You are on page 1of 65

Pengertian Alqur'an Kitab Suci Ummat Islam

Alqur'an adalah Firman Allah yang diturunkan kepada Nabi


Muhammad Shallahu 'Alaihi Wa Sallam yang berangsur angsur
dalam bahasa arab untuk mengalahkan musuh dengan satu
surah darinya,yang menerangkan hukum
hukum,'aqidah/i'tiqadiyah,nasehat dan lain lain dan menjadi
mukjizat buat Nabi Muhammad Shallahu 'Alaihi Wa Sallam dan
menjadi pegangan Ummat Nabi Muhammad Shallahu 'Alaihi
Wa Sallam
Alqur'an juga mempunyai beberapa nama yang sudah tawqifi
dan mempunyai banyak keutamaan keutamaan.
Hal ini juga sudah dijelaskan didalam alqur'an itu sendiri
diantaranya:
Alqur'an adalah firman Allah yang diturunkan/diwahyukan
kepada Nabi Muhammad Shallahu 'Alaihi Wa Sallam.
yang menjadi peringatan,sebagaimana firman Allah dalam
surat thaha ayat 2-3
artinya:
kami tidak menurunkan Alqur'an ini kepadamu agar kamu
menjadi susah.
tetapi sebagai peringatan bagi orang orang yang takut
(kepada allah)
Alqur'an menerangkan hukum hukum seperti kewajiban
melaksanakan shalat dan menunaikan zakat.
sebagaimana firman Allah dalam surat nisa' ayat 77
artinya:
dan mendirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat
Alqur'an diturunkan dengan bahasa arab dan tidak boleh
dibaca dan ditulis dengan bahasa ajam (bahasa selain bahasa
arab)
Allah berfirman dalam surat zukhruf ayat 3
artinya:
sesungguhnya kami menjadikan Alqur'an dalam bahasa arab
supaya kamu memahami (nya).
Alqur'an Dijaga langsung oleh Allah.
sebagaimana firman Allah dalam surat al-hijr ayat 9

artinya:
sesungguhnya kamilah yang menurunkan al-dzikro (Alqur'an )
dan sesungguhnya kami pulalah yang memeliharanya.
Pengertian Alqur'an Kitab Suci Ummat Islam
Al-Qur'an (bahasa Arab: al-Qurn) adalah kitab
suci berbahasa Arab yang Allah wahyukan kepadanabi
Muhammad melalui perantaraan Malaikat Jibril.
Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan
penutup wahyu Allah yang diperuntukkan kepada seluruh umat
manusia.
Etimologi
Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur'an berasal dari bahasa Arab
yang berarti "bacaan" atau "sesuatu yang dibaca berulangulang".
"Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur'an (di dalam
dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu
adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah
membacakannya, hendaklah kamu ikuti bacaannya". (AlQiymah 75:17-18)
Terminologi
Mayoritas ahli tafsir sepakat bahwa wahyu pertama yang diterima
oleh nabi Muhammad adalah surah Al-'Alaq ayat 1-5. Walaupun
hal demikian tidak tertulis secara langsung di Al-Qur'an.
3. Pengertian Al Qur'an menurut Para Ahli
Berikut ini pengertian al Qur'an menurut beberapa ahli :
a. Muhammad Ali ash-Shabuni
Al Qur'an adalah Firman Allah swt yang tiada tandingannya,
diturunkan kepada Nabi Muhammad saw penutup para nabi dan
rasul dengan perantaraan malaikat Jibril as, ditulis pada mushafmushaf kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir,
membaca dan mempelajari al Qur'an adalah ibadah, dan al
Qur'an dimulai dengan surat al Fatihah serta ditutup dengan surat

an Nas.
b. Dr. Subhi as-Salih
Al Qur'an adalah kalam Allah swt merupakan mukjizat yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad saw ditulis dalam mushaf
dan diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah
ibadah.
c. Syekh Muhammad Khudari Beik
Al Qur'an adalah firman Allah yang berbahasa arab diturunkan
kepada Nabi Muhammad saw untuk dipahami isinya, disampaikan
kepada kita secara mutawatir ditulis dalam mushaf dimulai surat
al Fatihah dan diakhiri dengan surat an Nas.
Dari beberapa pengertian tersebut, dapat kita simpulkan bahawa
al Qur'an adalah wahyu Allah swt. yang diturunkan kepada nabi
Muhammad saw dengan perantara malaikat jibril, disampaikan
dengan jalan mutawatir kepada kita, ditulis dalam mushaf dan
membacanya termasuk ibadah. Al Qur'an diturunkan secara
berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad saw selama kurang
lebih 22 tahun.

B. Isi Kandungan Alquran


Isi Kandungan Alquran : Aqidah, Ibadah, Akhlak, Hukum, Sejarah
& Dorongan Untuk Berfikir Garis Besar / Inti Sari Al-Quran
1. Aqidah / Akidah
Aqidah adalah ilmu yang mengajarkan manusia mengenai
kepercayaan yang pasti wajib dimiliki oleh setiap orang di dunia.
Alquran mengajarkan akidah tauhid kepada kita yaitu
menanamkan keyakinan terhadap Allah SWT yang satu yang tidak
pernah tidur dan tidak beranak-pinak. Percaya kepada Allah SWT
adalah salah satu butir rukun iman yang pertama. Orang yang

tidak percaya terhadap rukun iman disebut sebagai orang-orang


kafir. surat Al-Ikhlas, Ali Imran:32
2. Ibadah
Ibadah adalah taat, tunduk, ikut atau nurut dari segi bahasa. Dari
pengertian fuqaha ibadah adalah segala bentuk ketaatan yang
dijalankan atau dkerjakan untuk mendapatkan ridho dari Allah
SWT. Bentuk ibadah dasar dalam ajaran agama islam yakni
seperti yang tercantum dalam lima butir rukum islam.
Mengucapkan dua kalimah syahadat, sholat lima waktu,
membayar zakat, puasa di bulan suci ramadhan dan beribadah
pergi haji bagi yang telah mampu menjalankannya.
3. Akhlaq / Akhlak
Akhlak adalah perilaku yang dimiliki oleh manusia, baik akhlak
yang terpuji atau akhlakul karimah maupun yang tercela atau
akhlakul madzmumah. Allah SWT mengutus Nabi Muhammd SAW
tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbaiki akhlaq.
Setiap manusia harus mengikuti apa yang diperintahkanNya dan
menjauhi laranganNya. Adh Dhuhaa : 9-11
4. Hukum-Hukum
Hukum yang ada di Al-quran adalah memberi suruhan atau
perintah kepada orang yang beriman untuk mengadili dan
memberikan penjatuhan hukuman hukum pada sesama manusia
yang terbukti bersalah. Hukum dalam islam berdasarkan Alquran
ada beberapa jenis atau macam seperti jinayat, muamalat,
munakahat, faraidh dan jihad. al-Baqarah ayat 234
5. Peringatan / Tadzkir
Tadzkir atau peringatan adalah sesuatu yang memberi peringatan
kepada manusia akan ancaman Allah SWT berupa siksa neraka
atau waaid. Tadzkir juga bisa berupa kabar gembira bagi orangorang yang beriman kepadaNya dengan balasan berupa nikmat
surga jannah atau waaad. Di samping itu ada pula gambaran
yang menyenangkan di dalam alquran atau disebut juga targhib

dan kebalikannya gambarang yang menakutkan dengan istilah


lainnya tarhib.
6. Sejarah-Sejarah atau Kisah-Kisah
Sejarah atau kisah adalah cerita mengenai orang-orang yang
terdahulu baik yang mendapatkan kejayaan akibat taat kepada
Allah SWT serta ada juga yang mengalami kebinasaan akibat
tidak taat atau ingkar terhadap Allah SWT. Dalam menjalankan
kehidupan sehari-hari sebaiknya kita mengambil pelajaran yang
baik-baik dari sejarah masa lalu atau dengan istilah lain ikibar.
7. Dorongan Untuk Berpikir
Di dalam al-quran banyak ayat-ayat yang mengulas suatu
bahasan yang memerlukan pemikiran menusia untuk
mendapatkan manfaat dan juga membuktikan kebenarannya,
terutama mengenai alam semesta. li Imrn 191

Keistimewaan Dan Keutamaan Al-Quran Dibandingkan Dengan


Kitab Lain
1. Memberi petunjuk lengkap disertai hukumnya untuk
kesejahteraan manusia segala zaman, tempat dan bangsa.
2. Susunan ayat yang mengagumkan dan mempengarihi jiwa
pendengarnya.
3. Dapat digunakan sebagai dasar pedoman kehidupan manusia.
4. Menghilangkan ketidakbebasan berfikir yang melemahkan daya
upaya dan kreatifitas manusia (memutus rantai taqlid).
5. Memberi penjelasan ilmu pengetahuan untuk merangsang
perkembangannya.
6. Memuliakan akal sebagai dasar memahami urusan manusia
dan hukum-hukumnya.
7. Menghilangkan perbedaan antar manusia dari sisi kelas dan
fisik serta membedakan manusia hanya dasi takwanya kepada
Allah SWT.

AL-QURAN SEBAGAI MUKJIZAT


Dalam bahasa Arab, mukjizat berasal dari kata ajz yang berarti
lemah. Sedangkan ijazberarti membuktikan
kelemahan. Mujiz adalah sesuatu yang melemahkan atau
membuat yang lain menjadi lemah, tidak berdaya. Setiap
mukzijat biasanya turun untuk memberikan tantangan bagi
situasi zaman itu.
Keindahan gaya bahasa Al-Quran dan kerapihan susunan katanya
tidak dapat ditemukan pada buku-buku bahasa Arab apa pun
pada masa itu dan masa sesudahnya
Ayat-ayat yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan
ayat-ayat yang berhubungan dengan sejarah
AL-QURAN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP
Sebagai pedoman hidup, Al-Quran banyak mengemukakan
pokok-pokok serta prinsip-prinsip umum pengaturan hidup dalam
hubungan antara manusia dengan Allah dan mahluk lainnya.
Setiap Muslim diperintahkan untuk melakukan seluruh tata nilai
tersebut dalam kehidupannya (QS 2:208; QS 6:153; QS 9:51).
Sikap memilih sebagian dan menolak sebagian tata nilai itu
dipandang Al-Quran sebagai bentuk pelanggaran dan dosa (QS
33:36). Melaksanakannya dinilai ibadah (QS 4:69; QS 24:52; QS
33:71), memperjuangkannya dinilai sebagai perjuangan suci (QS
61:10-13; 9:41), mati karenanya dinilai sebagai mati syahid (QS
3:157,169), hijrah karena memperjuangkannya dinilai sebagai
pengabdian yang tinggi (QS 4:100, QS 3:195), dan tidak mau
melaksanakannya dinilai sebagai zalim, fasiq, dan kafir (QS
5:44,45,47). (viii)
AL-QURAN SEBAGAI KOREKTOR
Sebagai korektor, Al-Quran banyak mengungkapkan persoalanpersoalan yang dibahas oleh kitab-kitab suci sebelumnya,
semacam Taurat dan Injil yang dinilai tidak lagi sesuai dengan
ajaran yang telah diturunkan oleh Allah Swt. Ketidaksesuaian
tersebut menyangkut sejarah orang-orang tertentu, hukum-

hukum, prinsip-prinsip ketuhanan, dan sebagainya. (ix)


Ada beberapa contoh koreksian yang diungkapkan oleh Al-Quran
terhadap kitab-kitab terdahulu tersebut, antara lain:

Tentang ajaran Trinitas (QS 5:73)


Tentang Nabi Isa (QS 3:49,59; QS 5:72,76)
Tentang peristiwa penyaliban Nabi Isa (4:157-158)
Tentang Nabi Luth (QS 29:28-30; QS 7:80-84) perhatikan
(Genesis, 19:33-36)

Tentang Nabi Harun (QS 20:90-94) perhatikan (Keluaran,


37:2-4)

Tentang Nabi Sulaiman (QS 2:102; QS 27:15-44) perhatikan


(Raja-Raja, 21:4-5) dan sebagainya. (x)

Fungsi dan Peran Al-Quran (Sebagai petunjuk dan


mukjizat)
Fungsi dan Peran Al-Quran.
Banyak ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang fungsi dan
peranan dirinya bagi kehidupan umat manusia di dunia ini. Untuk
mengetahui fungsi dan peranan tersebut, seorang mukmin dan
muslim dituntut memahami isi kandungan Al-Quran. Apabila ingin
memahaminya dengan baik dan benar, maka kita harus mengerti
bahasa Arab secara integratif melalui belajar di sekolah,
pesantren atau mengaji di majlis-majlis taklim yang mengajarkan
Al-Quran dan tafsirnya.
Agar Al-Quran itu bisa berfungsi dan berperan dalam kehidupan
kita, maka setiap mukmin dan muslim harus berupaya dan
mewajibakan dirinya untuk membaca, memahami dan
mengamalkan ajaran-ajarannya. Atau dengan kata lain, Al-Quran
harus bisa dijadikan sebagai pedoman hidup atau way of life.
Inilah diantara fungsi dan peran Al-Quran yang akan kami
jelaskan berdasarkan fiman-firman-Nya :

1.

