You are on page 1of 13

Struktur dan Mekanisme Fungsi Hepar, Kandung Empedu

,
Pankreas serta kerja Enzim pencernaan
Magdalena/ 102013248
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Arjuna Utara No.6, Jakarta Barat

Abstract
Liver and spleen are organ accessories in the human digestive system. Bile salts produced by
the liver are used to emulsify fat so that the fat can be digested and absorbed well by the
body. On process, secretion of bile salts work together with gallbladder are useful to ripen,
store and concentrate bile color. In addition, the mechanism of the digestive system of the
spleen provide an important role as a lymphoid organ as we know is useful as antibody.
Keywords :

Liver, spleen, bile salts

Abstrak
Hati dan lien merupakan organ pencernaan aksesoris yang berguna dalam sistem pencernaan
manusia. Garam Empedu yang dihasilkan hati digunakan dalam mengelmusikan lemak
sehingga lemak dapat diserap dan dicerna baik oleh tubuh. Tentu saja dalam kerja,
pensekresian garam empedu hati bekerja bersama kandung empedu yang berguna untuk
mematangkan, menyimpan, dan memekatkan warna empedu. Selain itu, dalam mekanisme
sistem pencernaan lien memberi peran penting sebagai organ limfoid yang seperti kita
ketahui berguna sebagai antibodi.
Kata Kunci :

Hati, Lien, GaramEmpedu

Pendahuluan
Hepar dan lien merupakan organ pencernaan tambahan dalam tubuh. Hepar dan lien
memiliki peranan penting dalam tubuh seperti untuk metabolisme lemak, protein, karbohidrat
serta sebagai pembersih darah. Pada kasus yang akan dibahas diketahui bahwa seorang lakilaki didiagnosis mengalami ruptur hepar dan lien akibat kecelakaan. Hepar dan lien
merupakan organ yang rawan terhadap cedera. Letak hepar dan lien yang berada di bagian
bawah toraks, rentan mengalami cedera. Ruptur hepar dan lien merupakan sobeknya organ
1

Jika terjadi ruptur hepar dan lien maka mekanisme yang terdapat di organ tersebut akan terganggu.hepar dan lien akibat dari beberapa hal misalnya kecelakaan. suatu struktur - yang berasal dari mesenterium ventralis pada embrio. Struktur-struktur yang berhubungan dengan facies ini meliputi:1 - Esophagus Pars anterior bagian kanan gaster Pars superior duodeni Omentum minus Vesica fellea Flexura colii dextra 2 .5 % dari berat tubuh. hepar mempunyai bentuk seperti piramida dengan alassnya di sebelah kanan dan puncaknya di ujung kiri. dan posterior.1 Facies visceralis Facies visceralis hepar tertutup peritoneum viscerale kecuali pada fossa vesicae billiaris/fellea dan pada porta hepatis. Ruptur hepar dan lien akan berakibat buruk jika tidak cepat ditangani.1. meluas ke dalam regio hypochondrium sinistra. Recessus hepatorenalis adalah bagian cavitas peritonealis pada sisi kanan antara hepar dan ren dextra dan glandula suprarenalis/adrenalis dextra. terletak berhadapan dengan facies inferior diaphragma. maupun olahraga berbahaya lainnya. dan facies visceralis ke arah inferior. superior.5 kg atau 2-2. Pada orang dewasa hepar dapat berukuran mencapai 1.Facies hepar meliputi : facies diaphragmatica ke arah anterior. terjatuh dari tempat tinggi. Makroskopis hepar dan lien Hepar Hepar merupakan organ viscera terbesar pada tubuh manusia dan terutama terletak di regio hypochondrium dextra dan epigastrium.2 Facies diaphragmatica Facies diaphragmatica hepar. Facies ini berhubungan dengan recessus subphrenici dan hepatorenalis:1 - Recessus suphrenici memisahkan facies diaphragmatica hepar dari diaphragma dan dibagi menjadi pars dextra dan sinistra oleh ligamentum falciforme. yang halus dan berbentuk kubah.

