You are on page 1of 25

A.

Asal Usul Besi


Salah satu kandungan unsur di Bumi kita ini adalah besi. Menurut para astronom, besi yang
terkandung di Bumi ini berasal dari luar angkasa. Besi bisa berada di Bumi karena meteoritmeteorit yang mengandung besi jatuh ke Bumi berjuta-juta tahun yang lalu. Karena itulah hanya
daerah-daerah tertentu yang memiliki persediaan besi di daerahnya. Kemungkinan daerah-daerah
yang memiliki persedian besi itu adalah daerah yang dijatuhi oleh meteorit-meteorit tersebut.
Kalau memang begitu, ada pula kemungkinan habisnya bijih besi di daerah-daerah penghasil bijih
besi tersebut. Hal itu tergantung seberapa besar atau seberapa kecil meteorit mengandung bijih
besi yang terjatuh ke daerah-daerah tersebut dan penggunaannya. Lalu kapan pertama kali orangorang menggunakan besi?
Tanda-tanda pertama kegunaan besi adalah di Sumeria dan Mesir, di mana sekitar 4000 SM. Benda
kecil, seperti mata lembing dan perhiasaan, dihasilkan dari besi yang didapati dari meteor. Sekitar
3000 SM hingga 2000 SM, semakin banyak objek besi yang dihasilkan di Mesopotamia, Anatolia, dan
Mesir. Kegunaannya mungkin juga untuk upacara tertentu, dan besi merupakan logam yang mahal
saat itu, bahkan lebih mahal dibandingkan emas. Di Indonesia sendiri terdapat pulau yang dikenal
sebagai daerah penghasil besi, yaitu Sulawesi. Disana dapat kita temukan perdagangan bijih besi
hasil produksi tambang-tambang yang terdapat di sekitar Danau Matano, dekat Sorowako, Luwu
Timur.
B. Tentang Besi

Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi dan jarang ditemukan dalam keadaan unsur bebas.
Besi banyak digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari dan juga mempunyai nilai ekonomis
yang tinggi. Besi adalah logam paling melimpah nomor dua setelah setelah alumunium. Bumi kita
ini juga mengandung unsur Besi. Selain itu, besi juga memiliki sifat fisika dan sifat kimia.
Sifat Fisika
1. Pada suhu kamar berwujud padat, mengkilap dan berwarna keabu-abuan.
2. Merupakan logam feromagnetik karena memiliki empat elektron tidak berpasangan pada orbitan
d.
3. Merupakan penghantar panas yang baik.

4. Kation logam besi berwarna hijau (Fe2+) dan jingga (Fe3+). Hal ini disebabkan oleh adanya
elektron tidak berpasangan dan tingkat energi orbital tidak berbeda jauh. Akibatnya, elektron
mudah tereksitasi ke tingkat energi lebih tinggi menimbulkan warna tertentu.
5. Besi bersifat keras dan kuat.
6. Sifa-sifat besi yang lain
a)

Nomor Atom

: 26

b)

Nomor Massa

: 57

c)

Massa Atom

: 55,85 g/mol

d) Kepadatan

: 7,8 g/cm 3 pada 20 C

e)

Titik Lebur

: 1536 C

f)

Titik Didih

: 2861 C

g)

Isotop

:8

h)

Energi Ionisasi Pertama

i)

Energi Ionisasi Kedua

: 1556,5 kJ/mol

j)

Energi Ionisasi Ketiga

: 2951 kJ/mol

: 761 kJ/mol

Sifat Kimia
1. Unsur besi bersifat elektropositif yaitu mudah melepaskan elektron. Karena sifat inilah bilangan
oksidasi besi bertanda positif.
2. Besi dapat memiliki biloks 2, 3, 4 dan 6. Hal ini disebabkan karena perbedaan energi elekktron
pada subkulit 4s dan 3d cukup kecil, sehingga elektron pada subkulit 3d juga terlepas ketika
terjadi ionisasi selain elektron pada subkulit 4s.
3. Logam murni besi sangat reaktif secara kimiawi dan mudah terkorosi, khususnya di udara yang
lembab atau ketika terdapat peningkatan suhu.

4. Besi memiliki bentuk allotroik ferit yaitu alfa, beta, gamma dan omega dengan suhu transisi
700oC, 928oC, dan 1530oC. Bentuk alfa bersifat magnetik, tapi ketika berubah menjadi beta, sifat
magnetnya menghilang meski pola geometris molekul tidak berubah.
5. Mudah bereaksi dengan unsur-unsur non logam seperti sulfur, fosfor, boron, karbon dan silikon.
6. Larut dalam asam-asam mineral encer.
7. Oksidanya bersifat amfoter yaitu oksida yang menunjukkan sifat-sifat asam sekaligus basa.

Besi juga bermacam-macam berikut macam-macam besi :


1. Besi Tuang (cast iron)
Diperoleh dengan cara mendinginkan besi kasar yang diperoleh dari tanur, dengan
memasukkannya ke dalam cetakan yang tersedia. Tanur adalah tempat pengolahan bijih besi
menjadi logam besi.
Besi tuang mengandung 2 4% karbon.
Besi tuang bersifat keras mudah rapuh sehingga banyak digunakan sebagai pipa leding dan
radiator.
2. Besi Tempa (wrought iron)
Diperoleh dengan cara mengurangi karbon dari besi kasar sampai kadar karbonnya 0,02%.
Caranya besi dipanaskan sehingga karbonnya teroksidasi menjadi CO 2
Sifat besi tempa lebih lunak dibandingkan besi tuang, tetapi lebih kuat.
Karena cukup lunak, maka ditempa menjadi peralatan, seperti golok dan cangkul.
3. Baja
Mengandung karbon sebanyak 0,02%
Baja lebih keras dibandingkan besi tempa.
Dibuat dengan menambahkan logam lain seperti nikel, krom, mangan, vanadium, molibden dan
wolfram sesuai dengan baja yang diinginkan.

Besi memiliki sifat kimia mudah terkorosi. Berikut ini penjelasan mengenai korosi pada besi :
Salah satu kelemahan besi adalah mudah mengalami korosi. Korosi ini menimbulkan banyak
kerugian karena mengurangi umur pakai berbagai barang atau bangunan yang menggunakan besi
atau baja. Sebenarnya korosi dapat dicegah dengan mengubah besi menjadi baja anti karat
(stainless stell), akan tetapi proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi.
Korosi besi memerlukan oksigen dan air. Berbagai jenis logam contohnya zinc dan magnesium
dapat melindungi besi dari korosi. Berikut ini cara-cara pencegahan korosi pada besi berdasarkan
pada dua sifat tersebut :
1. Pengecatan
Jembatan atau pagar biasanya dicat. Cat dapat menghindarkan kontak dengan udara dan air. Cat
yang mengandung timbal dan zinc akan lebih baik karena keduanya melindungi besi terhadap
korosi.
2. Pelumuran dengan oli atau gemuk
Cara ini digunakan untuk berbagai perkakas dan mesin. Oli dan gemuk dapat mencegah kontak
dengan air.
3. Pembalutan dengan plastik
Berbagai macam barang misalnya saja rak piring dan keranjang sepeda dibalut dengan plastik.
Plastik dapat mencegah kontak dengan udara dan air.
4. Pelapisan dengan timah (tin plating)
Kaleng-kaleng kemasan terbuat dari besi yang dilapisi degan timah. Pelapisan tersebut dilakukan
secara elektrolisis, yang disibut tin plating. Timah tergolong logam yang taan karat. Akan tetapi,
lapisan timah hanya melindungi besi selama lapisan itu utuh. Bila lapisan timah ada yang rusak,
misalnya tergores, maka timah malah mempercepat korosi besi. Hal itu terjadi karena potensial
reduksi besi lebih negatif daripada timah.
Oleh karena itu, besi yang dilapisi dengan timah
akan membentuk suatu sel elektokimia dengan besi sebagai anode. Dengan demikian, timah
mendorong korosi besi. Untuk kaleng-kaleng yang sudah tidak terpakai, hal ini malah diharapkan
terjadi agar kaleng-kaleng bekas bisa cepat hancur.
5. Pelapisan dengan zinc (galvanisasi)