Al-Quran sebagai hudan.

Kata hudan di dalam Al-Quran memiliki berbagai pengertian.


Hudan bisa berarti petunjuk, pedoman, peraturan dan juga bisa
bermakna undang-undang. Mengapa bisa demikian ?
Ketika seseorang sedang mengendarai motor atau mobil di jalan
raya ia harus mengikuti peraturan dan petunjuk yang berkaitan
dengan rambu lalu lintas. Bagaimana jadinya jika ia tidak mau
mengikuti peraturan dan pentunjuk tersebut, seperti pada saat
melihat rambu lalu lintas berwarna merah, namun ia tetap
meneruskan menjalankan mobilnya ? Tentu akan terjadi
benturan dan tabrakan yang terus menerus. Demikian juga umat
manusia, pada saat menjalankan kehidupan yang serba komplek
di dunia ini, tentu sangat memerlukan peraturan dan petunjuk
agar mereka bisa hidup lebih baik dan tidak terjadi kekacauan.
Allah swt telah menciptakan langit, bumi dan berbagai macam
jenis makhluk lainnya. Diantara berbagai macam makhluk
tersebut ada yang bisa dilihat dengan panca indra dan ada juga
yang tidak bisa dilihat. Dan diantara mereka ada yang bergerak
secara dinamis dan ada juga yang tidak bergerak, statis. Seperti
gunung, batu, pohon, rumput, sungai, laut bisa dikatagorikan
sebagai makhluk yang tidak bergerak, statis. Sedangkan manusia
dan binatang ternasuk jenis makhluk yang bergerak dan dinamis.
Untuk menjaga keseimbangan dan kelangsungan kehidupan
mereka, khususnya manusia dan makhluk hidup lainnya, maka
diperlukan adanya petunjuk, pedoman, peraturan, atau undangundang yang mengatur kehidupan mereka. Untuk inilah, maka AlQuran diturunkan sebagai hudan (petujuk).
1.1.

Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia.

Suatu ketika Allah swt memanggil para malaikat, lalu berkata


kepada mereka bahwa Ia hendak menjadikan seorang
Khalifah(pemimpin) di muka bumi. Lalu para malaikat itu bertanya
: Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi,
padahal mereka akan membuat kerusakan dan penumpahan
darah di dalamnya. Keraguan malaikat itu dijawab oleh Allah
dengan mengatakan : Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang

tidak kamu ketahui. Dialog ini diabadikan oleh Allah dalam AlQuran :

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat :


Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di
muka bumi. Mereka berkata : Mengapa Engkau hendak
menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat
kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami
senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan
Engkau? Tuhan berfirman : Sesungguhnya Aku mengetahui apa
yang tidak mengetahui. (QS Al-Baqarah : 30).
Untuk mengatur kehidupan manusia agar tidak membuat
kerusakan dan melakukan penumpahan darah sesama mereka di
muka bumi ini, maka perlu adanya pedoman atau undangundang. Dan disinilah sesungguhnya Allah swt menurukan AlQuran yang berfungsi dan berperan sebagai hudan linnas
(petunjuk bagi manusia). Hal ini sesuai dengan firman-NYa :

Bulan ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan


(permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak
dan yang bathil). (QS Al-Baqarah : 185
1.2. Al-Quran sebagai hudan lil muslimin, mukminin dan muttaqin

Dalam surat Al-Baqarah ayat 185 telah dijelaskan bahwa Al-Quran


diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Pengertian manusia di
dalam Al-Quran ini bisa berarti seorang muslim, bisa juga berarti
non muslim. Tapi yang jelas, kata manusia masih bersifat umum,
siapa saja. Namun dalam surat dan ayat yang lain Allah swt
menjelaskan bahwa Al-Quran diturunkan secara khusus sebagai
petunjuk dan pedoman bagi orang-orang mukmin, muslim dan
muttaqin.
Diantara surat dan ayat yang menjelaskan bahwa Al-Quran itu
berfungsi dan berperan sebagai hudan (petunjuk) bagi orang
mukmin, muslim dan muttaqin adalah sebagai berikut :

Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran


dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang
berada dalam) dada dan petunjuk (pedoman) serta rahmat bagi
orang-orang yang beriman.(QS Yunus : 57).
Dalam ayat yang lain.

Dan kami turunkan Al-Kitab(Al-Quran) untuk menjelaskan segala


sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi
orang-orang yang berserah diri(muslimin). (QS An-Nahl : 89).
Dan dalam ayat yang lain.

doxycycline acne buydoxycycline for sale usa Kitab (Al-Quran)


ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang
bertaqwa. (QS Al-Baqarah : 2 ).
Al-Quran sebagai mukjizat.
Al-Quran disamping sebagai petunjuk juga berfungsi sebagai
mukjizat. Mukjizat berasal dari kata ajaza yujizu mujizatun
yang berarti yang melemahkan. Dengan kata lain bahwa AlQuran diturunkan untuk melemahkan kafir Quraiys, khususnya
para pembesar dan para ahli syiir yang telah membanggakan diri
mereka dengan syiir-syiirnya dan juga kehadirannya sebagai
bukti kebenaran Muhammad saw sebagai Rasulullah.
Banyak dikalangan pemuka kafir quraiys dan para penyairnya
yang mengingkari ajaran-ajaran yang dibawa Rasulullah saw,
akan tetapi mereka sangat mengagumi keindahan dan kehalusan
susunan bahasa Al-Quran. Diantara pemuka dan penyair kafir
Quraiys yang kagum namun mereka mengingkari ajaran Islam
adalah 1. Walied bin Mughirah 2. Utbah bin Rabiah dan 3.
Nadhar bin Harits.
arimidex liquid for saleAnastrozole generic cost
Utbah bin Rabiah adalah seorang pemuda Quraiys yang gagah
berani, pandai berpidato, lancar berbicara dan cakap berbantah.
Ketika ia diutus oleh para pemuka Quraisy untuk memperdayakan
Nabai saw, maka setelah dibacakan ayat-ayat Al-Quran oleh Nabi
saw seketika itu ia berkata : Cukuplah, cukuplah sekian dulu ya
Muhammad dan cukuplah sekian saja. Janganlah engkau
teruskan. Aku minta hendaknya engkau menerangkan dan
berbicara yang selain itu!. Dan dalam waktu yang lain ia
berkata : Demi Allah, aku selama hidup belum pernah
mendengar perkataan yang seperti perkataan Muhammad.
Perkataannya akan saya anggap syiir bukan syiir. Lantaran ia

memang bukan tukang syiir, dan akan saya anggap perkataan


tukang tilik, ia bukan tukang tilik, dan saya akan anggap
perkataan orang gila, ia bukan orang gila. Lantaran itu, aku
tidaklah dapat menjawab perkataan yang diucapkan oleh
Muhammad sepatah katapun.
Diantara ayat-ayat yang menunjukan kemukjizatan Al-Quran
adalah :
zyban cheap zyban generic

stromectol without prescriptionStromectol 3 mg


tablets Katakanlah : Sesungguhnya jika manusia dan jin
berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Quran ini, niscaya
mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia,
sekalipun sebagian menjadi pembantu bagi sebagian yang
lain. (QS Al-Israa : 88)

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Quran yang


kami wahyukan kepadpa hamba Kami (Muhammad), buatlah satu
surat (saja) yang semisal Al-Quran itu dan ajaklalh ajaklah
penolongmu selain Allah, jika kamu orang yang benar. (QS AlBaqarah : 23).
Saat ini, ada sebagian kelompok yang meragukan kebenaran isi
Al-Quran. Jika anda berjumpa dengan seseorang atau
sekelompok manusia yang meragukan kebenaran dan
keontentikan Al-Quran, sebaiknya anda tanyakan kepada orang

tersebut dan suruhlah mereka untuk membuat satu ayat atau


satu surat semisal Al-Quran.

13 Bukti Al-Quran Mukjizat yang Bertubi-tubi

NURUL ISLAM

81 Comments
Facebook Twitter

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda


(kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka
sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah
benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi
saksi atas segala
sesuatu? (Fushilat 41 : 53)
Qur'an bukan Kitab
Pengetahuan (Science) Tapi
didalam Qur'an, science sudah
termasuk di dalamnya. Kini Para
Scientist dr seluruh dunia
(terutama dari Eropa &
Amerika) mulai membaca &
menyelidiki alam ini melalui
Qur'an. Di dalam Qur'an
terdapat beberapa tanda & ilmu yg beberapa diantaranya

mengenai Astronimi, Fisika bahkan Biologi. Termasuk bagaimana


Alam Semesta ini diciptakan, Manusia diciptakan, hingga struktur
dari Atmosfir.
Berikut ini 13 dari banyak bukti Al-Quran itu Firman Allah Mukjizat
nabi yang terus datang padahal Nabi dan Rosulullah Muhammad
saw (pemilik Mukjizatnya) telah tiada 14 abad silam, sebuah
mukjizat yang hanya ada pada Muhammad tidak terhadap Nabinabi lainnya, dimana Nabi yang lain mukjizatnya kini hanya
tinggal ceritra tanpa kita bisa menyaksikannya.
Untuk apa Allah swt menurunkan Al-Quran?
Allah swt menurunkan Al-Quran untuk menjadi petunjuk bagi
manusia. Al-Quran adalah kitab petunjuk, bukan kitab kedokteran
atau teknik, bukan kitab astronomi atau kimia yang menghimpun
berbagai informasi ilmiah ilmu-ilmu tersebut. Sekali lagi ia hanya
kitab hidayah ilahi bagi perilaku manusia.
BACALAH INI MUKJIZAT NABI KITA MUHAMMAD SAW :
1. PILOT / ASTRONOT SESAK DADA

Ketika beberapa orang Pilot ditanya bagaimana perasaan dia


ketika terbang atau menambah ketinggiannya?
Mereka akan menjawab,
Kami merasakan semakin sesaknya dada kami setiap kali mereka
menambah ketinggian di udara sampai-sampai kami merasa
tercekik karena tak mampu bernafas akibat semakin

berkurangnya kadar oksigen. Realita ini belum diketahui


sebelumnya, orang menganggap bahwa udara tersedia sampai ke
planet-planet dan bintang-bintang yang ada di langit.
Satu hal yang Ajaib.. Jaman Nabi Muhammad belum ada yang
namanya PILOT, akan tetapi coba maknai ayat Al-Quran berikut
ini :
Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan
kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk
(memeluk agama) Islam. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah
kesesatannya niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi
sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah
Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak
beriman. (Al-Anam 6 : 125).
PENJELASAN :
Barangsiapa berhak disesatkan Allah swt karena amal-amalnya
yang buruk dan permusuhannya terhadap Islam, maka Allah swt.
menjadikan dadanya sempit bila mendengar mauizhah (nasihat)
yang mengingatkannya tentang kebenaran Islam seperti
sempitnya dada orang yang naik ke langit. Hal ini tidak diketahui
manusia yang tidak beriman sebelum mereka menggunakan
pesawat terbang. Lalu apakah Nabi Muhammad saw. memiliki
pesawat khusus untuk menyampaikan informasi ini? Atau apakah
yang disampaikan semata wahyu yang berasal dari ilmu Allah
swt?!
2. PUSAT PERASA DI KULIT
Dulu orang percaya bahwa saraf perasa terdapat di seluruh tubuh
dengan kepekaan yang sama. Namun ilmu pengetahuan modern
mengungkap kekeliruan ini, ternyata pusat kepekaan terhadap
rasa sakit dan lainnya terletak pada kulit di mana jarum suntik
hanya terasa sakit pada kulit.

akan tetapi Al-Quran menyebutkan hakikat ini sebelum


penemuan para ahli (padahal Muhammad bukan seorang yang
mengerti kedokteran), perhatikan bunyi ayat di bawah ini :
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami,
kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali
kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang
lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana. (An-Nisa 4 : 56)
PENJELASAN :
Perasaan sakit menerima azab terpusat pada kulit mereka dan
apabila kulit itu telah hangus matang mereka tidak merasakan
azab lagi. Oleh karenanya, Allah swt. Yang Maha Mengetahui
ciptaan-Nya menggantinya dengan kulit yang baru agar mereka
tetap merasakan azab.
Apakah Muhammad saw memiliki alat-alat bedah khusus untuk
mengetahui informasi ini?
Atau apakah ini hanyalah bukti bahwa Al-Quran adalah firman
Allah yang diturunkan dengan ilmu-Nya?
3. Nebula (teory BIG BANG)
Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi mawar merah
seperti (kilapan) minyak. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah
yang kamu dustakan? Q.S. Ar Rahmaan:37-38)
Nebula yang dikenal dengan teory ledakan besar (BIG BANG)
adalah kumpulan 100 milyar galaksi yang berbentuk seperti
bunga mawar.
4. Kesempurnaan Di Alam Semesta

