You are on page 1of 5

PENATALAKSANAAN TB PARU

SOP

No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

: SOP/I/013/2016
:0
: 2 Januari 2016
: 1/6

UPT PUSKESMAS
BALONGPANGGANG

1. Pengertian

dr. Rini Sulistyoasih
NIP: 19760301 200604 2013

Penatalaksanaan Tb paru adalah penanganan terhadap pasien yang
mengalami penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB

2. Tujuan

yaitu Mycobacterium tuberculosis.
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan TB paru di Puskesmas

3. Kebijakan

Balongpanggang
Keputusan Kepala Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Balongpanggang

4. Referensi

Nomor 445/1093/437.52.21/2015 Tentang Pelayanan Klinis Di Puskesmas
Permenkes no. 5 tahun 2014 tentang Panduan Klinis bagi Dokter di

5. Prosedur

Fasyankes Primer.
1. ANAMNESA
batuk berdahak > 2 minggu. Batuk disertai dahak, dapat bercampur darah
atau batuk darah. Keluhan dapat disertai sesak napas, nyeri dada atau
pleuritic chest pain (bila disertai peradangan pleura), badan lemah, nafsu
makan menurun, berat badan menurun, malaise, berkeringat malam tanpa
kegiatan fisik, dan demam meriang lebih dari 1 bulan.
2. PEMERIKSAAN FISIK
a. Demam (pada umumnya subfebris, walaupun bisa juga tinggi sekali).
b. Respirasi meningkat
c. Berat badan menurun (BMI pada umumnya <18,5).
d. Pada auskultasi terdengar suara napas bronkhial/amforik/ronkhi
basah/suara napas melemah di apex paru, tergantung luas lesi dan
kondisi pasien.
3. PEMERIKSAAN PENUNJANG
a. Darah: limfositosis/ monositosis, LED meningkat, Hb turun.
b. Pemeriksaan mikroskopis kuman TB (Bakteri Tahan Asam/ BTA)
atau kultur kuman dari specimen sputum/ dahak sewaktu-pagisewaktu.
c. Untuk TB non paru, specimen dapat diambil dari bilas lambung,
cairan serebrospinal, cairan pleura ataupun biopsi jaringan.
d. Tes tuberkulin (Mantoux test). Pemeriksaan ini merupakan penunjang
utama untuk membantu menegakkan Diagnosis TB pada anak.
e. Pembacaan hasil uji tuberkulin yang dilakukan dengan cara Mantoux
(intrakutan) dilakukan 48-72 jam setelah penyuntikan dengan

f. Semua pasien dimonitor respon terapi. 3 tablet (INH. 2. 4. Untuk membantu dan mengevaluasi kepatuhan. Sistem Patient-centred strategy. yaitu memilih bentuk obat. efusi pleura (sudut kostrofrenikus tumpul). Pada kelompok anak dengan imunokompeten termasuk anak dengan riwayat imunisasi BCG diameter indurasinya > 10 mm. harus dilakukan prinsip pengobatan dengan: 1. . cara pemberian cara mendapatkan obat serta kontrol pasien sesuai dengan cara yang paling mampu laksana bagi pasien. 5. 2.mengukur diameter transversal. Dosis OAT yang digunakan harus sesuai dengan Terapi rekomendasi internasional. PZA. EMB). Pirazinamid. Gambaran lain yang dapat menyertai yaitu. c. kavitas (bayangan berupa cincin berdinding tipis). Pada kelompok anak dengan imunokompromais (HIV. dan Etambutol. b. RIF. penilaian terbaik adalah follow-up mikroskopis dahak (2 spesimen) pada saat:  Akhir fase awal (setelah 2 bulan terapi). Fase Awal selama 2 bulan. sangat dianjurkan untuk penggunaan Kombinasi Dosis Tetap (KDT/fixed-dose combination/ FDC) yang terdiri dari 2 tablet (INH dan RIF). Praktisi harus memastikan bahwa obat-obatan tersebut digunakan sampai terapi selesai. Pada TB. Pengawasan Langsung menelan obat (DOT/direct observed therapy) d. PENATALAKSANAAN a. dan pemeriksaan penunjang. terdiri dari: Isoniazid dan Rifampisin 3. Rifampisin. umumnya di apeks paru terdapat gambaran bercak-bercak awan dengan batas yang tidak jelas atau bila dengan batas jelas membentuk tuberkuloma. terdiri dari: Isoniazid. keganasan dan lainnya) diameter indurasinya > 5mm. gizi buruk. PENEGAKAN DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis. Uji tuberkulin dinyatakan positif yaitu: 1. pemeriksaan fisik. Fase lanjutan selama 4 bulan. RIF dan PZA) dan 4 tablet (INH. 2. pleuritis (penebalan pleura). Radiologi dengan foto toraks PA-Lateral/ top lordotik. Semua pasien (termasuk pasien dengan infeksi HIV) yang tidak pernah diterapi sebelumnya harus mendapat terapi Obat Anti TB (OAT) lini pertama sesuai 1.

