You are on page 1of 17

Modul ke

:

02

Perancangan
Bangunan tinggi

Fakultas

FT

Program Studi

Teknik
Arsitektur

Ir. Muji Indarwanto, MM. MT.

2.1 STRATEGI PERANCANGAN Peraturan Bangunan Sistem Struktural Sistem Tata Udara SIstem Pencahayaan Sistem Elektrikal Rancangan Bangunan Sistem Pemipaan (Plambing) Sistem Akustik Sistem Transportasi Vertikal Integrasi sistem bangunan dalam rancangan .

2.2 LUAS LANTAI BANGUNAN EFEKTIF Banyak program arsitektural hanya menghitung luas lantai banguanan yang di butuhkan bagi kegiatan penghuni/pengguna banguanan(luas netto) namun tidak memperhatikan luas lantai yang di butuhkan untuk sirkulasi (horizontal atau vertical) .

banquete. took. maka luas bruto untuk kamar.1. Di samping kebutuhan luas lantai untuk kamar tidur. Bangunan Hotel Dalam perhitungan kebutuhan luas bruto untuk hotel.2. dan lain-lain) : . dapat pula di gunakan pendekatan lain. Dengan menganggapluas yang di perlukan untuk sirkulasi horizontal (10% luas bruto) dan sirkulasi vertical (25% luas bruto).2. di perlukan pula ruangan-ruang bagi kebutuhan penunjang kegiatan produktif (restoran.

luas lantai bruto untuk hotel adalah: .Selanjutnya. mekanikal & elektrikal. dan lain-lain) mengikuti: Jadi. kebutuhan lantai non-produktif (ruangan pengelolaan hotel.

Koefisien Dasar Hijau (KDH).Garis Sepadan Bangunan (GSB) . Koefisien Tapak Basement (KTB).Koefisien Dasar Bangunan (KDB).Garis Seapadan Jalan (GSJ) .2. Koefisien Lantai Bangunan (KLB).Jarak Bebas antar Bangunan.3 BATASAN KETENTUAN PERUNTUKAN Ketentuan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) : . . .Maksimum Lantai . .

NOTASI PERUNTUKAN Wsn : Wisma susun Wkt : Wisma kantor Wdg : Wisma dagang Kkt : Karya perkantoran Kpd : Karya perdagangan .

Ketentuanya adalah sebagai berikut: •Kedua Dinding Berjendela/Transparan Jarak Bebas minimum = YA + YB (Gambar 2.Perda DKI No 4 tahun 1975. Perda DKI tahun 1991. Pergub DKI No 678 tahun 1994 Untuk Jarak Bebas antar Masa Bagunan dalam Satu Daerah perencanaan (DP).4) .

•Jika Nilai Jarak GSB – GSJ kurang dari Y Untuk ketinggian lebih dari 4 lapis. Jarak Bebas Minimum bidang terluar Masa Bangunan dengan GSJ = Yn (lihat Gambar 2.3) .

5YB (Gambar 2.) .5.•Satu Dinding Transaparan Dan Satu Dinding Massif Jarak Bebas Minimum = YA + 0.

•Kedua Dinding Masif Jarak Bebas Minimum = (YA + YB) x ) 0.6) .5 (Gambar 2.

Jarak Bebas Minimum bidang terluar Massa Bangunan dengan GSJ = nilai GSB (Gambar 2.7.Untuk ketinggian bangunan empat lapis.) .

•Denah Lantai Dasar sampai Denah Lantai Tertinggi sama Jika lantai dasar suatu bangunan sampai dengan denah lantai tertinggi membentuk bidang vertical (yang lurus).8) . maka Jarak Bebas Minimum dikurangi sebesar 10% dari ketentuan (Gambar 2.

maka bangunan tersebut di anggap dua massa bangunan dan antara kedua massa tersebut harus ada Lebar Minimum Lekukan = Y (Gambar 2.9) GAMBAR 2.9 .•Denah Bangunan Berbentuk U atau H Apabila suatumasa bangunan mempunyai denah bnetuk ‘U’ atau ‘H’ (dengan lekukan) dan bila kedalaman lekukan melebihi Y.

•Lantai dasar tidak boleh lebih tinggi dari 1. •Jarak ketinggian bebas basement minimum 2. .00 meter dari pagar pekarangan.10 meter. maka: •Jarak basement tidak boleh kurang dari 3.•Ketentuan lainya adalah menyangkut jarak lantai ke lantai Jika pada bangunan terdapat basement.20 meter •Kemiringan (ramp) tidak boleh melebihi 1 : 7.

2. .4 STANDAR PARKIR Instruksi Gubernur DKI No 17 tahun 1992 Penataan halaman parkir harus mengupayakan adanya pohon peneduh. dan perkerasan halaman parkir harus menggunakan bahan yang dapat menyerap air.