You are on page 1of 20

LAPORAN KEGIATAN PENYULUHAN

PERAN IBU POST PARTUM DALAM MANAJEMEN LAKTASI
UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN IBU DAN BAYI
DI BANGSAL ANGGREK RSUP DR SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok
Praktik Profesi Ners Stase Keperawatan Maternitas

Disusun oleh:
Siwi Aji Pramudhita

15/359157/KU/18380

Sofyan Adetya Perkasa

15/359159/KU/18348

Ghina Kusumawati

15/390684/KU/18390

Diva Viya Febriana

15/390672/KU/ 18384

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA

2016LAPORAN KEGIATAN PENYULUHAN MANAJEMEN LAKTASI
DI BANGSAL ANGGREK RSUP DR SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN
A. LATAR BELAKANG
ASI dalam jumlah cukup merupakan makanan terbaik pada bayi dan dapat
memenuhi kebutuhan gizi bayi selama 6 bulan pertama sehingga dapat mencapai
tumbuh kembang yang optimal (Perinasia, 2004). Pencapaian ASI Eksklusif
masihkurang, hal ini berdasarkan data hasil Survey Demografi dan Kesehatan
Indonesia (SDKI) tahun 2002– 2003, pemberian ASI eksklusif pada bayi berumur 2
bulan hanya 64%. Persentase ini kemudian menurun cukup tajam menjadi 46 % pada
bayi berumur 2-3 bulan dan 14 % pada bayi berumur 4 – 5 bulan (KBI,2005).
Permasalahan yang utama adalah perilaku menyusui yang kurang mendukung, faktor
sosial budaya, kesadaran akan pentingnya ASI, gencarnya promosi susu formula,
pelayanan kesehatan dan petugas kesehatan yang belum sepenuhnya mendukung
PPASI, kurangnya rasa percaya diri ibu bahwa ASI cukup untuk bayinya dan ibu yang
bekerja (Pusat Kesehatan Kerja Depkes RI). Pada ibu yang bekerja, salah satu
penyebabnya adalah singkatnya masa cuti hamil/melahirkan mengakibatkan sebelum
masa pemberian ASI eksklusif berakhir sudah harus kembali bekerja, hal ini
mengganggu upaya pemberian ASI eksklusif, yang menyebabkan penggunaan susu
botol/susu formula lebih dini (Dwi Sunar Prasetyo,2009).
Berdasarkan hasil obeservasi yang dilakukan di Bangsal Anggrek RSUP Dr
Soeradji Titrtonegoro Klaten, masih banyak ibu post partum yang belum mengetahui
bagamaimana pentingnya ASI eksklusif, bagaimana teknik menyusui yang tepat, dan
bagaimana perawatan payudara dilakukan. Selain itu ditemukan pula ibu post partum
yang sudah memberikan susu formula kepada bayi baru lahir karena ASInya belum
keluar, sehingga sangat perlu diadakan kegiatan pendidikan kesehatan atau penyuluhan
mengenai manajemen laktasi demi kesuksesan pelaksanaan ASI Eksklusif untuk bayi.
B. TUJUAN KEGIATAN
1. Tujuan Instruksional Umum
Ibu post partum mampu memahami manajemen laktasi
2. Tujuan Instruksional Khusus
a. Ibu dapat memahami pengertian manajemen laktasi
b. Ibu dapat memahami pentingnya ASI ekslusif
c. Ibu dapat memahami teknik perawatan payudara yang tepat

