga membuat prosedur untuk meningkatkan produktivitas.

Akunting ( mencatat. laba. 3. mengecek biaya. Komersial ( membeli bahan baku dan menjual produk ). dengan sebutan teori manajemen klasik yang sangat memperhatikan produktivitas pabrik dan pekerja. tetapi karena adanya penggunaan metode manajemen yang tepat. tetapi lebih merupakan satu keterampilan yang dapat diajarkan dari dipahami prinsip-prinsip pokok dan teori umumnya yang telah dirumuskan. Sumbangan terbesar dari Fayol berupa pandangannya tentang manajemen yang bukanlah semata kecerdasan pribadi. Manajemen. 2.hutang. menusun neraca dan mengumpulkan data statistik ) dan 6. disamping memperhatikan manajemen bagi satu organisasi yang kompleks. Fayol membagi kegiatan dan operasi atau aktivitas perusahaan ke dalam 6 macam kegiatan : yaitu 1. Henry Fayol (1841 -1925) Pada tahun 1916. 5. 4. POCCC ). Kepastian keamanan ( mlindungi pekerja dan harta ). teknik (memproduksi dan manufakturing produk). perhatian dipusatkan pada manjemen karena bidang ini yang paling dilupakan. . sehingga beliau menampilkan satu metode ajaran manajemen yang lebih utuh dalam bentuk cetak biru. Keuangan ( mencari dan menggunakan modal ). Fayol berkeyakinan keberhasilan para manajer tidak hanya ditentukan oleh mutu pribadinya.

Tujuannya adalah menghasilkan pekerjaan yang lebih banyak dan terbaik dengan usaha yang sama.             1. Kesatuan perintah Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari seorang atasan saja untuk menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab. Tanggung jawab yaitu tugas dan fungsi yang harus dikerjakan. sebab tanpa ini tidak akan mencapai tujuan. Pembagian kerja Adanya spesialisasi dalam pekerjaan. . 3. Disiplin Melakukan apa sudah menjadi persetujuan bersama. disiplin terancam dan stabilitas akan goyah. untuk ini diperlukan wewenang dari pihak diatasnya. Bila hal ini dilanggar maka wewenang akan berkurang. Wewenang Wewenang yaitu hak untuk memberi perintah dan kekuasaan untuk meminta dipatuhi. 2. disiplin ini Sangat penting dalam tercapainya tujuan bersama. dimana dengan spesialisasi dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja. Semua ini diperlukan sangsi agar dipatuhi oleh orang yang menerima. 4.

7. Konpensasi harus adil baik bagi karyawan maupun pemilik. Kesatuan arah Seluruh kegiatan dalam organisasi yang mempunyai tujuan sama harus diarahkan oleh seorang manajer.              5. Pengupahan Gaji bagi pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan. Hierarki Jalan yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dari dan kembali kekuasaan terakhir. harus menggunakan desentralisasi. tapi lain bagi organisasi yang besar sentralisasi tidak mungkin dapat digunakan. Bila peranan diberikan kepada bawahan lebih besar. 6. . 8. Sentralisasi bisa dipakai pada organisasi yang kecil. Prinsipnya mempermudah komunikasi antar pegawai yang setingkat. Medahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi Kepentingan seseorang tidak boleh diatas kepentingan bersama atau organisasi. Pemusatan Standarisasi dan desentralisasi merupakan pembagian kekuasaan. maka digunakan desentralisasi. 9.

