You are on page 1of 31

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rambut Jagung (Zea mays L.

) dengan
Metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil) dan fortifikasi Pada Minyak
Kelapa

Proposal Penelitian

SAMRIANI
H311 13 008

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah
memberikan petunjuk dan limpahan rahmat-Nya serta kekuatan lahir dan batin
kepada kami, sehingga proses penyusunan proposal ini dapat diselesaikan sesuai
dengan rencana yang berjudul “Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rambut
Jagung (Zea mays L.) dengan Metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil)
dan fortifikasi Pada Minyak Kelapa” disusun dalam rangka menyelesaikan
tugas mata kuliah kapsel biokimia.
Proposal ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan,
dapat bermanfaat bagi para penulis khususnya dan orang lain pada umumnya.
Tulisan ini disusun dengan kemampuan dan bahan yang terbatas. Oleh karena itu
disadari masih terdapat ketidaksempurnaan dalam hal materi maupun
pembahasan, sehingga saran dan koreksi dalam upaya perbaikan sangat kami
harapkan.

Makassar, 26 Mei 2016
Penyusun,

Samriani

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sebagai negara tropis yang sangat luas, Indonesia adalah surga bagi pohon
kelapa. Pohon ini dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia dari pulau
Sumatera hingga Papua. Namun, pengembangan kelapa dirasakan belum optimal
hingga saat ini.
Minyak kelapa adalah salah satu dari hasil olahan buah kelapa yang sudah
dikenal di Indonesia sejak lama. Penggunaan minyak kelapa dalam kehidupan
sehari-hari sangat luas seperti untuk minyak goreng, bahan makanan, obat-obatan,
bahan pembuat sabun dan lain sebagainya. Minyak kelapa memiliki nilai jual
yang tinggi sehingga perlu dijaga kualitasnya dari permasalahan pada saat tahap
penyimpanan karena minyak kelapa mengandung zat-zat radikal bebas yang dapat
menyebabkan bau tengik pada minyak kelapa yang sudah diproduksi.
Radikal bebas (free radical) adalah atom atau molekul yang mempunyai
elektron tidak berpasangan, terbentuk sebagai hasil antara (intermediet) dalam
suatu reaksi organik melalui proses homolisis dari ikatan kovalen. Karena
reaktivitasnya, senyawa radikal bebas akan segera mungkin menyerang komponen
seluler yang berada disekelilingnya, baik berupa senyawa lipid, lipoprotein,
protein, karbohidrat, RNA, maupun DNA. Akibat lebih jauh dari reaktivitas
radikal bebas adalah terjadinya kerusakan struktur maupun fungsi sel.
Antioksidan adalah senyawa yang secara alami terdapat dalam hampir
semua bahan makanan, karena bahan makanan dapat mengalami degradasi baik

Hal ini yang mendorong berbagai penelitian untuk menemukan sumber antioksidan baru yang berasal dari alam yang diharapkan dapat mengganti antioksidan sintetik. dan TBHQ (tertbutylhydroxy quinone) telah dibatasi pada produk-produk makanan karena dianggap memiliki efek karsinogenik. KEONG MATAH Metanol.) metanol 2007 Komayaha Britt.83 2009 MERAH heksana. Minyak BUAH NENAS - 2011 meq/1000 kelapa Prabowo. kelapa Meq/1000 . & Rose) rti dan DAUN SIRIH Pengujian Bilangan antioksidan Peroksida - - untuk ekstraksi Minyak etanol 96% 35 Meg/kg. Penelitian mengenai uji antioksidan dari bahan alami Pelarut Nama Sumber peneliti antioksidan Umayah BUAH NAGA dan (Hylocereus Air dan Amrun. untuk itu perlu ditambahkan antioksidan dari luar untuk melindungi bahan makanan dari reaksi oksidasi.secara fisik maupun kimia sehingga fungsinya berkurang. Antioksidan diperlukan untuk mengawetkan makanan yang mengandung minyak atau lemak dengan nilia gizi dari makanan itu tidak berkurang. Minyak g 2. kelapa Paryanti 1. undatus (Haw. BHA (butylated hydroxyanisole). Tabel 1.579 Sangi. Penggunaan antioksidan sintetik seperti BHT (butylated hydroxytoluen).

Rambut jagung mengandung senyawa metabolit sekunder seperti fenol. dkk Minyak 0. alkaloid. Hal ini dikarenakan rambut jagung memiliki kandungan senyawa kimia yang berguna bagi kesehatan.) terhadap kualitas dan ketengikan minyak kelapa ? . Bagaimana pengaruh antioksidan ekstrak rambut jagung (Zea mays L.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. kolesterol. 1. Senyawa-senyawa tersebut berdasarkan beberapa penelitian diketahui memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Bagaimana cara mengestraksi zat antioksidan dari rambut jagung (Zea mays L. maka dilakukanlah penelitian yang bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak herba rambut jagung sebagai antioksidan pada minyak kelapa dengan analisa bilangan peroksida pada minyak kelapa dan ketahanan antioksidannya. terpenoid. tanin.)? 2. saponin. Misalnya pada sebagian masyarakat menggunakan rambut jagung untuk mengobati penyakit diabetes. dan glikosida. Berdasarkan penjelasan diatas. Bagaimana ketahanan aktivitas antioksidan ekstrak rambut jagung (Zea mays L.) terhadap kualitas dan ketengikan minyak kelapa? 3.a Salamah.(Cerithidea dan etil g obtusa) asetat SELADA AIR etanol p. flavonoid. asam urat dan batu ginjal.80 Kelapa Meq/kg Jagung terutama bagian rambutnya memiliki manfaat dalam pengobatan.