Pipa besi, tiang telepon dan berbagai barang lain dilapisi dengan zinc. Berbeda dengan timah, zinc
dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. Hal ini terjadi karena suatu
mekanisme yang disebut perlindungan katode.
Oleh karena potensial reduksi besi lebih positif daripada zinc, maka besi yang kontak dengan zinc
akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katode. Dengan demikian besi terlindungi
dan zinc yang mengalami oksidasi (berkarat).
6. Pelapisan dengan kromium (cromium plating)
Besi atau baja juga dapat dilapisi dengan kromium untuk memberi lapisan pelindung yang
mengkilap, misalnya untuk bumper mobil. Pelapisan ini juga dilakukan dengan elektrolisis. Sama
seprti zinc, kromium dapat memberi perlindungan sekalipun lapisan kromium itu ada yang rusak.
7. Pengorbanan anode (sacrificial protection)
Magnesium adalah logam yang jauh lebih aktif yang artinya lebih mudah berkarat daripada besi.
Jika logam magnesium dikontakkan dengan besi, maka magnesium itu akan berkarat tetapi besi
tidak. Cara ini digunakan untuk melindungi pipa baja yang ditanam di dalam tanah atau badan
kapal laut. Secara periodik, batang magnesium harus diganti.
C. Aplikasi Besi dalam Kehidupan Sehari-hari
Besi merupakan logam yang paling banyak digunakan yaitu sekitar 95% dari semua logam yang
diproduksi di seluruh dunia. Besi yang terkandung di dalam perut Bumi ini sudah sejak lama
menjadi material pokok yang digunakan manusia dalam berbagai bidang kehidupan seperti pada
masa peperangan dimana besi digunakan untuk membuat peralatan tempur yaitu pedang, perisai,
baju besi dan masih banyak lagi.
Pada masa sekarang ini saja, penggunaan besi saat erat hubungannya dengan kehidupan manusia.
Pemanfaatan besi ini dapat kita jumpai setiap hari contohnya saja besi yang digunakan untuk
membuat baja. Baja dapat digunakan untuk membuat mainan anak-anak, perkakas dapur, industri
kendaraan, konstruksi bangunan, jembatan, rel kereta api dan lain-lain. Ada pula baja anti karat
yang banyak digunakan untuk pembuatan perkakas seperti gunting, obeng dan kunci. Baja anti
karat juga digunakan untuk pembuatan perkakas dapur seperti sendok dan panci. Baja yang
terkenal adalah stainless stell yang merupakan paduan besi dengan kromium (14-18%) dan nikel
(7-9%) yang mempunyai sifat keras.
Bahkan ada salah satu surah di dalam Al-Quran yaitu surah al-Hadid yang berarti besi. Dalam surah
itu diterangkan bahwa besi memiliki manfaat yang besar bagi umat manusia.

Di dalam tubuh manusia juga terkandung zat besi. Zat besi yang ada dalam tubuh manusia
merupakan bagian penting dari hemglobin, yaitu bagian darah yang mengangkut oksigen.
Kekurangan zat besi dapat menyebabkan penyakit kekurangan darah yang disebut juga anemia.
Zat besi juga dapat ditemukan di daging, kentang, sayuran dan hampir semua produk makanan.
Tubuh manusia menyerap zat besi yang berasal dari produk hewani lebih cepat daripada yang
berasal dari produk nabati.
Oleh karena besi sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, besi harus digunakan dan
dimanfaatkan sebaik mungkin.

Besi (Fe): Fakta, Sifat, Kegunaan &


Efek Kesehatannya
AMAZINE.CO - ONLINE POPULAR KNOWLEDGE

Elektronegativitas menurut Pauling: 1,8


Kepadatan: 7,8 g/cm 3 pada 20 C
Titik lebur: 1536 C
Titik didih: 2861 C

Radius Vanderwaals: 0,126 nm


Radius ionik: 0,076 nm (+2) ; 0,064 nm (+3)
Isotop: 8
Energi ionisasi pertama: 761 kJ/mol
Energi ionisasi kedu: 1556,5 kJ/mol
Energi ionisasi ketiga: 2951 kJ/mol
Potensial standar: 0.44 V (Fe2+ / Fe) ; 0,77 V ( Fe3+ / Fe2+)
Ditemukan oleh: Orang jaman kuno

Sifat Kimia dan Fisika Besi


Besi adalah logam berkilau, kuat, mudah ditempa, dan berwarna perak abu-abu.
Logam ini memiliki empat bentuk kristal yang berbeda. Jika terpapar udara, besi
berpotensi mengalami karat. Besi berkarat terutama di udara lembab, tetapi tidak di
udara kering.
Logam ini mudah larut dalam asam encer. Besi merupakan unsur yang aktif secara
kimia dan membentuk dua seri utama senyawa kimia, besi bivalen (II) atau fero, dan
senyawa besi trivalen (III) atau feri.
Besi merupakan unsur kesepuluh paling melimpah di alam semesta.
Besi juga unsur paling melimpah (massa , 34,6%) yang membentuk bumi. Konsentrasi
besi dalam berbagai lapisan bumi bervariasi dari amat tinggi di inti hingga sekitar 5% di
kerak luar.
Sebagian besar besi ditemukan dalam berbagai senyawa oksida besi, seperti mineral
hematit, magnetit, dan taconite. Inti bumi diyakini sebagian besar terdiri dari paduan
logam besi-nikel.

Unsur besi sangat penting dalam hampir semua organisme hidup. Pada manusia, besi
merupakan unsur penting dalam hemoglobin darah.
Produksi besi dunia diperkirakan sekitar 500 juta ton per tahun, ditambah sekitar 300
juta ton besi daur ulang.
Daerah pertambangan utama besi meliputi Cina, Brasil, Australia, Rusia, Ukraina,
Amerika Serikat, Kanada, Venezuela, Swedia, dan India.

Penggunaan Besi
Besi merupakan logam yang paling banyak digunakan, mencakup sekitar 95 % dari
semua logam yang diproduksi di seluruh dunia.
Penggunaan besi merentang dari wadah makanan, mobil, obeng, mesin cuci, penjepit
kertas, hingga kapal tanker.
Baja adalah paduan besi yang paling dikenal. Berbagai bentuk lain besi yang juga
digunakan adalah pig iron, besi cor, baja karbon, besi tempa, baja paduan, dan oksida
besi.