sungguh-sungguh dan penuh kesetiaan. Turn over tenaga kerja yang tinggi tidak baik bagi pelaksanaan fungsi-fungsi organisasi.              10. keharmonisan dan kesetiaan dari para anggotanya yang tercermin dalam semangat korps. Hendaknya setiap orang ditempatkan pada posisi yang tepat untuk mereka berdasarkan pada kemampuan. Inisiatif Bawahan diberi kekuasaan dan kebebasan didalam mengeluarkan pendapatnya. Keadilan Untuk merangsang agar pekerja melaksanakan pekerjaan dengan baik. Tertip Disini berlaku setiap tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya. 12. 14. Semangat korps Persatuan adalah keleluasaan. pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggan. Kestabilan staf Seseorang pegawai memerlukan penyesuaian untuk mengerjakan pekerjaan barunya agar dapat berhasil dengan baik. 11. . 13. Apabila seseorang sering kali dipindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya akan menghambat dan membuat pekerja tersebut produktivitasnya kecil. walaupun ada kesalahan yang mungkin terjadi. menjalankan dan menyelesaikan rencananya. maka harus ada persamaan perlakuan dalam organisasi. bakat dan minatnya.

 Aliran perilaku timbul karena para manajer mengalami bahwa dengan pendekatan klasik tidak bisa dicapai efisiensi produksi dan keserasian kerja yang sempurna. Beberapa ahli berusaha memperkuat teori organisasi klasik dengan wawasan sosiologi dan psikologi seperti motivasi karyawan. Manajer masih menemui kesulitan karena orang tidak selalu mengikuti perilaku yang rasional dan dapat diduga. Jadi harus ada upaya untuk membantu manajer menghadapi “sisi manusia” dalam organisasi secara efektif. .

model dan teori yang ditawarkan terlalu abstrak dan rumit untuk diterapkan. . meningkatkan sensitifitas (empati) manajer dalam berhubungan dengan karyawan. Aliran ini benar-benar membantu pencapaian efisiensi produksi. hubungan antar karyawan dan kerja bagi manusia. dan tugastugas manajer. memberikan pemahaman akan pentingnya motivasi. kompleksitas perilaku manusia yang terjadi seringkali mengakibatkan para ahli memberikan saran yang berbeda. keserasian kondisi dan situasi kerja. prilaku kelompok. 2. banyak ilmuan lain dan praktisi melakukan experimen dengan menulis psikologi industrial dan teori sosial yang distimulus oleh gerakan manajemen ilmiah. Aliran ini berupaya membantu manajer untuk mengatasi masalah organisasi melalui sisi perilaku karyawa Beberapa sumbangan dari aliran ini : 1. Beberapa keterbatasan dalam aliran ini : 1. 2.  Sewaktu Taylor. Fayol dan pihak lain memusatkan perhatian mereka pada manajemen ilmiah.

2. yang paling cocok dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan mereka. Bagaimana suatu perusahaan dapat mempengaruhi pekerja-pekerjanya sedemikian rupa. dapat dicapai output terbesar dan yang paling memuasakan dari hasil karya setiap pekerja. hingga dapat dicapai hasil yang sebaik mungkin dari mereka. Bagaimana cara menemukan orang-orang yang memiliki kualitas mental. Dalam kondisi-kondisi psikologikal bagaimana. 64 . Asas-asas manajemen hal.2. Ia menjelaskan bahwa sasaran-sasaran yang ingin dicapainya adalah mengetahui : 1. 2. 3.1 Psikologi Industrial  Hugo Munsterberg “ bapak psikologi industrial “ tahun 1912 melihat betapa pentingnya penerapan ilmu tentang perilaku pada gerakan manajemen ilmiah baru.

Vilfredo Pareto : sistem sosial akan mencari keseimbangan apabila sistem tersebut terganggu oleh pengaruh luar atau dalam. merupakan landasan bagi semua organisasi. dan disiplin ).2. 3. uraian tugas-tugas. Emile Durkheim : kelompok-kelompok dengan jalan menggariskan nilai-nilai dan norma-norma mereka. militer. Max Weber : setelah melaksanakan analisis empirikal tentang pemerintah.2. 2. .2 Pendekatan sosiological terhadap manajemen  Ada 3 orang yang dianggap bapak teori pendekatan sistem sosial terhadap manajemen yaitu : 1. mengendalikan perilaku manusia dalam setiap organisasi sosial. dan dunia bisnis mencapai keyakinan bahwa hierarki. otoritas dan birokrasi ( termasuk didalamnya peraturanperaturan yang jelas.