Memberikan informasi mengenai potensi rambut jagung sebagai antioksidan alami. b. Sebagai bahan informasi untuk penelitian selanjutnya.) berpotensi sebagai senyawa antioksidan sehingga mampu menghambat ketengikan pada minyak kelapa. d. 1. Memberikan kontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan terutama dalam bidang pertanian.1. .3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses ekstraksi zat antioksidan dari rambut jagung (Zea mays L.). pengaruh dan ketahanan aktivitas antioksidan terhadap kualitas dan ketengikan minyak kelapa. 1. c.4 Hipotesis Ekstrak rambut jagung (Zea mays L.5 Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah: a. Memanfaatkan limbah rambut jagung menjadi bahan yang bernilai ekonomi.

yang disebut floret. 2011). Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri) (Anonim. dan disebut sebagai varietas prolifik. Tongkol tumbuh dari buku. berupa karangan bunga (inflorescence). . Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif. dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae.1 Kalsifikasi Jagung Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. di antara batang dan pelepah daun. Pada jagung. satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Pada umumnya. Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari.

alkoksil (RO*). 2. dan peroksinitrit (ONOO-). 2009)).3 Ekstraksi Komponen Bioaktif . asam hipobromous (HOBr). Radikal bebas oksigen dan nitrogen dapat dikonversi menjadi spesies reaktif non radikal lain. 2002 (dalam Prabowo.2 Radikal Bebas dan Pembentukannya Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan elektron. sehingga molekul tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul atau sel lain. Reactive Oxygen Spesies (ROS). dan hidroperoksil (HO2*). Nitrit oksida dan nitrogen oksida (*NO2) adalah dua radikal bebas nitrogen.Adapun klasifikasi dari tanaman jagung adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisi : Spermathophyta (tumbuhan berbiji) Subdivisi : Angiospermae (berbiji tertutup) Kelas : Monocotyledonenae (berkeping satu) Ordo : Graminae (rumput-rumputan) Famili : Graminaceae Genus : Zea Spesies : Zea Mays L. Beberapa contoh senyawa Reactive Oxygen Spesies (ROS) yang ditemukan pada organisme hidup adalah superokside (O2*). Reactive Nitrogen Species (RNS) diproduksi di dalam tubuh manusia secara fisiologis dan patologis (Fang et al. 2. asam hipoklorit (HOCl).. seperti hidrogen peroksida. hidroksil (OH*). peroksil (RO2*).

dan sublimasi. distilasi. supercritical fluid extraction (SFE). Ada beberapa metode umum ekstraksi yang dapat dilakukan yaitu ekstraksi dengan pelarut. 2. reperkolasi. murah.1 Kelarutan komponen bioaktif Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pelarut adalah selektivitas. kemudahan untuk diuapkan.3. Diantara metode-metode yang telah diaplikasikan. Metode ekstraksi dikelompokkan menjadi dua yaitu ekstraksi sederhana dan ekstraksi khusus. tidak toksik. Komponen yang dipisahkan dengan ekstraksi dapat berupa padatan atau cairan. Ekstraksi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu aquoeus phase dan organic phase.3. dan diakolasi. mempunyai titik didih yang rendah. kemampuan untuk mengekstrak. Aquoeus phase dilakukan dengan menggunakan pelarut air dan organic phase ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut organik (Winarno et al.Ekstraksi adalah suatu cara untuk memisahkan campuran beberapa zat menjadi komponen-komponen yang terpisah. 2009)).2 Metode ekstraksi Ekstraksi merupakan salah satu cara pemisahan satu atau lebih komponen dari suatu bahan yang merupakan sumber komponen tersebut. dan harga pelarut. 2. Jenis dan mutu pelarut yang digunakan sangat menentukan keberhasilan proses ekstraksi. Ekstraksi sederhana antara lain terdiri atas maserasi.. pengepresan mekanik. toksisitas.1973 (dalam Prabowo. 1986 (dalam Prabowo. pelarut yang digunakan harus dapat melarutkan zat yang diinginkannya. Ekstraksi sederhana menurut adalah sebagai berikut: . perkolasi. metode yang banyak digunakan adalah distilasi dan ekstraksi dengan menggunakan pelarut. evakolasi. 2009)). dan mudah terbakar (Ketaren.

dengan demikian akan diperoleh ekstrak kasar yang mengandung berturut-turut senyawa non polar. Ekstraksi khusus adalah sebagai berikut: a) soxhletasi. d) evakolasi. 1984 (dalam Prabowo. yaitu perkolasi dengan penambahan tekanan udara. b) arus balik. yaitu metode ekstraksi secara berkesinambungan. dan polar. Prosedur untuk memperoleh kandungan senyawa organik adalah dengan menggunakan alat soxhlet dengan sederetan pelarut secara berganti-ganti.a) maserasi. Secara umum ekstraksi bertingkat dilakukan secara berturut-turut dimulai dengan pelarut non polar (heksana) lalu dengan pelarut yang kepolarannya menengah (etil asetat/ dietil eter) kemudian dengan pelarut polar (metanol/etanol). yaitu metode ekstraksi secara berkesinambungan dimana sampel dan pelarut saling bertemu melalui gerakan aliran yang berlawanan. yaitu metode ekstraksi secara berkesinambungan untuk melarutkan sampel kering dengan menggunakan pelarut bervariasi. kemudian digunakan pelarut organik yang lebih polar. c) ultrasonik. yaitu perlokasi dimana hasil perkolasi digunakan untuk melarutkan sampel di dalam perkolator sampai senyawa kimianya mterlarutkan. semi polar.4 Metabolit Sekunder . 2009)). yaitu ekstraksi dengan menggunakan alat yang menghasilkan frekuensi bunyi atau getaran antara 25-100 KHz. c) reperkolasi. Tetapi jarang sekali proses pemisahan kandungan mencapai proses yang sempurna. Metode ekstraksi khusus tersebut antara lain soxhletasi. dan senyawa yang sama mungkin terdapat dalam beberapa fraksi (Harborne. arus balik. yaitu perkolasi dengan pengurangan tekanan udara. yaitu metode ekstraksi dengan cara merendam sampel dalam pelarut dengan atau tanpa pengadukan. mulai dengan pemisahan lipid. 2. dan ultrasonik. Metode ini berguna bila kita bekerja dengan skala gram. b) perkolasi. e) diakolasi.