Lobus hepatis Hepar dibagi menjadi dua lobus dexter dan sinister hepatis oleh fossa vesicae biliaris dan vena cava inferior.Lobus caudatus terlihat pada pars posterior facies visceralis hepar. Batas posterior area nuda dindikasikan oleh suatu refleksi peritoneum (ligamentum - coronarium posterior). Tempat ligamentum coronarium menyatu dibagian lateral. sedangkan lobus sinister hepatis adalah yang lebih kecil. Lipatan-lipatan tambahan peritoneum menghubungkan hepar menuju gaster (ligamentum hepatogastricum). tetapi secara fungsi berbeda. Lobus dexter hepatis adalah yang lebih besar. Lobus caudatus dan lobus quadratus terletak di lobus dexter hepatis. struktur ini dibatasi di sisi kiri oleh suatu fissura ligamenti venosi dan di sisi kanan oleh sulcus vena cava inferior.- Sisi kanan colon transversum Ren dexter Glandula suprarenalis dextra Porta hepatis berperan sebagai titik masuk ke dalam hepar bagi arteri hepatika dan vena porta hepatis. membnetuk suatu ligamentum triangulare dextra dan ligamentum triangulare sinistra). Lobus quadratus terlihat di pars anterior facies visceralis dan dibatasi di sisi kiri oleh fisura ligamenti teretis dan pada kanan oleh fossa vesicae biliaris. dan diaphragma (ligamentum triangulare dextrum dan sinistrum serta ligamentuum coronarium anterior dan posterior).1 Area nuda hepar merupakan bagian hepar yang terletak pada facies diaphragmatica yang tidak dilapisi oleh peritoneum diantara hepar dan diaphragma: - Batas anterior area nuda diinduksikan oleh suatu refleksi periotoneum (ligamentum - coronarium anterior). hepar hampir seluruhnya dikelilingi oleh peritoneum viscerale. duodenum (ligamentum hepatoduodenale). Fungsinya berhubungan dengan lobus sinister hepatis.1 3 . Ligamenta terkait Hepar melekat pada dinding anterior abdomen oleh suatu ligamentum falciforme dan kecuali pada sebagian kecil hepar yang berhadapan langsung dengan diaphragma.

2 Lien Lien berkembang sebagai bagian dari sistem vaskuler pada sebagian mesenterium dorsal yang menggantung gaster yang sedang berkembang dari dinding tubuh. yang juga menerima cabang-cabang dari n. peritoneum viscerale kecuali pada area hilum di facies medialis lien. Arteri hepatica kanan dan kiri membawa darah yang kaya akan oksigen. Sebaliknya darah dari vena porta hepatis miskin akan oksigen namun kaya akan hasil absorbsi makanan dari saluran pencernaan. - yang berisi vasa gastrica brevis dan gastro omentalis.vagus kanan dan kiri. serta dari nervus phrenicus kanan. Hilum splenicum/lienalis merupakan titik masuk vasa splenica/lienalis dan terkadang cauda pancreastis mencapai daerah ini. 30% dari arteri hepatica dan 70% dari vena porta hepatis. Lien dihubungkan dengan:2 - Curvatura gastrica/ventriculi major oleh ligamentum gastrosplenicum/gastrolienale. lien terletak di depan diaphragma . Oleh karena itu terletak pada kuadran kiri atas. di depanglandula supra renalisdanginjalkiri. Pada orang dewasa.1 Vaskularisasi lien Arteri lienalemerupakancabang arteri coeliaca yang terbesar.3 Persarafan Diurus oleh sistem simpatis dan parasimpatis. atau hypochondrium sinistra abdomen. Saraf-saraf itu mencapai hepar melalui plexus hepaticus. yang berisi vasa Kedua ligamen tersebut merupakan bagian dari omentum majus. Lien dikelilingi oleh splenica/lienalis. sebagian besar melalui plexus coeliaci. di area costae 9-10. kemudianmenujuhiluslienalisberjalan di antara 2 4 .Vaskularisasi hepar Hepar mendapat darah ganda.2. Ren sinister oleh ligamentum splenorenale/lienorenale. Arteri hepatica communis merupakan cabang dari truncus coeliacus bercabang menjadi arteri hepatica propria berjalan dalam ligamentum hepatoduodenale bersama-sama dengan vena porta dan ductus choledochus memberi cabang arteri hepatica dextra dan sinistra. jalannyaberkelokkelokberjalan di belakang bursa omentaleberjalansepanjangtepiatas pancreas. Darah vena dari hepar dialirkan ke vena hepatica yang selanjutnya masuk ke dalam vena cava inferior.