Efek Kesehatan Besi


Zat besi bisa ditemukan pada daging, kentang, sayuran, dan hampir semua produk
makanan.
Tubuh manusia menyerap zat besi dari produk hewani lebih cepat daripada dari produk
nabati.
Besi merupakan bagian penting dari hemoglobin, bagian darah yang berfungsi
mengangkut oksigen.
Besi dapat menyebabkan konjungtivitis, choroiditis, dan retinitis jika kontak atau berada
dalam konsentrasi tinggi di jaringan tubuh.

Terlalu banyak menghirup asap atau debu oksida besi dapat mengakibatkan timbulnya
pneumoconiosis jinak yang disebut siderosis.
Untungnya, tidak terdapat gangguan fungsi paru-paru telah dikaitkan dengan siderosis.
Menghirup konsentrasi berlebihan oksida besi dapat meningkatkan risiko
perkembangan kanker paru-paru pada pekerja yang telah terpapar karsinogen paru
sebelumnya.
Karena pentungnya besi, kekurangan unsur ini bisa memicu anemia. Pria rata-rata
memerlukan asupan harian besi sebanyak 7 mg, sedangkan wanita membutuhkan 11
mg.

Dampak Lingkungan Besi


Besi (III)-O- arsenit dan pentahydrate mungkin berbahaya bagi lingkungan dengan
perhatian khusus harus diberikan kepada tanaman, serta pencemaran udara dan air.
Sangat disarankan untuk tidak membiarkan bahan kimia tersebut masuk ke dalam
lingkungan karena akan tetap tinggal dan mengendap.[]

PENDAHULUAN
Besi mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26. Besi merupakan logamtransisi yang berada
pada golongan VIII B dan periode 4. Besi adalah logam paling melimpah nomor dua setelah
alumunium. Besi adalah logam yang dihasilkan dari bijih besi, dan jarang dijumpai dalam
keadaan unsur bebas.
Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk
kehidupan manusia sehari-hari. Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Besi adalah
logam yang paling banyak dan paling beragam penggunaannya. Hal itu karena beberapa hal,
diantaranya:
1. 1. Kelimpahan besi di kulit bumi cukup besar
2. 2. Pengolahannya relatif mudah dan murah, dan
3. 3. Besi mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan dan mudah dimodifikasi.
A. KELIMPAHAN

Besi merupakan unsur yang ditemukan berlimpah di alam. Juga ditemukan dalam matahari
dan bintang lainnya dalam jumlah yang seadanya.Inti bumi diyakini mayoritas unsur
penyusunnya adalah besi dan nikel. Besi juga diketahui sebagai unsur yang paling banyak
membentuk bumi, yaitu kira-kira 4,7 - 5 % pada kerak bumi.
Kebanyakan besi terdapat dalam batuan dan tanah sebagai oksida besi, seperti oksida besi
magnetit (Fe3O4) mengandung besi 65 %, hematite (Fe2O3) mengandung 60 75 % besi,
limonet (Fe2O3 . H2O) mengandung besi 20 % dan siderit (Fe2CO3). Dalam kehidupan, besi
merupakan logam paling biasa digunakan dari pada logam-logam yang lain. Hal ini disebabkan
karena harga yang murah dan kekuatannya yang baik serta penggunaannya yang luas. Bijih besi
yang umum adalah hematit, yang sering terlihat sebagai pasir hitam sepanjang pantai dan muara
aliran.
Besi merupakan campuran dari 4 isotop stabil yaitu 54Fe, 56Fe, 57Fe and 58Fe. Kelimpahan
semua isotop-isotop Fe di alam adalah 54Fe (5.8%), 56Fe (91.7%), 57Fe (2.2%) dan 58Fe
(0.3%). 60Fe adalah radioaktif yang mempunyai waktu paruh yang panjang (1.5 juta tahun). Ada
pula sepuluh isotop lainnya yang tidak stabil.
B. SIFAT SIFAT
Sifat Fisika
1. 1. Pada suhu kamar berwujud padat, mengkilap dan berwarna keabuabuan.
2. 2. Merupakan logam feromagnetik karena memiliki empat electron tidak berpasangan pada
orbital d.
3. 3. Penghantar panas yang baik.
4. 4. Kation logam besi Fe berwarna hijau (Fe2+) dan jingga (Fe3+). Hal ini disebabkan oleh adanya
elektron tidak berpasangan dan tingkat energi orbital tidak berbeda jauh. Akibatnya, elektron
mudah tereksitasi ke tingkat energi lebih tinggi menimbulkan warna tertentu. Jika senyawa
transisi baik padat maupun larutannya tersinari cahaya maka senyawa transisi akan menyerap
cahaya pada frekuensi tertentu, sedangkan frekuensi lainnya diteruskan. Cahaya yang diserap
akan mengeksitasi elektron ke tingkat energi lebih tinggi dan cahaya yang diteruskan
menunjukkan warna senyawa transisi pada keadaan tereksitasi.
5. 5. Sifat sifat besi yang lain:
titik didih
3134 K
titik lebur
1811 K
massa atom
55,845(2) g/mol
konfigurasi electron
[Ar] 3d6 4s2
massa jenis fase padat
7,86 g/cm
massa jenis fase cair pada titik lebur
6,98 g/cm
kalor peleburan
13,81 kJ/mol
kalor penguapan
340 kJ/mol
Elektronegativitas
1,83 (skala Pauling)
jari-jari atom
140 pm

Besi merupakan unsur transisi yang mempunyai sifat logam sebagaimana semua unsur
transisi lainnya. Sifat logam ini dipengaruhi oleh kemudahan unsur tersebut untuk melepas
elektron valensi. Selain itu, keberadaan electron pada blok d yang belum penuh menyebabkan
unsur Fe memiliki banyak elektron tidak berpasangan. Elektron- elektron tidak berpasangan
tersebut akan bergerak bebas pada kisi kristalnya sehingga membentuk ikatan logam yang lebih
kuat dibandingkan dengan unsur golongan utama. Adanya ikatan logam ini menyebabkan titik
leleh dan titik didih serta densitas unsur Fe cukup besar sehingga bersifat keras dan kuat.
Pergerakan elektron- elektron yang tidak berpasangan pada kisi kristal juga menyebabkan
logam besi bersifat konduktor atau penghantar panas yang baik. Apabila logam besi diberikan
kalor atau panas, energy kinetik elektron akan meningkat. Dengan demikian, elektron
memindahkan energinya ke elektron yang lain sehingga panas merambat ke seluruh bagian
logam besi tersebut.

1.
2.

3.
4.

5.
6.
7.

