You are on page 1of 12

Jurnal Tugas Akhir

Analisa Soil Liquefaction akibat Gempa Bumi berdasar Data SPT di Wilayah Pesisir Pacitan
Faisal Indra1), Dr. Ir. Wahyudi, M. Sc.,2), Dr. Eng. Kriyo Sambodho,ST. M. Sc.2)
Jurusan Teknik Kelautan Fakultas Teknologi Kelautan ITS Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Kampus ITS Keputih Sukolilo – Surabaya 60111
E-mail: faisal_samblek@yahoo.com
Abstrak
Tugas akhir ini membahas kemungkinan terjadinya soil liquefaction akibat gempa bumi di wilayah pesisir kota
pacitan. Hasil analisa butiran tanah menunjukkan bahwa kondisi tanah di lokasi studi sebagian besar adalah pasir
yang mempunyai kecenderungan mudah mengalami soil liquefaction. Langkah lebih lanjut adalah menganalisa
potensi terjadinya soil liquefaction secara kuantitatif. Analisa ini dilakukan dengan menggunakan hasil Standard
Penetration Test (SPT) yang didapatkan dari pengujian di lima titik Soil Boring (SB) di lokasi studi. Analisa soil
liquefaction dilakukan dengan menghitung Safety Factor dengan menggunakan data periode gempa 6 tahunan di
titik SB 1 sampai SB 5. Dari hasil analisa didapatkan bahwa soil liquefaction terjadi saat M = 4.7 dengan nilai a max
0.36 dan saat M = 5.1 dengan nilai a max 0.89.
Kata-kata kunci: soil liquefaction, SPT, butiran tanah, magnitude.
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan
mengalami bencana alam yang disebabkan oleh
banjir, tsunami, gempa bumi, tanah longsor, letusan
gunung berapi. Frekuensi kejadian bencana tersebut
bisa dikatakan tidak sedikit yaitu 121 kali kejadian
gempa bumi pada tahun 2010. Dalam catatan BMKG
pada April 2010 terjadi 7,2 SR di Sumatera Utara,
tepatnya pada episentrum 2.236° LU 97.046°BT.
Akibat yang ditimbulkan sangat besar, dilaporkan
bahwa 145 rumah mengalami kerusakan ringan, dua
unit bangunan sekolah rusak berat, dua lainnya rusak
ringan, dan 12 warga Sinabang, Kabupaten Simuelue
mengalami luka berat dan ringan.
Gempa berpotensi menimbulkan berbagai macam
fenomena alam. Salah satu diantaranya adalah soil
liquefaction yang dapat menyebabkan penurunan
tanah, yang selanjutnya dapat mengakibatkan
kerusakan struktur di atasnya, seperti dermaga,
breakwater, struktur bangunan pantai yang lain.
Pacitan terletak di koordinat 110º 55‟ - 111º 25‟ BT
dan 7º 55‟ - 8º 17‟ LS berbatasan langsung dengan
Samudera Hindia di sebelah selatan, dimana terdapat
pertemuan lempeng tektonik yang sangat berpotensi
terjadi gempa. Seperti halnya gempa yang terjadi
Bantul pada tahun 2006 dan yang terbaru
Tasikmalaya pada tahun 2009 yang berkekuatan

7,3 SR dengan pusat gempa 142 kilometer barat daya
Tasikmalaya, kedua daerah tersebut terletak di
bagian selatan Pulau
Jawa.Tentunya, sebelum
mencapai semua itu diperlukan kepastian bahwa
daerah tersebut strategis dan kemungkinan terjadinya
bencana alam yang dapat merusak infrastruktur.
Salah diantaranya adalah gempa bumi yang dapat
mengakibatkan Soil Liquefaction.

Gambar 1.1 Penurunan tanah akibat gempa bumi di
East Bay, California (1989)
http://walrus.wr.usgs.gov/geotech/soil/

1.
2.