parasimpatisolehnn. Pancreas terbentang di sepanjang dinding posterior abdomen dari duodenum. mengkonsentrasikan dan menyimpan empedu dari hepar. Venalienale. Pancreas terletak retroperitoneale kecuali sebagian kecil cauda pancreatis. L4. sampai lien. Struktur ini memiliki:1 - Suatu ujung yang membulat (fundus vesicae biliaris). yang dapat terletak di depan colon transversum dan pars superior duodeni - Suatu bagian yang sempit (collum vessicae biliaris) dengan tunika mukosa vesicae biliaris yang membentuk lipatan spiral. dan terdiri dari caput pancreatis.splanchnicuspelvicus S2-4.splanchnicusthoracales T5-12. dan cauda pancreatis. darahakandialirkankedalam venamesenterica inferior. disisi kiri. tidakada anastomosis di antaracabang-cabangarteri lienale. yang terletak pada margo inferior hepar - Suatu bagian besar di dalam fossa (corpus vesicae biliaris). di sisi kanan.3 Persarafan lien Saraf-sarafuntuk lien berasaldarisarafsimpatisnn. danberakhirpada vena porta. Pancreas Umumnya pancreas terletak di posterior gaster.1 - Caput pancreatis terletak di dalam suatu cekungan berbentuk huruf C duodenum - Processus uncinatus terbentang dari bawah caput pancreatis. yang melintas di posterior dari vasa mesenterica superior - Collum pancreatis memanjang dan terbentang dari collum hingga cauda pancreatis - Cauda pancreatis melintas diantara lapisan-lapisan ligamentum splenorenale. collum pancreatis. corpus pancreatis. Suplai arteri untuk vesica biliaris adalah arteria cystica cabang dari arteri hepatica dextra.1 Duodenum 5 . kemudianmenuju venamesenterica superior. processus uncinatus. 3 Anatomi organ-organ yang terkait Vesica biliaris (fellea) Suatu kantung yang berbentuk buah pir yang terletak pada facies visceralis lobus dexter hepatis di dalam suatu fossa diantara lobus dexter hepatis dan lobus quadratus.Arteri lienaleberjalan di atas vena lienaleberada di belakang bursa omentalis. S2-3.lembarligamenrenolienale. Vena biliaris menerima.

- Pars inferior duodeni adalah bagian yang terpanjang. - Pars ascedens duodeni berjalan naik pada. arteri gastroduodenalis. diposteriornya terdapat ren dextra. - Pars descendens duodeni berada tepat disisi kanan garis tengah tubuh dan terbentang dari collum vesica fellea sampai tepi bawah vertebra LIII. berada tepat disisi kanan korpus vertebra LI. Pemukaan anteriornya di silang oleh colon transversum. hati terdiri atas satu jenis sel parenkim. dan keluarnya duktus biliaris. Duodenum dibagi menjadi 4 bagian:1 - Pars superior terbentang dari ostium pyloricum gaster sampai collum vesicae fellea.1 Mikroskopis Hepar Hati diliputi oleh kapsula glisson yang tersusun oleh jaringan ikat padat yang susunannya iregular. dan di medialnya terdapat caput pancreas. menyilang vena cava inferior. Kapsula glisson melekat longgar pada jaringan hati. dan berjalan di anteror ducus choledochus. Bagian ini disilang di anterior oleh arteri dan vena mesenterica superior. jaringan ikat ini 6 . Struktur ini terletak retroperitonale kecuali bagian awalnya. Struktur ini berbentukseperti huruf C. yang merupakan bagian dari omentum minus. dan columna vertebralis. bersebelahan dengan caput pancreas. kecuali pada porta hepatis. tempat jaringan ikat kapsula memasuki hati bersama dengan masuknya pembuluh darah dan limfe. yang dihubungkan dengan hepar oleh suatu ligamentum hepatoduodenale. yaitu hepatosit. Hepatosit tersusun membentuk lobulus berbentuk lobulus berbentuk heksagonal yang panjangnya sekitar 2mm dan diameter sekitar 700µm. Kapsula tersebut dilapisi oleh peritoneum ynag tersusun oleh epitel selapis gepeng. dan vena cava inferior. Jaringan ikat di dalam hati jumlahnya sedikit. Akan tetapi. aorta. pada manusia. atau sisi kiri dari aorta sampai kira-kira di tepi atas vertebra LII dan berakhir sebagai flexura duodenojejunalis. panjangya sekitar 20-25 cm dan berada diatas umbilicus.Bagian pertama dari intestinum tenue adalah duodenum. Lobulus tersebut dibatasi oleh elemen jaringan ikat tipis yang sangat jelas pada hewan seperti babi dan unta. kecuali pada daerah terbuka. vena porta hepatis.

