You are on page 1of 13

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FARMASI INSTRUMEN DAN

BIOKIMIA
(FA-3113)
ANALISIS KARBOHIDRAT

Oleh :
Elya Khoirunnisa M. (10714013)
Tanggal Percobaan

: 20 September 2016

Tanggal Pengumpulan : 27 September 2016
Nama Asisten

: Albertus Ivan (10713006)

LABORATORIUM KIMIA FARMASI
PROGRAM STUDI SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI
SEKOLAH FARMASI
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2016

PERCOBAAN I ANALISIS KARBOHIDRAT I. Menentukan kandungan glukosa pada sampel dengan metode enzimatik. Oligosakarida Merupakan karbohidrat yang terdiri dari 2-8 monomer monosakarida. Monosakarida Merupakan karbohidrat yang terdiri dari 3-7 karbon tanpa adanya ikatan glikosida sehingga tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis menjadi karbohidrat yang lain. Selliwanov. Polisakarida Merupakan karbohidrat dengan monomer monosakarida lebih dari 8 merupakan karbohidrat molekul besar. . Jenis oligosakarida pada umumnya adalah laktosa. fruktosa dan galaktosa. dan selulosa. maltosa. Karbohidrat dapat digolongkan menjadi beberapa bagian. Contoh dari polisakarida adalah pati. dan sukrosa. salah satunya berdasarkan jumlah monomernya yaitu : 1. glikogen. 1. Senyawa yang merupakan golongan monosakarida 2. Uji 2. berwarna putih. TUJUAN Menentukan adanya jenis karbohidrat pada sampel dengan uji Iodin. uji hidrolisis asam. yaitu : 1. Karbohidrat memiliki monomer monosakarida yang saling dihubungkan oleh ikatan glikosida. gliseraldehid. uji Fehling. Contoh dari aldose adalah glukosa. 3. glukosa. Selain itu. Aldose Merupakan karbohidrat yang mengandung monomer dengan gugus aldehid. tidak memiliki rasa manis dan tidak memiliki kemampuan untuk mereduksi. penggolongan karbohidrat juga berdasarkan gugus fungsi yang terkandung dalam monomernya. adalah dihidroksiaseton. II. TEORI DASAR Karbohidrat merupakan polihidroksi aldehid dan keton. uji Molisch. Rumus empiris karbohidrat Cx(H2O)y yang menunjukkan hidrat dari karbon. Di alam terdapat jumlah oligosakarida paling banyak terdiri dua monosakarida yang disebut disakarida.

Penamaan D (Dekstro) gugus OH di sebelah kanan dan L (Levo) di sebelah kiri. CARA KERJA 1. Dua buah tabung reaksi . Penamaan ini berdasarkan gugus OH yang terdapat dapa pusat kiral yang letaknya paling jauh dengan atom C dengan bilangin oksidasi tertinggi. Uji yang pertama dilakukan adalah uji iodine.2. Menurut Fischer. penamaan karbohidrat karbohidrat menggunakan D dan L. III. Uji Iodin Pada analisis dilakukan karbohidrat dengan beberapa macam uji. Contoh dari ketosa adalah fruktosa. Ketosa Merupakan karbohidrat yang mengandung monomer dengan gugus keton.