Mahasiswa Teknik Kelautan ITS
Dosen Teknik Kelautan ITS
1

3 Tujuan Tujuan Penelitian dalam Tugas Akhir ini adalah : 1. 5. Dapat diketahui mekanisme soil liquefaction akibat gempa bumi yang ditinjau dengan menggunakan data Standard Penetration Test (SPT). 2. maka permasalahan dibatasi pada hal-hal berikut : 1. 1. 1. Mengetahui korelasi antara magnitude dengan parameter yang menyebabkan terjadinya soil liquefaction akibat gempa bumi berdasar data SPT di Pesisir kota Pacitan. Tretes. Analisa Soil Liquefaction hanya sampai perhitungan Safety Factor (SF). Data tanah yang diolah adalah data Standard Penetration Test (SPT). Dapat dijadikan rujukan untuk instansi terkait atau pihak yang akan melakukan penelitian lebih lanjut di bidang pantai terutama yang membahas soil liquefaction akibat gempa bumi. Soil Liquefaction yang terjadi diasumsikan hanya akibat gempa bumi. Bagaimana korelasi antara soil liquefaction akibat gempa bumi dengan properti tanah berdasar data SPT ? 2. 4.SB 3 SB 2 SB 1 SB 4 SB 5 Soil Boring Point Gambar 1. Daerah penelitian terletak di daerah pesisir kota Pacitan. Data gempa yang digunakan dari Stasiun Geofisika Klas II. 2. Bagaimana korelasi antara magnitude dengan parameter yang menyebabkan terjadinya soil liquefaction akibat gempa bumi di Pesisir kota Pacitan ? 1.2 Peta pesisir kota Pacitan 1.4 Manfaat Hasil Penelitian dalam tugas akhir ini diharapkan : 2 . 1. Mengetahui korelasi antara soil liquefaction akibat gempa bumi dengan properti tanah berdasar data SPT. 3. 2.5 Batasan Masalah Untuk memfokuskan ruang lingkup permasalahan diatas. Adapun permasalahannya adalah : 1.2 Perumusan Masalah Dalam tugas akhir ini akan dikaji permasalahan yang berkaitan dengan terjadinya soil liquefaction akibat Gempa Bumi.

7) maka persamaan (2.3) 3 .5) dimana τ adalah tegangan geser tanah (N/m2) dan σ adalah tegangan total (N/m2) Subtitusi Persamaan (2. maka didapatkan : ? ? = ( ? ? – u ) tan Φ (2. c. Hal ini merupakan awal langkah mengetahui potensi soil liquefaction Dimana menggunakan data diameter butiran tanah yang terbagi antara daerah yang mudah terliquefaksi.2. Seed and Idriss.1 hingga persamaan 2.40 mm adalah sensitive terhadap liquefaction.1 serta persamaan 2.Dan soil liquefaction hanya terjadi pada butiran tanah berpasir.2) dengan A.6) Tegangan total adalah fungsi dari tegangan efektif dan tekanan air pori dan dapat σ = σ‟ + u (2.6) dan (2. b. maka persamaan (2. DASAR TEORI 2. Pada umumnya soil liquefaction dapat diartikan sebagai fenomena dimana massa tanah hilang dalam presentase yang sangat besar pada tahanan gesernya akibat beban monotik. relative lebih jelek daripada yang berbentuk pipih atau „angular‟ bila dikaitkan dengan liquefaction. Hal ini akan menyebabkan hilangnya tegangan efektif (σ‟= 0) sehingga tanah cenderung bersifat seperti benda cair.4) =σ (2. 2. baik hubungannya dengan perubahan tekanan pori.8 berikut: dengan : ? ? ? ? =τ (2.1 Soil Liquefaction Banyak penelitian sebelumnya yang membahas tentang soil liquefaction. Sedangkan pada butiran kasar (gravels) dan butiran halus (clay).2 Mengevaluasi terjadinya Soil Liquefaction akibat Gempa Bumi 2.20 mm < D50 ≤ 0. paling mudah terliquefaksi dan daerah yang tidak terliquefaksi.5) ke dalam Persamaan (2. (2. Gambar Skematis Mengenai Gaya-Gaya Yang Bekerja di dalam tanah (The Japanese Geotechnical Society.2.1 dapat diketahui hubungan antara gaya normal (N dalam newton). siklik.4) dan ( 2.1 Pengaruh Ukuran Butiran Tanah Terhadap Soil Liquefaction Tanah memiliki ukuran diameter butiran tanah beragam. Apabila kita membagi kedua ruas pada persamaan (2.2) Dimana A adalan luasan efektif dalam m2.1 Ilustrasi Sederhana Penjabaran Fenomena Soil Liquefaction: a.1985).6) dapat ditulis sebagai berikut: τ = σ‟ tan Φ Gambar 2.3) menghasilkan : τ = ( σ – u ) tan Φ (2. 1998). Vektor Gaya-Gaya Yang Bekerja di dalam tanah Dari gambar 2.1) dapat dituliskan sebagai berikut: F = (N – Au) tan Φ (2.8) Dari persamaan (2. sulit untuk terjadi liquefaction.8) dapat diindikasikan bahwa soil liquefaction dapat terjadi apabila tekanan air pori naik hingga mendekati harga tegangan total. Bentuk butiran yang bulat atau bundar. Tampak bahwa zone tanah terliquefaksi terletak pada butiran pasir halus.Interaksi Gaya-Gaya Yang Bekerja di dalam tanah . Fenomena soil liquefaction lebih mudah dipahami apabila mengacu pada Gambar 2. maupun beban kejut dimana beban tersebut mengalir seperti sebuah cairan hingga tegangan geser partikel tersebut rendah seperti berkurangnya daya dukung geser yang dimilikinya (Sladen et al. Granulometri yang seragam dengan: 0. gaya geser (F dalam newton) dan sudut geser (?) tan Φ = ? ? (2.1) dengan memperhitungkan faktor tekanan air ( u dalam N/m2).. tegangan geser maupun efek dari gempa bumi diantaranya oleh Toshio Iwasaki.