Bahan ini berperan juga pada proses fisiologi. tetapi pigmen dan porfirin juga termasuk di dalamnya (Purwanti. Makhluk hidup dapat menghasilkan bahan organik sekunder (metabolit sekunder) atau bahan alami melalui reaksi sekunder dari bahan organik primer (karbohidrat. 2009)). 2. 2008 (dalam Prabowo. meliatriol. menghambat efek karsinogenik. nimbin. Beberapa dari senyawa tersebut telah diisolasi sebagian diantaranya memberikan efek fisiologis dan farmakologis yang lebih dikenal sebagai senyawa kimia aktif (Copriady et al. protein). azadirachtin.. antibiotik.Metabolit sekunder dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan. asetol koenzim-A. selain itu metabolit sekunder juga dapat dimanfaatkan sebagai antiagen pengendali hama yang ramah lingkungan (Samsudin. adapun jenis dari metabolit sekunder yang dapat kita ketahui antara lain kumarin. antikanker. Bahan organik sekunder itu dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu fenolik. alkaloid dan terpenoid.5 Antioksidan Antioksidan adalah bahan yang digunakan untuk mencegah oksidasi lemak. antikoagulan darah. 2009 (dalam Prabowo. Metabolit sekunder sangat bervariasi jumlah dan jenisnya dari setiap organisme. lemak. 2009)). 2009)). dan zat antara (Intermediate) dari alur shikimat (Shikimic acid). makanan dari . 2005(dalam Prabowo. Pemanfaatan dari zat metabolit sekunder sangat banyak. Bahan organik sekunder (metabolit sekunder) ini umumnya merupakan hasil akhir dari suatu proses metabolisme.Metabolit sekunder adalah suatu zat yang dibiosintesis terutama dari banyak metabolit-metabolit primer seperti asam amino. Zat metabolit sekunder memiliki banyak jenis. misalnya digunakan pada bahan pangan yang akan digoreng. asam mevalonat. salanin.

fosfatida. Antioksidan berdasarkan gugus fungsinya dibagi atas tiga golongan. dan makanan-makanan lain yang mengandung banyak lemak dan mudah tengik. yaitu . Antioksidan alam yang paling banyak ditemukan dalam minyak nabati adalah tokoferol yang mempunyai keaktifan vitamin E. lesitin. Kombinasi beberapa antioksidan sintetik menimbulkan sinergisme. gosipol.biji-bijian. biasanya asam di atau trikarboksilat dapat mengikat logam-logam (sequestran). Empat macam antioksidan buatan yang sering digunakan adalah Butylated hidroxyanisole (BHA). sesamol. Umumnya antioksidan memiliki struktur inti yang sama. 2009)). Antioksidan primer adalah suatu zat yang dapat menghentikan reaksi berantai pembentukan radikal yang melepas hidrogen. tetapi kombinasi BHT dengan PG menimbulkan sinergisme negatif (Winarno. yaitu mengandung cincin benzena tidak jenuh disertai gugus hidroksil atau asam amino. Zatzat yang termasuk golongan ini dapat berasal dari alam dan dapat pula buatan. 1992 (dalam Prabowo. BHA yang dikombinasi dengan PG akan lebih efektif daripada digunakan secara terpisah. Berdasarkan aktivitasnya. Nordihidroguairetic Acid (NDGA). Antioksidan alam antara lain tokoferol. dan asam askorbat. Antioksidan buatan yang banyak digunakan adalah senyawa-senyawa fenol yang biasanya agak beracun. Propylgallate (PG). Tokoferol ini mempunyai ikatan rangkap yang mudah dioksidasi sehingga akan melindungi lemak dari oksidasi. Antioksidan sekunder adalah suatu zat yang dapat mencegah kerja prooksidan sehingga dapat digolongkan secara sinergik. Antioksidan buatan ditambahkan ke dalam lemak atau bahan pangan untuk mencegah ketengikan. Beberapa asam organik tertentu. Butylated hidroxytoluene (BHT). antioksidan dapat dibedakan menjadi antioksidan primer dan sekunder.

Beberapa contoh antioksidan yang termasuk golongan ini antara lain hidrokuinon. katekol. gosipol. Antioksidan yang termasuk dalam golongan ini adalah N. 2. Antioksidan golongan aminfenol Antioksidan golongan aminfenol biasanya mengandung gugus fenolat dan amino sebagai gugus fungsional penyebab aktivitas antioksidan. Antioksidan golongan amin Antioksidan yang mengandung gugus amino dan diamino yang terikat pada cincin benzena berpotensi tinggi sebagai antioksidan. Adanya gugus hidroksil (-OH) dan amino (-NH2) yang terikat pada cincin aromatis memegang peranan penting dalam aktivitas . amin. contohnya antara lain N-butil-p-amino-fenol. namun beracun dan biasanya menghasilkan warna yang intensif jika dioksidasi atau bereaksi dengan ion logam. Antioksidan golongan fenol Antioksidan yang termasuk golongan ini biasanya memiliki ciri intensitas warna yang rendah atau tidak berwarna dan banyak digunakan karena tidak beracun.golongan fenol. difenil guanidin. selain itu umumnya stabil pada suhu panas dan ekstraksi dengan kaustik. Adapun penggolongannya adalah sebagai berikut: 1.p-amino-fenol. N difenilen diamin difenilhidrasin. dan difenil amin. 3. Antioksidan golongan fenol meliputi sebagian besar antioksidan yang dihasilkan alam dan sejumlah kecil antioksidan sintetis. untuk mencegah terbentuknya gum dalam gasolin.dan Nsikloheksil. dan aminfenol. resorsiol dan eugenol. Golongan amin fenol banyak digunakan dalam industri petroleum.