larutan control dipanaskan selama beberapa menit pada penangas dan ditambahkan beberapa tetes NaOH 3M. Setelah itu. Selanjutnya. Uji Fehling Uji karbohidrat yang kedua adalah uji dengan menggunakan Fehling. 5. ditambahkan larutan H2SO4 pekat di lemari asam kemudian diamati perubahan warna yang terjadi. Uji Hidrolisis Asam Uji hidrolisis asam untuk menguji karbohidrat dilakukan dengan HCl 3M ditambahkan ke dalam larutan control pada tabung reaksi masing – masing sukrosa dan fruktosa. tabung reaksi didingikan pada suhu ruang dan diamati perubahan warna yang terjadi. Kemudian dilakukan pengetesan menggunakan kertas lakmus merah. Langkah pertama yang dilakukan adalah dicampurkan larutan fehling A (CuSO 4. Selanjutnya. 4. Kemudian. disiapkan larutan glukosa pada tabung reaksi dan larutan sukrosa pada tabung reaksi.H2O dalam air) dan larutan fehling B (kalium tartrate dalam air) pada gelas kimia 25 mL. 3. Kemudian. Uji Selliwanoff Selanjutnya. Larutan control diambil . 2. Kemudian. Larutan molisch ditambahkan pada setiap tabung reaksi dan dipanaskan pada gelas kimia yang berisi air yang telah dipanaskan pada penangas. dilakukan dengan cara dibuat larutan αnaphtol dengan cara serbuk dilarutkan dalam ethanol pada gelas kimia 50 mL. Uji Molisch Uji molisch merupakan uji yang ketiga. kedua tabung reaksi yang berisi larutan kontrol dipanaskan selama beberapa menit pada gelas kimia yang berisi air yang telah dipanaskan pada penangas. ditambahkan beberapa tetes larutan KI dan iodine pada masing – masing tabung reaksi. dimasukkan masing – masing larutan sukrosa dan fruktosa ke dalam tabung reaksi. Setelah itu. dilakukan uji Selliwanov pada larutan control dengan cara dimasukkan larutan control pada tabung reaksi masing – masing fruktosa dan glukosa.disiapkan dan masing – masing diisi dengan larutan control berupa beberapa tetes glukosa dan larutan pati. Pada masing – masing tabung reaksi ditambhkan beberapa tetes larutan fehling A dan B kemudian dipanaskan selama beberapa menit pada gelas kimia yang berisi air yang telah dipanaskan pada penangas dan diamati perubahan warna yang terjadi. Kemudian ditambahkan larutan selliwanov atau resoscinol (resoscinol dilarutkan dalam HCl 3M) dan dipanaskan selama beberapa menit kemudian diamati perubahan warna yang terjadi.

Kemudian dilakukan inkubasi pada water bath pada suhu 37oC dan dilakukan pembacaan absorbansi dengan menggunakan spektrofotometer. IV. 1. Iodine Hasil pengamatan Keterangan Larutan pati : warna biru Glukosa : bening kecoklatan 2. Dimasukkan larutan glukosa oksidase ke dalam tabung / kuvet dan dilakukan inkubasi pada water bath pada suhu 37oC selama beberapa menit.untuk dilakukan uji fehling menggunakan larutan fehling dan diamati perubahan warna yang terjadi. Fehling glukosa : endapan merah sukrosa : warna biru . 6. Uji Enzimatik Uji kuantitatif pada karbohidrat dilakukan dengan uji enzimatik. Selanjutnya pada tabung pertama ditambahkan larutan glukosa standard an tabung kedua ditambahkan aquadest dan dilakukan pengocokan. PERHITUNGAN DAN PENGOLAHAN DATA No Uji .

23 mg/dL  Konsentrasi sampel 0.02 C2 C2 = 95. Molisch Fruktosa : cincin ungu Sukrosa : - 4.021 Absorbansi sampel : 0.021 100 = 0.005% .3. Selliwanov Fruktosa : warna merah Glukosa : - 5.02 Konsentrasi standard : 100 mg/dL Absorbansi standard Absorbansi sampel = Konsentrasi standard konsentrasi sampel 0. Hidrolisis Asam Sukrosa : endapan merah Fruktosa : biru Pengolahan data pada uji kuantitatif karbohidrat dengan metode enzimatik Absorbansi standard : 0.

larutan pati yang diberi iodin tidak berubah warna (bening).005 gram 100 mL = 5 mg/dL  ¿ 95. Polisakarida yang ada dalam karbohidrat berbentuk heliks sehingga dapat berikatan dengan iodin dan menghasilkan warna biru atau kehitaman. pemanasan pada proses ini bertujuan untuk menghidrolisis larutan pati menjadi amilosa dan amilopektin. Pada saat sebelum pemanasan. Prinsip uji iodin adalah membenruk ikatan antara polisakarida yang disebut iodin dan poliiodida. PEMBAHASAN Pada uji karbohidrat menggunakan uji iodin digunakan untuk mengidentifikasi polisakarida. Pada larutan pati hasil menunjukkan larutan berwarna biru dan terdapat endapan di dasar tabung reaksi. namun setelah dipanaskan warna larutan berubah menjadi warna biru. Hasil dari uji iodine pada larutan glukosa dan dipanaskan berwarna bening kecoklatan sedangkan pada larutan pati berwarna biru setelah dipanaskan. Hal ini terjadi karena pati terdiri dari monomer amilosa dan amilopektin. sedangkan amilopektin yang mengikat iodin berwarna coklat. Pada uji ini menggunakan I 2 yang dilarutkan dalam KI. Pada larutan glukosa larutan berwarna bening atau tidak berwarna biru karena glukosa merupakan monosakarida yang tidak berbentuk heliks sehingga tidak dapat menghasilkan warna biru karena iodin tidak dapat masuk pada ikatan heliks. .6% V. Warna biru pada larutan pati dihasilkan oleh amilosa hasil hidrolisis yang mengikat Iodin pada struktur heliksnya dan membentuk kompleks pati-iodin.= 0.23−5∨ ¿ x 100 5 Galat = ¿ = 1804.

