You are on page 1of 18

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Paradigma sehat merupakan cara pandang, pola pikir, atau model
pembangunan kesehatan yang bersifat holistik. Cara pandang ini
menekankan pada melihat masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh
banyak faktor yang bersifat lintas sektor. Upayanya lebih diarahkan pada
peningkatan, pemeliharaan dan perlindungan kesehatan, bukan hanya
panyembuhan

orang

sakit

atau

pemulihan

kesehatan.

Dengan

diterapkannya paradigma ini, diharapkan mampu mendorong masyarakat
untuk bersikap mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri melalui
kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang
bersifat promotif dan preventif (Isna. 2010).
Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua
komponen bangsa dalam rangka meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat
kesehatan masyarakat setinggi-tingginya dengan memperhatikan peranan
kesehatan, dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar manusia dengan
perhatian utama pada proses tumbuh kembang anak sejak pembuahan
sampai mencapai dewasa muda. Pada masa tumbuh kembang ini
pemenuhan dasar anak-anak seperti perawatan dan makanan sehat, bergizi
yang diberikan secara baik dan benar sehingga nantinya dapat membentuk
sumber daya manusia yang sehat dan produktif (Depkes RI, 2009).

1

Hasil penelitian . yang diproduksi oleh penjual tersebut atau yang diproduksi orang lain. 2014).2 Pangan atau makanan adalah salah satu kebutuhan dalam hidup manusia. Menurut Depkes RI panganan jajanan merupakan makanan dan minuman yang bisa langsung dikonsumsi dan dapat dibeli dari penjual makanan. Untuk memenuhi pangan jajanan yang sehat dan bergizi. pengental (memperbaiki tekstur). pemanis (penambah rasa). Hal tersebut terjadinya karena masih kurangnya pemahaman konsumen terhadap manfaat dan cara menentukan kebutuhan makanan agar menjadi individu yang sehat (Indrati & Gardjito. penyedap (menguatkan rasa). 2014).7 Tahun 1996 dan direvisi dengan UU No. namun masyarakat masih belum mendapatkan makanan yang terjamin mutu dan keamanannya. Di Indonesia telah memiliki Undang-Undang Pangan yaitu UU No. karenanya baik di negara kita ataupun dunia. urusan pangan atau makanan diatur oleh negara. melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. tanpa diolah lagi. Selama ini masyarakat sering mengkonsumsi bahan-bahan yang dapat di kategorikan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang dapat berupa pewarna (untuk menambah daya tarik visual). BTP dapat ditambahkan dalam makanan selama dalam masa pengolahan dan dipastikan keamanan dalam penggunaannya (Indrati dan Gardjito.18 Tahun 2012. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) bahwa setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana dan prasarana antara lain ruang kantin atau kantin sekolah.

Misalnya tidak sarapan pagi. Saat ini beragam jenis makanan jajanan anak sekolah dasar yang dijual di lingkungan sekolah terutama di kantin. 2004). Masa usia sekolah sebagai masa kanak-kanak akhir yang berlangsung dari usia 6-12 tahun. dan sekitar 35. 2013).3 yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Depdiknas tahun 2007 tentang sekolah sehat dari 640 SD di 20 provinsi yang diteliti. sehingga mereka menolak untuk makan pagi di rumah. Perilaku gizi yang salah pada anak-anak perlu mendapat perhatian. kurang mengkonsumsi sayuran. sikap. persepsi. dan penambah cita ras (Rukmana. diantaranya perbedaan dalam bidang intelegensi. Karakteristik utama usia sekolah adalah mereka menampilkan perbedaan-perbedaan individual dalam banyak segi dan bidang.5% makanan jajanan anak sekolah yang tidak aman (Depkes RI.3% kantin belum terpenuhi syarat kesehatan. Perilaku ini juga dipengaruhi oleh lingkungan . Perilaku jajan anak dipengaruhi oleh pengetahuan gizi. buah. emosi dan motivasi. dan susu. jajan yang tidak sehat di sekolah. pewarna. makanan yang mengandung bahan pengawet. dan sebagai ganti dimintanya uang untuk jajan. 2011). 40% belum memiliki kantin dan 60% dari yang telah memiliki kantin 84. Anak usia sekolah adalah anak yang berada pada usia-usia sekolah. Pada usia seperti ini anak gemar sekali jajan. kemampuan dalam kognitif dan bahasa. terlalu banyak mengkonsumsi fast food dan junk food. perkembangan kepribadian dan perkembangan fisik (Untario.