katalis. peroksida lemak atau hidroperoksida. Hal ini disebabkan oleh reaksi autooksidasi radikal asam lemak tidak jenuh dalam lemak. Fe. hemoglobin. 1990 (dalam Prabowo. 3). Co. Aksi oleh enzim dalam jaringan bahan mengandung lemak. 2009)). dapat disebabkan oleh 4 faktor yaitu: 1). dan Mn. distribusi dan bentuk ikatan ganda. Oksidasi oleh oksigen udara atau kombinasi dari dua atau lebih dari penyebab kerusakan tersebut diatas. Mekanisme oksidasi lemak dipengaruhi kondisi oksidasi. klorofil dan enzim-enzim lipoksidase. panas. Potensi antioksidan tersebut diperbesar oleh adanya substitusi gugus lain yang terikat pada cincin aromatis.antioksidan. Kemungkinan kerusakan atau ketengikan dalam lemak. Absorbsi bau oleh lemak. logam porfirin seperti hematin. mioglobin. Ketengikan (rancidity) merupakan kerusakan atau perubahan bau dan flavor dalam lemak atau bahan pangan berlemak. 2. dan (c) terminasi (Gordon. serta jumlah oksigen yang tersedia. logam-logam seperti Cu. tipe asam lemak. Autooksidasi dimulai dengan pembentukan radikal-radikal bebas yang disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat mempercepat reaksi seperti cahaya. . yaitu : (a) inisiasi. 2). Mekanisme oksidasi lemak tak jenuh terdiri dari tiga tahap. (b) propagasi . Mekanisme oksidasi dibagi dalam tiga tahap dengan bilangan peroksida sebagai indikator derajat oksidasinya. yaitu temperatur.6 Mekanisme Oksidasi Lemak Kerusakan lemak yang utama adalah timbulnya bau dan rasa tengik yang disebut proses ketengikan. Aksi mikroba dan 4).

perasid. alkohol. bahan pengoksidasi (peroksida. katalis metal (garam. Metode yang umum dipakai adalah dengan menggunakan radikal bebas diphenyl-picrylhydrazyl (DPPH) yang nantinya akan bereaksi dengan senyawa antioksidan menghasilkan . ozon. Radikal peroksida yang terbentuk akan mengikat ion hidrogen dari lemak lain (R1H) membentuk hidrogen peroksida (ROOH) dan radikal lemak baru (R1*). Reaksi ini terjadi pada grup metilen yang berdekatan dengan ikatan rangkap C=C. beberapa senyawa organik nitro. Tahap terakhir adalah terminasi. Kecepatan oksidasi tergantung pada jenis asam lemaknya. cahaya. hidrogen peroksida yang sangat tidak stabil terpecah menjadi senyawa organik berantai pendek seperti aldehid. dan beberapa logam berat). prooksidan (katalis) dan faktor-faktor lainnya.7 Uji aktivitas antioksidan Adanya senyawa antioksidan dapat diketahui melalui uji aktivitas antioksidan. keton. aldehid aromatik). Tahap selanjutnya adalah tahap propagasi dimana pada tahap ini radikal lipid hasil tahap inisiasi bertemu dengan oksigen membentuk radikal peroksida (ROO*). adanya antioksidan. 2009)). 2. Prinsipnya adalah evaluasi terhadap adanya aktivitas penghambatan proses oksidasi oleh senyawa-senyawa antioksidan yang terdapat dalam bahan pangan atau contoh ekstrak bahan alam.Tahap inisiasi terjadi pembentukan radikal bebas (R*) bila lemak kontak dengan panas. ion metal dan oksigen. dan asam. Oksidasi dapat dipercepat dengan adanya radiasi (panas dan cahaya). reaksinya akan berulang hingga merupakan reaksi berantai. dan sistem oksidasi (katalis organik yang labil terhadap panas) (Ketaren. 1986 (dalam Prabowo.

2009)). Alkaloid pada tumbuhan dipercaya sebagai hasil metabolisme dan merupakan sumber .diphenylpycrilhydrazine (non radikal) yang diindikasikan dengan perubahan warna ungu menjadi kuning pucat.8 Fitokimia Fitokimia merupakan senyawa bioaktif yang terdapat dalam tumbuhan dan dapat memberikan kesehatan pada tubuh manusia. Senyawa antioksidan akan bereaksi dengan radikal DPPH melalui mekanisme donasi atom hidrogen dan menyebabkan warna DPPH dari ungu menjadi kuning yang diukur pada panjang gelombang 517 nm.8. 2. Fitokimia mempunyai peran penting dalam penelitian obat yang dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan. 2. Parameter untuk menginterpretasikan hasil pengujian dengan metode DPPH adalah IC50 (inhibition concentration). IC50 merupakan konsentrasi larutan substrat atau sampel yang akan menyebabkan reduksi terhadap aktivitas DPPH sebesar 50 % (Molyneux. Alkaloid mencakup senyawa bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen. sebagai bagian dari sistem siklik. sehingga molekul tersebut tidak reaktif sebagaimana radikal bebas yang lain.1 Alkaloid Alkaloid merupakan golongan zat tumbuhan sekunder yang terbesar. Proses delokalisasi ini ditunjukkan dengan adanya warna ungu (violet) pekat yang dapat dikarakterisasi pada pita absorbansi dalam pelarut etanol pada panjang gelombang 520 nm. 2004 (dalam Prabowo. DPPH adalah radikal bebas yang bersifat stabil dan beraktivitas dengan cara mendelokalisasi elektron bebas pada suatu molekul. biasanya dalam gabungan. Dalam tumbuhan terdapat senyawa kimia bermolekul kecil yang penyebarannya terbatas dan sering disebut sebagai metabolit sekunder.

