You are on page 1of 14

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Pembahasan

: PPGD evakuasi pada daerah rawan bencana
gempa bumi

Sasaran

: warga Desa Karanganyar, Yogyakarta

Jam

: 08.00 WIB

Waktu

: 30 menit

Tanggal

: 31 Agustus 2016

Tempat

: Balai Desa Karanganyar

Nama Penyuluh

: Putri Nurmalitasari

A.

LATAR BELAKANG
Pertolongan pertama gawat darurat adalah salah satu bagian dari
manajemen bencana yang berbentuk keperawatan dan dilaksanakan dalam
situasi yang mengancam jiwa apabila tidak ditangani segera. Dalam
pertolongan pertama gawat darurat, terdapat beberapa tahapan. Tahapan
tersebut

adalah

pre-hospital

dan

in-hospital.

Tahapan

pre-hospital

merupakan tahapan dimana korban belum mendapat pelayanan kesehatan
atau rujukan karena belum berada di tempat tersebut, sedangkan tahapan inhospital merupakan tahapan dimana korban sudah berada di temopat
pelayanan kesehatan atau rujukan dan telah mendapat pertolongan dan
pengobatan lebih lanjut. Dalam kedua tahapan tersebut terdapat tindakan
yang menghubungkan antara tahapan satu dengan tahapan lainnya. tindakan
tersebut adalah tindakan evakuasi.
Evakuasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Yang paling
umum ditemukan dalam masyarakat adalah evakuasi oleh tenaga kesehatan
dengan menggunakan ambulans. Namun sejatinya evakuasi dapat dilakukan
tidak hanya dengan ambulans. Evakuasi menggunakan ambulans adalah
bentuk paling ideal dari evakuasi.
Evakuasi mremiliki arti luas dan sempit. Secara luas, evkuasi
adalah upaya pemindahan korban menuju pusat pelayanan kesehatan atau
tempat rujukan lainnya agar korban mendapatkan pertolongan dan

1

f. Setiap langkah dalam evakuasi membutuhkan keahlian tersendiri. b. e. B. perlu diperhatikan bahwa tujuan utama dan nature dari evakuasi itu sendiri adalah membawa korban agar mendapat pertolongan dan pelayanan lebih lanjut. C. lebih lanjut. Evakuasi sangat penting dperhatikan dalam pertolongan pertama gawat darurat karena proses tersebut sangat fatal. oleh karena itu evakuasi tidak dapat dilakukan oleh orang yang tidak memiliki ilmu dan pelatihan khusus mengenai hal ini. evakuasi berarti menindahkan untuk keselamatan korban. Oleh karena itu. diharapkan warga Desa Karanganyar dapat: a. TUJUAN 1) Tujuan Instruksional Umum : Setelah diberikan penyuluhan 30 menit. c. ilmu mengenai evakuasi sangat penting dipelajari dalam keperawatan gawat darurat karena evakuasi merupakan hal yang krusial dalam penyelamatan korban. d. Menjelaskan tentang definisi evakuasi Menyebutkan tujuan evakuasi Menyebutkan prinsip evakuasi Menyebutkan indikasi evakuasi Menyebutkan syarat evakuasi Menjelaskan SOP evakuasi korban KEPANITIAAN Ketua Pelaksana : Awaludin Jamal 2 .pengobatan lebih lanjut. Secara sempit. terdapat banyak kasus gagalnya penyelamatan korban dikarenakan teknik evakuasi yang tidak benar yang dilakukan tanpa keilmuan yang mumpuni oleh masyarakat awam. diharapkan warga Desa Karanganyar Yogyakarta mampu memahami dan mengerti tentang PPGD evakuasi pada daerah rawan bencana gempa bumi 2) Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit tentang PPGD evakuasi pada daerah rawan bencana gempa bumi.

