You are on page 1of 15

1.

PERHATIAN PADA MANAJEMEN INFORMASI


Perhatian pada manajemen informasi disebabkan oleh dua hal utama, yakni:
Kompleksitas Kegiatan Bisnis yang Meningkat
Kompleksitas kegiatan bisnis yang meningkat memiliki pengaruh pada unsur-unsur yang
dijabarkan sebagai berikut.
A. Pengaruh Ekonomi Internasional

Pengaruh tersebut dapat terlihat pada nilai relatif mata uang dari

setiap negara.

Mengalami inflasi atau deflasi.

Contoh: Akhir th. 1980-an banyak turis AS yang memutuskan untuk berlibur di Mexico

B. Persaingan Dunia

Dampak persaingan dapat terlihat pada impor dari luar negeri


Contoh: Akhir th. 1991 General Motor menutup banyak pabriknya

C. Kompleksitas Teknologi yang Meningkat

Perusahaan melakukan investasi pada teknologi supaya dapat melaksanakan operasi yang
diperlukan

Contoh: Perusahaan mail order AT&T

D. Batas Waktu yang Singkat


Para wiraniaga melakukan pemasaran melalui telepon (telemarketing) untuk menghubungi
pelanggan mereka

Perintah penjualan dikirim secara elektronik dari satu komputer ke yang lain
Pabrik membuat jadwal pengiriman material agar tiba tepat pada waktunya

E. Kendala-kendala Sosial

Keputusan - keputusan bisnis harus didasarkan pada faktor-faktor ekonomis, tapi


keuntungan dan biaya sosial harus juga dipertimbangkan

Contoh: perluasan pabrik, produk baru, tempat penjualan baru harus dipertimbangkan
dampaknya terhadap lingkungan.

Kemampuan komputer yang semakin baik

Pemakai sekarang tidak memandang komputer sebagai sesuatu yang istimewa tapi sebagai
bagian peralatan kantor yang dibutuhkan

Pemakai sekarang sangat mungkin memiliki komputer mikro

Banyak komputer mikro yang dihubungkan dengan komputer-komputer lain dalam suatu
jaringan.
1

2. PARA PEMAKAI INFORMASI


Para pemakai komputer meliputi :
1. Manajer
Gagasan untuk menggunakan komputer sebagai suatu SIM, merupakan suatu terobosan
karena menyadari kebutuhan para manajer akan informasi untuk pemecahan masalah.
2. Non-Manajer
3. Orang -orang dan organisasi-organisasi dalam lingkungan perusahaan
Dimana terdapat para manajer
1. Tingkat - tingkat Manajemen
Tingkat Perencanaan Strategis (Strategic Planning Level)

Direktur, wakil direktur (lebih menekankan pada informasi lingkungan dan memilih
informasi dalam bentuk ringkas)

Tingkat Pengendalian Manajemen (Management Control Level)


Manajer wilayah, direktur produk dan kepala divisi (bertanggung jawab untuk
melaksanakan rencana dan memastikan tercapainya tujuan)

Tingkat Pengendalian Operasional (Operational Control Level)


Kepala departemen, supervisor dan pemimpin proyek (bertanggungjawab menyelesaikan
rencana - rencana yang telah ditetapkan, menganggap informasi internal paling penting dan
menekankan pada informasi dalam bentuk rinci)

Saat merancancang SI penting me mpertimbangkan tingkatan manajer, karena dapat


mempengaruhi sumber informasi dan cara penyajiannya
2. Area Fungsional
Manajer terdapat dalam berbagai area fungsional perusahaan, dimana sumber-sumber daya
dipisahkan menurut pekerjaan yang dilakukan. 3 area fungsional yang tradisional :

Pemasaran

Manufaktur

Keuangan

Sumber daya manusia

Jasa Informasi

3. MANAJER DAN INFORMASI


a. Sistem
2

Adalah sekelompok elemen - elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk
mencapai suatu tujuan
b. Elemen-Elemen Sistem

Sumber daya mengalir dari elemen input melalui elemen transformasi menjadi sumber daya
output.

Suatu mekanisme kontrol memantau proses transformasi untuk meyakinkan bahwa sistem
tersebut memenuhi tujuannya.