atau peralatan yang kurang bersih. 2005). 2003). Untuk mewujudkan hal tersebut maka anak sekolah perlu diberikan pengetahuan mengenai makanan yang bergizi dan sehat (Wawan. teman sebaya. kembung. diare (cair. muntah berulang. terdapat gejala penyakit yang dapat muncul diantaranya. juga waktu dan temperatur penyimpanan yang tidak tepat. Di antara sekian banyak ancaman kuman. media masa. dan sebagainya (Notoatmodjo. dimana dibutuhkan juga untuk pertumbuhan. Anak-anak di sekolah cukup berisiko mengalami penyakit yang ditularkan lewat makanan. tidak nafsu makan dan demam. termasuk dalam pemilihan makanan yang baru. penjamah makanan yang tidak sehat. hingga berdarah). berlendir. Terjadinya penyakit bawaan makanan pada jajanan kaki lima dapat berupa kontaminasi baik dari bahan baku.4 keluarga (orang tua).info/waspadai-penyakit-akibat-jajanan-terkontaminasipada-anak-di-sekolah/diakses 21 april 2016) Sekolah dasar merupakan tempat yang baik untuk menanamkan sikap dan kebiasaan makan yang sehat. (http://pedulisehat. dimana dipengaruhi oleh ketahanan makanan. Anak sekolah dasar biasanya mempunyai sifat terbuka dan mudah menerima hal-hal baru. nyeri perut. sebab terkadang anak terpapar makanan yang berada di luar pantauan orangtua (jajanan di sekolah). Makanan jajanan merupakan salah satu jenis makanan yang sangat dikenal dan umum di masyarakat. Makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. terutama anak .

5 usia sekolah. dan instansi pelayanan kesehatan karena jajanan anak sekolah sangat beresiko tercemar oleh cemaran biologis atau kimiawi yang dapat mengganggu kesehatan. baik jangka pendek maupun jangka panjang. pihak sekolah. Zat berbahaya yang terkandung dalam jajanan sekolah dapat menimbulkan reaksi akut pada tubuh. yaitu berupa batuk. sebagian besar (>70%) penjaja PJAS menerapkan praktek keamanan pangan yang kurang baik (Andarwulan. Selain itu murid SD juga belum terbiasa mencuci tangan sebelum menjamah makanan. khususnya bagi orang tua. menunjukan bahwa murid SD masih belum dapat memilih makanan jajanan yang sehat dan bersih. Jajanan anak sekolah menjadi suatu masalah yang akhir-akhir ini perlu diperhatikan oleh masyarakat. Madanijah. dkk (2004). kesulitan buang . hal tersebut tercermin dari makanan jajanan yang dikonsumsi murid SD di sekolah banyak mengadung pewarna sintetik. bakteri patogen dan lain-lain. logam berat. 2009) Hasil penelitian Irawati. Anak sekolah biasanya membeli jajanan pada penjual makanan jajanan di sekitar sekolah atau di kantin sekolah. Berdasarkan hasil Monitoring dan Verifikasi Profil Keamanan Pangan Jajanan Anak Sehat (PJAS) Nasional tahun 2008 yang dilakukan oleh Southeast Asian Food And Agricultural And Technology (SEAFAST) dan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia. alergi. diare. & Zulaikhah. Penjual berperan penting dalam menyediakan makanan jajanan yang sehat dan bergizi serta terjamin keamanannya.