Gambar 2.000 −0. Koefisien rd untuk fleksibilitas tanah profil (Liao dan Whitman. amax : horizontal percepatan di permukaan tanah akibat gempa bumi g percepatan gravitasi : σvo : overburden vertikal total σ‟vo : overburden vertikal efektif rd : koefisien pengurangan stress.11) Diatas telah dijelaskan bahwa Soil Liquefaction bisa diakibatkan oleh faktor pemicu yang utama adalahterjadinya gempa bumi dan beban siklis yang disebabkan oleh gelombang laut pada suatu area tertentu.10) adalah rata-rata dari rentangan yang besar dari rd dan nilai rentangan rd meningkat sesuai dengan kedalaman (Gelosorkhi 1989).10) di mana : 4 .1986): rd = 1. Dalam tugas akhir ini hanya menganalisa Soil Liquefaction akibat gempa bumi.4177 ? 0.10) dan digambarkan dalam Gambar (2.04052 ?+0. Nilai rata-rata dari rd dihitung dari persamaan (2.2 Mengevaluasi Soil Liquefaction berdasarkan Data SPT : kedalaman di bawah permukaan tanah dan dinyatakan dalam satuan meter.dimana Metode yang digunakan adalah metode yang diperkenalkan oleh Youd et al.001210 ? 2 ) (2.65 (amax/ g) ( σvo/ σ‟vo) rd (2.5 (1.15 m < z ≤ 23 m (2. F.0267z for 9. rd yang dihitung dari persamaan (2.05729 ?−0. Dimana energi yang ditimbulkan tersebut dapat menyebabkan tanah kehilangan kohesivitasnya dan cukup untuk mengakibatkan soil liquefaction.10b) z Gambar 2.0.00765z for z ≤ 9.3) merupakan nilai rata-rata dan rentang yang telah ditentukan oleh Seed and Idriss (1971). 1996): rd = (1.0.0 .2.5 + 0.5 + 0. 1995) 2.000 −0.2 Potensi liquefaction berdasar diameter butiran tanah (Oka.2001 .3 perbandingan antara rd versus kurva kedalaman dikembangkan oleh Seed dan Idriss (1971) dengan penambahan grafik nilai rata-rata dari persamaan (2.001753 ? 1.15 m (2. F Blake. Untuk perhitungan nilai rd digunakan persamaan (T.Langkah – langkah sebagai berikut : a) Menentukan tegangan geser siklis dari partikel tanah Berdasarkan Seed and Idriss (1971 ) didapatkan rumus untuk menghitung Cyclic Stress Ratio (CSR) : CSR = (τav / σ‟vo) = 0.006205 ? 1.5 + 0.10a) rd = 1.2 menunjukkan pengaruh dari granulometri butiran tanah terhadap liquefaction.9) Gambar 2.4113 ? 0.174 .