Sifat Kimia
1. Unsur besi bersifat elektropositif (mudah melepaskan elektron) sehingga bilangan oksidasinya
bertanda positif.
2. Fe dapat memiliki biloks 2, 3, 4, dan 6. Hal ini disebabkan karena perbedaan energy elektron
pada subkulit 4s dan 3d cukup kecil, sehingga elektron pada subkulit 3d juga terlepas ketika
terjadi ionisasi selain electron pada subkulit 4s.
3. Logam murni besi sangat reaktif secara kimiawi dan mudah terkorosi, khususnya di udara
yang lembab atau ketika terdapat peningkatan suhu.
4. Memiliki bentuk allotroik ferit, yakni alfa, beta, gamma dan omega dengansuhu transisi 700,
928, dan 1530oC. Bentuk alfa bersifat magnetik, tapi ketika berubah menjadi beta, sifat
magnetnya menghilang meski pola geometris molekul tidak berubah.
5. Mudah bereaksi dengan unsur-unsur non logam seperti halogen, sulfur, pospor, boron, karbon
dan silikon.
6. Larut dalam asam- asam mineral encer.
7. Oksidanya bersifat amfoter.

C. PEMBUATAN BESI
Bijih besi adalah bahan baku utama untuk pembuatan besi kasar, sedangkan besi kasar
tersebut adalah bahan baku untuk pembuatan besi tempa, besi tuang dan baja. Bijih besi
didapat dari hasil penambangan bijih besi. Sedangkan bahan-bahan lain yang bercampur dengan
bijih tersebut selain kotoran yang merugikan antara lain belerang ,pospor silika , tanah
liat juga ada kotoran yang menguntungkan antara lain emas, platina, perak.Bijih besi yang
umum dijumpai yaitu : Haematit (Fe2O3), Magnetit (Fe3O4), Pyrities (FeS2), Limonite
(2Fe2O3.3H2O), Siderite (FeCO3). Beberapa cara pembuatan besi antara lain:
1. 1. Dalam industri, besi dihasilkan dari bijih, kebanyakan hematit (Fe 2O3), melalui reduksi oleh
karbon pada suhu 20000C.
2 C + O2 2 CO

3 CO + Fe2O3 2 Fe + 3 CO2
Besi yang dihasilkan dapat digunakan dalam sintesis senyawa-senyawa yangmengandung Fe.
2. 2. Melalui proses Pirometalurgi Besi
Sejumlah besar proses metalurgi menggunakan suhu tinggi untuk mengubah bijih logam
menjadi logam bebas dengan cara reduksi. Penggunaan kalor untuk proses reduksi disebut
pirometalurgi. Pirometalurgi diterapkan dalam pengolahan bijih besi. Reduksi besi oksida
dilakukan dalam tanur sembur (blast furnace), yang merupakan reaktor kimia dan beroperasi
secara terus-menerus. Campuran material (bijih besi, kokas, dan kapur) dimasukkan ke dalam
tanur melalui puncak tanur. Kokas berperan sebagai bahan bakar dan sebagai reduktor. Batu
kapur berfungsi sebagai sumber oksida untuk mengikat pengotor yang bersifat asam. Udara
panas yang mengandung oksigen disemburkan ke dalam tanur dari bagian bawah untuk
membakar kokas. Di dalam tanur, oksigen bereaksi dengan kokas membentuk gas CO.
2C(s) + O2(g) 2CO(g) H = 221 kJ
Reaksinya melepaskan kalor hingga suhu tanur sekitar 2.300C. Udara panas juga
mengandung uap air yang turut masuk ke dalam tanur dan bereaksi dengan kokas membentuk
gas CO dan gas H2.
C(s) + H2O(g) CO(g) + H2(g) H = +131 kJ
Reaksi kokas dan oksigen bersifat eksoterm, Kalor yang dilepaskan dipakai untuk
memanaskan tanur, sedangkan reaksi dengan uap air bersifat endoterm. Oleh karena itu, uap air
berguna untuk mengendalikan suhu tanur agar tidak terlalu tinggi (1.900C). Pada bagian atas
tanur ( 1.000C), bijih besi direduksi oleh gas CO dan H 2(hasil reaksi udara panas dan kokas)
membentuk besi tuang. Persamaan reaksinya:
Fe3O4(s) + 4CO(g) 3Fe(l) + 4CO2(g) H = 15 kJ
Fe3O4(s) + 4H2(g) 3Fe(l) + 4H2O(g) H = +150 kJ
Batu kapur yang ditambahkan ke dalam tanur, pada 1.000oC terurai menjadi kapur tohor.
Kapur ini bekerja mereduksi pengotor yang ada dalam bijih besi, seperti pasir atau oksida fosfor.
CaCO3(s) CaO(l) + CO2(g)
CaO(l) + SiO2(l) CaSiO3(l)
CaO(l) + P2O5(l) Ca3(PO4)2(l)
Gas CO2 yang dihasilkan dari penguraian batu kapur pada bagian bawah tanur (sekitar 1.900C)
direduksi oleh kokas membentuk gas CO. Persamaan reaksinya:
CO2(g) + C(s) CO(g) H = +173 kJ
Oleh karena bersifat endoterm, panas di sekitarnya diserap hingga mencapai suhu
1.500C. Besi tuang hasil olahan berkumpul di bagian dasar tanur, bersama-sama terak
(pengotor). Oleh karena terak lebih ringan dari besi tuang, terak mengapung di atas besi tuang
dan mudah dipisahkan, juga dapat melindungi besi tuang dari oksidasi.
Gambar proses pengolahan bijih besi
D. SENYAWA- SENYAWA BESI
1. Tingkat oksidasi < 2
Umumnya membentuk senyawa-senyawa dengan ligan- ligan :

Berinteraksi dengan hidrogen dengan ikatan M-HContoh : H2Fe(PF3)4.


