You are on page 1of 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG
Peningkatan usia harapan hidup penduduk merupakan salah satu indikator

keberhasilan pembangunan suatu negara. Namun demikian, kondisi tersebut akan
diikuti oleh peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) dengan berbagai
permasalahannya. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa terdapat 855
juta jiwa lansia pada tahun 2013 di seluruh dunia, dan 148 juta jiwa lansia diantaranya
berada di wilayah regional Asia Tenggara.1 Sedangkan menurut Badan Pusat Statistik
(BPS) lansia di Indonesia pada tahun 2014 mencapai 20,24 juta jiwa, setara dengan
8,03 persen dari seluruh penduduk Indonesia, dengan jumlah lansia perempuan lebih
besar daripada laki-laki, yaitu 10,77 juta lansia perempuan dibandingkan 9,47 juta
lansia laki-laki. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun – tahun
sebelumnya, dimana jumlah lansia di Indonesia sekitar 18,55 juta orang atau 7,78
persen pada tahun 2012 dan 18,04 juta jiwa atau 7,59 persen pada tahun 2010.2-4
Seiring dengan bertambahnya jumlah, nilai rasio ketergantungan lansia juga
semakin meningkat. Nilai rasio ketergantungan lansia pada tahun 2014 sebesar 12,71,
yang menunjukkan bahwa setiap 100 orang penduduk usia produktif harus
menanggung sekitar 13 orang lansia. Nilai tersebut meningkat tiap tahunya yaitu
12,01 di tahun 2012 dan 11,95 di tahun 2010. Dari angka tersebut tercermin besarnya
beban ekonomi yang harus ditanggung penduduk produktif untuk membiayai lansia.2-4
Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia ini disebut juga dengan population
ageing. Hal ini merupakan fenomena global yang akan dialami oleh hampir seluruh
negara berkembang. Pada tahun 2050 diperkirakan ada dua miliar penduduk berusia
di atas 60 tahun di dunia dan 80 persen diantaranya berada di negara-negara
berkembang.5
Proporsi penduduk lansia yang semakin besar membutuhkan perhatian dan
perlakuan khusus dalam pelaksanaan pembangunan. Usia 60 tahun ke atas merupakan

kehidupan lansia sering dipersepsikan secara negatif. preventif. Penyakit tidak menular yang kebanyakan diderita oleh penduduk lansia antara lain hipertensi. Sasaran Posyandu Lansia meliputi beberapa kelompok dimana ada sasaran langsung dan sasaran tidak langsung. Sasaran langsung adalah usia pra senilis (45-49 tahun). Secara sosial. Kebijakan Active Ageing dikembangkan oleh WHO sejak tahun 2001 dimaksudkan untuk mengundang pembahasan dan penyusunan rencana aksi yang mempromosikan penuaan sehat dan aktif. mandiri dan produktif adalah Active Ageing.6 Upaya kesehatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk pelayanan dasar Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang meliputi promotif. penyakit jantung koroner dan kanker. artritis. melainkan dapat berpartisipasi secara aktif. Secara biologis.1 Pada tingkat nasional. dan pneumonia. dan sosial. kuratif dan rehabilitatif dengan Posyandu Lansia sebagai salah satu programnya. Secara ekonomi. Indonesia sebagai anggota PBB berkewajiban untuk menerapkan komitmen tersebut. Sedangkan sasaran tidak langsung . Penyakit menular yang banyak diderita lansia antara lain tuberkulosis. berbangsa dan bernegara dan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyatakan bahwa upaya kesehatan bagi lanjut usia harus ditujukan untuk menjaga agar lansia tetap hidup sehat dan produktif secara sosial maupun ekonomis sesuai dengan martabat kemanusiaan. Oleh karena itu pemerintah wajib menjamin ketersediaan fasilitas memfasilitasi kelompok lanjut usia. Sehingga. Undang – undang tersebut antara lain adalah UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia yang dimaksudkan agar lanjut usia tetap dapat melaksanakan fungsi sosialnya dan berperan aktif secara wajar dalam kehidupan bermasyarakat.tahap akhir dari proses penuaan yang memiliki dampak terhadap tiga aspek. ekonomi. umumnya lansia lebih dipandang sebagai beban daripada sumber daya. diare. Sehingga lansia perlu diberikan perlindungan dan pemberdayaan agar keberadaannya tidak menjadi beban pembangunan.5 Salah satu kebijakan internasional dalam upaya mewujudkan lanjut usia yang tetap sehat. lansia (60-69 tahun) dan lansia risiko tinggi (>70 tahun).4. atau tidak banyak memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat. undang – undang telah membahas pemeliharaan lanjut usia. diabetes melitus. lansia akan mengalami proses penurunan fisiologis sehingga penyakit tidak menular banyak terjadi. Masalah penuaan juga menurunkan daya tahan tubuh sehingga menjadi rentan terkena infeksi penyakit menular. yaitu biologis.

organisasi sosial yang bergerak di dalam pembinaan kesehatan lansia. 2.Menjalin tali silaturahmi ara lansia di desa gunungsari dan *akuniran .Menjaga kesta!ilan sikologi dan sikososial ara lansi RumusanMasalah Berdasarkan uraian pada latar belakang maka rumusan permasalahan pada penelitian adalah faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemanfatan posyandu lansia di Desa Gantungan Makamhaji Sukoharjo? C. !. Tujuan Khusus a. petugas kesehatan dan masyarakat luas. Tujuan Khusus Secara khusus. penelitian ini bertujuan untuk: 1. !ahagia dan !erda"a guna !agi diri. Tujuan Penelitian 1. Mengetahui pengaruh sikap lansia tentang fungsi dan manfaat posyandu terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Desa Gantungan . masyarakat di lingkungan lansia.adalah keluarga dimana lansia berada.Menjaga dan meningkatkan kesehatan dan ke!ugaran lansia !aik seara sikis mauun isik.5 Tujuan umum Meningkatkan status kesehatan dan kualitas kehiduan lansia agar daat menikmati masa tua "ang sejahtera. Mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Desa Gantungan Makamhaji Sukoharjo. Tujuan Umum Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemanfatan posyandu lansia di Desa Gantungan Makamhaji Sukoharjo? 2. kehiduan keluarga dan mas"arakat sesuai dengan lingkungann"a.

D. Bagi Posyandu Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan bagi posyandu lansia sehingga lebih mengefektifkan faktor-faktor yang dapat meningkatkan keaktifan lansia untuk memanfaatkan posyandu. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi informasi dasar untuk melakukan penelitian selanjutnya tentang hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan lansia dalam mengikuti kegiatan Posyandu. Bagi Lansia Penelitian ini diharapkan dapat mendorong lanjut usia agar lebih aktif dalam berbagai kegiatan di posyandu lansia. Mengetai pengaruh peran kader menurut persepsi lansia terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Desa Gantungan Makamhaji Sukoharjo. Bagi Peneliti Memberikan pengetahuan dan pengalaman baru dalam melakukan penelitian serta dapat mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi kecenderungan lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu. Hasil penelitian ini dapat menambah kesadaran akan arti pentingnya kesehatan. 3. Bagi Masyarakat Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat tentang factor-faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan posyandu lansia sehingga masyarakat dapat berperan dalam mendukung kegiatan posyandu lansia. 4. dimana posyandu merupakan salah satu tempat pemeriksaan kesehatan yang sangat penting di lingkungan masyarakat. 6 2. Manfaat Penelitian 1.Makamhaji Sukoharjo. 3. .