1982): SF = (CRR7. 1985) (2.5 . a.maka untuk magnitude lebih kecil dan lebih besar dari 7.249 M –log R – 0. N1 60+45 − 1 200 (2. Menentukan Safety Factor Setelah didapatkan nilai CRR.5 Kurva hubungan MSFs dan Magnitude (Youd and Noble.5 dari data histori kasus Liquefaction (Seed et al. (N1)60 = NmCNCECBCRCS Gambar 2. (Skempton. Untuk (N1)60 ≥ 30.1981) : amax = -1.1998) : CRR = 1 34− N1 60 + N1 60 135 + 50 10.Sedangkan nilai percepatan horizontal akibat gempa bumi (amax) dihitung dengan menggunakan persamaan (Joyner and Boore.15) 5 .12) valid untuk (N1)60 < 30.1986) (2. CSR.02 + 0. MSF maka tahap selanjutnya adalah menentukan nilai Safety Factor dengan rumus (Seed dan Idriss. c) Faktor koreksi lain.5.13) hanya dapat dipakai untuk magnitude 7.00255 R Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil SPT selain karakteristik butir.12) R = jarak episentrum (km) M = Magnitude gempa b) Menentukan CRR dari nilai (N1)60 Setelah didapatkan nilai (N1)60 dari uji SPT untuk evaluasi resistensi Liquefaction maka dapat dicari nilai Cyclic Resistance Ratio (CRR) dengan rumus (Rauch.4 Kurva hubungan CRR dan (N1)60 untuk gempa dengan magnitude 7.1997) Factor Dengan persamaan (2.5/CSR) MSF (2. butiran tanah menjadi padat sehingga diklasifikasikan sebagai non-liquefiable yaitu tidak akan terjadi liquefaction.14) Dimana Nm = diukur ketahanan penetrasi standar CN = faktor untuk menormalkan N m ke referensi umum efektif overburden stress CE = koreksi untuk palu rasio energi (ER) CB = faktor koreksi untuk diameter lubang bor CR = faktor koreksi untuk panjang batang CS = koreksi untuk samplers liners d) Menentukan (MSFs) Magnitude Scaling Gambar 2.13) Persamaan (2.5 dapat dilihat hubungan MSFs dengan Magnitude pada gambar 2.