2.Tingkat Oksidasi 2
Biasanya membentuk senyawaan biner dengan sifat :
-Biasanya bersifat ionik
-Oksidanya (contoh : FeO), bersifat basa
-Mampu
membentuk
kompleks
Aquo,
dengan
jalan
m e r e a k s i k a n l o g a m , oksida, karbonat dalam larutan asam dan melalui reduksi
katalitik. K o m p l e k s
aquo
dari
logam besibiasanya
memberikan
w a r n a yang khas.
- G a r a m - g a r a m t e r h i d r a t d e n g a n a n i o n b i a s a n y a m e n g a n d u n g [ M ( H 2O)6]2-,
contoh FeF2.8H2O.
3. Tingkat Oksidasi 3
Contoh sen y a w a
klorida,
bromida,
iodida dari
besi
yangbersifat
kovalen,
sedangkan senyawa oksidanya, seperti Fe 2O3 bersifat ionic.
4.
4. Tingkat Oksidasi 4
u m u m n y a d i k e n a l s e b a g a i k o m p l e k f l u o r o , d a n anion okso.
5
5 .Tingkat Oksidasi 5
Dikenal d a l a m kompleks flouro, amin okso, misalnya : CrF5, d a n K 2 F e O 4 yang
semuanya merupakan zat pengoksidasi yang kuat.
E. MANFAAT BESI
Besi merupakan logam paling biasa digunakan di antara semua logam, yaitu mengandung
95% dari semua logam yang dihasilkan di seluruh dunia. Besi amat diperlukan, terutama dalam
penggunaan seperti: Rel kereta, Perabotan, Alat-alat pertukangan, Alat transportasi, peralatan
perang, peralatan mesin, tiang listrik, penangkal petir, pipa saluran,rumah/ gedung menggunakan
besi baja sebagai tiang-tiang penahannya, dan Badan kapal untuk kapal besar.
Manfaat besi ternyata tidak terbatas sebagai bahan pembuatan perlengkapan yang sangat
membantu kehidupan manusia, tetapi besi juga memainkan peranan yang istimewa dalam daur
kehidupan organisme hidup.Besi merupakan salah satu mikronutrien penting bagi makhluk
hidup. Besi sebagian besar terikat dengan stabil dalam logam protein (metalloprotein), karena
besi dalam keadaan bebas dapat menyebabkan terbentuknya radikal bebas yang bersifat toksik
pada sel. Besi adalah penyusun utama kelangsungan makhluk hidup dan bekerja sebagai
pembawa oksigen dalam hemoglobin. FeSO4 digunakan sebagai sumber mineral besi untuk
terapidefisiensi/kekurangan zat besi dan digunakan untuk membuat tinta bubuk. Fe3SO4
digunakan untuk pewarnaan tekstil dan pengetesan aluminium.
F. KOROSI BESI
Salah satu kelemahan besi adalah mudah mengalami korosi. Korosi menimbulkan banyak
kerugian karena mengurangi umur pakai berbagai barang atau bangunan yang menggunakan besi
atau baja. Sebenarnya korosi dapat dicegah dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat
(stainless steel), akan tetapi proses ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Korosi besi memerlukan oksigen dan air. Berbagai jenis logam contohnya Zink dan
Magnesium dapat melindungi besi dari korosi. Cara-cara pencegahan korosi besi yang akan
dibahas berikut ini didasarkan pada dua sifat tersebut.
*Pengecatan.
Jembatan, pagar, dan railing biasanya dicat. Cat menghindarkan kontak dengan udara dan air. Cat
yang mengandung timbel dan zink (seng) akan lebih baik, karena keduanya melindungi besi
terhadap korosi.
*Pelumuran dengan Oli atau Gemuk.
Cara ini diterapkan untuk berbagai perkakas dan mesin. Oli dan gemuk mencegah kontak dengan
air.
* Pembalutan dengan Plastik.
Berbagai macam barang, misalnya rak piring dan keranjang sepeda dibalut dengan plastik.
Plastik mencegah kontak dengan udara dan air.
*Tin Plating (pelapisan dengan timah).
Kaleng-kaleng kemasan terbuat dari besi yang dilapisi dengan timah. Pelapisan dilakukan secara
elektrolisis, yang disebut tin plating. Timah tergolong logam yang tahan karat. Akan tetapi,
lapisan timah hanya melindungi besi selama lapisan itu utuh (tanpa cacat). Apabila lapisan timah
ada yang rusak, misalnya tergores, maka timah justru mendorong/mempercepat korosi besi. Hal
itu terjadi karena potensial reduksi besi lebih negatif daripada timah. Oleh karena itu, besi yang
dilapisi dengan timah akan membentuk suatu sel elektrokimia dengan besi sebagai anode.
Dengan demikian, timah mendorong korosi besi. Akan tetapi hal ini justru yang diharapkan,
sehingga kaleng-kaleng bekas cepat hancur.
* Galvanisasi (pelapisan dengan Zink).
Pipa besi, tiang telepon dan berbagai barang lain dilapisi dengan zink. Berbeda dengan timah,
zink dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. Hal ini terjadi karena
suatu mekanisme yang disebut perlindungan katode. Oleh karena potensial reduksi besi lebih
positif daripada zink, maka besi yang kontak dengan zink akan membentuk sel elektrokimia
dengan besi sebagai katode. Dengan demikian besi terlindungi dan zink yang mengalami
oksidasi (berkarat). Badan mobil-mobil baru pada umumnya telah digalvanisasi, sehingga tahan
karat.
*Cromium Plating (pelapisan dengan kromium). Besi atau baja juga dapat dilapisi dengan
kromium untuk memberi lapisan pelindung yang mengkilap, misalnya untuk bumper mobil.
Cromium plating juga dilakukan dengan elektrolisis. Sama seperti zink, kromium dapat memberi
perlindungan sekalipun lapisan kromium itu ada yang rusak.
*Sacrificial Protection (pengorbanan anode). Magnesium adalah logam yang jauh lebih aktif
(berarti lebih mudah berkarat) daripada besi. Jika logam magnesium dikontakkan dengan besi,
maka magnesium itu akan berkarat tetapi besi tidak. Cara ini digunakan untuk melindungi pipa
baja yang ditanam dalam tanah atau badan kapal laut. Secara periodik, batang magnesium harus
diganti.
Besi merupakan salah satu unsur paling banyak di Bumi, membentuk 5% daripada kerak Bumi.
Kebanyakan besi ini hadir dalam berbagai jenis oksida besi, seperti bahan galian hematit Fe2O3,

magnetit , dan takonit. Dalam perindustrian, besi dihasilkan daripada bijih, kebanyakannya
hematit (sedikit Fe2O3) dan magnetit (Fe3O4), melalui penurunan oleh karbon pada suhu sekitar
2000C.

Besi
Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.

26

mangan besi kobalt

Fe

Ru

Jadual berkala
Umum

Nama, Simbol, Nombor

besi, Fe, 26

Siri kimia

logam peralihan

Kumpulan, Kala, Blok

8, 4, d
logam berkilat
kekelabuan

Rupa

Jisim atom

55.845(2) g/mol

Konfigurasi elektron

[Ar] 3d6 4s2

Bilangan elektron per petala

2, 8, 14, 2
Sifat fizikal

Keadaan

pepejal

Ketumpatan (sekitar suhu bilik)

7.86 g/cm

Ketumpatan cecair pada takat lebur

6.98 g/cm

Takat lebur

1811 K
(1538 C, 2800 F)
3134 K

Takat didih
(2861 C, 5182 F)
Haba pelakuran

13.81 kJ/mol

Haba pengewapan

340 kJ/mol

Muatan haba

(25 C) 25.10 J/(molK)


Tekanan wap

Besi adalah unsur dalam jadual berkala yang mempunyai simbol Fe dan nombor atom 26. Besi
merupakan logam yang berada dalam kumpulan 8 dan kala (period) 4.

Isi kandungan
[sorokkan]

1 Ciri-ciri jelas

2 Kegunaan

3 Sejarah

4 Ragam Kewujudan

5 Sebatian

6 Peranan biologi

7 Isotop

8 Langkah berhati-hati

9 Rujukan

10 Pautan luar

Ciri-ciri jelas[sunting | sunting sumber]


Atom besi biasa mempunyai 56 ganda jisim atom hidrogen biasa. Besi adalah logam paling banyak,
dan dipercayai unsur kimia kesepuluh paling banyak di alam sejagat. Besi juga merupakan unsur
paling banyak (menurut jisim, 34.6%) membentuk Bumi; penumpuan besi pada lapisan berlainan di
Bumi berbeza antara tinggi peratusannya pada lapisan dalam sehingga 5% pada kerak bumi;
terdapat kemungkinan bahawa teras dalam Bumi mengandungi hablur besi tunggal walaupun ia
berkemungkinan sebatian besi dan nikel; jumlah besar besi dalam Bumi dijangka menyumbang
kepada medan magnet Bumi. Simbolnya adalah Fe ringkasan kepada ferrum, perkataan Latin bagi
besi.
Besi adalah logam yang dihasilkan dari bijih besi, dan jarang dijumpai dalam keadaan unsur bebas.
Untuk mendapatkan unsur besi, campuran lain mesti disingkir melalui pengurangan kimia. Besi
digunakan dalam penghasilan besi waja, yang bukannya unsur tetapi aloi, sebatian logam berlainan
(dan sebahagian bukan-logam, terutamanya karbon).

