You are on page 1of 4

Tugas 2

Kerjakanlah Tugas 2 berikut ini :
Faktor-faktor dalam kepemimpinan transformasional adalah Stimulasi Intelektual, Kharisma dan Inspirasi, serta
Konsiderasi Individual. Jawablah pertanyaan berikut ini :
1.

Jelaskanlah apa yang dimaksud dengan faktor-faktor tersebut.

2.

Mengapa kombinasi dari ke tiga faktor tersebut dapat membuat seorang pemimpin bisa melakukan
perubahan organisasi ?

Jawab
1.- 1) Karismatik
Karismatik yaitu memberikan visi dan misi organisasi dengan jelas, menanamkan kebanggaan, memperoleh
respek, dukungan dan kepercayaan dari bawahan atau rekan kerjanya (Danim, 2009: 57).
Selanjutnya Dubrin (2005: 44) menjelaskan bahwa karisma adalah pesona personal dan daya tarik pribadi yang
dipakai untuk memimpin orang lain. Menurut Dubrin, dimensi perilakunya adalah optimis, jujur, ekspresi wajah
yang hidup, pujian beralasan, tampilan gagah dan bersikap tegas, tindakan dan gerakan mempunyai tujuan.
Menurut Wahjosumidjo (2008: 34), bahwa kepemimpinan kharismatik adalah sebagai berikut:
1. Bawahan menaruh kepercayaan terhadap kebenaran dan keyakinan pimpinan.
2. Ada kesamaan keyakinan bawahan dan pimpinan.
3. Penerimaan tanpa perlu dipersoalkan dari bawahan terhadap pimpinan.
4. Terdapat rasa kasih sayang pengikut kepada pimpinan.
5. Kemauan untuk patuh dari bawahan terhadap pimpinan.
6. Keterlibatan secara emosional dari bawahan dalam melaksanakan misi organisasi.
7. Mempertinggi penampilan dalam mencapai tugas dari bawahan.
8. Ada keyakinan bawahan bahwa pemimpin akan memberikan bantuan demi keberhasilan misi kelompok.
Menurut Balitbang (2003: 17), karisma diartikan sebagai pola perilaku yang mencerminkan kewibawaan dan
keteladanan. Melalui karisma pemimpin, akan mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan saling mempercayai
antara dirinya dengan bawahan. Karisma seorang pemimpin akan menyebabkan bawahan menerima sebagai
model yang ingin ditirunya setiap saat dan pada gilirannya akan memberikan bawahan serta kesadaran misi dan
membangkitkan kebanggaan serta menumbuhkan rasa hormat dan kepercayaan pada bawahan. Hal ini karena
seorang pemimpin yang memiliki karisma akan lebih mudah dalam mengajak dan mempengaruhi para bawahan
serta bersama-sama mengembangkan dan memajukan unit kerja.
Aspek-aspek perilaku karisma adalah sebagai berikut:
a. Keteladanan
Seorang pemimpin yang menjadi panutan ia harus mempunyai sikap setia kepada organisasi, setia pada
bawahan, dedikasi pada tugas, disiplin kerja, landasan moral dan etika yang digunakan, kejujuran, perhatian
pada kepentingan dan berbagai nilai-nilai yang bersifat positif. Selain itu, keteladanan kepala sekolah tidak
hanya tercermin dalam kehidupan organisasi, akan tetapi juga dalam kehidupan pribadinya seperti kehidupan
keluarga yang harmonis, gaya hidup yang sesuai dengan kemampuan dengan memperhitungkan keadaan
lingkungan, dan kepekaan terhadap kondisi sosial lainnya (Siagian, 1990: 105).
b. Berlaku jujur
Pemimpin karismatik adalah pemimpin yang jujur dan terbuka pada orang lain, tidak kaku, biasanya terus terang
dalam memberikan penilaian atas sesuatu dan situasi. Kebenaran itu pahit, tetapi tidak melemahkan pemimpin
yang karismatik (Dubrin, 2005: 49).
c. Kewibawaan
Menurut Fiedler dan Chamers (Wahjosumidjo, 2001: 20), kewibawaan merupakan keunggulan, kelebihan atau
pengaruh yang dimiliki oleh pimpinan. Kewibawaan pimpinan dapat mempengaruhi orang lain, menggerakkan,
memberdayakan segala sumber daya institusi kerja untuk mencapai tujuan institusi sesuai dengan keinginan

