You are on page 1of 9

Nama : Freti Desi Purna Wulandari

Kelas : V R Akuntansi
NIM

: 133300408

ANALISI BREAK EVEN POINT SEBAGAI SALAH SATU ALAT PERENCANAAN
PENJUALAN
(Studi Pada Ud. Karya Pala Kediri)
1. Pemaparan Teori
1.1 Pengertian Titik Impas
Analisis titik impas atau analisis break-even point diperlukan untuk mengetahui
hubungan antara volume produksi, volume penjualan, harga jual, biaya produksi, biaya
lainnya baik yang bersifat tetap maupun variabel, dan laba atau rugi. Oleh karena itu, analisis
titik impas ini sering disebut cost-volume-profit analysis. Analisis titik impas hanya
diperlukan bagi perusahaan-perusahaan yang dalam menyelenggarakan operasinya harus
menanggung beban tetap, yaitu berupa biaya tetap di samping adanya biaya variabel yang
harus ditutup dari hasil penjualan.
Suatu perusahaan dikatakan dalam keadaan impas (break-even), yaitu apabila
setelah disusun laporan perhitungan laba rugi untuk periode tertentu perusahaan
tersebut tidak mendapatkan keuntungan dan sebaliknya tidak menderita kerugian.
Dengan perkataan lain labanya sama dengan nol atau ruginya sama dengan nol. Hasil
penjualan yang diperoleh untuk periode tertentu sama besarnya dengan keseluruhan
biaya yang telah dikorbankan sehingga perusahaan tidak memperoleh keuntungan atau
menderita kerugian. (Jumingan, 2006:183).
Biaya yang dikorbankan dipisahkan menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Pada titik
impas keseluruhan hasil penjualan, setelah dikurangi dengan keseluruhan biaya variabel,
hanya cukup untuk menutup keseluruhan biaya tetap saja, tidak terdapat sisa yang merupakan
keuntungan. Bagian hasil pengurangan biaya variabel dari hasil penjualan disebut
contribution margin atau marginal income.
Dari uraian di atas dapatlah dikatakan bahwa analisis titik impas adalah suatu cara yang
digunakan oleh pimpinan perusahaan untuk mengetahui atau untuk merencanakan pada
volume produksi atau volume penjualan berapakah perusahaan yang bersangkutan tidak
memperoleh keuntungan atau tidak menderita kerugian.
1.2 Manfaat Break Even Point
Menurut Kasmir (2012:385), manfaat yang diperoleh dalam break even point adalah:
1. Mendesain suatu produk.

Bahwa produktivitas tenaga kerja pada perusahaan yang bersangkutan akan tinggal tetap atau tidak berubah. Harga per unit tidak akan menurun walaupun volume penjualan meningkat. 3. 4. Bahwa tingkat harga umum tidak akan mengalami perubahan selama kisaran tertentu yang dianalisis. 2. dan sebaliknya volume penjualan barang tidak akan mempengaruhi harga jual atau harga pasarnya. 1. Memaksimalkan jumlah produksi Menentukan perencanaan laba yang diinginkan. 4. Bahwa perusahaan yang bersangkutan hanya memproduksi dan menjual satu jenis barang saja. Bahwa yang dikelompokkan sebagai biaya tetap tersebuat akan tinggal konstan sepanjang kisaran periode kerja atau kapasitas produksi tertentu. 6. 7. yakni biaya tetap dan biaya variabel. berapa saja jumlah unit barang yang dijual. Menentukan jumlah produksi atau.4 Perencanaan Penjualan . Bahwa dalam perusahaan yang bersangkutan harus ada sinkronisasi antara volume produksi dengan volume penjualan. Bagi perusahaan yang memproduksi dan menjual lebih dari satu jenis barang maka produk-produk itu harus dianggap sebagai satu jenis produk saja dengan perbandingan (mix) yang selalu konstan. artinya tidak mengalami perubahan walaupun volume produksi atau volume kegiatan berubah. Penentuan harga jual per satuan. tidak naik atau turun. Bahwa biaya-biaya yang dikorbankan harus dapat dipisahkan menjadi dua kelompok biaya. 1. Syarat-syarat yang diperlukan untuk menentukan titik impas adalah sebagai berikut 1. yakni meningkat atau menurun secara sebanding dengan perubahan volume produksi. artinya tidak memberikan laba atau rugi.2. 9. Bahwa prinsip variabilitas biaya dapat diterapkan dengan tepat (principle of cost variability is valid). 3. 8. artinya bahwa barang yang diproduksi mesti terjual semua pada periode yang bersangkutan (tidak ada sisa atau persediaan). Bahwa yang dikelompokkan sebagai biaya variabel itu akan berubah sebanding dengan perubahan volume produksi. 5. 5. Syarat-syarat tersebut harus dipenuhi terlebih dahulu agar kita dapat menentukan tingkat atau volume penjualan atau produksi yang akan menghasilkan puang pokok. Bahwa harga jual per unit barang itu akan tetap saja.3 Persyaratan yang Diperlukan Dalam Analisis Titik Impas Diperlukan sejumlah persyaratan tertentu agar analisis titik impas (break-even point) dari suatu perusahaan dapat dilakukan.