Sedangkan sukrosa berwarna biru (tidak ada endapan warna merah bata) karena tidak mengandung gugus aldehid dan tidak dapat mereduksi CuO menjadi Cu2O. Uji ini menggunakan larutan molisch yang terdiri dari αnaftol dan etanol. Indikasi adanya karbohidrat secara umum dapat berupa cincin furfural warna ungu yang dihasilkan dari kompleks α-naftol dan bentuk furfural. uji ini bertujuan untuk menentukan adanya karbohidrat secara umum. Pada percobaan didapatkan hasil sesuai teori yaitu pada larutan glukosa berubah menjadi warna merah bata karena mengandung gugus aldehid dan dapat mereduksi CuO menjadi Cu2O (merubah bilangan oksidasi Cu2+ menjadi Cu+) yang menyebabkan warna merah bata.membentuk asam karboksilat dan hasil samping berupa Cu2O yang berwarna merah bata sehingga digunakan sebagai indikasi adanya aldehid pada uji Fehling.Pada uji Fehling merupakan uji untuk membuktikan gula pereduksi atau gugus aldehid. Selanjutnya adalah uji Molisch. Uji fehling menggunakan larutan uji Fehling A (CuSO 4. Pada percobaan ini digunakan larutan control berupa sukrosa dan fruktosa yang kemudian . Pada uji Fehling ini menggunakan pemanasan yang bertujuan untuk memecah monomer agar guus aldehid yang dikandung dapat berikatan dengan OH.H2O) dan Fehling B (Na-K-Tartrate dan NaOH) dan larutan control glukosa dan sukrosa.

namun pada percobaan sukrosa tidak menghasilkan warna ungu. . Hal ini terjadi karena sukrosa merupakan oligosakarida dengan dua monomer monosakarida sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menghasilkan kompleks cincin furfural warna ungu sedangkan fruktosa merupakan monosakarida sehingga lebih mudah dan cepat untuk didehidrasi asam dan menghasilkan warna ungu. Fungsi dari penambahan H 2SO4 adalah untuk mendehidrasi karbohidrat agar membentuk cincin furfural yang akan berikatan dengan α-naftol. Hasil yang didapatkan pada uji Molisch ini adalah pada larutan fruktosa menghasilkan cincin warna ungu sedangkan pada sukrosa tidak menghaasilkan cincin ungu. Sesuai dengan literatur keduanya akan menghasilkan cincin warna ungu.ditambahkan H2SO4.

hal ini terjadi karena fruktosa mengandung ketosa sehingga dapat bereaksi dengan resoscinol dan HCl dan menghasilkan warna merah bata. Uji ini menggunakan larutan reoscinol yang dilarutkan dalam HCl 3M. Sedangkan pada larutan glukosa tidak memberikan warna merah bata karena tidak mengandung ketosa melainkan aldose. resoscinol akan mengikat hidroksimetilfurfural tersebut dan membentuk kompleks larut air berwarna merah bata. Kemudian. uji ini bertujuan untuk membuktikan adanya ketosa dalam karbohidrat. . Pada uji ini digunakan larutan control berupa fruktosa dan glukosa. namun harus melalui pengubahan menjadi ketosa terlebih dahulu melalui reaksi tautomerisasi dan membutuhkan waktu yang lama.Uji yang dilakukan selanjutnya adalah uji Selliwanov. Hasil yang didapatkan pada uji ini adalah fruktosa berwarna merah bata. Larutan control ditambahkan larutan resoscinol kemudian dipanaskan. dengan tujuan pemanasan adalah mebantu mempercepat proses hidrolisis menjadi monomer yang mengandung ketosa. Prinsip pada uji ini adalah HCl yang ada pada larutan berfungsi untuk membentuk hidroksimetilfurfural. Aldose juga dapat memberikan warna merah pada uji ini.