video. hal-hal yang belum dan Menjelaskan tujuan jelas dan dimengerti demostrasi pengertian evakuasi   Kata-kata/  evakuasi  Menjelaskan prinsip evakuasi  Menjelaskan indikasi evakuasi  Menjelaskan syarat evakuasi 3 . KEGIATAN Tahap Kegiatan 1.D. No Sekretaris : Septyani Nevy Nurastam Bendahara : Putri Nurmalitasari Seksi Acara : Eunike Ayu D. Seksi Humas : Firna Aprilianingsih Seksi Pubdekdok : Septyani Nevy Nurastam Seksi Konsumsi : Eunike Ayu D. Pelaksanaan Sasaran  Kontrak waktu 20 menit Penyampaian Materi  Menjelaskan tentang Mendengarkan dan Proyektor dalam bentuk menyimak korban Bertanya mengenai PPT. Pembukaan Waktu 5 menit Kegiatan Penyuluhan Media  Mengucapkan salam  Menjawab salam  Memperkenalkan diri  Mendengarkan dan kalimat  Menyampaikan menyimak tentang tujuan pokok  Bertanya mengenai materi perkenalan dan Meyampakaikan tujuan jika ada yang pokok pembahasan kurang jelas  2.

ORGANISASI Moderator : Awaludin Jamal Notulen : Eunike Ayu Darmawanti Penyaji : Putri Nurmalitasari Observer : Septyani Nevy Nurastam Fasilitator : Firna Aprilianingsih F. METODE  Ceramah  Tanya jawab  Demonstrasi H. ketepatan masing-masing peran. MEDIA  PPT  Video 4 . 3. G. Penutup 5 menit    Menjelaskan SOP evakuasi korban Melakukan evaluasi  Sasaran dapat Kata-kata/ Menyampaikan menjawab tentang kalimat kesimpulan materi pertanyaan yang Mengakhiri pertemuan diajukan dan menjawab salam  Mendengar  Memperhatikan  Menjawab salam E. Uraian Tugas Pemateri : Menyajikan materi Moderator : Mengatur jalannya diskusi Notulis : Mencatat hasil diskusi Fasilitator : Mendampingi peserta penyuluhan Observer : Mengobservasi jalannya penuluhan tentang ketepatan waktu.

(http://dokumen. diakses pada tanggal 11 Maret 2016. Yogyakarta mampu : A. Tujuan 5 . diakses pada tanggal Rara.scribd. Peserta mampu mengikuti penyajian dengan suasana yang kondusif. Alokasi penyajian sesuai kontrak waktu yang ada.academia. (https://www. 11 Maret 2016. Mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri B. 2016. (https://www. 2016. istilah evakuasi korban diartikan sebagai upaya memindahkan korban ke pusat pelayanan kesehatan atau tempat rujukan lainnya agar korban mendapatkan perawatan dan pengobatan lebih lanjut. Definisi Istilah evakuasi dapat diartikan luas atau sempit. Evakuasi korban merupakan kegiatan memindahkan korban dari lokasi kejadian menuju ke tempat aman. J.tips/documents/transportasi-dan-evakuasiklien-gawat-daruratpdf. 2016. LAMPIRAN MATERI: PPGD EVAKUASI PADA DAERAH RAWAN BENCANA A.edu/7618021/materi_evakuasi korban). sehinggga akhirnya korban mendapatkan perawatan dan pengobatan lebih lanjut. D. D. EVALUASI Diharapkan warga Desa Karanganyar. C. B. Marsinova. SUMBER PUSTAKA Marsinova. diakses pada tanggal 11 Maret 2016. Proyektor I.html).com/doc/258776200/TRANSPORTASIDAN-EVAKUASI-KLIEN-GAWAT-DARURAT-pdf).

