You are on page 1of 62

PENATAAN ARSITEKTUR DAN INFORMASI KINERJA

DALAM RKA-K/L

Ditjen Anggaran, September 2014

Ditjen Anggaran, Kementerian Keuangan

1

Kondisi Umum
Hasil Evaluasi
Strategi Perbaikan

Outline
2. Hasil Evaluasi
1. Kondisi Umum
Bagian ini memperlihatkan perkembangan
belanja negara dari tahun ke tahun sejak
reformasi keuangan negara diterapkan
tahun 2005.
Disajikan pula bagaimana pandangan
berbagai kalangan terhadap belanja
negara dimaksud.

Dalam bagian ini dikupas secara singkat
permasalahan fundamental terkait
pengelolaan anggaran yang diperoleh
berdasarkan hasil evaluasi yang mengacu
pada Peraturan Menteri Keuangan No
249/PMK.02/2011 tentang Pengukuran dan
Evaluasi Kinerja atas Pelaksanaan RKA-K/L.

3. Strategi Perbaikan
Pada bagian terakhir disampaikan strategi
dalam rangka peningkatan kualitas belanja
dimana strategi tersebut disusun
berdasarkan permasalahan yang ditemui.
Strategi mencakup apa yang ingin dicapai,
langkah-langkah dan tahapan untuk
mencapainya, dan sumberdaya yang
dibutuhkan untuk mendukung pencapaian
dimaksud.

Ditjen Anggaran, Kementerian Keuangan

2

Kondisi Umum
Hasil Evaluasi
Strategi Perbaikan

BAGIAN PERTAMA: KONDISI UMUM

Ditjen Anggaran, Kementerian Keuangan

3

Kementerian Keuangan 4 . Ditjen Anggaran.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Komponen Belanja dalam APBN Belanja KL per Fungsi Isu yang Berkembang di Masyarakat Komponen Belanja dalam APBN Grafik di atas menunjukkan bahwa porsi Belanja KL cenderung meningkat dan oleh karena itu menjadi tantangan para pengelola anggaran Belanja KL untuk semakin meningkatkan profesionalitasnya dalam mengelola belanja tersebut.

pariwisata. ekonomi. pendidikan. Ditjen Anggaran. Kementerian Keuangan 5 . perumahan & fasilitas umum. pertahanan. ketertiban & keamanan. dan perlindungan sosial (Ps 11 UU 17/2003). lingkungan hidup. budaya. agama. kesehatan.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Komponen Belanja dalam APBN Belanja KL per Fungsi Isu yang Berkembang di Masyarakat Belanja K/L untuk Mendanai Seluruh Program Pemerintah Data Belanja K/L (Triliun Rupiah) 600 500 400 300 Sumber dana: HLN PLN PNBP RM 200 100 0 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Jumlah BA K/L 68 72 73 74 73 76 79 86 Jumlah program 1030 672 645 628 626 639 422 426 Belanja KL yang dikelola Kementerian/Lembaga tertuang dalam RKA-K/L yang digunakan untuk mendanai seluruh program pemerintah sesuai fungsinya yang meliputi pelayanan umum.

Ditjen Anggaran. alokasi untuk pelayanan umum cenderung meningkat secara signifikan. ekonomi. pendidikan.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Komponen Belanja dalam APBN Belanja KL per Fungsi Isu yang Berkembang di Masyarakat Perkembangan Belanja K/L Menurut Fungsi Triliun Rupiah Perkembangan Belanja KL menurut fungsi Pemerintah dapat dilihat pada grafik dibawah ini. 140 Pelayanan Umum 120 Ekonomi Pendidikan 100 80 Pertahanan 60 Ketertiban & Keamanan Perumahan & Fasum Kesehatan Lingkungan Hidup Perlindungan Sosial Agama Pariwisata & Budaya 40 20 0 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa alokasi Belanja KL terbesar digunakan untuk fungsi pelayanan umum. Kementerian Keuangan 6 . Dan apabila dicermati. dan pertahanan.

serta Urusan Luar Negeri 100 80 60 40 Litbang Pelayanan Umum Pelayanan Umum Lainnya Pelayanan Umum Pinjaman Pemerintah Pembangunan Daerah 20 0 2005 2006 Ditjen Anggaran. Kementerian Keuangan 2007 2008 2009 2010 2011 2012 7 . Masalah Keuangan & Fiskal. Data Belanja KL Menurut Fungsi Pelayanan Umum (Triliun Rupiah) 120 Lembaga Eksekutif & Legislatif.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Komponen Belanja dalam APBN Belanja KL per Fungsi Isu yang Berkembang di Masyarakat Perkembangan Belanja K/L Menurut Fungsi Apabila dilihat lebih rinci alokasi dalam fungsi Pelayanan Umum adalah seperti tampak dalam grafik di bawah ini.

Tanggal 23-4-2013 8 ..entitashukum. http://jaringnews.investor.boros.com/politik-peristiwa/umum/14587/belanjabirokrasi-sudah-sampai-pada-tingkat-mengkhawatirkan. 3 Mei 2012 http://bisniskeuangan.ang garan.negara.com/rp-66-triliun-anggaran-apbn-mengalir-boros/.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Komponen Belanja dalam APBN Belanja KL per Fungsi Isu yang Berkembang di Masyarakat Isu yang Berkembang di Masyarakat Sementara itu.com/read/2013/05/22/07504230/bbm.tetap.kompas. berdasarkan data kualitatif dari berbagai sumber yang sangat mempengaruhi opini publik umumnya menyatakan bahwa pengelolaan belanja kita belum optimal. Kementerian Keuangan http://www.co.naik. Tanggal 19-12-2011 http://www. Tanggal 22-5-2013 Ditjen Anggaran.id/home/daya-dorong-belanja-pemerintah-belum-optimal/26606.

maksud saya output atau outcome-nya.Pemerintah belum memiliki sistem monitoring dan evaluasi yang terpadu terkait dengan anggaran dan outcome-nya. selesai anggarannya bersih secara administratif tetapi outcome-nya.Okezone Selasa. 29 Maret 2011 13:09 wib “Apa yang kita keluarkan. terukur dan harus jelas itu apa. Foto: Heru Haryono/Okezone JAKARTA . tetapi intinya jika ingin outcome oriented. atau dampak setelah itu belum kita ukur” . Aktifitas anggaran yang dimaksud bukan semata-mata berupa anggaran saja. Kementerian Keuangan Sumber: http://economy.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Komponen Belanja dalam APBN Belanja KL per Fungsi Isu yang Berkembang di Masyarakat Arahan Wakil Presiden Kondisi umum inilah yang membuat Wapres mengingatkan kepada seluruh pengelola anggaran untuk dapat bekerja lebih keras. akan tetapi merupakan kesatuan antara budget dan policy action. ECONOMY » Fiskal & Moneter Boediono : Belum Ada Monitoring & Evaluasi Anggaran Taufik Hidayat . Ditjen Anggaran. Ini merupakan setiap perencanaan. tentunya harus ada definsi dari outcome yang jelas. "Saya tidak ke detilnya.com/read/2011/03/29/20/440034/20/boedionobelum-ada-monitoring-evaluasi-anggaran 9 . Oleh karena itu saya anjurkan sekali” (Wapres Boediono. 29 Maret 2011) Wapres Boediono.okezone.

id.02/2011 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja atas Pelaksanaan RKA-K/L yang mengatur sistem evaluasi program di seluruh K/L. namun setelah dianalisis antar tahun. • Meskipun evaluasi dilakukan terhadap pelaksanaan program tahun 2012. 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 Arahan Wapres (29-3-2011) PMK Evaluasi (28-12-2011) Today • Dalam beberapa paparan berikut.depkeu. kondisi di tahun 2012 mempunyai kesamaan kondisi sampai dengan tahun ini. Kementerian Keuangan 10 .go. sehingga kesimpulan yang diperoleh kiranya sudah bisa menggambarkan permasalahan umum Belanja KL. akan disajikan temuan penting dari implementasi tahun pertama PMK 249 berdasarkan rangkuman hasil evaluasi pelaksanaan program tahun 2012 yang dilakukan oleh seluruh KL dimana keterangan lebih detail dapat dilihat dengan mengakses web monev. maka pada tgl 28 Desember 2011 Menkeu menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No 249 /PMK. Ditjen Anggaran.anggaran.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Memenuhi amanat PP 90 Tahun 2010 serta menindaklanjuti arahan Wapres tersebut di atas.