Menjelaskan tujuan dari penyuluhan . Waktu 1. 2.03 Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Pembukaan a. PENGORGANISASIAN KEGIATAN Pembawa Acara : Ghina Kusumawati. E. Target Terlaksananya kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai manajemen laktasi.. Membuka kegiatan dengana.d.00-10.Kep Fasilitator : Siwi Aji P.00 Tempat : Ruang Tindakan Bangsal Anggrek RSST Klaten Jumlah peserta : 4 orang G.Kep Observer : Sofyan Adetya P. Simulasi cara menyusui yang benar F. 13 April 2016 Pukul : 10. Ibu dapat memahami cara menyusui yang benar e. 3 menit 10. Ibu dapat memahami manajemen penyimpanan ASI bagi ibu pekerja dan cara pemberiannya C.00 – 11. Penyampaian materi mengenai manajemen laktasi dengan menggunakan media lembar balik dan leaflet. D. Memperkenalkan diri memperhatikan c. S. SUSUNAN ACARA No.. Mendengarkan dan mengcapkan salam b. S. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN Hari. BENTUK KEGIATAN Kegiatan penyuluhan kesehatan meliputi: 1. 2.Kep Penyuluh : Diva Viya F. yang dihadiri oleh pasien yang berada di Bangsal Anggrek RSST Klaten. S. PELAKSANA KEGIATAN Mahasiswa Profesi Ners PSIK FK UGM (ners muda) dengan jumlah personil 4 mahasiswa. Sasaran Ibu post partum yang sudah dilakukan pijat oksitosin pada hari dilakukannya penyuluhan di Bangsal Anggrek RSST Klaten. tanggal : Rabu. Menjawab salam b.. Diskusi dan tanya jawab 3. SASARAN DAN TARGET 1. S.Kep H.

balik berisi gambar informative yang sehingga suara pemateri terdistraksi sedikit mudah dipahami peserta. Dari materi yang disampaikan oleh penyaji. Pentingnya ASI ekslusif c. pertanyaan yang diajukan oleh peserta dalam sesi tersebut. Mengucapkan terimakasih b. dengan suara hujan.03-10. Teknik perawatan payudara yang tepat d. Saya kan bekerja shift dari jam 6 pagi hingga jam 3 sore. Simulasi Terminasi Menjawab salam a. . 30 menit 10. sementara saya ingin memberikan ASI Eksklusif untuk anak saya.33-10. serta sesi tanya jawab dan diskusi. Mendengarkan Menyampaikan materi denganmemperhatikan menggunakan media. diskusi dan Tanyab.55 d. Memberikan reinforcement positif c. EVALUASI PELAKSANAAN STRENGTH: WEAKNESS: 1. Cara menyusui yang benar e. Menyebutkan materi yang diberikan Inti Kegiatan a. sehingga ada peserta yang harus 2. dengan menggunakan media lembar Cuaca saat penyuluhan dilaksanakan hujan.33 3. yaitu: 1. Menanyakan kepada peserta tentang materi penyuluhan yang telah diberikan b. Antusiasme pasien cukup tinggi untukPeserta sedikit terdistraksi karena bayinya mengikuti kegiatan penyuluhan menangis. 4. dan 3. Kapan sebaiknya waktu yang tepat untuk memerah asi dan cara menyimpannya sedangkan saya tidak memiliki lemari pendingin? J. Materi yang disampaikan menarik akhirnya bayi dibawa ke tempat penyuluhan. Hampir semua peserta mampu menjawab pertanyaan terkait materi yang diberikan.53 4. Mengajukan jawab: pertanyaan a. Letak ruangan yang strategis bolak-balik untuk mengurus bayi. 20 menit 10. 2 menit 10. Pengertian manajemen laktasi b.53-10.2. semua anggota peserta memperhatikan dengan baik dan berpartisipasi aktif dalam sesi ceramah terkait manajemen laktasi. Manajemen penyimpanan ASI bagi ibu pekerja dan cara pemberiannya dan Evaluasi Menjawab pertanyaan a. HASIL KEGIATAN Sejak dimulainya kegiatan penyuluhan. Mengucapkan salam penutup I.

baik dari perlengkapan penyuluhan serta konsultasi materi. L. kami ucapkan terimakasih. . diharapkan pasien dapat mengetahui pentingnya ASI eksklusif dan manajemen laktasi yang tepat. K. Melalui kegiatan penyuluhan manajemen laktasi ini.5. PENUTUP Demikian laporan ini kami sampaikan. Adanya pendampingan dari pembimbing klinik OPPORTUNITIES: THREAT: Dukungan kuat dari pihak bangsal dan PKRS. semoga laporan ini dapat bermanfaat dan menjadi landasan bagi pelaksanaan kegiatan selanjutnya. HARAPAN Tingginya antusiasme pasien untuk melakukan dan mencari tahun tentang informasi manajemen laktasi. diharapkan kegiatan penyuluhan seperti ini dapat rutin dilakukan. Atas perhatian dan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak.