N-value memberikan indikasi kepadatan relatif dari tanah bawah permukaan. ASTM D3441.7 Alat Pengambilan Contoh Tabung Belah 6 . Ini adalah tes sederhana dan murah untuk memperkirakan kepadatan relatif tanah dan perkiraan parameter kekuatan geser.6 Mekanisme Standard Penetration Test Tabung sampel berupa tabung besi berukuran 150 mm didorong ke dalam tanah dan kemudian jumlah pukulan yang diperlukan untuk tabung untuk masing-masing menembus 150 mm (6 inch) sampai dengan kedalaman 450 mm (18 inch) dicatat. Standar Uji yang dipakai antara lain British Standard 1377-7:1990.   Alat untuk Uji SPT ini dinamakan “split spoon sample”. maka dapat dipastikan pada daerah tersebut akan mengalami soil liquefaction. maka tidak akan terjadi liquifaksi tanah pada daerah tersebut. ASTM D1586 – 08 a Gambar 2.4 Standard Penestration Test ( SPT ) Uji Penetrasi Standar (SPT) adalah metode umum dalam pengujian in situ yang digunakan untuk menentukan sifat geoteknik bawah permukaan tanah.dan digunakan dalam geoteknik korelasi empiris untuk memperkirakan kekuatan geser approxiamative sifat tanah tersebut. tetapi bila harga SF > 1. Jumlah pukulan yang diperlukan untuk kedua dan ketiga 6 inch penetrasi dilaporkan sebagai nilai SPT blowcount. jika harga SF ≤ 1. Jha dan Suzuki (2008) memberikan sebuah hubungan antara besarnya harga SF dengan fenomena soil liquefaction yang akan terjadi. 2. Gambar 2. Deskripsi dan prosedur SPT menggunakan tabung sampel standar berdinding tebal ke dalam tanah di dasar lubang dengan pukulan dari slide palu dengan berat standar dan jarak jatuh. umum disebut sebagai "perlawanan penetrasi standar" atau "N-value".SF tersebut merupakan komponen terpenting dalam perhitungan untuk memprediksi terjadi atau tidaknya soil liquefaction.

HASIL DAN PEMBAHASAN 3.15 yang merupakan grafik hubungan antara karakteristik grain size dengan potensi liquefaction pada setiap SB.11 – gambar 4.5 Grafik Hubungan antara Karakteristik Grain Size dengan Potensi Liquefaction pada SB 4 7 .3.1 Pengolahan Data 3.3 Grafik Hubungan antara Karakteristik Grain Size dengan Potensi Liquefaction pada SB 2 Gambar 3.20 mm < D50 ≤ 0.40 mm dan berupa pasir sehingga termasuk dalam liquefable (berpotensi liquefaction).1 Korelasi Stratigrafi Berdasarkan data tanah (grain size) dapat diketahui bahwa lapisan tanah d SB-1 sampai SB-5 memiliki karakteristik butiran tanah yang berkisar antara 0. Gambar 3.4 Grafik Hubungan antara Karakteristik Grain Size dengan Potensi Liquefaction pada SB 3 Gambar 3.2 Grafik Hubungan antara Karakteristik Grain Size dengan Potensi Liquefaction pada SB 1 Gambar 3.1.1 Menentukan Pengaruh Grain Size terhadap Potensi Soil Liquefaction Gambar 3.dan dapat ditunjukkan dalam gambar 4.