Terpenoid larut dalam lemak dan terdapat di dalam sitoplasma sel tumbuhan. Kandungan terpenoid dapat diketahui menggunakan pereaksi Liebermann Burchad. eter atau kloroform dan dapat dipisahkan secara kromatografi pada silika gel atau alumina memakai pelarut tersebut. antara lain: sebagai analgetika dan narkotika. obat asma. Salah satu senyawa alkaloid. Setelah bahan diekstrasi dengan etanol akan menghasilkan warna merah atau pink bila direaksikan dengan pereaksi Liebermann Burchad.8. yaitu solasodine telah diidentifikasi sebagai bahan yang pertama kali digunakan dalam menghasilkan obat steroidal. Kebasaan nitrogen menyebabkan senyawa tersebut mudah mengalami dekomposisi terutama oleh panas dan sinar dengan adanya oksigen. giberelin. stimulan uterus. dan anastesi local. Terpenoid terdiri atas beberapa macam senyawa mulai dari komponen minyak atsiri. 2. diterpenoid. salah satu jenis alkaloid yang beracun adalah nikotin (Lenny 2006 (dalam Prabowo. Struktur terpenoid dibangun oleh molekul isoprena dengan kerangka terpenoid terbentuk dari dua atau lebih banyak satuan isoprene (C5). Alkaloid memiliki kegunaan dalam bidang medis. Jenis dan konsentrasi alkaloid dapat menjadi sangat beracun. sebagai antimalaria. sedangkan . penurun tekanan darah. Secara umum terpenoid diekstrak dari jaringan tumbuhan memakai eter minyak bumi.nitrogen. 2009)). Kebanyakan alkaloid berupa padatan kristal dengan titik lebur tertentu atau mempunyai kisaran dekomposisi. mengubah kerja jantung. steroid dan karotenoid. triterpenoid.2 Terpenoid / Steroid Terpenoid adalah senyawa alam yang terbentuk dengan proses biosintesis dan terdistribusi secara luas dalam dunia tumbuhan dan hewan. Dekomposisi alkaloid selama atau setelah isolasi dapat menimbulkan berbagai persoalan jika penyimpanan berlangsung dalam waktu lama.

Fungsi terpenoid bagi tumbuhan sebagai pengatur pertumbuhan (seskuiterpenoid abisin dan giberelin). alkoksilasi. dan meningkatkan sistem imun tubuh. . monoterpen merupakan senyawa yang dapat mencegah kanker dan bersifat sebagai antioksidan sedangkan karotenoid yang banyak terdapat pada sayur-sayuran berwarna kuning dan jingga dapat mencegah kanker. dan memiliki peran membantu fotosintesis (Harborne 1987 (dalam Prabowo. Banyaknya senyawa flavonoid ini disebabkan oleh berbagai tingkat hidroksilasi. atau warna pada pigmen.8. Flavonoid umumnya terdapat pada tumbuhan sebagai glikosida. serta sebagai cita rasa dalam industri makanan. sebagai antioksidan. atau glikosilasi dari struktur tersebut. karotenoid sebagai pewarna.3 Flavonoid Flavonoid adalah senyawa yang terdiri atas C6-C3-C6. Senyawa-senyawa flavonoid terdiri atas beberapa jenis tergantung tingkat oksidasi pada rantai propana dari sistem 1. Terpenoid memiliki beberapa nilai kegunaan bagi manusia. dan akar. Flavonoid terdapat pada seluruh bagian tanaman termasuk pada buah. Flavon. tepung sari. Flavonoid tersusun dari tiga cincin benzena dengan grup hidroksil (OH). buah. Flavonoid juga berperan dalam melindungi tumbuhan dari efek buruk sinar UV. dan antosianidin adalah jenis yang banyak ditemukan di alam sehingga sering disebut sebagai flavonoid utama.3-diarilpropana. 2. Gugusan gula bersenyawapada satu atau lebih grup hidroksil fenolik. rempah-rempah. 2009)).Flavonoid berperan terhadap warna dalam organ tumbuhan seperti bunga. flavonol. Flavonoid pada tumbuhan berguna untuk menarik serangga dan binatang lain untuk membantu proses penyerbukan dan penyebaran biji. daun. antara lain minyak atsiri sebagai dasar wewangian.steroid akan menghasilkan warna biru atau hijau.

Saponin menyebabkan stimulasi pada jaringan tertentu misalnya. antrakuinon.5 Fenol hidrokuinon Kuinon adalah senyawa berwarna dan memiliki kromofor dasar. Saponin bisa juga sebagai prekursor hormon steroid. bronkus. dengan sifat ini lendir akan dilunakkan atau dicairkan. ginjal. Saponin memberikan rasa pahit pada bahan pangan nabati. antioksidan pada lemak. dan kuinon isoprenoid. Kuinon dapat dibagi menjadi empat kelompok yaitu. Kedua jenis ini larut dalam air dan etanol tetapi tidak larut dalam eter. Stimulasi pada ginjal diperkirakan menimbulkan efek diuretika. diuretik. 2008 (dalam Prabowo. 2009)). pada epitel hidung. 2.8. anti jamur.8. 2. menurunkan kadar gula darah. Aglikonnya yang disebut sapogenin diperoleh dengan hidrolisis dalam suasana asam atau hidrolisis memakai enzim dan tanpa bagian gula. Sifat menurunkan tegangan muka yang ditimbulkan oleh saponin dapat dihubungkan dengan daya ekspektoransia.4 Saponin Saponin adalah senyawa aktif permukaan kuat yang menimbulkan busa jika dikocok dalam air dan pada konsentrasi rendah sering menyebabkan hemolisis sel darah merah. Ada dua jenis saponin. kadang-kadang juga bentuk dimer.untuk manusia flavonoid berguna sebagai stimulan pada jantung. Tiga kelompok pertama biasanya terhidroksilasi dan sering terdapat dalam sel sebagai glikosida atau dalam bentuk kuinon tanpa warna. benzokuinon. ciri kelarutannya sama dengan ciri sterol lain. yaitu glikosida triterpenoid alkohol dan glikosida struktur steroid tertentu yang mempunyai rantai samping spiroketal. naftokuinon. dan anti-HIV (Zabri et al. Iso prenoid kuinon . dan sebagainya.

