You are on page 1of 4

Sporozoa

Infeksi parasit :
1. Helminth
2. Sporozoa

Toxoplasma gondii
Toxoplasma gondii adalah spesies protozoa parasit pada genus Toxoplasma.Toxoplasma
gondii pertama ditemukan di dalam binatang mengerat di Afrika yaitu Ctenodactylus gondi pada
tahun 1908. Janku pada tahun 1923 melukiskan chorioretinitis disebabkan Toxoplasma dan pada
tahun 1939 Wolf dan kawan-kawannya mengisolasi parasit ini serta menentukannya sebagai
penyebab penyakit kongenital pada neonatus.Toxoplasma merupakan suatu protozoa yang
tergolong sporozoa.

Toxoplasmosis

burung dan sebagainya. yaitu ookista. Dapat juga infeksi terjadi karena memakan daging babi. Penularan dengan cara ini dimungkinkan karena tiga stadium yang semuanya bersifat infektif. dapat menyesuaikan diri dengan baik. demam. dan sifat-sifatnya sebagai kausa penyakit disebabkan oleh “strain” yang virulen atau hospes yang rentan. Patologi dan Gejala Klinis Toxoplasma gondii Biasanya T. Oral manifestasi Toxoplasma gondii Penularan Transmisi terjadi melalui makanan dan minuman yang erkontaminasi oleh stadium infektif dari ookista yang terdapat pada feses kucing. kambing dan sebagainya yang bertindak sebagai sumber penularan tersebut. otot jantung dan otot bergaris. anjing. . sapi atau kambing. trakizoit dan kista. Toxoplasmosis pada manusia adalah suatu keadaan seseorang terinfeksi oleh Toxoplasma gondii (Nicolle dan Manceaux 1909) yang biasanya berasal dari binatang peliharaan misalnya kucing. Kelainan susunan saraf pusat karena Toxoplasma mungkin tampak sebagai manifestasi klinis pertama dan paling sering terjadi pada AIDS. maupun binatang ternak antara lain babi. Sehingga dapat terinfeksi menyebar ke jaringan mukosa mulut dan sekitarnya serta menyebar ke otak. letargi.Toxoplasmosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh Genus Toxoplasma (Nicolle dan Manceaux 1909).gondii adalah suatu parasit yang relatif tidak berbahaya. Mula-mula timbul sakit kepala. perubahan mental dan berlanjut menjadi kelainan neurologic dan kejang. atau dari meminum susu kambing atau sapi yang diminum mentah atau tidak dipanaskan sempurna. Denagn CTscan dan MRI tampak lesi tunggal atau multiple ring enhancing lesions yang dikelilingi edema otak dengan preleksi pada ganglian basal dan kortiko modular junction.

Pemeriksaan dengan menggunakan MRI lebih sensitive dari pada CTscan. Mungkin ada kaku otot (spasme). Lesi biasanya tetap disusunan saraf pusat dan tidak menyebar ke organ lain. Parkinson. nerotising pneumonia. dan gangguan psikomotor juga kejang-kejang. mungkin terlihat pada waktu dilahirkan atau sesudahnya. yaitu apabila pada satu eritrosit ditemukan lebihdari satu spesies Plasmodium. yaitu: oPlasmodium falciparum oPlasmodium vivax oPlasmodium ovale oPlasmodium malariae Eritrosit yang diserang Plasmodium sp. Infeksi multipel pada eritrosit. chorioretinitis. hemibalism. dan efusi pleura. atau tremor. yaitu perkapuran intraserebral.Lesi pada ganglia basal dapat mengganggu pergerakan seperti hemikorea. tengkuk yang kaku. opistotonus. konsolidasi. Ini adalah reaktovasi infeksi laten sehingga tampak antibody IgG dari infeksi lampau. Berturut-turut dari yang paling sering sampai yang paling jarang ditemukan. tetrade yang mencolok. Toxoplasmosis paru pada pasien imunodefisiensi dapat timbul sebagai pneunemonitis interstitial. hidrocephalus. retraksi kepala. Dalam bentuk yang disebut subakut. Anemia dan leukositosis dengan kenaikan absolut dari monosit dan limfosit terdapat pada kurang lebih setengah jumlah penderita. dan bahkan paralisis. atau mikrocephalus. Luka-luka pada alat dalam dan otot dapat ditemukan.   Plasmodium falciparum tidak pandang umur eritrosit Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale menyukai eritrosit yang masih muda  (retikulosit) Plasmodium malariae menyukai eritrosit tua . Plasmodium sp. Manisfestasi lainnya korioretinitis dan yang agak jarang pneumonitis dan miokarditis.

Terjadi monositosis. lebih banyak eritrosit yang dihancurkan  Umur eritrosit menjadi lebih pendek  Pembentukan eritrosit berkurang . yaitu tertiana dan kuartana. kemudian gejala demam yang khas diikuti dengan splenomegali dan anemi. Demam timbul secara periodik. mudah pecah dan nyeri. normokrom. Splenomegali dan hepatomegali Terjadinya kongesti aliran darah serta hipertropi dan hiperplasia sistem retikuloendotelial (RES) menyebabkan pembesaran limpa (splenomegali). Jenis demam menurut ulangan demam ada 2 jenis utama. yaitu demam yang berulang setiap 72 jam atau setiap hari keempat. dikenal sebagai trias malaria seperti diuraikan di bawah ini: 1. muncul demam. bersamaan dengan sporulasi. Sel makrofag dalam darah bertambah. sedangkan Demam paroksismal kuartana. kadangkadang disertai pembesaran hati (hepartomegali).Patologi Klinik Malaria diawali dengan gejala prodromal yang tidak spesifik. 3. yaitu demam berulang setiap 48 jam atau setiap hari ke tiga. sehingga pemeriksaan limpa harus hati-hati. Demam paroksismal tertiana. Pembesaran limpa awalnya lunak. Demam malaria Setelah melewati masa tunas intrinsik. Anemi tipe hemofilik. normositer. 2. disebabkan:  Hancurnya eritrosit pada waktu sporulasi  Derajat fagositosis RES meningkat.