You are on page 1of 3

Menurut Jogiyanto H.M.

(2010:34) , bahwa Sistem (System) dapat
didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen.
Dengan pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari
prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu. Dengan pendekatan
komponen, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen yang
saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk
mencapai

tujuan tertentu. Dikutip dari buku Bambang Hartono (2013:10).

Menurut Bonita J. Campbel (1979) dalam buku Understanding Information
System: Foundations for control menegaskan bahwa sistem adalah “any group of
interrelated components or parts which function together to achieve goal”
(Sehimpunan bagian-bagian atau komponen yang saling berkaitan dan secara
bersama-sama berfungsi atau bergerak untuk mencapai suatu tujuan).
Menurut Jogiyanto H.M. (2010:14), sebuah sistem memiliki paling sedikit
sepuluh karakteristik berikut:
1. Komponen (components). Bagian-bagian atau elemen-elemen, yang dapat
berupa benda atau manusia, berbentuk nyata atau abstrak, dan disebut
subsistem.
2. Penghubung antarbagian (interface). Sesuatu yang bertugas menjembatani satu
bagian

dengan

bagian

lain,

dan

memungkinkan

terjadinya

interaksi/komunikasi antarbagian.
3. Batas (boundary). Sesuatu yang membedakan antara sistem dengan sistem
atau sistem-sistem lain.

Menurut istilah (terminologi) para ahli pengertian majelis ta’lim sebagaimana menurut Saefudin (1996 : 45-46) majelis ta’lim adalah: “tempat atau wadah umat untuk melaksanakan proses belajar mengajar . Mekanisme pengolahan (processing). Majelis ta’lim dapat diartikan sebagai “tempat untuk melaksanakan pengakaran atau pengajian Islam” (Baiquni. 10. 1996 : 273). Segala sesuatu yang berada di luar sistem dan dapat bersifat menguntungkan atau merugikan sistem yang bersangkutan. Sedangkan ta’lim diartikan dengan pengajaran”. 8. Umpan-balik (feedback). Masukan (input). Lingkungan (environment). 6.4. Secara bahasa (etimologi) majelis ta’lim berasal dari bahasa Arab. “majelis adalah tempat duduk. Perangkat dan prosedur untuk mengubah masukan menjadi keluaran dan menampilkannya. Sesuatu yang merupakan bahan untuk diolah atau diproses oleh sistem. Informasi tentang perubahan-perubahan lingkungan dan perubahan-perubahan (penyimpangan) dalam diri sistem. Sesuatu atau keadaan yang ingin dicapai oleh sistem. Menurut Munawir yang dikutip oleh Hasbullah (1996 : 95) menjelaskan. Sensor dan kendali (sensor & control). Tujuan (goal/objective). 9. 7. baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berbagai macam bentuk hasil atau produk yang dikeluarkan dari pengolahan. yang berasal dari dua kata majelis dan ta’lim. tempat sidang. Keluaran (output). 5. Sesuatu yang bertugas memantau dan menginformasikan perubahan-perubahan di dalam lingkungan dan dalam diri sistem kepada sistem.

Islam dan ihsan. . Sedangkan secara khusus majelis ta’lim berarti suatu tempat/wadah untuk berkumpul dan melaksanakan pengajian yang membahas materi ke-Islaman secara menyeluruh. pahala dan dosa. tentang surga dan neraka. Secara umum majelis ta’lim dapat diartikan sebagai sebuah lembaga pendidikan non formal. tentang aqidah. syari’ah dan akhlak. tempat berkumpul sekelompok orang/individu untuk membicarakan masalah yang menyangkut kepentingan kelompok tersebut dan masyarakat pada umumnya. sadaqah dan lain sebagainya”. zakat. infak. fikih dan tasawuf. tentang ekonomi..tentang iman. Tentang tauhid.