13 April 2016 : 10.00 WIB A. Soeradji Tirtonegoro : Ruang Tindakan : Rabu.SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PERAN IBU POST PARTUM DALAM MANAJEMEN LAKTASI UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN IBU DAN BAYI Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Praktik Profesi Ners Stase Keperawatan Maternitas Disusun oleh: Siwi Aji Pramudhita 15/359157/KU/18380 Sofyan Adetya Perkasa 15/359159/KU/18348 Ghina Kusumawati 15/390684/KU/18390 Diva Viya Febriana 15/390672/KU/ 18384 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2016 SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PENYULUHAN KESEHATAN Bidang Studi Topik : Ilmu Keperawatan Maternitas : peran ibu post partum dalam manajemen laktasi untuk meningkatkan Sasaran Tempat Hari/Tanggal Waktu kesejahteraan ibu dan bayi : Ibu post partum di Ruang Anggrek RSUP DR. Tujuan Instruksional Umum Ibu post partum mampu memahami manajemen laktasi 4. TUJUAN 3. Tujuan Instruksional Khusus .

Teknik perawatan payudara yang tepat i. Lembar balik 2. Memberikan reinforcement positif Terminasi: Menjawab salam c. Menjawab salam d. Mengucapkan salam penutup . Ceramah 2. Memperkenalkan diri memperhatikan g. Ibu dapat memahami pengertian manajemen laktasi Ibu dapat memahami pentingnya ASI ekslusif Ibu dapat memahami teknik perawatan payudara yang tepat Ibu dapat memahami cara menyusui yang benar Ibu dapat memahami manajemen penyimpanan ASI bagi ibu pekerja dan cara pemberiannya B. 10 menit 4. Membuka kegiatan denganc. MATERI 4. Menanyakan kepada peserta tentang materi penyuluhan yang telah diberikan e. j. diskusi dan Tanyad. Pentingnya ASI ekslusif h. Cara menyusui yang benar j. Mendengarkan dan Menyampaikan materi denganmemperhatikan menggunakan media. Mengucapkan terimakasih d. Waktu 1. Cara menyusui yang benar 8. Pentingnya ASI ekslusif 6. 25 menit 3. Leaflet D. g. 2 menit Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Pembukaan e. METODE 1. Mengajukan jawab: pertanyaan f. Manajemen penyimpanan ASI bagi ibu pekerja dan cara pemberiannya E. 5 menit 2. i. Manajemen penyimpanan ASI bagi ibu pekerja dan cara pemberiannya Evaluasi Menjawab pertanyaan d. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan h. Pengertian manajemen laktasi g. h.f. Teknik perawatan payudara yang tepat 7. KEGIATAN PENYULUHAN No. MEDIA 1. Mendengarkan dan mengcapkan salam f. Diskusi dan Tanya jawab C. Pengertian manajemen laktasi 5. Menyebutkan materi yang diberikan Isi c.

Menutup acara penyuluhan.. Penyuluh : Diva Viya F. Penyuluh / Pengajar Uraian tugas : a. b.Kep G. Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta. Evaluasi Struktur 1. EVALUASI a. PENGORGANISASIAN DAN URAIAN TUGAS 1.Kep 4. Pasien/Ibu hadir di tempat penyuluhan. 2. . memperkenalkan diri dan tim kepada peserta. 2. Fasilitator : Siwi Aji P.. Mengatur proses dan lama penyuluhan.Kep 2. PENGORGANISASIAN 1. Pengorganisasian dilakukan sebelum pelaksanaan penyuluhan. Pembawa Acara : Ghina Kusumawati. Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses penyuluhan. memahami teknik perawatan payudara yang tepat. Observer : Sofyan Adetya P. Pasien/Ibu antusias terhadap materi penyuluhan yang disampaikan oleh pembicara. 2. Evaluasi Hasil 1. b.Kep 3. Pasien/Ibu mampu menyebutkan pentingnya ASI ekslusif. Pasien/Ibu tidak meninggalkan tempat sebelum kegiatan penyuluhan selesai 3. c. Ada umpan balik positif dari peserta seperti dapat menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri/penyuluh. Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan oleh mahasiswa PSIK FK UGM bersama dengan pembimbing klinik yang mendampingi di ruang Anggrek RSUP DR.. S. S. Pasien/Ibu terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan. memahami anajemen penyimpanan ASI bagi ibu pekerja dan cara pemberiannya. Membuka acara penyuluhan. S. 2. S. H. Soeradji Tirtonegoro Klaten 3. b. menyebutkan cara menyusui yang benar.F. Evaluasi Proses 1. c. Pembawa acara Uraian tugas : a.