Apabila volume penjualan pada titik impas telah diketahui. dan kemudian dihubungkan dengan penjualan yang dibujetkan. Apabila besaran-besaran ini berubah maka laba juga akan berubah. (Jumingan. 3. 2. . Perubahan volume produksi 5. yaitu berapa besar volume penjualan boleh turun asal perusahaan tidak menderita kerugian.7 Margin Of Safety Margin of Safety (batas keamanan) merupakan hubungan antara volume penjualan yang dibujetkan dengan volume penjualan pada titik impas. Biaya variabel keseluruhan atau biaya variabel per unit. Data atau informasi yang diperlukan dalam menghitung titik impas adalah 1. Jumlah biaya tetap keseluruhan 1. akan dapat diketahui batas keamanan.Perencanaan penjualan dilakukan untuk memenuhi target dari laba yang diinginkan oleh perusahaan. Perubahan biaya variabel 7. Perubahan harga jual 3. (Horngreen. Dalam melakukan perencanaan penjualan perusahaan tentu harus memiliki suatu perencanaan dan strategi yang matang sehingga dapat menjual produknya dengan maksimum. Perubahan volume produksi/penjualan 2. biaya variabel. Selisih antara volume penjualan yang dibujetkan atau tingkat penjualan tertentu dengan volume penjualan pada titik impas merupakan margin of safety (batas keamanan) bagi perusahaan yang bersangkutan.6 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Laba Dalam analisis titik impas besarnya laba ditentukan berdasarkan selisih antara nilai penjualan dengan total biaya pada tingkat volume produksi penjualan tertentu. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi besar-kecilnya laba tersebut. Hasil keseluruhan penjualan atau harga jual per unit.5 Berbagai Metode Menghitung Titik Impas Terdapat beberapa metode dalam menghitung titik impas (pendekatan matematis). Perubahan biaya tetap 8. Besaran-besaran tersebut adalah volume produksi/penjualan. Faktor-faktor ini bersumber dari besaran-besaran yang diperlukan dalam analisis/ perhitungan titik impas. harga jual per unit. 2006:212). Perlu diperhatikan bahwa volume penjualan yang berada di atas titik impas. biaya tetap. 1. 1. 2005:78). Perubahan harga jual 6. Perubahan seluruh faktor 1. Perubahan biaya 4.