2009: 57). . Pujian yang beralasan Pemimpin karismatik. kondisi demikian dihayati sebagai rasa nikmat. 7) mengetahui siapa pengguna. Motivasi Motivasi merupakan suatu kekuatan atau tenaga atau daya atau suatu keadaan yang kompleks dan kesiapsediaan dalam diri individu untuk bergerak ke arah tujuan tertentu baik disadari maupun tidak didasari (Makmun. Pengaruh positif lebih jauh adalah menimbulkan semangat belajar yang tinggi (oleh Peter Senge. 2009: 37). tujuannya tidak tercapai. 1999: 109). c. Aspek perilaku dari stimulasi inspirasional adalah: a. f. menghargai setiap bawahan yang diekspresikan dengan tulus. yaitu 1) mengkomunikasikan kemenangan. bahwa komunikasi adalah pemindahan informasi dan pemahaman dengan menggunakan simbol-simbol verbal dan non verbal yang didalamnya mencakup komunikator. 3) komitmen untuk melakukan komunikasi dua arah. yaitu: a) Motivating state. 2010: 207). 5) meng-komunikasikan pembagian tanggung jawab. 6) mempertimbangkan baik-buruk. 3) Stimulasi Intelektual Dalam stimulasi intelektual. Perilaku manusia. pemimpin mendorong bawahan untuk memikirkan kembali cara kerja dan mencaricari cara kerja baru dalam menyelesaikan tugasnya. d. hormonal dalam diri seseorang atau karena terangsang oleh simulasi tertentu. menggunakan lambang-lambang untuk memfokuskan upaya mengungkap-kan maksud-maksud penting dengan cara yang sederhana (Danim. bersikap positif terhadap bawahan. Menggunakan ekspresi wajah yang hidup Pemimpin karismatik selalu menunjukkan ekspresi wajah yang hidup. maka terjadilah ketegangan yang memuncak sehingga seseorang merasa kecewa (frustation) (Makmun. Pengaruhnya diharapkan. maka keseimbangan dalam diri seseorang pulih kembali yakni terpeliharanya homeostatis. optimis dan enerjik setiap saat.pimpinan. Komunikasi yang efektif Menurut Gibson. 2009: 39). 2) Stimulasi Inspiratif Stimulasi inspratif adalah mengkomunikasikan harapan tinggi. klien dan audien. Pemberian inspirasi Kepala sekolah pada hakekatnya adalah sumber semangat bagi para guru. 2009: 18). Membuat orang lain senang merupakan salah satu ciri pemimpin karismatik (Dubrin. 4) menitiberatkan pada komunikasi secara tatap muka. bekerja secara bertanggungj awab ke arah tercapainya tujuan sekolah (inspiring) (Wahjosumidjo. Ada delapan faktor yang mempengaruhi komunikasi efektif. dan merasa menemukan cara-cara kerja baru dalam mempercepat tugas-tugas mereka. Motivasi merupakan aspek psikologis yang mempengaruhi perilaku seseorang. Jika yang terjadi sebaliknya. b. selalu mengandung tiga aspek. Memiliki semangat Optimisme dan enerjik merupakan kualitas yang luar biasa dari orang yang karismatik yaitu selalu bersemangat. 8) memiliki strategi komunikasi (Danim. percaya diri terhadap para guru. Ivancevich dan Donelly (Danim. selalu jujur dan memberi pujian. Pujian jujur membuat orang lain merasa senang. staf dan siswa. tetap menghormati dan bersedia sepakat untuk berbeda pendapat. b) Motivated behavior. media. baik sadar atau tidak sadar (Thoha. hal ini disebut sebagai “learning organization”). yang kedudukannya bertahap dan berurutan. mencari cara-cara baru dalam menyelesaikan tugas. staf dan siswa sehingga mereka menerima dan memahami tujuan sekolah secara antusias. 2005: 51). pesan. yaitu dengan berhasilnya dicapai tujuan yang dapat memenuhi kebutuhan yang terasa. yaitu timbulnya kekuatan dan terjadinya kesiapsediaan sebagai akibat terasanya kebutuhan jaringan atau sekresi. bawahan merasa pimpinan menerima dan mendukung mereka untuk memikirkan cara-cara kerja mereka. 2009: 17). e. yaitu bergeraknya seseorang ke arah tujuan tertentu sesuai dengan sifat kebutuhan yang hendak dipenuhi dan dipuaskan. 2) membandingkan antara kata-kata dan perbuatan. c) Satisfied conditions. jika itu pilihannya (Trusco. Oleh sebab itu kepala sekolah harus selalu membangkitkan semangat. 2002: 268). yang mendorong untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan atau kebutuhan. puas dan lega. penerima pesan dan tanggapan baik.