Sel selapis sinusoid terpisah dari hepatosit oleh ruang sempit yang di sebut ruang perisinusoid dan plasma yang keluar dari sinusoid bebas mengalir ke ruang ini.4 Fungsi hepar dan lien 7 . dan daerah tersebut disebut triad portal. terutama eritrosit mati yang dihancurkan oleh sel ini. dikelilingi oleh peritoneum membentuk permukaan yang licin untuk lien. Pada lobulus. Kapsul jaringan ikat fibroelastis yang tersusun padat dan ireguler. lempeng hepatosit tersebut saling beranastomosis dan tersusun radier terhadap vena sentralis. Mempunyai permukaan yang cembung dan permukaan yang cekung yang disebut hilus. dan ketebalan lempeng hepatosit menjadi satu sel setelah usia 7 tahun. Seringkali. terkadang mengandung sel otot polos. berhubungan dengan sel pelapis sinusoid pada sinusoid. karena sinusoid dilapisi oleh sel pelapis sinusoid. yang pertama pulpa putih yang kedua disebut pulpa merah. fagosom sel kupffer mengandung partikel dan debris sel yang diendositosis. 4 Lien Merupakan organ limfonodus terbesar. Ketiga saluran lain tersebut adalah:4 - Cabang arteri hepatika - Cabang vena porta - Duktus biliaris Daerah portal terpisah dari parenkima hati oleh lempeng pembatas. Trabekula berasal dari kapsul membawa darah ke dalam dan keluar parenkim lien. Celah disse berperan sebagai ruang perantara di antara hepatosit dan aliran darah. Lempeng hepatosit tersusun oleh sel dengan ketebalan tidak lebih dari 2 sel saat mendekati usia 7 tahun. elemen jaringan ikat meningkat. sehingga batas lobulus klasik tidak terlihat dan hanya dapat diperkirakan saja. Daerah portal mengandung pembuluh limf dan juga tiga saluran lain yang berjalan sejajar dengan sumbu lngitudinal lobulus. Permukaan potongan lien menunjukkan adanya daerah abuabu yang dikelilingi oleh daerah merah.sangat sedikit dan lobulus tersusun rapat. Ruang diantara lempeng hepatosit ditempati oleh sinusoid hati. Pada daerah pertemuan sudut dari tiga lobulus klasik. Makrofag residen yang disebut sel kupffer. dan darah di dalam sinusoid yang lebar tidak berhubungan langsung dengan hepatosit. yang merupakan selubung yang tersusun oleh hepatosit termodifikasi.