Nukleus besi adalah antara nukleus-nukleus yang mempunyai tenaga pengikat tertinggi per nukleon,
dan hanya diatasi oleh isotop nikel 62Ni. Nukleid stabil yang paling banyak di dalam alam semesta
adalah 56Fe. Ini merupakan hasil daripada pelakuran nuklear pada bintang. Walaupun perolehan
tenaga yang lebih tinggi boleh didapati dengan mensintesis 62Ni, namun proses ini tidak digemari
kerana keadaan yang kurang sesuai pada bintang-bintang. Apabila bintang gergasi mengecut pada
penghujung hayatnya, tekanan dalaman dan suhu akan meningkat, membolehkan bintang
seterusnya menghasilkan unsur yang lebih berat, walaupun keadaan ini adalah kurang stabil
berbanding dengan unsur-unsur pada sekitar nombor jisim 60 ("kumpulan besi"). Ini menjurus
kepada berlakunya supernova.
Model kosmologi dengan alam sejagat terbuka meramalkan bahawa terdapatnya fasa di mana
semua benda akan bertukar menjadi besi, hasil daripada tindak balas pembelahan dan pelakuran
yang perlahan.

Kegunaan[sunting | sunting sumber]


Besi merupakan logam paling biasa digunakan di antara semua logam, iaitu merangkumi sebanyak
95 peratus daripada semua tan logam yang dihasilkan di seluruh dunia. Gabungan harganya yang
murah dengan kekuatannya menjadikan ia amat diperlukan, terutamanya dalam penggunaan
seperti kereta, badan kapal bagi kapal besar, dan komponen struktur bagi bangunan. Besi waja
merupakan aloi besi paling dikenali, dan sebahagian dari bentuk yang dibentuk oleh besi termasuk:

Besi mentah atau Pig iron yang mengandungi 4% 5% karbon dengan sejumlah bendasing
seperti belerang, silikondan fosforus. Kepentingannya adalah ia merupakan perantaraan
daripada bijih besi kepada besi tuang dan besi waja.

Besi tuang (Cast iron) mengandungi 2% 3.5% karbon dan sejumlah kecil mangan.
Bendasing yang terdapat di dalam besi mentah yang dapat memberikan kesan buruk kepada
sifat bahan, seperti belerang dan fosforus, telah dikurangkan kepada tahap boleh diterima. Ia
mempunyai takat lebur pada julat 14201470 K, yang lebih rendah berbanding dua komponen
utamanya, dan menjadikannya hasil pertama yang melebur apabila karbon dan besi dipanaskan
serentak. Sifat mekanikalnya berubah-ubah, bergantung kepada bentuk karbon yang diterap ke
dalam aloi. Besi tuang 'putih' mengandungi karbon dalam bentuk cementite, atau besi karbida.
Sebatian keras dan rapuh ini mendominasi sifat-sifat utama besi tuang 'putih', menyebabkannya
keras, tetapi tidak tahan kejutan. Dalam besi tuang 'kelabu', karbon hadir dalam bentuk serpihan
halus grafit, dan ini juga menyebabkan bahan menjadi rapuh kerana ciri-ciri grafit yang
mempunyai pinggir-pinggir tajam yang merupakan kawasan tegasan tinggi. Jenis besi kelabu
yang baru, yang dinamakan 'besi mulur', adalah dicampur dengan kandungan surih magnesium
untuk mengubah bentuk grafit menjadi sferoid, atau nodul, lantas meningkatkan ketegaran dan
kekuatan besi.

Besi karbon mengandungi antara 0.5% dan 1.5% karbon, dengan sejumlah
kecil mangan, belerang, fosforus, dansilikon.

Besi tempa (Wrought iron) mengandungi kurang daripada 0.5% karbon. Ia keras, mudah
lentur, dan tidak mudah dilakurkan berbanding dengan besi mentah. Ia mempunyai sejumlah
kecil karbon, beberapa persepuluh peratus. Jika ditajamkan menjadi tirus, ia cepat kehilangan
ketajamannya.

Besi aloi (Alloy steel) mengandungi kandungan karbon yang berubah-ubah dan juga logamlogam lain, sepertikromium, vanadium, molibdenum, nikel, tungsten dsb.

Besi oksida (III) digunakan dalam penghasilan storan magnetik dalam komputer. Ia sering
dicampurkan dengan bahan lain, dan mengekalkan ciri-ciri mereka dalam larutan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]


Tanda-tanda pertama kegunaan besi datangnya dari Sumeria dan Mesir, di mana sekitar 4000 SM,
benda kecil, seperti mata lembing dan perhiasan, dihasilkan dari besi yang didapati dari meteor.
Oleh kerana meteor jatuh dari langit sebahagian ahli bahasa menjangkakan bahawa perkataan
Inggeris iron, yang which has cognates in many northern and bahasa Eropah barat, terhasil dari
perkataan Etruska aisar yang bererti "Dewa-dewa".
Sekitar 3000 SM hingga 2000 SM, semakin banyak objek besi yang dikerjakan dihasilkan
(dibezakan dengan besi meteor melalui ketiadaan nikel dalam barangan besi tersebut)
di Mesopotamia, Anatolia, dan Mesir. Bagaimanapun, kegunaannya kemungkinannya untuk upacara
tertentu, dan besi merupakan logam yang mahal, lebih mahal berbandingemas. Dalam epik Iliad,
kebanyakan senjata merupakan gangsa, tetapi ketulan besi digunakan untuk perdagangan.
Sebahagian sumber (lihat rujukan What Caused the Iron Age? di bawah) mencadangkan bahawa
besi dihasilkan sebagai hasil sampingan dari penyucian tembaga ketika itu, sebagai besi span, dan
tidak dihasilkan oleh pakar logam masa itu. Pada 1600 SM hingga 1200 SM, besi digunakan secara
lebih meluas di Timur Tengah, tetapi tidak menggantikan kegunaan gangsa.

Kapak besi dari Zaman Besi Sweden yang ditemui di Gotland, Sweden.

Dari tempoh abad ke-12 SM hingga abad ke-10 SM, terdapat peralihan pantas di Timur Tengah dari
segi peralatan dan senjata gangsa kepada besi. Faktor utama peralihan ini tidak kelihatannya
sebagai kelebihan teknologi kerjabesi, tetapi sebaliknya disebabkan gangguan bekalan timah.