6 air besar. mudah didapat. Pangan jajanan mempunyai cita rasa yang enak di lidah. Hal ini berakibat digunakannya bahan-bahan makanan yang kurang baik biasanya sudah tercemar oleh kuman. karena itulah mereka cenderung memilih jenis jajanan yang murah. atau bahkan menimbulkan keracunan. Itulah sebabnya anak-anak yang telah mulai suka jajan sering terkena penyakit diare. Hal itu dimungkinkan karena anak-anak pada jajan sembarangan. Bahkan zat berbahaya tersebut dapat menyebabkan penyakit kanker dan tumor (BIN RI. Salah satu aspek yang memegang peranan yang cukup penting dalam memberikan asupan energi dan gizi serta pemeliharaan ketahanan belajar bagi anak ketika berada di sekolah adalah pangan jajanan. Anak usia sekolah dasar lebih sering jajan berupa es atau kue-kue. 2012). 2005). Tidak banyak anak yang memperoleh kesempatan mempunyai uang saku yang banyak. 2011). penampilan yang menarik dan harganya terjangkau sehingga banyak anak SD yang gemar membeli . Selama 6-8 jam per hari waktu anak dihabiskan di sekolah dan 90 persen anak sekolah membeli jajan di sekolah (BPOM. biasanya makin rendah harga suatu barang atau jajanan makin rendah pula kualitasnya. Penyakit diare merupakan penyakit yang paling sering diderita oleh anak sekolah dasar. Penyakit ini sering terjadi pada usia sekolah termasuk anak sekolah dasar (Budi. Dalam jangka panjang zat berbahaya tersebut akan terakumulasi dan berbahaya bagi kesehatan serta tumbuh kembang anak.

2014). dan 52 % zat besi (Judarwanto. dan methanil yellow (BPOM. Pangan jajanan anak sekolah hanya menyumbang 30 persen karbohidrat. Namun. tetapi miskin gizi. hal tersebut berbanding terbalik dengan kualitas jajanan. makanan yang terkontaminasi bakteri. 2012). Salah satunya disebabkan kebiasaan jajan panganan-panganan yang mengenyangkan. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2014 sekitar 40% . Sementara berdasarkan penelitian yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013 menyatakan bahwa 26. baik dari segi keamanan komposisinya maupun kebersihannya yang dapat membahayakan kesehatan anak.4 persen anak usia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama menderita anemia gizi.7 pangan jajanan tersebut. Pangan jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi syarat tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor diantaranya adalah kondisi makanan yang tidak higienis. hingga penggunaan bahan-bahan berbahaya seperti boraks. 25 persen protein. baik . formalin. Makanan jajanan (street food) sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. alat yang digunakan untuk mengolah makanan tidak bersih. rhodamin B. Makanan yang kita konsumsi biasanya selain makanan pokok ada juga makanan jajanan. orang yang menjual atau membuatnya tidak sehat.44% pangan jajanan anak sekolah tidak memenuhi syarat kesehatan. Makanan yang sehat bisa diperoleh dari makanan utama dan makanan jajanan.

kesehatan gigi dan mulut siswa SD dan setingkat melalui penjaringan kesehatan terhadap murid Sekolah Dasar. penerapan sistem higienis yang baik terkait dengan bagaimana kantin tersebut menjaga kebersihan jajanannya (Mukono. Kantin sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam menyediakan asupan makanan atau jajanan bagi anak-anak di sekolah. dan zat besi 52%. Makanan yang sehat dan aman bagi anak sekolah yang dalam masa pertumbuhan dipengaruhi oleh kantin yang sehat pula. khususnya orang tua. 2000). protein 29%. dan pengelola sekolah. pendidik. tetapi keamanan jajanan tersebut baik dari segi mikrobiologis maupun kimiawi masih dipertanyakan (Anonim. Dari segi gizi sebelumnya makanan jajanan belum tentu jelek. karena ternyata makanan jajanan kaki lima menyumbang asupan energi bagi anak sekolah sebanyak 36%. makanan yang sehat dan berkualitas dapat membantu bagi perkembangan tubuh dan otak anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Makanan jajanan anak sekolah merupakan masalah yang perlu menjadi perhatian masyarakat.8 diperkotaan maupun dipedesaan. Usaha kesehatan di sekolah dilakukan lewat Tri . 2007). Makanan jajanan yang dijual di lingkungan sekolah adalah pangan jajanan anak sekolah (PJAS) yang sangat memegang peranan strategis karena menyumbang asupan gizi dan energi penting bagi anak sekolah. Usaha kesehatan sekolah (UKS) merupakan slaha satu usaha kesehatan pokok yang dilaksanakan oleh Puskesmas mengenai Pelayanan kesehatan pada UKS adalah pemeriksaan kesehatan umum.