Jadi. berkat adanya makrofag residennya.5 Fungsi lien Sebagai pembersih darah. banyak sel darah merah yang rusak dalam tubuh akan diakhiri di lien. dengan kecepatan pergerakan bervariasi tergantung pada fungsi yang dilakukan oleh berbagai bagian saluran cerna. protein. Setelah sel tersebut pecah. termasuk protein yang dibutuhkan untuk pembekuan darah dan yang mengangkut hormon steroid dan tiroid serta kolesterol dalam darah. Seperti otot polos pembuluh darah. lemak) setelah zat-zat ini diserap di saluran cerna. dan banyak vitamin. lemak. - Mendetoksifikasi atau menguraikan zat sisa tubuh dan hormon serta obat senyawa asing lain. dan hasil proses pencernaan tersebut terutama akan digunakan kembali oleh tubuh sebagai nutrisi. isi 8 . otot polos di dinding saluran cerna mempertahankan suatu kontraksi tingkat rendah yang menetapp yang dikenal sebagai tonus. Pada aktivitas tonus yang tetap ini terdapat dua tipe dasar motilitas saluran cerna: gerakan mendorong (propulsif) dan gerakan mencampur. - Membentuk protein plasma. - Mengaktifkan vitamin D. namun terdapat beberapa fungsi hepar yang lain yaitu:5 - Memproses secara metabolis ketiga kategori utama nutrien ( karbohidrat. - Mengekskresikan kolesterol dan bilirubin.Fungsi hepar dalam sistem pencernaan adalah sebagai sekresi empedu. Gerakan propulsif mendorong maju isi saluran cerna. sel darah yang melewati pulpa limpa akan diperas seluruhnya.6 Mekanisme pencernaan Terdapat empat proses pencernaan dasar. - Mengeluarkan bakteridan sel darah merah tua. yaitu:5 - Motilitas Kata motilitas merujuk kepada kontraksi otot yang mencampur dan mendorong maju isi saluran cerna. yang dilakukan hati bersama dengan ginjal. yang sering kali di tujukan untuk membuat sel darah yang baru. sel –sel darah merah yang rapuh diperikirakan tidak akan tahan dalam trauma tersebut. - Menyimpan glikogen. sebelum masuk ke dalam sinus. Oleh karena itu. besi. bilirubin adalah produk penguraian yang berasal dari destruksi sel darah merah tua. hemoglobin dan stroma sel yang terlepas akan dicerna oleh sel-sel retikuloendotelial lien. Oleh karena itu.

Setiap sekresi pencernaan terdiri atas air. enzim-enzim dalam sekresi pencernaan menguraikan ikatan-ikatan yang menyatukan subunit-subunit molekular di dalam - molekul nutrien sehingga terjadi pembebasan molekul-molekul kecil. Pencernaan Kata pencernaan merujuk pada penguraian biokimiawi struktur kompleks makanan menjadi satuan-satuan yang lebih kecil dan dapat diserap oleh enzim-enzim yang diproduksi di dalam sistem pencernaan.terdorong maju di suatu segmen dengan kecepatan yang sesuai agar segmen tersebut dapat melaksanakan tugasnya. masing-masing dengan produk sekretorik spesifik. yang bereaksi secara kimiawi dengan laju metabolisme tinggi. menelan. Sekresi Sejumlah getah pencernaan disekresikan ke dalam lumen saluran cerna oleh kelenjar eksokrin disepanjang perjalanan. sekresi pencernaan direabsorbsi dalam - suatu bentuk kembali ke darah setelah ikut serta dalam proses pencernaan. Dengan menambahkan H2O ditempat ikatan. Sebaliknya. Pertama. misalnya enzim. gerak ini meningkatkan pencernaan makanan. dengan mencampur makanan dengan getah pencernaan. Gerakan mencampur memiliki fungsi ganda. sebagai berikut: karbohidrat. vitamin. Penyerapan Di usus halus. bersama dengan air. protein. Kedua. Sekresi semua getah pencernaan membutuhkan energi. saling memberikan substrat dan energi dari suatu sistem metabolisme 9 . dipindahkan dari lumen saluran cerna dari awal hingga akhir.5 Metabolisme hati Hati merupakan sekumpulan besar sel. dan defekasi memiliki komponen volunter karena otot rangka berada di bawah kontrol sadar. gerakan ini mempermudah penyerapan dengan memajankan semua bagian isi saluran cerna ke permukaan serap saluran cerna. Melalui proses penyerapan. baik untuk transpor aktif sebagian bahan mentah ke dalam sel maupun utuk sintesis produk sekretorik oleh retikulum endoplasma. unit-unit kecil makanan yang dapat diserap yang dihasilkan oleh pencernaan. dan lemak. dan konstituen organik spesifik yang penting dalam proses pencernaan. elektrolit. atau mukus. garam empedu. Pencernaan dilaksanakan oleh proses hidrolisis enzimatik. motilitas di seluruh saluran lainnya dilaksankan oleh otot polos yang dikontrol oleh mekanisme involunter - kompleks. dan elektrolit. penyerapan telah tuntas dan terjadi sebagian besar besar penyerapan. Dalam keadaan normal. Tindakan mengunyah.