600. Penjualan.770.358 131.000 9.010.1 Data Produksi Penjualan dan Harga Jual Data ini dipergunakan untuk mengukur seberapa tingkat penjualan yang dicapai sebuah perusahaan.450.572.000 5 Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung 6 Biayalistrik pabrik 7 Biaya pemeliharaan pabrik 23.343 130.576 2013 134.000 8 Biaya penyusutan pabrik 13.847.500.000.000 8.250.000 2.350 2 Biaya Tenaga Kerja Langsung Jumlah Biaya Overhead Pabrik 163.000 13 Biaya penyusutan Inventaris 4.500 21.100 9.325. Pemaparan Kasus 2. Karya Pala Tahun 2014 No Keterangan Biaya Produksi Jumlah 1 Biaya Bahan Baku 2.750 3 Biaya Penolong 233.000 . Berikut adalah tabel volume produksi.400 3.866.000 10 Biaya penyusutan mesin Jumlah Biaya Umum dan Administrasi 11 Biaya Telepon 5. penjualan serta harga jualnya : Tabel 1 Voume Produksi.2 Data Biaya Perusahaan Data biaya perusahaan digunakan untuk mengetahui seberapa besar biaya yang telah dikeluarkan oleh perusahan Tabel 2 Biaya UD.725.750. dan Harga Jual UD.000 9 Biaya pemeliharaan mesin 13.000 12 Biaya pemeliharaan Inventaris 2. Karya Pala Tahun 2012-2014 Tahun Volume Produksi Volume Penjualan Harga Jual (ikat) (ikat) Kedelai goreng 2012 128.225 2014 135.150.396.098.207.352 Sumber : UD Karya Pala (ikat) Kedelai goreng 125.400 4 Biaya Pembungkus 237.000 14 Biaya gaji pegawai 15 Biaya lain-lain 63.422.000 Rp 35.000 Rp 35.2.800.000 602.950 Kedelai goreng Rp 35.

Berdasarkan tabel pembebanan biaya variabel produk perusahaan UD. Karya Pala Tahun 2014 43.000 – 3.874. Berdasarkan tabel penggolongan biaya dalam biaya tetap.000 218. serta biaya semivariabel digolongkan untuk mengetahui seberapa besar biaya yang dapat mempengaruhi biaya tetap dan biaya variabel.250.495.376.530.713.434.500 3. salah satunya adalah menggunakan metode last square.618.680.834.847.100.297.699. total biaya variabel sebesar Rp 3.750 2.895.3 Penggolongan Biaya kedalam Biaya Tetap.000 199. Perhitungan tampak sebagai berikut: Margin Kontribusi = Pendapatan – Biaya Variabel Total = 4.207.6 Contriburtion margin Ratio Perhitungan margin kontribusi dimaksudkan untuk mengetahui jumlah pendapatan yang tersisa setelah dikurangi dengan biaya variabel.5 Pembiayaan Biaya Variabel Produk Pembebanan biaya variabel produk dilakukan untuk mengetahui beban dari produk dalam setiap ikatnya. untuk itu pemisahan biaya semivariabel perlu dilakukan dengan menggunakan metode-metode yang ada.650.500 18.4 Pemisahan Biaya Semivariabel Perbedaan perilaku biaya tetap dan biaya variabel di dalam suatu jenias biaya akan berpengaruh teehadap evaluasi BEP. variabel dan Semivariabel UD. untuk HPP sebesar Rp 25. dan jumlah total biaya tetap dan variabel sebesar Rp 3.620. untuk total biaya tetap sebesar Rp 161.079 . untuk total biaya tetap sebesar Rp 140.710.921 = 998.96.000. total biaya variabel sebesar Rp 3. Biaya Variabel dan Biaya Semivariabel Penggolongan biaya dilakukan untuk mengetahui besarrnya biaya tetap serta variable yang telah dikeluarkan perusahaan. 2. 2.72 kemudian ditambah dengan biaya telpin. Karya Pala.925.097. Karya Pala tahun 2014. Berdasarkan hasil dari pemisahan biaya semivariabel kedalam biaya tetap dan biaya variabel yakni.871.871. dan total biaya semivariabel sebesar Rp 63.042. 2.Jumlah Biaya Pemasaran 16 Biaya Penjualan 17 Biaya lain-lain Jumlah Total Biaya Sumber: UD.207. pemeliharaan inventaris dan penjualan menjadi Rp 27.007.654.