Bahan-bahan untuk .1 Bahan Penelitian Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rambut Jagung (Zea mays L. FeCl 3 5 %. pereaksi Meyer. HCl 37 %. peraksi Dregendorff. alkohol. pereaksi biuret. etanol 70 %. kemudian warna kembali lagi bila terjadi oksidasi oleh udara. pereaksi benedict. yaitu H2SO4. dan larutan ninhidrin 0.). BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. peraksi Wagner.terlihat dalam respirasi sel (ubikuinon) dan fotosintesis (plastokuinon) yang secara umum terdapat dalam tumbuhan. peraksi Molish.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH). Bahan untuk uji fitokimia. Reaksi yang khas adalah reduksi bolak-balik yang mengubah kuinon menjadi senyawa tanpa warna. asam askorbat sebagai standar. dan metanol pro analisis sebagai pelarut. anhidra asetat. etanol 95 %. akuades. serbuk magnesium. asam sulfat pekat. Bahan kimia yang dipakai dalam uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH adalah 1. kloroform p. Reduksi dapat dilakukan menggunakan natrium borohidrida. Senyawa kuinon yang terdapat sebagai glikosida mungkin larut sedikit dalam air.1 %.a (pengenceran). tetapi umumnya kuinon lebih mudah larut dalam lemak dan akan terekstrak dalam tumbuhan bersama-sama dengan karotenoid dan klorofil. HCl 2 N.

alumunium foil. erlenmeyer. kemudian dihitung randemennya. rambut jagung dihaluskan dengan menggunakan penggiling hingga menjadi serbuk kasar. magnetic stirrer. spektrofotometer UV-visible. inkubator. botol ekstrak. kalium iodida (KI). tissue dan forteks. Ekstraksi komponen antioksidan dari rambut jagung (Zea mays L.4 Prosedur Penelitian 3.4. blender.1 Tahap Pra Penelitian Perlakuan fisik terhadap rambut jagung yaitu dipotong-potong kasar dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan di udara terbuka yang terlindung dari sinar matahari langsung. Natrium thiosulsat (Na2S2O3).4. gelas ukur. dimana setiap 24 jam ekstrak disaring dan residunya . mortar.2 Tahap Penelitian 1. 3. tabung reaksi. vacum rotary evaporator. pipet mikro. pipet volumetrik. kloroform. 3. kertas saring Whatman 42. 3.2 Bahan Penelitian Alat-alat yang dipakai antara lain timbangan digital. KIO3. asam asetat glasial.) Simplisia sebanyak 350 gram dimaserasi dengan menggunakan pelarut metanol selama 4 x 24 jam. sonikator. twen 80. akuades.3 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2016 di Laboratorium Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin. 3. Setelah kering.uji bilangan peroksida yaitu minyak kelapa. sudip.

100. 200 dan 400 ppm. Larutan ekstrak dan antioksidan pembanding asam askorbat (vitamin C) yang telah dibuat. Semua campuran tersebut diinkubasi pada suhu 37oC selama 30 menit dan terlindungi dari cahaya matahari.5 ml direaksikan dengan 2. Uji fitokimia (Harborne 1984) Uji fitokimia adalah analisa yang mencakup pada aneka ragam senyawa organik yang dibentuk dan ditimbun oleh mahkluk hidup. yaitu mengenai sturuktur kimia. biosintesa. penyebaranya secara alamiah dan fungsi biologinya. Uji Aktivitas Antioksidan Pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. 3. Proses maserasi dibantu dengan pengadukan sesekali agar proses ekstraksi berlangsung dengan maksimal. efektif dan praktis.5 ml metanol dengan 2. Ekstrak kasar yang diperoleh dimasukkan ke dalam botol ekstrak.dimaserasi kembali dengan menggunakan metanol yang baru. Sedangkan untuk larutan blanko dibuat dengan mencampurkan 2. Antioksidan standar asam askorbat digunakan sebagai pembanding dibuat dengan konsentrasi 25. Metode DPPH merupakan metode yang sederhana. cepat dan mudah untuk penapisan aktivitas penangkapan radikal beberapa senyawa. Alasan dilakukan analisis fitokimia adalah untuk . Filtrat metanol hasil maserasi seluruhnya digabungkan kemudian dievaporasi dengan menggunakan alat penguap vakum pada suhu 30-40oC sehingga diperoleh ekstrak kental metanol. perubahan metabolisme. selain itu metode ini terbukti akurat.5 ml larutan DPPH 1 mM.5 ml larutan DPPH 1 mM dalam tabung reaksi. 50. diukur absorbansinya pada panjang gelombang 517 nm. 2. masing-masing sebanyak 2. Kemudian.