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekalikali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah
sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang,
adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian
pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali
kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan
penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah. (QS. Al Mulk: 3-4)
Di alam semesta, miliaran bintang dan galaksi yang tak terhitung
jumlahnya bergerak dalam orbit yang terpisah. Meskipun
demikian, semuanya berada dalam keserasian. Bintang, planet,
dan bulan beredar pada sumbunya masing-masing dan dalam
sistem yang ditempatinya masing-masing. Terkadang galaksi
yang terdiri atas 200-300 miliar bintang bergerak melalui satu
sama lain. Selama masa peralihan dalam beberapa contoh yang
sangat terkenal yang diamati oleh para astronom, tidak terjadi
tabrakan yang menyebabkan kekacauan pada keteraturan alam
semesta.
5. Orbit
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari
dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam
garis edarnya. (QS. Al Anbiya: 33)
Bintang, planet, dan bulan berputar pada sumbunya dan dalam
sistemnya, dan alam semesta yang lebih besar bekerja secara
teratur. Semuanya bergerak pada orbit tertentu.
6. Perjalanan Matahari

Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah


ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS.
Yasin:38)
Berdasarkan perhitungan para astronom, akibat aktivitas galaksi
kita, matahari berjalan dengan kecepatan 720.000 km/jam
menuju Solar Apex, suatu tempat pada bidang angkasa yang
dekat dengan bintang Vega.
7. Bumi dilapisi oleh Atmosfir sebanyak Tujuh Lapis utk
melindungi Bumi.
Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula
bumi. (QS. Ath-Thalaq:12)
Atmosfer bumi ternyata terbentuk dari tujuh lapisan. Berdasarkan
Encyclopedia Americana (9/188), lapisan-lapisan yang berikut ini
bertumpukan, bergantung pada suhu, yaitu lapisan troposfer,
stratosfer, mesosfer, termosfer, ionosfer, eksosfer, dan
magnetosfer.
8. Gunung Mencegah Gempa Bumi
Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan
Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya
bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan
memperkembangbiakkan padanya segala macam jenis binatang.
(QS. Luqman:10)
Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan
dan gunung-gunung sebagai pasak? (QS. An-Naba:7)
Informasi yang diperoleh melalui penelitian geologi tentang
gunung sangatlah sesuai dengan ayat Al Quran. Salah satu sifat
gunung yang paling signifikan adalah kemunculannya pada titik
pertemuan lempengan-lempengan bumi, yang saling menekan
saat saling mendekat, dan gunung ini mengikat lempengan-

lempengan tersebut. Dengan sifat tersebut, pegunungan dapat


disamakan seperti paku yang menyatukan kayu.
Selain itu, tekanan pegunungan pada kerak bumi ternyata
mencegah pengaruh aktivitas magma di pusat bumi agar tidak
mencapai permukaan bumi, sehingga mencegah magma
menghancurkan kerak bumi.
9. Air Laut Tidak Saling Bercampur
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian
bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh
masing-masing. (QS. Ar-Rahman:19-20)

Pada ayat di atas ditekankan bahwa dua badan air bertemu,


tetapi tidak saling bercampur akibat adanya batas. Bagaimana ini
dapat terjadi? Biasanya, bila air dari dua lautan bertemu, diduga
airnya akan saling bercampur dengan suhu dan konsentrasi
garam cenderung seimbang. Namun, kenyataan yang terjadi
berbeda dengan yang diperkirakan. Misalnya, meskipun Laut
Tengah dan Samudra Atlantik, serta Laut Merah dan Samudra
Hindia secara fisik saling bertemu, airnya tidak saling bercampur.
Ini karena di antara keduanya terdapat batas. Di Selat Gibraltar
lebih terlihat lagi. Antara air di Selat Gibraltar dengan Laut
Mediteran terdapat perbedaan warna yang jelas yang menjadi
batas antara keduanya.
10. Dua Kode Dalam Besi

Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang


hebat dan berbagai manfaat bagi manusia. (QS. Al Hadid:25)

Ayat ini melibatkan dua kode matematika yang sangat menarik.


Al Hadid (besi) adalah surat ke-57 di dalam Al Quran. Nilai
numerik (dalam sistem Abjad Arab, setiap huruf memiliki nilai
numerik) huruf-huruf dari kata Al Hadid jumlahnya sama dengan
57, yakni nomor massa besi. Nilai numerik (Abjad) dari kata
Hadid (besi) sendiri, tanpa penambahan al, jumlahnya 26,
yakni nomor atom besi.
11. Black Hole
Aku bersumpah dengan bintang-bintang yang tak tampak. Yang
bergerak sangat cepat (QS.At-Takwir ayat 15 dan 16)

Black hole adalah planet yang ditandai dengan densitas yang


tinggi dan gravitasi yang kuat, tempat zat dan semua bentuk
energi termasuk cahaya tidak mungkin lepas dari perangkapnya.
Disebut lubang hitam karena ia sangat gelap tak terlihat, dengan
kecepatan geraknya diperkirakan mencapai 300.000 km per
detik. Black holes dianggap sebagai fase tua kehidupan bintang,
yang didahului ledakan dan zatnya kembali menjadi nebula.
12. Tanah terendah di Bumi

Bangsa Romawi telah dikalahkan, di negeri yang terdekat


(terendah) dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang
(QS. Ar-Rum ayat 2 dan 3)

Fakta menarik telah ditemukan baru-baru ini, dengan bantuan


gambar satelit, adalah daerah sekitar Laut Mati (terletak di Great
Rift Valley) memiliki ketinggian terendah di Bumi. Bahkan, titik
terendah di bumi adalah garis pantai Laut Mati, dengan
ketinggian sekitar 400 meter di bawah permukaan laut.
Oleh karena itu menjadi jelas bahwa wilayah Rift Valley di sekitar
Laut Mati adalah apa yang dimaksud dalam Quran dengan "tanah
terendah." Ini adalah keajaiban dari Quran karena tidak ada yang
bisa mengetahui atau meramalkan fakta tersebut di abad ke-7
karena satelit dan teknologi modern tidak tersedia pada saat itu.
Sekali lagi, satu-satunya penjelasan yang mungkin adalah bahwa
Nabi Muhammad SAW telah benar-benar menerima wahyu dari
Allah, Sang Pencipta Alam semesta.
13. Alam semesta Berkembang
Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan Kami, dan Kami
benar-benar meluaskannya (QS.Ad-Zariyat 51 : 47)

Alam semesta ini telah dan akan berkembang / bergerak terusmenerus. Pada awal abad 20, scientis dari Russia, Alexander
Freakman dan astronomist Belgia, George L, mengemukakan dan
mengkalkulasikan melalui jarak & hitungan angka dan
mengeluarkan teori bahwa alam semesta itu bergerak. Fakta ini
dibuktikan kembali oleh para ahli pada tahun 1929 dengan
teleskop oleh Edwin Hubble, astronomi Amerika mengemukaan
bahwa bintang2 dan galaksi bergerak saling mendekati atau
menjauhi.
Dan masih banyak bukti lain yang belum sempat saya posting
saat ini.
Wallohualm

100 Mukjizat AlQuran Dan Hadist (Bag I)


Oleh Muhammad Al-Ansyari.
Segala Puji Hanya Milik Allah Ajjawazala Yang Telah Mengutus
Seorang Nabi Yang Cahaya kemilau-Nya Menerangi timur dan
barat
Dialah Muhammad Bin Abdullah Yang Sebutan namanya adalah

obat bagi hati Dan indah Senyumnya adalah penyejuk pandangan


Tidaklah ia (Muhammad Bin Abdullah) Tertawa Melainkan bunga
bermekaran Karena gembira akan berkah yang mereka dapat
Setiap makhluk mengetahui dengan pasti Bahwa ia (Muhammad)
adalah sumber kebahagiaan sejati
Dialah (Muhammad) hamba
teristimewa Yang batu dan pepohonan mencintainya Di undang
dengan penuh cinta Menghadap Maha Raja alam semesta (Allah
Ajjawazala)
Dialah (Muhammad) yang membuat rembulan iri Karena cahaya
wajahnya adalah yang paling berseri Dialah (Muhammad)manusia
paling dermawan Tiada yang meminta kecuali telah terpenuhi
segala keperluannya.
Dialah (Muhammad) adalah Ayah dan sahabat Serta guru dan
pemimpin yang tiada duanya Beruntunglah mereka yang
memandang keindahannya Dan mencintai serta merindukannya .
Sungguh ia (Muhammad) pun mencintai Dan merindukan segenap
pecintanya Tiada lah terputus doanya untuk Kita Sedangkan ia
(Muhamad) adalah Sebaik baik pendoa
Maka sholawat dan salam terbaik selalu untuknya Juga keluarga
dan sahabatnya Tak terkecuali para pecintanya Sampai waktu
mengumpulkan
kita bersamanya Amin.
Berikut Penulis Sajikan 100 Mukjizat Sederhana Rasul Yang
Terbukti Benar Menurut Sains Dan ilmiah Yang Penulis Kutip Dari
Beberapa Sumber Dan Ilmu Kedokteran Dengan Tujuan
Mengungkap Kebenaran Dan Kerasulan Muhammad Serta
Menumbuhkan Ketaqwaan kita Kepda Allah Ajjawazala Dan Cinta
Kita Atas Sosok Yang Mulia Ini(Muhammad Bin Abdullah)

Allah says : We will show them our signs in the universe and in
their own selves, until it becomes manifest to them that
this[Quran ] is the truth.
Firman Allah Ajjawazala.
Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, buktibukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri
mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran
ini suatu kebenaran.Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu
menyaksikan segala sesuatu. (QS Fushshilat : 53)
"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ? Kalau
kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka
mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (Al Qur'an,
4:82)
"Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang
diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi
rahmat." (Al Qur'an, 6:155)
"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka
barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan
barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir." (Al Qur'an, 18:29)
"Sekali-kali jangan(demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan
itu adalah suatu peringatan, maka barangsiapa yang
menghendaki, tentulah ia memperhatikannya." (Al Qur'an, 80:1112)
Berikut Mukjizat AlQuran Dan Hadits Yang Terbukti Benar Menurut
Sains Dan Ilmiah

Mukjizat Ke-1 : (Penciptaan Manusia dari air mani)


Allah swt telah menceritakan proses penciptaan manusia di dalam

Al-Qur'an secara rinci. Allah berfirman dalam surat Al-Mukminun;


. .



Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu
saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu
air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu
segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal
daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu
Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia
makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah,
Pencipta Yang Paling Baik. (Al-Mukminun : 12-14)
Dokter kandungan paling hebat di dunia membuktikan bahwa
semua yang disebutkan di dalam Al-Qur'an dan hadits-hadits
Rasululullah saw tentang proses penciptaan manusia adalah
sesuai dengan yang ditemukan pada ilmu modern.
Inilah cendikiawan paling besar dalam ilmu kandungan, doktor
Kanada, Keith Moore. Dia memiliki sebuah buku yang
diterjemahkan ke dalam delapan bahasa; dipelajari di kebanyakan
universitas-universitas dunia. Dia menyampaikan pidato dengan
tema, Keselarasan Ilmu Kandungan dengan sesuatu yang
Terdapat dalam Al-Qur'an dan As-Sunah di Universitas al-Malik
Faishal. Dia berkata, Sesungguhnya ilmu pengetahuan ini, yang
terdapat dalam Al-Qur'an datang kepada Muhammad dari sisi
Allah, sebagaimana juga memberikan bukti kepadaku bahwa
Muhammad adalah pasti seorang rasul yang diutus dari sisi
Allah. Dia juga berkata dalam pidatonya, Manusia ketika
pertama kali diciptakan dalam perut ibunya berbentuk segumpal
darah, kemudian setelah itu ciptaannya meningkat menjadi
segumpal daging, kemudian berubah menjadi tulang-belulang,
dan kemudian dibungkus dengan daging,. Semua yang kami
dapatkan dalam penelitian-penelitian kami, maka kami

mendapatkannya tertera di dalam Al-Qur'an.


Seorang doktor Amerika, professor dalam bidang ilmu kandungan
berkata pada muktamar yang diselenggarakan oleh Kerajan Arab
Saudi di Riyadh, Nash-nash Al-Qur'an memaparkan rincian yang
lengkap bagi proses pertumbuhan manusia, dimulai semenjak
tahap setetes mani sampai tahap pertumbuhan menjadi tulang
dan tubuh. Dan katanya, Belum ada dalam sejarah manusia,
ditemukan paparan tentang proses pertumbuhan manusia yang
gamblang seperti ini.

Mukjizat Ke-2 (Manusia Bersumber dari Tulang Sulbi)


Para dokter ilmu kandungan menemukan, bahwa dasar
diciptakannya manusia bersumber dari tulang sulbi, yaitu tulang
belakang laki-laki dan tulang dada perempuan, yaitu tulang rusuk
perempuan. Penemuan ini selaras dengan yang diberitakan Allah
dalam Al-Qur'an dalam surat Ath-Thariq. Dia berfirman;

. .
Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia
diciptakan? Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, yang keluar
dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan
( Ath-Thariq: 5-7)

Mukjizat ke-3 (Janin Berada dalam 3 Kegelapan)


Para dokter ilmu kandungan menemukan bahwa janin ketika
masih berada dalam kandungan dilapisi oleh tiga selaput yang
melindunginya dari air yang berasal dari luar, dan dari panas
serta cahaya, dan dinamakan dengan tiga kegelapan.