dan kemudian mengembalikannya kembali ke darah bila konsentrasi glukosa darah mulai turunterlalu rendah.5 Metabolisme karbohidrat Dalam metabolisme karbohidrat. Hati tidak dapat menggunakan semua asetil-KoA yang dibentuk. Beberapa fungsi spesifik hati dalam metabolisme lemak :6 - Oksidasi asam lemak untuk menyuplai energi bagi fungsi tubuh lain Sintesis kolesterol. Glukoneogenesis hati juga penting untuk mempertahankan konsentrasi normal glukosa darah.yang lain. Kira-kira 80% kolesterol yang disintesis di dalam hati diubah menjadi garam empedu. aspek tertentu dari metabolisme lemak terutama terjadi di hati. menyimpan. dan bermacam-macam zat kimia yang penting 10 . lemak mula-mula dipecah menjadi gliserol dan asam lemak. Metabolisme lemak Walaupun sebagian besar sel tubuh metabolisme lemak. sebaliknya asetil-KoA diubah melalui kondensasi dua molekul asetil-KoA menjadi asam asetoasetat. Asetil-KoA dapat memasuki siklus asam sitrat dan dioksidasi untuk membebaskan sejumlah energi yang sangat besar. mengolah dan menyintesis berbagai zat yang diangkut ke daerah tubuh lain. sisanya diangkut dalam lipoprotein dan dibawa oleh darah ke semua sel jaringan tubuh. fosfolipid. hati melakukan fungsi berikut ini:6 - Menyimpan glikogen dalam jumlah besar Konversi galakatosa dan fruktosa menjadi glukosa Glukoneogenesis Pembentukan banyak senyawa kimia dari produk antara metabolisme karbohidrat Hati terutama penting untuk mempertahankan konsentrasi glukosa darah normal. yang kemudian disekresi kembali ke dalam empedu. Fosfolipid dan kolesterol digunakan oleh sel untuk membentuk membran. Fosfolipid juga disintesis di hati dan terutama ditranspor dalam lipoprotein. yaitu asam dengan kelarutan tinggi yang lewat dari sel hati masuk ke cairan ekstraselulerdan kemudian ditranspor ke seluruh tubuh untuk diabsorbsi oleh jaringan lain. dan sebagian bear lipoprotein Sintesis lemak dari protein dan karbohidrat Untuk memperoleh energi dari lemak netral. dan menyelenggarakan sejumlah besar fugsi metabolisme lain. struktur intrasel. Penyimpangan glikogen memungkinkan hati mengambil kelebihan glukosa dari darah. karena glukoneogenesis hanya terjadi secara bermakna apabila konsentrasi glukosa darah mulai menurun di bawah normal.

konsentrasi amonia plasma meningkat dengan cepat dan menimbulkan koma hepatik dan kematian. terutama di ginjal. Oleh karena itu. jika hati tdak membentuk ureum.untuk fungsi sel. Ini berarti sekitar 90% dari seluruh protein plasma. Sejumlah kecil diaminasi dapat terjadi di jaringan tubuh lain. Hampir semua sintesis lemak dalam tubuh dari karbohidrat dan protein terjadi di hati. Kehilangan protein plasma menyebabkan mitosis sel hati yang cepat dan pertumbuhna hati menjadi lebih besar. dan sejumlah tambahan dibentuk secara kontinu di dalam usus oleh bakteri dan kemudian diabsorbsi oleh darah. Fungsi hati yang paling penting dalam metabolisme protein adalah sebagai berikut:6 - Deaminasi asam amino Pembentukan ireum untuk mengeluarkan amonia dari cairan tubuh Pembentukan protein plasma Interkonversi beragam asam amino dan sintesis senyawa lain dari asam amino Deaminasi asam amino dibutuhkan sebelum asam amino dapat digunakan untuk energi atau diubah menjadi karbohidrat atau lemak. Diantara fungsi hati yang paling penting adalah kemampuan hati untuk membentuk asam amino tertentu dan juga membentuk senyawa kimia lain yang penting dari asam amino. Pada dasarnya semua protein plasma. Sejumlah besar amonia dibentuk melalui proses deaminasi. Vitamin yang paling banyak disimpan dihati adalah vitamin A. Sisa gamma globulin adalah antibodi yang dibentuk terutama oleh sel plasma dalam jaringan limfe dalam tubuh. Pembentukan ureum oleh hati menyingkirkan amonia dari cairan tubuh. kecuali sebagian dari gamma globulin. tetapi biasanya juga disimpan sejumlah besar vitamin D dan B12.6 Enzim-enzim hepar - Aminotransferase (transaminase) 11 . Hati mempunyai kecenderungan tertentu untuk menyimpan vitamin dan telah lama diketahui sebagai sumber vitamin tertentu yang baik pada pengobatan pasien.6 Fungsi metabolik lain yaitu hati merupakan tempat penyimpanan vitamin Hati merupakan tempat penyimpan vitamin. efek ini seiring cepatnya pengeluaran protein plasma sampai konsentrasi plasma kembali ke normal.6 Metabolisme protein Tubuh tidak dapat meniadakan kontribusi hati pada metabolisme protein lebih dari beberapa hari tanpa terjadi kematian. dibentuk oleh sel hati.