Kondisi yang perlu untuk diperhatikan antara lain :  Kondisi korban dapat bertambah parah ataupun dapat menyebabkan kematian  Kontrol ABC  Tidak terdapat trauma tulang belakang ataupun cedera leher  Jika terdapat patah tulang pada daerah yang lain maka hendaknya dilakukan immobilisasi pada daerah tadi 6 . Lokasi kejadian : Tempat kejadian tidak memungkinkan untuk melakukan tindakan lebih lanjut sehingga tindakan evakuasi diperlukan agar korban dapat diselamatkan dan tidak mengalami cidera yang lebih jauh lagi. 2. Prinsip – prinsip itu antara lain: 1. evaluasi terhadap kondisi korban yang ditemukan harus diperhatikan agar proses evakuasi dapat berjalan dengan lancar. Prinsip Dasar Evakuasi Dalam melakukan proses evakuasi terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan agar proses ini dapat berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan masalah yang lebih jauh lagi. C. Kondisi Korban Dalam melakukan evakuasi.Tujuan dari evakuasi korban adalah mengamankan korban serta memindahkan korban ke tempat pelayanan kesehatan agar mendapatkan perawatan dan pengobatan lebih lanjut.

Pengetahuan dan Keterampilan perorangan Pengetahuan yang dimiliki dan kemampuan dari orang yang akan melakukan proses evakuasi juga menjadi faktor penting karena dengan pengetahuan dan keterampilan ini semua masalah yang dapat timbul selama proses evakuasi dapat ditekan. E. d. Hal ini penting karena dengan adanya peralat yang memadai ini proses evakuasi dapat lebih dipermudah dan cidera lebih lanjut yang mungkin terjadi pada korban dapat lebih diperkecil kemungkinanannya. Bahan-bahan kimia yang berbahaya e. f. dengan keterampilan yang ada seseorang dapat melakukan evakuasi dengan alat seadanya. D. Bangunan tidak stabil. Mencari akses karena ingin mencapai g. Ledakan atau sesuatu yang akan meledak. Sebagai contoh. c. Dalam melakukan evakuasi. Peralatan Dalam melakukan suatu proses evakuasi penggunaan peralatan yang memadai perlu diperhatikan. Syarat Evakuasi 7 . Angkat Tubuh korban bukan tangan/kaki (alat gerak)  Jangan menambah parah kondisi korban 3. Penggunaan peralatan ini juga harus disesuaikan dengan kondisi medan tempat korban ditemukan. penderita lain yang membutuhkan pertolongan. b. Cuaca yang berbahaya. Ketika penyelamatan tidak dapat diberikan karena lokasi atau posisi penderita tidak memungkinkan. keselamatan penolong haruslah diutamakan. Indikasi a. Kebakaran atau sesuatu yang akan terbakar. 4.

dan keaadan umum korban dipantau terus. a. Perdarahan yang ada sudah diatasi dan dikendalikan. Jika korban memakai jaket . c. pegang melalui ketiak. Rute yang dilalui memungkinkan dan tidak membahayakan penolong dan korban.Syarat korban untuk dapat dievakuasi: a. kardus dsb. Penilaian awal sudah dilakukan lengkap.Bagian kemeja yang ditarik adalah bagian punggung belakang. Jika korban bisa duduk. F. Teknik Menarik Korban Teknik ini dapat digunakan untuk memindahkan korban dalam jarak dekat. Pegang jaket melalui bahunya dan angkat. Denyut nadi dan napas korban stabil dan dalam batas normal. Evakuasi Oleh Satu Penolong Sebelum melakukan pemindahan harus sudah dipastikan bahwa korban tidak mengalami cidera spinal. silangkan lengannya pada dada. lepaskan kancingnya. d. SOP (Standard Operational Procedur) 1. Anda jongkok di belakang korban. f. dan gegar otak. seperti kain selimut. Pastikan permukaan tanah cukup rata agar tidak menambah luka. b. Patah tulang yang ada sudah ditangani. dan tarik jaket ke bawah kepalanya. Mutlak tidak ada cidera. 1) Menarik kemeja korban (shirt drag) . 4) Mengusung melalui lorong sempit (fire fighter drag) 8 . Jika terlalu depan terdapat risiko kemeja lepas dan - mencekik korban. Pegang pergelangan tangan melalui ketiak dan angkat. 3) Menarik dengan selimut (blanket drag) Tempatkan bahan tertentu sebagai alas. dan - angkat. cidera tulang tengkorak. 2) Menarik ketiak korban (shoulder drag) .Letakkan tangan korban menyilang pada dadanya. e.