b. penyamarataan perbedaan individu tidak mendapatkan tempatnya. 2002: 405). e. keterlibatan dan kerjasama antar anggota tim. Pemimpin adalah juga manusia biasa. sudah pasti dalam melaksanakan tugasnya dan berinteraksi dengan sesama staf dan pegawai pasti ada kekurangan. memperlakukan setiap karyawan secara individual.Aspek perilaku dari stimulasi intelektual adalah: a. c. Dalam kepemimpinan transformasional. Setiap pemimpin transformasional akan memperhatikan faktor-faktor individual sebagaimana tidak bisa disamaratakan karena adanya perbedaan. Perilaku dari pertimbangan individu (individual consideration) adalah: a. dan pengembangan pribadi yang berbeda satu dengan lain. c. kekurangan tersebut ada norma yang membatasi sesuai dengan aturan dalam organisasi. melatih dan menasehati (Danim. Profesionalisme Seseorang dikatakan profesional jika melakukan pekerjaannya dengan keahlian khusus dan menghasilkan produk yang berkualitas. Menurut Wahjosumidjo (1999: 24). bahwa pertimbangan individual (Individual consideration) menunjukkan perilaku yang bersahabat. dan pengembangan diri yang berbeda. pimpinan harus menimbulkan kepekaan para staff terhadap sesuatu yang baru dan dapat diimplementasikan. 4) Pertimbangan Individual Pertimbangan individual adalah memberikan perhatian pribadi. sebaliknya yang melakukan kesalahan mendapatkan sanksi setimpal yang sifatnya pembinaan. saling adanya kepercayaan. membimbing dan melatih setiap anggota sesuai dengan karakteristik individu yang dipimpinnya. Selain itu. Pemimpin transformasional akan memberikan perhatian untuk membina. d. 2009: 57). Pimpinan tidak melakukan sendiri pekerjaan atau hanya menugaskan pada orang-orang tertentu saja. Toleransi Toleransi adalah penyimpangan-penyimpangan yang diperbolehkan. artinya tanpa ragu-ragu kepada staf dengan satu keyakinan tugas tersebut akan dapat dilaksanakan dengan baik. Mengembangkan ide baru Pemimpin transformasional selalu mencari ide-ide baru dalam mengembangkan organisasi dan ide tersebut disampaikan pada bawahan untuk diimplementasikan. Seorang pemimpin transformasional akan memperhatikan faktor-faktor individu sebagaimana mereka tidak boleh disamaratakan karena adanya perbedaan. Evaluasi diri Pemimpin transformasional selalu mengevaluasi diri atas tindakan-tindakan yang dilakukan dengan tujuan untuk perbaikan selanjutnya. Kepemimpinan kolektif Kepemimpinan yang melibatkan bawahan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan dalam organisasi. Pemberian kepercayaan . Pemimpin harus dapat memberikan tindakan yang pantas sesuai dengan batasan penyimpangan yang diperbolehkan. latar belakang. Pemimpin harus menaruh kepercayaan yang tinggi terhadap staf. Inovatif Adalah pimpinan mengajak bawahan untuk melakukan sesuatu yang baru atau menemukan sesuatu dalam pengembangan institusi ke arah perubahan sesuai dengan yang ditetapkan. Selanjutnya Bass (1985: 29) mengatakan bahwa kepemimpinan transformasional mau mendengarkan dengan penuh perhatian masukan-masukan bawahan/pengikut serta secara khusus mau memperhatikan kebutuhan bawahan/pengikut akan pengembangan karir. kepentingan. f. melainkan melibatkan semua anggota organisasi untuk terlibat dalam rangka mencapai tujuan. namun demikian. sosial budaya. menyatakan bahwa pemimpin dapat membangun kepercayaan. saling menghormati dan hubungan yang sangat hangat dalam kerja sama antara pemimpin dengan anggota kelompok. Manusia tidak luput dari segala kekurangan. b. kepentingan. Pemberdayaan Dubrin (2005: 150). Hal ini akan menimbulkan persaingan sehat diantara staf dalam upaya meningkatkan kinerjanya. bertang-gungjawab dan sistematis (Trusco. Adil Adil artinya tidak membeda-bedakan staf yang ada dalam organisasi. Kreatif Pimpinan mendorong bawahan untuk kreatif dalam melaksanakan tugas. Bagi mereka yang melakukan kesuksesan dalam pekerjaan harus mendapatkan penghargaan yang setimpal.