12 sebagai berikut : Depth 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 amax 0.065 0.08 0.08 Depth 1 2 3 4 5 CSR 0.982 Tabel 4.89 0.89 amax CSR 0.089 0.36 0.064 0.294 0.09 0.07 0.288 0.068 0.098 0.076 0. Perhitungan Cyclic Stress Ratio (CSR) Setelah diketahui harga CRR dari setiap SB yang ditinjau.07 0. Depth 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 amax 0.09 CSR 0.401 0.07 0.083 0.09 0.232 0.36 0.075 0.7 Grafik Hubungan N-Value dengan CRR 3.087 0.36 0.07 0.09 0.2.89 CSR 0.712 0.07 0.36 0.09 0.046 0.2 Perhitungan Cyclic Resistance Ratio (CRR) Berdasarkan data tanah dari pemboran SPT yang dilakukan di daerah pesisir kota Pacitan terutama Pantai Teleng Ria dan Pantai Pancer.056 0.574 0.073 0. langkah selanjutnya adalah mengestimasi harga CSR dengan menggunakan persamaan 2.07 0.36 0.397 amax 0.9 Perhitungan CSR Untuk SB 2 dengan variasi Kedalaman dan amax Gambar 3.09 0.07 0.09 0.066 0.071 0.077 amax 0.08 0.236 0.07 0.36 0.057 0.08 0.07 0.078 0.89 0.059 0.07 0.36 0.36 amax 0.052 0.09 0.340 0.062 0.07 0.07 CSR 0.981 0.1.08 CSR 0.36 0.076 0.6 Grafik Hubungan antara Karakteristik Grain Size dengan Potensi Liquefaction pada SB 5 Depth 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 amax 0.095 CSR 0.073 0.813 0.073 0.052 0.89 0.390 0.08 0.08 0. Hasil dari perhitungan CSR ditunjukan oleh Tabel 4.073 0.08 0.09 0.726 0.89 0.08 0.392 0.89 0.36 0.074 0.09 0.320 0.584 0.059 0.583 8 .08 0.096 0.07 0.09 0.840 0.08 0.052 0.232 0.09 0.083 0.087 0.098 0.969 0. dapat diketahui harga CRR untuk masing-masing SB dengan menggunakan persamaan 2.964 0.07 0.094 0.058 0.08 0.046 0.100 0.078 0.8-4.045 0.36 0.89 0.791 0.074 amax 0.89 0.07 0.89 0.08 0.869 0.08 0.89 0.09 0.088 amax 0.08 0.89 0.088 0.077 0.08 0.09 0.992 0.08 0.058 0.09 0.08 0.053 0.07 0.09 0.09 0.89 0.064 0.07 CSR 0.36 0.397 0.094 0.082 0.072 0.574 0.099 0.084 amax 0.09 0.08 0.072 0.1.09 0.085 0.236 CSR 0.084 0.329 0.89 0.099 3.07 0.080 0.08 0.085 0.045 0.12 dan dapat diketahui bahwa harga Cyclic Resistance Ratio dari nilai (N1)60 untuk masing-masing SB dan untuk variasi kedalaman .07 0.352 0.093 0.8 Perhitungan CSR Untuk SB1 dengan variasi kedalaman dan amax Gambar 3.36 0.9 serta berdasarkan variasi yang telah ditetapkan sebelumnya.088 0.Tabel 4.89 0.36 0.36 CSR 0.07 0.09 0.