Puskesmas Gunungguruh sebanyak 14 orang. 2012). dari hasil data tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Cidolog Peran serta puskesmas Cidolog Kabupaten Sukabumi melalui berbagai program UKS ikut terlibat dalam upaya meningkatkan kesehatan sekolah. UKS mempunyai dua tujuan yaitu meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan lingkungan yang sehat (Wijayanty. 2013). Dengan adanya informasi dan pengaruh penyuluhan tentang jajanan sehat yang diberikan pada saat penyuluhan akan mempengaruhi pengetahuan siswa. . terdapat tiga wilayah kerja puskesmas tercatat data kejadian keracunan makanan yaitu wilayah kerja Puskesmas Cikembar sebanyak 13 orang. Pengetahuan gizi merupakan kepandaian memilih makanan jajanan yang sehat yang merupakan sumber zat-zat gizi.9 Program UKS. persepsi. yaitu pendidikan kesehatan. Faktor internal meliputi pengetahuan yang berupa pengetahuan gizi. hal ini sesuai dengan penelitian Saputri dan Krisnawati (2012) Berdasarkan hasil data yang didapatkan dari Dinas Kabupaten Sukabumi. Dan salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan dari seseorang adalah informasi (Azwar. emosi dan motivasi dari luar. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan jajanan berupa faktor internal dan faktor eksternal. dan Puskesmas Cidolog sebanyak 17 orang. namun data tersebut menyangkut semua umur tidak terfokus pada anak usia sekolah. kecerdasan. pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kedua sekolah yaitu SD Tegalega dan SD Cidolog pada tanggal 26 April 2016 dengan . Tabel 1.1 SD Yang Berada Di Wilayah Kerja Puskesmas Cidolog Kabupaten Sukabumi No NamaSekolah JumlahSiswa 1 SDN Cidolog 231 2 SDN Cimahi 167 3 SDN Mekarjaya 62 4 SDN Cukangbatu 37 5 MI Cicurug 51 6 SDN Cipamingkis 76 7 MI Cikadu 106 8 SDN PuncakBatu 98 9 SDN Tegalega 168 10 MI Sukatani 35 11 SD Cikarang 155 12 SD Cibeber 98 13 SD Karben 105 Puskesmas Cidolog Kabupaten Sukabumi 2016 Sumber : Berdasarakan tabel 1.10 diantaranya diadakannya pembinaan sekolah sehat.1 SDN Cidolog merupakan SD yang paling banyak jumlah siswanya sebanyak 231 siswa dari jumlah keseluruhan kelas. diantaranya adalah penyuluhan tentang jajanan sehat. Di setiap bulannya puskesmas melakukan penyuluhan ke setiap sekolah dengan berbagai jenis materi penyuluhan. dan penjaringan kesehatan anak sekolah. dalam 1 tahun pernah dilakukan penyuluhan tentang jajanan sehat sebanyak 1 kali pertemuan terhadap siswa kelas IV dan V di SDN Cidolog Kabupaten Sukabumi. mengadakan penyuluhan kesehatan.