Penemuan ini selaras dengan apa yang digambarkan Allah


tentang proses penciptaan dalam surat Az-Zumar. Dia berfirman,


Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian
dalam tiga kegelapan. (Az-Zumar 6)

Mukjizat Ke-4 (Manusia diciptakan dalam Beberapa Tahapan)


Allah swt berfirman,
.
Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? Padahal Dia
sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa
tingkatan kejadian (Nuh : 13-14)
Syaikh az-Zandani berkata, Kami bertemu dengan seorang
professor Amerika bernama Marshal Johnson. Kami berkata
kepadanya, Disebutkan dalam Al-Qur'an bahwa manusia
diciptakan dalam beberapa tahap.
Dia menjawab, Saya memiliki jawaban, hal ini hanya ada tiga
kemungkinan:
Pertama : Bahwa Muhammad memiliki mikroskop raksasa yang
membuatnya mampu mengkaji perkara-perkara ini.
Kedua : Bahwa itu terjadi secara kebetulan.
Ketiga : Bahwa Muhammad adalah utusan dari sisi Allah.

Mukijzat Ke-5 (Tidak Semua Sperma Membuahi Sel Telur)


Para dokter ahli menemukan bahwa hanya sebagian kecil dari
mani yang akan menjadi janin, dan bahwa satu pancaran mani
mengandung seratus sampai delapan ratus juta sperma. Dan
bahwa satu sperma saja mampu membuahi sel telur.
Pengetahuan ini belum ditemukan kecuali setelah abad kedua
puluh.
Rasulullah saw memberitakan pengetahuan ini dalam hadits yang
diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Said Al-Khudri,
dia bertutur,Rasulullah saw ditanya tentang berjimak dengan
mengeluarkan mani di luar vagina istri (azl). Maka beliau
bersabda,

Tidaklah semua air mani menjadi seorang anak. Jika Allah
berkehendak menciptakan sesuatu, maka tiada suatu pun yang
mencegahnya.

Mukjizat Ke-6 (Jenis Kelamin Berasal dari Air Mani Laki-laki)


Setelah ditemukannya mikroskop elektronik, maka para pakar
ilmu kandungan tahu bahwa jenis kelamin laki-laki dan jenis
kelamin perempuan janin ada dalam mani, bukan dalam sel telur.
Mereka menyebutkan bahwa mani dengan salah satu jenisnya (X)
atay (Y), dialah yang bertanggung jawab menentukan jenis
kelamin janin. Al-Qur'an memberitakan pengetahuan ini lewat
lisan Rasulullah saw. Allah berfirman,


.

Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan

pria dan wanita. dari air mani, apabila dipancarkan ( An-Najm :


45-46)

Mukjizat Ke-7 (Manusia Diciptakan dari Percampuran Mani Lakilaki dan Perempuan)
Mayoritas ilmuwan memberikan gambaran bahwa manusia
dibungkus dalam mani, dan membesar di dalam rahim seperti
pohon yang kecil. Manusia tidak ada yang tahu bahwa janin
diciptakan dari percampuran antara sperma laki-laki dan sel telur
perempuan, kecuali pada awal abad kedua puluh.
Dan kita dapatkan Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasulullah saw
telah menyebutkannya secara ilmiah dan rinci bahwa manusia
diciptakan dari campuran mani laki-laki dan mani perempuan
yang dinamakanNya Mani yang bercampur. Allah swr berfirman
dalam surat Al-Insan


Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes
mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan
perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar
dan melihat. (Al-Insan : 2)
Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad terdapat jawaban
Rasulullah saw terhadap seorang Yahudi ketika bertanya
kepadanya, dari apa manusia diciptakan? Beliau bersabda,

Wahai orang Yahudi, (setiap manusia) diciptakan dari campuran
mani laki-laki dan mani permpuan.

MUKJIZAT TENTANG PENCIPTAAN LANGIT

Mukjizat Ke-8 (Teori Big Bang)


Para astronom menemukan (ilmu pengetahuan) bahwa pada
awalnya langit dan bumi saling melekat menjadi satu, kemudian
keduanya terpisah dari yang lain. Penemuan ini dinamakan
dengan teori Ledakan Dahsyat (Big Bang) yang berbunyi, Pada
mulanya alam berbentuk massa yang sangat tebal, berkilau dan
sangat panas. Kemudian akibat pengaruh tekanan dahsyat yang
datang dari suhu panasnya yang sangat tinggi maka terjadilah
ledakan dahsyat yang meledakkan massa gas tadi dan
melemparkan kepingan-kepingannya ke seluruh penjuru. Bersama
berjalanya waktu, maka terbentuk planet-planet dan bintangbintang.
Pada tahun 1989 M, satelit Amerika (NASA) mengirim data-data
yang mengokohkan teori ledakan Dahsyat, dan sebelumnya pada
tahun 1986 M, Stasiun Antariks Uni Soviet juga mengirimkan
data-data yang mengokohkan teori ledakan dahsyat ini.
Penemuan ini baru dilihat oleh orang-orang kafir pada masa kita
sekarang ini, sementara Allah telah memberitakannya di dalam
Al-Qur'an al-Karim bahwa orang-orang kafir akan menyaksikan
pengetahuan ini. Allah swt berfirman dalam surat Al-Anbiya,


"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui
bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu
yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya (Al-Anbiya :
30)

Dalam tafsir Al-Qur'an disebutkan, kata maksudnya : melekat


(padu).

Mukjizat Ke-9 (Langit Melewati Periode Kabut)


Para astronomi mengatakan bahwa langit melewati periode dalam
bentuk kabut. Inilah yang direkomendasikan oleh ilmu
pengetahuan akhir-akhir ini. Mereka mengatakan. Buktinya,
pergilah ke salah satu teropong dan arahkan pandangan mata
kalian ke arah langit, kalian akan menemukan kabut di langit, sisa
kabut membentuk bintang-bintang dan planet-planet sampai
masa kita sekarang ini. Dan Allah telah memberitakan
pengetahuan ini di dalam Al-Qur'an dalam surat Fushshilat, Dia
berfirman,




"Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu
masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada
bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan
suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang
dengan suka hati".(Fushshilat : 11)

Mukjizat Ke-10 (Langit yang Meluas)


Para ahli astronomi menemukan bahwa langit semakin hari
semakin meluas, dan di Amerika penemuan ini dipublikasikan
lewat media-media masaa. Para ilmuwan menyaksikan lewat
teleskop bahwa dunia yang kita tempati ini adalah bentuk yang
terus-menerus meluas. Oleh karena itu, benda-benda langit
semakin menjauh dari kita (bumi), begitu juga antara benda
langit yang satu dengan benda langit yang lain, dengan

kecepatan yang kadang-kadang mendekati kecepatan cahaya.


Dan Al-Qur'an telah menggambarkan hakikat ini secara jelas.
Silahkan lihat dalam ayat yang mulia, Allah swt berfirman,

Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan
sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. (Adz-Dzariyat
47)

Mukjizat Ke-11: (Tentang Penciptaan Bintang)


Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman,
.
Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintangbintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar
kalau kamu mengetahui, (Al-Waqiah : 75-76)
Kenapa Rabb kita Yang Maha Suci dan Maha Tinggi bersumpah
dengan tempat peredaran bintang?
Setelah pengetahuan manusia maju, tampaklah apa yang
diberitakan Allah SWT lewat lisan Rasulullah SAW dalam
penemuan ini.
Para ilmuwan berkata, Tempat peredaran bintang-bintang
merupakan perkara yang agung bagi manusia. Jarak antara bumi
dan matahari diperkirakan sekitar 150.000.000 km. bintang yang
berjarak paling dekat dengan kita yang berada di luar gugusan
matahari (Alpha Centaurus) diperkirakan berjarak sekitar 4,3 kali
kecepatan cahaya, sementara satu tahun kecepatan cahaya
diperkirakan sekitar 9.500.000 km. sehingga jika cahaya keluar

darinya, maka cahaya tersebut baru akan sampai kepada kita


setelah lebih dari lima puluh bulan. Dalam jangka waktu itu
bintang tersebut telah bergerak bergeser dari tempatnya dengan
jarak yang jauh sekali. Ilmu pengetahuan menyatakan bahwa
apabila manusia memandang bintang secara langsung, niscaya
dia akan kehilangan penglihatan.
Karena bintang yang kita lihat pada kegelapan langit, hanyalah
tempat peredaran yang dilalui bintang.

Mukjizat Ke-12 : (Black Holes)


Rabb kita Yang Maha Suci dan Maha Tinggi bersumpah dengan
bintang-bintang. Dia berfirman.
.
"Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang (yang
bersembunyi (di siang hari), Yaitu bintang-bintang yang beredar
dan menyapu. (At-Takwir : 15-16)
Ayat ini menggambarkan kita bahwa di antara bintang-bintang
yang ada di langit adalah bintang-bintang yang menyapu, dan
para ahli astronomi telah menyebutkan hal itu. Seorang ilmuwan
Amerika menggambarkan bintang-bintang black holes dengan
ungkapannya, Ini adalah penyapu-penyapu raksasa langit yang
menghisap, yang tinggi, dan pemakaian Al-Quran Al-Karim bagi
bintang-bintang ini dengan istilah bintang yang beredar dan
menyapu adalah lebih mengena.

Mukjizat ke-13 : (Siang dan Malam)

Ilmu modern telah menyingkap bahwa malam menutupi bumi dari


segala penjuru, dan menyerupai lapisan tipis yang mirip seperti
kulit. Apabila bumi berputar, maka pada siang hari lapisan tipis
tersebut lepas. Sehingga dengan perputaran ini terjadi pengulitan
siang dari malam. Allah telah menggambarkan penemuan ini
dalam ayat berikut. Allah SWT berfirman:

"Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka
adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka
dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan." (Yaasin :
37)

Mukjizat Ke-14 : (Pandangan yang Semakin Kabur)


Allah SWT berfirman:

.
"Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah
satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke
atasnya, tentulah mereka berkata: "Sesungguhnya pandangan
kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang orang yang
kena sihir."" (Al-Hijr : 14-15)
Ketika para astronot telah keluar dari batas terang dan masuk ke
dalam kegelapan alam, mereka pasti mengatakan sesuatu yang
hampir sama dengan ungkapan ayat Al-Qur'an tanpa mereka
ketahui.


"Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan" (Al-Hijr :

15). Penemuan ini selaras dengan yang diberitakan Rasulullah


SAW.

Mukjizat Ke-15 : (Pintu-pintu Langit )


Belakangan, para ilmuwan membuktikan bahwa langit tidaklah
hampa, akan tetapi merupakan bangunan kokoh berisikan
material dan energi, dan tidak mungkin diterobos kecuali melalui
pintu-pintu yang dibuka. Dan inilah yang disebutkan oleh AlQur'an di sela-sela ayat ini. Allah SWT berfirman :

"Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah
satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke
atasnya," (Al-Hijr : 14)

Mukjizat Ke-16 : (Dada Semakin Sesak Ketika Naik Ke Udara)


Para ilmuwan berkata bahwa perubahan besar pada tekanan
udara yang terjadi ketika naik ke angkasa menjadikan dada
manusia sesak dan sempit. Blits Pascall, seorang ilmuwan
ternama, menyatakan bahwa tekanan udara akan semakin
berkurang setiap kita semakin jauh dari permukaan bumi. Dan
Allah telah memberitakan dalam ayat ini, apa yang akan terjadi
pada manusia jika dia naik ke angkasa. Allah SWT berfirman :







"Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan
kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk

(memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah


kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi
sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit." (Al-An'am : 125)

Mukjizat Ke-17 : (Benda Langit Berjalan Menurut Garis Edar)


Allah SWT berfirman :

"Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. " (Yaasin : 40)
Kepler, seorang ahli astronomi, menemukan bahwa matahari dan
planet-planet lain yang mengikutinya beredar pada orbitnya
masing-masing sesuai dengan aturan. Pada abad 19 M, seorang
astronom, Richard Carrington, dia menemukan bahwa matahri
dan planet-planet yang mengikutinya, keseluruhannya berputar
pada orbitnya masing-masing sesuai dengan aturan dan
keseimbangan tertentu. Hal ini sesuai dengan firmanNya :

"Masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan." (AzZumar : 5)


Mukjizat Ke-18 : (Hujan)
Para astronot menemukan bahwa lapisan atmosfer bumi
berfungsi mengembalikan air yang telah menguap ke bumi dalam
bentuk hujan melalui perputaran yang terus menerus yang
disebut dengan siklus penguapan air. Allah telah bersumpah
dengan ayat ini, dan Dia berfirman,

"Demi langit yang mengandung hujan" (Ath-Thariq : 11)


Tafsir ayat ini menyebutkan bahwa langit mengembalikan hujan
pada setiap tahun.