Sedagkan pada glukosa. Tujuan dari inkubasi pada suhu 37 o adalah menggunakan suhu optimum untuk enzim glukosa oksidase. Kemudian. glukosa inilah yang menunjukkan hasil positif pada uji Fehling karena memiliki gugus aldehid yang dapat berikatan dengan larutan Fehling dan mereduksi CuO menjadi Cu 2O sehingga menghasilkan warna merah bata pada endapan. Hal ini sesuai dengan teori karena pada larutan sukrosa terjadi hidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa. Dalam uji ini digunakan larutan HCl yang berfungsi sebagai agen penghidrolisis. setelah dilakukan uji fehling larutan sukrosa memiliki endapan warna merah sedangkan fruktosa berwarna biru. Pada percobaan ini menggunakan glukosa yang dimasukkan ke dalam tabung / kuvet dan dilakukan inkubasi pada water bath pada suhu 37oC selama beberapa menit.Uji kualitatif yang terakhir dilakukan adalah uji hidrolisis asam. Hal ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya reaksi hidrolisis karbohidrat oleh asam. Selanjutnya. Hal ini bertujuan agar dapat dilakukan uji Fehling yang hanya dapat dilakukan pada kondisi basa atau netral. ditambahkan NaOH pada lrutan agar larutan terbentuk dalam suasana basa atau netral. Hasil pada percobaan ini. Prinsip dari uji enzimatik ini adalah pengubahan glukosa standard menjadi H 2O2 dan asam glukoronat menggunakan enzim glukosa oksidase. tidak menghasilkan warna merah karena glukosa tidak dapa terhidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana dan tidak mengandung gugs aldehid yang dapat mengikat fehling sehingga tidak mengahsilkan warna merah. kemudian larutan control berupa larutan sukrosa dan fruktosa dipanaskan untuk mempercepat proses hidrolisis. Selanjutnya pada . Uji kuantitatif dilakukan dengan menggunakan metode enzimatik.

Kemudian dilakukan inkubasi pada water bath pada suhu 37oC dan dilakukan pembacaan absorbansi dengan menggunakan spektrofotometer.23 mg/dL sedangkan konsentrasi sampel yang dibuat sebesar 5mg/ dL sehingga didapatkan galat yang cukup besar. Uji ini bertujuan untuk menghitung gula total yang ada di dalam karbohidrat. Uji kuantitatif pada karbohidrat dapat menggunakan metode lain salah satunya yaitu metode Clegg Anthrone. Pembacaan pada spektrofotommeter menggunakan panjag gelombang 500 nm agar dapat membaca absorbansi warna cahaya tampak yang dihasilkan dari reaksi H2O2 dan aminoantipirin yang menghasilkan quinoneimin dye yang akan menghasilkan warna.tabung pertama ditambahkan larutan glukosa standard dan tabung kedua ditambahkan aquadest dan dilakukan pengocokan. Pada pembacaan dengan menggunakan spektrofotometer didapatkan konsentrasi sampel 95. Setelah penambahan reagen kemudian dilakukan . Metode ini menggunakan reagen antron dan asam perklorat kemudian dipanaskan. Hal ini dapat terjadi karena pada saat proses pengocokan larutan pada cuvet tidak merata dan hanya dilakukan dengan pengocokan tangan sehingga konsentrasi glukosa dan enzim tidak tercampur secara merata. Selain itu. Fungsi dari pengocokan adalah agar enzim glukosa oksidase bercampur secara merata. pada saat pengujian dilakukan tidak dalam suhu optimum kerja enzim yaitu pada suhu ruang sehingga terjadi kemungkinan perubahan jumlah hasil penguraian glukosa dan mengakibatkan perbedaan pembacaan absorbansi dan perbedaan konsentrasi yang sangat berbeda.

biopacific. Jakarta. http://www.C. dan Fryhle. 1005.pembacaan menggunakan spektrofotometer UV-Visible. Solomon.2007. T. WH Freeman : San Farancisco. 2010. B. Organic Chemistry. Jeremy Mark et al. Proses yang terjadi pada uji ini adalah pemecahan karbohidrat menjadi monomer – monomernya kemudian monomer ini dihidrolisis oleh asam sulfat pekat kemudian berikatan dengan reagen membentuk kompleks berwarna biru dan hijau. 1004. Halaman 1001. VI.net/pointe-package-inserts/Glucose-Ox. DAFTAR PUSTAKA Berg. USA: John Wiley and Sons. Halaman 454 Manruw.30 WIB pada 26 .pdf diakses September 2016 pukul 11. Inc.W. Pengantar Biokimia. Biochemistry 5th edition. UI Press. Eight Edition. 1994.