Mekanisme kontrol

ini dihubungkan pada arus sumber daya dengan memakai suatu

lingkaran umpan balik (feedback loop)


Contoh: sistem pemanas, Inputnya bahan bakar seperti gas atau batu bara.Proses pemanasan
mengubah bahan bakar menjadi panas (output). Mekanisme kontrolnya adalah the rmostat,
lingkaran umpan baliknya adalah kawat yang menghubungkan thermostat dengan pemanas
dan tujuannya adalah temperatur yang diatur pada thermostat
Contoh lain: perusahaan manufaktur, sumber daya input adalah bahan mentah yang diubah
menjadi barang jadi atau jasa melalui proses manufaktur. Mekanisme kontrolnya adalah
manajemen perusahaan tujuannya adalah sasaran-sasaran yang inging dicapai perusahaan
dan lingkaran umpan baliknya adalah arus informasi kepada manajemen maupun dari
manajemen
c. Sistem Lingkaran Terbuka (Open Loop System)
Suatu sistem tanpa elemen mekanisme kontrol, lingkaran umpan balik dan tujuan
Contoh: pemanas ruangan listrik yang kecil yang ditancapkan, menyala dan terus
menghasilkan panas hingga alat itu dimatikan. Tidak terdapat cara untuk mengendalikan
outputnya
d. Sistem Lingkaran Tertutup (Closed Loop System)
Suatu sistem dengan 3 elemen kontrol (tujuan, mekanisme kontrol dan lingkaran umpan
balik)
e. Sistem Terbuka
Suatu sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya
Contoh: sebuah sistem pemanas, mendapatkan inputnya dari perusahaan listrik dan
menyediakan panasnya bagi gedung/ruangan yang dipanasinya
3

f. Sistem Tertutup (Closed System)


Suatu sistem yang tidak dihubungkan dengan lingkungannya
Contoh: sistem tertutup hanya terdapat dalam situasi laboratorium yang dijaga ketat
g. Subsistem
Adalah sistem di dalam sistem
Contoh: mobil adalah suatu sistem yang terdiri dari sistem mesin, sistem badan mobil, sistem
rangka
Sistem mesin terdiri dari sistem karburator, sistem generator, sistem bahan bakar
h. Supersistem
Jika suatu sistem adalah bagian dari sistem yang lebih besar sistem yang lebih besar itu
adalah supersystem
Contoh: pemerintahan kota merupakan sistem, tapi juga merupakan bagian dari sistem yang
lebih besar-pemerintahan propinsi
i. Sistem Bisnis
Tanggungjawab utama manajer adalah memastikan bahwa perusahaan mencapai tujuannya.
Manajer adalah elemen pengendali dalam sistem menjaga sistem agar terus berjalan dan
bergerak menuju tujuannya
Sistem perusahaan (bank) merupakan bagian dari masyarakat keuangan dan masyarakat
bisnis
Subsistem dari bank mungkin berupa departemen-departemen seperti tabungan, rekening
koran dan pinjaman angsuran

Pentingnya Suatu Pandangan Sistem


Suatu pandangan sistem (system view) melihat operasi bisnis sebagai sistem yang melekat dalam
suatu lingkungan yang lebih luas. Hal ini adalah suatu cara pandang yang abstrak, tapi bernilai
potensial bagi manajer

Mencegah manajer tersesat dalam kompleksitas struktur organisasi dan rincian pekerjaan

Menyadari perlunya memiliki tujuan-tujuan yang baik

Menekankan pentingnya kerjasama semua bagian dalam organisasi

Mengakui keterkaitan organisasi dengan lingkungannya


4

Memberikan penilaian yang tinggi pada informasi umpan balik yang hanya dapat dicapai
dengan cara sistem lingkaran tertutup

4. DATA VERSUS INFORMASI


a. Data
Terdiri dari fakta-fakta yang bisa berupa angkayang secara relatif tidak berarti bagi
pemakainya. Contohnya adalah, jumlah jam kerja tiap pegawai dalam perusahaan
b. Informasi
Informasi mampu menggambarkan 'sesuatu' dari suatu data. Sebagai contoh, jika diberikan
deretan angka 0228731717, maka kita tidak mendapat pemahaman maupun gambaran yang
utuh. Hanya sekadar angka belaka. Berbeda jika hal ditambahkan menjadi "Telp: 0228731717", maka akan ada sebuah pemahaman bahwa deret angka tersebut adalah sebuah
nomor telepon di kota Bandung. Itulah yang dikatakan informasi.
Sistem informasi berarti sebuah sistem yang mengumpulkan data dan menyebarkan informasi
terkait data tersebut yang bertujuan untuk memberi pemahaman kepada pengguna.
c. Perbedaan Data dengan Informasi
Pada dasarnya data adalah fakta, bentuk, maupun angka yang belum diproses. Atau lebih
sederhana, data ibarat bahan mentah pada sebuah proses produksi. Bahan mentah tidak dapat
membantu proses pengambilan keputusan. Akan tetapi, jika bahan mentah ini dikelola,
disusun dan diberi makna, maka data ini akan menjadi sebuah informasi yang sangat berguna
dalam pengambilan keputusan, atau dapat dikatakan sebagai penunjang pengambilan
keputusan.
Menurut Davis dan Olson, "Information is a data that has been processed into a form that is
meaningful to recipient and is of real or perceived value in the current or the prospective
action or decision of recipient." Informasi adalah suatu data yang telah diolah menjadi bentuk
yang berbeda, sehingga memiliki nilai yang berarti untuk penerima atau dipersepsikan
bernilai saat ini atau mengarahkan tindakan akan datang atau pengambilan keputusan.
Profesor Ray R. Larson dari Fakultas Informatika di University of California, Berkeley
membagi informasi menjadi hirarki sebagai berikut:

Data: Bahan baku informasi

Informasi: Data terorganisir dan disajikan oleh seseorang kepada orang lain
5

Knowledge/Pengetahuan: Informasi yang didapat dari membaca, mendengar, atau melihat,


kemudian dipahami

Wisdom/Kebijaksanaan: sulingan dan pengetahuan yang terintegrasi dengan pemahaman

d. Teknik Mengumpulkan Data/Informasi


Ada beberapa teknik terpopuler dalam pengumpulan data atau informasi, antara lain:

Survei: teknik pengumpulan data secara langsung dengan pembagian angket kepada para
narasumber

Studi Literatur: metode pengumpulan data melalui literatur, catatan lama, majalah, dan
arsipan-arsipan sejenis.

Eksperimen: melakukan simulasi untuk mendapatkan data yang dapat dijadikan bahan baku
bagi informasi yang berguna

Wawancara: metode langsung dengan memberikan daftar pertanyaan kepada narasumber


terkait untuk mendapatkan data/informasi yang diinginkan.

5. EVOLUSI SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER


Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam
pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian
manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi
subunit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut
untuk mencapai tujuan perusahaan. Dua hal yang menjadi perhatian dari
definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua
proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan pengarahan
dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.
Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian
manajemen adalah:
1. penghematan waktu (time saving)
2. penghematan biaya (cost saving)
3. peningkatan efektivitas (effectiveness)
4. pengembangan teknologi (technology development)
5. pengembangan personel akuntansi (accounting staff development)
Dengan

berbagai

diharapkan setiap
semakin ketat.

manfaat

dan

kontribusi

yang

diberikan

tersebut,

perusahaan dapat bertahan dalam arena kompetisi yang

Dalam perjalannya Sistem Informasi Manajemen tidak serta


6

merta langsung menjadi sebuah sistem yang seperti kita rasakan saat ini
melainkan ada tahapan-tahapan perkembangan

CBIS berevolusi mulai dari

fokus awal pada data (bagaimana mendapatkan data), kemudian fokus baru
pada informasi (bagaimana mengolah data), fokus revisi pada keputusan (SPK),
fokus kini pada komunikasi (otomatisasi perkantoran), dan fokus potensial pada
konsultasi (sistem pakar). Berikut adalah penjelasan evolusi CBIS lebih lanjut.
1. Tahap 1 atau Fokus awal pada data (EDP / SIA)
Awalnya komputer digunakan untuk aplikasi akuntansi (pengolahan data elektronik / EDP).
Pada tahap ini aplikasi Accounting Information System (AIS) menggunakan computer hanya untuk
pengolahan data perusahaan yang bersifat sederhana, di mana informasi untuk manajemen masih
merupakan produk sampingan. Dalam bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Akuntansi
(SIA).
Sistem pemrosesan transaksi merupakan jenis sistem yang pertama kali di
impelementasikan. Focus utama sistem ini adalah pada data transaksi.Sistem
informasi ini digunakan untuk menghimpun , menyimpan dan memproses data
transaksi serta sering kali mengendalikan keputusan yang merupakan bagian
dari transasksi, misalnya yang mengendalikan keputusan adalah sistem
pemrosesan transaksi yang sekaligus dapat

memvalidasi keabsahan kartu

kredit atau mencarikan rute pesawat terbang yang terbaik sesuai dengan
kebutuhan pelanggan. Nama aplikasi akuntasnsi berbasis komputer pada
awalnya adalah pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi
Data prosesing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA).
SIA merupakan suatu rangkaian yang berkaitan satu sama lain untuk
mendapatkan informasi dari sebuah perusahaan untuk melakukan proses
pencatatan akuntansi. Tugas sistem informasi yaitu pengumpulan data,
manipulasi

data,

penyimpanan

data,

dan

menyediakan

dokumen.