Tempoh peralihan ini, yang berlaku pada tempoh berlainan ditempat berlainan di dunia, mengorak
langkah ke zaman tamadun yang dikenali sebagai Zaman Besi.
Serentak dengan peralihan dari gangsa kepada besi adalah jumpaan proses pengkarbonan, yang
merupakan proses menambah karbon kepada besi masa itu. Besi yang dihasilkan adalah besi span,
campuran besi dan sanga dengan karbon dan karbida, yang kemudiannya diketuk dan dilipat untuk
membebaskan jismi slag dan mengoksidakan kandungan karbon, dengan itu menghasilkan besi
tempa. Besi tempa amat kurang kandungan karbon dan tidak mudah dikeraskan melalui celupan.
Orang-orang Timur Tengah mendapati bahawa hasil yang lebih keras boleh dihasilkan dengan
memanaskan objek besi tempa dalam campuran arang untuk tempoh yang lama, dan kemudiannya
dicelup dalam air atau minyak. Barangan yang terhasil, yang mempunyai permukaan besi waja,
adalah lebih keras dan tahan berbanding gangsa yang digantikannya.
Di negara China besi pertama digunakan juga adalah besi meteor, dengan bukti arkeologi mengenai
barangan besi tempa muncul di barat laut, berhampiran Xinjiang, pada abad ke-8 SM. Barangan ini
dibuat dengan besi tempa, dicipta melalui proses yang sama dengan yang digunakan di Timur
Tengah dan Eropah, dan dipercayai diimport oleh penduduk bukan Cina.
Pada tahun-tahun terakhir Dinasti Zhou (ca 550 BC), keupayaan penghasilan barangan besi
bermula disebabkan teknologi tanur yang berkembang tinggi. Menghasilkan rerelau bagas (blast
furnace) yang berupaya menghasilkan suhu melebihi 1,300 K, negara Cina telah memajukan
penghasilan besi tuang, atau besi mentah
Jika bijih besi dipanaskan serentak dengan karbon sehingga 14201470 K, cecair likat terbentuk,
satu aloi sekitar 96.5% besi dan 3.5% karbon. Hasil ini kuat, boleh dibentuk menjadi bentuk halus,
tetapi terlalu rapuh untuk dibentuk, kecuali ia dinyahkarbon (decarburized) untuk menyingkir
kebanyakan karbon. Sebahagian besar penghasilan besi zaman Dinasti Zhou berikut, adalah besi
tuang. Besi, bagaimanapun, kekal sebagai penghasilan orang bawahan, digunakan oleh peladang
selama beberapa ratus tahun, dan tidak menarik minat kaum bangsawan China sehingga Sinasti
Qin (sekitar 221 SM).
Besi tuang mundur di Eropah, disebabkan pelebur Eropah hanya mampu mencapai suhu sekitar
1000 K. Sebahagian besar Abad Pertengahan, di Eropah Barat, besi masih dihasilkan dengan
menggunakan besi sponge menjadi besi tempa. Contoh besi tuang yang terawal di Eropah dijumpai
dua tempat di Sweden, Lapphyttan dan Vinarhyttan, antara 1150 hingga 1350. Terdapat cadangan
oleh para penyelidik bahawa ia mungkin diperkenalkan oleh
puak Mongol menyeberangi Russia ketapak tersebut, tertapi tidak terdapat bukti kepada hipothesis
ini. Bagaimanapun, menjelang akhir abad ke empat belas, pasaran bagi besi tuang mulai terbentuk,
sebagai permintaan bagi peluru meriam yang diperbuat daripada besi tuang.
Peleburan besi awal (sebagaimana proses ini dikenali) menggunakan arang sebagai sumber haba
dan agen penurun. Pada abad ke-18 bekalan kayu di England kehabisan dan kok(arang), bahanapi
fosil, digunakan sebagai ganti. Innovasi ini oleh Abraham Darby membekalkan tenaga untuk
Revolusi Perindustrian di England.

Ragam Kewujudan[sunting | sunting sumber]

Warna merah pada air disebabkan oleh kehadiran bijih besi dalam batu

Besi merupakan salah satu unsur paling biasa di Bumi, membentuk 5% daripada kerak Bumi.
Kebanyakan besi ini hadir dalam pelbagai jenis oksida besi, seperti bahan galian hematit, magnetit,
dan takonit. Sebahagian besar teras bumi dipercayai mengandungi aloi logam besi-nikel. Sekitar 5%
daripada meteorit turut mengandungi aloi besi-nikel. Walaupun jarang, ini merupakan bentuk utama
logam besi semulajadi dipermukaan bumi.

Dalam perindustrian, besi dihasilkan daripada bijih, kebanyakannya hematit (sedikit Fe2O3) dan
magnetit (Fe3O4), melalui penurunanoleh karbon dalam relau hembus (blast furnace) pada suhu
sekitar 2000 C. Dalam relau hembus, bijih besi, karbon dalam bentukkok, dan fluks seperti batu
kapur diisikan di bahagian atas relau, sementara semburan udara panas dipaksa untuk masuk ke
dalam relau di bahagian bawah.
Dalam relau, kok bertindak balas dengan oksigen dalam hembusan udara untuk
menghasilkan karbon monoksida:
2 C + O2 2 CO
Karbon monoksida mengurangkan bijih besi (dalam persamaan kimia di bawah, hematit) kepada
besi lebur, menjadi karbon dioksida di dalam proses tersebut:
3 CO + Fe2O3 2 Fe + 3 CO2
Fluks ditambah untuk meleburkan bendasing dalam bijih, terutamanya silikon
dioksida pasir dan lain-lain silikat. Fluks biasa termasuklah batu kapur (terutamanya kalsium
karbonat) dan dolomit (magnesium karbonat). Fluks yang lain boleh digunakan bergantung
kepada jenis bendasing yang perlu diasingkan daripada bijih. Di bawah kepanasan relau,
batu kapur mengurai menjadi kalsium oksida (kapur tohor):
CaCO3 CaO + CO2
Kalsium oksida bergabung dengan silikon dioksida untuk menghasilkan sanga.

CaO + SiO2 CaSiO3


Sanga melebur oleh kerana haba di dalam relau, berbanding dengan silikon
dioksida yang tidak akan melebur di bawah haba yang sama. Pada dasar relau,
sanga yang melebur terapung atas leburan besi yang lebih tumpat, dan hanyut ke
tepi relau yang mungkin akan dibuka untuk mengalirkan sanga keluar daripada
leburan besi. Besi ini, apabila disejukkan, akan dipanggil besi mentah, sementara
sanga boleh digunakan sebagai bahan untuk pembinaan jalan raya atau untuk
menyuburkan tanah yang kurang mineral untuk pertanian.
Anggaran sebanyak 1,100 Jt (juta tan) bijih besi dihasilkan di seluruh dunia dalam
tahun 2000, dengan nilai pasaran kasar mencecah lebih kurang 25 bilion dolar
Amerika. Pengeluaran bijih berlangsung di 48 negara, dengan lima pengeluar
terbesar merupakan China, Brazil, Australia, Rusia dan India, menghasilkan 70%
daripada pengeluaran bijih besi dunia. 1100 Jt bijih besi digunakan untuk
menghasilkan lebih kurang 572 Jt besi mentah.

Sebatian[sunting | sunting sumber]

Timbunan palet bijih besi akan digunakan dalam penghasilan besi keluli.

Keadaan pengoksidaan biasa untuk besi termasuk:

Bentuk Ferum(II), Fe2+, dahulunya dinamakan ferus amat biasa.