Kementerian Keuangan 11 .Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan BAGIAN KEDUA: HASIL EVALUASI Ditjen Anggaran.

yaitu aspek implementasi. Ditjen Anggaran. sementara untuk kedua aspek lainnya baru dimulai th 2015 sesuai masa transisi yg diatur dalam PMK 249. lingkungan) ASPEK YANG DIEVALUASI Dalam beberapa slide berikutnya akan disampaikan rangkuman atas hasil evaluasi Aspek Implementasi tahun 2012. ekonomi. aspek manfaat.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Sistem Evaluasi yang Digunakan Pengukuran Kinerja & Analisis Permasalahan Fundamental Sekilas Pokok-Pokok PMK 249 sebagai Instrumen Evaluasi Anggaran Sistem evaluasi yang diatur dalam PMK 249 adalah evaluasi program dengan tiga aspek evaluasi. Kementerian Keuangan 12 . PROGRAM Bagaimana mencapai kondisi yang diinginkan Input Aktivitas Apa kondisi yang diinginkan Output Aspek Implementasi (Bagaimana suatu program dijalankan) Oucome Aspek Manfaat (Seberapa besar target outcome yang telah dicapai) Mengapa program ada Situasi Aspek Konteks (Relevansi program dengan dinamika perubahan sosial. dan aspek konteks serta dilakukan KL dengan pendekatan self-evaluation.

anggaran.id: • • • • Dukungan data yang lengkap & realtime (update harian) Data bisa diekstrak kedalam berbagai format sesuai kebutuhan user (on-demand) Mudah dalam pengoperasiannya Tidak ada laporan berbentuk fisik dokumen sehingga meringankan beban user Ditjen Anggaran. Kementerian Keuangan 13 .depkeu.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Sistem Evaluasi yang Digunakan Pengukuran Kinerja & Analisis Permasalahan Fundamental Sekilas Pokok-Pokok PMK 249 sebagai Instrumen Evaluasi Anggaran Gambaran pelaksanaan teknis evaluasi program oleh KL sebagaimana diatur dalam PMK 249 sbb: Telah diatur apa dan bagaimana pelaksanaan di setiap tahapan Pengumpulan Data Persiapan Pengukuran Penilaian Analisis Persiapan sudah bisa dimulai sejak RKA-K/L disahkan Menkeu Pelaporan Selesai paling lambat akhir Maret setelah thn anggaran berakhir Dibantu sistem IT berbasis web dengan alamat monev.go.

97% 40% 20% 0% Penyerapan Anggaran Ditjen Anggaran.37% 60% 35. Kementerian Keuangan Konsistensi Pencapaian Keluaran (ketepatan waktu) Efisiensi 14 .86% 80% 79.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Sistem Evaluasi yang Digunakan Pengukuran Kinerja & Analisis Permasalahan Fundamental Hasil Pengukuran Kinerja Tahun 2012 Berdasarkan PMK 249 Hasil pengukuran kinerja seluruh program tahun 2012 untuk Aspek Implementasi adalah sbb: Hasil Evaluasi Kinerja Tahun 2012 180% 163.94% 160% 140% 120% 100% 88.

Kementerian Keuangan 2005 2009 2006 2010 2007 2011 2008 2012 15 . bahkan sebagian mendapatkan sanksi berulang setiap tahun (lihat slide 16). termasuk melalui reward and punishment system yang diterapkan sejak tahun 2010. Tingkat Penyerapan Anggaran 100% Tren Penyerapan Anggaran 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des 0% 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Ditjen Anggaran. Jumlah KL yang mendapatkan sanksi terus bertambah. masih belum menunjukkan hasil (ditunjukkan dalam grafik di bawah ini).Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Sistem Evaluasi yang Digunakan Pengukuran Kinerja & Analisis Permasalahan Fundamental Analisis Indikator Penyerapan Anggaran & Konsistensi Permasalahan penyerapan anggaran masih berulang setiap tahun. Berbagai upaya yang dilakukan untuk memperbaiki indikator kinerja penyerapan.

Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Sistem Evaluasi yang Digunakan Pengukuran Kinerja & Analisis Permasalahan Fundamental Analisis Indikator Penyerapan Anggaran & Konsistensi Implementasi reward and punishment system: Uraian 2010 2011 2012 Penghargaan 61 K/L 66 K/L 65 K/L Sanksi 3 K/L 7 K/L 8 K/L Netral 12 K/L 6 K/L 13 K/L Ditjen Anggaran. Kementerian Keuangan 16 .

Kementerian Keuangan Efisiensi 17 .Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Sistem Evaluasi yang Digunakan Pengukuran Kinerja & Analisis Permasalahan Fundamental Analisis Indikator Pencapaian Output & Efisiensi Hasil Evaluasi Kinerja Tahun 2012 Analisis berikutnya dilakukan atas pencapaian output dan efisiensi sebagai berikut: 180% 163.86% 79. 20% 0% Penyerapan Konsistensi Pencapaian Anggaran (ketepatan Keluaran waktu) Ditjen Anggaran.37% 60% 35. 140% 120% 100% 80% 88.97% 40% • Namun capaian output yang terlalu tinggi dimaksud justru mengindikasikan ada hal yang tidak wajar sehingga diperlukan telaahan lebih mendalam untuk mengetahui jenis dan karakteristik seluruh output dalam RKA-K/L.94% 160% • Sekilas capaian output terlihat sangat bagus mencapai 164% dengan biaya sebesar 88.9% sehingga diperoleh efisiensi sebesar 36%.

702) 2.37% 60% 35. Target output tidak jelas – baik bagi yang menyusun maupun bagi yang mengevaluasi (lihat tabel data anomali sejumlah 2. bukan substantif mis: laporan dan dokumen (jenis ini teridentifikasi sekitar 3. komputer. Kondisi output di atas juga berpotensi disalahtafsirkan oleh masyarakat bahwa Belanja KL banyak untuk keperluan birokrasi sehingga seolah menjadi justifikasi pemborosan anggaran.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Sistem Evaluasi yang Digunakan Pengukuran Kinerja & Analisis Permasalahan Fundamental Analisis Indikator Pencapaian Output & Efisiensi Hasil Evaluasi Kinerja Tahun 2012 180% 163.879 output dengan pagu sebesar Rp45. Jumlah output terlalu banyak (output tahun 2012 berjumlah 11.3 triliun) 4. Banyak output yang berkarakteristik input.1 triliun) 3. Kementerian Keuangan Efisiensi Temuan di atas mengindikasikan bahwa ternyata capaian kinerja bagus dimaksud belum sepenuhnya mencerminkan bagusnya kualitas belanja KL.97% 40% 20% 0% Penyerapan Konsistensi Pencapaian Anggaran (ketepatan Keluaran waktu) Ditjen Anggaran.141 kasus) 160% 140% 120% 100% 80% 88. Banyak output bersifat administratif. misalnya kendaraan.86% 79. gedung (teridentifikasi sekitar 360 jenis output dengan pagu sebesar Rp168. 18 .94% Analisis atas seluruh output dalam RKA-K/L menghasilkan temuan penting sebagai berikut: 1.

penyempurnaan regulasi pertanahan. antara lain penyempurnaan regulasi pengadaan barang/jasa. 19 . penyempurnaan proses revisi. peningkatan SDM.94% Pengadaan 160% Revisi 140% 120% 100% 80% Selain analisis data kuantitatif. dll. Kementerian Keuangan Efisiensi 7 K/L Pemotongan anggaran Pembebasan lahan 14 K/L 14 K/L 6 K/L blokir 10 K/L Keterbatasan SDM 37 K/L Keterbatasan sarana dan prasarana 10 K/L Permasalahan tersebut umumnya berulang setiap tahun dan berbagai upaya untuk menyelesaikan permasalahan atas bidang tersebut sudah banyak dilakukan.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Sistem Evaluasi yang Digunakan Pengukuran Kinerja & Analisis Permasalahan Fundamental Analisis Atas Informasi Permasalahan yang Disampaikan KL Hasil Evaluasi Kinerja Tahun 2012 180% 163. bidang tersebut tetap saja menjadi titik permasalahan (yang dilaporkan oleh) KL. Namun demikian.37% 60% 35.86% 79. dilakukan pula analisis data kualitatif berupa permasalahan KL yang disampaikan ke DJA yang dikelompokkan sbb: 88.97% 40% 20% 0% Penyerapan Konsistensi Pencapaian Anggaran (ketepatan Keluaran waktu) Ditjen Anggaran.

Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Sistem Evaluasi yang Digunakan Pengukuran Kinerja & Analisis Permasalahan Fundamental Analisis Atas Informasi Permasalahan yang Disampaikan KL Setelah dilakukan analisis atas permasalahan yang disampaikan KL dengan menggunakan metode analisis Chi-Square Automatic Interaction Detector (CHAID). Artinya.Prob) untuk semua variabel masalah lebih besar dari 0. Ditjen Anggaran.05 sehingga data mendukung untuk menerima H0. Kementerian Keuangan 20 . Hipotesis nol (H0) : Tidak ada pengaruh masalah terhadap pencapaian kinerja Hipotesis alternatif (H1) : Ada pengaruh masalah terhadap pencapaian kinerja CHAID Output vs Masalah CHAID Konsistensi Vs masalah p-value (Adj. diperoleh kesimpulan bahwa permasalahan yang disampaikan tersebut sebenarnya tidak signifikan mempengaruhi pencapaian kinerja . serta interaksi antar masalah. mengetahui masalah yang paling utama dalam pencapaian kinerja. CHAID Penyerapan vs Masalah CHAID Efisiensi vs Masalah Analisis Chi-Square Automatic Interaction Detector (CHAID) Tujuan : melihat pengaruh masalah terhadap pencapaian kinerja. permasalahan yang disampaikan K/L tidak mempengaruhi pencapaian kinerja K/L.

kajian dan analisis kemudian dikembangkan untuk melihat isi program secara keseluruhan dengan hasil sebagai berikut: 1. dan outcome 2. Tidak jelas mana input. Kementerian Keuangan 21 . Ditjen Anggaran. output. Relevansi outcome terhadap need or problem tidak terlihat krn informasi tersebut di RKAK/L tidak ada.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Sistem Evaluasi yang Digunakan Pengukuran Kinerja & Analisis Permasalahan Fundamental Analisis Struktur dan Muatan Program Keseluruhan Berdasarkan temuan pada analisa output tersebut. Sulit melihat relevansi antara input-output-outcome 4. Outcome kurang jelas dan terlalu normatif 3.

Kondisi Umum
Hasil Evaluasi
Strategi Perbaikan

Sistem Evaluasi yang Digunakan
Pengukuran Kinerja & Analisis
Permasalahan Fundamental

Akar Permasalahan yang Bersifat Fundamental

Banyak temuan lain yang diperoleh dari hasil evaluasi program pada tahun pertama penerapan
PMK 249, namun temuan dan permasalahan yang telah dipaparkan dalam slide sebelumnya
kiranya sudah dapat menjadi warning bahwa permasalahan fundamental yang dihadapi adalah:

“LEMAHNYA ARSITEKTUR DAN INFORMASI KINERJA DALAM RKA-K/L”

Ditjen Anggaran, Kementerian Keuangan

22

Kondisi Umum
Hasil Evaluasi
Strategi Perbaikan

Sistem Evaluasi yang Digunakan
Pengukuran Kinerja & Analisis
Permasalahan Fundamental

Pengaruh & Dampak Atas Permasalahan yang Terjadi
Pengaruh utama atas lemahnya arsitektur dan informasi kinerja dalam RKA-K/L:

Sulit dijadikan alat manajerial dan kontrol, baik bagi para penanggung jawab program maupun pihak-pihak
lain yang terkait dengan program berkenaan

Sulit dan lambat dalam pengambilan kebijakan yang tepat karena sulit menemukan fokus strategis

Sulit mengkomunikasikan suatu program kepada DPR, masyarakat, pengamat sehingga masing-masing
mempunyai intrepretasi sendiri-sendiri

Akhirnya, perencanaan dan evaluasi yang dilakukan cenderung business as usual; bahkan tidak jarang
menjadi sekedar seremoni copy and paste dari tahun sebelumnya.

Dampak serius apabila permasalahan ini tidak segera diatasi:

Sesuatu yang semakin tidak jelas, cenderung mempunyai potensi besar untuk disalahgunakan, atau paling
tidak akan sangat sulit bagi Pemerintah untuk menunjukkan performance yang jelas

Dinamika kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan semakin cepat sehingga apabila masyarakat tidak bisa
menangkap dengan jelas program-program Pemerintah, mereka akan mengintepretasikan sendiri yang
seringkali bersifat negatif >>> dukungan dan kepercayaan pada birokrasi semakin menurun.

Efektif dan efisiens semakin menjadi sekedar slogan.

Ditjen Anggaran, Kementerian Keuangan

23

Kondisi Umum
Hasil Evaluasi
Strategi Perbaikan

BAGIAN KETIGA: STRATEGI PERBAIKAN

Ditjen Anggaran, Kementerian Keuangan

24

Subjek Kendala utama pada sisi subjek adalah mindset. Ditjen Anggaran. Metode & Proses Bisnis Penguatan arsitektur & informasi program tersebut harus diikuti perbaikan metode dan proses bisnis penyusunan dan evaluasinya. Agenda Kerja. Gambaran utuh design strategi perbaikan adalah seperti slide selanjutnya. • Arsitektur dan informasi kinerja dalam RKA-K/L saat ini masih lemah. metode & proses bisnis. perlu segera dilakukan upaya perbaikan dengan strategi dan tahapan yang terstruktur dan bertahap. output. dengan pertimbangan bahwa: Objek 3. 2. dan outcome baru berfungsi sebagai “pin” untuk mendapatkan anggaran. serta subyek (orangnya). Kementerian Keuangan 25 . Berdasarkan kajian dan analisis yang telah dilakukan. • Rumusan input. sehingga proses penyusunan dan evaluasi anggaran tidak sekedar menjalankan rutinitas tahunan. dimana penyusunan anggaran dan evaluasi masih dilakukan berdasarkan business as usual. dan FAQ Strategi Perbaikan 1. kegiatan. Strategi tersebut memuat upaya perbaikan dari sisi obyek (RKA-K/L).Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh.

Kementerian Keuangan 26 . dan FAQ Grand Design Strategi Penguatan Penyusunan Anggaran Grand design penguatan strategi penyusunan anggaran adalah sebagai berikut: INPUT AKTIVITAS Tim (Champion) Penataan arsitektur & informasi kinerja RKA-K/L (mikro teknis) Komitmen Panduan Penataan arsitektur & informasi makro strategis OUTPUT OUTCOME Arsitektur & informasi kinerja nasional yang jelas & relevan Jelas dalam melihat keseluruhan belanja Penguatan data IT System Anggaran Penguatan metode dan proses bisnis evaluasi Penguatan metode dan proses bisnis perencanaan We are here Metode dan proses bisnis yang reliable Tepat dalam pengambilan kebijakan anggaran Kebijakan yang didukung oleh publik Mengubah mindset SDM berkualitas Meningkatkan kompetensi Ditjen Anggaran. Agenda Kerja.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh.