SIA

menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk laporan akuntansi


standar dan menyediakan database yang lengkap untuk digunakan dalam
pemecahan masalah
Sistem informasi akuntansi melaksanakan akuntansi perusahaan dengan
aplikasi yang ditandai pengolahan data yang tinggi.

Pengolahan data

merupakan proses manipulasi atau transformasi simbol-simbol seperti angka


dan abjad untuk tujuan meningkatkan kegunaannya.Tujuan pengolahan data
yaitu untuk mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan,
7

mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi


pemakai dalam maupun di luar perusahaan.
Terdapat 4 tugas dasar SIA, yaitu: (1) pengumpulan data, (2) manipulasi
data pengklasifikasian, penyortiran, perhitungan, pengikhtisaran, penyimpan
dokumen (3)penyimpanan data (5) penyiapan data.
Contoh SIA : Sistem terdistribusi yang digunakan perusahaan distribusi yaitu
perusahaan yang mendistribusikan produk dan jasanya ke pelnggan. Misal :
perusahaan yang berorientasi produk (manufaktur, pedagang besar, pengecer
dll)
2. Tahap 2 atau Fokus baru pada informasi / SIM (Sistem Informasi Manajemen)
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang
mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer
sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan
baru tsb. Konsep SIM menyadari bahwa

aplikasi komputer harus diterapkan

untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera


diterima oleh perusahaan besar karena dengan adanya Manajemen Informasi
perusahaan akan mudah mendapatkan Informasi yang akurat dan tepat guna
mendukung dalam pengambilan keputusan dalam perusahaan tersebut.
Muncul konsep SIM (Sistem Informasi Managemen) yaitu menghasilkan informasi manajemen
disetiap area fungsional dan level aktivitasnya. SIM merupakan suatu sumber daya organisasi yang
menyediakan informasi pemecahan masalah bagi sekelompok manajer secara umum mewakili suatu
unit organisasi seperti suatu tingkat manajemen atau suatu area fungsional. Tujuan SIM adalah
untuk memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan sub unit
organisasional perusahaan.
Sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi pemakai
dengan kebutuhan yang serupa (Raymond McLeod, JR). Dan menurut Gordon
B. Davis, SIM merupakan integrasi manusia dan mesin guna menyediakan
informasi untuk mendukung fungsi operasional manajemen dan pengambilan
keputusan pada suatu organisasi. Berikut elemen-elemen SIM, yaitu:
1. Hardware
2. Software
3. Prosedur
4. Database
8

5. Model
3. Tahap 3 atau Fokus Revisi Pada Pendukung Keputusan (SPK)
Sistem pendukung keputusan (Decision support system) adalah sistem
informasi

interaktif

pemanipulasian

data

yang
yang

menyediakan
digunakan

informasi,

untuk

pemodelan

membantu

dan

pengambilan

keputusan pada situasi yang tidak terstruktur di mana tak seorangpun tahu
secara pasti bagaimana seharusnya dibua DSS dibuat sebagai reaksi atas
ketidakpuasan terhadap Sistem Pemrosesan Transaksi dan
Manajemen

sebagaimana

diketahui

,SIP

lebih

Sistem Informasi

memfokuskan

diri

pada

pengendalian transaksi yang merupakan kegitan yang bersifat berulang dan


terdefenisi

dengan baik,sedangkan SIM lebih berorientasi pada penyediaan

laporan bagi manajemen yang sifatnya dinamis.DSS lebih ditunjuk untuk


mendukung manajemen dalam melakukan pekerjaan yang bersifat analistis,
dalam situsai yang kurang terstruktur dan dengan criteria yang kurang jelas.
DSS tidak dimaksudkan untuk mengotomasikan pengambilan keputusan,tetapi
memberikan perangkat interaktif yang memungkinkan pengambil keputusan
dapat melakukan berbagai analisis dengan menggunakan model-model yang
tersedia
Sistem Penunjang Keputusan (SPK) merupakan sistem komputer yang
interaktif yang membantu pembuat keputusan dalam menggunakan dan
memanfaatkan data & model untuk memecahkan masalah yang tidak
terstuktur. Berikut tujuan SPK, antara lain:
1. Memberikan dukungan untuk pembuatan keputusan masalah yang tidak
terstruktur.
2. Memberikan dukungan pembuatan keputusan kepada manajer pada
semua tingkat untuk membantu integrasi antar tingkat
3. Meningkatkan efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan

4. Tahap 4 atau Fokus Kini pada Komunikasi (Otomatisasi Perkantoran) / OA


(Office Automation)
Perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation/OA)
OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para
9

manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik. OA telah


berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak jauh, voice
mail, e- mail, electronik calendaring, facsimile transmission. Fungsi OA adalah
untuk memudahkan segala jenis komunikasi dan menyediakan informasi yang
lebih baik untuk pengambilan keputusan.Tujuan otomatisasi kantor antara lain:
(1) Penghindaran biaya (2) Pemecahan masalah kelompok (3) Sebagai
pelengkap
5. Tahap 5 atau Fokus Potensial pada Konsultasi (Sistem Pakar)
Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis
yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan
(artificial

intelligence)

atau

biasa

disebut

dengan

sistem

pendukung

kecerdasan sistem pendukung ini memiliki beberapa karekteristik antara lain:


a. Belajar atau memahami permasalahan berdasarkan penglaman
b. Memberikan tanggapan yang cepat dan memuaskan terhadap situasisituasi baru
c. Mampu menangani masalah yang kompleks
d. Memecahkan permasalahan berdasarkan penalaraan
e. Menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan permasalahan

Komponen Sistem Pakar


1. User Interface : memungkinkan pemakai untuk berinteraksi dengan
sistem pakar
2. Knowledge Base : menyimpan pengetahuan yang digunakan untuk
memecahkan masalah tertentu.
3. Interface

Engine :

memberikan

kemampuan

penalaran

yang

menginterpretasikan isi dari knowledge base.


4. Development Engine : digunakan oleh ahli dan analisis system untuk
menciptakan sistem pakar.

10

6. ORGANISASI JASA INFORMASI


Jasa Informasi adalah area fungsional utama perusahaan. Para Spesialis Informasi
diorganisasikan didalam jasa informasi dapat berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan lain.
Perusahaan-perusahaan yang menggunakan komputer menyadari perlunya membentuk unit-unit
organisasional tersendiri yang terdiri dari para spesialis yang bertanggung jawab menerapkan
sistem. Para spesialis informasi (information specialist) adalah pegawai perusahaan yang sepenuh
waktu bertanggung jawab mengembangkan dan memelihara sistem berbasis komputer. Ada lima
spesialis informasi (Stair et al, 2009, p14):
1. Analis sistem (System Analyst), bekerjasama dengan pemakai mengembangkan sistem
baru dan memperbaiki sistem yang ada sekarang
2. Pengeloladatabase(Database administrator),bekerjasama dengan pemakai

dan

analis

sistem menciptakan database yang berisi data yang diperlukan untuk menghasilkan
informasi bagi pemakainya.
3. Spesialis jaringan (Network specialist), bekerjasama dengan analis sistem dan pemakai
membentuk jaringan komunikasi data yang menyatukan berbagai sumberdaya komputer
yang tersebar.
4. Programer,menggunakan dokumentasi yang

disediakan

oleh

analis sistem untuk

membuat kode instruksi-instruksi yang menyebabkan komputer mengubah data menjadi


informasi yang diperlukan.
5. Operator, mengoperasikan peralatan komputer berskala besar

seperti mainframe

dan

komputer mini.
Gambar 1: Rantai Komunikasi Tradisional
Pengelola database

User

7.