Bentuk Ferum(III), Fe3+, dahulunya dinamakan ferik, juga biasa, sebagai contoh
dalam karat.

Bentuk Ferum(IV), Fe4+, dahulunya dinamakan feril, stabil dalam sebahagian


enzim (contoh. peroksidase).

Ferum(VI) juga ada, walaupun jarang dalam Kalium ferat.

karbide besi Fe3C juga dikenali sebagai cementite.

Lihat juga besi oksida

Peranan biologi[sunting | sunting sumber]


Besi dalam bentuk zat besi amat penting bagi semua organisma, kecuali bagi
sebahagian kecil bakteria. Ia kebanyakannya disisipkan dengan stabil
dalam logamprotein (metalloprotein), kerana sekiranya terdedah atau dalam bentuk
bebas ia menyebabkan penghasilan radikal bebas yang kebiasaannya toksik
kepada sel. Mengatakan bahawa besi bergerak bebas tidaklah bermaksud ia
diangkut secara bebas dalam bendalir badan, sebaliknya besi terikat ketat dengan
hampir kesemua biomolekul-biomolekul agar ia dapat melekap secara tak khusus
kepada membran sel, asid nukleik, protein dsb.
Haiwan menerapkan besi ke dalam kompleks hem, sejenis komponen penting
dalam sitokrom, iaitu protein yang terlibat dalam tindakbalas redoks (termasuk
respirasi tetapi tidak terhad kepada respirasi sahaja), dan juga protein-protein
pengangkut oksigen, iaitu hemoglobin dan mioglobin. Besi tak organik yang terlibat
dalam tindakbalas redoks juga terdapat dalam kelompok besi-sulfur dalam
kebanyakan enzim, seperti nitrogenase (terlibat dalam
sintesis ammonia daripada nitrogen dan hidrogen) dan juga hidrogenase. Satu
kelas yang bernama protein besi bukan hem berperanan dalam pelbagai fungsi
dalam hidupan, protein-protein ini termasuklah enzim metana
monooksigenase (mengoksidakanmetana kepada metanol), ribonukeotida
reduktase (menurunkan ribose kepada dioksiribose; biosintesis
DNA), hemeritrin (pengangkutan dan pengikatan oksigen dalaminvertebrat marin)
dan asid fosfatase ungu (hidrolisis ester fosfate). Apabila tubuh
menentang jangkitan bakteria, tubuh menyorokkan (sequester) besi dalam
pengangkut proteintransferrin supaya tidak dapat digunakan oleh bakteria.
Taburan besi dikawalatur secara ketat di dalam badan haiwan mamalia. Besi yang
diserap dalam duodenum akan melekat pada transferrin, dan diangkut
oleh darah sehingga tiba ke sel-sel. Di situ besi diterap ke dalam protein sasaran
melalui mekanisme yang belum lagi diketahui. [1].
Sumber-sumber gizi besi termasuklah daging, ikan, ayam, kacang
dal, kacang, bayam, tauhu, kacang kuda, kacang bol, strawberi dan farina.
Besi yang dibekalkan dalam makanan tambahan selalunya dalam bentuk Besi (II)
fumarate. RDA untuk besi berbeza-beza bergantung kepada umur, jantina, dan
sumber gizi besi (besi berasaskan hem mempunyai keterbiosediaan yang lebih
tinggi)[2]. Lihat nota langkah berhati-hati di bawah.

Isotop[sunting | sunting sumber]


Besi mempunyai empat isotop stabil yang wujud secara semula jadi, 54Fe, 56Fe, 57Fe
and 58Fe. Kelimpahan semulajadi isotop-isotop Fe dalam alam sekitar adalah lebih
kurang54Fe (5.8%), 56Fe (91.7%), 57Fe (2.2%) dan 58Fe (0.3%). 60Fe

adalah radionuklida yang telah pupus dan mempunyai separuh hayat yang panjang
(1.5 juta tahun). Kebanyakan hasil penyelidikan terdahulu dalam pengiraan
komposisi Fe bertumpu kepada penentuan variasi 60Fe akibat
daripada nukleosintesis (iaitu, kajian meteorit) dan pembentukan bijih. Isotop 56Fe
menimbulkan minat saintis nuklear kerana ia merupakan nukleus yang paling stabil
yang boleh dikecapi. Adalah mustahil untuk menjalankan proses pelakuran atau
pembelahan ke atas 56Fe untuk membebaskan tenaga. Ini tidak sama dengan lainlain unsur.
Dalam fasa-fasa meteorit Semarkona und Chervony Kut perkaitan antara
kepekatan 60Ni, dan hasil reputan 60Fe, dan kelimpahan isotop stabil besi boleh
ditemui dan ini menjadi bukti kepada kewujudan isotop 60Fe sejak saat
pembentukan sistem solar. Kemungkinan tenaga yang dibebaskan dalam
reputan 60Fe, bersama dengan tenaga yang dibebaskan dalam penguraian
radionuklida 26Al, membantu dalam peleburan semula
dan pembezaan asteroid selepas pembentukannya 4.6 bilion tahun yang lalu.
Kelimpahan60Ni yang hadir pada bahan luar daratan dapat memberikan petunjuk
yang lebih lanjut mengenai asal sistem solar dan sejarah awalnya.
Di antara isotop-isotop yang stabil ini, hanya 57Fe mempunyai spin (1/2). Oleh
sebab itu, 57Fe mempunyai kegunaan sebagai isotop spin dalam bidang kimia dan
biokimia.

Langkah berhati-hati[sunting | sunting sumber]


Pemakanan zat besi berlebihan adalah toksik, kerana besi ferus berlebihan
bertindak balas dengan peroksida dalam badan, menghasilkan radikal bebas. Besi
dalam jumlah normal, mekanisma antioksida dalam badan mampu mengawal
proses ini. Sekiranya berlebihan, sejumlah radikal bebas yang luar kawal akan
terhasil.
Sukatan zat besi yang boleh membawa maut bagi budak berumur dua tahun adalah
lebih kurang tiga gram besi. Satu gram boleh mengakibatkan keracunan berat.
Terdapat kes-kes yang dilaporkan mengenai kanak-kanak yang mengalami
keracunan setelah memakan 10-50 tablet ferus sulfat dalam tempoh beberapa jam.
Lebihan dos zat besi merupakan punca kematian kanak-kanak tertinggi antara lainlain keracunan akibat pemakanan farmaseutikal secara tidak
sengaja. DRI menyenaraikan paras tinggi pengambilan yang boleh diterima untuk
orang dewasa adalah 45 mg/hari. Untuk kanak-kanak di bawah 14 tahun, paras
tinggi ialah 40 mg/hari.
Jika besi diambil secara berlebihan, berbagai-bagai jenis gangguan akibat lebihan
zat besi boleh berlaku, seperti hemokromatosis. Oleh sebab itu, makanan
tambahan besi tidak patut diambil kecuali jika seseorang itu mengalami
gangguan kekurangan besi dan telah mendapat nasihat doktor. Penderma

darah adalah antara yang berisiko tinggi menghidap gangguan kekurangan besi
dan selalunya akan disyorkan untuk mengambil makanan tambahan besi.