c. 4.c. serta menempatkan diri sehingga memungkinkan dapat mengamankan jalannya proses penyuluhan. Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh yang dirasa tidak sesuai dengan rencana penyuluhan. alamat dan jumlah peserta. Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses penyuluhan. Fasilitator Uraian tugas : a. Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta. . c. Menginterupsi penyuluh tentang istilah/hal-hal yang dirasa kurang jelas bagi peserta. e. Observer Uraian tugas : a. Memotivasi peserta untuk bertanya. Mengevaluasi hasil penyuluhan dengan rencana penyuluhan. Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas. b. d. Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan. Ikut bergabung dan duduk bersama di antara peserta. d. b. 3. Mencatat nama.

dan ASI saja sudah memenuhi seluruh kebutuhan gizi bayi secara sempurna B. ASI mengandung antibodi dalam jumlah besar yang berasal dari tubuh ibu. tanpa penambahan apapun. C. serta dikenalinya masalah laktasi dan cara mengatasinya. benar-benar hanya ASI. Menyusui membantu uterus kembali ke ukuran normal lebih cepat dan mencegah perdarahan. Menyusui secara psikologis baik bagi bayi dan meningkatkan ikatan dengan ibu. tubuh seorang ibu akan mengetahui hal itu dan menyesuaikannya dengan tepat sehingga membantu memulai kehidupannya dengan baik 3. nyaman. air juga tidak. ASI Ekslusif mengandung kombinasi dan jumlah gizi yang dibutuhkan bayi secara lengkap dan sempurna 2. Bayi yang baru lahir membutuhkan tingkat lemak yang lebih tinggi selama 6 bulan. ASI merupakan metode kontrasepsi yang alami . Hormon yang terdapat di dalam ASI menciptakan rasa kantuk dan rasa nyaman. Ibu tetap bisa melakukan kegiatan sambil menyusui. Manfaat ASI Eksklusif bagi ibu dan keluarga 1. sehingga bayi memiliki kekebalan dan terhindar dari penyakit di awal kehidupannya 4. Karena lambung bayi sangat kecil. Membantu perkembangan rahang dan merangsang pertumbuhan gigi karena gerakan mengisap mulut bayi pada payudara sang ibu 7.Lampiran Materi MANAJEMEN LAKTASI Manajemen laktasi adalah suatu upaya agar proses laktasi atau menyusui dapat berjalan dengan lancar dan baik. ASI EKSKLUSIF A. Manajemen laktasi meliputi perawatan payudara. Pelepasan hormon oksitosin ketika menyusui meningkatkan perasaan tenang. Manfaat ASI Eksklusif pada bayi 1. Wanita yang menyusui memiliki risiko lebih sedikit terkena osteoporosis dan beberapa tipe kanker termasuk kanker payudara dan kanker ovarium 3. Bagus untuk kesehatan. dan cinta untuk bayi 2. Hal ini dapat membantu menenangkan kolik. Bayi tetap mendapat manfaat dari kehangatan dan keamanan karena meringkuk ke tubuh ibu. ini dibutuhkannya untuk bertumbuh 6. Pengertian ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi sejak usia 0 – 6 bulan. Bayi menjadi cerdas karena ASI mengandung nutrisi yang mendukung pertumbuhan pesat otak bayi yang sedang terjadi diperiode emas ini 5. praktek menyusui yang benar. dan membantu membuat bayi tertidur setelah menyusu.

