You are on page 1of 4

LESI PREKANKER

Lesi prekanker serviks atau biasa yang disebut dengan neoplasia intraepithelial
serviks (NIS) atau lesi intraepithelial serviks (LIS) adalah perubahan atipik dari proses
diferensiasi bertahap epitel kolumner dari skuamosa serviks.
Richart (1967) mengajukan terminologi NIS sebagai berikut :
NIS I : Displasia ringan, perubahan sel mencakup pada lapisan dasar
NIS II : Displasia sedang, ½ sampai ¾ tebal epitel yang mengalami kelainan
NIS III : Displasia berat/ karsinoma in situ, lebih dari ¾ tebal epitel mengalamik elainan
tetapi membrana basalis masih utuh.

Displasia berat dan karsinoma in situ digabung, karena sulit dibedakan secara secara
sitologi. Dalam perjalanan penyakit, tidak semua NIS akan mengalami perkembangan ke
tingkat lebih lanjut. Sebagian akan mengalami regresi ke tingkat yang lebih rendah, sebagian
akan menetap selama bertahun-tahun dan sebagian lagi akan berkembang ke tingkat yang
lebih lanjut. Sehingga perkembangan kanker leher rahim dapat digambarkan sebagai berikut :
CIN I → CIN II →CIN III → CIS → Carsinoma Invasive
CIS = Carsinoma In situ

Lamanya waktu yang diperlukan untuk perkembangan dari CIN I atau displasia ringan menjadi karsinoma in situ dapat dilihat pada tabel berikut: Tingkat displasia Waktu (bulan) Sangat ringan 82 ( ± 7 tahun ) Ringan 58 ( ± 5 tahun ) Sedang 38 ( ± 3 tahun ) Berat 12 ( ± 1 tahun ) Ketiga pembagian di atas dibedakan berdasarkan gangguan polaritas sel dan ketebalan epitel skuamosa yang terlibat. Perbedaan ini secara sitologi dapat dilihat dari :  Abnormalitas inti sel  Variabilitas dalam bentuk o Ukuran sel .

struktur inti dan derajat kromasia A. 24 jam sebelum menjalani Pap smear. Pap Smear Secara Teratur Pap Smear (tes Papanicolau) adalah suatu pemeriksaan mikroskopik terhadap sel-sel yang diperoleh dari apusan serviks.o Perbandingan inti dan sitoplasma o Bentuk dan ukuran inti. dan berat) KELAS IV : Dijumpai sel ganas dengan jumlah sedikit KELAS V : Dijumpai sel ganas jumlah ganas Keterangan :  Kelas 1 dan 2 tergolong smear yang negatif  Kelas 3 mencurigakan ganas yang harus dijajaki lebih lanjut dengan pemeriksaan kolposkopi dan biopsi. Pada pemeriksaan Pap smear. tidak melakukan hubungan seksual. biasanya dilakukan kolposkopi dan biopsy Adapun jawaban yang akan diperoleh dari ahli Patologi Anatomi biasanya adalah : KELAS I : Normal KELAS II : Sel atipik atau proses radang KELAS III : Mencurigakan ganas (displasia ringan. Sel-sel serviks lalu dioleskan pada kaca objek lalu diberi pengawet dan dikirimkan ke laboratorium untuk diperiksa. Setiap tahun untuk wanita yang berusia diatas 35 tahun 2. Jika hasil Pap smear menunjukkan displasia atau serviks tampak abnormal. sedang. didalam kels 3 inilah lesi pra kanker biasanya terdeteksi  Kelas 4 dan 5 tergolong smear positif B. Anjuran untuk melakukan Pap smear secara teratur: 1. tidak berendam dan tidak menggunakan tampon. contoh sel serviks diperoleh dengan bantuan sebuah spatulayang terbuat dari kayu atau plastik (yang dioleskan bagian luar serviks) dan sebuah sikat kecil (yang dimasukkan ke dalam saluran servikal). Pap smear sangat efektif dalam mendeteksi perubahan prekanker pada serviks. Setiap tahun untuk wanita yang berganti-ganti pasangan seksual atau pernah menderita infeksi HPV atau kutil kelamin 3. Setiap tahun untuk wanita yang memakai pil KB . sebaiknya tidak melakukan pencucian atau pembilasan vagina.

4. Sesering mungkin jika hasil Pap smear menunjukkan abnormal. Setiap 2-3 tahun untuk wanita yang berusia diatas 35 tahun jika 3 kali Pap smear berturut-turut menunjukkan hasil negatif atau untuk wanita yang telah menjalani histerektomi bukan karena kanker. Sesering mungkin setelah penilaian dan pengobatan prekanker maupun kanker serviks. 5. Setiap hasil yang abnormal harus diikuti dengan pemeriksaan kolposkopi dan biopsi. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kanker serviks sebaiknya Anak perempuan yang berusia dibawah 18 tahun tidak melakukan hubungan seksual. Berhenti merokok. 6. . Beberapa peneliti telah membuktikan bahwa vitamin A berperan dalam menghentikan atau mencegah perubahan keganasan pada sel-sel. Jangan berganti-ganti pasangan seksual. Pemeriksaan panggul setiap tahun (termasuk Pap smear) harus dimulai ketika seorang wanita mulai aktif melakukan hubungan seksual atau pada usia 20 tahun. seperti yang terjadi pada permukaan serviks.