Agenda Kerja.. dan strategis Kualitas bagus dan valid: • Lebih jelas • Lebih relevan • Lebih terukur Penataan ADIK dalam RKA-K/L Ditjen Anggaran.....831 jenis Kualitas lemah: • Kurang jelas • Kurang relevan • Kurang terukur EXPECTED 1.2015 2016..... Memperkuat dan mempertajam informasi kinerja Kuantitas: Selektif.. fokus.101 • Output = 11.......dst EXISTING Kuantitas: sangat banyak: • Outcome = 870 • IKU = 3......Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh... Kementerian Keuangan 27 .... Menyempurnakan arsitektur RKA-K/L (struktur informasi kinerja) yang sesuai dengan pendekatan fungsi 2.......... dan FAQ Penataan Arsitektur dan Informasi Kinerja dalam RKA-K/L ....

2015 Berdasarkan Struktur Organisasi 2016.............dst Berdasarkan Fungsi *) *) Mengacu pada fungsi pemerintahan yang diatur dalam UU 17/2003 tentang Keuangan Negara Ditjen Anggaran.......... Kementerian Keuangan 28 ..... dan FAQ Pendekatan Penataan Arsitektur Kinerja .......Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh................................. Agenda Kerja........

Informasi kinerja terdapat pada setiap level organisasi Ditjen Anggaran.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. Kementerian Keuangan 29 . dan FAQ Pendekatan Penataan Arsitektur Kinerja BERDASARKAN STRUKTUR ORGANISASI BERDASARKAN FUNGSI DENGAN BASIS PADA OUTCOME ORGANISASI Nasional Input Aktivitas K/L Eselon I Program Eselon II Kegiatan Output Outcome Indikator Indikator Target Target IKU Program Outcome NASIONAL IKK K/L Output Eselon I Komponen Eselon II Substansi pendekatan berdasarkan fungsi adalah: 1. Informasi kinerja harus disusun sesuai kerangka logika berpikir (logic model) 2. Agenda Kerja.

yaitu Input-Aktivitas-Output-Outcome. Ditjen Anggaran. Diperoleh kejelasan atas dua hal sekaligus.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. karakteristik struktur organisasi sangat bervariasi dan umumnya berdasarkan proses. tidak ada hierarki yang jelas outcome dan output di setiap tingkatan organisasi mulai level nasional sampai organisasi terbawah. Outcome/output suatu organisasi bisa saja merupakan outcome/output organisasi level di atasnya sekiranya struktur organisasi didasarkan pada system lini produk. Pendekatan ini tidak menjadi masalah seandainya struktur organisasi di setiap tingkatan seluruhnya berdasarkan produk (lini produk). Outcome dan output semata didasarkan pada pola dan mekanisme agregasi. bisa juga outcome/output suatu organisasi akan tercatat sebagai input/aktivitas bagi organisasi di level atasnya sekiranya pembagian organisasi didasarkan pada input/proses. Konsekuensinya. 30 . Sementara dalam kenyataannya. Agenda Kerja. yaitu hierarki informasi kinerja dari level makro strategis sampai dengan level mikro teknis dan aspek akuntabilitas organisasi di masing-masing level. Kementerian Keuangan • • • Di setiap level organisasi terdapat struktur informasi kinerja yang bersifat baku. Namun. dan FAQ Pendekatan Penataan Arsitektur Kinerja BERDASARKAN STRUKTUR ORGANISASI BERDASARKAN FUNGSI DENGAN BASIS PADA OUTCOME LM Informasi Kinerja Struktur Organisasi Logic model (LM) Informasi Kinerja Struktur Organisasi LM Informasi Kinerja LM Informasi Kinerja LM Informasi Kinerja • • • • Hierarki organisasi segaris dengan hierarki informasi kinerja. misalnya: output suatu eselon II pasti akan tercatat sebagai output nasional.

Kebutuhan atau permasalahan 2. dan FAQ Landasan Berpikir Penyempurnaan Arsitektur Kinerja PRINSIP 1: Setiap organisasi pasti mempunyai fungsi NEED / PROBLEM Pertanyaannya. Apakah organisasi menimbulkan fungsi atau fungsi yang melahirkan organisasi?. Dengan demikian urutan hubungan sebab-akibat adalah sebagai berikut: 1. Jawabannya adalah suatu organisasi lahir karena ada fungsi yang harus dijalankan. mana yang lebih dahulu. Kementerian Keuangan 31 .Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. Ditjen Anggaran. Fungsi ada karena ada suatu kebutuhan atau permasalahan yang harus diselesaikan. Agenda Kerja. Organisasi ORGANISASI FUNGSI Fungsi adalah alasan mengapa organisasi itu ada. Fungsi 3.

Directing 5. fungsi manajemen meliputi: 1.managementstudyguide. Staffing 4. ORGANISASI Planning Organizing FUNGSI Staffing Directing Controlling *) www. Agenda Kerja.com Ditjen Anggaran. Controlling Langkah awal yang harus dilakukan suatu organisasi bukan menyusun struktur organisasi.Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. tetapi menyusun rencana strategis. dan FAQ Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Landasan Berpikir Penyempurnaan Arsitektur Kinerja PRINSIP 2: Dalam menjalankan fungsinya. Kementerian Keuangan 32 . Organizing 3. Planning 2. organisasi mengikuti kaedah manajemen (dikenal sebagai “fungsi manajemen”) NEED / PROBLEM Secara akademis dan best-practices.

Outcome 2. Ditjen Anggaran. Agenda Kerja.Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. Dalam konteks ini. dan FAQ Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Landasan Berpikir Penyempurnaan Arsitektur Kinerja PRINSIP 3: Penyusunan rencana strategis berdasarkan konsep logic model Perencanaan strategis adalah menentukan kondisi apa yang ingin INPUT AKTIVITAS OUTPUT OUTCOME dicapai dan bagaimana organisasi tersebut mencapainya. Output 3. Kementerian Keuangan Planning Organizing Staffing Directing Controlling *) www. Aktivitas 4.managementstudyguide. diterapkan konsep kerangka logic model atas suatu informasi kinerja yang meliputi: 1. Input ORGANISASI NEED / PROBLEM FUNGSI Kerangka logic model tersebut bersifat universal dan berlaku untuk berbagai jenis dan tipe organisasi.com 33 .

atau 2. Menggunakan organisasi yang telah ada.Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. atau 3.managementstudyguide. termasuk pendelegasian wewenang kepada organisasi level dibawahnya. Menyusun organisasi yang benarbenar baru seluruhnya. kemudian diikuti pengorganisasi (organizing) dan staffing. dst INPUT AKTIVITAS OUTPUT OUTCOME Dalam kegiatan pengorganisasi. Tentu pengorganisasi tersebut lebih ditentukan berdasarkan cara yang dipandang paling efektif untuk mendukung pencapaian kondisi yang diinginkan. Kementerian Keuangan ORGANISASI Planning Organizing NEED / PROBLEM FUNGSI Staffing Directing Controlling *) www. Agenda Kerja. tahap pengorgansasian ini dapat ditempuh dengan berbagai alternatif: 1. Pada tahap inilah struktur organisasi dibentuk. Dalam konteks pemerintahan. Kombinasi keduanya.com 34 . dan FAQ Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Landasan Berpikir Penyempurnaan Arsitektur Kinerja PRINSIP 4: Setelah rencana strategis tersusun. Ditjen Anggaran.

Agenda Kerja. Kementerian Keuangan Input Renstra Aktivitas Renja Output RKA-K/L Outcome RKT DLL 35 . dan FAQ Lingkup Informasi Kinerja Informasi Kinerja Berbagai jenis dokumen yang memuat informasi kinerja Ditjen Anggaran.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh.

dan FAQ Lingkup Informasi Kinerja Nama NIP Ayah Ibu Alamat Golongan Tanggal lahir Usia NPWP Pengalaman kerja ILUSTRASI > FOKUS SAAT INI KTP Nama Alamat Tanggal lahir PASPOR Nama Tanggal lahir Usia Ayah Ibu Ditjen Anggaran. Agenda Kerja.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. Kementerian Keuangan KTR Nama NIP Golongan Training DLL Nama NIP Golongan NPWP Pengalaman kerja 36 .

Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. Kementerian Keuangan Aktivitas Output Outcome Indikator Target Indikator Target 37 . Agenda Kerja. dan FAQ Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Lingkup Informasi Kinerja INFORMASI KINERJA K/L Input Output Outcome Indikator Target Indikator Target Aktivitas ESELON I FOKUS YANG HARUS KITA SELESAIKAN Input Aktivitas Output Outcome Indikator Target Indikator Target ESELON II Input Ditjen Anggaran.

Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. Kementerian Keuangan OUTCOME COSTUMER Mengubah kesadaran Mengubah kebiasaan Bisa Sadar Paham Tahu Status Biasa Mau Mengubah kondisi 38 . Agenda Kerja. dan FAQ Konsep Dasar Logic Model  Segala sesuatu pasti mempunyai fungsi  Yang mempunyai fungsi pasti mempunyai pasangan  Hubungan pasangan tersebut membentuk pola standar (universal) sebagai “hubungan sebab-akibat” YOU/WE INPUT What we have AKTIVITAS OUTPUT What we do What we produce/ deliver Ditjen Anggaran.

Agenda Kerja. Kementerian Keuangan 39 . dan pendek) KOMPONEN PERNYATAAN KRITERIA CEK Jelas siapa customer Rumusan perspektif eksternal (customer oriented dan bukan internal oriented) Spesifik (urusan dan/atau customer berbeda dari pihak lain) Jelas bentuk perubahan yang diharapkan (kondisi yang dituju) Relevan dengan kebutuhan dan/atau permasalahan Sebaiknya dalam kalimat positif (optional) INDIKATOR Relevan dalam pengukuran outcome yang telah ditetapkan Jelas dan tidak bermakna ganda Sesuai dengan upaya peningkata kinerja Terukur (ada ukuran) dan formula pengukurannya Didukung data yang tersedia secara rutin/periodik Sumber data kredibel TARGET Menunjukkan seberapa besar perubahan yang diharapkan Menunjukkan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menuju kondisi yang diharapkan tsb Ditjen Anggaran.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. menengah. dan FAQ Pengertian dan Kriteria Outcome Outcome merupakan keadaan yang ingin dicapai atau dipertahankan pada penerima manfaat dalam periode waktu tertentu (jangka panjang.

bukan aktivitas/proses/bagian tahapan dalam menghasilkan output. dan bukan outcome atau rincian dari outcome berkenaan) Rumusan perspektif eksternal (customer oriented dan bukan internal oriented) Sesuai kebutuhan atau mencerminkan kepentingan customer atau target group INDIKATOR Relevan dalam pengukuran output yang telah ditetapkan Jelas dan tidak bermakna ganda Sesuai dengan upaya peningkata kinerja Terukur (ada ukuran) Didukung data yang tersedia secara rutin/periodik Sumber data kredibel TARGET Ditjen Anggaran. KOMPONEN PERNYATAAN KRITERIA CEK Merupakan produk akhir (bukan input. Kementerian Keuangan 40 . Agenda Kerja.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. dan FAQ Pengertian dan Kriteria Output Output adalah suatu produk akhir yang dihasilkan dari serangkaian aktivitas yang diperuntukkan bagi customer atau target group agar outcome dapat terwujud.

Dalam banyak referensi dinyatakan pula bahwa aktivitas merupakan mekanisme mengkonversi input menjadi output. Input merupakan sumberdaya atau prasyarat yang dibutuhkan selama aktivitas berlangsung guna menghasilkan dan men-deliver output. dan FAQ Pengertian Aktivitas dan Input Aktivitas merupakan berbagai proses yang diperlukan untuk menghasilkan dan men-deliver output sampai kepada customer.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. Kementerian Keuangan 41 . Jenis input: • Sumberdaya manusia • Peralatan dan mesin • Tanah dan bangunan • Data dan informasi • Norma/system/prosedur/ketentuan Ditjen Anggaran. Agenda Kerja.

FUNGSI INPUT AKTIVITAS OUTPUT ASUMSI C/TG Ditjen Anggaran. Bahkan apabila diperlukan mekanisme/pola yang sama bisa diberlakukan sampai level individu. 4. 3. Setiap Eselon I selanjutnya menyusun informasi kinerja dengan format yang sama dengan level K/L (logic model). Susun informasi kinerja lingkup K/L sesuai kerangka logika berpikir (logic model). 5. aktivitas. Siapkan tim untuk menyusun RKA-K/L level Menteri/Pimpinan Lembaga (bukan level eselon I dan bukan pula level eselon II.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. dan FAQ Penarapan Prinsip Tersebut Di Atas Dalam Arsitektur RKA-K/L 1. Mekanisme no 2-4 berlaku pula untuk unit organisasi Eselon II. namun dengan lingkup fungsi yang lebih spesifik sesuai dengan pendelegasian wewenang dari Menteri/Pimpinan Lembaga. Kementerian Keuangan UIC OUTCOME FAKTOR EKSTERNAL Catatan: Mekanisme lebih detil penyusunan outcome. output. Lakukan perencanaan (Planning) untuk menerjemahkan fungsi pada K/L bersangkutan. Setelah seluruh proses penyusunan informasi kinerja selesai. meskipun tim penyusun beranggotakan dari berbagai unit organisasi dibawah kementerian/lembaga dimaksud). 42 . dilanjutkan dengan tahapan pengorganisasian (Organizing) yang didalamnya termasuk pendelegasian wewenang ke level eselon I. 2. dan input akan dijelaskan lebih lanjut dalam slide-slide di bawah ini. Agenda Kerja.

yaitu Aktivitas (A123 dan PAPBN). HPP). output. dan FAQ Seperti Apa Bentuknya Nanti INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME KL Pendelegasian wewenang Eselon I .Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. customer. namun Input bagi DJA.B Eselon II . Pada kasus lain.X Eselon I . output dari suatu eselon II (misalnya) akan tercatat sebagai output pula pada level eselon I apabila pembagian wewenangnya didasarkan pada output. Input (Setditjen. Agenda Kerja.C Ditjen Anggaran. outcome PNBP akan menjadi outcome pula bagi DJA. Kementerian Keuangan Pendelegasian wewenang dari suatu tingkatan organisasi ke tingkatan organisasi dibawahnya bisa didasarkan pada distribusi outcome. input. output Setditjen tidak bisa dikatakan sebagai output DJA. DSP.Z Eselon II . bisa jadi output eselon II akan tercatat sebagai input bagi eselon I apabila pendelegasian wewenang didasarkan pada input. aktivitas. Oleh karena itu.A Eselon II . Contoh: DJA membuat struktur organisasi tingkat eselon II berdasarkan kombinasi.Y Eselon I . atau kombinasi. 43 . Di lain pihak. dan Outcome (PNBP). Dengan demikian.