Mukjizat Ke-19 : (Tentang Kilat )


Pada 1985 M, di Amerika dilakukan kajian tentang kilat dan
bagaimana proses terbentuknya. Merka menemukan kilat
terbentuk dari es. Rincian ini telah diberitakan Allah kepada kita
dalam surat An-Nur. Allah SWT berfirman :





"dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit,
(yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung,
maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang
dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang
dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir
menghilangkan penglihatan." (An-Nur : 43)
Makna adalah ( kilauan kilat es)

Mukjizat Ke-20 : (Adzan di Bulan )


Astronot pertama yang berhasil mendarat dipermukaan bulan
bernama Armstrong. Dia mengumumkan keislamannya ketika dia
menziarahi Kairo. Dalam perjalanannya berkeliling dunia, dia
mendengar adzan Zhuhur. Dia bertanya-tanya di tengah rasa
kagetnya disebabkan suara itu, maka orang-orang mengatakan,

"Itu suara mu'adzin yang mengingatkan kaum Muslimin waktu


shalat." Maka dia mengumumkan kepada orang-orang yang ada
di sekelilingnya bahwa alunan adzan yang didengarnya dalah
sama persis dengan alunan yang didengarnya ketika pertama kali
menginjakkan kudua kakinya di atas permukaan bulan."

Mukjizat Ke-21 : (Benda Langit Berjalan Menurut Garis Edar)


Dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman :

"Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan " (AlQamar : 1)
In merupakan mukjizat inderawi yang disaksikan orang pada
masa Rasulullah SAW. Di dalam hadits dari Anas, diriwayatkan
bahwa penduduk Makkah meminta kepada Rasylullah SAW agar
mereka diperlihatkan sebuah mukjizat, maka Allah
memperlihatkan kepada mereka bulan terbelah sebanyak dua
kali.
Pada masa kita sekarang ini, para ahli stronomi Amerika berkata,
"Bulan pernah terbelah suatu ketika. kemudian menyatu. KIta
menemukan adanya sabuk batu yang telah berubah membelah
bulan dari permukaannya hingga ke pusatnya dan terus sampai
ke permukaannya lagi. Maka kami berkonsultasi kepada ahli bumi
dan ahli geologi. Mereka mengatakan. "Ini tidak mungkin terjadi,
kecuali jika memang bulan pernah terbelah kemudian menyatu"."
MUKJIZAT TENTANG PENCIPTAAN BUMI

Mukjizat Ke-22 : (Bumi yang Mempunyai Retakan)

Para ahli geologi menemukan beberapa retakan yang memotongmotong lapisan batu paling luar dari lapisan bumi pada
kedalaman puluhan ribu kilometer. Letaknya di seluruh arah, dan
lebarnya mencapai antara 65-150 km. Retakan-retakan ini saling
tersambung antara yang satu dengan yang lain, menjadikannya
seolah-olah satu retakan. Para ahli menyerupakannya dengan
daging. Allah telah bersumpah dengan pengetahuan ini dalam
ayat ini. Allah SWT berfirman:

"Dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," ( Ath-Thariq :


12)

Mukjizat Ke-23 : (Tentang Gunung)


Para ahli geologi menemukan bahwa gunung memiliki akar yang
memanjang di bawah permukaan bumi sebanding dengan 4,5 kali
lipat ketinggiannya di atas permukaan bumi, dan bahwa
fungsinya adalah mengukuhkan dan menjaga kestabilan bumi.
Rahasia ini telah disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur'an Al-Karim
jauh sebelum 1400 tahun yang lalu. Allah SWT berfirman:

"Dan (bukanlah Kami telah menjadikan) gunung-gunung sebagai
pasak?," (An-Naba : 7)
Dan juga Allah berfirman,

"Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh" (AnNazi'at : 32)

Mukjizat Ke-24 : (Tempat Terendah di Bumi)


Allah telah mengabarkan tempat yang paling rendah di
permukaan bumi dalam Al-Qur'an. Allah SWt berfirman:


. .
Alif Laam Miim. Bangsa Romawi telah dikalahkan di negeri yang
terendah dan sesudah dikalahkan mereka akan menang." (ArRuum : 1-3)
Ilmu geologi telah membuktikan bahwa Laut Mati yang menjadi
tempat pertempuran antara Bangsa Persia dan Bangsa Romawi
pada tahun 624 M merupakan bagian bumi yang paling rendah
secara mutlak. DI mana nisbat kerendahannya mencapai kurang
lebih 400 meter di bawah permukaan air laut. Tempat itu
merupakan permukaan bumi yang paling rendah secara mutlak.

Mukjizat Ke-25 : (Daerah-Daerah yang Menyusut)


Ilmo modern mengukuhkan bahwa bumi terus menyusut secara
berkelanjutan di seluruh penjuru dan sudutnya. Yang menjadi
sebab penyusutan ini adalah keluarnya berjuta-juta ton material
bumi dalam bentuk gas, ua, benda cair dan padat dari mulut
gunung-gunung berapi secara terus-menerus secara bergantian
sehingga berdampak pada penyusutan bumi secara terusmenerus. Proses penyusutan bumi terus berkelanjutan sampai
sekarang ini, dan Allah telah memberitakannya dalam Al-Qur'an,
di mana Al-Haq, Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman:




"Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami
mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi
daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan
Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada
yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dia-lah Yang Maha cepat
hisab-Nya. " (Ar-Ra'd "41)
(Ada yang menafsirkan bahwa Islam akan mendatangi daerahdaerah kafir dan lambat laun akan menjadi daerah Islam sehingga
daerah-daerah kafir akan berkurang. Kenyataan ini telah terjadi
saat ini dimana ISlam semakin diterima dibelahan dunia walau
tetap saja ada yang menghalanginya)

Mukjizat Ke-26 : (Gunung yang Bergerak)


Allah telah mengabarkan RasulNya, Muhammad SAW bahwa
gunung begerak seperti awan, dan Allah berbicara kepada
RasulNya dalam ayat ini. Allah SWT berfirman:


"Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di
tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.
(Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiaptiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan. " (An-Naml : 88)
Ayat ini mengisyaratkan pada proses perputaran bumi di sekitar
poros matahari, karena gunung adalah bagian dari bumi. Maka

apabila gunung bergerak seperti jalannya awan, maka seolaholah bumilah yang berputar, sedangkan awan bergerak kurang
lebih seperti kecepatan bumi. Ayat-ayat ini mengisyaratkan pada
perputaran bumi. Ayat-ayat ini datang dalam bentuk yang tidak
mengejutkan bangsa Arab pada masa turunnya Al-Qur'an. Sejak
14 abad lalu, akal tidak akan percaya bila Anda katakan bahwa
bumi berputar. Dia akan bertanya, "Bagaimana hal itu terjadi
padahal saya berdiri di atasnya?!" Al-Qur'an memalingkan
pandangan manusia sesuai dengan kadar tingkat pengetahuan
mereka. Para ilmuwan menyebutkan bahwa bumi berputar pada
porosnya dalam jangka waktu satu hari satu malam, dan berputar
mengelilingi matahari dalam jangka waktu satu tahun.

MUKJIZAT TENTANG LAUTAN

Mukjizat Ke-27 : (Bertemunya Batas Laut)


Pada tahun 1973 M, kapal Inggris melakukan penelitian di tengah
laut selama tiga tahun, dan mereka mendirikan pelabuhanpelabuhan di laut. Penelitian modern itu menemukan bahwa air
laut walaupun tampak satu jenis, namun terdapat banyak
perbedaan besar antara massa air yang satu dengan yang
lainnya. Pada daerah-daerah yang di dalamnya berteMu dua jenis
laut yang berbeda akan ditemukan sekat antara keduanya. Sekat
ini memisahkan kedua laut itu, di mana masing-masing laut
memiliki suhu panas, rasa asin, dan kepadatan tersendiri.
Penemuan ini sama seperti yang diberitakan Allah dalam ayat ini.
Allah SWT berfirman:
.

"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian


bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh
masing-masing." (Ar-Rahman : 19-20)

Mukjizat Ke-28 : (Ombak di Dasar Laut)


Para ilmuwan berkata, "Kedalaman laut yang sedang sekitar 4
km. Dasar samudera gelap, tidak dapat ditembus oleh sinar sama
sekali. SInar matahari akan lebur dan tertolak keluar pada tingkat
kedalaman ini. Para imuwan tidak tidak mengenal ombak kecuali
ombak yang ada di permukaan. Baru pada tahun 1955 M, para
ilmuwan menemukan bahwa ada ombak lain di dasar laut pada
kedalaman 1000 m. ombak ini lebih besar daripada ombak yang
ada dipermukaan dengan ratusan kali lipat dalam panjang dan
tinggi gelombangnya. Penemuan ini selaras dengan yang
diberitakan oleh Allah dalam ayat ini. Allah SWT berfirman.




"Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh
ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan;
gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan
tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa
yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia
mempunyai cahaya sedikit pun." (An-Nur : 40)

Mukjizat Ke-29 : (Angin yang Menggerakkan di Laut)


Allah SWT berfirman :


"Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di
lautan laksana gunung-gunung." (Ar-Rahman : 24)
Dan dalam ayat yang lain :



"Jika Dia menghendaki Dia akan menenangkan angin, maka
jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya
pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan) -Nya
bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur,"
(Asy-Syura : 33)
Sebagian orang mengatakan bahwa kapal-kapal yang berlayar
dengan tenaga mesin menggunakan bahan bakar dari batu bara,
minyak , atau lainnya, apa yang menghentikannya jika angin
berhenti?
Semua jenis kapal yang menggunakan bahan bakar dengan
semua jenisnya, dan bergerak menggunakan tenaga uap dengan
bahan bakar nuklir, apabila angin tidak ada, niscaya gerak kapal
akan terhenti secara total. Karena sarana pembakar bahan bakar
ini adalah dengan perantara gas oksigen yang ada di udara.

Mukjizat Ke-30 : (Laut yang Tanahnya Ada Api)


Belakangan, para ahli geologi menemukan semua samudera dan
sebagian lautan seperti Laut Merah dan Laut Arab benar-benar
bernyalakan api dengan aktivitas nyata. Allah berfirman dalam
surat Ath-Thur ayat 6:

"dan laut yang di dalam tanahnya ada api,"


Para ahli tafsir memberikan catatan, maknanya bernyalakan
api.

Mukjizat Ke-31 : (Laut di Bawah Api dan di Bawah Laut)


Ilmu pengetahuan mengungkap bahwa di bawah laut terdapat
api, dan dibawah api ini ada laut lagi. Pengambilan gambar
penemuan ini telah selesai dilakukan. Hal ini telah dibeitakan oleh
Rasulullah SAW di dalam hadits, di mana beliau bersabda,


"Tidaklah belayar di atas laut melainkan orang yang berhaji,
umrah, atau berjihad. Sungguh di bawah laut ada api, dan di
bawah api ini ada laut lagi." (HR. Abi Dawud)
Semua ilmu pengetahuan yang sebelum 1400 tahun lalu bersifat
ghaib telah diberitakan oleh Al-Qur'an dan oleh Rasulullah SAW
yang mulia di dalam hadits.

MUKJIZAT TENTANG ANGIN

Mukjizat Ke-32 : (Angin yang Mengawinkan)


Para ahli cuaca mengatakan bahwa hujan tidak turun kecuali
setelah angin mengawinkan awan. Penemuan ini telah diberitakan
oleh Allah kepada kita sebelum 1400 tahun yang lalu dalam surat
Al-Hijr;


"Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (air, awan,
debu) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum
kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang
menyimpannya." (Al-Hijr : 22)

Mukjizat Ke-33 : (Angin yang Menggerakkan)


Para ahli cuaca mengatakan bahwa angin memiliki peranan paling
besar dalam membentuk awan dan mendung, menggerakkannya,
menyusun antara sebagian yang satu dengan sebagian yang lain,
mengangkatnya menuju tingkat yang lebih tinggi,
mengondensasikannya dengan atom-atom yang bemacammacam (condensation nuclear), dan mengisinya dengan muatan
listrik. Peran besar angin inilah yang ditetapkan oleh penelitianpenelitian ilmiah modern, Dan Al-Qur'an telah datang dengannya
sebelum ditetapkan oleh ilmu-ilmu pengetahuan kita di bumi, 14
abad yang lalu, lewat lisan Muhammad SAW. Allah SWT
berfirman :



"Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan
awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang
dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu
kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan
itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya
tiba-tiba mereka menjadi gembira." (Ar-Ruum : 48)

Mukjizat Ke-34 : (Curah Hujan)


Para ahli cuaca telah sampai kepada penemuan ini, mereka
berkata, "Kuantitas curah hujan yang turun pada tahun ini pada
bola bumi sama dengan kuantitas curah hujan yang turun pada
setiap tahun. Akan tetapi, yang berbeda hanya tempat
pembagiannya di atas bumi."
Dan Rasulullah SAW telah memberitakan pengetahuan ini di
dalam hadits. Beliau bersabda.


"Tidakkah curah hujan pada sebuah tahun lebih sedikit daripada
curah hujan pada tahun yang lain, hanya saja Allah
memalingkannya (ke tempat yang lain)." (Dari Ibnu Abbas, Silsilah
as-Hadits ash-Shahihah, no. 2461)

MUKJIZAT TENTANG TUMBUH_TUMBUHAN

Mukjizat Ke-35 : (Tentang Klorofil)


Para ahli tumbuh-tumbuhan menemukan bahwa klorofil
merupakan produsen tunggal di muka bumi yang memproduksi
makanan. Yaitu sebuah istilah bagi kloroflas yang merubah energi
matahri, karbondioksida, dan air menjadi makanan bagi manusia
dan binatang. Oleh sebab itu ia disebut klorofil. Produsen ini ada
pada setiap daun, Lalu siapakah yang menumbuhkan tanaman?
Dia-lah Allah SWT. Allah SWT berfirman.

"Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami
tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan,
maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang
menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir
yang banyak; " (Al-An'am : 99)

Mukjizat Ke-36 : (Air Hujan yang Menumbuhkan)


Pada konferensi internasional I di Islamabad, salah seorang ahli
tumbuh-tumbuhan maju seraya berkata, "Apabila hujan jatuh ke
tanah, maka ia menjadikan butiran-butiran tanah bergetar dan
mengembang, yakni bertambah besar disebabkan air yang masuk
di antara butiran-butiran ini. Apabila butiran-butiran ini telah
penuh dengan air, maka jadilah ia sebagai penampung air."
Penemuan ini telah Allah SWT beritakan kepada kita dalam AlQur'an pada firmanNya.


"Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami
turunkan air di atasnya, bergetarlah tanah itu itu dan
mengembang dan menumbuhkan berbagai macam tumbuhtumbuhan yang indah" (Al-Hajj : 5)
NEXT..

SEJARAH PEMELIHARAAN AL-QURAN


A. Pemeliharaan Al-Quran Pada Masa Nabi Saw
Rasulullah amat menyukai wahyu, ia senantiasa menunggu
penurunan wahyu dengan rasa rindu, lalu menghafal dan
memahaminya, persis seperti dijanjikan Allah :


Sesungguhnya atas tanggungan kamilah pengumpulannya
(didadamu) dan(membuatmu pandai ) membacanya (al-Qiyamah
[75]:17)
Oleh sebab itu ia adalah hafiz (penghafal) Quran pertama dan
merupakan contoh paling baik bagi para shahabat dalam
menghafalnya, sebagai realisasi kecintaan mereka kepada pokok
agama dan sumber risalah. Quran diturunkan selama dua puluh
tahun lebih. Proses penurunannya terkadang lima ayat sekaligus
dan terkadang turun sampai sepuluh ayat sekali turun, setiap kali
sebuah ayat turun, dihafal dalam dada dan ditempatkan dalam
hati, sebab bangsa arab secara kodrati memang mempunyai daya
hafal yang kuat. hal itu karna umumnya mereka buta huruf,
sehingga dalam penulisan berita-berita, syair-syair dan sisilah
mereka dilakukan dengan catatan di hati mereka.
Selain di hafal al-Quran juga ditulis, Rasulullah telah membentuk
dewan penulis wahyu seperti khalafah rasyidin, kholid bin alwalid, Tasabid bin Qais, Ubai bin Kab dan Zaid bin Tsabit, dan lain
lain. Bila ayat turun, Rasulullah memerintahkan mereka
menuliskannya dan menunjukkan tempat ayat tersebut dalam
surah, sehingga penulisan pada lembaran itu membantu
penghafalan didalam hati.
Adapun bahan-bahan yang dipakai oleh para sahabat ketika
menulis ayat-ayat al-Quran itu dapat diketahui dari riwayat
berikut:


" "




""
Syekh al-zanjani berkata didalam kitabnya tarikh al-Quran:
tulisan ayat-ayat al-Quran itu mereka tulis pada pelapah korma,
batu , kulit dan kadang-kadang pada kain sutra, kulit yang telah
disama dan tulang- tulang onta menurut kebiasaan bangsa arab
menulis pada benda-benda tersebut, dan benda-benda yang
ditulis itu dinamainya denganshuhuf

Dalam rangka penulisan dan pemeliharaan al-Quran ini rasulullah


mengeluarkan suatu peraturan, yaitu bahwa hanya ayat-ayat alQuran sajalah yang boleh mereka tuliskan. Adapun hadits-hadits
atau pelajaran-pelajaran lain yang mereka terima dari rasulullah
tidak boleh menuliskannya dimasa itu.

:
:

Imam Muslim meriwayatkan didalam kitab shahehnya dari hadits


abi saad,ia berkata : rasullah saw bersabda : janganlah kamu
menulis sesuatu dari padaku selain al Quran
Maksud dari sabda rasulullah adalah lafadz bukan
berarti di haramkan untuk menulis, akan tetapi rasulullah itu
khawatir firman Allah bercampur baur dengan hadits.
Cara dan usaha yang dilakukan oleh rasulullah untuk
memperhebat dan memperlancar penulisan al-Quran, antara
lain:
1. Memberi penghormatan dan penghargaan yang tinggi kepada
orang-orang yang pandai menulis dan membaca.
Rasulullah saw bersabda:

Pada hari kiamat tinta para ulama ditimbang dengan darah para
syuhada.
Berdasarkan hadits ini berarti orang-orang yang pandai tulis baca
ditempatkan sederajat dengan para pahlawan yang mati syahid
dimedan pertempuran.
2. Rasulullah menggunakan tenaga para tawanan perang badar
karena pada waktu itu kaum muslim memperoleh kemenangan.
Orang musrik banyak ditawan, dan diantara mereka tidak dapat
menebus dirinya dengan uang ,maka mereka yang tidak mampu
menebus dirinya itu, tetapi pandai tulis baca ,maka rasulullah
memberikan suatu ketentuan bahwa tawanan-tawanan tersebut
dapat dibebaskan kembali dengan syarat apabila mereka masingmasing telah berhasil mengajar sampai pandai tulis baca 10
orang muslim. Banyak diantara mereka menggunakan
kesempatan ini.

3. Setiap wahyu turun rasulullah menyampaikan kepada para


sahabat dan menyuruh mereka menghafalkannya. Beliau juga
senantiasa meneliti dan mengoreksi bacaan-bacaan mereka
dalam waktu tertentu dan meminta kepada sahabat supaya
mereka membaca ayat al-Quran itu dihadapan rasulullah,
sebaliknya rasulullah pun membaca dihadapan mereka baik
ketika sholat maupun diluar sholat.
Menurut riwayat rasulullah pun mendapat koreksi setiap tahun
dari malaikat jibril. Pada tahun yang terakhir dari kehidupannya,
koreksi dari jibril itu terjadi dua kali.
Tulisan-tulisan al-Quran pada masa nabi tidak terkumpul dalam
satu mushaf, tetapi sudah tertulis keseluruhannya. Faktor-faktor
al-Quran tidak ditulis dalam mushhaf-mushhaf:
1. Kaum muslimin baik-baik saja, para qari masih banyak, Islam
belum tersebar luas, fitnah belum dikhawatirkan muncul,
tumpuhan pada hafalan lebih besar, sarana-sarana tulis belum
mudah didapat dan perhatian rasulullah saw terhadap al-Quran
sangat besar mencakup cara-cara pembacaannya berdasarkan
ketujuh huruf, yang al-Quran turun terdiri atasnya.
2. Nabi saw masih menunggu kemungkinan penasakhan ayat
atau beberapa ayat dari Allah SWT.
3. Al-Quran tidak turun seketika tetapi bertahap sampai
beberapa ayat dari Allah SWT.
4. Urutan al-Quran tidak sesuai dengan urutan ayatnya.
Sesudah berakhir masa turunya al-Quran dengan wafatnya
rasulullah, maka Allah mengilhamkan penulisan mushaf secara
lengkap kepada para khulafaur rasyidin sesuai dengan janjinya
yang benar kepada umat ini tentang jaminan pemeliharaannya.ini
suatu isyarat firman Allah:

Sesungguhnya kamilah yang menurunkan al-Quran dan
sesugguhnya kami benar-benar memeliharanya. (Qs.Al-Hijr
[15]:9)
B. Pemeliharaan Al-Quran Pada Masa Abu Bakar (12 H / 633 M)
Al-Quran telah selesai diturunkan semuanya pada tanggal 19 Dzu

al-Hijjah tahun ke- 10 Hijriyah, yaitu dengan turunnya ayat yang


terakhir di arafah ketika rasulullah mengerjakan hajjah al-wada,
kira-kira 81 malam sebelum wafatnya.
Abu Bakar menjabat khalifah pertama dalam islam sesudah
rasulullah wafat. Ia dihapkan peristiwa-peristiwa besar, misalnya
peristiwa yamamah ,pada tahun 12 H /633 M.pada masa
kekhalifahannya juga terjadi peperangan melawan para pengikut
musailamah al-khazab yang merupakan peperangan yang sangat
dahsyat, dimana banyak yang gugur menjadi syahid, mencapai
sekitar 70 orang. Persoalan itulah yang kemudian mendapat
perhatian serius dari umar. Lalu umar mengunjungi abu bakar,
dan memberitahukan peristiwa-peristiwa yang terjadi serta
mendesak abu bakar segera melakukan penghimpunan al-Quran,
khawatir ia akan terbengkalai lantaran wafatnya para khafiz dan
Qari. Mula-mula abu bakar merasa ragu, karena ia selalu
berpegang teguh pada apa yang dilakukan rasulullah SAW. Ia
khawatir kalau keinginan melakukan pembaruan justru
menjerumuskannya kedalam sikap penggantian, atau melakukan
sesuatu yang bisa dikategorikan kedalam prilaku bidah. Akan
tetapi umar tetap membujuknya sehingga Allah membukakan hati
abu bakar untuk menerima usulan umar tersebut.
Abu bakar ra.Benar-benar memperhatikan terealisasinya ide baik
itu .lantaran cahaya Allah, ia memilih seorang tokoh pilihan, yaitu
zaid ibn tsabit ra.Ia termasuk penghafal al-Quran, penulis,
pemahaman, dan kecerdasannya serta kehadirannya pada
pembacaan yang terakhir kali.abu bakar menceritakan kepadanya
kekhawatiran dan usulan umar. Pada mulanya zaid menolak
seperti halnya abu bakar sebelum itu.Keduanya lalu bertukar
pendapat, sampai akhirnya zaid dapat menerima dengan lapang
dada perintah penulisan al-Quran itu.
Didalam menghimpun al-Quran zaid ibn tsabit menempuh cara
yang sangat ketat yang diterapkan oleh abu bakar dan umar,
yang mampu menjamin dan kehati-hatian maksimal. Zaid
mengumpulkan al-Quran dari pelapah korma, lempengan batu.
Sampai Ia menemukan akhir surat at-Taubah pada abu khuzaimah
al-Anshari dan tidak ia temukan pada yang lain.Yaitu:


Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari
kaummu sendiri (QS.At-Tauba :128)
Ia tidak hanya menggunakan hafalan atau hanya dengan
tulisannya. Kecermatannya juga ditunjukkan oleh sikapnya tidak
mau menerima tulisan, kecuali setelah ada 2 saksi.
Hal ini ditunjukkan oleh riwayat yang ditakhrij oleh ibn abu daud
melalui yahya ibn abdirrahman ibn hathib, katanya :umar
datang, lalu berkata: siapa yang mendapatkan sesuatu dari alQuran dari rasulullah saw, maka bawalah kesini.mereka menulis
pada shahifah, sabak ataupun pelapah kurma.Beliau tidak akan
menerima sesuatu pun, kecuali bila disertai dengan 2 saksi.
As-sakhawiy didalam jamal al-Qurra menyatakan bahwa yang
dimaksud kedua saksi itu adalah dua orang laki-laki yang adil . AlQuran selesai dihimpun dibawah pengawasan abu bakar, umar,
pembesar sahabat-sahabat yang lain dan kesepakatan umat yang
tidak sedikit jumlahnya, hal itu merupakan sejarah yang
senantiasa diabadikan oleh tinta emas, bahwa abu bakar menjadi
pengawas, umar menjadi pengusul, dan zaid menjadi pelaksana
serta sahabat-sahabat memberi bantuan dan pengakuan.
Para ulama berpendapat bahwa penamaan Quran dengan
mushaf itu baru muncul pada masa khalifah abu bakar. Setelah
abu bakar wafat pada tahun 13 H/634 M Mushaf itu disimpan oleh
umar dan setelah umar wafat di simpan oleh Hafshah binti Umar.
Kekhawatiran dan keraguan abu bakar akan hilangnya
kemurnian al-Quran, karena banyak hafiz dan qarri yang gugur di
medan perang, akhirnya terjawab oleh usulan umar untuk
mengumpulkan dan menulis al-Quran tersebut, maka akhirnya
terealisasilah sebuah mushaf hasil penghimpunan dari khalifah
abu bakar.
C. Pemeliharaan Al-Quran Pada Masa Usman Bin Affan (25 H / 646
M)
Pada masa khalifah abu bakar dan umar, kaum muslimin belum
memgambil inisiatif untuk memperbanyak mushhaf al-Quran
yang telah dikumpulkan pada masa abu bakar. Hal itu karena :