Analis
Sistem

Spesialis Jaringan

Programmer

Operator Komputer

KOMPUTER

KECENDERUNGAN MENUJU END USER COMPUTING

11

Menurut Raymond McLeod, Jr pada akhir 1970-an dimulai suatu kecenderungan yang
berpengaruh besar pada penggunaan komputer. Kecenderungan ini adalah meningkatnya minat
pemakai dalam mengembangkan aplikasi komputer mereka sendiri. Nama yang diberikan untuk
situasi ini adalah End-User Computing. End User sinonim dengan pemakai menggunakan produk
akhir suatu sistem berbasis komputer. Jadi, End User Computing ( EUC ) adalah
pengembangan seluruh atau sebagian sistem berbasis komputer oleh para pemakai. Terdapat empat
pengaruh utama yang mendorong berkembangnya EUC, Gabungan keempat pengaruh ini
merupakan penyebab meluasnya End-user computing, yaitu:
1. Meningkatnya Pengetahuan tentang Komputer Selama awal 1980-an, dampak dari programprogram pendidikan computer di tingkat universitas dan pra-universitas sangat terasa.
Berbagai tingkatan manajemen, terutama ditingkat bawah, mulai diisi oleh orang-orag yang
menguasai computer dengan baik.
2. Antrian Jasa informasi Pra spesialis informasi selalu memiliki lebih banyak pekerjaan dari
pada yang dapat mereka tangani. Situasi ini menjadi kritis selama awal 1980-an saat para
pemakai mulai meminta jasa-jasa informasi untuk dukungan sistem tambahan. Unit jasa
informasi tidak dapat menanggapi dengan cepat, dan terjadi timbunan pekerjaan yang
menunggu untuk diolah computer. Sebagian pemakaian bahkan harus menunggu dua atau
tiga tahun agar pekerjaannya dapat melewati timbunan permintaan yang belum dikerjakan.
3. Perangkan Keras yang Murah Pada periode yang sama, pasar dibanjiri oleh computer mikro
yang murah. Pada pemakai dapat memperoleh perangkat keras mereka sendiri dengan
memesan toko computer local melalui telepon dan membayarnya dengan dana kas kecil.
4. Perangkat Lumak Jadi Baik perusahaan perangkat keras (hadware) maupun perangkat lunak
(sofware) memproduksi perangkat lunak yang mampu melaksanakan tugas-tugas akuntansi
dasar maupun menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. Perangkat lunak jadi
ini menawarkan dukungan yang lebih baik dan kemudahan penggunaan, dan memampukan
perusahaan dan pemakai individu dengan sedikit atau tanpa keahlian computer menerapkan
system

8.

MENCAPAI

berbasis

DAN

MENGELOLA

SISTEM

computer.

INFORMASI

BERBASIS

KOMPUTER (CBIS)

12

a. Mencapai CBIS
SIM memproyeksikan jumlah agen perekrut untuk perusahaan asuransi
telah digunakan sejak pertengahan 1980-an. Cepat atau lambat , sifat
kehidupan membentuk suatu pola lingkaran. Saat suatu sistem berakhir masa
kegunaannya dan harus diganti, suatu siklus kehidupan baru dimulai, diawali
dengan tahap perencanaan.
Dalam beberapa hal, tiap subsistem dari CBIS menyerupai suatu
organisme hidup- lahir,
akhirnya

mati.

bertumbuh,

Proses

menjadi

evolusioner

ini

matang,
disebut

berfungsi

Siklus

dan

kehidupan

sistem (system life cycle CLC) dan terdiri dari tahapan :

perencanaan,

analisis,

ini

rancangan,

penerapan,

dan

penggunaan.

Siklus

mungkin

berlangsung beberapa bulan, atau mungkin berlangsung beberapa tahun,


seperti yang terlihat pada Gambar 2.5.

Gambar 1 : Siklus Hidup Sistem


Menurut

McLeod

(System Life Cycle

and

SLC)

Shell

adalah

(2004:

133),

penerapan

Siklus

pendekatan

Hidup
sistem

Sistem
untuk

pengembangan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. SLC terdiri


dari serangkaian tugas yang erat mengikuti langkah-langkah pendekatan
sistem. SLC sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach)
bagi pengembangan dan penggunaan sistem. SLC terdiri dari 5 tahap, yaitu:
(1) Perencanaan (2) Analisis (3) Rancangan (4) Penerapan dan (5) Penggunaan.
Gambar 2.3. menggambar bagaimana tahap-tahap siklus hidup membentuk
suatu pola lingkaran.
b. Mengelola CBIS

13

Seiring berkembangnya CBIS, manajer merencanakan siklus kehidupan


dan mengatur para spesialis informasi yang terlibat. Setelah penerapan,
manajer mengendalikan CBIS untuk memastikan bahwa sistem tersebut terus
menyediakan

dukungan

yang

diharapkan.

Tanggung

jawab

keseluruhan

manajer dan dukungan tahap demi tahap yang diberikan oleh para spesialis
informasi.

Gambar 2 Tahap spesialis informasi menurut McLeod and Shell

14

Referensi
Kadir,Abdul.2003.Pengenalan Sistem Informasi.Yogyakarta.Penerbit:ANDI
McLeod, Raymond dan Schell. 2004. Sistem Informasi Manajemen. Edisi
9. Jakarta: PT Indeks

Fakhri, Husein Muhamad dan Wibowo Amin. 2002. Sistem Informasi


Manajemen. Edisi Refisi. Yogyakarta: AMP YKPN

15