di SD Tegalega juga terdapat beberapa siswi mengalami hal yang sama seperti batuk dan diare. tidak nafsu makan. sekolah ini memiliki kantin sekolah yang berbentuk warung dan tidak memiliki tempat mencuci tangan. jumlah siswa yang sakit pada tahun ajaran 20152016 didapatkan bahwa SD Negeri Cidolog Kabupaten Sukabumi terlihat lingkungan yang kurang bersih dan makanan yang kurang sehat dan bergizi. tetapi belum pernah di lakukan penelitian.11 mengobservasi lingkungan sekolah. jenis makanan yang terdapat dilingkungan sekolah. Sedangakan di SD Tegalega terlihat lingkungan yang bersih dan terdapat beberapa makanan jajanan saja. diare dan tyfus. juga banyak mengandung pewarna. Hasil wawancara terhadap siswa kelas V dan VI di SD Negeri Cidolog pada 10 responden diperoleh hasil bahwa 7 dari 10 siswa tertarik untuk jajan diluar karena lebih enak . Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah dinyatakan bahwa sekolah ini pernah dilakukan penyuluhan 1 kali pada tahun 2016. dilihat dari kondisi lingkungan sekolah yang kurang bersih. karena siswa SD Negeri Cidolog lebih beresiko terkena penyakit yang disebabkan oleh makanan jajanan. besar kemungkinan makanan yang di jajakan di sekolah tidak higienis dan terkontaminasi. terdapat juga beberapa siswi yang mengalami batuk. Terdapat pula penjual makanan dan minuman di lingkungan sekolah yang bervariasi. selain itu lingkungan sekitar tempat penjualan jajanan yang kurang bersih. Dari hasil study pendahuluan tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di SD Negeri Cidolog.

B. maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang dituangkan dalam judul ’’Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Jajanan Sehat Terhadap Pengetahuan dan Perilaku Jajan Sehat Siswa Kelas V-VI SD Negeri Cidolog Kabupaten Sukabumi’’. sebagian besar siswa lebih memilih makanan yang menarik penampilannya dan warna yang mencolok.12 dan banyak variannya. Sedangkan dari hasil pengamatan perilaku siswa terhadap makanan jajanan. Pengetahuan mengenai jajanan adalah kepandaian memilih makanan yang merupakan sumber zat-zat gizi dan kepandaian dalam memilih makanan jajanan yang sehat. maka peneliti merumuskan masalah “Adakah Pengaruh Pendidikan Kesehatan Jajanan Sehat Terhadap Pengetahuan dan Perilaku Siswa Kelas V-VI SD Negeri Cidolog Kabupaten Sukabumi Wilayah Kerja Puskesmas Cidolog?” . seperti makanan yang berbentuk minuman/es dan makanan yang di jajakan oleh pedagang kaki lima. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan. Dari uraian diatas. Dari hasil study pendahuluan mengenai pengetahuan siswa tentang makanan jajanan sehat diperoleh bahwa 3 siswa mengetahui pengertian makanan jajanan sehat. ciri-ciri makanan jajanan sehat serta mngetahui dampak negatif mengkonsumsi makanan jajanan sehat sedangkan 7 orang lainnya belum paham mengenai makanan jajanan sehat.

13 C. Kegunaan Penelitian 1. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pendidikan kesehatan jajanan sehat terhadap pengetahuan dan perilaku siswa sekolah dasar di SD Negeri Cidolog Kecamatan Cidolog Kabupaten Sukabumi 2. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan perilaku siswa di SD Negeri Cidolog sesudah dilakukan Pendidikan Kesehatan jajanan sehat c. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan perilaku siswa di SD Negeri Cidolog sebelum dilakukan Pendidikan Kesehatan jajanan sehat b. Bagi peneliti Hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan peneliti tentang pengaruh penkes jajanan sehat terhadap pengetahuan dan perilaku pada siswa SD Negeri Cidolog . Mengidentifikasi pengaruh tingkat pengetahuan dan perilaku siswa SD Negeri Cidolog sebelum dan sesudah dilakukan Pendidikan Kesehatan jajanan sehat D. Tujuan Khusus a.

Bagi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kota Sukabumi (STIKESMI) Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan dan informasi bagi instansi maupun mahasiswa STIKES mengenai pengaruh penkes jajanan sehat terhadap pengetahun siswa SD. Serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya. Bagi SD Negeri 1 Cidolog Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan kontribusi positif bagi pihak sekolah untuk memberikan edukasi kepada siswa tentang keamanan jajanan. 2010) . 4. Bagi Puskesmas Cidolog Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi agar instansi pelayanan kesehatan dapat memberikan penyuluhan kesehatan mengenai jajanan yang aman ke bebagai sekolah dasar. serta melakukan pemantauan terhadap penjual makanan dan minuman jajanan di lingkungan sekolah. 3.14 2. E. Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran merupakan model konseptual yang berkaitan dengan bagaimana seorang peneliti menyusun teori atau menghubungkan secara logis beberapa faktor yang dianggap penting untuk masalah (Hidayat.