a. Tenaga dan pikiran mereka lebih banyak harus dicurahkan


kepada stabilitas/konsolidasi politik dalam negri dan peperanganpeperangan.
b. Para qurra yang pada waktu itu menjadi faktor utama dalam
pemeliharaan al-Quran, masih berada ditengah-tengah mereka.
c. Perbedaan-perbedaan mengenai qiraat ataupun mengenai
susunan surat belumlah menimbulkan hal-hal yang berbahaya.
Akan tetapi pada masa khalifah Usman, keadaan sudah berubah,
daerah kekuasaan Islam telah terbentang dari armenia sampai
azerbaijan timur, dan dari ciyprus dan Nubia di barat. Dengan
demikian tampaklah bahwa kaum muslimin dimasa khalifah
Usman telah tersebar di daerah-daerah yang begitu luas, ialah
jazirah arab, Mesir, Afrika Utara, Syiria, Irak, Persia, Turkistan dan
lain-lainnya, dimana saja kaum muslim berada, al-Quran tetap
menjadi imam bagi mereka, bahkan banyak diantara mereka
hafal al-Quran dan pada mereka telah ada juga naskah-naskah
al-Quran, tetapi terdapat perbedaan-perbedaan penting antara
kaum muslimin itu mengenai al-Quran. perbedaan tersebut ialah :
1. Perbedaan mengenai susunan surat.
Naskah-naskah yang mereka miliki itu tidak sama susunan atau
tertib urut surat-suratnya, karena rasulullah sendiri memang tidak
memerintahkan supaya surat-surat al-Quran itu disusun menurut
tertib urut tertentu, Rasulullah hanya menetapkan tertib urut ayat
dalam masing-masing surat.
2. Perbedaan mengenai bacaan.
Asal mula pertikaian bacaan ini adalah karena rasulullah sendiri
memang memberikan kelonggaran kepada kabilah-kabilah Islam
di jazirah arab untuk membaca dan melafazhkan ayat-ayat alQuran itu menurut dealek/lahjah mereka masingmasing.kelonggaran ini diberikan rasulullah agar mudah bagi
mereka untuk membaca dan menghafalkan al-Quran.
Orang yang mula-mula mensinyalir dan menumpahkan
perhatiannya kepada keadaan ini ialah seorang sahabat bernama
Huzaifah al-Yamani, ia ikut dalam pertempuran, ketika kaum
muslimin menaklukan Armenia dan Azarbaijan. Ia melihat banyak
perbedaan dalam cara-cara membaca al-Quran. Sebagian

bacaan itu bercampur dengan kesalahan tetapi masing-masing


mempertahankan dan berpegang pada bacaannya, serta
menentang setiap orang yang menyalahi bacaannya dan bahkan
mereka saling mengkafirkan.
Huzaifah merasa khawatir melihat kenyataan ini, sebab itu ketika
ia kembali ke madinah, ia menghadap khalifah usman dan
melaporkan kepadanya apa yang telah dilihat dan
didengarnya.mengenai perbedaan qiraat itu.
Usul hudzaifah ini diterima oleh khalifah Usman, dan selanjutnya
khalifah Usman meminjam mushhaf yang ada pada khafshah,
yang telah ditulis pada masa khalifah abu bakar untuk disalin
atau ditulis kembali. Kemudian khalifah Usman membentuk suatu
panitia yang terdiri dari :
1. Zaid ibn tsabit, sebagai ketua
2. Abdullah ibn Zubair
3. Sa-ad ibn al-Ash
4. Abd al-Rahman ibn al-Harits ibn Hisyam
Komisi empat orang yang di tetapkan itu mulai melaksanakan
tugasnya pada 25 H/ 646 M. setelah panitia menyalin mushhaf ini,
maka naskah yang di pinjam dari hafsah di kembalikan padanya,
tetap di tangannya hingga ia wafat.kemudian lembaran-lembaran
tersebut diambil oleh marwan bin hakam.
Terdapat perbedaan di antara ulam tentang jumlah mushaf yang
di tulis pada masa khalifah Utsman kebanyakan ulama
mengatakan menyalin sebanyak menjadi empat mushaf,maka 4
buah diantaranya di kirim ke Kufah, Syiria, Bashrah, yang satu
tetap di madinah di pegang oleh halifah usman, inilah yang
dinamakan mushaf Utsman atau mushhaf imam. Pendapat lain
mengatakan berjumlah 7 buah, yaitu empat buah di atas, dan
tiga lagi di kirim ke Makkah, Yaman, dan Bahrain.
Setelah mushhaf-mushhaf itu di kirim ke berbagai daerah, maka
mushhaf-mushaf yang tidak sama di sarankan oleh khalifah
usman untuk membakarnya,hal itu beliau lakukan demi
memotong urat pertikaian, dan agar kaum muslimin berhati-hati
dalam membaca al-Quran. Mushhaf itu terbakar dalam masjid
Damsyik pada tahun 1310 H.

Adapun manfaat dari usaha penulisan kembali al-Quran, pada


masa khalifah Utsman, ialah:
1. Kaum muslimin telah dapat dipersatukan pada mushaf-mushaf
yang seragam ejaan tulisannya,
2. Mereka juga dapat dipersatukan pada qiraat yang sama yang
tidak menyalahi ejaan tulisan pada mushhaf itu, adapun qiraat
yang tidak sesuai dengan ejaan tulisan itu telah dapat
dilenyapkan,
3. Kaum muslimin dapat pula disatukan mengenai susunan surat
pada mushhaf-mushhaf mereka,
4. Dengan adanya mushhaf-mushhaf yang resmi itu, maka kaum
muslimin telah mempunyai standar yang akan menjadi pedoman
mereka dalam membaca, menghafal, dan memperbanyak
mushhaf al-Quran, sehingga penyiaran dan pemeliharaan alQuran itu lebih baik dan lebih terjamin keasliannya.
Dengan penyalinan dan penyebaran mushaf inilah, setidaknya
khalifah usman telah berhasil meredakan permasalahan yang
telah terjadi dikalangan umat muslim itu sendiri, walaupun
mushaf-mushaf yang ada belum diberi tanda syakel ataupun
tanda titik-titik, tetapi para hufaz yang ada masih tetap
berasaskan terhadap hafalan yang dipertahankannya.
D. Pemeliharaan Al-Quran Pasca Sahabat Sampai Sekarang
Setelah masa khalifah, pemeliharaan al-Quran terus dilanjutkan
dan disempurnakan dengan cara memberi syakal dan memberi
titik pada tulisan-tulisan mushaf.
Mushaf yang di tulis pada masa khalifah Ustman masih memakai
tulisan kufi, tanpa titik, tanpa syakal, mad, tasyidid dan tanda
baca lainnya. Menurut abu Ahmad al-Askari (w.382 ) kaum
muslimin membaca al-Quran dengan salinan mushaf Ustman
selama 40 tahun lebih, hingga masa khalifah Abdul Malik bin
Marwan. Pada masa ke khalifahan Abdul Malik pada tahun 65 H,
beberapa pembesar pemerintahan mengkhawatirkan
kemungkinan terjadinya perubahan nash-nash al-Quran jika
penulisan mushaf di biarkan tanpa syakal dan tanpa titik.
Perbaikan bentuk penulisan tidak terjadi sekaligus, tetapi secara

berangsur-angsur dari generasi ke generasi hingga mencapai


puncak kejayaannya pada akhir abad ke-3H. orang pertama
dalam penggunaan titik-titik dalam penulisan al-Quran
disebutkan nama tiga orang tokoh, Abu Aswad ad-Duali dialah
yang paling terkenal, Yahya bin Yamar dan Nashr bin Ashim alLaitsi .
1) Abu Aswad Ad-Duali
Di kenal karena dialah orang yang pertama kali meletakkan
kaidah tatabahasa Arab atas perintah Ali bin Abi Thalib ra , Abu
Aswad pernah mendengar orang membaca firman Allah: (
) artinya: bahwa Allah dan rasul-Nya memutuskan
hubungan dengan kaum musyrikin. Orang lain lagi membacanya
( ) artinya: bahwa Allah memutuskan
hubungan dari kaum musyrikin dan dari Rasul-Nya. Akirnya sejak
itu ia mulai berfikir dan bekerja giat untuk membuat tanda baca
dan titik-titik, tetapi Abd.Chalik dalam bukunya Ulum AL-quran
mengatakan yang memerintah Abu Aswad ad-Duali adalah Zaid
ibn Abihi pada masa pemerintahan daulah umayah. Namun ada
pula ulama mengatakan Abu Aswad ad-Duali membuat tandatanda bacaan berupa titik-titik itu atas dasar perintah khalifah
Abdul Malik bin Marwan.
Sulit memang bagi penulis makalah untuk menentukan dari
berbagai riwayat yang berbeda, siapa yang memerintahkan Abu
Aswad Ad-Duali untuk membuat tanda-tanda bacaan berupa titiktitik, tapi tidak ada keraguan bahwa abu Aswad ad-Duali adalah
orang yang pertama yang melihat adanya keperluan yang amat
besar.
2) Yahya ibn Yamar
Kisah peranan Yahya ibn Yamar mencapai kemashurannya ketika
ibn khalkan mengatakan; ibn sirin memiliki mushaf yang hurufhurufnya sudah bertitik yang di letakkan oleh Yahya ibn Yamar,
pada waktu itu di kota muruw. ibn Siri meninggal dunia tahun 110
H.
Walaupun sampai saat ini tidak ada bukti bahwa orang

pertama yang meletakkan tanda baca mushaf itu adalah yahya


sehingga hal tersebut tidak mudah kita terima kebenarannya.
3) Nashr bin Ashim al-Laitsih
Tidaklah mustakhil kalau pekerjaannya meletakkan dasar tandatanda baca al-Quran merupakan kelanjutan dari pekerjaan 2
orang gurunya Abdul Aswad dan Yahya. Kemudian al-hajjaj ibn
yusuf al-Tsaqafi meminta kepada nashr supaya ia memberi titik
kepada huruf-huruf yang serupa bentuknya, tetapi berwujud garis
pendek, diletakkanya di atas atau dibawah huruf-huruf itu.
Walaupun tidak dapat dipastikan, apakah Abu Aswad ad-Duali
ataukah Yahya bin Yamar / Nashr bin Ashim yang merupakan
orang pertama meletakkan tanda baca pada mushaf, namun tak
ada alasan untuk mengingkarinya bahwa mereka bertiga
berupaya untuk memperbaiki cara penulisan mushaf dan
memudahkan bacaan bagi kaum muslimin.
Dalam perkembangan selanjutnya al-Khalil ibn Ahmad (w. 170 H ),
Ahli nahwu yang mashur mengadakan perobahan-perobahan
terhadap ciptaan abu al- Aswad dan nashr itu. Ia orang pertama
yang menciptakan syakel dan titik yang menjadi dasar bagi apa
yang dilihat pada mushaf sekarang ini :
a) Sebagai harkat dipakainya huruf-huruf yang menjadi sumber
bunyi bagi harkat-harkat itu.
b) Sebagai titik-titik huruf, seperti apa yang dilihat pada mushaf
sekarang ini,
c) Diciptakannya tanda-tanda tasydidi, mad, sukun Isymam dan
lain-lainnya.
Para ahli tulisan indah turut memberikan sumbangan ide
menghias mushaf dan memperelok tulisannya, pada masa
pemerintahan khalifah al-Walid bin Abdul Malik pada tahun 86- 96
H/705-714 M. Ia menunjuk Khalid bin Ubay sebagai penulis
mushaf, ia yang menghias mihrab rasulullah SAW dimasjid
madinah dengan tulisan-tulisan indah. Sejak saat itu hingga abad
Ke-4 H para penulis indah giat menulis mushaf dengan huruf
kufi.Yang kemudian lambat laun tergeser oleh huruf naskh yang

indah pada permulaan abad ke 5 H, Termasuk penggunaan titik


dan bunyi suara sebagaimana yang kita kenal sekarang ini.