maka tak perlu dipanaskan dan disteril. Praktis karena ASI selalu siap tersedia.31) . Berwarna putih kental. maka jangan terlalu cepat memindahkan bayi untuk menyusu pada payudara yang lain. ASI bersuhu alami segar bebas bakteri. Kolostrum bisa dikatakan sebagai "imunisasi" pertama yang diterima bayi karena banyak mengandung protein untuk daya tubuh yang berfungsi sebagai pembunuh kuman dalam jumlah tinggi. Susu Matur adalah susu yang keluar setelah hari ke-10. CARA MENYUSUI YANG BENAR A. bila ASI pada payudara yang sedang diisapnya belum habis agar bayi mendapat seluruh manfaat yang tersedia. vitamin larut air meningkat. Bentuk atau warna susu lebih putih dari kolostrum. semua yang perlu Anda lakukan adalah berpelukan dengan bayi ibu 5. Komposisi ASI yang keluar pada isapan-isapan pertama (foremilk) mengandung lemak dan karbohidratnya lebih banyak dibandingkan hindmilk (ASI yang keluar pada isapan-isapan terakhir). vitamin larut lemak berkurang.4. bisa mengurangi pemborosan bahan bakar. Dan lebih dari itu ibu harus membeli perlengkapan seperti dot. sementara bayi menjerit tak bisa ditenangkan. Biaya untuk susu formula selama seminggu bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Tidak perlu khawatir kehabisan ketika tengah malam atau khawatir tidak cukup membawa susu formula tersebut ketika sedang berpergian Memberi ASI mendukung kelestarian lingkungan hidup 7. p. Cara paling mudah untuk menurunkan berat badan! Menyusui membakar ekstra kalori sebanyak 200-250 per hari. karena menyusui itu gratis. Ibu menjadi cantik dan ceria. ASI Transisi adalah air susu ibu yang di produksi setelah kolostrum antara hari ke-4 sampai dengan hari ke-10. Tidak perlu mencampur susu formula atau menunggu menghangatkan. Ekonomis. Dalam susu transisi ini terdapat Immunoglobulin. Kadarnya 17 kali dibandingkan dengan ASI. Jenis ASI Kolostrum adalah cairan kental berwarna kekuning-kuningan yang dihasilkan pada hari pertama sampai hari ke-3. Biarkan wanita lain berkeringat di tempat senam. Dan biaya selama setahun untuk susu formula mencapai lebih dari jutaan rupiah . D. Posisi Badan Ibu dan Badan Bayi (DepKes RI. 2005. botol dan peralatan sejenisnya kemudian Anda harus menjaga barang-barang tersebut tetap bersih 6. protein dan laktosa dengan konsentrasi yang lebih rendah dari kolostrum tetapi konsentrasi lemak dan jumlah kalori lebih tinggi.

3. Ibu duduk dengan santai dan nyaman. Jauhkan hidung bayi dari payudara ibu dengan cara menekan pantat bayi dengan lengan ibu. payudara tidak perlu dipegang atau disangga lagi.langit yang keras (palatum durum) dan langit. 10. Bayi diberi rangsangan agar membuka mulut (rooting reflek) dengan cara menyentuh puting susu. 4. B. Setelah bayi menyusu atau menghisap payudara dengan baik. Posisikan puting susu diatas bibir atas bayi dan berhadapan. 2009) 1. Dianjurkan tangan ibu yang bebas dipergunakan untuk mengelus. Dengan cepat dekatkan bayi ke payudara ibu dengan cara menekan bahu belakang bayi bukan bagian belakang kepala 5.langit mulut bayi 7.langit lunak (palatum molle) 8. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas jari yang lain menopang dibawah (bentuk C) atau dengan menjepit payudara dengan jari telunjuk dan jari tengah (bentuk gunting).elus bayi C. dibelakang areola (kalang payudara) 2. Ibu mencucui tangan sebelum menyusui bayinya 2.hadapan dengan hidung bayi 6. kepala bayi menghadap ke payudara 6. Lidah bayi akan menekan dinding bawah payudara dengan gerakan memerah sehingga ASI akan keluar dari sinus lactiferous yang terletak dibawah kalang payudara 9. Posisi Mulut Bayi dan Putting Susu Ibu (DepKes RI. Beberapa ibu sering meletakkan jarinya pada payudara dengan hidung bayi dengan maksud untuk memudahkan bayi bernafas. sehingga puting susu berada diantara pertemuan langit. Mengeluarkan sedikit ASI dan mengoleskan pada puting susu dan aerola sekitarnya 4.1. 11. 3. posisi punggung tegak sejajar punggung kursi dan kaki diberi alas sehingga tidak menggantung 3. kepala terletak pada lengkung siku ibu dan bokong bayi terletak pada lengan 5. 5. 2. Bayi dipegang dengan satu lengan. Ibu menempelkan perut bayi pada perut ibu dengan meletakkan satu tangan bayi dibelakang ibu dan yang satu didepan. menyentuh sisi mulut puting susu. Hal itu tidak perlu karena hidung bayi telah dijauhkan dari payudara dengan cara menekan pantat bayi dengan lengan ibu. Tunggu samapi bayi bereaksi dengan membuka mulutnya lebar dan lidah ke bawah 4. Kemudian masukkan puting susu ibu menelusuri langit. 2005. Ibu memposisikan bayi dengan telinga dan lengan pada garis lurus . Usahakan sebagian aerola (kalang payudara) masuk ke mulut bayi. Ibu duduk atau berbaring dengan santai Pegang bayi pada belakang bahunya. Langkah – langkah Menyusui Yang Benar (DinKes. tidak pada dasar kepala Rapatkan dada bayi dengan dada ibu atau bagian bawah payudara Tempelkan dagu bayi pada payudara ibu Dengan posisi seperti ini telinga bayi akan berada dalam satu garis dengan leher dan lengan bayi 6.26-32) 1. pp.