tetapi harus menopang keseluruhan berat badan korban. Cegah kepala korban agar tidak terseret di tanah dengan menggunakan satu tangan atau menggantungkannya. 1) Gendong punggung (piggy back carry) Untuk korban sadar tetapi tidak dapat berdiri. b. 3) Menjulang Teknik menjulang dilakukan untuk penolong satu orang dan diperlukan pergerakan yang cepat atau menempuh jarak jauh. Teknik Mengangkat Korban (Carry) Teknik ini dipakai untuk memindahkan korban dengan jarak sedang atau cukup jauh. dan tangan hanya dapat menggantung pasif ke leher penolong. Teknik Menopang (cruth) 1) Memapah 1 orang (one rescuer crutch) Jika masih dapat berjalan meskipun sedikit. Dengan teknik ini.Tangan korban diikat dan digantungkan di leher penolong. 2) Mengangkat depan/memapah (craddle carry) Korban yang sadar tetapi lemas. Tangan korban dirangkulkan di pundak penolong. dapat dipindahkan dengan mengendong korban di belakang penolong. tidak dapat berjalan. 9 . c. salah satu tangan penolong memegang pinggang korban untuk mengantisipasi jika korban pingsan atau mendadak lemas. maka korban dapat dibantu dengan memapahnya. Posisi tangan penolong dapat menopang pantat atau pengunci kedua lengan korban. Untuk itu pertimbangkan kekuatan angkat dan berat badan korban. Posisi ini akan membuat penolong lebih leluasa untuk bergerak. sebaiknya dipindahkan dengan cara membopong. penolong dapat sedikit lebih menghemat tenaga sebab tidak perlu membungkukkan badan.

Korban didudukkan dan tangannya disilangkan pada dada . Lengan saling memegang pergelangan tangan. Evakuasi Oleh Dua Penolong 1) Korban diangkat dengan menggunakan tangan sebagai tandu. bangkit pelan-pelan dan jalan bersama-sama. 2) Kursi dua tangan .Jingkokkan kedua sisi korban. 3) Mengangkat depan belakang . Lengan yang saling memegang - dibawa ke pertengahan paha korban Bergeraklah mendekati korban. dan penolong saling memegang pergelangan tangan. selipkan lengan melalui ketiak korban dan pegang pergelangan tangannya kuat-kuat 10 . punggung tetap lurus. silangkan lengan di punggung - korban dan pegang ikat pinggangnya Kedua lengan yang lain diselipkan bawah lutut korban.Jongkok di belakang korban.2.

Bekerja secara serentak. Pada aba-aba berikutnya semua jongkok dan meletakkan tandu hati-hati 11 . para pengangkat berhenti kalai ada aba-aba. Semua pengangkat jongkok dan memegang mengikuti aba-aba. Mengusung Korban Oleh 3 Penolong. dua berdiri di dekat kepala dan satu pada kaki 2) Seorang pengangkat berdiri di keempat ujung tandu. Cara mengangkat tandu: 1) Seorang pengangkat berdiri di keempat ujung tandu. a. Jika ada tiga orang. Jika ada tiga orang. bangkit pelan-pelan dan berjalan 4) Kursi pengangkut Mengusung korban dengan menggunakan kursi sebagai tandu 3. bangkit serentak dan berdiri memegang tandu secara rata 3) Aba-aba berikutnya semua pengangkat melangkahkan kaki sebelah dalam dengan langkah pendek 4) Untuk menurunkan korban. . dua berdiri di dekat kepala dan satu pada kaki.- Penolong jongkok di samping korban dan lengannya diselipkan di bawah paha korban.