3 Studi Hawthorne  Elton Mayo dkk melakukan riset. hasil riset mereka mengungkapakan bahwa perbaikan prduktivitas. . Hubungan yang memuaskan antara para anggota sesuatu kelompok kerja ( rasa keterikatan ) dan 3. Manajemen efektif-yakni sejenis manajemen yang memahami perilaku manusia. terutama perilaku kelompok.2. memimpin dan berkomunikasi. benar-benar berlandaskan suatu pendekatan sistem sosial.2. terjadi karena faktor-faktor sosial seperti misalnya : 1. Moril 2. 2.2.4 Teori sistem sosial Chester Barnard Analisis Barnard tentang manajer. Barnard memperhatikan tugas-tugas pokok mereka di dalam sistem dimana mereka bekerja. memberikan konseling. dan pemanfaatannya melalui skill antar perorangan seperti misalnya memotivasi. karena dlam rangka memahami menganalisis fungsi eksekutif.

Dengan menggunakan model matematika. model CPM bermanfaat untuk perencanaan dan pengendalian proyek. termasuk manajer. faktor-faktor yang penting dapat dilihat dan diberi perhatian ekstra. Pendekatan kuantitatif juga tidak melihat persoalan perilaku dan psikologi manusia dalam organisasi. persoalan yang kompleks dapat disederhana kan menjadi model matematika. Dengan model matematika. Pendekatan tersebut juga membantu memahami persoalan manajemen yang kompleks. Meskipun demikian potensi model kuantitatif belum dikembangkan sepenuhnya. Pendekatan kuantitatif memberikan sumbangan penting terutama dalam perencanaan dan pengendalian. Keterbatasan Aliran Kuantitatif (Riset Operasi/Manajemen Sains) Sayangnya model kuantitatif banyak menggunakan model atau simbol yang sulit dimengerti oleh kebanyakan orang. Sebagai contoh. Model-model yang dikembangkan sangat sesuai untuk fungsi tersebut. tetapi model tersebut bermaksud menyederhanakan dunia nyata yang sangat kompleks. . Apabila dapat dikembangkan lebih lanjut pendekatan kuantitatif akan memberikan sumbangan yang lebih berarti. Meskipun nampaknya model matematika dengan formula-formula yang sulit dimengerti sangat kompleks.

Menetapkan pengawasan atas hasil 6. Menyusun model aritmatik 3. . Mendapatkan penyelesaikan dari model 4. Mengadakan implementasi Alat bantu yang sering digunakan dalam metode ini adalah motode statistik dan komputerisasi untuk melihat kemungkinan dan peluang sebagai informasi yang dibutuhkan pihak manajemen.Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen ( sains manajemen ) yang biasa dimulai dengan langkah sebagai berikut : 1. Mengkaji model dan hasil model 5. Merumuskan masalah 2.

manajemen arus kas. Tetapi sains manajemen dibatasi oleh 2 hal : Pertama. program-program pengembangan SDM. termasuk pengembangan strategi produk.  Sains manajemen merupakan bagian yang telah mapan dari kelengkapan pemecahan masalah dalam banyak organisasi besar. Sains manajemen memberikan sumbangan besar dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian. sains manajemen tidak sepadan dengan komponenkomponen psikologis dan perilaku-perilaku di tempat kerja. dan pengendalian tingkat persediaan yang optimal. termasuk badanbadan pemerintah sipil dan militer. Kedua. . penganggaran modal. bebrapa manajer merasa bahwa dasar matematik dari sains manajemen terlalu sulid untuk dipahami dan dilaksanakan. penjadwalan produksi.

Akhirnya unsur-unsur psikologis dan sosial terabaikan. Manajemen klasik melakukan manajerial secara ketat dan efisien dengan studi gerakan dan operation research sehingga menyebabkan pekerja benar-benar terexplotasi secara maksimal. .

MM.Kamis. . 11 September 2012 Create by : Wicaksono Suprojo ST.