Cara 1 . payudara tidak perlu dipegang atau disangga lagi. ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada putting susu dan aerola. Bengkok/kantong pelastik 1 buah E. Handuk 2 buah 4. B. Persiapan alat dan bahan 1. Memperbanyak/memperlancar produksi asi 3. Ibu menyentuhkan putting susu pada bagian sudut mulut bayi sebelum menyusui 9. Langkah-langkah perawatan payudara 1. Tujuan 1. Pengertian Perawatan payudara post partum Perawatan payudara setelah melahirkan (breast care) adalah perawatan payudara yang di lakukan selama post natal agar kondisi payudara baik demi mencapai keberhasilan menyusui. Lakukan pemijatan : a. Mencegah bendungan pada payudara/payudara bengkak C. Pada hari kedua setelah melahirkan 2. Pasca Menyusui a) Melepas isapan bayi dengan cara jari kelingking di masukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut bayi atau dagu bayi ditekan ke bawah b) Setelah bayi selesai menyusui. Kapas pada tempat nya 3. Washlap 2 buah 5. Ibu menatap bayi saat menyusui 11. 10. Sebelum mandi/saat mau mandi D. Ibu memegang payudara dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang dibawah serta tidak menekan puting susu atau areola 8.lapa/ baby oil kira-kira 2 menit bersihkan putting susu dan lamak susu dari lemak atau kotoran yang menyumbat putting susu. Memelihara kebersihan payudara 2. Tuangkan minyak ketangan secukupnya 4.7. 2 buah waskom masing-masing berisi air dingin dan hangat 6. Memperbaiki sirkulasi darah 4. Minyak kelapa/ baby oil pada tempatnya 2. Mengencangkan otot penyamgga payudara 5. biarkan kering dengan sendirinya PERAWATAN PAYUDARA A. Setelah bayi mulai menghisap. Kapan sebaiknya dilakukan 1. Mencuci tangan sebelum melakukan perawatan payudara 2. 3. Kompres putting susu dengan menggunakan minyak ke.

sampai putting tampak ke luar ke dalam spuit. supaya ASI tidak rusak dan aman untuk dikonsumsi bayi. Cuci tangan setelah selesai massase MANAJEMEN PENYIMPANAN ASI BAGI IBU PEKERJA DAN CARA PEMBERIANNYA Cara menyimpan ASI harus mengikuti cara yang tepat. Tempelkan ujung spuit ke putting tarik pendorong. dan melenting sehingga tangan menyangga payudara 2) Lepaskan tangan dari payudara 3) Lakukan sebanyak 3 kali berturut-turut b.ke bawah . Akhir dari massage rangsang payudara dengan menggunakan air hangat dan air dingin secara bergantian dengan di siram atau di kompres 7. Lakukan beberapa kali setelah putting tampak menonjol h. Bersihkan putting dengan washlap basah yang bersih b. Anjurkan ibu untuk menyusui 6. potong ujung bagian jarum c. Lakukan keluarkan pendorong spuit dan masukkan kembali kebagian ujung jarum yang telah dipotong (ratakan) d. Cara 3 1) Telapak tangan kanan menopang payudara seperti cara 2 2) Jari-jari tangan kanan di kepalkan.kemudian buku-buku jari tangan kanan mengurut payudara dari pangkal ke putting 3) Lakukan pada payudara yang lain 4) Lakukan sebanyak 30 kali berturut-turut 5. e. Pakaikan bh ibu yang menopang payudara 9. Cara 2 1) Telapak tangan kiri menopang payudara kiri dan jari-jari tangan kanan saling di rapatkan 2) Bagian sisi kelingking tangan kanan mengurut payudara kiri dari pangkal ke arah putting 3) Lakukan pada payudara yang lain 4) Lakukan sebanyak 30 kali berturut-turut c. Pertahankan beberapa menit. Untuk putting yang datar atau masuk ke dalam a. lalu lepaskan spuit dari putting f. Ambil spuit 10 cc. kemudian urut ke arah atas.1) Tempatkan kedua telapak tangan di antara kedua payudara. Walaupun ASI lebih baik diberikan dalam kondisi segar dan . Bersihkan putting susu dan sekitar nya dengan handuk kering dan bersih 8. terus ke samping . Tampung asi yang keluar ke dalam botol bersih g.