2013). Pendidikan kesehatan adalah suatu penerapan konsep pendidikan di dalam bidang kasehatan. yang terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap objek tertentu sehingga pengetahuan tentang makanan jajanan sehat merupakan hasil dari tahu siswa sekolah dasar kelas V dan VI dalam memahami tentang makanan jajanan sehat. 2010). sedangkan mereka membutuhkan banyak asupan nutrisi yang cukup untuk menunjang kegiatannya. Perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu yang dapat diamati dan bahkan di pelajari. (Ikbal. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu. Perilaku tidak sama dengan sikap.15 Anak usia sekolah dasar cenderung lebih memilih makanan jajan yang bentuknya menarik bahkan tampilannya yang unik yang membuat mereka tertarik pada makanan jajanan tanpa mereka ketahui kandungan atau zatzat yang terdapat pada makanan jajanan tersebut. Dilihat dari segi pendidikan. pendidikan kesehatan adalah suatu pedagogik praktis atau praktik pendidikan. Menurut penjelasan tersebut maka kerangka pemikiran dapat digambarkan sebagai berikut : . Oleh sebab itu konsep pendidikan kesehatan adalah pendidikan yang di aplikasikan pada bidang kesehatan (Azmi. Sikap hanya merupakan kecenderungan untuk mengadakan tindakan terhadap suatu objek dengan cara yang menunjukkan rasa suka atau tidak suka terhadap objek tersebut.

1 Kerangka pemikiran Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Jajanan Sehat Terhadap Pengetahuan dan Perilaku Siswa Di SDN Cidolog Wilayah Kerja Puskesmas Cidolog Kabupaten Sukabumi Pengaruh Pendidikan : Jajanan Sehat Pengetahuan dan Perilaku Siswa Sekolah dasar Keterangan : Pengetahuan dan Perilaku Siswa Sekolah dasar (Pre test) (Post test) : Variabel yang diteliti : Variabel yang mempengaruhi : Arah perubahan : Intervensi yang mempengaruhi F.16 Bagan 1. dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk penrtanyaan. Hipotesis Penelitian Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Hipotesis dirumuskan atas dasar kerangka pemikiran yang merupakan jawaban sementara atas masalah yang dirumuskan (Sugiyanto. . 2012). Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori.

Ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Jajanan Sehat Terhadap Pengetahuan dan Perilaku Siswa Sekolah Dasar . Ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan Jajanan Sehat Terhadap Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar H0 : Tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang jajanan sehat terhadap pengetahuan siswa di SDN Cidolog Wilayah kerja Puskesmas Cidolog Kabupaten Sukabumi H1 : Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang jajanan sehat terhadap pengetahuan siswa di SDN Cidolog Wilayah Kerja Puskesmas Cidolog Kabupaten Sukabumi 2. Ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Jajanan Sehat Terhadap Perilaku Siswa Sekolah Dasar H0 : Tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang jajanan sehat terhadap perilaku siswa di SDN Cidolog Wilayah kerja Puskesmas Cidolog Kabupaten Sukabumi H1 : Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang jajanan sehat terhadap perilaku siswa di SDN Cidolog Wilayah Kerja Puskesmas Cidolog Kabupaten Sukabumi 3.17 Hipotesis yang diharapkan dalam penelitian ini adalah terdapat Pengaruh Pendidikan Kesehatan Jajanan Sehat Terhadap Pengetahuan dan Perilaku Di Sekolah Dasar Kelas V dan VI SDN Cidolog Wilayah Kerja Puskesmas Cidolog Kabupaten Sukabumi. Adapun bentuk hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1.

18 H0 : Tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang jajanan sehat terhadap pengetahuan dan perilaku siswa di SDN Cidolog Wilayah kerja Puskesmas Cidolog Kabupaten Sukabumi H1 : Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang jajanan sehat terhadap pengetahuan perilaku perilaku siswa di SDN Wilayah Kerja Puskesmas Cidolog Kabupaten Sukabumi Cidolog .