You are on page 1of 1

6.

4 ( BLADDER )
Untuk kelainan pigmentasi kulit ini juga tidak menggangu system perkemihan.
Sehingga pasien dapat berkemih decara spontan tanpa keluhan dan dengan frekuensi yang
normal. Serta pola cairan pasien juga tidak terganggu.

6.5 ( BOWEL )
Pada pasien dengan kelainan pigmentasi ini, bowel juga tidak mengalami gangguan.
Sehingga akan di peroleh data normal pada pengkajian seperti frekuensi BAB teratur tanpa
kelainan, kondisi gastrointestinal yang baik serta nutrisi yang adekuat tanpa adanya
anoreksia.

6.6 ( BONE )
Pada melisma, akan ditemukan adanya hiperpigmentasi setempat yang secara selektif
mengenai melanosit dahi, area malar, pelipis daerah antara bibir atas dan hidung. Beberapa
bagian lateral dagu dan pipi. Warna dapat bervariasi mulai dari coklat muda sampai
kehitaman dan berbentuk tidak teratur. Ukurannya juga sangat bervariasi. Lesi biasanya
simetrik, trauma bila mengenai pipi, sedangkan penyebarannya menyerupai topeng.
Pada kondisi vitiligo, akan ditemukan bercak putih dengan batas yang tegas pada
bagian ekstensor tulang terutama diatas jari, professional sekitar mata, mulut dan hidung.
Tibialis anterior dan pergelangan tangan bagian fleksor. Lesi bilateral dapat simetris atau
asimetris.
Sedangkan pada albinisme, akan ditemukan kulit dan rambut berwarna putih susu
yang normal.

5.2 DIAGNOSA DAN INTERVENSI KEPERAWATAN
1. Diagnose keperawatan :
1. Gangguan integritas kulit b.d rasa panas pada kulit
2. Ansietas b.d progressivitas penyakit, kurang informasi tentang penyakit dan tata
laksana
3. Gangguan citra tubuh b.d berhubungan dengan penampakan kulit yang tidak
bagus
4. Koping individu tidak efektif b.d adanya berkas macula pada kulit
5. Resiko cidera b.d hilangnya melanin pada kulit yang mengakibatkan penurunan
fungsi penglihatan.