Membersihkan tempat menyimpan ASI Bersihkan botol atau wadah dengan air hangat dan sabun. kemudian beralih ke payudara lainnya. sebaiknya kita benar-benar mengetahui cara menyimpan ASI yang baik. kemudian mulai lagi memerah. Ubah posisi jari ke jam 3 dan jam 9. misalnya untuk ibu yang bekerja di kantor. Langkah-langkah memereah ASI menggunakan tangan (menurut IDAI) a.langsung dari tubuh ibu. Perah satu payudara selama 3-5 menit. terkadang dalam kondisi tertentu kita terpaksa menyimpan ASI tersebut. lalu biarkan kering secara alami. karena hanya plastik berlabel BPA-freeyang aman bila terkena panas C. Selain posisi pukul 6-12 dan 3-9 ada juga posisi 2-8 dan 4-10 g. sedangkan jari lain di batas bawah areola. Berhati-hatilah untuk merebus tempat berbahan plastik. Contoh lainnya adalah ibu yang terpaksa harus menjalani operasi sehingga tidak dapat menyusui bayinya dalam waktu beberapa hari. . d. misalnya botol susu ditutup rapat. Jangan gunakan kantong yang bukan khusus untuk ASI. Cuci tangan sebelum memerah ASI b. atau kantong khusus untuk ASI. kemudian bilas sampai bersih dengan air hangat atau disterilisasi dengan merebusnya seperti halnya mempersiapkan botol susu biasa. Tempat menyimpan ASI Tempat yang baik untuk menyimpan ASI adalah tempat berbahan beling atau plastik dengan tutup yang kedap udara. Sediakan mangkuk bersih bermulut lebar dan letakkan mangkuk di dekat payudara c. B. Tekan kea rah dada e. A. Letakkan ibu jari dibatas atas areola. karena dapat pecah ketika dibekukan di dalam freezer. Untuk itu. Jangan sampai terasa sakit h. Tekan dengan sedikit mengurut kea rah putting sampai ASI memancar keluar dan tertampung di dalam mangkuk f.

Berilah label tanggal dan jam penyimpanan supaya mudah diingat. Jangan mengisi ASI terlalu penuh pada tempatnya. Jangan mencampur ASI yang baru dengan ASI yang sudah didinginkan sebelumnya. f. kocok dengan lembut wadah yang berisi ASIP sampai tercampur rata. Bagi ASI perah dan simpan dalam jumlah yang lebih sedikit (60-120ml) sehingga tidak perlu membuang ASI yang tidak dihabiskan b. g. Jangan menyimpan ASI di botol hingga penuh. Demikian seterusnya bergantian sampai payudara terasa kosong (20-30 menit) D. ASI perah yang disimpan di lemari es (kulkas tempat khusus untuk menyimpan ASI) dapat bertahan 2 minggu (usahakan tempatnya terpisah dari bahan makanan lain) dan jangan dibuka-tutup. e. Di lemari es (tempat buah) dapat tahan 2x24 jam. Sebelum diberikan kepada bayi. d. Jangan mengocok terlalu keras karena akan mengakibatkan terpisahnya kandungan dalam ASI saat proses penyimpanan sehingga tidak homogen. Segera dinginkan ASI dalam waktu kurang dari 1 jam setelah dipompa dari payudara di dalam lemari es atau kulkas. E. Cara menyimpan ASI a. ASI yang disimpan dalam termos diisi es batu dapat bertahan 24 jam. Karena pada ASIP (ASI Perah) dibekukan akan memuai dan bias membuat wadah penyimpanan pecah atau terbuka jika dipaksakan. sisakan sedikit ruang. ASI bisa tahan sampai 3 bulan jika disimpan dalam di freezer (Pumawati.5 cm dari atas.i. Suhu dan waktu penyimpanan . 2007). c. sisakan ruang kosong sekitar 2.