11 Perhitungan CSR Untuk SB 4 dengan variasi Kedalaman dan amax Depth 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 amax 0.07 0.071 0.09 0.89 3 0.093 0.058 0.09 0.322 0.08 0.07 CSR 0.09 0.09 0.083 0.837 5 0.36 0.08 0.052 0.07 0.09 0.5 4.574 2 0.09 0.382 0.36 0.09 0. maka dapat diolah untuk mengetahui nilai MSFs dengan memplot tabel 2.36 0.89 0.36 0.36 0.583 6 0.08 0.082 amax 0.067 0.36 0.08 0.09 0.36 0.89 0.378 0.89 9 0.07 0.372 0.095 0.848 0.08 0.369 0.934 0.1 MSFs 1.370 0.289 0.072 0.08 0.370 0.28 Tabel 4.940 Tabel 4.094 0.9 4.89 0.09 0.092 CSR 0.89 0.36 0.07 0.10 Perhitungan CSR Untuk SB 3 dengan variasi Kedalaman dan amax Depth 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 amax 0.08 0.08 0.36 0.07 0.072 0.9 3.89 8 0.08 0.07 0.236 0.07 0.09 0.084 0.89 0.36 0.066 0.923 Tabel 4.583 0.07 0.918 9 0.046 0.36 0.073 0.89 Magnitude (SR) 4.083 0.69 1.912 0.369 0.12 Perhitungan CSR Untuk SB 5 dengan variasi Kedalaman dan amax Depth 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 amax 0.371 0.715 3 0.89 0.7 5.07 0.36 0.236 0.339 0.378 0.36 0.083 0.232 0.57 1.89 0.09 0.89 0.36 0.08 0.086 0.064 0.574 0.373 0.322 0.082 0.923 0.067 0.083 0.08 0.09 0.07 0.375 0.07 0.07 0.13 Nilai MSFs Amax (m/s2) 0.094 0.081 0.288 0.07 0.935 10 0.07 0.094 0.36 0.367 0.072 0.932 7 0.08 0.09 0.059 0.072 0.056 0.Depth amax CSR amax CSR 6 0.89 0.08 0.045 0.89 0.232 0.052 0.092 0.36 0.713 0.093 0.073 0.372 0.063 0.08 CSR 0.36 0.36 0.53 1.89 3.376 0.08 0.072 0.232 0.36 0.075 0.045 0.912 7 0.376 0.07 CSR 0.092 0.052 0.36 0.928 9 0.08 0.08 0.235 0.36 0.086 0.08 0.094 0.07 0.07 0.07 0.093 0.081 0.89 0.36 0.09 0.89 0.36 0.944 10 0.36 0.073 amax CSR 0.89 4 0.380 0.08 0.08 0.08 0.574 2 0.36 0.083 0.07 0.058 0.89 0.07 CSR 0.08 0.09 0.09 0.08 0.072 Depth amax CSR amax 1 0.375 0.89 0.09 0.89 7 0.36 0.072 amax CSR 0.907 8 0.920 8 0.89 0.09 0.092 0.09 0.076 0.093 Depth amax CSR amax CSR 1 0.931 7 0.056 0.36 0.074 0.052 0.3 Perhitungan nilai MSFs amax CSR 0.076 0.08 CSR 0.083 amax 0.07 0.07 0.369 0.052 0.085 0.912 0.092 0.059 0.07 0.89 10 0.045 0.713 3 0.08 0.36 0.09 0.847 5 0.056 0.08 0.36 0.790 4 0.2 .073 0.373 0.928 9 0.07 0.51 9 .07 0.89 0.072 0.915 Tabel 4.072 0.36 0.071 0.080 0.36 0.89 0.09 0.073 0.09 0.920 8 0.343 0.09 0.073 0.063 0.062 0.07 0.08 0.08 CSR 0.89 0.89 0.052 0.89 0.36 0.1.08 0.07 0.084 0.89 2 0.09 0.093 Depth amax CSR amax CSR 1 0.082 amax 0.09 0.046 0.072 0.89 0.064 0.343 0.927 10 0.36 0.072 0.059 0.09 0.36 0.89 0.89 0.07 0.36 0.89 6 0.89 0.09 0.082 0.54 1.09 0.07 0.796 4 0.89 5 0.582 6 0.914 Berdasarkan data rekaman gempa yang telah ada.046 0.08 0.320 0.89 0.09 0.09 0.288 0.09 0.08 0.082 0. Dan Hasil ploting dapat diketahui pada tabel 4.795 0.084 0.07 0.080 0.064 0.377 0.071 0.36 0.058 0.

gambar 3.14.4 Perhitungan nilai SF (Safety Factor) Setelah dari perhitungan sebelumnya didapatkan harga parameter-parameter CRR dan CSR.8.1. Hasil perhitungan SF selengkapnya ditunjukan oleh pada gambar 3. SF merupakan parameter terpenting dan mutlak harus diperhitungkan dalam proses identifikasi bahaya yang disebabkan oleh proses soil liquefaction. tetapi juga ada beberapa variasi yang SF << 1 yang berarti diindikasikan terjadi soil liquefaction . berikutnya adalah mengestimasi SF dengan menggunakan persamaan 2.8 Grafik Nilai Safety Factor Untuk SB 1 Dengan Variasi Magnitude dan Kedalaman Gambar 3.12 dan dapat diketahui bahwa harga SF untuk masing-masing SB dan untuk variasi kedalaman dan magnitude untuk beberapa variasi ada yang SF >> 1.10 Grafik Nilai Safety Factor Untuk SB 3 Dengan Variasi Magnitude dan Kedalaman 10 .9 Grafik Nilai Safety Factor Untuk SB 2 Dengan Variasi Magnitude dan Kedalaman Gambar 3.3. Gambar 3.