(b) Steroid Sampel sebanyak 0.36 HgCl2 dengan 0. Peraksi ini berwarna coklat. endapan coklat dengan pereaksi Wagner dan dan endapan merah sampai jingga dengan pereaksi Dragendorff. Peraksi ini tidak berwarna. Identifikasi senyawa kimia yang berperan sebagai antioksidan dalam rambut jagung dilakukan terhadap senyawa-senyawa: (a) Alkaloid Sampel ekstrak sebanyak 0. Pereaksi Meyer dibuat dengan menambahkan 1.8 gram bismut subnitrat ditambahkan dengan 10 ml asam asetat dan 40 ml air.5 gram dilarutkan dalam beberapa tetes asam sulfat 2 N kemudian diuji dengan tiga pereaksi alkaloid yaitu.3 volume campuran 20 ml asam asetat glasial dan 100 ml air. 1 volume campuran diencerkan dengan 2. yang ditunjukkan oleh ekstrak kasar bila diuji dengan sistem biologi (Harbone 1987).5 gram KI lalu dilarutkan dan diencerkan dengan akuades menjadi 100 ml dengan labu takar. Sebelum digunakan. Pereaksi ini berwarna jingga. Ditambahkan ke dalamnya 10 tetes anhidra asetat dan 3 tetes .menentukan ciri senyawa yang terdapat dalam suatu bahan yang mempunyai efek racun atau bermanfaat. Pereaksi Dragendorff dibuat dengan cara 0. Pereaksi Wagner dibuat dengan cara 10 ml akuades dipipet kemudian ditambah 2.5 gram iodin dan 2 gram kalium iodida lalu dilarutkan dan diencerkan dengan akuades menjadi 200 ml dalam labu takar. pereaksi Meyer dan Wagner. Hasil uji dinyatakan positif bila dengan pereaksi Meyer terbentuk endapan putih kekuningan. Larutan ini dicampur dengan larutan yang dibuat dari 8 gram kalium iodida dalam 20 ml air.5 gram dilarutkan dalam 2 ml kloroform dalam tabung reaksi yang kering. pereaksi Dregendorff.

asam sulfat pekat. (d) Saponin (uji busa) Saponin dapat dideteksi dengan uji busa dalam air panas. 4. Terbentuknya warna hijau atau hijau biru menunjukkan adanya senyawa fenol dalam bahan. kuning atau jingga pada lapisan amil alkohol menunjukkan adanya flavonoid. Terbentuknya larutan berwarna merah untuk pertama kali kemudian berubah menjadi biru dan hijau menunjukkan reaksi positif. Larutan yang dihasilkan diambil sebanyak 1 ml kemudian ditambahkan 2 tetes larutan FeCl3 5 %. Terbentuknya warna merah. Busa yang stabil selama 30 menit dan tidak hilang pada penambahan 1 tetes HCl 2 N menunjukkan adanya saponin. Pengujian ini dilakukan melalui pembuatan minyak kelapa dan sistem emulsinya yang dilanjutkan dengan evaluasi aktivitas antioksidan dengan penentuan bilangan peroksida. proses pembuatan minyak kelapa dan sistem emulsinya. Minyak yang digunakan dalam penelitian dibuat dari parutan kelapa yang diperas untuk diambil santan kentalnya. Aplikasi ekstrak rambut jagung dalam menghambat oksidasi Penentuan aktivitas antioksidan dari ekstrak rambut jagung diterapkan pada emulsi minyak. (e) Fenol Hidrokuinon Sebanyak 1 gram sampel keong diekstrak dengan 20 ml etanol 70 %.5 gram ditambah serbuk magnesium 0. Antioksidan berfungsi untuk menghambat pembentukan peroksida pada minyak. (c) Flavonoid Sampel sebanyak 0. Santan kental tersebut dipanaskan dengan cara direbus .4 ml amil alkohol (campuran asam klorida 37 % dan etanol 95 % dengan volume yang sama) dan ml alkohol kemudian campuran dikocok.1 mg dan 0. Pertama.

Hasil pengurangan volume akhir terhadap volume awal larutan Na2S2O3 0. Cara yang sama juga dibuat untuk penerapan blanko. 15 mg. Minyak yang telah larut ditambahkan 0.5 ml larutan KI jenuh dan didiamkan 2 menit dalam ruang gelap sambil dikocok. Penentuan bilangan peroksida. Iod yang terbentuk dititrasi dengan larutan Na2S2O3 0. .1 N dengan indikator pati 1%. kemudian dilakukan penyaringan untuk memisahkan minyak dan ampas parutan kelapa.1 N yang ditunjukkan oleh skala pada burret. dan 20 mg yang selanjutnya disebut sampel minyak. Titrasi dihentikan saat larutan sampel menjadi tidak berwarna.untuk memisahkan komponen minyak yang terkandung di dalamnya. Sistem emulsi minyak dibuat dengan menghomogenkan 3 % minyak kelapa dan 97 % air yang mengandung 0. Sistem emulsi lemak ditambahkan ekstrak rambut jagung sebanyak 10 mg. kemudian ditambahkan 30 ml pelarut yang terdiri dari 60 % asam asetat glasial dan 40 % kloroform.3 % Tween 20. merupakan volume total larutan Na2S2O3 0. Bilangan peroksida adalah nilai terpenting untuk menentukan derajat kerusakan pada minyak atau lemak.1 N yang digunakan untuk titrasi sampel. Filtrat yang dihasilkan kemudian disaring lagi dengan kertas Whatman agar diperoleh minyak kelapa yang bening. Kedua. Bilangan peroksida ditentukan berdasarkan jumlah iodin yang dibebaskan setelah lemak atau minyak ditambahkan kalium iodida (KI). Sampel minyak ditimbang sebanyak 5 gram di dalam labu erlenmeyer.

Preparasi sampel Rambut Jagung Dipotong-potong Dikeringkan dengan diangin-anginkan tanpa sinar matahari Digiling/ditumbuk sampai halus Serbuk kasar b.) 350 gram serbuk Dimaserasi dengan metanol selama 4x24 jam (setiap 24 jam ekstrak disaring dan residunya dima Filtrat metanol dikumpulkan dan dievaporasi pada suhu 30-40oC.Lampiran 1. Ekstraksi komponen antioksidan dari rambut jagung (Zea mays L. Ekstrak metanol kering rambut jagung . Bagan kerja a.