164. Berikut adalah perhitungan margin of safety Margin of Safety=Total Anggaran Penjualan – Penjualan titik impas = 4.0970.61% terhadap perusahaan.164. 2.338 = 3. 2.618.04 Contribution Margin Ratio = (Contribution Margin)Penjualan = (998.495.2161 Atau 21.618.61% Berdasarkan perhitungan CM rasio maka produk yang diproduksi oleh perusahaan mampu memberikan kontribusi margin terhadap laba sebesar 21.7 Break Even Point Perhitungan BEP ini dilakukan untuk mendapatkan batas standar minimal suatu penjualan dan produksi dalam rupiah dan dalam unit.250.207. BEP dalam unit akan dihitung sebagai berikut: BEP (Unit) = Biaya tetapcontribution margin (unit) = 161. Apabila penjualan perusahaan kurang dari BEP maka perusahaan akan mengalami kerugian dan sebaliknya jika penjualan melebihi BEP maka perusahaan akan mendapatkan laba.079131.495.2161 = 747.338.8 Perhitungan Margin Of Safety Margin pengaman merupakan jumlah unit terjual atau diharapkan utuk dihasilkan yang melebihi volume impas. dalam menghitung break even point perlu terlebih dulu disajikan data penjualan.348 ikat 2.0977565.207.085. 747.164.662 Manajemen perlu melakukan perhitungan margin pengaman dalam melakukan perencanaan laba karena berguna dalam mengevaluasi ketepatan penjualan.950 = 7565.338 rupiah Dapat diketahui ketahui BEP dalam rupiah terjadi pada Rp.000 = 0.079)4.04 = 21.9 Perencanaan Penjualan .250.000 – 747. BEP(Rp) = Biaya tetapRasio margin kontribusi total = 161.Margin kontribusi dalam unit = Kontribusi marginunit penjualan = 998.871.

042. 4.192 Penjualan (Unit) = biaya tetap + target labacontribution margin unit = 161.204 ikat Telah diketahui dari perhitungan tersebut bila perusahaan menginginkan kenaikan laba 20% maka penjualan perusahaan harus mencapai 136.23%.192 dengan nilai penjualan Rp. Perhitungan MoS dan DoL didapatkan MoS sebesar 83. Karya Pala pada tahun 2014 dapat diketahui Pemisahaan terhadap biaya semivariabel kedalam biaya tetap dapat diketahui biaya tetap sebesar Rp.338 atau pada tingkat penjualan 21.660 = Rp.893. 3. maka perusahaan harus mengetahui berapa target laba yanga harus mereka capai.379.140. 747.164.097 dan biaya variabel sebesar Rp.091+ 868.68% dari hasil pendapatan penjualan sebesar 4.893.61%.204 ikat.000 bila perusahaan menginginkan kenaikan laba 20% maka penjualan yang harus dicapai adalah sebagai berikut: Kenaikan laba yang diinginkan = (1+0.767. 3. Secara umum perusahaan menginginkan keuntungan pada setiap peroduksinya sehingga keuntungan ini memotivasi perusahaan untuk perkembangan yang lebih baik.1927565.2) x 724. Menurut hasil analisis yang dilakukan di perusahaan UD.618.000 Profit margin yang akan didapat bila perusahaan menginginkan kenaikan laba 20% atau Rp.620.204 ikat 136.204 ikat x 35.921 dengan rasio kontribusi margin sebesar 21.8% dan DoL sebesar 1.04 = 136.000 akan menghasilkan profit margine sebesar 18.348 ikat. sedangkan BEP dalam rupiah dalam penjualan tahun 2014 adalah sebesar Rp.767.077.250. Komentar Dari Berbagai Pihak yang Berkepentingan Dalam hubungannya antara break even point dengan tingkat penjualan dan laba. .000 = 4.Bila perusahaan ingin melakukan perencanaan penjualan. 161. Keuntungan perusahaan pada tahun 2014 adalah sebesar 724. 868. Perencanan penjualan yang maksimum dapat dilakukann oleh perusahaan agar mendapatkan laba yang optimal.495.893.140.077. menurut Rizal Hasbullah (penulis) menyatakan bahwa setiap perusahaan tentu tidak ingin berada pada titik impas. 868. Perusahaan menginginkan kenaikan laba sebesar 20% maka penjualan yang harus dia capai adalah sebesar 136.660 atau sekitar 15.495.