Identifikasi kondisi existing Didukung data 4. Susun aktivitas untuk memproduksi dan mendeliver output tersebut sampai pada customer. 10. Tentukan Fungsi/Sub Fungsi yang merupakan urusan Menteri berkenaan (sesuai pendelegasian dari Presiden) Contoh: Kementerian Keuangan > Fungsi Pelayanan Umum.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. Identifikasi gap (permasalahan) Need/problem adalah gap antara kondisi yang diinginkan dan kondisi existing 5. Analisis permasalahan (penyebab gap) • Cari akar masalah (apakah kekurangan dipihak customer atau factor eksternal atau efektivitas output kita) ASUMSI/PARAMETER FAKTOR EKSTERNAL 8. Tentukan perubahan konkrit yang diinginkan (tahapan ini akan menghasilkan rumusan outcome. Identifikasi customer / target group 11. Susun asumsi/factor eksternal yang berpotensi mempengaruhi target kinerja yang telah ditentukan. indicator. Sub Fungs Fiskal Kemenerian Pendidikan > Fungsi Pendidikan Kementerian Perdagangan > Funsi Ekonomi. Identifikasi kondisi yang diharapkan dalam fungsi/sub fungsi berkenaan • Lihat visi pimpinan yang lebih tinggi • Lihat visi organisasi anda • Bisa menggunakan standar internasional sebagai referensi kondisi yang diinginkan *) Visi harus outcome/customer oriented 3. Kementerian Keuangan 44 . • Tentukan customer yang perlu diintervensi • Identifikasi sumberdaya yang ada di komunitas berkenaan yang bisa menyelesaikan/ berpartisipasi pemecahan (sebagian) permasalahan tersebut Outcome 7. Agenda Kerja. Susun output yang tepat bagi customer agar kondisi yang diinginkan tercapai. Ditjen Anggaran. Sub Fungsi Perdagangan Input Aktivitas Output Customer 6. dan FAQ Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Fungsi 1. dan targetnya) • • • • Tentukan perubahan konkrit Pernyataan jelas (outcome) Tentukan indicator dan target yang jelas dan terukur Rinci berdasarkan periode waktu Kondisi 2. 9. Susun Input yang diperlukan untuk menjalankan berbagai aktivitas yang telah ditentukan.

Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. Kementerian Keuangan 45 . meskipun dalam perkembangannya dapat disusun struktur organisasi baru dengan tetap mempertahankan informasi kinerja yang sudah ada. Maksud contoh ini lebih kepada menunjukkan bagaimana struktur informasi kinerja sesuai fungsi diturunkan (cascading) ke organisasi dibawahnya. dan FAQ Contoh Informasi Kinerja Disclaimer: Contoh berikut adalah gambaran arsitektur informasi kinerja lingkup Kementerian Keuangan yang mempunyai fungsi dibidang fiskal. Agenda Kerja. Asumsi yang digunakan dalam menurunkan informasi ke level dibawahnya adalah menggunakan struktur organisasi yang existing. Ditjen Anggaran. Informasi yang terdapat dalam contoh dimaksud belum menggambarkan keseluruhan informasi kinerja dibidang fiskal.

serta Urusan Luar Negeri Input KL • SDM • Gedung dan bangunan • Peralatan dan mesin • Bahan perkantoran • NSPK • Anggaran Ditjen Anggaran. Agenda Kerja.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. dan FAQ Contoh Informasi Kinerja Fungsi KL 01 Pelayanan Umum 01. Masalah Keuangan dan Fiskal.01 Lembaga Eksekutif dan Legislatif. Kementerian Keuangan Aktivitas KL • Penyusunan target penerimaan dan pengeluaran • Pengalokasian anggaran • Menghimpun penerimaan • Mengelola pembiayaan • Pengelolaan kas negara • Pemanfaatan idlemoney Output KL Pendanaan yang efektif dan efisien bagi Pengguna Anggaran Indikator: • Jumlah alokasi anggaran untuk program dengan kriteria informasi kinerja yang baik (%) • Realisasi penerimaan negara (% thp target) • Ketepatan waktu pemenuhan penerimaan • Ketepatan jumlah anggaran yang disalurkan kepada PA • Ketepatan waktu penyaluran anggaran kepada PA Outcome KL Terwujudnya kondisi fiskal yang berkelanjutan bagi penyelenggaraan pemerintahan Indikator: • Tax-GDP Ratio (%) • Jumlah PNBP (Rp) • Debt-GDP Ratio (Khusus Utang Pemerintah) (%) • Defisit APBN (%) • Proporsi APBN atas tren PDB (%) 46 .

Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. Agenda Kerja. Kementerian Keuangan • Mengelola pembiayaan • Pengelolaan kas negara • Pemanfaatan idle money PIC Output KL Outcome KL • BKF Pendanaan yang efektif Terwujudnya dan efisien bagi Pengguna kondisi fiskal yang Anggaran berkelanjutan bagi penyelenggaraan Indikator: pemerintahan • DJA • Jumlah alokasi anggaran untuk Indikator: • DJP (Perpajakan) program dengan • Tax-GDP Ratio • DJBC (Bea dan kriteria informasi (%) cukai) kinerja yang baik (%) • Jumlah PNBP (%) • DJA • Realisasi penerimaan • Debt-GDP Ratio (Penatausahaan negara (% thp target) (Khusus Utang PNBP) • Ketepatan waktu Pemerintah) (%) • DJKN (Lelang) pemenuhan • Proporsi APBN • DJPU penerimaan atas tren PDB • Ketepatan jumlah (%) • DJPB anggaran yang disalurkan kepada PA • DJPB • Ketepatan waktu • Setjen penyaluran anggaran kepada PA 47 . dan FAQ Contoh Informasi Kinerja Input KL • SDM • Gedung dan bangunan • Peralatan dan mesin • NSPK • Anggaran PIC Aktivitas KL • Setjen • Penyusunan (penerimaan target dan pembinaan penerimaan pegawai) dan • BPPK pengeluaran (peningkatan • Pengalokasian kapasitas anggaran pegawai) • Menghimpun • Setjen penerimaan • Setjen • Setjen (Penyusunan) • Itjen (Pengawasan) • BKF (Litbang) • Setjen Ditjen Anggaran.

Kementerian Keuangan Regulasi PNBP yang efektif Indikator: • Jumlah regulasi PNBP yang diterbitkan • Akurasi target penerimaan Outcome Eselon I Terwujudnya stabilitas anggaran bagi Pengguna Anggaran dalam mewujudkan target Pemerintah Indikator: • Jumlah perubahan anggaran (kali) Penerimaan PNBP yang optimal Indikator: • Jumlah PNBP (Rp) 48 . Agenda Kerja. dan FAQ Contoh Informasi Kinerja Input Eselon I • SDM • Gedung dan bangunan • Peralatan dan mesin • Data dan informasi • NSPK • Anggaran Aktivitas Eselon I • Evaluasi kinerja tahun sebelumnya • Penyusunan alokasi anggaran • Pembahasan alokasi anggaran bersama DPR Output Eselon I Alokasi anggaran yang akurat bagi pendanaan program Pemerintah Indikator: • Jumlah alokasi anggaran untuk program dengan kriteria informasi kinerja yang baik (%) • Deviasi antara target dan realisasi capaian output (%) • Evaluasi atas jenis dan tariff PNBP • Monitorig dan bimtek pengelolaan PNBP • Penyesuaian tariff PNBP dan penyelesaian aspek legalnya • Inventarisasi dan pemetaan jasa dan layanan Pemerintah • Penyusunan jenis dan target PNBP baru • Penyelesaian aspek legal • Monitoring Ditjen Anggaran.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh.

A3. A2. Agenda Kerja.PAPBN. DSP Indikator: • Rasio APBN atas tren PDB (%) Penerimaan PNBP yang optimal Indikator: • Jumlah PNBP (Rp) • Dit PNBP 49 . A1. Kementerian Keuangan PIC • DSP • • • • Output Eselon I Alokasi anggaran yang efektif efisien A1 A2 Indikator: A3 • Jumlah alokasi PAPBN anggaran untuk program dengan kriteria informasi kinerja yang baik (%) Regulasi PNBP yang efektif Indikator: • Jumlah regulasi PNBP yang diterbitkan • Akurasi target penerimaan Outcome Eselon I Distribusi alokasi anggaran yang tepat sasaran PIC • Dit. dan FAQ Contoh Informasi Kinerja Input Eselon I • SDM • Gedung dan bangunan • Peralatan dan mesin • Data dan informasi • NSPK • Anggaran PIC • Set DJA • Set DJA Aktivitas Eselon I • Evaluasi kinerja tahun sebelumnya • Penyusunan anggaran • Set DJA • Pembahasan anggaran bersama DPR • Set DJA (internal) • DSP (eksternal) • HPP • Dit PNBP • Set DJA • Evaluasi atas jenis dan tariff PNBP • Monitorig dan bimtek pengelolaan PNBP • Penyesuaian tariff PNBP dan penyelesaian aspek legalnya • Inventarisasi dan pemetaan jasa dan layanan Pemerintah • Penyusunan jenis dan target PNBP baru • Penyelesaian aspek legal • Monitoring Ditjen Anggaran.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh.

dan FAQ Contoh Informasi Kinerja Input Eselon II • Anggaran Aktivitas Eselon II Output Eselon II • • • • • Persiapan evaluasi Pengumpulan data Analisis Penyusunan rekomendasi Reporting Informasi capaian target kinerja nasional Indikator • Ketepatan waktu penyampaian informasi • • • • Kajian Perumusan naskah Finalisasi Sosialisasi Norma penganggaran Indikator: • Jumlah norma yang diterbitkan • Ketepatan waktu penerbitan norma • • • • Pemetaan kebutuhan Penyusunan desain Pemograman Pemeliharaan Ditjen Anggaran. Kementerian Keuangan Sistem informasi Indikator • Jumlah system informasi yang dibangun • Jumlah system informasi yang dipelihara 50 .Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. Agenda Kerja.

Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. Agenda Kerja. Kementerian Keuangan Aktivitas Eselon II Output Eselon II PIC • • • • • Persiapan evaluasi Pengumpulan data Analisis Penyusunan rekomendasi Reporting Informasi capaian target kinerja • EKP nasional Indikator • Ketepatan waktu penyampaian informasi • • • • Kajian Perumusan naskah Finalisasi Sosialisasi Norma penganggaran Indikator: • Jumlah norma yang diterbitkan • Ketepatan waktu penerbitan norma • • • • Pemetaan kebutuhan Penyusunan desain Pemograman Pemeliharaan Sistem informasi • TIP Indikator • Jumlah sistem informasi yang dibangun/ dikembangkan • Jumlah sistem informasi yang dipelihara Outcome • TSP • SB • EKP 51 . dan FAQ Contoh Informasi Kinerja Input Eselon II • Anggaran PIC • EKP selaku Daduktek Ditjen Anggaran.

dan FAQ Contoh Informasi Kinerja Input Eselon III • Anggaran Aktivitas Eselon III • • • • Ditjen Anggaran. Agenda Kerja. Kementerian Keuangan Kajian Perumusan naskah Finalisasi Sosialisasi Output Eselon III Outcome Norma penganggaran Indikator: • Jumlah norma yang diterbitkan • Ketepatan waktu penerbitan norma 52 .Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh.

Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. Ditjen Anggaran. Agenda Kerja. dan FAQ Informasi Kinerja Existing Data informasi kinerja existing berikut ini diambil dari RKA-K/L 2015 yang kiranya dapat dijadikan bahan perbandingan untuk lebih mempermudah dalam memahami perbedaan antara struktur informasi kinerja yang sekarang dan struktur informasi kinerja sesuai arsitektur yang baru. Kementerian Keuangan 53 .

12 BADAN KEBIJAKAN FISKAL 015. Pengendalian. Transparan.02.05 DITJEN BEA DAN CUKAI Ditjen Anggaran. dan Optimal Serta Mampu Membangun Citra Baik Bagi Stakeholder.03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Keuangan 01 Terwujudnya Pengawasan yang Memberi Nilai Tambah Melalui Peningkatan Efektivitas Proses Manajemen Risiko.07.12.11 BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN 015.09 Program Pengelolaan Perbendaharaan Negara 01 Meningkatkan Pengelolaan Perbendaharaan Negara Secara Profesional. Penyelesaian Pengurusan Piutang Negara dan Pelayanan Lelang yang Profesional. dan FAQ Informasi Kinerja Existing UNIT PROGRAM OUTCOME 015.01. Penyelesaian Pengurusan Piutang Negara dan Pelayanan Lelang 01 Terselenggaranya Pengelolaan Kekayaan Negara. Agenda Kerja.06.03.06 DITJEN PERIMBANGAN KEUANGAN 015.04 Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur di Bidang Keuangan Negara 01 Mengembangkan SDM yang Berintegritas dan Berkompetensi Tinggi 015. 015. dan Penerimaan di Bidang Kepabeanan dan Cukai 01 Peningkatan Penerimaan Pajak Negara yang Optimal 015.08 Program Peningkatan Pengelolaan Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah 01 Peningkatan Efektifitas dan Efisiensi Pengelolaan Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah 015.07 DITJEN PENGELOLAAN UTANG 015.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. dan Masyarakat Serta Optimalisasi Penerimaan 54 . Tepat Guna.09.07 Program Pengelolaan Anggaran Negara 01 Terlaksananya fungsi penganggaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kebijakan Pemerintah 015. 015. Kementerian Keuangan 01 Terciptanya Administrator Kepabeanan dan Cukai yang Memberikan Fasilitasi Kepada Industri.10 Program Pengelolaan Kekayaan Negara.01 SEKRETARIAT JENDERAL 015.12 Program Peningkatan dan Pengamanan Penerimaan Pajak 015.04.09 DITJEN KEKAYAAN NEGARA 015.11.03 DITJEN ANGGARAN 015. dan Tata Kelola Serta Peningkatan Akuntabilitas Aparatur di Lingkungan Kementerian Keuangan 015.11 Program Perumusan Kebijakan Fiskal 01 Terwujudnya Kebijakan Fiskal yang Sustainable Dengan Beban Risiko Fiskal yang Terukur Dalam Rangka Stabilisasi dan Mendorong Pertumbuhan Perekonomian 015.01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Keuangan 01 Terwujudnya Tata Kelola yang Baik dan Kualitas Layanan dan Dukungan yang Tinggi Pada Semua Eselon I di Kementerian Keuangan 015. Tertib.08.13 Program Pengawasan. dan Akuntabel Sesuai Dengan Ketentuan 015.02 INSPEKTORAT JENDERAL 015.14 Program Pengelolaaan dan Pembiayaan Utang 01 Mengoptimalkan Pengelolaan Surat Berharga Negara (SBN) Maupun Pinjaman Untuk Mengamankan Pembiayaan APBN. Pelayanan.04 DITJEN PAJAK 015.08 DITJEN PERBENDAHARAAN 015. Perdagangan.05.

004 Laporan Kajian/Monev/Kegiatan 1653 Pengembangan Sistem Penganggaran 1654 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen Anggaran 1654.994 Layanan Perkantoran 1654.001 Peraturan Pelaksanaan di bidang Penganggaran 1649.996 Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 1654.002 Laporan/Monev Kegiatan 1650 Penyusunan dan Penyampaian Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Belanja Lain-Lain (BSBL) 1650.002 Laporan analisis. kegiatan dan proyeksi kebijakan APBN 1652 Pengelolaan PNBP dan Subsidi 1652.001 Peraturan di bidang PNBP dan Subsidi Energi 1652.005 Layanan Peningkatan Kompetensi Pegawai 1654.009 Laporan Pelaksanaan Tugas Dukungan Teknis Lainnya DJA 1654. dan FAQ Informasi Kinerja Existing 015.07 Program Pengelolaan Anggaran Negara 01 Terlaksananya fungsi penganggaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kebijakan Pemerintah KEGIATAN: OUTPUT: 1649 Pengelolaan Anggaran Belanja Pemerintah Pusat (ABPP) 1649.008 Dokumen Kepatuhan dan Bantuan Hukum 1654.998 Gedung/Bangunan 5095 Harmonisasi Peraturan Penganggaran 5095.002 Dokumen Organisasi dan Ketatalaksanaan 1654.012 Dokumen DIPA 1654.001 Rekomendasi Kebijakan Penganggaran Ditjen Anggaran.03.001 Dokumen Perencanaan dan Keuangan 1654.003 Dokumen Kepegawaian 1654.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh.002 Laporan Monev/Kegiatan 1653.001 Peraturan bidang Penganggaran 1653. Kementerian Keuangan Berlaku sebagai output K/L (Kemenkeu) dan bahkan menjadi output nasional 55 . Agenda Kerja.003 Sistem Aplikasi Bidang Penganggaran 1653.001 Laporan Keuangan Belanja Subsidi dan Belanja Lain-lain 1651 Penyusunan Rancangan APBN 1651.997 Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 1654.