ASI juga dapat dipompa ketika ibu berada di kantor lalu kemudian disimpan di dalam kulkas kantor hingga waktunya pulang ke rumah.Pada dasarnya dengan cara menyimpan ASI yang tepat.Bila ASI tersebut tidak habis dalam sekali pakai. cara yang paling tepat untuk memanaskannya adalah dengan merendam botol atau tempat penyimpanan di dalam mangkuk berisi air panas. Untuk ibu yang bekerja di kantor. Jangan memanaskan ASI dengan microwave. Bila di simpan pada kulkas bersuhu 4°C. atau dengan cara ini : sirami tempat penyimpanan (masih dalam kondisi tetap tertutup rapat) dengan air dingin yang mengalir dari kran. Menyajikan ASI yang sudah disimpan Setelah dikeluarkan dari kulkas. Jangan mencairkan ASI beku dengan cara mendiamkannya pada suhu ruangan. kadang kita butuh menyimpan ASI dalam jangka waktu yang lebih lama. berhati-hatilah dalam setiap langkah. jangan digunakan kembali setelah 24 jam. karena ASI yang sudah rusak atau terkontaminasi dapat berbahaya bagi bayi. Ketika ASI mulai mencair.Selalu letakkan ASI pada bagian belakang kulkas atau freezer. Ada pengaruh penyimpanan pada almari pendingin (suhu 2-8°C) terhadap penunan kadar latosa danprotein dalam ASI. ASI dapat tahan selama 68 jam bila suhu ruangan kurang dari 25°C. ASI dapat dipompa pada pagi hari lalu di simpan di dalam kulkas untuk kebutuhan selama bayi ditinggal bekerja. ASI harus disimpan di dalam kulkas atau freezer. Bila kurang dari suhu tersebut. rendam botol atau tempat penyimpanan di dalam mangkok atau wadah yang diisi air panas Lakukan cara menyimpan ASI sesuai panduan di atas. Pengaruh penyimpanan pada suhu ruangan (suhuruang 25-28°C) terhadap penumnan kadar laktosa dan protein dalam A S I . Pengamh penyimpanan ASI pada almari pendingin lebih baik dibanding suhu ruangan terhadap kadar laktosa dan protein ASI. . F. Bila waktu penyimpanan sudah lewat. Gunakan termometer kulkas untuk selalu memantau suhu kulkas atau freezer selama menyimpan ASI. 2. jangan gunakan lagi ASI tersebut. karena bagian ini memiliki suhu yang paling dingin. Menaruhnya di dalam kulkas selama 4 jam. gunakan air hangat dari kran sampai seluruhnya mencair. Setelah ASI cair. ASI dapat disimpan selama maksimum 2 minggu. ASI yang beku dari freezer dapat dicairkan dengan cara : 1. ASI dapat disimpan maksimum 5 hari. Bila dibekukan pada freezer bersuhu -15°C.Walaupun sangat jarang terjadi.

.

Lembar Balik Keluarga Sehat Idamanku Kota Sehat Kotaku.ISBN 979-006-539-6.go. Pengaruh Penyimpanan ASI Terhadap Kadar Laktosa dan Protein Ibu Menyusui di Wilayah Puskesmas Jogonalan. 2014. Indarto. Z. .id Tim Admin Grup Sharing ASI MP-ASI.theasianparent. Kupas Tuntas Masalah Kehamilan. Volume Z. Murwati. Kesehatan Anak. Superbook For Supermom.DAFTAR PUSTAKA Arifin.promkes. Volume 2. 84-94. Poltekese Kesehatan Surakarta. Satuan penyuluhan Breast Care. Jakarta: FMedia. MP-ASI..Hal.senyumperawat. Nomor 1. Destur. Diakses melalui www. (perawatan payudara). Diakses melalui www. Nomor 1. ASI.2009. Psikologi ibu dan Anak.com http://id..com/cara-menyimpan-asi/3/ diakses tanggal 10 April 2016 Pukul 21.depkes.00 Kemenkes RI. 2015. 2015.

DOKUMENTASI KEGIATAN PENYULUHAN .