1. Thematic Centre for Natural Geological Risks.89 .7 dengan nilai amax 0. 2. “Peak ground Motion characteristics”. “Liquefaction Evaluation Procedure: Closure to Discussion”. “Methodology for Liquefaction Hazard Studies: New Tool andRecent Applications”. PII: S 0 2 6 7 .1 Kesimpulan Untuk menjawab perumusan masalah yang telah dikemukakan di awal. 114. 1998.12 Grafik Nilai Safety Factor Untuk SB 5 Dengan Variasi Magnitude dan Kedalaman Aydin. Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut agar bisa dipastikan bahwa kondisi tanah di daerah tersebut masih dapat dikategorikan aman atau tidak saat soil liquefaction terjadi. yaitu: Castro et al. 3. diantaranya saat Magnitude = 4. 96.11 Grafik Nilai Safety Factor Untuk SB 4 Dengan Variasi Magnitude dan Kedalaman Korelasi antara soil liquefaction akibat gempa bumi dengan properti tanah berdasar data SPT adalah berbanding lurus yaitu semakin besar nilai (N1)60. Boore. diindikasikan terjadi soil liquefaction dalam 6 tahun terakhir. dapat diambil beberapa kesimpulan dari hasil analisa dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. Korelasi antara nilai magnitude terhadap parameter yang menyebabkan terjadinya soil liquefaction adalah berbanding terbalik yaitu semakin besar nilai magnitude. KESIMPULAN DAN SARAN 4. 251–259. Chassagneux et al.7 2 6 1 ( 9 8 ) 0 0 0 1 3 – X. DAFTAR PUSTAKA Gambar 3. A and Beroya M. Dan ini berarti kemungkinan untuk terjadinya soil liquefaction semakin kecil.36 dan saat Magnitude = 5. 1996 4. maka nilai Cyclic Resistance Ratio (CRR) juga semakin besar. 4. “Seismic hazard analysis of Laoag City. Nortern Philippines for liquefaction potensial assessment”. Special Issue of Soils and Foundations. 2008 Dari perhitungan Safety Factor diatas berdasarkan data gempa periode 6 tahun. Japanese Geotechnical Society. 7-14. Gambar 3. Dari tanah yang diperoleh di 5 titik Soil Boring didapatkan nilai grain size (butiran tanah) sangat Liquefable dan berupa pasir. 11 . Dalam perhitungan dinyatakan beberapa titik (Soil Boring) SB diindikasikan terjadi soil liquefaction saat gempa pada magnitude tertentu. tetapi tingkat penurunan tanah yang terjadi akibat soil liquefaction belum diperhitungkan. BRGM. Journal of Geotechnical Engineering. maka nilai Safety Factor (SF) akan semakin kecil. Joyner. Dan ini berarti kemungkinan untuk terjadinya soil liquefaction semakin besar.2 Saran Beberapa hal yang dapat disarankan pada akhir tugas akhir ini adalah : 1. 28–42.1 dengan nilai amax 0. 1988. 2. Journal of Geotechnical Engineering.

and Kiichi Suzuki. Rotterdam.Teknik Kelautan ITS. 1995. Jha. Balkema. pp. 22. 4. Remedial Measures Against Soil Liquefaction. K.A. 1964. 1985. Morikita Publishing Company. Soil Liquefaction.8. ”Liquefaction Resistance soils: Summary Report from The 1996 NCEER and 1998 NCEER/NSF Workshops on Evaluation of Liquefaction Resistance of Soils”. 12 . Jefferies. Principles of Geotechnical Engineering. Tokyo. 2010. 36 (2009) 589596. F. The Japanese Geotechnical Society. PWS Publishers.1998.T. Oxon. 2008. Mike and Ken Been. Sladen et al. Soil Mechanics Lecture. Youd. 2006. Irawan. Abingdon. 579–588. S. No.Das. B. Journal of Geotechnical and Geoenvironmental Engineering. 2001. B. “Soil Liquefaction Studies in Japan”. Toshio. Vol. “Reliability Analysis of Soil Liquefaction Based on Standard Penetration Test”. 1985. Netherlands. Canadian Geotechnical Journal. Oka.817-833. 127. Japan (in Japanese). Computers and Geotechnics. “Analisa Resiko Terhadap Pipa Gas Bawah Laut Kodeco Akibat Soil Liquefaction Sedimen Dasar Laut”. New York. Taylor & Francis. et al. “Back Analysis of The Nerlerk Berm Liquefaction Slides”. M. A.L. Iwasaki.