dan nilai-nilai kerja yang dipersepsikan bawahan sehingga mereka lebih mampu mengoptimalkan kinerja untuk mencapai tujuan organisasi. Partisipatif Partisipatif artinya melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan. Penghargaan Penghargaan merupakan sesuatu yang diharapkan untuk diperoleh. Saefullah (2005: 248) menyatakan bahwa penghargaan instrinsik adalah sesuatu yang dirasakan oleh dirinya ketika melakukan sesuatu. dalam Yukl. Pimpinan meminta pendapat. dalam kepemimpinan demokratis. Dengan demikian staf merasa ikut bertanggungjawab atas keputusan yang diambil pimpinan. Demokratis Demokratis artinya keterbukaan dan keinginan memposisikan pekerjaan dari. Secara konseptual. organisasi tetap berjalan.dengan sendirinya akan menanamkan dan meningkatkan rasa percaya diri staf. e. f. oleh dan untuk bersama. Penghargaan ini dapat berupa dari pimpinan yang bentuknya berupa promosi. Penghargaan ada dua macam. Jenis kepemimpinan ini lebih dari sekedar transaksi konstruktif dan koreksi . 2. ada atau tidak adanya pemimpin. sebagai kemampuan pemimpin mengubah lingkungan kerja. kepemimpinan transformasional didefiniskan (Bass. Pemimpin transformasional menerapkan lebih dari sekedar pertukaran (transaksional) dan selalu berusaha meningkatkan. dan memberi inspirasi pada bawahan untuk lebih mementingkan kepentingan kelompok diatas kepentingan pribadi. Sedangkan penghargaan ekstrinsik adalah sesuatu yang diterima seseorang dari lingkungan tempat kerja dimana sesuatu yang diperolehnya sesuai dengan harapannya. motivasi kerja. Hal ini akan berdampak terhadap adanya kepercayaan diri.2006: 264). yakni penghargaan instrinsik dan ekstrinsik. Sesuatu yang dirasakan ini dapat berupa kepuasan dalam melaksanakan tugas. Menurut Thoha (2010: 131). dan pola kerja. saran dari staf tentang apa yang akan dilaksanakan. d.1985.