You are on page 1of 4

TUGAS I

FEASIBILITY, VIABILITY, DAN BUSINESS PLAN

I.

Definisi
Berikut ini akan dijelaskan mengenai definisi feasibility, viability, dan

business plan.
I.1

Feasibility
Feasibilility atau studi kelayakan investasi adalah suatu penelitian

tentang layak atau tidaknya suatu proyek bisnis yang biasanya merupakan
proyek investasi dari suatu perusahaan yang akan dilaksanakan.
Layak atau tidak layak yang dimaksud adalah hasil dari suatu penelitian
bahwa proyek yang akan dilaksanakan tersebut dapat atau tidak dapat
menghasilkan keuntungan bagi perusahaan sebagai proyek investasi apabila
telah beroperasi, karena tujuan dari suatu perusahaan pada dasarnya adalah
memaksimalkan keuntungan yang dapat dijangkau dalam jangka pendek dan
memaksimalkan nilai perusahaan yang menjadi sasaran perusahaan dalam
jangka panjang.
I.2

Viability
Viablity adalah studi atau investigasi dari bisnis yang sudah ada atau

keberlanjutan yang diusulkan untuk usaha. Viablity menentukan apakah usulan


tersebut harus disetujui atau tidak. Hal ini berhubungan dengan strategi tentang
bagaimana membuat bisnis tumbuh dan bertahan. Pertumbuhan bisnis
merupakan aspek penting dari kelangsungan hidup. Berapa lama sebuah bisnis
akan bertahan ditentukan oleh kelangsungan hidup, dan itu dapat dilihat pada
keuntungan yang bisnis telah dibuat untuk jangka waktu tertentu. Keuntungan
baik berarti kesempatan yang lebih baik untuk sukses untuk bisnis. Dengan
demikian, viability study membantu untuk mengetahui apakah sebuah ide bisnis
layak untuk diangkat ke level berikutnya yaitu menjadi sebuah perusahaan.

I.3

Business Plan

Business plan merupakan merupakan pernyataan dari business goals,


apakah perencanaan itu dapat dicapai, dan dengan cara apa mencapainya.
Dalam business plan juga terdapat background mengenai seluruh organisasi dari
perusahaan tersebut. Dimana semua hal tersebut bertujuan agar pembuatan
perusahaan dapat mencapai hasil yang diinginkan dari pembuat perusahaan.
II.

Perbedaan
Perbedaan feasibility, viability, dan business plan dapat dilihat pada

table II.1.
Tabel II.1 Perbedaan Feasibility, Viability, dan Business Plan
-

Feasibility
Mengidentifikasikan
kesempatan

Viability
- Menekan

Business Plan
keuangan- Berfungsi
sebagai

bisnis

perusahaan agar tetap


blueprint sebuah usaha.
- Berisi detail operasional,
dengan cara investigasi
terjaga.
Mengidentifikasikan
- Mengatur
tingkat
aset, serta pihak yang
apakah sebuah bisnis

pengeluaran operasional
bekerja sama.
- Memudahkan
dalam
layak untuk dilanjutkan
disesuaikan
dengan
Sebagai alat untuk
menghadapi persaingan
dana yang ada
- Berisi tujuan dan cara
- Menyusun
rencana
membuat keputusan
Mengidentifikasikan
operasional
sebuah
strategis
untuk
jika
ada
alternatifbisnis
memenuhi
alternatif bisnis lain
kelangsungan keuangan
yang mungkin

III.

Aplikasi atau Manfaat


Berikut ini akan dijelaskan mengenai aplikasi atau manfaat feasibility,

viability, dan business plan.