Parameter yang termasuk golongan ini adalah aspartat aminotansferase (AST/SGOT) dan alanin aminotransferase (ALT/SGPT). dan sel darah merah. Sejumlah besar enzim ini terdapat di epitel tubulus ginjal dan hati. otot rangka. yaitu tempat tempat yang juga terdapat fosfatase alkali.7 Gamma glutamin transferase (GGT) Mengkatalisis pemindahan gugus glutamil antara peptida atau asam amino melalui ikatan pada gugus karboksil gamma. ALT ditemukan terutama di hati.8 Kesimpulan Hepar berperan dalam proses metabolisme dalam tubuh.70-4. Kasim YK. Mitchell AWM. 2012.h. Kindangen. 2. Widjaja IH. Anatomi abdomen. Peningkatan kadar ALP merupakan salah satu petunjuk adanya sumbatan atau hambatan pada saluran empedu. sedangkan enzim AST dapat ditemukan pada hati. Gray dasar-dasar anatomi. ginjal. GGT serum sangat bermanfaat sebagai penanda patologi hati. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC. Drake RL. kuku atau bagian putih bola mata. Vogl AW. pankreas. 3. Singapura: Elsevier churchill livingstone. Peningkatan ALP dapat disertai dengan gejala warna kuning pada - kulit. Daftar pustaka 1. dan lemak dan pembersih darah. Pada kasus yang dibahas seorang laki-laki terkena ruptur hepar dan lien akibat kecelakaan. protein. otot jantung. 2007. hal ini menyebabkan sobeknya jaringan pada hepar dan lien. 2010. Dengan demikian. Jakarta: Bagian anatomi fakultas kedokteran ukrida. Winami. Pada sebagian besar penyakit hati yang akut. 12 . sel darah putih . Enzim-enzim ini merupakan indikator yang sensitif terhadap adanya kerusakan sel hati dan sangat membantu dalam mengenali adanya penyakit pada hati yang bersifat akut seperti hepatitis.h. 155-90. hal tersebut dapat mengakibatkan terganggunya fungsi hepar dan lien seperti metabolisme karbohidrat. peningkatan kadar enzim-enzim ini mencerinkan adanya kerusakan sel hati.6873.h.7 Alkalin fosfatase (ALP) Enzim ini ditemukan padasel-sel hati yang berada dekat saluran empedu. Buku ajar traktus digestivus. kadar ALT lebih tinggi atau sama dengan - kadar AST.

641-43.408-13. 13 . Guyton dan hall buku ajar fisiologi kedokteran. 7. laboratorium. Hall JE.4. Singapura: Elsevier saunders.h.356. 2013. 8.907-10.h. Buku ajar berwarna histologi. Gartner LP. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC. Jakarta: Penebar plus.188. 2004. Care yourself. hepatitis.h. Hiatt JL. Edisi ke-12. Indrawati L. 2012. Tinjauan klinis hasil pemeriksaan. 2008.28-9. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC. Sherwood L. Sarei W.287. 5.h. Sacher RA. 2012. Fisiologi manusia dari sel ke system. 6. Edisi ke-6.h. Singapura: Elsevier saunders. Djing OG. Mcpherson RA. Edisi ke-11.