Kementerian Keuangan 56 . Agenda Kerja.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. dan FAQ Agenda Kerja Materi Agenda Agustus September Oktober November Desember Januari Februari 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Outcome Output Membangun Pemahaman • Internal DJA • K/L Praktek & Implementasi • Diagnosis Outcome dan Output Existing oleh DJA • Diagnosis Outcome dan Output Existing oleh K/L • Penyusunan Outcome dan Output RKA-K/L 2016 oleh K/L Review Outcome dan Output 2016 Aktivitas Membangun Pemahaman Input • Internal DJA Format • K/L Praktek & Implementasi • Penyusunan Aktivitas dan Input oleh K/L Finalisasi Review Keseluruhan RKA-K/L untuk 2016 Ditjen Anggaran.

. saat pendekatan customer/outcome-oriented diterapkan. • Perkembangan berikutnya adalah berdasarkan aktivitas dimana aktivitas-aktivitas yang serupa atau berkaitan akan dikelompokkan dalam suatu program (program-based). sementara outcome-based bersifat customer-oriented. terukur. program-based bersifat nasional dan dalam perkembangannya lebih spesifik per eselon I sebagaimana berjalan saat ini. Dimana letak program dan bagaimana kebijakannya. dll).Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. harus benar-benar dijaga jangan sampai satker berhenti beroperasi. Level Eselon I INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME Level Eselon II INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG Ditjen Anggaran. Pada masa ini pendekatan jenis belanja dan struktur organisasi sangat dominan (kebutuhan belanja untuk satker ini berapa. Perbedaan substansi PBB dibanding system sebelumnya adalah input-based dan program-based lebih berorientasi pada internal organisasi. Kementerian Keuangan OUTCOME 57 . dan FAQ FAQ 1. • Sistem PBB sudah semakin maju dimana penganggaran didasarkan pada outcome.. apakah tetap 1 eselon I = 1 progam? KL INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME • Perkembangan sistem penganggaran pada dasarnya mengikuti pola logic model dimana pada masa tradisional pendekatan yang digunakan adalah input-based. sebenarnya sudah tidak relevan lagi menempuh kebijakan 1 eselon I = 1 program karena yang paling penting adalah apakah kerangka logika input-aktivitas-output-outcome sudah jelas. Lanjutan. Pada praktek awal di Indonesia. dan relevan dengan need/problem. • Berdasarkan penjelasan di atas. Agenda Kerja.

misalnya output nasional.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. yaitu kebijakan 1 eselon I = 1 program. Penamaan program ada di setiap level organisasi. program eselon II. program Eselon I. Status quo.. Demikian pula penamaan informasi kinerjanya akan mengikuti pola yang sama.. output Eselon I. untuk memfasilitasi kebutuhan pengelompokan per program. [RECOMENDED] 58 . Agenda Kerja. yaitu: program INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME Level Eselon II INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME Ditjen Anggaran. Kementerian Keuangan nasional. dan FAQ FAQ Lanjutan. sehingga bisa jadi 1 program dilakanakan oleh lebih dari satu eselon I. 3. program K/L. dst. maka beberapa alternatif yang dapat dilakukan adalah: 1. KL INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME OUTPUT C/TG OUTCOME Level Eselon I INPUT AKTIVITAS Namun demikian. INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME Program ada di level K/L. output K/L. 2.

transaksi. 59 . Apakah kita akan berubah total. apakah informasi yang existing tidak bsa digunakan lagi? KL INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME • Penataan ADIK berusaha menghasilkan informasi kinerja yang ter-cascade mulai level makro strategis sampai dengan mikro teknis.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. Sedangkan yang level makro strategis lebih ditujukan dalam proses pengambilan kebijakan. Dalam prakteknya nanti. dapat pula dimungkinkan apabila ada suatu organisasi berangkat dari data existing yang sudah ada yang berpotensi cenderung menghasilkan data yang bersifat business as usual. sebagian besar informasi kinerja yang ada saat ini berada pada level Eselon II. bahkan banyak pula yang level dibawahnya. • Berdasarkan hasil evaluasi. • Informasi pada level bawah dimaksud (mikro teknis) harus tetap ada sebagai jembatan ke sistem pelaksanaannya (DIPA. • Idealnya. Kementerian Keuangan strategis dan diterjemahkan secara berurutan sampai dengan level mikro teknis seperti pada tahapan yang telah dijelaskan pada slide-slide sebelumnya [RECOMENDED]. Agenda Kerja. dan FAQ FAQ 2. namun memang cascade dari level atas sampai ke bawah belum terlihat dengan jelas. dll). dimana sebagian sudah tersedia pula dalam data RKA-K/L saat ini. mekanisme penyusunan informasi kinerja berangkai dari level makro Level Eselon I INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME OUTPUT C/TG OUTCOME Level Eselon II INPUT AKTIVITAS INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME Ditjen Anggaran.

dan FAQ FAQ 2.Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Perubahan Pendekatan Arsitektur Kinerja Pengertian & Kriteria Informasi Kinerja Mekanisme Penyusunan Informasi Kinerja Contoh. dll). • Idealnya. Agenda Kerja. sebagian besar informasi kinerja yang ada saat ini berada pada level Eselon II. Dalam prakteknya nanti. dimana sebagian sudah tersedia pula dalam data RKA-K/L saat ini. Sedangkan yang level makro strategis lebih ditujukan dalam proses pengambilan kebijakan. • Berdasarkan hasil evaluasi. 60 . bahkan banyak pula yang level dibawahnya. mekanisme penyusunan informasi kinerja berangkai dari level makro Level Eselon I INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME OUTPUT C/TG OUTCOME Level Eselon II INPUT AKTIVITAS INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME Ditjen Anggaran. namun memang cascade dari level atas sampai ke bawah belum terlihat dengan jelas. transaksi. apakah informasi yang existing tidak bsa digunakan lagi? KL INPUT AKTIVITAS OUTPUT C/TG OUTCOME • Penataan ADIK berusaha menghasilkan informasi kinerja yang ter-cascade mulai level makro strategis sampai dengan mikro teknis. Kementerian Keuangan strategis dan diterjemahkan secara berurutan sampai dengan level mikro teknis seperti pada tahapan yang telah dijelaskan pada slide-slide sebelumnya [RECOMENDED]. Apakah kita akan berubah total. • Informasi pada level bawah dimaksud (mikro teknis) harus tetap ada sebagai jembatan ke sistem pelaksanaannya (DIPA. dapat pula dimungkinkan apabila ada suatu organisasi berangkat dari data existing yang sudah ada yang berpotensi cenderung menghasilkan data yang bersifat business as usual.

(Henry Ford) Ditjen Anggaran. Kementerian Keuangan 61 .Kondisi Umum Hasil Evaluasi Strategi Perbaikan Terima Kasih If everyone is moving forward together. then success takes care of itself.

...........dst BERDASARKAN FUNGSI DENGAN BASIS PADA OUTCOME K/L Input K/L Output Outcome Indikator Target Indikator Target Aktivitas ESELON I Eselon I IKU Program Program Input Aktivitas Outcome Output Outcome Indikator Target Indikator Target ESELON II Kegiatan IKK Eselon II Output Ditjen Anggaran....2015 BERDASARKAN STRUKTUR ORGANISASI OUTCOME CUSTOMER 2016................................................................. Kementerian Keuangan Input Aktivitas Output Outcome Indikator Target Indikator Target 62 ....KONSEP & PENGERTIAN KINERJA YANG BERSIFAT UNIVERSAL INPUT AKTIVITAS OUTPUT ..........