Selimut Pengangkat 12 . Kekuatan tandu harus selalu dicoba dulu sebelum digunakan. 6. atau papan iklan. Cara mengangkat tandu yang baik Mengangkat dan menurunkan tidak boleh salah. Jika anda harus memindahkan korban ke tempat terlindung.. tongkat. tetapi sebaiknya ditunggu sampai bantuan dan peralatan khusus datang. rendahkan korban dan aturlah posisi atau pegangannya kembali jika perlu. pinggul. Tandu Buatan Sendiri Meskipun dalam keadaan darurat kita bisa membuat tandu. baik korban maupun anda sendiri. dan bahu dengan menggunakan peraturan berikut: 1) Tempatkan posisi kaki anda senyaman mungkin 2) Salah satu kaki agak ke depan 3) Posisi seperti ini berguna untuk menjaga keseimbangan 4) Tegakkan badan dan lekukkan lutut anda 5) Usahakan berat korban yang anda angkat dekat dengan anda 6) Bila anda mulai kehilangan keseimbangan. tandu dapat dibuat dari permukaan yang keras seperti pintu. Anda harus selalu menggunakan otot seperti paha. Dapat juga dengan menyisipkan tiang melalui lengan jaket. 4. lalu mulailah mengangkatnya 5.

Ujung yang di samping dipasang menyelimuti korban kemudian diselipkan dibawah badannya . Sementara wajah dibiarkan terbuka. sehingga penderita berbaring di atas papan tersebut e) Jika penderita sedang telentang maka ia akan dimiringkan dan papan diletakkan di atas punggungnya. Isi celah-celah kakinya dengan kain lunak.Selimut digulung menurut panjangnya sampai setengah dari lebarnya dan letakkan di samping korban. daun pintu juga dapat dipakai d) Jika penderita sedang tertelungkup. Dua pengangkat jongkok di kedua sisi korban pada tubuh dan kakinya. Tenangkan korban dan terangkan apa yang akan anda lakukan. Korban digulungkan ke arah selimut dan samping. Keempat pengangkat mengangkat korban serentak dengan cara mencondongkan badan kebelakang lalu meluruskan lutut. Korban digulingkan pada sisinya dan selimut digulung di bawah punggungnya. 7. penderita ditelentangkan kembali bersama-sama papan tersebut 13 .Lipat sisi lainnya dan selipkan ke dalam. atas. 8. Ikat kakinya dengan angka 8. Gulungan dipegang dengan kuat. letakkanlah papan tersebut pada punggung penderita dan telentangkanlah penderita bersama dengan papan tersebut. Gulungan selimut dibuka hingga korban tepat berbaring diatasnya. Kerjalah dengan sangat hatihati supaya penderita tidak lumpuh. hingga tertutup. Pengangkutan penderita patah tulang belakang a) Sekurang-kurangnya tiga orang harus menolong penderita b) Penderita tidak boleh dibalik-balikkan. Setelah itu. Ujung yang menggulung ditutup pada kakinya dan diselipkan dibawah pergelangan kaki. dan bawah tandu.Korban diletakkan ditengah tandu. Selipkan bagian atas selimut ke kepala dan leher korban. Menggunakan Satu Selimut: Selimut terbuka diletakan diagonal diatas tandu sehingga ujung-ujungnya mengantung di pinggir. juga di papan pada tempat celah tulang belakang c) Ambillah sebuah papan yang panjangnya kira-kira 2 meter dan lebarnya 30 cm. Terangkan apa yang akan anda lakukan.Selimut yang telah terbuka digulung kearah korban dengan erat dan gulungan ini sebagai pegangan bagi pengangkat.

14 .f) Kemudian dengan beberapa dasi lebar. badan dan kaki penderita diikatkan pada papan tersebut g) Bersama papan. Memiringkan dan membalikkan pendrrita harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan perlahan-lahan oleh sekurang-kurangnya tiga orang. penderita diletakkan diatas tandu.