III.1

Feasibility
Manfaat studi kelayakan dibagi menjadi dua yaitu manfaat primer dan

manfaat sekunder. Ada beberapa manfaat primer dari studi kelayakan investasi,
antara lain:
a. Memandu

pemilik

dana

(calon

investor)

untuk

mengoptimalkan

penggunaan dana yang dimilikinya.


b. Altenatif investasi teridentifikasi secara objektif dan teruji secara
kuantitatif sehingga manajer puncak mudah mengambil keputusan
investasi yang objektif.

c. Memperkecil risiko kegagalan investasi dan pada saat yang sama


memperbesar peluang keberhasilan investasi yang bersangkutan.
d. Aspek terkait terungkap secara keseluruhan dan lengkap sehingga
penerimaan dan atau penolakan terhadap alternatif investasi didasarkan
atas pertimbangan terhadap semua aspek proyek dan bukan hanya
aspek finansial saja.
Dari manfaat primer studi kelayakan di atas, dijelaskan bahwa kegunaan
dari studi kelayakan bisnis adalah untuk mengoptimalkan pemilihan investasi
dalam mendapatkan keuntungan, mengetahui risiko yang kemungkinan akan
muncul yang dapat menyebabkan kerugian sehingga dapat dilakukan antisipasi
untuk memperkecil peluang terjadinya kemungkinan tersebut. Sedangkan
manfaat sekunder dari studi kelayakan, antara lain:
a. Dana investor tersalur ke proyek yang paling menguntungkan sehingga
turut membantu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya
nasional.
b. Investasi berlangsung pada sektor yang keluarannya sangat dibutuhkan
oleh masyarakat. Di satu sisi, keluaran investasi memiliki pasar yang
efektif dan pada saat yang sama, masyarakat menerima barang-barang
yang diperlukannya dari dunia usaha.
c. Investasi berlangsung pada sektor yang keluarannya sangat dibutuhkan
oleh masyarakat. Di satu sisi, keluaran investasi memiliki pasar yang
efektif dan pada saat yang sama, masyarakat menerima barang-barang
yang diperlukannya dari dunia usaha.
Dari manfaat sekunder studi kelayakan di atas, dijelaskan bahwa
kegunaan

dari

studi

kelayakan

bisnis

adalah

untuk

mengefisiensikan

pemanfaatan sumber daya nasional yang dimiliki dapat mengoptimalkan


kebutuhan masyarakat.

III.2

Viability
Pengaplikasian viability dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti

meninjau faktor internal (produk/jasa) yang akan ditawarkan dan faktor eksternal
(customer). Agar perusahaan dapat bertahan lama maka hal-hal detil yang perlu

ditinjau adalah seperti keunggulan produk atau jasa, harga, segmen pasar,
pemanfaatan sosial media, dan SOP yang baik. Dengan mengetahui keunggulan
produk atau jasa maka perusahaan dapat terus menawarkan produk atau
jasanya di pasar, selain itu juga dengan mengetahui keunggulan dari produk atau
jasa yang ditawarkan maka perusahaan dapat bertahan dalam persaingan pasar
terhadap produk atau jasa yang serupa milik kompetitor. Harga, pemberian harga
terhadap suatu produk atau jasa juga harus tepat agar customer merasa puas
dan tidak kecewa setelah menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan
perusahaan.

Segmen pasar juga perlu dipertimbangkan dengan baik, jika

perusahaan salah membidik segmen pasar maka dapat diyakini perusahaan


tersebut

akan sulit

untuk bertahan

dalam

persaingan

pasar

terhadap

kompetitornya. Social media juga perlu diefektifkan oleh perusahaan karena tidak
dipungkiri media sosial merupakan media promosi tercepat dan termudah,
semakin baik promosi produk atau jasa perusahaan maka hal tersebut
membantu perusahaan untuk memperluas dan memperbanyak jangkauan
customer perusahaan. Selain itu SOP (standard of procedure) dari perusahaan
harus dibuat sebaik mungkin agar setiap komponen perusahaan dapat bersinergi
dengan baik untuk mencapai visi yang sama. Dengan demikian, hal-hal tersebut
membantu perusahaan untuk bertahan di dalam persaingan pasar.
III.3

Business Plan
Aplikasi dalam business plan dapat terlihat jika seseorang ingin

membuat usaha baru yang membutuhkan perencanaan yang baik. Contoh


seperti orang yang ingin membuat usaha sepatu, orang tersebut harus
mengetahui pasarnya, target penjualan, dan hal apa yang harus dilakukan untuk
mencapai target penjualan yang diinginkan.