You are on page 1of 5

Kasus untuk mahasiswa semester IV

1. SISTEM PERSYARAFAN, SISTEM ENDOKRIN DAN SISTEM
PERKEMIHAN
A. Setiap Mahasiswa Mendapat Satu Kasus
B. Masing-Masing Mahasiswa Membuat Laporan Pendahuluan Sesuai
Dengan Kasus Yang Didapat . Laporan Pendahuluan Meliputi :
Pengertian,

Etiologi,

Pathofisiologi,

Pathway,

Manifestasi

Klinis,

Pemeriksaan Penunjang, Komplikasi Dan Penatalaksanaan Medis Dan
Keperawatan, Serta Membuat Asuhan Keperawatan Sesuai Dengan
Teori.
C. Berdasarkan Kasus Yang Sudah Dibuat Setiap Mahasiswa Wajib
Membuat Asuhan Keperawatan Sesuai Dengan Masalah Yang Ada
Dikasus, Data Pengkajian Apa Yang Harus Dilengkapi, Analisa Data,
Diagnosa Keperawatan, Perencanaan Yang Meliputi Tujuan Umum
(Goal), Tujuan Khusus (Objektif), Intervensi Keperawatan Disertai
Rasional.
1. Seoarang mahasiswa berumur 19 tahun berobat ke RS Y dengan
keluahan utama nyeri kepala vascular yang berdenyut yang bersifat
unilateral.kadang-kadang nyeri bias timbul mendadak, gejala lain yang
menyertai adalah mual, muntah dan akhir-akhir ini terjadi gangguan
penglihatan seperti adanya kilatan cahaya. Dari hasil pengakjian
didapatkan data bagian kepala yang sering terserang adalah daerah
frontal dan temporal, tanda dan gejala yang sering menyertai adalah
mual, muntah, fotofobia dan kepekaan terhadap bunyi meningkat.
Riwayat

penyakit

yang

pernah

diderita

adalah

hipertensi

dan

gangguan lambung (maag).TD 130/80 mmHg, N:80x/mnt S;36,5 °C
2. Seorang klien ( 58thn) masuk RS dan dirawat di ruang Kelimutu sejak 2 hari yang lalu
dengan keluhan banyak BAK,sering haus dan sering mengeluh. Klien masuk RS dengan
diagnose medic DM tipe II, Keluhan utama saat dikaji yakni pasien tampak lemah,
mengeluh berat badan semakin menurun, sejak sebulan yang lalu, pasien belum pernah
kedokter dan melakukan pemeriksaan.klien mengatakan belum pernah merasakan sakit

30 WIB dengan keluhan nyeri pinggang kanan. Terdapat pus. vital Sign : Tekanan darah 110/70 mmHg.5 % RDW: 13. 88x/mnt. N. Suhu 36. suhu 36.akibat tertusuk paku. pada kaki sebelah kanan terdapat luka dengan ukuran 5x5x2 cm. pasien mengatakan ada riwayat penyakit DM dari ibunya. 20x/mnt. Pasien tidak memiliki kebiasaan minum teh dan kopi atau makan makanan yang asam dan pedas. dr.2 x 10/uL Trombosit: 214.Selain nyeri pada pinggang kanan. atau sulit BAB. air kencing berwarna kuning jernih dan tidak pernah terdapat pasir atau batu.5oC Hasil pemeriksaan lab : Hemoglobin: 14. Nyeri dirasakan hilang timbul dan menjalar ke bagian perut kanan depan hingga ke ulu hati.5 °C.hasil pemeriksaan TTV : TD . Pasien tidak kembung. anyang-anyangan)disangkal. Pasien datang ke IGD RS Prof. Pasien mengaku bahwa dirinya jarang minum air putih. pasien juga mengeluh mual – mual.seperti ini sebelumnya. KeluhanBAK (nyeri saat berkemih. Pasien merasa cemas dengan penyakitnya Karena belum pernah sakit seperti ini. muntah. kencing menetes.6 % . Nyeri pinggang kanan dirasakan sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. Nadi 84 kali/menit.8 g/dl Leukosit: 7040 /uL Hematokrit: 43 % Eritrosit: 5.7 pg MCHC: 34. Margono Soekarjo pada tanggal14 Januari 2013 pukul 22. Nyeri pinggang dirasakansemakin memberat pada posisi berbaring dan terasa membaik bila pasien membungkuk. jaringan nekrotik pada seluruh bagian.1 % MCH: 28.000/ uL MCV: 83. diare. 130/80 mmHg. Hasil pemeriksaan lab : Glukosa - Glukosa puasa : 239 mg/dl - Glukosa 2jam PP : 356 mg/dl Pasien mendapat pengobatan: - Infus RL 20 tetes/menit - Injeksi Ampicillin - Insulin 3 x1 amp 3 x 4 UI 3. RR. Respirasi 16 kali/menit.

