You are on page 1of 4

Telaah Jurnal

1. Identitas Jurnal
Judul Jurnal

: Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Scabies pada Nelayan
di Desa Weru Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan

Penulis Jurnal

: Cahya Pawika Ratri, Indriati Paskarini

Jenis jurnal

: The Indonesian Journal of Occupational Safety , Health and
Environment, Vol. 1, No.1. jan-apr 2014

1. Pendahuluan
Kesehatan dan keselamatan kerja ini merupakan hak bagi pekerja yang berada
dalam sektor formal maupun sektor informal, begitupun bagi nelayan. Nelayan sangat
rentan sekali terhadap penyakit akibat kerja. Hal ini disebabkan oleh minimnya
pengetahuan nelayan tentang kesehatan dan keselamatan kerja serta kurangnya higiene
sanitasi pada saat melaut menyebabkan banyaknya nelayan yang terkena penyakit akibat
kerja.
Salah satu penyakit akibat kerja terbesar adalah dermatosis. Presentase dermatosis
akibat kerja dari seluruh penyakit akibat kerja menduduki porsi tertinggi sekitar 60 -50
%, maka dari itu penyakit ini pada tempatnya mendapatkan perhatian yang proporsional
(Suma’mur, 2009). Penyakit scabies ini merupakan salah satu penyakit infeksi kulit
(dermatitis kontak) dan juga penyakit akibat kerja

yang dapat ditimbulkan oleh

buruknya sanitasi nelayan.
2. Metode
Penelitian ini bersifat cross sectional, karena pengumpulan data dilakukan
sekaligus pada saat itu juga. Jika ditinjau berdasarkan jenisnya, desain penelitian ini
adalah penelitian analitik karena bertujuan untuk menganalisis hubungan anatara variabel
bebas dan variabel terikat dengan menggunakan uji statistik uji korelasi Spearman dan
penelitian ini untuk menentukan adakah pengaruhnya antara faktor – faktor tersebut
dengan kejadian scabies dan faktor resikonya bagi responden. Penelitian ini termasuk
penelitian lapangan karena peneliti mengamati langsung di lapangan.
Populasi penelitian ini adalah pekerja nelayan di Desa Weru Kecamatan Paciran
Kabupaten Lamongan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah nelayan desa
weru kecamatan paciran dengan menggunakan sistem random sampling. Cara
pengambilan sampel dari penelitian ini adalah simple random sampling. Besar sampel
dalam penelitian ini adalah 90 nelayan di desa Weru kecamatan Paciran kabupaten
Lamongan.
3. Hasil dan Pembahasan

persediaan air bersih responden pada saat melaut juga kurang. Menurut hasil penelitian jurnal ini faktor yang memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian penyakit scabies pada nelayan yaitu higiene perorangan nelayan yang kurang dan pengetahuan nelayan yang rendah.Dari hasil jurnal tersebut dapat diketahui sebagai berikut : a. Sarung tangan yang nelayan gunakan merupakan sarung tangan . Faktor resiko terjadinya scabies pada nelayan di Desa Weru Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan yaitu :  Lamanya kerja Semua responden bekerja10 jam setiap harinya hal ini melebihi jam kerja yang ditetapkan oleh undang undang No.  Penggunaan APD Penggunaan APD pada saat bekerja juga kurang dikarenakan banyak nelayan yang beranggapan APD yang digunakan dapat memberatkan proses pekerjaannya. Agent dan faktor resiko Penyakit Scabies Scabies adalah penyakit menular yang disebabkan melalui kutu Sarcoptes scabiei var hominis.2003 pasal 77 ayat 1 point a yaitu 40 jam 6 hari dalam seminggu sedangkan responden rata rata dalam seminggu bekerja 60 jam sehingga mereka terlalu lama terpapar dengan resiko terkena scabies akibat higiene yang kurang baik pada saat melaut dan kurangnya membawa air bersih. dan banyak juga yang tidak langsung melakukan pengobatan pada penyakit ini dikarenakan penyakit ini merupakan penyakit biasa dan responden ini semuanya adalah laki – laki sehingga banyak yang tidak jarang melakukan pengobatan pada pelayanan kesehatan terdekat. Faktor lain yang memiliki hubungan dengan kejadian scabies pada nelayan yaitu pengetahuan dari hasil penelitian menyatakan bahwa rata-rata nelayan memiliki pengetahuan cukup. Pengetahuan inilah yang nantinya akan menjadikan responden melakukan pencegahan dan tindakan yang tepat untuk penyakit scabies. 13 th. Rata – rata nelayan tidak tahu tentang cara penularan penyakit scabies. kebiasaan mencuci tangan tidak menggunakan sabun dan jenis sabun yang digunakan ( sabun colek) serta keramas/mencuci rambut yang tidak teratur. higiene perorangan yang kurang seperti penggunaan handuk secara bergantian dengan anggota keluarganya. sebagian nelayan mandi menggunakan air laut tanpa menggunakan sabun.

Penularan Scabies Di desa Weru kecamatan Paciran Mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan dan pengelola hasil tangkapan nelayan. 4. dan hubungan seksual. Hal ini juga bias mengakibatkan resiko terkontaminasi penyakit scabies atau jika sudah terkena scabies akan semakin memperparah. Saran Sebaiknya petugas kesehatan memberikan pendidikan kesehatan kepada nelayan agar nelayan dapat meningkatkan higiene perorangan dan menggunakan APD pada saat bekerja sehingga akan terbebas dari penyakit scabies. Kemungkinan mereka tertular dikarenakan kontak langsung dengan kambing yang teridentifikasi terkena penyakit scabies. Banyak nelayan yang tidak menggunakan alas kaki pada saat bekerja. Selain itu nelayan melaut disaat suhu mulai panas yaitu sekitar pagi sampai siang sering melepas pakaian dikarenakan panas sehingga akan lebih mudah anggota kapal yang lain terkontaminasi dengan scabies jika salah satu anggota kapal lainnya telah terinfeksi penyakit scabies. Hal ini yang dapat memicu terjadinya penyakit scabies dikalangan nelayan. b. Scabies ini merupakan penyakir kulit yang dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita. . Selama nelayan melaut mereka terkadang memakai air laut untuk membersihkan dirinya.  Hewan Peliharaan Kepemilikan hewan juga berpengaruh pada kejadian scabies. dan hewan peliharaan. Scabies juga dapat terjadi jika kekurangan air bersih. Dari hasil wawancara sebesar 10 % nelayan mempunyai hewan peliharaan berupa kambing. Penduduk di desa ini sangat padat. 5. baju. Kesimpulan Menurut hasil jurnal tersebut hal yang berpengaruh terhadap kejadian scabies pada nelayan di Kabupaten Lamongan yaitu higiene perorangan dan pengetahuan.yang terbuat dari kain. Sedangkan faktor resiko yang dapat berpengaruh yaitu lamanya kerja. Kebutuhan air bersih pada manusia sangat banyak selain untuk minum juga untuk membersihkan diri. seprei. Hal ini akan membuat penyakit scabies semakin memburuk karena sarung tangan ini lebih mudah basah. penggunaan APD.

TUGAS TERSTRUKTUR TELAAH JURNAL “FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SCABIES PADA NELAYAN DI DESA WERU KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN” Higiene Industri Disusun Oleh: Nurfatika G1B014042 KEMENTERIAN RISET. TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT PURWOKERTO 2016 .