50. 200 dan 400 ppm 2.5 mL Ekstrak metanol 2.5 mL blanko Dimasukkan dalam tabung reaksi Ditambahkan dengan 2. 100.5 mL larutan asam askorbat 25.5 ml larutan DPPH 1 mM Diinkubasi pada suhu 37oC selama 30 menit dan terlindungi dari cahaya mata Diukur absorbansinya pada panjang gelombang 517 nm. Hasil d.5 gram Ekstrak metanol kering rambut jagung Dimasukkan dalam tabung reaksi Pereaksi Dregendorf pereaksi Meyer Pereaksi Wagner Ditambahkan 2 ml kloroform Ditambahkan 10 tetes anhidra asetat Ditambahkan 3 tetes asam sulfat pekat berwarna merah berubah menjadi biru atau hijau .5 gram Ekstrak metanol kering rambut jagung Dimasukkan dalam 3 tabung reaksi (b) Steroid Ditambahkan beberapa tetes asam sulfat 2 N Ekstrak metanol kering rambut jagung + asam sulfat 0. Uji Aktivitas Antioksidan 2.c. Uji Fitokimia (a) Alkaloid 0.

Aplikasi ekstrak rambut jagung dalam menghambat oksidasi Dipanaskan dengan  Pembuatan minyak kelapa dancara sistemdirebus emulsinya Disaringan untuk memisahkan minyak dan ampas parutan kelapa disaring MinyakFiltrat kelapa beningdengan kertas Whatman 42 Dimasukkan dalam Erlenmeyer sebanyak 3 % Dihomogenkan dengan 97 % air yang mengandung 0.(c) Flavonoid 0.5 gram Ekstrak metanol kering rambut jagung Dimasukkan dalam tabung reaksi Ditambahkan 1 tetes HCl 2 N Busa yang stabil selama 30 menit dan tidak hilang (e) Fenol Hidrokuinon (pereaksi FeCl3) 1 gram Ekstrak metanol kering rambut jagung - Diekstrak dengan 20 ml etanol 70 % - Diambil 1 ml ektrak ke dalam tabung reaksi - Ditambahkan 2 tetes larutan FeCl3 5 % Busa yang stabil selama 30 menit dan tidak hilang parutan kelapa Diperas untuk diambil santan kentalnya e. Sistem emulsi minyak .5 gram Ekstrak metanol kering rambut jagung Dimasukkan dalam tabung reaksi Ditambahkan 0. kuning atau jingga pada lapisan amil alkohol (d) Saponin (uji busa) 0.4 ml amil alkohol Ditambahkan 3 tetes asam sulfat pekat warna merah.3 % Tween 20.1 mg serbuk magnesium Ditambahkan 0.

5 ml larutan KI jenuh dan didiamkan 2 menit dalam ruang gelap sambil dikocok. 15 mg.1 N dengan indikator pati 1% sampai sampel menjadi tidak be Diinkubasi selama 37 oC selama 7 hari Dimasukkan masing-masing sampel dalam erlenmeyer berbeda. Ditambahkan 30 ml pelarut yang terdiri asam asetat glasial dan kloroform dengan perbandingan Hasil bilangan peroksida Ditambahkan 0. 2000 ppm.5 ml larutan KI jenuh dan didiamkan 2 menit dalam ruang gelap sambil dikocok. Dimasukkan ekstrak metanol secara berurutan dengan konsentrasi 0 ppm (kontrol). 3 Sampel minyak 5 gram Sampel minyak 5 gram I Sampel minyak5IIgram Sampel minyak III Dimasukkan masing-masing sampel dalam Erlenmeyer berbeda sebanyak 5 gram 5 gram sampel minyak Ditambahkan 30 ml pelarut yang terdiri dari 60 % asam asetat glasial dan 40 % kloroform. dan 20 mg Pada masing-masing tabung. Dimasukkan dalam 4 tabung reaksi Ditambahkan 0. Dititrasi dengan larutan Na2S2O3 0. Penentuan bilangan peroksida Sistem emulsi minyak Dimasukkan dalam 3 erlenmeyer dengan perbandingan 1:1:1 Ditambahkan ekstrak methanol sebanyak 10 mg.1 N dengan indikator pati 1% sampai sampel menjadi tidak be  Ketahanan Antioksidan Hasil bilangan oksidasi . 3 Dititrasi dengan larutan Na2S2O3 0.

S. Skripsi. Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Sangi.. 14 (2).. Tanpa tahun.. Kandungan Fenolik Total dan Aktivitas Antioksidan dari Rambut Jagung (Zea Mays L.. Permatasari. 11 (2).. Uji Aktivitas Antioksidan Fraksi Kloroform Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus lemairei Britton dan Rose) Menggunakan Metode DPPH (1. E.. Paryanti. Salimi. Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.. Skripsi. N. DAFTAR PUSTAKA Azka. 2013. Aktivitas Antioksidan dan Komponen Bioaktif Pada Selada Air (Nasturtium officinale L .. D. Pemanfaatan Ekstrak Batang Buah Nenas untuk Kualitas Minyak Kelapa.. Skripsi. Bialangi. R. . Pranata. Universitas Negeri Gorontalo. T. Komayaharti. Aktivitas Antioksidan dan Komponen Bioaktif Pada Semanggi Air (Marsilea crenata).) yang Tumbuh Di Daerah Gorontalo. A. Uji Aktivitas Antioksidan Dari Keong Matah Merah (Cerithidea Obtusa). 2010. M. 11 (2). 1-15. 2009.. 85-91. R. 2011. Purwaningsih S.. Jurnal Ilmiah Sains.A. 211-218.K. 2011. Program Studi Teknologi Hasil PerikanaN Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor. Br) Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 211-218. Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA.T. Salamah. Ekstrak Daun Sirih Sebagai Antioksidan Pada Minyak Kelapa. Prabowo.. hal.1-Difenil-2-Pikrilhidrazil). E. A. Y. 2011. A. Jurnal Ilmiah Sains. Samin.

. 2012.. A. 1533-1538. & Rose).Sholihah. 83-90. 19 (4). Umayah.A. Phytochemicals screening and total phenolic content of Malaysian Zea mays hair extracts. International Food Research Journal.) Britt.I. Nurhanan.. Amrun.R. . 2007Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Buah Naga (Hylocereus undatus (Haw. W. E. Wan Rosli. M. Jurnal Ilmu Dasar. M. 8 (1)..