You are on page 1of 17

Pendahuluan

Sejarah pertambangan batubara secara


modern diawali dengan penemuan cebakan
batubara di Ombilin tahun 1856, yang
dilanjutkan dengan pekerjaan persiapan
selama lebih kurang 36 tahun sebelum
produksi pertama tahun 1892
Pekerjaan persiapan tersebut termasuk
membangun rel kereta api dari kota Padang
ke Sawahlunto yang selanjutnya berperan
penting dalam pembangunan Sumatra Barat

Selain di Ombilin, pertambangan batubara


juga dibuka di Tanjung Enim (Sumatra
Selatan), tepi s. Mahakam (Kalimantan
Timur), Pulau Laut (Kalimantan Selatan)
Tiga phase penting dari perkembangan
pertambangan batubara Indonesia:

Sebelum tahun 1941


Antara 1941 sampai tahun 1974
Antara 1974 sampai tahun 1991
Sejak 1991

Awal dibukanya tambang-tambang


batubara modern:

Ombilin tambang bawah tanah


Tanjung Enim tambang terbuka
Tepi sungai Mahakam tambang bawah tanah




Pemakai batubara: transportasi (kereta


api), pabrik semen, industri manufaktur dan
industri kecil terutama di sekitar tambang
batubara
Pabrik Semen Padang dibangun tahun 1910
menggunakan batubara dari Ombilin
Produksi meningkat hingga mencapai
sekitar 2 juta ton/tahun





Pendudukan Jepang mengambil alih tambangtambang yang ada dan dimanfaatkan untuk
keperluan perang
Setelah kemerdekaan dan nasionalisasi pada
pertengahan tahun 50-an, produksi menurun
karena pemakai batubara mulai berkurang dan
kekurangan tenaga ahli, walaupun ada bantuan
teknik dari Polandia pd awal tahun 60-an
Batubara mulai ditinggalkan, diganti oleh minyak
Tingkat produksi mencapai titik terrendah pada
tahun 1969 (sekitar 200 ribu ton/tahun)
Awal tahun 70-an krisis minyak membuat
perhatian kembali ke batubara







Kontrak karya pertama dengan Shell Mijnbouw di


Sumatra Selatan, sekitar Tanjung Enim pada tahun
1974 berakhir tahun 1978 tanpa kelanjutan
Awal 80-an proyek terpadu pengembangan
tambang Bukit Asam, jalur kereta api dari Tanjung
Enim ke Tarahan (Lampung) dan PLTU Suralaya
PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) terpisah
dari PN Tambang Batubara
PN Tambang Batubara menandatangani kontrak
kerjasama (KKS) dengan perusahaan asing untuk
pengembangan pertambangan batubara di
berbagai tempat di Kalimantan dan Sumatra
Tahun 1990 PN Tambang Batubara dibubarkan
dan dilebur ke PTBA
Tahun 1990 beberapa tambang KKS telah
memasuki tahap operasi produksi





Produksi batubara Indonesia terus meningkat


secara signifikan terutama dari tambangtambang milik PTBA dan KKS
Tahun 1995 PTBA tidak lagi sebagai prinsipal KKS
diambil alih oleh pemerintah menjadi PKP2B
(Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan
Batubara)
Sampai saat ini sudah 3 generasi PKP2B
Kebutuhan domestik meningkat dengan
dibangunnya PLTU-PLTU baru
Ekspor juga meningkat dengan pesat sejalan
dengan berkembangnya negara-negara industri
baru di Asia Timur

21/10/2009

2007

2006

212,000,000

183,000,000

153,464,800

132,352,000

114,278,000

103,372,000

200,000,000

2005

2004

2003

2002

92,540,000

77,040,185

2000

150,000,000

2001

73,681,711

1999

62,232,359

54,861,337

1997
1998

50,971,551

1996

41,841,593

32,593,538

27,844,385

23,038,366

100,000,000

1995

1994

1993

1992

14,142,511

1991

4,511,248

1988

10,532,402

3,087,699

1987

1990

3,184,063

1986

8,710,751

2,009,663

1985

1989

1,467,171

1984

648,309

50,000,000

1983

250,000,000

1973
1974
1975
1976
1977
1978
1979
1980
1981
1982
1983
1984
1985
1986
1987
1988
1989
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005

million tonnes
250

200

150

100

50

Year

Australia
USA
South Africa
China
Indonesia

9
21/10/2009

21/10/2009

10

Kualitas
Low
Medium
High
Very
High

CV
(Kkal/Kg)
< 5,100
5,100
6,100
6,100
7,100
> 7,100

Total

Sumberdaya
Terkira
Terukur
3,651.78
5,750.16

Total
21,038.80

%
24.97

Cadangan
Terunjuk Terbukti
4,292.15 1,105.40

Hipotetik
5,057.38

Tereka
6,579.48

16,925.13

22,104.38

9,041.44

10,866.96

58,937.91

59.00

8,213.53

2,971.35

1,560.00

6,031.13

962.56

3,870.47

12,424.16

14.93

670.79

1,275.86

90.11

482.93

5.80

422.81

1,001.65

1.10

73.29

109.18

23,632.61

35,197.91

13,661.59

20,910.39

93,402.51

100.00

6,387.43

5,461.79

(1). Cekungan Meulaboh. (2). Cekungan Sumatera Tengah. (3). Cekungan Sumatera
Selatan. (4). Cekungan Tarakan. (5). Cekungan Kutai. (6). Cekungan Barito. (7). Cekungan
Pasir
12

Daerah/Pasar
Asia
Eropa
Amerika
Australia
Lainnya
Total

2003
66,158
12,787
2,732
386
3,618
85,681

2004
70,378
11,987
3,584
0
7,809
93,759

2005
80,155
14,824
3,928
0
11,882
110,790

2006
89,786
21,005
5,263
0
13,499
129,553

2007
105,585
16,110
3,998
0
14,836
142,535

Konsumen

2003

2004

2005

2006

2007

Pembangkit listrik
Semen
Pulp
Metallurgy
Briket
Lainnya
Total

22.996
4.774
1.704
202
25
957
30.658

22.882
5.549
1.161
119
18
6.348
36.077

25.669
5.152
1.188
216
28
9.096
41.322

27.758
5.301
N/A
299
36
18.116
51.510

31.500
6.500
1.300
200
50
21.550
61.100

Lainnya, 0.2
PLTA, 3.4
Panas bumi,
1.4
Batubara, 14.1

Gas Bumi, 26.5

Minyak bumi,
54.4

Lainnya, 4.3
PLTA, 2.4
Panas bumi,
3.8

Minyak bumi,
26.2

Batubara, 32.7
Gas Bumi, 30.6