. Kesimpulan dan Saran 4. 3. manajemen memerlukan berbagai parameter (angka yang menggambarkan suatu keadaan) seperti break even point. Parameter ini memberikan informasi kepada manajemen dari jumlah target pendpatan penjualan yang dianggarkan. Analisis titik impas dapat memberikan informasi pada pemimpin perusahaan bagaimana hubungan antara volume penjualan. harga jual akan mempengaruhi volume penjualan. dan tingkat keuntungan yang akan diperoleh. Titik impas atau break even point adalah suatu titik dimana perusahaan di dalam operasinya tidak memperoleh keuntungan dan tidak memperoleh kerugian. 2. margin kontribusi rasio sebesar 21. Hasil pembahasan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan analisis break event point pada UD. dan perencanaan penjualan didapat bila perusahaan menginginkan kenaikan 20% maka penjualan yang harus dicapai adalah 136. Darminto dan Muhammad Saifi (dalam jurnal lain) biaya yang akan menentukan harga jual untuk mencapai laba yang diinginkan.379.348 ikat.204 ikat.921.097 dan biaya variabel sebesar Rp.495. Break even point memberikan informasi tentang tingkat penjualan suatu usaha yang labanya sama dengan nol.8% serta Dol sebesar 1. Karya Pala di atas. 4. sehingga akan dapat digunakan untuk menentukan target penjualan maksimum. sedangkan volume penjualan mempengaruhi secara langsung terhadap biaya. margin of safety dan laba. BEP (Rp) Sebesar Rp. tingkat MoS berada pada 83. BEP cara yang digunakan pemimpin perusahaan untuk melihat sasaran volume penjualan minimal yang harus diraih.338 dan BEP (Unit) Sebesar 21. Break even point dalam hubungannya dengan kedua hal tersebut adalah dengan adanya keuntungan atau laba yang diharapkan dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perencanaan kegiatan dan penyusunan anggaran perusahaan yang akan datang. Karya Pala antara lain pemisahaan terhadap biaya semivariabel kedalam biaya tetap dan biaya variable didapt biaya tetap sebesar Rp. maka dapat ditarik kesimpulan: 1. Dalam penyusunan anggaran. berupa pendapatan minimum yang harus dicapai agar usaha perusahaan tidak mengalami kerugian dan berapa pendapatan penjualan maksimum yang harus dicapai agar perusahaan mendapatkan keuntungan.1 Kesimpulan Dari hasil analisis kasus BEP sebagai salah satu alat perencanaan penjualan pada UD.620. 3.164. 161.042. Ketiganya memiliki hubungan yang sinergis dan kontinuitas. 747.Menurut Suci Mulya Wijayanti.61%.

16 Oktober 2015 (23:23) http://administrasibisnis. Jakarta: Rajawali Pers Horngren. Jakarta: PT.ac. Analisis Laporan Keuangan.mediafire. Jakarta: Erlangga http://www. 16 Oktober 2015 (23:23) . dapat dikemukakan saran. Dialih bahasakan Oleh P.pdf. Akuntansi Biaya.4.ub. Bumi Aksara Kasmir.A Leatari SE.com/view/uwn5loxxcrgzoqc/analisis_BEP_sebagai_salah_satu_al at_perencanaan_penjualan. Edisi kedua belas. Analisis Laporan Keuangan. Jilid Satu.php/jab/article/view/252/429.2 Saran Dari kesimpulan di atas. Karya Pala dapat sesuai dengan perencanaan yang telah dilakukan maka perusahaan harus memperhatikan batas keselamatan dan penjualan minimal yang harus dipertahankan oleh perusahaan. (2012).studentjournal. agar penjualan yang dilakukan oleh UD.id/index. DAFTAR PUSTAKA Jumingan. Datar dan Foster. (2008). (2006).