H 35 tahun. banyak kencing. TB 160 cm. A datang ke Rumah Sakit S. TTV TD : 160/90 mmhg HR: 90x/ menit .sakit kepala. H cemas pemberian insulin akan menyebabkan ketergantungan dan menyebabkan gangguan perkembangan janinnya. G4 P3A0. hasil laboratorium GDS : 250 mg/dl. tidak selera makan . pasien tampak edema. sejak kecil ibu D mengalami gizi lebih ( obesitas ) .c. suhu : 37 C. mual muntah > 6 kali. dengan keluhan lemah. merasa haus. kakki teraba dingin dan terlihat pucat.mata tampak sayup. tidak nafsu makan. H dinyatakan mengidap Diabetes Gestasional kemudian diberikan humulin 30/70 5 IU 30 mnt a. Operatif : pyelolitectomy dextra Diagnose medis : Nefrolithiasis dextra 4. RR: 18x/ menit . kulit gatal. Ibu D ( 45 thn ) masuk rumah sakit dengan luka diabetikum pada kaki yang lama tidak sembuh.mual. TB : 160 cm. . di rawat di RS dengan keluhan sejak 3 hari yang lalu menyatakan mudah lelah. H harus bekerja. Pasien mengatakan susah buang air kecil . usia kehamilan 30 minggu. riwayat melahirkan anak ketiga dengan BBL 4200 gr. Selama di RS. ada riwayat DM pada anggota keluarga ( bapaknya meninggal karena komplikasi ) . TBJ : 2200 gram.kaki. riwayat keluarga dengan DM.MPV: 9. Pasien tampak gelisah . Dari hasil pemeriksaan BB 85kg. bahkan lukanya sangat dalam sampai kelihatan bentuk tulangnya. Klien mengatakan merasa lemas dan sering sekali minum. gula dara sementara: 450/dl. lemes. dan inginnya makan terus terus. H jarang ditunggu keluarganya karena suami Ny. Oleh dokter Ny.8 fL a. Ny. H juga merawat anak Ny. BB sekarang : 42 kg . Ny. sudah terjadi neuropati ekstremitas. demam . penembahan berat badan dengan cepat dari 65-75kg. susah tidur hanya 4-5 jam/hari kulitnya tampak pucat. sebelum sakitsakitan BB nya pernah mencapai 84 kg. TB:159Cm TD:I60/100 RR: 30x/mnt NADI :85x/Menit S: 38 °C.turunnya rentang gerak. Medika mentosa IVFD D5% 20 TPM Omeprazole 2 x 1 tab Kaltrofen supp (ekstra b.nyeri pada panggul.. Ny. H 6.cemas. Pada tanggal 23 juli 2015 Ny. 5.sesak napas pada malam hari. Dari hasil pengujian sementara didapatkan : kondisi umum klien : lemah. dan orang tua Ny.

anti kejang ( penithoin 3 x 100 mg ). tidak selera makan. demam. Neurotam 2 x 3 gr.7. creatinin 7. sakit kepala. . Respirasi 28x/menit. edema positif. Hasil pemeriksaan lab. susah tidur dan tidur hanya4-5 jam/hari.ballance cairan +800 cc. kulit kering. hematologi ureum 187 mg/dl. urine output 1350 ml. Nyeri pada panggul. Pada pemeriksaan penunjang berupa EEG didapatkan ada gelombang hiperaktif pada lobus temporalis. pada pemeriksaan radiologi berupa Ct-Scan tampak ada gambaran atropi serebral. putih kental. Tn. jantung berdebar (-). terpasang kateter. Tn X juga punya riwayat post trauma kepala pada umur 21 th. PenambahanBB dengan cepat dari 65 sampai 75 kg. kekuatan ekstremitas normal. Seorang perempuan usia 56 tahun. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD: 160/90mmHg. karena sering dipergunjing orang sekitar sehingga jarang keluar rumah. Brudzinky I dan II negative ). Klien juga pernah mengalamiglomerulonefritis 3 tahun yang lalu. X.71 mg/dl. kulit gatal. mengeluh sesak napas yang dirasakan terus menerus dan makinbertambah berat saat istirahat/sedang beraktivitas. pasien mengatakan merasakan malu dengan penyakit yang dideritanya. cemas. Pada saat dilakukan wawancara dengan pasien.015. Dari pemeriksaan fisik didapatkan. mual. nyeri dada(-). Pasienmengatakan susah BAK. pada saat kejang kesadaran menurun. mual tanpa muntah (-). 46 th masuk rumah sakit dengan riwayat penyakit sejak satu bulan ini sering kejang-kejang.BJU < 1. Nadi84x/menit. dari diagnosa sementara dokter adalah epilepsi. Gula darahpalingtinggi400mg/Dl 8. sesudah kejang badan pegal-pegal dan kepala nyeri. kaki. Pengobatan. mata tampaksayu. kejang kadang dimulai dari kedua tangan kemudian menjalar ke seluruh tubuh dengan kejang tonik klonik. Dari hasil riwayat kesehatan pasien sebelumnya. Sejak 1 hari yang lalu semenjak masuk RS pasien mengeluh bengkak pada kedua tungkai dan perut. turunnya rentang gerak. reflex fisiologis hiper reflex dan reflex patologis ( – ) / negative. Tinggi Badan: 159 cm. pasien juga mengeluh lemah dan mudah lelah bila beraktivitas. N = 80 x/menit. T = 110/70 mmHg. Pasien tampak edema. RR = 16 x/menit. suara jantung S1>S2 reguler. ada batuk berdahak. Pasien tampak gelisah. Kulit pucat. rangsang meningeal ( kaku kuduk negative. diketahui pasienmenderita hipertensi sejak 10 tahun yang lalu dan DM. Dari pengkajian yang dilakukan terhadap keluarga didapatkan keluarga mengatakan bahwa kurang lebih satu tahun yang lalu pernah kejang seperti sekarang hanya tidak begitu sering bahkan pernah jatuh dari tempat tidur saat kejang.