dan pada akhir terapi. Diagram alir ANAMNESA PEMERIKSAAN FISIK PENEGAKAN DIAGNOSA PENATALAKSANAAN 7. 1 bulan sebelum akhir terapi. Efek samping obat f.  Evaluasi dengan foto toraks bukan merupakan pemeriksaan prioritas dalam follow up TB paru. 6. Semua pasien dengan infeksi Tuberkulosis-HIV harus dievaluasi untuk: 1. Kondisi fisik pasien 4. Respon hasil mikrobiologi 3. Unit terkait Semua unit pelayanan . 2. Menentukan indikasi ARV pada tuberkulosis. Semua pengobatan yang telah diberikan. Pasien infeksi tuberkulosis-HIV harus diterapi Kotrimoksazol apabila CD 4 < 200. konsultasi dan tes HIV diindikasikan sebagai bagian dari tatalaksana rutin.  Pasien dengan hasil pemeriksaan dahak positif pada 1 bulan sebelum akhir terapi dianggap gagal (failure) dan harus meneruskan terapi modifikasi yang sesuai. g. Selama terapi : evaluasi foto setelah pengobatan 2 bulan dan 6 bulan. Inisasi terapi tuberkulosis tidak boleh ditunda. 2. 3. infeksi Tuberkulosis – HIV sering bersamaan. Di daerah prevalensi infeksi HIV tinggi. e. Catatan tertulis harus ada mengenai: 1.

.. LED meningkat......... 6. 3............ dr........... 5..... : ..... Apakah petugas menegakkan diagnosis TB Paru? Apakah petugas melakukan penatalaksanaan TOTAL YA / TIDAK Skor Tertinggi Ya / Tidak Compliance Rate :.......... nadi...... Revisi Tilik Tanggal Terbit Halaman : SOP/I/013/2016 :0 : 2 Januari 2016 : 5/6 UPT PUSKESMAS BALONGPANGGANG Unit Nama Petugas Tanggal Pelaksana No 1.......... 2.... perut dan ekstrimitas? 4... Dokumen Daftar No.......% Ketr Skoring: Ya Tidak :1 :0 Compliance rate (CR) = Compliance rate (CR) = Σ Ya Σ Ya + Tidak x 100% x 100% Sumber (Standar Penyusunan Dokumen Areditasi 2015) Auditor Auditee Ya Tidak Ket . Apakah petugas melakukan pemeriksaan penunjang: limfositosis/ monositosis.............. dada... pernapasan dan suhu (bila perlu)?  Pemeriksaan kepala-leher... Kegiatan Apakah petugas menanyakan keluhan dan gejala yang dirasakan oleh pasien? Apakah petugas mencatat hasil anamnesa di kartu status pasien? Apakah petugas melakukan pemeriksaan fisik pada pasien meliputi:  Pemeriksaan tanda vital : tensi..... Hb turun....PELAYANAN KLINIK ( TB PARU ) No....... .... Darah: Pemeriksaan mikroskopis kuman TB (Bakteri Tahan Asam/ BTA)................ Rini Sulistyoasih NIP: 19760301 200604 2013 : Puskesmas Balongpanggang : .....

(________________) (_______________) .