1.Pemeliharaan Al-quran pada masa nabi Muhammad


SAW
Pada masa Rosulullah masih hidup Al-quran di pelihara
sedemikian rupa, di masa rosul masih hidupnya dalam
menyampaikan wahyu kepada para sahabat dan memerintahkan
agar sahabat menghafalnya dengan baik, sehinnga cara yang
paling terkenal untuk memelihara Al-quran adalah dengan
menghafal dan menulisnya.
Selain cara menghafal ini, Rosul memerintahkan agar para
sahabat yang pandai menulis segera menuliskan ayat-ayat Alquran yang telah di hafal oleh mereka. Di antara sahabat yang
menuliskan ayat-ayat Al-quran adalah :
a. 4 sahabat rosulullah terkemuka, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman,
dan Ali
b. Muawiyah bin Abu Sufyan
c. Zaid bin Tsabit
d. Ubay bin Kaab
e. Khalid bin Walid
Penulisan tersebut diurut sesuai dengan perintah nabi,
setelah itu baru di simpan. Selain menulis ada juga para sahabat
yang terkemuka menghafal Al-quran menurut hadist oleh Bukhari
adalah :
a. Abdullah ibnu Masud
b.Salim bin Muaqli, dia adalah Maula Abu Huzaifah
c. Muaz bin Jabal
d. Ubay bin Kaab
e. Zaid bin Tsabit
f. Abu Zaid bin Sukun
g. Abu Darda
Menurut sumber hadis Bukhri[1]. Bahwa tujuan orang
tersebutlah yang bertanggung jawab mengumpukan Al-quran
menurut apa yang mereka hafal itu, dan yang di hafalnya itu di

kembalikan kepada Rosullah, melalui sanad-sanad mereka ini lah


Al-quran sampai kita seperti yang ada sekarang.
Terdapat 3 unsur yang dapat memelihara Al-quran yang telah di
turunkan, yaitu :
1. Hafalan mereka yang hafal Al-quran.
2. Naskah-naskah yang di tulis oleh nabi
3. Naskah-naskah yang di tulis oleh mereka yang
pandai
menulis dan membaca untuk mereka
masing-masing.
Ketika nabi wafat, Al-quran tersebut telah sempurna di
turunkan dan telah di hafalkan oleh ribuan manusia, dan telah di
tuliskan semua ayat-ayatnya. Semua ayatnya telah disusun
dengan tertib menurut urutan yang ditujukan sendiri oleh Nabi.
Mereka telah mendengar Al-quran itu dari mulut Nabi
sendiri berkali-kali dalam shalat, dan Khutbah. Pendek kata Alquran tersebut telah terjaga dengan baik.
Suatu hal yang menarik perhatiaan, ialah Nabi baru wafat
dikalah Al-quran itu telah cukup diturunkan, dan Al-quran itu
sempurna di turunkan di waktu Nabi telah mendekati masanya
untuk kembali ke hadirat Allah S.W.T. Hal ini bukan suatu
kebetulan saja, tapi telah di atur oleh yang Maha Esa.
2.Pemeliharan Al-quran pada zaman sahabat
a.Pemeliharaan Al-quran pada zaman Abu Bakar
Setelah Rosullah SAW wafat, pemerintahan islam di pegang
oleh Abu Bakar. Ketika Abu Bakar menjabat menggantikan
Rosullah SAW, dia menghadapi beberapa pristiwa-pristiwa besar
berkenaan dengan kemurtadan sebagai orang arab. Karena itu
beliau menyiapkan pasukan dan mengirimkan untuk memerangai
orang-orang murtad itu.
Salah satu peperangan yang terjadi adalah peperangan
Yahmamah yang terjadi pada tahun 12 H yang melibatkan para
penghafal Al-quran, dalam peperangan ini terdapat 70 qurra
atau hafis Al-quran yang gugur. Umar bin Khatab merasa resah
dengan banyaknya para sahabat penghafal Al-quran wafat
terbunuh dalam peperangan, lalu Ubar menghadap ke Abu Bakar
dan menyampaikan berita tentang banyaknya qurra yang wafat,
[2]setelah itu Umar mengumpulkan agar Al-quran di mushaf
kan agar Al-quran tidak di musnakan, karna itu Umar khwatir

banyaknya nanti para penghafal Al-quran terbunuh kembali


dalam peperangan selanjutnya.
Pada awalnya Abu Bakar menolak pendapat Umar tersebut,
lantaran hal tersebut tidak pernah di lakukan Rosullah SAW. Tetapi
Umar menjawab dan bersumpah Demi Allah, perbuatan itu baik
Umar pun terus memujuk Abu Bakar dan terus memberikan alas
an-alasan yang baik, terhadap apa yang sedang terjadi pada
umat islam ada waktu itu, dengan izin Allah SWT hati Abu Bakar
pun terbuka atas usul yang telah Umar sampaikan kepadanya.
Setelah itu Abu Bakar menujuk salah satu sahabat yang
membutuhkan Al-quran ( mushaf ) yaitu Zaid bin Tsabit. Zaid pun
pada awalnya menolak, atas izin Allah SWT hati Zaid pun terbuka
dengan penjelasan dari Abu Bakar, Zaid berkata Demi Allah ! ini
adalah pekerjaan yang berat bagiku. Seandainya aku di
perintahkan untuk memindahkan sebuah bukit maka hal itu tidak
lah berat bagiku dari pada mengumpulkan Al-quran yang engkau
perintahkan itu. Zaid dalam usaha menngumpulkan ayat-ayat Alquran itu Zaid bin Tsabit bekerja amat telliti. Sekalipun beliau
hafal Al-quran seluruhnya, tetapi untuk kepentingan
mengumpulkan Al-quran yang sangat penting bagi umat islam
itu, masih memandang perlu mencocokan hafal atau catatan
sahabat-sahabat yang lain dengan disaksikan oleh dua orang
saksi.
Dengan demikian Al-quran seluruhnya telah ditulis oleh
Zaid bin Tsabit dalam lembaran-lembaran yang diikatkan dengan
benar. Tersusun menurut ayat-ayatnya sebagai mana telah
ditetapkan oleh Rosullah, kemudian diserahkan kepada Abu
Bakar. Mushaf ini tetap di Abu Bakar sampai beliau wafat,
kemudian di pindahkan ke rumah Umar bin Khatab dan tetap di
sana slama pemerintahanya. Setelah beliau wafat, mushaf itu di
pindahkan ke rumah Hafsah, putri Umar , istri Rosullah sampai
masa pengumpulan dan penyusunan Al-quran di masa Khalifa
Utsman.
b.Pemeliharaan Al-quran pada zaman Umar bin Khatab
Setelah khalifa Abu Bakar wafat, maka di gantikanah oleh
kholifatul mukminin yaitu Umar bin Khatab. Demikian juga halnya
mushaf, yang dahulunya di simpan oleh Abu Bakar maka setelah

Umar menjadi khalifah mushaf tersebut berpindah tangan ke


Umar bin Khatab
Pada masa khalifah Umar ini tidak membicarakan Al-quran
melainkan lebih memfokuskan pada pengembangan ajaran islm
dan wilayah kekuasaan Islam, serta mengendepankan ajaran
Islam. Al-quran juga tidak di pahami secara tekstual saja, tapi
lebih jauh lagi di pahami secara kontekstual.
c.Pemeliharaan Al-quran pada zaman Utsman bin Affan
Di masa Ustman bin Affan, pemerintahan mereka telah
sampai ke Armenia dan Azarbaiyan di sebelah Timur dan Tripoli di
sebelah Barat. Dengan demikian kelihatan lah bahwa kaum
muslimin di waktu itu telah terpencar-pencar di Mesin, Syariah,
Irak, Persia dan Afrika. Kemanapum mereka pergi dan mereka
tinggal, Al-quran itu tetap menjadi imam mereka, di antara
mereka banyak menghafal Al-quran itu. Pada mereka terdapat
naskah-naskah Al-quran, tetapi naskah-naskah yang mereka
punya itu tidak sama susunan surat-suratnya. Asal mulanya
perbedaan tersebut adalah karena Rosullah sendiripun
memberikan kelonggaran kepada kabila-kabilah arab yang berada
di masanya untuk membaca dan melafalkan Al-quran itu
menurut dialok mereka masinng-masing. Kelonggaran ini di
berikan oleh Nabi supaya mereka ,menghafal Al-quran. Tetapi
kemudian terlihat tanda-tanda
Bahwa perbedaan bacaan tersebut bila di biarkan akan
mendatanngkan perselisihan dan perpecahan yang tidak di
inginkan dalam kalangan kaum Muslimin.
Orang pertama yang memperhatikan hal ini adalah seorang
sahabat yang bernama Huzaifah
bin Yaman. Ketika beliau ikut
dalam pertempuran menaklukan Armenia di Azerbaiyan, dalam
perjalanan dia pernah mendengar pertikaian kaum Muslimin
tentang bacaan beberapa ayat Al-quran, dan pernah mendengar
perkataan seorang muslim kepada temannya : bacaan saya lebih
baik dari pada bacaanmu.
Keadaan ini mengagetkanya, pada waktu dia telah kembali
ke Madinah, segera ditemuinya Ustman bin Affan dan kepada
beliau ceritakanya apa yang di lihatnya mengenai pertingkaian
kaum muslimin tentang bacaan Al-quran itu seraya berkata :

a.
b.

1.
2.

Susunlah umat Islam itu sebelum mereka berselisih tentang Alkitab, sebagai perselisihan Yahudi dan Nasara ( Nasrani ).
Maka khalifa Utsman bin Affan meminta Hafsah binti Umar
lembaran-lembaran Al-quran yang di tulis di masa khalifah Abu
Bakar yang di simpan olehnya untuk di salin. Oleh Utsman di
bentuklah satu panitia yang terdiri dari Zaid bin Tsabit sebagai
ketua, Abdullah bin Zubair, said bin Ash dan Abdur Rahman bin
Haris bin Hisyam.
Tugas panitia ini adalah membukukan Al-quran dengan
menyalin dari lembaran-lembaran tersebut menjadi buku. Dalam
pelaksanaan tugas ini, Ustman menasehatkan agar:
Mengambil pedoman kepada bacaan merekayang hafal Alquran.
Bila ada pertikaian antara mereka tentang bahasa (bacaan),
maka haruslah dituliskan sebagai dialog meraka.
Maka tugas tersebut dikerjakan oleh para panitia, dan setelah
tugas selesai, maka lembaran-lembaran Al-quran yang dipinjam
dari hafsah itu dikembalikan padanya.
Al-quran yang telah dibukukan itu dinamai dengan AlMushaf, dan oleh panitia ditulis lima buah Al-mushaf, empat
buah diantaranya dikirim ke Mekkah, Damaskus, Basrah dan
Kufah, agar di tempat-tempat tersebut disalin pula dimasingmasing Mushaf itu, dan satu buah ditinggalkan di Madinah, untuk
Utsman sendiri, dan itulah yang dinamai dengan Mushaf AlImam.
Setelah itu Utsman memerintahkan mengumpulkan semua
lembaran-lembaran yang bertuliskan Al-quran yang ditulis
sebelum itu dan membakarnya. Maka dari Mushaf yang ditulis di
zaman Utsman itulah kaum Muslimin di seluruh pelosok menyalin
Al-quran itu. Denagn demikian, maka pembukuan Al-quran
dimasa Utsman memiliki faedah diantaranya.
Menyatakan kaum Muslimin pada satu macam Mushaf yang
seragam ejaan tulisannya.
Menyatukan bacaan, walaupun masih ada kelainan bacaan,
tapi bacaan itu tidak berlawanan dengan Mushaf-Mushaf Utsman.
Sedangkan bacaan yang tidak sesuai dengan ejaan MushafMushaf Utsman tidak dibolehkan lagi.

3.

Menyatukan tertib susunan surat-surat, menurut tertib urut


seperti pada Mushaf-Mushaf sekarang.
Di samping itu Nabi menganjurkan agar para sahabatsahabat yang menghafalnya baik satu surat, atupun seluruhnya.
3. pemiliharaan Al-quran pada masa Tabiin.
Setelah berakhirnya zaman Khalifah yang empat, timbul
zaman Bani Umayyah. Kegiatan para sahabat dan tabiin terkenal
dengan usaha-usaha mereka yang tertumpu dan penyebaran
ilmu-ilmu Al-quran melalui jalan periwayatan dan pengajaran,
secara lisan bukan melalui tulisan atau catatan. Kegiatan-kegiatan
ini dipandang sebagai persiapan bagi masa pembukaannya.
Orang-orang yang paling berjasa dalam periwayatan ini adalah
khalifah yang empat, Ibnu Abbas, Ibnu Masud, Zaid Ibnu Tsabit,
Abu Musa Al-Asyan, Abdullah Ibnu Al-Zubair. Sedangkan dari
kalangan sahabat Mujahid, Atha, Ikrimah, Qatadah, Al-Hasan Al
Bashri, Said Ibn Jubair, Zaid Ibn Aslam di Madinah.
Dari Aslam, Ilmu ini diterima oleh putranya Abd Al-Rahman,
Malik Ibn Anas dari generasi Tabiin Al-tabiin. mereka ini
semuanya dianggap sebagai peletak batu pertama bagi apa yang
disebut ilmu tafsir, ilmu asbab al-nuzul, ilmu nasikh dan
mansukh, ilmu gharib Al-quran dan lainya. (kemudian, Ulumul
Quran memasuki masa pembukuan pada abad ke-2 H) para
ulama memberikan prioritas perhatian mereka kepada-ilmu tafsir
karena fungsinya sebagai Umm Al-Ulum Al-Quraniah (Induk IlmuIlmu Al-Quran). Para penulis pertama dalam tafsir adalah Syubah
Ibn Al-Hajjaj, Sufyan Ibn Uyaynah dan Wali Ibn Al-Jarrah. KitabKitab, tafsir mereka menghimpun pendapat-pendapat sahabat
dan tabiin.
Pada abad ke-3 menyusul tokoh tafsir Ibn Jarir Al-Thabari.
Al-thabari adalah mufassir pertama membentangkan bagi
berbagai pendapat dan mentarjih sebagainya atas lainnya. Ia juga
mengemukakan Irab dan istinbath (penggalian hukum dari Alquran). Di abad ke-3 ini juga lahir ilmu asbab Al-Nuzul, ilmmu
masikh dan mansukh , ilmu tentang ayat-ayat makiah dan
madaniah. Guru Imam Al-Bukhari, Ali Ibn Al-Madaniyah. Guru
Imam Al-bukhari, Ali ibn Al-madini mengarang asbab Al-Nuzul;
Abu Ubaid Al-Qasim Ibn Salam. Mengarang tentang nasikh dan
mansukh, qiraat dan keutamaan-keutamaan Al-Quran;

Muhammad ibn Ayyub Al-dari tentang ayat-ayat turun d mekkah


dan madinah ; Muhammad ibn khalaf Ibn Al-Mirzaban (W. 390II)
mengarang kitab Al-Hawi fi-ulum Al-quran.